1.
1. Mencegah sindrom dekondisi merupakan tujuan tatalaksana penyakit paru obstruktif pada fase? BMencegah sindrom dekondisi merupakan tujuan tatalaksana penyakit paru obstruktif pada fase? B A.
A. AkutAkut B.
B. Eksaserbasi akutEksaserbasi akut C. C. KronisKronis D. D. PemulihanPemulihan E. E. LanjutLanjut 2.
2. Macam-macam uji latih: EMacam-macam uji latih: E A.
A. Uji jalan 6 menit, uji Uji jalan 6 menit, uji sepeda statik, treadmill, sepeda statik, treadmill, incentive spirometriincentive spirometri B.
B. Uji jalan 10 Uji jalan 10 menit, uji menit, uji sepeda statik, trsepeda statik, treadmilleadmill C.
C. Uji jalan 6 Uji jalan 6 menit, uji menit, uji sepeda statik, trsepeda statik, treadmill, biofeedbackeadmill, biofeedback D.
D. Uji jalan 10 Uji jalan 10 menit, uji menit, uji sepeda statik, trsepeda statik, treadmill, biofeedbackeadmill, biofeedback E.
E. Uji jalan 6 Uji jalan 6 menit, uji menit, uji sepeda statik, trsepeda statik, treadmilleadmill
3.
3. Latihan pada pasien PPOK fase pemulihan: ALatihan pada pasien PPOK fase pemulihan: A A.
A. intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 2-3 x/minggu, durasi :intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 2-3 x/minggu, durasi : 30 menit, dalam bentuk latihan
30 menit, dalam bentuk latihan berkelanjutan/ interval.berkelanjutan/ interval. B.
B. intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 1x/minggu, durasi : 30intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 1x/minggu, durasi : 30 menit, dalam bentuk latihan berkelanjutan/ interval.
menit, dalam bentuk latihan berkelanjutan/ interval. C.
C. intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 2-3 x/minggu, durasi :intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 2-3 x/minggu, durasi : 30 menit, dalam bentuk latihan konstan.
30 menit, dalam bentuk latihan konstan. D.
D. intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 2-3 x/minggu, durasi :intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 2-3 x/minggu, durasi : 60 menit, dalam bentuk latihan
60 menit, dalam bentuk latihan berkelanjutan/ interval.berkelanjutan/ interval. E.
E. intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 1x/minggu, durasi : 90intensitas dievaluasi dengan uji latih berkala (setiap 2-3 bulan), frekuensi : 1x/minggu, durasi : 90 menit, dalam bentuk latihan berkelanjutan/ interval.
menit, dalam bentuk latihan berkelanjutan/ interval.
4.
4. Terapi fisik dada meliputi: ETerapi fisik dada meliputi: E A.
A. Latihan batuk berkala, postural drainage, pursed lip breathing, diaphragmatic breathing, huffingLatihan batuk berkala, postural drainage, pursed lip breathing, diaphragmatic breathing, huffing B.
B. Latihan batuk berkala, postural drainage, diaphragmatic breathing, huffingLatihan batuk berkala, postural drainage, diaphragmatic breathing, huffing C.
C. Latihan batuk efektif, postural drainage, pursed lip breathing, diaphragmatic breathingLatihan batuk efektif, postural drainage, pursed lip breathing, diaphragmatic breathing D.
E. Latihan batuk efektif, postural drainage, pursed lip breathing, diaphragmatic breathing, huffing
5. Jantung merupakan organ tubuh yang hidup paling awal dan mati paling akhir diantara organ tubuh yang lain. Sejak usia janin berapakah jantung mulai bekerja? C
a. 1 minggu d. 25 minggu
b. 15 minggu e. aterm
c. 20 minggu
6. Apabila menemukan gejala berikut pada bayi/ anak, anda curiga anak tersebut mempunyai Penyakit Jantung Bawaan : E
a. Pertumbuhan terhambat b. Mudah sakit sesak/ batuk
c. Bila menangis tampak kebiruan pada bibir, ujung jari d. Semua pernyataan salah
e. Semua pernyataan benar
7. Contoh penyakit pembuluh darah perifer ? B a. Penyakit jantung Hipertensi
b. Deep Vein Thrombosis c. Ventrikel Septal Defect d. Tetralogi of Fallot e. Angina Pectoris
