• Tidak ada hasil yang ditemukan

Industri Pulp Dan Kertas Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Industri Pulp Dan Kertas Indonesia"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Penawaran Studi :

PROGRES PASAR INDUSTRI PULP DAN KERTAS INDONESIA, 2010 (Setelah Menghadapi Krisis Global)

April, 2010

Setelah menghadapi krisis ekonomi global, industri pulp & kertas Indonesia kembali bangkit, didorong oleh harga pulp dunia yang mulai bergerak naik. Pada Nopember 2009 misalnya, harga pulp melonjak menjadi US$710 per ton. Kenaikkan harga tersebut diperkirakan akan terus berlanjut hingga 2010. Padahal sebelumnya, harga pulp sempat merosot ke titik terendah pada level US$490 per ton.

Tercatat sebelum krisis ekonomi global ekspor pulp & kertas Indonesia cenderung meningkat, sejalan dengan tingginya kebutuhan pemakaian produk kertas di dalam maupun luar negeri. Ekspor kertas hingga 2008 tercatat meningkat sekitar 5,1% per tahun. Sedangkan ekspor bahan bakunya (pulp), mengalami stagnasi di kisaran 2,4 juta ton. Tingginya kinerja ekspor tersebut, karena industri pulp & kertas Indonesia semakin kompetitif dibanding produk dari negara lain, khususnya dari negara negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada.

Tingginya kebutuhan pulp & kertas dalam periode tersebut, tercermin dari meningkatnya kapasitas produksi. Selama periode 2004 – 2008, kapasitas pulp domestik meningkat rata-rata 0,6% per tahun, yaitu dari 5,2 juta ton menjadi 6,4 juta ton per tahun. Dan pada 2009, kapasitas terpasangnya meningkat lagi menjadi 6,9 juta ton per tahun, seiring dengan beroperasinya pabrik baru. Pada priode yang sama, kapasitas produksi kertas juga mengalami peningkatan yang berarti, dari 10 juta ton menjadi 10,9 juta ton per tahun.

Sementara itu, produktivitas pulp & kertas Indonesia masih terkendala oleh bahan bakunya, karena pasok dari Hutan Tanaman Industri (HTI) belum sepenuhnya menggantikan bahan baku dari hutan alam. Pemerintah memberi kesempatan kepada pabrik-pabrik pulp untuk menyelesaikan HTI-nya paling lambat 2009. Sehingga dengan batas waktu itu, diharapkan pabrik pulp sudah mampu memenuhi kebutuhan bahan baku dari areal HTI-nya secara berkesinambungan.

Dalam buku studi yang disusun oleh PT Media Data Riset setebal 350 halaman ini, juga mengetengahkan aspek kinerja masing-masing perusahaan seperti tingkat persaingan, peta dan strategi bisnis perusahaan besar (Grup). Bahkan dibahas juga peranan industri pendukungnya seperti industri mesin dan suku cadang, serta faktor kesediaan energi listrik, infrastruktur, pengelolaan limbah industri pulp & kertas dan sebagainya. Selain itu, dilengkapi dengan peraturan yang terkait dengan bisinis pulp & kertas. Sehingga studi ini sangat bermanfaat bagi para pengambil keputusan dari kalangan produsen pulp & kertas, perbankan, supplier, investor, kalangan pasar modal, serta sektor bisnis terkait lainnya. Buku studi konprehensif ini kami tawarkan seharga Rp 5.000.000 (Lima Juta Rupiah) per copy untuk versi bahasa Indonesia atau US$ 750 (Tujuh Ratus Lima Puluh US Dollar) per copy dalam versi bahasa Inggris. Peminat dapat langsung menghubungi PT Media data Riset, Jakarta melalui telepon (021) 809 6071 atau melalui facsimile (021) 809 6071 dan e-mail mediadata.co.id,. Formulir Pesanan terlampir. Pemesanan untuk luar negeri atau luar Jakarta ditambah biaya pengiriman.

Demikian penawaran ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasama yang baik kami ucapkan terima kasih.

