• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANUSIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MANUSIA"

Copied!
66
0
0

Teks penuh

I. Pengenalan Manusia

Bahagian ini membincangkan konsep manusia dalam konteks penciptaan dan hubungan dengan Tuhan. Manusia dianggap sebagai makhluk yang unik, diciptakan dari berbagai elemen, termasuk nafs, ampas, dan kalbu. Ini memberikan pemahaman tentang pentingnya mengenal diri dan penciptaan dalam konteks pendidikan. Pengenalan ini relevan dengan objektif pendidikan yang menekankan pengembangan diri dan spiritual.

II. Nafas dan Jiwa

Dalam bahagian ini, penekanan diberikan kepada konsep nafas sebagai sumber kehidupan. Nafas tidak hanya berfungsi secara fizikal tetapi juga sebagai medium spiritual yang menghubungkan manusia dengan Tuhan. Ini menunjukkan pentingnya pengajaran tentang kesedaran nafas dalam pendidikan yang dapat meningkatkan kesedaran spiritual pelajar dan membantu mereka memahami hubungan antara tubuh dan jiwa.

III. Penafsiran Islam, Iman, dan Kalbu

Bahagian ini membahas penafsiran mendalam tentang Islam, iman, dan kalbu. Penafsiran ini memberikan panduan kepada pelajar tentang nilai-nilai kepercayaan dan bagaimana ia membentuk karakter individu. Melalui pemahaman ini, pelajar dapat mengaplikasikan ajaran ini dalam kehidupan seharian, yang sejalan dengan hasil pembelajaran yang diharapkan dalam pendidikan moral dan agama.

3.1. Penafsiran Islam secara Makrifat

Penafsiran ini menekankan pemahaman mendalam tentang ajaran Islam dan bagaimana ia dapat diaplikasikan dalam kehidupan. Ia mendorong pelajar untuk berfikir kritis tentang iman mereka dan bagaimana ia mempengaruhi tindakan mereka.

3.2. Penafsiran Iman secara Makrifat

Bahagian ini menerangkan iman sebagai aspek penting dalam kehidupan manusia. Pelajar diajar untuk memahami kepercayaan mereka bukan hanya sebagai ritual tetapi sebagai panduan moral dalam kehidupan sehari-hari.

IV. Zikir dan Pergerakan Spiritual

Zikir sebagai amalan spiritual dijelaskan dengan cara yang praktikal. Ia melibatkan teknik berzikir yang dapat membantu individu mencapai ketenangan dan kesedaran diri. Pengajaran tentang zikir ini dapat diaplikasikan dalam pendidikan untuk membantu pelajar mengembangkan disiplin diri dan fokus yang lebih baik dalam pembelajaran.

4.1. Pergerakan Zikir

Pergerakan zikir dijelaskan sebagai cara untuk menghubungkan diri dengan Tuhan. Melalui pengajaran ini, pelajar dapat memahami pentingnya penghayatan spiritual dalam meningkatkan kualiti hidup mereka.

V. Tajalli dan Tarakki

Konsep Tajalli dan Tarakki dibincangkan sebagai proses peningkatan kualiti spiritual individu. Tajalli merujuk kepada penurunan kualiti dari Tuhan kepada manusia, sementara Tarakki adalah usaha manusia untuk meningkatkan kualiti diri. Pemahaman ini penting dalam pendidikan untuk mendorong pelajar mencapai potensi tertinggi mereka.

VI. Kalimat Tauhid

Bahagian ini menekankan pentingnya kalimat tauhid dalam membentuk identiti dan kepercayaan seseorang. Kalimat ini bukan hanya sekadar lafaz, tetapi juga mencerminkan keyakinan yang mendalam. Pendidikan yang menekankan nilai-nilai ini dapat membentuk karakter pelajar dan membimbing mereka dalam perjalanan spiritual.

VII. Manusia Zahir dan Batin

Perbincangan tentang manusia zahir dan batin memberikan pemahaman tentang dualiti dalam diri manusia. Manusia tidak hanya dilihat dari segi fizikal tetapi juga dari segi spiritual. Ini penting dalam pendidikan untuk membantu pelajar memahami bahawa mereka adalah makhluk yang kompleks dan berharga.

VIII. Kematian dan Kehidupan Setelah Mati

Bahagian ini membincangkan konsep kematian dan kehidupan setelah mati. Pemahaman ini penting dalam konteks pendidikan untuk memberikan pelajar perspektif tentang kehidupan dan tujuan mereka. Ia juga membantu mereka mengatasi ketakutan terhadap kematian dan memahami siklus kehidupan.

IX. Kesimpulan

Kesimpulan merangkum semua konsep yang dibincangkan dan menekankan pentingnya pendidikan yang holistik. Pendidikan bukan sahaja tentang pengetahuan akademik tetapi juga tentang pembentukan karakter dan spiritual. Dengan memahami konsep-konsep ini, pelajar dapat menjadi individu yang lebih baik, bukan hanya dalam akademik tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.

Referensi

Dokumen terkait

Dalam hidup bermasyarakat, individu memberikan fungsi-fungsi positif sebagai berikut: perlu dihargainya harkat dan martabat diri seorang manusia, adanya jaminan

 Manusia sebagai makhluk berbudaya adalah manusia yang mempunyai akal budi2.  Akal  kemampuan

Ketiga, berbuat baik adalah buah Roh Kudus. Pada saat kita rela dipimpin oleh Roh dan tidak hidup menuruti hawa nafsu, maka disanalah Roh Tuhan akan berkarya

kejiwaan yang terdiri atas unsure kognisi, roh dan akal yang merupakan potensi manusia yang dapat dikembangkan. Tetapi yang jelas unsure-unsur psikis manusia itu

Manusia merupakan mahluk Tuhan yang paling sempurna karena manusia memiliki segala unsur dari mahluk hidup lainnya ditambah dengan akal pikiran.. Manusia membutuhkan agama karena

Manusia merupakan makhluk yang diberi keistimewaan dari makhluk yang lain. Manusia diberi nafsu dan akal pikiran. Dimana nafsu menjadikan suatu pendorong untuk melakukan

Manusia merupakan makhluk sempurnya yang dibekali akal untuk dapat. berfikir, pendidikan merupakan perwujudan dari cita-cita hidup

Hal lain yang menjadi ciri khas materialisme adalah bahwa yang terpenting dari manusia bukanlah pada akal atau roh, sebagaimana.. diyakini oleh fisafat idealisme ala kapitalisme,