• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH ENTRENCHMENT EFFECT DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS AUDIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH ENTRENCHMENT EFFECT DAN CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS AUDIT"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH

ENTRENCHMENT EFFECT DAN CORPORATE

GOVERNANCE TERHADAP KUALITAS AUDIT

Skripsi oleh: Stefhany 01031181520055

Akuntansi

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Meraih Gelar Sarjana Ekonomi

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

FAKULTAS EKONOMI 2019

(2)
(3)
(4)
(5)

v

KATA PENGANTAR

Puji dan Syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah mengaruniakan berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Pengaruh Entrenchment Effect dan Corporate Governance Terhadap Kualitas Audit”. Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan dalam meraih gelar Sarjana Ekonomi Program Strata Satu(S-1) Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Sriwijaya.

Skripsi ini membahas mengenai pengaruh yang terbentuk antara

entrenchment effect terhadap kualitas audit serta corporate governance terhadap kualitas audit.

Penulis menyadari bahwa dalam penulisan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman. Oleh karena itu, kritik dan saran sangat diharapkan sebagai input bagi penulis untuk memperbaiki di masa mendatang. Semoga skripsi ini bermanfaat dan dapat digunakan sebagai informasi tambahan bagi yang membutuhkan.

Indralaya, 22 Juli 2019

Stefhany NIM 01031181520055

(6)
(7)
(8)
(9)

ix DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PERSETUJUAN UJIAN KOMPREHENSIF ... ii

HALAMAN PERSETUJUAN SKRIPSI ... iii

SURAT PERNYATAAN INTEGRITAS KARYA ILMIAH ... iv

HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... v

KATA PENGANTAR ... vi

UCAPAN TERIMA KASIH ... vii

SURAT PERNYATAAN ABSTRAK ... xi

ABSTRAK ... xii

ABSTRACT ... xiii

DAFTAR RIWAYAT HIDUP ... xiv

DAFTAR ISI ... xvi

DAFTAR TABEL ... xx

DAFTAR GAMBAR ... xxi

DAFTAR LAMPIRAN ... xxii

BAB I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 6

1.3 Tujuan Penelitian ... 6

1.4 Manfaat Penelitian ... 7

BAB II. STUDI KEPUSTAKAAN 2.1 Landasan Teori ... 8

(10)

x 2.1.2 Kualitas Audit ... 9 2.1.3 Entrenchment Effect ... 11 2.1.4 Corporate Governance ... 12 2.2 Penelitian Terdahulu ... 14 2.3 Pengembangan Hipotesis ... 22

2.3.1 Pegaruh Entrenchment Effect Terhadap Kualitas Audit ... 22

2.3.2 Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kualitas Audit ... 24

2.4 Kerangka Teoritis ... 25

BAB III. METODE PENELITIAN 3.1 Jenis Penelitian ... 26

3.2 Populasi dan Sampel ... 26

3.3 Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel ... 28

3.3.1 Variabel Dependen ... 28 3.3.2 Variabel Independen ... 29 3.3.2.1 Entrenchment Effect ... 29 3.3.2.2 Corporate Governance ... 30 3.3.3 Variabel Kontrol ... 31 3.3.3.1 Ukuran Perusahaan ... 31 3.3.3.2 Profitabilitias ... 31 3.3.3.3 Leverage Perusahaan ... 32

3.4 Teknik Analisis Data ... 32

3.4.1 Statistik Deskriptif ... 32

3.4.2 Uji Asumsi Klasik ... 33

3.4.2.1 Uji Normalitas ... 33

(11)

xi

3.4.2.3 Uji Heterokesdastisitas ... 34

3.4.2.4 Uji Autokorelasi ... 34

3.4.3 Uji Koefisien Determinasi ... 35

3.4.4 Uji Statistik F (F-test) ... 35

3.4.5 Uji Statistik T (t-test) ... 36

3.4.6 Analisis Regresi Linier Berganda ... 37

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Data Umum Responden ... 38

4.2 Hasil Penelitian ... 39

4.2.1 Uji Statistik Deskriptif ... 39

4.2.2 Uji Asumsi Klasik ... 42

4.2.2.1 Uji Normalitas ... 42

4.2.2.2 Uji Multikolinearitas ... 43

4.2.2.3 Uji Heterokesdatisitas ... 44

4.2.2.4 Uji Autokorelasi ... 46

4.2.3 Anallisis Regresi Linier Berganda ... 47

4.2.4 Uji Hipotesis ... 48

4.2.4.1 Uji Koefisien Determinasi ... 48

4.2.4.2 Uji Regresi Simultan (F-test) ... 49

4.2.4.3 Uji Signifikasi Parameter Individual (t-test) ... 50

4.3 Pembahasan Hasil Penelitian ... 51

4.3.1 Pengaruh Entrenchment Effect Terhadap Kualitas Audit ... 51

4.3.2 Pengaruh Corporate Governance Terhadap Kualitas Audit ... 52

4.3.3 Hasil Analisis Variabel Kontrol ... 54

(12)