8. Kuman penyebab Penyakit Jantung Rematik adalah….A a. Streptococcus
b. Staphylococcus c. Mycobacterium d. Diplococcus e. Haemophylus
9. Ciri ciri dari kuman Legionella sp adalah: C
A. Merupakan kuman gram (+) yang pleomorfik. B. Sebagian besar kuman ini non motil.
C. Kuman ini kuman “ fastidious” untuk pertumbuhannya memerlukan cystein tetapi dapat tumbuh di air PAM.
D. Kuman ini dapat mencemariair conditioner dan menyebabkan sinusitis.
E. Isolasi kuman ini mudah karena dengan media yang sederhana dapat tumbuh subur .
10. Dibawah ini benar untuk Patogensis infeksi saluran nafas bawah: B A. Mycobacterium tuberculosis dapat menyebabkan infeksi akut paru. B. Streptoccus pneumonia dapat menyebabkan pneumonia dan sinusitis. C. Aspergillus mudah menginfeksi pasienimmunocompetent .
D. Legionella sp tidak hanya menginfeksi jaringan paru.
E. Patogen saluran nafas bawah tidak dapat beredar di komunitas.
11. Pemeriksaan penunjang yang wajib dilakukan pada pemeriksaan didapatkan klinis TB paru di Puskesmas: A A. ZN stain B. Gram stain C. Kultur D. ICT-TB E. Semua benar
12. Obat dibawah ini adalah untuk pasien TB: A A. INH, Rifampisin, PZA, Ethambutol. B. Rifampisin, PZA, Ethambutol
C. PZA, Ciprofloxacin, Ethambutol.(A) D. Ethambutol
E. Ciprofloaxin, INH,
13. Pencegahan tersier untuk pencegahan penyakit jantung koroner: C a. Melakukan olah raga teratur
b. Melakukan olahraga jantung sehat bagi penderita penyakit jantung
d. Melakukan senam jantung sehat bagi masyarakat umum
e. Melakukan olahraga jantung sehat bagi penderita penyakit gagal jantung
14. Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner adalah Kadar LDL kolesterol yang tinggi untuk itu pencegahan primer yang dapat diambil oleh dr A berdasarkan pendekatan keluarga adalah: B
a. Gerakan olah raga 3 kali seminggu di masyarakat
b. Membiasakan makan makanan sehat (seimbang dan bervariasi sesuai usia) di keluarga c. Gerakan anti stres di masyarakat
d. Gerakan makan makana sehat di masyarakat
e. Konseling bagi pasien dan keluarga penderita PJK
15. Salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner adalah tekanan darah yang tinggi untuk itu pencegahan primer yang dapat diambil oleh dr A berdasarkan pendekatan keluarga adalah: D
a. Gerakan kontrol tekanan darah pada masyarakat b. Gerakan kontrol tekanan darah pada pekerja
c. Gerakan tidak mengkonsumsi garam secara berlebihan di masyarakat
d. Penanaman kebiasaan konsumsi garam secara tidak berlebihan pada keluarga
e. Penanaman kebiasaan masak dengan garam yang tidak berlebihan pada pedagang makanan
16. Pencegahan primer PJK yang dapat dilakukan dr A untuk masyarakat di wilayah kerjanya adalah: B a. Gerakan senam bersama lansia di masyarakat
b. Gerakan senam jantung sehat pada masyarakat c. Gerakan senam diabetes pada masyarakat
d. Gerakan senam jantung sehat pada penderita gagal jantung
e. Gerakan makan rendah kolesterol pada semua lapisan masyarakat
17. Seorang anak laki-laki usia 7 tahun dibawa oleh orangtuanya ke UGD dengan nyeri telan dan serak, dari pemeriksaan fisik didapatkan membrane putih keabuan, sulit dilepas dan mudah berdarah. Terapi kausatif pada anak ini yaitu : E
a. Trakeotomi b. Intubasi
c. Kortikosteroid
d. Antibiotik cephalosporin 25 mg/kg BB e. Anti difteri serum 200-1000 IU/kgBB
18. Seorang anak laki-laki umur 3 tahun, 3 hari panas, batuk, dan nyeri telan. Pada pemeriksaan tenggorok Tonsil tampak hiperemis, edem, pseudo membran (+), sulit dilepas dan mudah berdarah, pada leher tampak bulneck. Komplikasi yang dapat terjadi akibat penyebaran toksinnya antara lain: C
a. Nyeri telan b. Asma
c. Miokarditis d. Bronkitis e. Gagal ginjal
19. Merupakan komplikasi sistemik tonsillitis streptokokus hemolitikus grup A adalah, ; B a. Otitis media
b. Glomerulonefritis c. Konjungtivitis d. Sinusitis
e. Hepatitis
20. Seorang anak 8 tahun, dibawa ibunya berobat ke klinik dengan keluhan nyeri telan sejak 3 hari yang lalu. Nyeri telan dirasakan saat makan dan minum. Didapatkan keluhan demam,batuk, dan nyeri telinga. Pemeriksaan fisik ditemukan T3-3 hiperemis,permukaan rata, detritus (+), faring hiperemis. Kemungkinan diagnosis sementara : D
a. Rinitis akut b. Tonsilitis akut
c. Tonsilitis kronis d. Tonsilofaringitis akut e. Faringitis akut
21. Penyakit hialin membran sering ditemukan pada bayi : D a. Yang lahir dari ibu yang menderita TBC
b. Yang lahir dari ibu yang menderita malnutrition c. Yang lahir dari ibu yang melahirkan lebih dari 3 X d. Yang lahir dari ibu yang menderita DM
e. Yang lahir dari ibu yang sering mendapat terapi kortikosteroid.