Jakarta, April 2010 PT Media Data Riset

Drh. H. Daddy Kusdriana M.Si Direktur Utama

(2)

DAFTAR ISI

PROGRES PASAR INDUSTRI PULP DAN KERTAS INDONESIA, 2010 (Setelah Menghadapi Krisis Global)

April, 2010 I. PENDAHULUAN

1.1. Latar belakang

1.2. Cakupan dan Tujuan Studi 1.3. Sumber Data dan Informasi

II. PENDUDUK DAN GAMBARAN UMUM EKONOMI INDONESIA

2.1. Populasi Penduduk Indonesia

2.1.1. Laju pertumbuhan penduduk secara nasional

2.1.2. Pertumbuhan penduduk berdasarkan provinsi

2.1.3. Komposisi penduduk menurut kelompok umur

2.1.4. Proyeksi pertumbuhan penduduk Indonesia

2.2. Gambaran Umum Ekonomi Indonesia 2.2.1. Pertumbuhan ekonomi 2009 lampaui

target

2.2.2. Laju inflasi 2010 5,7%

2.2.3. Pendapatan Per Kapita Indonesia 2.2.4. Kurs Rupiah

2.2.5. Cadangan Devisa

2.2.6. Neraca Transaksi Berjalan 2.3. Laju Ekonomi 2010 Diproyeksi 5.5%

2.3.1. APBN 2010 Terpengaruh 2.3.2. Bertambah Rp21,9 triliun 2.3.3. Berpeluang direvisi

III. PERKEMBANGAN INDUSTRI PULP 3.1. Deskripsi

3.2. Jenis Pulp

3.3. Proses Pembuatan Pulp

3.4. Tingkat Kehilangan dalam Proses Produksi 3.5. Kapasitas Produksi Pulp

3.5.1. PMDN terbesar 3.5.2. Terintegrasi 3.5.3. Sumatera terbesar 3.6. Pabrik dan Kapasitasnya 3.7. Dikuasai Kelompok Besar

3.7.1. Sinar Mas Grup terbesar 3.7.2. Raja Garuda Mas Grup

3.7.3. Barito Pacifik dan Citra Agratama Grup

3.7.4. Kalimanis grup 3.7.5. Kelompok BUMN 3.8. Perkembangan Produksi

3.8.1. Produksi pulp naik 1,6% per tahun 3.8.2. Produksi menurut perusahaan 3.9. Permintaan pulp kembali meningkat

3.9.1. Harga sentuh titik tertinggi 3.10. 60% Bahan baku dipasok HTI

3.11. Risiko-risiko yang dihadapi industri pulp 3.11.1. Fluktuasi harga

3.11.2. Persaingan

3.11.3. Perubahan tingkat suku bunga dan kurs mata uang asing

3.11.4. Faktor lingkungan

3.11.5. Kelangkaan bahan baku 3.11.6. Bencana alam

3.12. Gunakan Bahan Baku Nonstandar 3.13. Minat Investasi

IV. BAHAN BAKU PULP 4.1. Sumber Bahan Baku

4.1.1. Kayu andalan bahan baku pulp 4.1.2. Logging waste

4.1.3. Hutan rakyat

4.1.4. Log untuk Industri Pulp 4.2. RPP Kehutanan 2010

4.3. Kayu alam Riau ditebang 4.4. Peluang HTR

4.5. Kawasan hutan menciut

4.6. Soft landing ancam bahan baku kayu 4.6.1. Land Clearing: Jalan pintas

mendapatkan kayu

4.7. Proyek Hutan Tanaman Industri (HTI) 4.7.1. Potensi lahan pengembangan HTI 4.7.2. Terbitkan izin HTI 7,8 juta ha 4.7.3. HTI-Pulp menjadi andalan 4.7.4. HTI-Pulp non prioritas

