BAB 7
BAB 7
Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota
Urbanisasi dan Migrasi Desa-Kota
T
T
e
e
ori da
ori da
n Ke
n Ke
bijakan
bijakan
Magister Ekonomi Pembangunan
Magister Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Oleh: Oleh: 1 1.. BBhhaayyu u PPrraabboowwoo 2 2.. NNuurruul l FFaajjrrii Senin, 12 september 2011 Senin, 12 september 2011
Dilema, kecenderungan dan proyeksi Migrasi Dilema, kecenderungan dan proyeksi Migrasi
Dampak Urbanisasi Dampak Urbanisasi
Sektor n!ormal dan pengangguran di perkotaan Sektor n!ormal dan pengangguran di perkotaan
Migrasi dan pembangunan Migrasi dan pembangunan
Teori Migrasi Todaro Teori Migrasi Todaro Teori Mengenai "erkotaan Teori Mengenai "erkotaan
Strategi "enanggulangan Masala# Migrasi desa-kota Strategi "enanggulangan Masala# Migrasi desa-kota
Studi Kasus $ Bots%ana & ndia Studi Kasus $ Bots%ana & ndia
KONSEP
KONSEP
Urbanisasi & Migrasi
Urbanisasi & Migrasi
Migrasi
Migrasi Adala# suatu perpinda#an tempat tinggal dariAdala# suatu perpinda#an tempat tinggal darisuatu unit administrasi ke unit administrasi yangsuatu unit administrasi ke unit administrasi yang
lain 'U(, )*7+ lain 'U(, )*7+
Urbanisasi
Urbanisasi
Adala# bertamba#nya proporsi penduduk yang Adala# bertamba#nya proporsi penduduk yang tinggal
tinggal di perkodi perkotaan taan yang yang disebabkan disebabkan ole#ole# perpinda#an penduduk ke perkotaan ataupun perpinda#an penduduk ke perkotaan ataupun karena perluasan %ilaya# perkotaan
Dilema Migrasi dan Urbanisasi
Dilema Migrasi dan Urbanisasi
•• Migrasi Migrasi dan dan UrbanisasiUrbanisasi selalu berlangsung dan tidakselalu berlangsung dan tidak
dapat dihindari
dapat dihindari baik di negara maju maupun negara baik di negara maju maupun negara negara yang sedang berkembang.
negara yang sedang berkembang.
•• Perpindahan Perpindahan penduduk penduduk se!ara se!ara besarbesabesarbesaran ran dari dari desadesa ke ko"a dalam beberapa dekade "erakhir# khususnya ke ko"a dalam beberapa dekade "erakhir# khususnya negaranegara yang sedang berkembang#
negaranegara yang sedang berkembang# memacumemacu
lajunya
lajunya "ingka" "ingka" per"umbper"umbuhan uhan penduduk penduduk yang yang besar besar didi ko"a yang berimbas pada
ko"a yang berimbas pada masalah masalah ekonomiekonomi
$Pengangguran dan kemiskinan% dan
$Pengangguran dan kemiskinan% dan masalah sosialmasalah sosial
$&ema!e"an# pemukiman kumuh dsb%# semen"ara $&ema!e"an# pemukiman kumuh dsb%# semen"ara perumusan dan pelaksaanaan kebijakan yang dilakukan perumusan dan pelaksaanaan kebijakan yang dilakukan oleh pemerin"ah un"uk menghamba" laju migrasi oleh pemerin"ah un"uk menghamba" laju migrasi urbanisasi masih lemah.
Peraga 1
Peraga 1
Urbanisasi dan pendapatan perkapita
Urbanisasi dan pendapatan perkapita
K.(D/U(0A( U/BA(SAS
' (ari peraga "ersebu" dapa" diliha" bahwa ada
hubungan searah an"ara pendapa"an perkapi"a
denngan urbanisasi. )al ini dapa" diliha" bahwa
semakin besar pendapa"an perkapi"a sua"u
negara# maka persen"ase penduduk yang
"inggal di daerah urban semakin besar
' (ewasa ini jus"ru pada pendapa"an perkapi"a
yang sama# negaranegara miskin !enderung
jauh lebih urban dibanding negara maju pada
saa" "ingka" pembangunan yang sama
' Negara berkembang*+(, mengalami
' Peraga "ersebu" disusun oleh Bank (unia
dengan judul -Urbanization is closely
associated with economic growth
' Namun peraga "ersebu" juga menunjukkan
bahwa meskipun per"umbuhan ekonomi
menurun $pendapa"an perkapi"a "urun%#
urbanisasi masih berlangsung $/ penduduk di
daerah urban "e"ap naik%.