22. Fokus GHON dijumpai pada : B
A. TBC sekunder C. Silikosis E. Pneumonia
B. TBC primer D. Bronkhiektasis
23. Adanya lesi primer (fokus primer) dari GHON disertai pembesaran kelenjar limfe hillus paru, disebut : C
A. TBC miliaris C. Kompleks primer E.Bronkhopneumonia
B. TBC organ D. Pneumoconiosis
24. Pneumoconiosis yang diakibatkan oleh inhalasi debu arang disebut : D
A. Byssinosis C. Asbestosis E. Bagassosis
B. Silikosis D. Antracosis
25. Gambaran radiologis pneumothoraks adalah : B
a. Gambaran radioopak yang sejajar dengan dinding dada dan dibatasi oleh pleural line b. Gambaran kesuraman pada paru dengan batas tegas
c. Gambaran radiolusen dibatasi oleh pleural line, sejajar dengan dinding dada d. Corakan bronkovaskuler meningkat
e. Gambaran mediastinum yang bergeser ke sisi lesi
26. Tindakan emergensi yang segera dapat dilakukan untuk mengatasi pneumothoraks ventil adalah : B a. Water seal drainage (WSD)
b. Aspirasi dengan kateter plastik nomer 16 atau 18 c. Operasi
e. Pleurodesis
27. Regimen untuk pengobatan TB paru kasus baru dengan BTA (+) adalah : B a. 2RHE dan 4R 3H3
b. 2RHZE dan 4R 3H3 c. 2RHZ dan 4R 3H3 d. 2RHZE dan 5R 3H3
28. Kriteria TB paru BTA negatif : A
a. BTA negatif paling kurang pada 3x pemeriksaan, foto toraks menunjukkan kelainan TB
b. BTA negatif paling kurang pada 3x pemeriksaan, foto toraks menunjukkan kelainan TB, tidak ada respons terhadap antibiotik spektrum luas
c. BTA negatif paling kurang pada 3x pemeriksaan, foto toraks menunjukkan kelainan TB, tidak ada respons terhadap antibiotik fluorokuinolon
d. BTA negatif paling kurang pada 3x pemeriksaan, tidak ada respons terhadap antibiotik spektrum luas
e. BTA negatif paling kurang pada 2x pemeriksaan, foto toraks menunjukkan kelainan TB, tidak ada respons terhadap antibiotik spektrum luas
29. Perbedaan asma dan PPOK adalah, kecuali : B
a. Penurunan fungsi paru pada asma bersifat reversible
b. Penurunan fungsi paru pada PPOK bersifat ireversibel dan tidak progresif c. Sebukan sel radang pada PPOK didominasi sel neutrofil
d. Sebukan sel radang pada asma didominasi sel eosinofil e. Asap rokok merupakan antigen utama pada PPOK
30. Pada saat eksaserbasi akut penderita asma membutuhkan : B a. Sedasi
b. Controller danreliever c. Reliever
e. Ventilator
31. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat memperlambat penurunan fungsi paru pada PPOK, kecuali : A a. Pemberian antibiotika pada PPOK eksaserbasi akut
b. Pemberian beta 2 agonis kerja panjang c. Pemberian glukokortikoid jangka panjang d. Berhenti merokok
e. Fisioterap
32. Menurut kriteria Light efusi pleura dikatakan eksudat jika : E a. Rivalta (+)
b. Protein serum / protein cairan pleura > 0,5 c. Protein cairan pleura / protein serum > 0,5 d. LDH cairan pleura / LDH serum > 0,5 e. Jawaban c dan d benar
33. Ipratropium bromide untuk terapi asma tersedia dalam bentuk sediaan: B A. Kombinasi dengan budesonide
B. Kombinasi dengan salbutamol C. Kombinasi dengan prednison D. Kombinasi dengan salmeterol
E. Kombinasi dengan fluticasone propionat
34. Kelebihan bentuk penghantaran obat Metered Dose Inhaler (MDI) adalah A A. Praktis
B. Desposisi di faring sangat kecil
C. Membutuhkan koordinasi yang minimal D. A dan B benar
E. A dan C benar
35. Formoterol untuk terapi asma jangka panjang tersedia dalam bentuk sediaan: D A. Tunggal
C. Kombinasi dengan methyl prednisolon
D. Kombinasi dengan beclomethasone dipropionat E. Kombinasi dengan procaterol