4.7.5. Dikuasai kelompok bisnis besar 4.7.6. Pasokan bahan baku Sinar Mas

Group

4.7.7. PT KBRI kembangkan HTI 4.7.8. Investor HTI tanam Rp33 triliun 4.7.9. Izin usaha akan dicabut

4.8. Padat Modal dan Risiko Tinggi 4.9. 4 BUMN Perkebunan bangun HTI 4.10. Investor khawatir

V. BAHAN BAKU KERTAS BEKAS

5.1. Produksi kertas bekas tumbuh 5,5% setiap tahun

5.2. Impor Kertas Bekas

5.2.1. Impor masih cukup besar 5.2.2. Impor menurut Jenis 5.2.3. Impor menurut negara asal 5.3. Perkembangan Ekspor

5.3.1. Ekspor kertas bekas belum berarti 5.3.2. Ekspor menurut Jenis

5.3.3. Ekspor menurut negara tujuan 5.4. Konsumsi

VI. INDUSTRI KERTAS 6.1. Jenis Kertas

6.1.1. Kertas industri (Industrial Paper) 6.1.2. Kertas budaya (cultural paper) 6.1.3. Kertas rokok (cigarette paper) 6.1.4. Kertas tissue (tissue/household

paper)

6.1.5. Kertas lain (other paper) 6.2. Proses Pembuatan Kertas 6.3. Jumlah Pabrik dan Kapasitasnya

6.3.1. Kapasitas naik 1,7%

(3)

