Prak Transmisi d3 1

21 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

PANDUAN PRAKTIKUM

SALURAN TRANSMISI RF

D-III POLINEMA

Oleh

HENDRO DARMONO BEng,MT

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

POLITEKNIK NEGERI MALANG

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

PROGRAM STUDI TEKNIK TELEKOMUNIKASI

MARET 2012

(2)

KATA PENGANTAR

Buku ini adalah panduan praktikum saluran koaksial yang tidak disertai data tekniknya sehingga setelah selesai praktikum secara keseluruhan akan diperoleh data teknik tersebut mulai dari parameter dasar saluran, perilaku tegangan dan arus sepanjang saluran, perilaku gelombang datang dan pantul sampai pengukuran kecepatan rambat gelombang pada saluran. Dengan demikian setelah mahasiswa melakukan praktikum secara keseluruhan telah memahami saluran koaksial pada khususnya dan saluran dua kawat sejajar pada umumnya.

Buku ini terdiri atas dua belas percobaan yang saling berkesinambungan dan diharapkan dapat membantu mahasiswa selama praktikum. Kreatifitas mahasiswa selama praktikum sangat dibutuhkan agar pemahaman tentang saluran koaksial tidak terbatas dalam bahasan buku ini.

Selamat melakukan praktikum, semoga akan menambah ketrampilan mahasiswa dan sebelum percobaan dilaksanakan, sebaiknya praktikan (mahasiswa) memahami apa yang akan dilakukan dalam percobaan nanti. Untuk itu praktikan harus membaca buku panduan dirumah sebelum percobaan dilaksanakan.

Penyusun HDBEng,MT

(3)

DAFTAR ISI

Nomor Percobaan Nama Percobaan Hal

Percobaan -1 Karakteristik Resistansi Saluran Koaksial Percobaan -2 Karakteristik Induktansi Saluran Koaksial Percobaan -3 Karakteristik Kapasitansi Saluran Koaksial

Percobaan -4 Perbandingan Tegangan Pada Saluran Koaksial Hubung Buka

Percobaan -5 Perbandingan Tegangan Pada Saluran Koaksial Hubung Singkat

Percobaan -6 Perbandingan Tegangan Pada Saluran Koaksial Yang Diterminasi Sesuai Dengan Impedansi Karakteristik (Match)

Percobaan -7 Impedansi Input Kabel Koaksial Hubung Buka Percobaan -8 Impedansi Input Kabel Koaksial Hubung Singkat Percobaan -9 Gelombang Berdiri Pada Kabel Koaksial

Percobaan -10 Gelombang Berdiri Dan Lokasi Kesalahan Pada Kabel Koaksial (Metoda RF)

Percobaan -11 Tanggapan Pulsa Pada Saluran Koaksial

Percobaan -12 Tanggapan Pulsa Pada Saluran Koaksial Dengan Lebar Pulsa >> Waktu Propagasi

(4)

Tanggal Percobaan : - - 2012 PERCOBAAN -1

PENGUKURAN RESISTANSI SALURAN KOAKSIAL 1 Tujuan Percobaan

Tujuan Percobaan ini adalah:

1.1 Mengenal jembatan Wheatstone dan mengerti fungsinya. 1.2 Mengukur resistansi kabel.

1.3 Mengukur resistansi konduktor dalam (inner) dan menghitung resistansi luar (outer). 1.4 Mengukur resistansi kabel pada frekuensi yang berbeda.