' 0ni menunjukkan bahwa urbanisasi bisa
berlangsung dimana saja# dengan laju yang
berbeda beda
Peraga 3. Populasi Perkotaan di Berbagai Kaasan Utama Dunia! 1"#$ %2$2# &dalam 'utaan orang(
' Peraga "ersebu" menunjukkan bahwa laju
urbanisasi di negara berkembang jauh lebih
!epa" dibanding negara maju
' Pada "ahun 13# penduduk urban di negara
berkembang hanya men!apai 45 persen#
kemudian "ahun 153 sudah men!apai 3
persen bahkan pada "ahun 2333# penduduk
perko"aan di negara berkembang hampir
men!apai 2 miliar a"au melipu"i 65# persen dari
seluruh penduduk perko"aan di dunia
' PBB memperkirakan bahwa pada "ahun 232#
populasi penduduk perko"aan di negara
' Peraga "ersebu" menunjukkan perkembangan
jumlah ko"a besar di dunia dengan jumlah
penduduk lebih dari 13 ju"a yai"u "ahun 18#
2333 dan proyeksi "ahun 231
' Pada "ahun 18 hanya "erdapa" ko"a besar
yai"u Meksiko# New 9ork# ao Paulo# ;okyo#
dan hanghai. &emudian pada "ahun 2333#
jumlah ko"a besar men!apai 1 ko"a dan
sebagian besar merupakan negara
berkembang
' (iperkirakan pada "ahun 231 akan ber"ambah
7 ko"a besar yai"u 0s"ambul# )yderabad# ;ianjin
dan Bangkok
Peraga #. stimasi dan "royeksi penduduk perkotaan dan pedesaan di ka%asan negara-negara maju serta sedang berkembang )*1+-2+3+
' Peraga "ersebu" memberikan gambaran yang
lebih jelas bahwa baik di negara berkembang
maupun negara maju# kenaikan penduduk di
perko"aan lebih !epa" dibanding penduduk di
pedesaan
' <r"inya hampir semua kenaikan jumlah
penduduk dunia berasal dari per"umbuhan
kawasan perko"aan# seiring dengan "erus
mengalirnya kaum migran dari daerah
pedesaan menuju kawasan perko"aan# dan
sejalan dengan laju urbanisasi di dunia ke"iga
yang "erus mendeka"i "ingka" per"umbuhan
Peraga . Peranan migrasi desa ke kota sebagai sumber pertumbu,an penduduk perkotaan di berbagai negara berkembang
ebanyak 4 hingga 63 persen per"umbuhan penduduk perko"aan disumbang oleh migrasi desa ko"a
Beberapa Dampak Urbanisasi
"ositi! $
' terciptanya skala ekonomi raksasa
se#ingga meng#emat biaya produksi
' penyelenggaraan pelayanan dan !asilitas
sosial yang mura#
' "asar yang potensial
' sumber tenaga kerja terampil yang sangat
besar
(egati! $
' perlu penyediaan peruma#an yang layak
' Kriminalitas
' pencemaran lingkungan
kemacetan lalu lintas
/obert Mc(amara 'mantan presiden Bank Dunia $
“sebesar apapun manfaat ekonomi yang dibawa
oleh para pendatang baru tersebut akan tetap lebih
kecil banding biaya dan masalah yang
ditimbulkannya. Pertumbuhan penduduk yang
pesat di daerah perkotaan telah melampaui daya
dukung infrastruktur manusia dan fisik yang
diperlukan untuk menciptakan kehidupan ekonomi
yang efisien berlandaskan stabilitas politik dan
Peraga /. Persentase penghuni pemukiman kumuh dan liar terhadap jumlah penduduk perkotaan
' Perko"aan memiliki peran yang sanga"
kons"ruk"i= dalam perekonomian negaranegara
maju# dan memiliki po"ensi yang sama un"uk
negara berkembang
' Pe"umbuhan penduduk perko"aan di negara
berkembang merupakan permasalaahn pokok
dalam merumuskan kebijakan pembangunan
' (iperlukan kebijakan "en"ang daerah perko"aan
yang kons"ruk"i= guna merealisasilkan po"ensi
perkembangan ko"a agar berhasil dengan !epa"
dan pada saa" yang sama memberikan
perlakukan yang lebih adil bagi perkembangan
pedesaan
' Kota terbentuk sebagai dampak adanya
ekonomi aglomerasi
' >konomi aglomerasi adalah kosen"rasi dari
ak"i?i"as ekonomi dan penduduk se!ara spasial
yang mun!ul karena penghema"an akiba" lokasi
yang berdeka"an.