6.4. Kapasitas produksi menurut jenis 6.4.1.Kapasitas kertas industri

6.4.1.1. Terbanyak dan terbesar 6.4.1.2. Kapasitas kraft linier 6.4.2. Kertas budaya

6.4.2.1. Pabrik dan kapasitasnya 6.4.3. Kertas Tissue

6.4.3.1. Jumlah pabrik dan kapasitasnya 6.4.4. Kertas Rokok

6.4.4.1. Gudang Garam terdepan 6.4.5. Jenis Kertas Lain

6.4.5.1. Jumlah pabrik dan kapasitasnya 6.5. Bisnis Kertas Dikuasai Grup Besar

6.5.1. Grup Sinar Mas 6.5.2. Grup Raja Garuda Mas 6.5.3. Grup Garama

6.5.3.1. Laba bersih melonjak 6.5.4. Grup Indhasana

6.5.5. Kalimanis Grup 6.5.6. BUMN

6.6. Produksi Kertas Nasional

6.6.1. Produksi naik 0,9% per tahun 6.6.2. Produksi kertas menurut jenis 6.6.3. Produksi kertas industri

6.6.3.1. Jenis kraft linier terbesar 6.6.4. Produksi kertas budaya

6.6.4.1. Produksi Sinar Mas mencapai 4,5 juta ton 6.6.4.2. Penjualan merosot 1,4% 6.6.5. Produksi kertas rokok stagnan

6.6.5.1. Surya Zig Zag terbesar 6.6.6. Produksi tissue naik 6,6%

6.6.6.1. Produksi menurut Perusahaan 6.6.7. Produksi jenis kertas lain 6.7. Tuduhan Dumping

6.7.1. Amerika Serikat kenakan BMI 6.7.2. Bea Masuk Imbalan

6.7.3. Safeguard Filipina 6.7.4. Ancaman negara Teluk 6.7.5. Ekspor ke Korea tertekan 6.7.6. Ditinjau kembali

6.8. Investasi

6.8.1. Minat Jepang Tinggi 6.9. Produsen Keluhkan Perda

VII. PERKEMBANGAN EKSPOR-IMPOR 7.1. Ekspor Pulp Anjlok

7.2. Ekspor Pulp Menurut Jenis

7.2.1. Chemical of wood pulp soda terbesar

7.2.2. Cina tetap terbesar 7.3. Ekspor Kertas

7.3.1. Meraih devisa US$ 3,7 miliar 7.3.2. Ekspor Kertas Menurut Jenis

7.3.2.1. Kertas industri terbesar 7.3.3. Ekspor menurut negara tujuan 7.4. Perkembangan Impor

7.4.1. Sedot devisa US$ 958,9 juta 7.4.2. Chemical wood pulp dissolving

terbesar

7.4.3. Kanada pasar utama

7.5. Impor Kertas

7.5.1. Impor naik 15,8%

7.5.2. Jenis Kraft Linier Geser Sack Kraft 7.5.3. China pemasok utama

VIII. MARKET SIZE DAN KONSUMSI DOMESTIK

8.1. Pulp

8.2. Konsumsi Kertas Nasional 8.3. Konsumsi Kertas Menurut Jenis

8.3.1. Kertas industri

8.3.1.1. Konsumsi kertas industri menurut jenis

8.3.2. Konsumsi Kertas Budaya 8.3.2.1. Konsumsi kertas budaya

menurut jenis 8.3.3. Konsumsi Kertas Rokok 8.3.4. Kertas Tissue

8.3.5. Konsumsi Kertas Lain 8.4. Konsumsi Kertas Per Kapita

IX. INDUSTRI PULP DAN KERTAS DUNIA 9.1. Kapasitas Produksi Pulp Dunia

9.1.1. Jenis Wood pulp for paper & paperboard terbesar

9.1.2. Indonesia urutan ke-12 terbesar 9.2. Kapasitas Produksi Kertas Dunia

9.2.1. Produksi kertas dunia

9.2.2. Produksi kertas tulis & cetak dunia 9.3 Harga Pulp Dunia

9.3.1. Harga kertas dunia

X. INFRASTRUKTUR DAN FASILITAS INDUSTRI PULP DAN KERTAS 10.1. Kondisi Mesin dan Peralatan Pabrik 10.2. Penggunaan Teknologi dan Mesin 10.3. Ketergantungan Mesin Impor Masih

Tinggi

10.4. Mesin Impor Perlu Dikurangi 10.5. Kebutuhan Sumber Energi Listrik

10.5.1. Kebutuhan listrik dipasok PLN 10.5.2. Penyebab krisis pasokan energi

listrik

10.5.3. Kondisi kelistrikan di Sumatera 10.5.4. Defisit listrik Sumatera butuh

Rp3,7 triliun

10.5.5. Perkiraan kondisi sistem Jawa – Bali 2008

10.6. Sumber Daya Manusia

10.7. Aspek Biaya 10.7.1. Tergolong industri padat modal

10.7.2. Dana pasar modal cukup diminati 10.8. Permasalahan

XI. PENGELOLAAN LIMBAH INDUSTRI 11.1. Jenis Limbah Industri Pulp dan Kertas 11.2. Peraturan Pemerintah Penanganan Limbah

Industri Pulp & Kertas

11.2.1. Analisa Masalah Dampak Lingkungan (AMDAL) 11.2.2. Standar emisi

11.3. Penanganan Limbah pada Industri Pulp & Kertas

(4)

11.3.2. PT Toba Pulp Lestari 11.3.3. PT Pindo Deli 11.3.4. PT Lontar Papyrus 11.3.5. PT Suparma 11.3.6. PT Surabaya Agung 11.3.7. PT KBRI