xii

4.3.3.2 Pengaruh Leverage Terhadap Kualitas Audit ... 55

4.3.3.3 Pengaruh Profitabilitas Terhadap Kualitas Audit ... 55

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN 5.1 Kesimpulan ... 57

5.2 Keterbatasan Penelitian ... 57

5.3 Saran ... 58

DAFTAR PUSTAKA ... 59

(13)

xiii

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu ... 19

Tabel 3.1 Sampel Penelitian ... 27

Tabel 4.1 Hasil Statistik Deskriptif ... 39

Tabel 4.2 Hasil Uji Normalitas ... 42

Tabel 4.3 Hasil Uji Multikolinearitas ... 43

Tabel 4.4 Hasil Uji Heterokesdatisitas ... 45

Tabel 4.5 Hasil Uji Autokorelasi ... 46

Tabel 4.6 Hasil Uji Model Summary (Koefisien Determinasi) ... 48

Tabel 4.7 Hasil Uji Anova (F-test) ... 49

(14)

xiv

DAFTAR GAMBAR

Halaman Kerangka Pemikiran ... 25

(15)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran I Daftar Populasi Penelitian ... 61

Lampiran II Daftar Sampel Penelitian ... 66

Lampiran III Metode Penetapan Skor Efektivitas Dewan Komisaris dan Komite Audit ... 68

Lampiran IV Data Perhitungan Kualitas Audit ... 71

Lampiran V Hasil Discretionary Accruals ... 74

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Perusahaan dengan struktur kepemilikan yang terdiri dari banyak saham seringkali menghadapi masalah keagenan. Masalah keagenan antara manajemen dengan pemegang saham terjadi akibat struktur kepemilikan perusahaan yang tersebar di tangan banyak pemegang saham (dispersed ownership). Masalah ini terjadi karena pemilik atau pemegang saham kurang efektif dalam melakukan pengawasan terhadap kinerja dari manajemen. Pengawasan yang kurang efektif ini menjadikan perusahaan berada di bawah kendali manajemen sehingga manajemen mempunyai kebebasan untuk menjalankan perusahaan sesuai dengan kepentingannya. Perusahaan dengan struktur kepemilikan yang tersebar umumnya banyak ditemukan pada negara-negara common law dengan perlindungan atas

property rights yang kuat seperti, Amerika Serikat, Inggris, Kanada dan Irlandia (Claessens dan Fan, 2002)

Berbeda dengan negara-negara common law, negara dengan sistem hukum

civil law memiliki perlindungan atas property rights yang masih lemah. Pada negara-negara civil law kebanyakan kepemilikan perusahaan hanya dipegang oleh sedikit pemegang saham. Claessens dan Fan (2002) menyatakan bahwa ketika struktur kepemilikan perusahaan terkonsentrasi di tangan segelintir pemegang saham pengendali, pemegang saham pengendali tersebut akan memiliki kemampuan untuk mengarahkan berbagai kebijakan perusahaan, atau yang

(17)

2

dikenal sebagai entrenchment effect. Adanya entrenchment effect seringkali menyebabkan fenomena negative entrenchment effect. Fenomena ini terjadi karena timbulnya konflik keagenan antara pemegang saham pengendali dan non-pengendali.

Untuk mengatasi konflik keagenan yang terjadi, dibutuhkan peran pihak eksternal, dalam hal ini yaitu jasa auditor dari KAP. Namun, agar masalah keagenan dapat teratasi, dibutuhkan KAP dengan kualitas audit yang tinggi. Kualitas audit adalah probabilitas akuntan publik untuk mendeteksi terjadinya pelanggaran pada sistem akuntansi klien (error/fraud) serta melaporkan pelanggaran tersebut (DeAngelo, 1981). Selain itu tinggi atau rendahnya kualitas audit, juga dapat dilihat dari perspektif kegagalan audit atau audit failure. Semakin tinggi kualitas audit yang dilakukan, maka resiko kegagalan audit akan semakin rendah. Namun pada dasarnya, pemegang saham pengendali cenderung menjaga laporan keuangannya agar tidak transparan, sehingga ia bebas melakukan tindakan ekspropriasi. Lin dan Liu (2009) menyatakan bahwa salah satu cara yang digunakan oleh pemegang saham pengendali untuk menjaga ketidaktransparan laporan keuangannya adalah dengan menurunkan kualitas pengawasan eksternal dari kantor akuntan publik, yaitu menunjuk kantor akuntan publik dengan kualitas audit yang rendah. Dalam penelitiannya, Choi dan Yoo (2007) menemukan bahwa adanya pengaruh negatif atas entrenchment effect terhadap kualitas audit.