' Menuru" @<+;>A 0<A(# aglomerasi ekonomi mun!ul dalam 2 ben"uk*dampak:
1. >konomi urbanisasi
9ai"u keun"ungan bagi semua indus"ri pada lokasi yang sama sebagai akiba" dari membesarnya skala ekonomi di lokasi "ersebu".
2. >konomi lokalisasi
9ai"u keun"ungan yang diperoleh un"uk se"iap
perusahaan bagi semua indus"ri yang sama di lokasi "ersebu".
<kiba" ekonomi lokalisasi "ersebu" mun!ul (0;A0& 0N(U;A0 # dimana memberikan man=aa" -e=isiensi kolek"i= yang pasi= bagi indus"ri
' ebuah ko"a yang "erkosen"rasi besarbesaran
akan memerlukan biaya in=ras"ruk"ur# biaya
"ranspor"asi ser"a "ingka" upah yang "inggi ser"a
biaya hidup yang lebih "inggi#
' Oleh
karena
i"u#
dalam
perkekonomian
diperlukan serangkaian ko"a dengan ukuran
yang bergan"ung pada skala indus"ri yang
didukungnya !akupan ekonomi aglomerasi yang
di"emukan pada indus"ri "ersebu".
1. Model )ierarki &o"a*;eori "empa" en"ral
2. Model "anah "erdi=erensiasi
'.Model Hierarki Kota
'.Menuru" <ugu"s +oa!h dan @al"er ,hris"aller# radius karak"eris"ik pasar dipengaruhi oleh skala ekonomi*produksi# biaya "ranspor"asi ser"a harga "anah. <pabila skala produksi besar dan biaya "ranspor"asi
renda# maka semakin besar radius biaya yang dilayani indus"ri. Namun apabila harga "anah di dalam ko"a sanga" "inggi# maka menghasilkan daerah layanan yang semakin ke!il
•
Model anah erdi!erensiasi
•Menuru" <l=red @eber# @al"er 0sard# dan +eon Moses# ke"erba"asan ru"e yang menbghubungkan indus"ri dalam sebuah perekonomian memiliki peranan yang pen"ing
•ika sebuah ko"a hanya memiliki ru"e "ranspor"asi yang "erba"as# maka pemusa"an a"au -in"ernal nodes. Ukuran ko"a "ergan"ung pada pola nodes dan bauran indus"ri.
B0< ;>A)<(<P &O;< U;<M<
Bias "erhadap ko"a u"ama adalah ko"a "erbesar dari negara "ersebu" yang menerima in?es"asi publik yang sanga" besar dan mendorong in?es"asi swas"a yang "idak proporsional dibandingkan dengan ko"a lain yang ke!il dalam negara "ersebu"# hasilnya ko"a u"ama memiliki jumlah penduduk yang sanga" besar yang "ingka" produk"i?i"as perekonomian yang "idak e=isien dan "idak proporsional.
Peraga . Populasi Kota *erbesar dan Kedua terbesar di Negara% negara *ertentu
2 8
Penebab *imbulna Kota 0aksasa
produksi un"uk pasar domes"ik yang sara" dengan pro"eksi dan biaya "ranspor"asi yang "inggi
sanga" sediki"nya ko"ako"a ke!il yang memadai dan
memiliki in=ras"ruk"ur yang sama un"uk menjadi lokasi al"erna"i= bagi perusahaan
+okasi ibuko"a di ko"a "erbesar
+ogika poli"is dari kedik"a"oran yang "idak s"abil
Un"uk menghindari pergolakan sosial# dalam pemerin"ahan dengan kedik"a"oran yang "idak s"abil# harus disediakan -makanan dan hiburan yang kemudian semakin mendorong migrasi ke ko"a "ersebu".
