Kewenangan Peradilan Tata Usaha Negara dalam Mengadili Sengketa Keputusan Fiktif Negatif dan Fiktif Positif
Teks penuh
Dokumen terkait
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah Keputusan Presiden tentang grasi dapat dikategorikan sebagai keputusan tata usaha negara dan juga bagaimana akibat
Berdasarkan SEMA ini, sekalipun yang dicantumkan secara eksplisit dalam ketentuan tersebut mengenai hasil pemilihan umum, haruslah diartikan meliputi juga
yang lebih di permasalahkan adalah pembuktian penguasaannya atau kepemilikan bidang yang diatasnya terbit objek sengketa a quo yaitu Pihak Para Penggugat mendalilkan
Ciri-ciri tersebut antara lain kepala negara dan kepala pemerintahan dijabat oleh seorang presiden, kekuasaan eksekutif berada di tangan presiden sedangkan kabinet yang terdiri
Pengadilan Tata Usaha Negara sebagai salah satu badan peradilan khusus yang berada di bawah Mahkamah Agung, berdasarkan Undang-undang Nomor 5 tahun 1986 tentang Peradilan Tata Usaha
Badan atau Pejabat Tata Usaha Negara adalah Badan atau Pejabat di pusat dan daerah yang melakukan kegiatan yang bersifat eksekutif. Tindakan hukum Tata Usaha
Komparasi Putusan Pengadilan Tata Usaha Negara Terhadap Gugatan Keputusan Fiktif Negatif, | 357 Prosedur pengajuan permohonan penetapan fiktif positif melalui Pengadilan
(1) Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia disingkat Kapolri adalah Pimpinan Polri yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden sesuai dengan