1.5 Menentukan frekuensi maksimum untuk jembatan Wheatstone.

2 Diagram Rangkaian 2.1 Jembatan Wheatstone 2.2 U1≅ 4 Vpp ; 50 Hz Trigger ext. 1 : 1 ; 40 mW 100 Ω 1 % 100 Ω 1 % UY 1 a Rx b R2 1 kΩ R3 R4

10 turn helical potentiometer

a a b b c c d d I II l = 100 m ujung saluran dihubung singkat kabel banana to banana

(5)

3 Alat-alat dan Komponen yang Digunakan :

Jumlah Nama Alat Nomor Alat

1 Generator Fungsi 1 Oscilloscope Dual Trace 1 Frequency Counter*

1 Test probe, 10:1/1:1, switchable 2 Probe adapter 1 Resistor 100 Ω; 1%; 0,5 W 2 Potensiometer 1 kΩ, 10 putaran 1 Saluran koaksial 1 Jembatan Universal 1 1 Kabel BNC/4mm banana 10 Set kabel penghubung dan plug

1 Tee konector BNC*

4 Pendahuluan

Pengukuran resistansi kabel tidak kritis dan dapat dilakukan dengan sembarang jembatan dc atau penunjukkan ohm meter secara langsung. Bila pengukuran dilakukan dengan menggunakan jembatan Wheatstone, pada frekuensi tertentu komponen reaktansi muncul dan mempengaruhi keseimbangan jembatan. Makin tinggi frekuensi makin keseimbangan jembatan makin sulit diperoleh.

Oleh karena itu, adalah lebih praktis mengembangkan rangkaian jembatan, sehingga besaran karakteristik lain dari kabel dapat diukur. Bagian 2 memperlihatkan, tegangan diagonal UY1 sama

dengan nol ketika harga resistansi berbanding sebagai berikut : R3/RX = R4/R2

Dengan menggunakan helical potensiometer 10 putaran dan R3 = 1 kΩ, 1 bagian pada skala

potensiometer sama dengan 1 ohm. Skala tersebut dapat dibaca langsung dalam ohm. Impedansi karakteristik saluran R', diberikan oleh persamaan,

R' = Rx/l

dengan, l = panjang saluran (meter)

Pengembangan batasan pengukuran untuk UY1 = 0 Volt, juga diberikan oleh persamaan,

R3/R4 = Rx/R2

untuk R3 = R4 = 1 Rx = R2

untuk R3 = R4 = 10 Rx = 10.R2

(6)

5 Prosedur Percobaan

Sebelum merangkai peralatan , semua alat harus di uji kelayakan guna! 5.1 Rangkai Peralatan seperti diagram 2.1.

(a) Sambungkan saluran dengan plug connector sehingga menjadi 100 meter. (b) Hubung singkat ujung saluran dengan menggunakan kabel test pendek

(c) Ukur resistansi saluran dengan menggunakan ohm meter dan baca hasil pengukuran. (d) Sambungkan saluran ke jembatan.

(e) Pasang resistor sesuai dengan diagram. (cek kondisi resistor dengan ohm meter sebelum dipasang)

(f) Pasang generator fungsi dengan U1 sebesar 4 Vpp; 50 Hz atau 100 Hz kHz pada

jembatan.

(g) Pasang Oscilloscope dan hubungkan :Y1 (0,2 V/div; 1:1; DC) ke U1 ,TB (time base)

sesuaikan dengan pengukuran

(h) Seimbangkan jembatan dengan mengatur potensiometer. (i) Ukur nilai resistansinya dengan ohm meter.

(j) Hitung Rx. ( R konduktor luar dan dalam).

5.2 Hubungkan kabel seperti diperlihatkan pada diagram 2.2, tegangan dan pengaturan Oscilloscope seperti langkah 5.1 ( h s/d j) . ( R konduktor dalam )

5.3 Hitung resistansi konduktor luar (screen), dari hasil pengukuran 5.1 dan 5.2.

5.4 Seimbangkan jembatan seperti langkah 5.1 dan naikkan frekuensi menjadi 1 kHz. Betulkan pengaturan keseimbangan dan amati tegangan sisa ( tegangan minimal yang dapat dibaca ). 5.5 Ulangi langkah 5.4, tetapi frekuensi dinaikkan menjadi 10 kHz. Kesimpulan ?