Sektor 4n5ormal di Perkotaan
' ek"or in=ormal mun!ul di perko"aan sebagai
akiba" "enaga kerja yang "idak "er"ampung di
sek"or =ormal
' (engan semakin lajunya per"umbuhan
penduduk dan semakin "erba"asnya daya serap
sek"or =ormal# maka perlu penanganan serius
"erhadap peranan sek"or in=ormal.
Beberapa Karakteristik Sektor 4n5ormal
' &egia"an produksi barang dan jasa ber?ariasi ' Berskala ke!il
' Uni" produksinya dimiliki perorangan*keluarga ' Pada" karya
' ;eknologi sederhana
' Pekerja "idak mempunyai ke"erampilan khusus ' &urang modal
' ;idak ada jaminan keselama"an dan kesejah"eraan ' Mo"i?asi pererja hanya un"uk memper"ahankan hidup
bukan un"uk menumpu kekayaan
' ebagian besar "inggal di pemukiman sederhana dan kumuh
' Mampu men!ip"akan surplus
' Menyerap sebagian ke!il modal dari jumlah modal sek"or =ormal
' Mampu memberikan la"ihan kerja dengan biaya yang sanga" rendah
' Mampu mem!ip"akan permin"aan "enaga kerja semi "erla"ih
' +ebih mudah dan lebih banyak menerapkan ;;C dan sumber daya lokal
' anga" e=isien dalam daur ulang limbah a"au sampah ' anga" e=isien dalam dis"ribusi hasil pembangunan
kepada penduduk miskin.
KEB4+KN PEME04N*9 UN*UK SEK*O0 4N8O0M7
' Perlu dukungan pela"ihan dibidang yang sanga" berman=aa" bagi perekonomian perko"aan
' Membina sek"or in=ormal agar mampu menyajikan aneka barang dan jasa
' Pemberian kredi" lunak bagi uni"uni" usaha ke!il
sehingga mampu berkembang dan un"ung banyak ser"a mampu men!ip"akan lapangan kerja yang lebih banyak lagi
KAUM 4A(TA DA5AM SKT6/ (6/MA5
' Membahas sek"or in=ormal "idak "erlepas dari keiku"ser"aan kaum wani"a
' Perkerjaan =ormal masih didominasi oleh pria#
konsekuensinya wani"a lebih banyak "erliba" di sek"or in=ormal
' Un"uk meningka"kan produk"i?i"as usaha mikro yang dikelola wani"a# maka pemerin"ah harus :
' Mengendurkan a"uran yang memba"asi hak kepemilikan wani"a
' Mengendurkan a"uran yang memba"asi wani"a melakukan "ransaksi ekonomi
' Mengurangi kendala wani"a un"uk mengiku"i program pendidikan dan la"ihan
' &onsekuensi a"as melonjaknya arus migrasi desa ko"a adalah meledaknya jumlah pen!ari kerja di perko"aan baik di sek"or =ormal maupun sek"or in=ormal
' (isisi lain lapangan kerja yang ada di perko"aan "idak mampu sepenuhnya menampung pen!ari kerja yang ada
' <kiba"nya angka pengangguran dan semi pengangguran di daerah perko"aan
' ;ingginya angka pengangguran di beberapa ko"a di dunia "ersaji dalam peraga beriku"
*abel 1$. Tingkat Pengangguran Terbuka Wilayah Urban di 2 !egara Berkembang
' (ari "abel "ersebu" "erliha" bahwa 1 negara
memiliki pengangguran di a"as persen dan 14
negara memiliki pengangguran dia"as 13 persen.