Entrenchment effect terjadi ketika pemegang saham pengendali

menggunakan hak kontrol yang ia miliki untuk menjalankan perusahaan. Pemegang saham pengendali seringkali menggunakan hak kontrol tersebut untuk

(18)

3

melakukan tindakan ekspropriasi, hal ini lah yang menyebabkan munculnya efek

Entrenchment. Tindakan ekspropriasi adalah tindakan penggunaan hak kontrol atau kendali seseorang untuk memaksimalkan kesejahteraan sendiri dengan distribusi kekayaan dari pihak lain. Pemegang saham pengendali memiliki hak untuk mengarahkan kebijakan perusahaan sesuai dengan kepentingannya, namun kepentingan tersebut belum tentu memenuhi hak dari pemegang saham non-pengendali. Oleh karena itu, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, untuk menutupi tindakan ekspropriasi yang dilakukan, maka KAP dengan kualitas audit yang rendah cenderung ditunjuk untuk melakukan audit di perusahaannya. Choi et all. (2007) membuktikan dalam penelitian mereka bahwa semakin tinggi perbedaan antara hak kontrol dan hak aliran kas dari pemegang saham yang beragam, semakin tinggi kemungkinan perusahaan akan menunjuk KAP dengan kualitas audit yang rendah.

Untuk menghindari adanya pemilihan KAP dengan kualitas audit yang rendah sebagai akibat dari Entrenchement effect, diperlukan adanya Corporate Governance yang baik. Corporate Governance dapat didefinisikan sebagai suatu proses dan struktur yang diterapkan dalam menjalankan perusahaan, dengan tujuan akhir meningkatkan nilai/keuntungan pemegang saham (shareholders), dengan sedapat mungkin tetap memperhatikan kebutuhan semua pihak yang terkait (stakeholders). Pelaksanaan corporate governance diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas laporan keuangan perusahaan. Pelaksanaan corporate

governance juga berpengaruh dalam pemilihan auditor perusahaan. Dalam

(19)

4

sangat dipengaruhi oleh rekomendasi dari komite audit dalam mendukung terciptanya akuntanbilitas dan trasparansi penyajian laporan keuangan perusahaan (Pedoman Good Corporater Governance Komite Nasional Governance Indonesia). Komite audit secara efektif umumnya beranggotakan orang-orang independen dari komunitas bisnis yang memiliki reputasi yang tinggi sehingga lebih peduli akan adanya resiko kerugian apabila terjadi kesalahan dalam pelaporan keuangan perusahaan (Abbot dan Parker, 2002). Komite audit mempunyai peranan dalam mendorong akuntan publik untuk meningkatkan ruang lingkup audit sesuai analisis komite aduit. Efektifitas dari komite audit juga ditemukan oleh Maharani (2012) yang menyatakan bahwa komite audit memiliki pengaruh positif dan signifikan dalam pemilihan auditor berkualitas tinggi

Potensi dari negative entrenchment effect dikhawatirkan akan membawa pengaruh terhadap kualitas audit. Kualitas audit yang andal tentunya akan mengurangi konflik keagenan yang terjadi antara para pemegang saham perusahaan. Kualitas audit yang diterima oleh perusahaan bergantung pada kemampuan auditor untuk menemukan error/fraud yang ada dalam laporan keuangan perusahaan. Oleh karena itu, kualitas audit sangat bergantung pada kantor akuntan publik yang dipilih oleh perusahaan melalui rekomendasi dari komite audit perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh entrenchment effect dan corporate governance terhadap kualitas audit.