5.6 Ulangi langkah 5.5 untuk frekuensi 100 kHz.

6 Hasil Percobaan

Untuk 5.1

- hasil pengukuran dengan ohm meter menunjukkan nilai resistansi …………. ohm - Rx dihitung dari persamaan :

Ω = Ω Ω Ω = = = ... ... ... x ... R R . R Rx R R R R x 4 3 2 2 4 3

(7)

Untuk 5.2

Ri = ... Ω

Untuk 5.3

Resistansi konduktor luar (screen), Ra = Rx - Ri = ... Ω - ... Ω = ... Ω

Untuk 5.4

Keseimbangan dapat/tidak dapat dilakukan. Tegangan minimal yang dapat dibaca ... mVpp.

Alasan tidak dapat dihasilkan keseimbangan adalah : Untuk 5.5

Keseimbangan tercapai/tidak tercapai. Tegangan minimal yang dapat dibaca menjadi ... mVpp.

Alasan : Untuk 5.6

Keseimbangan tercapai/tidak tercapai. Tegangan minimal yang dapat dibaca menjadi ... mVpp.

Alasan :

Ringkasan Hasil Pengukuran Langkah

Nomor Frekuensi (Hz) R inner Ω R outer Ω Resistansi Total

Tegangan yang terukur pada titik

keseimbangan

Bahasan Hasil Pengukuran Kesimpulan Percobaan Buku Referensi ... ... ... ... ... ...

(8)

Tanggal Percobaan : - - 2012 PERCOBAAN -2

PENGUKURAN INDUKTANSI SALURAN KOAKSIAL

1 Tujuan Percobaan :

1.1 Merangkai jembatan Maxwell dan mengerti fungsinya.

1.2 Menyeimbangkan jembatan dengan mengatur tegangan dan fasa.

1.3 Mengevaluasi syarat-syarat pengukuran kabel dan menentukan besarnya Lx dan Rx.

1.4 Menentukan harga-harga L, L' dan R, R' denga jembatan Maxwell dan mengetahui pengaruh frekuensi yang digunakan dalam pengukuran.

2 Diagram Rangkaian

3 Alat-alat dan Komponen yang Digunakan :

Jumlah Nama Alat Nomor Alat

1 Generator Fungsi 1 Oscilloscope Dual Trace 1 Frequency Counter*

1 Test probe, 10:1/1:1, switchable 2 Probe adapter 2 Resistor 100 Ω; 1%; 0,5 W 1 Potensiometer 1 kΩ, 10 putaran 2 Saluran koaksial 1 Kapasitor 10 nF, 1% 1 Jembatan Universal 1 1 Kabel BNC/4mm banana 1 Set kabel penghubung dan plug 1 Tee konector BNC* U1≅ 4 Vpp ; 20 kHz Trigger ext. 1 : 1 ; 40 mW 100 Ω 1 % 1k Ω 1 % UY 1 a Rx,Lx b R2 1 kΩ R3 R4

R2 dan R4 : 10 turn helical potentiometer C

10nF 1 %

(9)

4 Landasan Teori

Pada percobaan pertama diperlihatkan bahwa pada frekuensi pengukuran yang lebih tinggi dan hanya satu besaran untuk keseimbangan (besaran tegangan), suatu nilai minimum tidak dapat diperoleh. Komponen reaktif dari obyek pengukuran harus diperhitungkan, yakni besaran fasa harus disetimbangkan pula. Syarat tambahan untuk kesetimbangan diperlihatkan oleh jembatan Maxwell. Kesetimbangan tegangan dibuat dengan R2 seperti sebelumnya dan fasa diseimbangkan oleh R4.