36. Bentuk sediaan obat inhalasi berikut yang paling sulit digunakan untuk anak usia 5 tahun adalah: C A. Nebulizer jet
B. Nebuliser ultrasonic C. MDI
D. MDI+sapcer E. DPI
37. Pada pasien yang mengalami trauma torak, peningkatan CVP didapatkan pada kelainan: A A. Tamponade jantung
B. Flail chest C. Hematotorak
D. Hematotorak masif E. Open pneumotorak
38. Pemeriksaan yang membedakan tension pneumotoraks dengan pericardial tamponade : B A. Pengukuran jugular venous pressure
B. Auskultasi suara nafas C. Pengukuran tekanan darah D. Penghitungan heart rate E. Pemeriksaan kesadaran
39. Pasien 22 th datang ke Instalasi Gawat Darurat setelah kecelakaan lalu lintas. Pasien gelisah, bibir tampak sianosis, saturasi O2 85%. Pemeriksaan fisik paru didapatkan hemitoraks kiri hipersonor, suara jantung tidak menjauh. Pengukuran tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 112x/mnt. Tindakan yang harus segera dilakukan dilakukan pada pasien ini adalah: B
A. Rontgen toraks
B. Needle torakostomi/dekompresi C. Torakotomi
D. Intubasi endotracheal E. Pasang WSD
40. Syok yang terjadi pada tension pneumotoraks: B A. Syok Distributif
B. Syok Obstruktive C. Syok Hemorrhagic D. Syok Hipovolemik E. Syok Cardiogenic
41. Komponen obat flu berikut dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah (hipertensi): B A. Dekstromethorphan (DMP)
B. Fenilpropanolamin (PPA) C. Gliseril Guaiakolat (GG) D. Clhor Tri Meton (CTM) E. Parasetamol
42. Seorang Pria 45 tahun menderita sakit flu. Komponen obat manakah yang mempunyai khasiat sebagai antitusif? A
A. Dekstromethorphan (DMP) B. Fenilpropanolamin (PPA) C. Gliseril Guaiakolat (GG) D. Clhor Tri Meton (CTM) E. Pseudo Efedrin
43. Seorang Pria 30 tahun menderita Tonsilitis Bakterialis. Pilihan antibiotik yang paling rasional untuk penderita tsb. adalah: A
A. Penisilin V B. Amoksisilin
C. Sefalosporin generasi 3 D. Amoksisilin+As.Klavulanat
E. Gentamisin
44. Theophylline dimetabolisme di hati oleh enzim P450, dengan konsekuensi klinis yang harus diperhatikan sebagai berikut: C
A. Kadar plasma turun dengan interaksi obat yang menghambat enzim P450 B. Kadar plasma turun dengan interaksi obat antibiotika seperti siprofloksasin C. Kadar plasma naik dengan interaksi obat kalsium antagonis Diltiazem
D. Kadar plasma naik dengan interaksi obat seperti rifampisin dan fenobarbital E. Kadar plasma naik dengan interaksi obat yang menginduksi enzim P450
45. Pada penderita PPOK sering terjadi penurunan berat badan yang disebabkan karena: A A. peningkatan <i>energy expenditure</i>
B. Anoreksia C. Sesak nafas D. Hipoksia E. Batu kronis
46. Pada penderita Tb paru, makronutrien berikut ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah lebih tinggi: B
A. KH
B. Protein C. Lemak D. Serat
E. Semua benar
47. Pada penderita Tb paru, mikronutrien berikut ini sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah lebih tinggi: E A. Vitamin A
B. Vitamin B C. Zink
D. Fe
48. Jenis lemak yang sebaiknya dikonsumsi untuk penderita penyakit kardiorespirasi adalah: B A. MUFA B. PUFA C. Nabati D. Hewani E. Trans
49. N Penyakit bronchitis akut adalah penyakit inflamasi akut pada trachea dan bronkus yang disebabkan oleh: B
A. Virus B. Bakteri C. Polutan
D. Berbagai stimuli
50. proses patologi pada bronchitis akut adalah inflamasi saluran napas dan iritasi membrane mukosa sehingga terjadi edem dan penyempitan saluran napas serta: C
A. Kerusakan alveoli paru