' (a"a "ersebu" hanya membahas mengenai
pengangguran "erbuka. ika dilakukan juga
memasukkan
in=ormasi
dengan
meliba"kan
penggangguran "erselubung# maka akan semakin
"erliha"
bahwa
pengangguran
merupakan
permasalahan yang serius "erjadi di wilayah
perko"aan
Migrasi dan Dampakna *er,adap Pembangunan &1(
' Tingkat migrasi jauh melampaui pen"iptaan lapangan kerja di perkotaan ' #elampaui daya serap sektor$sektor industri perkotaan dan jasa$jasa
pelayanan sosial
' Terjadi fenomena surplus tenaga kerja dan bertumbuhnya tingkat pengangguran di kota$kota besar%
' #igrasi memperburuk structural imbalance desa$kota dalam 2 hal&
'% #igrasi internal berlebihan akan menyebabkan suplai tenaga kerja yang berlebih di perkotaan% (supply side)
2% Pen"ipataan lapangan pekerjaan lebih sulit dan mahal (demand side) '. #igrasi yang jauh melampaui kesempatan kerja merupakan salah satu
'. Memperburuk "ingka" pengangguran diperko"aan $pengangguran "erbuka maupun "erselubung*se"engah penganggur%
'. <lokasi sek"oral sumber daya manusia yang "impang
'. Menimbulkan implikasi nega"i= "erhadap per"umbuhan ekonomi dan upayaupaya pembanguna se!ara keseluruhan yang "ermani=es"asikan melalui memburuknya dis"ribusi pendapa"an a"au hasilhasil pembangunan
TEORI
MI
GRASI
(
1)
1. Te
o
r
i
Le
wi
s
Teori pembangunan ekonomi 2 sektor: sektor modern/perkotaan/industridansektor
tradisional/perdesaan/pertanian
KritikterhadapteoriLewis:
1.apakahtingkatperpindahant.kerjadanpenyerapan tenagakerjaproporsional dengan tingkat akumulasi modal di perkotaan?
2.apabetulterjadisurplus tenagakerjadiperdesaan? 3.apabetulupahriildiperkotaanselalukonstan sampai
TEORI
MI
GRASI
(
2)
2.
Te
o
r
i
Mi
gr
as
i
To
dar
o
:
– Migrasi terjadi karena pertimbangan ekonomis
– Migrasiterjadikarenaterjadiperbedaanupah riil“yangdiharapkan”antaraperdesaandan perkotaan
– Peluang memperoleh pekerjaan di perkotaan
berbandingterbalikdengantingkat pengangguran di perkotaan
– Tingkatmigrasilebihtinggidaripertumbuhan kesempatan kerja sehingga muncul
Deskripsi :erbal tentang Model *odaro
)8 Bertolak dari asumsi ba#%a migrasi desa-kota merupakan !enomena ekonomi
28 Mendasarkan diri pada pemikiran ba#%a arus migrasi berlangsung sebagai respon ter#adap perbedaan pendapatan kota-desa 'expected income8
38 Migran akan membandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia di desa dan kota8
98 Angkatan kerja senantiasa membandingkan peng#asilan yang di#arapkan 'selisi# peng#asilan dan biaya migrasi dengan tingkat peng#asilan yang bisa diperole# di desa8
Pena'ian Diagramatis Model *odaro
)8 Di asumsikan #anya terdapat 2 sektor yakni pertanian dan industri8
28 "eluang : probabilitas migran untuk mendapatkan pekerjaan merupakan rasio antara penyerapan tenaga kerja di sektor industri manu!aktur '5M dan total angkatan kerja desa '5US yang dapat di#itung dengan rumus $
) Pemikiran Dasar Model *odaro
1. Migrasi desako"a dikaitkan langsung dengan per"imbangan ekonomi yang realis"is# keun"ungan *mam=aa" dari biaya biaya i"u sendiri.
2. &epu"usan un"uk migrasi tergantung pada selisi# an"ara "ingka" pendapa"an yang diharapkan diko"a dan "ingka" pendapa"an ak"ual di desa.
4. &emungkinan mendapa"kan pekerjaan di ko"a berkaitan langsung dengan "ingka" lapangan pekerjaan di perko"aan.
7. +aju migrasi desako"a bisa saja "erus berlangsung meskipun "elah melebihi laju per"umbuhan kesempa"an kerja.