Prosedur keseimbangan diulang bergantian antara R2 dan R4 beberapa kali hingga didapatkan kondisi

paling minimum didapatkan. Untuk posisi seimbang

Lx = R2.R3.C (1)

dan

Rx = (R2.R3)/R4 (2)

Komponen reaktif kecil, sehingga frekuensi yang lebih tinggi digunakan (20 kHz) untuk pengukuran. Disamping itu faktor Q dapat ditentukan dengan,

Q = (L/R) << 1 (3) Tugas Individu : Buatlah ringkasan tentang jembatan Maxwell

5 Langkah Kerja

Sebelum merangkai peralatan , semua alat harus di uji kelayakan guna 5.1 Buat rangkaian seperti diagram 2.1.

Hubungkan saluran ke terminal Lx, Rx dengan akhir saluran dihubung singkat. Gunakan tegangan

U1 = 4 Vpp, 20 kHz, sinus pada jembatan.

(10)

Y1 (0,2 ... 0,005 V/div; DC), TB disesuaikan keperluan.

Seimbangkan jembatan dengan mengatur potensiometer 10 putaran R2 dan R4 bergantian (UY1 <

20 mVpp). Rekomendasi : dimulai dengan R4 diatur 100 Ω, kemudian mulai prosedur

keseimbangan dengan R2. Ukur nilai resistansi R2 dan R4.

5.2 Dari persamaan (1), Lx = R2.R3.C dan persamaan (3), Rx = (R2/R3)/R4, hitung Lx dan Rx .

5.3 Dari hasil tersebut, hitung faktor Q, Q = ωL/R

5.4 Tentukan induktansi karakteristik L' dan impedansi karakteristik R' dari 5.2.

6 Hasil Percobaan

Untuk 5.1

Pada keseimbangan optimum R2 = ... Ω

R4 = ... Ω

Tegangan sisa UY1 < ... mVpp

Untuk 5.2

Dari persamaan (1) dan (2), hitung Lx dan Rx

Lx = ... Ω x ... Ω x ... H = ... µH Untuk 5.3 Untuk 5.4 L' = L/l = ... µH/ ... meter = ... µH/meter R' = R/l = ... Ω / ... meter = ... Ω /meter Ω = Ω Ω Ω = ... . ... ... ... x ... Rx .... ... ... ... ... ... ... ... ... R L Q = ω = =

(11)

7 Analisa Data

8 Kesimpulan

(12)

Tanggal Percobaan : - - 2012 PERCOBAAN -3

PENGUKURAN KAPASITANSI DAN KONDUKTANSI SALURAN KOAKSIAL

1 Tujuan Percobaan :

1. Merangkai jembatan Wien dan mengerti fungsinya. 2. Mengukur kapasitansi kabel saluran hubung buka. 3. Mengukur konduktansi saluran

4. Menghitung impedansi karakteristik.

2 Diagram Rangkaian

3 Alat-alat dan Komponen yang Digunakan :

Jumlah Nama Alat Nomor Alat

1 Generator Fungsi 1 Oscilloscope Dual Trace 1 Frequency Counter*

1 Test probe, 10:1/1:1, switchable 2 Probe adapter 1 Resistor 100 Ω; 1%; 0,5 W 1 Potensiometer 1 kΩ, 10 putaran 2 Saluran koaksial 1 Potensiometer 470 kΩ, 0,5 W 1 Kapasitor 10 nF, 1% 1 Jembatan Universal 1 1 Kabel BNC/4mm banana 1 Set kabel penghubung dan plug 1 Multimeter analog 1 Tee konector BNC* U1≅ 4 Vpp ; 20 kHz Trigger ext. 1 : 1 ; 40 mW 100 Ω 1 % 1k Ω 1 % UY 1 a Rx,Cx b R2 470 kΩ R3 R4

R2 dan R4 : 10 turn helical potentiometer C 10nF 1 %

R beban = 8 ? 100 meter

(13)

4 Landasan Teori Singkat

Suatu jembatan Wien digunakan untuk pengukuran kapasitansi, resistansi dielektrik. Jembatan ini diseimbangkan oleh tegangan (R4) dan fasa (R2). Keseimbangan dilakukan dengan mengatur R4 dan

R2. Nilai R2 diukur dengan ohm meter dan berikut ini berlaku saat seimbang.