Penelitian ini mengacu pada beberapa penellitian terdahulu yaitu, penelitian oleh Utami dan Diyanty (2015) yang meneliti tentang pengaruh Entrenchment effect Terhadap Kualitas Audit dan Peran Efektivitas Komite Audit. Dari penelitian

(20)

5

ini, didapatkan hasil bahwa terdapat pengaruh positif antara negatif entrenchment effect dengan pemilihan kantor akuntan publik yang kualitas auditnya lebih tinggi. Selain itu, penelitian dari Anafiah dkk (2017) yang meneliti tentang the effect of controlling shareholders and corporate governance on audit quality juga menunjukan hal yang sama yaitu terdapat pengaruh positif antara entrenchment effect dan kualitas audit, serta efektivitas dari komite audit dan dewan direksi berpengaruh positif terhadap penjukan KAP dengan kualitas audit yang tinggi. Kedua penelitian ini mempunyai hasil penelitian yang serupa dengan penelitian Fan dan Wong (2005), yaitu entrenchment effect berpengaruh positif terhadap kualitas audit. Kualitas audit yang tinggi terjadi ketika pemegang saham pengendali yang melakukan entrenchment effect mempunyai keinginan untuk mengurangi konflik keagenan dengan menunjuk auditor berkualitas tinggi. Selain itu dari penelitian El Ghoul dkk (2007) juga dikatakan bahwa perusahaan juga mungkin menunjuk auditor berkualitas tinggi untuk menjaga reputasi perusahaan. Namun, hal berbeda ditemukan dari penelitian Choi dan Yoo (2007), dari penelitiaan yang dilakukan, ditemukan hasil bahwa entrenchment effect berpengaruh negatif terhadap kualitas audit.

Penelitian ini memiliki beberapa perbedaan dengan penelitian terdahulu, yaitu perbedaan penggunaan tahun sampel yang diambil dari web BEI. Pada penelitian ini, digunakan sampel dari tahun 2015-2017, sedangkan penelitian terdahulu menggunakan sampel dari tahun 2010-2013. Selain itu, perbedaan juga terdapat pada proksi yang digunakan untuk mengukur variabel dependen yaitu kualitas audit. Pada penelitian terdahulu, kualitas audit diproksikan menggunakan

(21)

6

ukuran kantor akuntan publik, sedangkan pada penelitian ini, kualitas audit diproksikan dengan menggunakan kualitas akrual (accrual quality). Hal ini dikarenakan penggunaan pengukuran dengan kualitas akrual melihat keadaan dari laporan keuangan perusahaan, sehingga dapat diketahui apakah terjadi kecurangan atau tidak yang merujuk kepada tindakan ekspropriasi. Perbedaan juga terdapat pada variabel kontrol yang digunakan, penelitian ini menggunakan 3 variabel kontrol yaitu leverage, ukuran perusahaan, dan profitabilitas. Sedangkan, penelitian sebelumnya menggunakan 6 variabel kontrol yaitu financial leverage, ukuran perusahaan, profitabilitas, likuiditas, potensi pertumbuhan, dan jumlah komisaris independen.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah Entrenchment Effect berpengaruh terhadap kualitas audit ? 2. Apakah Corporate Governance berpengaruh terhadap kualitas audit?

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan dari rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah:

1. Menjelaskan secara empiris hubungan antara Entrenchment Effect dan kualitas audit

(22)

7

2. Menjelaskan secara empiris hubungan antara Corporate Governance dan kualitas audit

1.4 Manfaat Penelitian

1. Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi penelitian di masa mendatang serta dapat menambah pengetahuan mengenai entrenchment effect, corporate governance, serta kualitas audit.

2. Manfaat Praktis

Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi untuk memahami mengenai entrenchment effect serta corporate governance

dan bagaimana pengaruhnya terhadap kualitas audit sehingga dapat menambah wawasan bagi para stakeholders perusahaan.

(23)

57

DAFTAR PUSTAKA

Abbot, J., dan S. Parker. 2000. Auditor selection and audit committee characteristic. Auditing: A Journal of Practice & Theory 19 (2): 47-66.

Choi, J., S. Kwak, dan H. Yoo. 2007. The association between audit fees and the ownership structure. Seoul Journal of Bussiness 13 (2): 83-103.

Claessens, S., S. Djankov , J. Fan, dan L. Lang. 2000. The separation of ownership and control in East Asian Corporation. Journal of

Financial Economics 58 (1-2): 81-112.

Claessens, S., S. Djankov, J. Fan, and L. Lang. 2002. Disentangling the incentive and entrenchment effects of large shareholdings. Journal of

Finance 57 (6): 2741–2771.

Claessens, S., J. Fan. 2002. Corporate governance in Asia: A survery.

International Review of Finance 3 (2): 71-103.

DeAngelo, L. E. 1981. Auditor size and audit quality. Journal of

Accounting and Economics 3 (3): 183-199.

Diyanty, V. 2012. Pengaruh kepemilikan pengendali akhir terhadap

traksaksi pihak berelasi dan kualitas laba. (Unpublished

Dissertation). Program Pascasarjana Akuntansi, Universitas Indonesia, Depok.