# Kelebi,an 4mplikasi Kebi'akan Migrasi *odaro
<da implikasi kebijakan migrasi ;odaro yang perlu dikembangkan oleh negara berkembang yai"u :
1. &e"impangan kesempa"an kerja an"ara ko"a dan desa harus dikurangi
2. Peme!ahan masalah pengangguran "idak !ukup hanya dengan men!ip"akan lapangan kerja di ko"a.
4. Pengembangan pendidikan yang berlebihan dapa" mengakiba"kan migrasi dan pengangguran.
7. Pemberian subsidi upah dan penen"uan harga =ak"or produksi "radisional $"enaga kerja% jus"ru menurunkan produk"i?i"as.
Kelema,an Model Migrasi *odaro
•
kurang realis"is# khususnya bagi negaranegara
berkembang karena di negara berkembang
umumnya menghadapi masalah pengangguran
yang serius dan kronis sanga" berbeda dengan
negara negara maju.
.onto# :
"engangguran di negara berkembang sulit mendapatkan peker#aan dibandingpengangguran di negara$negara ma#u karena tingkat keahlian yang berbeda%
Strategi Penanggulangan Masala,
Migrasi Desa%kota
• <da 8 $"ujuh% "ra"egi yang digunakan dan merupakan -&onsensus- para ekonom un"uk menanggulangi masalah migrasi dan kesempa"an kerja se!ara menyeluruh an"ara lain
1. Pen!ip"aan keseimbangan ekonomi yang memadai an"ara desa dan ko"a
2. Perluasan indus"ri ke!il pada" karya
4. Penghapusan dis"orsi harga dari =ak"or produksi 7. Pemilihan "eknologi pada" karya yang "epa"
. Pengubahan ke"erkai"an langsung an"ara pendidikan dan kesempa"an kerja
6. Pengurangan laju per"umbuhan penduduk
Studi Kasus 4ndia dan Botsana
<pa yang mendorong migrasi D
ebelum diperkenalkan model migrasi "odaro# pada umumnya migrasi "elah dipandang se!ara luas sebagai hal yang irasional a"au didorong oleh mo"i?asi non ekonomi $&right city light %# memuru" pendeka"an ini diasumsikan bahwa jika seorang migran merasa "idak nyaman ini mungkin karena ia meliha" adanya man=aa" lain yang membua"nya lebih baik
amun! migrasi ;odaro menya"akan bahwa migrasi
yang diama"i adalah rasional se!ara indi?idu namum respon para migran "erhadap pendapa"an sanga"lah berbeda dari yang mereka harapkan#Pendapa"an di sek"or moderen diko"a lebih "inggi daripada pendapa"an di desa yang juga mungkin lebih "inggi dari pendapa"an sek"or "radisional di ko"a.
4ND4
Menuru" hasil sur?ey dari B0@<0; B>N>A>> bahwa =ak"or pendorong "erjadinya migrasi di 0ndia adalah :
a% <nggapan sejumlah besar pekerja di sek"or in=ormal yang bermigrasi ke ko"a lebih tertarik oleh sek"or in=ormalnya daripada sek"or =ormalnya
b% Para pekerja yang ke ko"a memegang kua" nilai nilai budaya "empa" asal mereka# keun"ungan dari hasil pekerjaan mereka# mereka bawa kembali dan berikan kepada keluarganya di desa !% (engan migrasi dianggap sebagai sebuah
s"ra"egi un"uk mengurangi resiko bahwa keluarga "ersebu" "idak memiliki penghasilan sama sekali.
BO*S;N
"obert E.B #ucas hanya menyoroti masalah Perilaku migrasi di Bo"swana dengan me"ode ekonomi dan s"a"is"ik# Model >konome"rikanya dibagi dalam 7 kelompok persamaan yai"u Pekerjaan# penghasilan#migrasi in"ernal# dan migrasi ke <=rika ela"an.
Menurutnya #asil penelitiannya ditemukan ba#%a $
a% Pada umumnya para migran lebih memilih ko"a besar yang berdeka"an dengan <=rika ela"an
b% ;ingka" penghasilan di ko"a besar "ersebu" lebih "inggi dari "ingka" pendapa"an di desa E 65 /
!% emakin "inggi "ingka" pendapa"an yang diharapkan maka semakin "inggi es"imasi probabili"as mendapa"kan pekerjaan beralih ke pusa" perko"aan# semakin besar kesempa"an seseorang un"uk bermigrasi