B. Kerusakan jaringan interstitial paru C. Kerusakan dan disfungsi silia
D. Kerusakan kelenjar bronkhus
51. Sebutkan salah satu faktor resiko terjadinya penyakit bronchitis akut: D A. Musim panas
B. Atopi C. Obesitas
D. Defisiensi system imun
52. Sebutkan salah satu gejala penyakit bronchitis akut: A
A. Batuk produktif atau non produktif selama 1-3 minggu B. Badan lemah dan sakit tenggorokan
D. Hidung tersumbat dan sakit kepala
53. Macam-macam latihan rekondisi kardiovaskuler: A a. jalan, sepeda statik, treadmill
b. jalan, sepeda statik, treadmill, perasat Muller c. jalan, sepeda statik, incentive spirometri d. jogging, sepeda statik, incentive spirometri
e. jogging, sepeda statik, threshold inspiratory muscle trainer
54. Macam-macam latihan rekondisi otot pernafasan: E
a. threshold inspiratory muscle trainer, incentive spirometri b. perasat Muller, threshold inspiratory muscle trainer, treadmill
c. perasat Muller, treadmil, incentive spirometri
d. perasat Muller, threshold inspiratory muscle trainer, latihan batuk efektif e. perasat Muller, threshold inspiratory muscle trainer, incentive spirometri
55. Pernyataan dibawah ini benar untuk sistim pertahanan saluran nafas. D
A. Untuk batuk diperlukan kerja dari diafragma dan bukan otot dinding dada.
B. Makrofag alveolar cara kerjanya berbeda dengan cara kerja Antigen Presenting Cells.
C. Infeksi virus pada saluran nafas tidak akan merusak sistim pertahanan lini pertama saluran nafas. D. Sistim mukosilier pada epithel saluran nafas akan menangkap benda asing yang masuk dan
membuangnya keluar.
E. Trauma tembus dinding dada tidak akan berpengaruh pada refleks batuk.
56. Pencegahan primer, preventif atau perlindungan khusus pada penyakit jantung kongenital yang dapat dilakukan dr A untuk masyarakat di wilayah kerjanya adalah… D
a. Pemeriksaan kehamilan secara teratur pada ibu hamil b. Pemeriksaan radiologi pada ibu hamil
c. Pemberian obat pada ibu hamil berisiko
d. Penyuluhan pencegahan penyakit jantung kongenital pada ibu hamil berisiko e. Penyuluhan pengobatan penyakit jantung kongenital pada ibu
57. Salah satu program kerja Dr.A adalah melakukan program pengendalian penyakit tbc paru, epidemiologi deskriptif dari penyakit tbc paru adalah…. E
a. Berdasarkan “tempat”, insiden lebih tinggi di negara berkembang b. Berdasarkan “waktu”, penderita lebih banyak pada musim hujan
c. Berdasarkan “Orang” penderita terbanyak adalah lansia
d. Faktor risiko penyakit adalah tempat tinggal yang kumuh
e. Berdasarkan tempat , insiden lebih tinggi di negara sedang berkembang
58. Faktor risiko penyakit TBC paru adalah… B
a. Sanitasi dan lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang kurang, imunitas tubuh b. Sanitasi dan lingkungan yang buruk, sosial ekonomi yang kurang
c. Sanitasi dan lingkungan yang buruk d. sosial ekonomi yang kurang
e. imunitas tubuh
59. Beberapa penelitian epidemiologi analitik menunujukkan bahwa Faktor lingkungan yang berhubungan
dengan kejadian TBC paru adalah… A
a. Pencahayaan, kelembaban, ventilasi rumah b. Pencahayaan, kelembaban, imunitas
c. Pencahayaan , kelembaban, pengobatan d. Pencahayaan, kelembaban
e. Imunitas dan pengobatan
60. Berdasarkan penelitian epidemiologi analitik, faktor yang menghambat penyakit TBC paru adalah… E
a. Pencahayaan, kelembaban, ventilasi rumah b. Pencahayaan, kelembaban
c. Pencahayaan, kelembaban, imunitas d. Pencahayaan, kelembaban, pengobatan e. Imunitas dan pengobatan