(C dalam Farad, dan R dalam Ω)

Rx adalah resistansi dielektrik yang paralel terhadap kapasitansi. 1/Rx = G

Impedansi Karakteristik

Bila suatu saluran dibebani seharga impedansi karakteristiknya, maka tidak ada gelombang yang dipantulkan ke sumber gelombang. Dengan demikian penyaluran energi dapat maksimum dengan anggapan rugi-rugi pelemahan saluran diabaikan. Dengan hubungan seperti ini tegangan pada semua titik sepanjang saluran sama besarnya (secara teori). Dalam kenyataan tegangan menurun sepanjang saluran yang disebabkan pelemahan kabel. Untuk frekuensi di atas 10 kHz, karakteristik impedansi dihitung dari karakteristik saluran :

Dalam suatu daerah antara (mendekati 100 kHz ke 1 MHz), efek kulit mempengaruhi R' dan L', sehingga suatu kabel HF (50 Ω) diukur pada frekuensi rendah, menghasilkan karakteristik yang hasilnya lebih tinggi dari impedansi karakteristik (mendekati 70 Ω).

Tugas Individu : Buatlah ringkasan tentang jembatan Wien

4 3 2 3 4 R R . R R dan R R . C C x x = = (1) (2) C L Z menjadi ' ' ' ' = + + = akan Disederhan C j G L j R Z ω ω (3) (4)

(14)

5 Langkah Kerja

Sebelum merangkai peralatan , semua alat harus di uji kelayakan guna 5.1 Buat rangkaian seperti diagram 2.

Hubungkan saluran ke terminal Cx, Rx dengan akhir saluran dihubung buka. gunakan tegangan U1

= 4 Vpp, 20 kHz sinus.

Pengaturan Oscilloscope :

Y1 (0,2 ... 0,005 V/div; DC), TB 50 µs /div (disesuaikan keperluan), auto, trigger; ext, U1.

Seimbangkan jembatan untuk tegangan minimum dengan mengatur R4 dan fasa minimum dengan

R2, lakukan secara bergantian.

Ukur resistansi R4 dan R2 dengan ohm meter.

5.2 Hitung nilai Cx dan Rx.

5.3 Hitung C' = C/l; G' = 1/R'; R' = R/l, panjang kabel 100 m. 5.4 Hitung impedansi karakteristik dengan persamaan (4).

6 Hasil Percobaan

Untuk 5.1

Harga potensiometer variabel 470 kΩ diukur dengan ohm meter sebesar : R2 = ... Ω Untuk 5.2 Dari persamaan (1) Untuk 5.3 G = 1/Rx, G’ = G/100 C' = Cx/l = ... pF/... m = ... pF/m G' =... S/ 100 = ... S/m. Untuk 5.4 Ω = Ω Ω Ω = = Ω Ω = ... ... ... x ... Rx (2) persamaan dari nF . ... .. ... ... x F ... Cx Ω = = = = ... F ... .. . H . ... . ' ' C L C L Zo

(15)

7 Analisa Data 8 Kesimpulan Buku Referensi 1). 2). 3).

(16)

Tanggal Percobaan : - - 2012 PERCOBAAN -4

PERBANDINGAN TEGANGAN SALURAN KOAKSIAL DENGAN UJUNG BUKA

1 Tujuan :

1. Mengukur distribusi tegangan pada titik pengukuran 0 m, 25 m, 75 m, dan 100 m dengan frekuensi berbeda serta mengevaluasi hasil-hasil pengukuran.

2. Memahami pengaruh impedansi instrumen pada hasil yang didapatkan.

3. Membuat pengukuran bebas pentanahan dan mengenal distribusi tegangan pada trasfer λ/4 dan

λ/2.