El Ghoul, S., O. Guedhami, C. Lennox, and J. A. Pittman. 2007. Ownership Structure, Agency Problems, and Auditor Choice: Evidence from Western European Firms. Asia Pacific Journal of Financial Studies.

Fan, J. P. H., dan T. J. Wong. 2005. Do external auditors perform a corporate governance role in emerging markets? evidence from East Asia. Journal of Accounting Research 43 (1): 35-72.

Grossman, S. J. and O. Hart. 1982. Corporate Financial Structure and Managerial Incentives. In J. McCall (ed.) The Economics of Information and Uncertainty, 107-140. Chicago: University of Chicago Press

Hermawan, A. 2009. Pengaruh Efektifitas Dewan Komisaris dan Komite Audit, Kepemilikan oleh Keluarga, dan Peran Monitoring Bank terhadap Kandungan Informasi Laba. Dissertation, Universitas Indonesia

(24)

58

LaPorta, R., F. Lopez-De-Silanes, and A. Shleifer. 1999. Corporate Ownership around the World. Journal of Finance, 54 (2), 471-517.

Lin, Z. J. and M. Liu. 2009. The Impact of Corporate Governance on Auditor Choice: Evidence from China. Journal of International Accounting, Auditing, and Taxation, 18 (1), 44-59.

Maharani, D. 2012. Analisis Pengaruh Mekanisme Corporate Governance Perusahaan terhadap Pemilihan Auditor Eksternal. Thesis, Universitas Indonesia.

Mostafa, Diana., & Husein, Magda. 2010. “The Impact of Auditor Rotation on The Audit Quality”. Paper No. 23. Faculty of Management Technology Geman University in Cairo

Prasita, Andin, dan Adi Priyo H. 2007. “Pengaruh Tekanan Anggaran Waktu & Kompleksitas Audit Terhadap Kualitas Audit dengan Moderasi Pemahaman Terhadap Sistem Informasi”. Jurnal Ekonomi dan Bisnis Fakultas Ekonomi Universitas Kristen Satya Wacana. Universitas Kristen Satya Wacana. Sanjaya, I. P. S., 2010. Efk Entrenchment dan Alligment pada Manajemen Laba.

Simposium Nasional Akuntansi, Volume XIII, Pp. 1-26.

Siregar, B., 2011. Kebijakan Dividen Pada Perusahaan Yang Dikendalikan Oleh Pemegang Saham Pengendali. Jurnal Akuntansi & Manajemen, Desember, 22(3), Pp. 257-275

Triwahyuningtias, Meilinda. “Analisis Pengaruh Struktur Kepemilikan, Ukuran Dewan Komisaris Independen, Likuiditas dan Leverage Terhadap Terjadinya Kondisi Finansial Distress”. 2012

Wardhani, Ratna. “Mekanisme Corporate Governance dalam Perusahaan yang

Mengalami Permasalahan Keuangan (Financial Distress Firm)”. Padang:

Simposium Nasional Akuntansi IX. 2006.

Willenborg, M. 1999. Empirical Analysis of the Economic Demand for Auditing in the Initial Public Offerings Market. Journal of Accounting Research, 37

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan uraian latar belakang di atas, penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang perbedaan pengetahuan gizi prakonsepsi dan tingkat konsumsi energi

Sebanyak 16 responden (30,2%) masih dalam kategori sedang, hal ini menunjukkan bahwa ibu hamil di Puskesmas Ngampilan Yogyakarta tahun 2015, belum sepenuhnya memiliki

ditegaskan dalam pasal 24C ayat 2 MK hanya memberikan putusan atas pendapat DPR terkait dugaan pelanggaran oleh presiden dan/atau wakil presiden menurut UUD 1945, sehingga

Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah dosis sari buah nanas dan variabel tergantung yaitu efek analgesik dan antiinflamasi sari buah nanas.. Data kuantitatif

hubungan diplomatik Indonesia terhadap kedua Negara tersebut.. Seperti yang kita ketahui Indonesia menganut prinsip politik luar negeri

 Menganalisis huruf, angka dan etiket gambar teknik sesuai prosedur dan aturan penerapan  Menelaah aturan tanda ukuran dan peletakan. ukuran gambar berdasarkan komponen garis

Setelah dilakukan pengujian maka dapat disimpulkan bahwa, dibutuhkan Google Maps API , Google Fusion API dan juga Leaflet untuk membuat WebGIS penyuluh

Preliminary tests showed a good correspondence between estimated temperatures and measured ground surface temperatures (RMS error less than 20 C) except for some