11.3.8. PT Fajar Surya Wisesa

11.4. Bahan Kimia Untuk Pengolahan Limbah Industri Pulp & Kertas

XII. ASPEK PEMASARAN 12.1. Saluran Distribusi

12.2. Saluran Distribusi Produksi Dalam Negeri

12.3. Saluran Distribusi Pulp dan Kertas 12.4. Persaingan

XIII.KEBIJAKAN PEMERINTAH DI BIDANG INDUSTRI PULP & KERTAS, DAN KEHUTANAN

13.1. Bidang Investasi 13.2. Fasilitas Investasi

13.2.1. Fasilitas Fiskal

13.2.2. Barang dan bahan impor yang tercantum dalam master list 13.2.3. Fasilitas pemberian tax holiday

diperluas

13.3. Keppres Investasi Satu Atap

13.4. Surat Persetujuan Izin Penanaman Modal 13.4.1. Surat persetujuan

13.4.2. Izin perluasan

13.4.3. Surat persetujuan perubahan 13.5. Memberlakukan Keppres Investasi Satu

Atap

13.5.1. Keppres satu atap hanya

menguntungkan daerah tertentu 13.5.2. Mekanisme sistem pelayanan

satu atap

13.6. Pembentukkan Tim Nasional Peningkatan Ekspor dan Investasi (Timnas PEPI)

13.7. Kebijakan Pemerintah di Bidang Kehutanan

13.7.1. Tata ruang kehutanan ditata kembali

13.7.2. Konsesi HPH-tanaman ditambah menjadi 35 tahun

13.7.3. Izin pemanfaatan kayu bagi areal PLG distop

13.7.4. Dana Reboisasi

13.7.5. 50% kayu IPK wajib untuk konsumsi domestik

13.8. Izin Investasi Kehutanan Dialihkan ke BKPM

13.9. Kebijaksanaan dalam Bidang Industri 13.9.1. Ijin usaha industri

13.9.2. Penyederhanaan prosedur perijinan

13.9.3. Standar kualitas produk pulp dan kertas

13.10.Kebijakan dalam Bidang Perdagangan 13.10.1.Fasilitas dalam rangka

meningkatkan ekspor 13.10.2. Penyederhanaan ketentuan

ekspor

13.10.3. Penyelenggaraan pelabuhan XIV. KESIMPULAN DAN PROSPEK

14.1. Kesimpulan

14.1.1. Aspek supply-demand dan ekspor 14.1.2. Setiap tahun butuh bangun pabrik

kertas

14.1.3. Keunggulan industri pulp & kertas Indonesia

14.1.4. Kendala yang dihadapi

14.2. Peluang Bisnis Pulp dan Kertas Masih Cukup Bagus

14.2.1. Pedoman pemerintah untuk investasi pulp

14.3. Prospek

14.4. Potensi Ekspor Pulp Dan Kertas DIREKTORI

(5)

FORMULIR PESANAN PT MEDIA DATA RISET

Jl. SMA XIV , No. 12 A Cawang–UKI, Jakarta 13630 Phone : (021) 809 6071 Fax : (021) 809-6071

Studi Tentang:

PROGRES PASAR INDUSTRI PULP DAN KERTAS INDONESIA, 2010 (Setelah Menghadapi Krisis Global)

April, 2010 Silahkan Pilih ( ) untuk pesanan :

Edisi Bahasa Indonesia

Bahasa Inggris

Nama (Mr/Mrs/Ms) Position Nama Perusahaan NPWP No. Alamat Telepon Fax : Tanda Tangan Tanggal Harga :

Edisi Bhs. Indonesia - Rp 5.000.000 (Lima Juta Rupiah)

Edisi Bhs.Inggris - US$ 750 (Tujuh Ratus Lima Puluh US Dollar)

Catatan: Harga belum termasuk pajak (10% PPn)

Di luar Jakarta dan luar negeri; ditambah biaya pengiriman (Jasa Kurir) Pembayaran, Silahkan beri tanda ( √ )

Cash

Cheque

Transfer to - PT MEDIA DATA RISET AC NO. 070 000 534 0497

BANK MANDIRI CAB. DEWI SARTIKA JAKARTA

***

Referensi

Dokumen terkait

Limbah Padat Pabrik Pulp dan Kertas untuk Pembuatan Papan. Semen Pulp (Pulp Cement Board) dengan Berbagai

Atribut yang dimaksud adalah: (1) Atfibut global (Global attn'butes) yakni agribisnis pulp d m kertas harus berupaya mkan dampak kemorosotan mutu lingkungan hidup dan

(4) Pelaksanaan dari system ekolabeling tidak akan terpengaruh oleh otonomi Daerah, yang menjadi masalah keadaan hutan produksi dan Industri Pulp dan Kertas siapa yang membina

Karena kualitas lembaran pulp kulit durian rendah maka pulp tersebut dibuat untuk kertas dasar untuk kertas bungkus berlaminasi plastik yang persyaratan

Secara garis besar terbagi atas kelas pulp (pulp virgin dan pulp sekunder), kelas kertas dan karton tanpa salut (kertas tanpa salut yang mengandung pulp mekanis, kertas

Total debt to equity ratio pada laporan keuangan perusahaan pulp dan kertas tahun 2011-2015 dapat dikatakan meningkat yang berarti kinerja keuangan tidak

Minimisasi limbah pada industri pulp dan kertas dapat dilakukan dengan disc filter untuk mengurangi serat yang terbuang bersama air limbah dan mendapatkan kembali serat ini

Balai Besar Pulp dan Kertas iii PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB Laporan Keuangan Balai Besar Pulp dan Kertas yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, Laporan Operasional,