2 Diagram Rangkaian

3 Alat-alat dan Komponen yang Digunakan :

Jumlah Nama Instrumen/Alat Nomor Instrumen/Alat 1 Generator Fungsi

1 Oscilloscope Dual Trace 1 Frequency Counter*

2 Test probe, 10:1/1:1, switchable 1 Dioda adapter

2 Probe adapter 2 Saluran koaksial

1 Kabel BNC/BNC

1 Set kabel penghubung dan plug

1 Multimeter

1 T konektor BNC*

4 Pendahuluan

Suatu kabel koaksial 100 meter terbagi masing -masing pada panjang 25 meter dan dilengkapi dengan soket, sehingga dapat dipasang dalam hubungan seri.

Dalam percobaan, kapasitansi saluran terlihat bahwa kabel tersebut mempunyai kapasitansi :

Dapat dipahami bahwa soket-soket dalam pengukuran saluran mempengaruhi kapasitansi saluran tersebut. Pemantulan terjadi pada soket dan dapat dilihat pada saluran di MP6 pada saluran.

cm pF 1 i.e pF/m, 97 = ' C

~

~

5 Mp1 2 3 4 U1 R = 10 9 8 7 6 Ri = 50 Ω

(17)

Oleh karena itu, hanya 5 titik pengukuran dilakukan sepanjang saluran yang memberikan cukup informasi pada distribusi tegangan sepanjang saluran.

Kapasitansi 1 pF/cm juga menunjukkan pembebanan yang diperbolehkan oleh impedansi atau kopling pentanahan dari instrumen.

Seperti yang terlihat pada percobaan resistansi saluran, konduktor luar mempunyai resistansi 35 Ω dan induktansi tidak dapat diabaikan. Dari sini terdapat perbedaan tegangan yang dihasilkan antara ujung akhir konduktor luar dan konduktor di awal saluran, yang mana makin tinggi dengan kenaikkan frekuensi.

Perbedaan tegangan ini ditampilkan dalam Oscilloscope, tetapi tidak dapat dikurangkan begitu saja, karena fasa dari kedua tegangan tidak sama lagi pada frekuensi yang lebih tinggi.

Bila frekuensi dinaikkan, tegangan pada titik pengukuran 2 sampai 5 juga naik. Jika kenaikkan ini mengikuti fungsi sinus pada frekuensi tertentu, kemudian distribusi λ /4 tercapai yakni ¼ panjang gelombang terbentuk sepanjang saluran kabel dengan minimum pada awal saluran maksimum pada ujung akhir saluran kabel.

Kondisi ini didapatkan ketika tegangan masukan saluran dipertahankan tetap dan tegangan pada ujung akhir saluran diatur ke maksimum dengan mengatur nilai frekuensi saja.Pembebanan hasil dari impedansi meter harus diingat. Hasil yang lebih baik akan didapatkan dengan instrumen bebas pentanahan (earth-free) yang dihubungkan ke titik pengukuran dan titik konduktor luar (screen) yang menyertainya.

Perlu diingat bahwa instrumen seperti itu harus tidak dihubungkan dengan sumber tegangan utama dan kapasitansinya harus sekecil mungkin dibandingkan dengan kapasitansi saluran, kalau tidak terpenuhi kapasitansi paralel tambahan dikopelkan pada tegangan jatuh salauran.

Untuk mendapatkan instrumen bebas pentanahan, multimeter (Ri = 10 MΩ) digunakan dengan

dioda adapter.

Dengan beberapa pengukuran, pembebanan pada Generator oleh kapasitansi kabel dan pemindahan resistansi begitu besar, sehingga level keluaran 0 dB tidak dapat dipertahankan. Level -10 dB = 244,9 mVrms.2√2 = 0,69 Vpp digunakan dalam pengukuran.

5 Langkah Kerja

Sebelum merangkai peralatan , semua alat harus di uji kelayakan guna 5.1 Rangkai perangkat seperti dalam diagram rangkaian, ujung saluran dibuka.

Atur Generator U1 = 2 Vpp dan frekuensi diberikan dalam tabel. Gunakan probe 10:1 pada Oscilloscope dan kalibrasi probe tersebut. Y1 (1 V/div; 10:1) ke MP1.

Y2 (1 - 2 V/div; 10:1) ke MP2 sampai MP4 berurutan. TB diatur sesuai dengan keperluan.

Ground Oscilloscope dan Generator dihubungkan ke MP10. Isi tabel tersebut Pertahankan U1 = 2 Vpp untuk setiap kenaikkan frekuensi.

Mengapa timbul tegangan pada MP6 dibandingkan MP10 ? 5.2 Y1 ke MP1 sebesar 2 Vpp.

Y2 ke MP5.

Atur frekuensi agar MP5 mencapai maksimum. Catat frekuensinya. Distribusi gelombang apa yang terjadi ?

5.3 Y2 ke MP5 dan atur hingga maksimum, dengan Y1 selidiki titik pengukuran 2 sampai 4 dan amati

MP5 pada waktu yang bersamaan. Hasilnya ?

(18)

5.5 Pengukuran dengan instrumen bebas pentanahan.

Atur U1 = -10 dB. Lakukan pengukuran pada MP1 ke MP5 dengan ground dihubungkan ke titik menyertainya, yakni 1 dan 10, 2 dan 9, dan seterusnya.

5.6 Bagaimana tanggapan tegangan pada saluran ujung buka ? Kapan tegangan makismum terjadi ?

Pada frekuensi berapa transfer 1:1 diharapkan terjadi ? Catat nilai untuk f = 740 kHz dan f = 680 kHz.

Mengapa frekuensi turun ke 680 kHz ?

6. Hasil Percobaan Untuk 5.1 Frekuensi MP1 MP2 MP3 MP4 MP5 MP6 Vpp 10 kHz 2,0 Vpp Vpp 100 kHz 2,0 Vpp Vpp 200 kHz 2,0 Vpp Vpp 300 kHz 2,0 Vpp Vpp 400 kHz 2,0 Vpp Vpp 500 kHz 2,0 Vpp Vpp

Dapat diperlihatkan bahwa kabel luar mempunyai ... dan induktansi yang tidak dapat diabaikan, dengan alasan terjadi tegangan naik dan turun saat perubahan ...

Untuk 5.2

U1 = 2 Vpp, menghasilkan U5 maksimum = ... Vpp pada frekuensi = ... kHz. U5 maksimum

menghasilkan distribusi gelombang ... yaitu tegangan maksimum muncul pada ujung akhir saluran.

Untuk 5.3

U5 memperlihatkan perubahan besar / tidak ada perubahan.

Untuk 5.4 Untuk 5.5

(19)

f MP1 MP2 MP3 MP4 MP5 Satuan 10 kHz -10 dB 100 kHz -10 dB 200 kHz -10 dB 300 kHz -10 dB 400 kHz -10 dB 500 kHz -10 dB 600 kHz -10 dB 700 kHz -10 dB 800 kHz -10 dB 900 kHz -10 dB 1 MHz -10 dB 1,1 MHz -10 dB 1,2 MHz -10 dB 1,3 MHz -10 dB 1,37 MHz -10 dB Untuk 5.6

Tegangan pada ujung buka, naik sampai frekuensi ... kHz. Kondisi ini menunjukkan kondisi ...

Tegangan maksimum terjadi pada ... Tegangan minimum terjadi pada ...

Tranfer 1:1 (λ/2) diharapkan terjadi pada frekuensi ……….. kHz. Transfer 1:1 artinya ...

Pengukuran (tegangan maksimum) untuk f = …….. kHz dan 680 kHz.

f MP1 MP2 MP3 MP4 MP5

………… dB

680 kHz dB

Transfer 1:1 terjadi pada frekuensi ... kHz. Mengapa ?

(20)

7 Analisa Data 8 Kesimpulan Buku Referensi TO BE CONTINUED 1). 2). 3).

(21)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :