• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II PENGELOLAAN KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II PENGELOLAAN KASUS"

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)

BAB II

PENGELOLAAN KASUS

A. Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Masalah Kebutuhan Dasar Cairan dan Elektrolit

Cairan merupakan komponen terbesar yang membentuk tubuh; 60% dari berat badan orang dewasa terdiri atas cairan (Patricia. 2010). Saat cairan berpindah dari kompartemen tubuh, cairan terdiri atas substansi yang terkadang disebut mineral atau garam yang dikenal sebagai elektrolit (Christensen dan kockrow, 2003). Elektrolit merupakan elemen atau campuran yang ketika dilarutkan atau dicampur dengan air atau cairan pelarut lainnya, dipisahkan menjadi ion yang bermuatan listrik. Gangguan volume cairan adalah suatu keadaan ketika individu beresiko mengalami penurunan, peningkatan atau pemindahan (perpindahan) cepat dari satu kelainan cairan intravaskuler, interstisial dan intraseluler (Carpenito, 2000).

1. Pengkajian

Pengkajian pada klien gagal ginjal kronis sebenarnya hampir sama dengan klien gagal ginjal akut, namun disini pengkajian lebih penekanan pada support system untuk mempertahankan kondisi keseimbangan dalam tubuh (hemodynmically process). Dengan tidak optimalnya/ gagalnya fungsi ginjal, maka tubuh akan melakukan upaya kompensasi selagi dalam batas ambang kewajaran. Tetapi, jika kondisi ini tetap berlanjut (kronis), maka akan menimbulkan berbagai manifestasi klinis yang menandakan gangguan sistem tersebut. Berikut ini merupakan pengkajian keperawatan pada klien dengan gagal ginjal kronis :

(2)

Biodata

a. Usia

Gagal ginjal menyerang semua golongan usia, tidak ada spesifikasi khusus pada usia penderita gagal ginjal kronis (Prabowo, 2014).

b. Jenis Kelamin

Laki- laki sering memiliki resiko lebih tinggi terkait dengan pekerjaan dan pola hidup sehat. Gagal ginjal kronis merupakan periode lanjut dari insiden gagal ginjal akut, sehingga tidak berdiri sendiri (Prabowo, 2014).

Keluhan Utama

Keluhan sangat bervariasi, terlebih jika terdapat penyakit sekunder yang menyertai. Keluhan bisa berupa urine output yang menurun (oliguria) sampai pada anuria, penurunan kesadaran karena komplikasi pada system sirkulasi- ventilasi, anoreksia, mual dan muntah, diaphoresis, fatigue, napas berbau urea, dan pruritis. Kondisi ini dipicu oleh karena penumpukan (akumulasi) zat sisa metabolisme/ toksin dalam tubuh kareana ginjal mengalami kegagalan filtrasi ( Prabowo, 2014).

Riwayat Penyakit Sekarang

Pada klien dengan gagal ginjal kronis biasanya terjadi penurunan urine output, penurunan kesadaran, perubahan pola nafas karena komplikasi dari gangguan system ventilasi, fatigue, perubahan fisiologis kulit, bau urea pada napas. Selain itu, karena berdampak pada proses metabolisme (sekunder karena intoksikasi), maka akan terjadi anoreksia, nausea dan vomit sehingga beresiko untuk terjadinya gangguan nutrisi (Prabowo, 2014).

(3)

Riwayat Penyakit Dahulu

Gagal ginjal kronik dimulai dengan periode gagal ginjal akut dengan berbagai penyebab (multikausa). Oleh karena itu, informasi penyakit terdahulu akan menegaskan untuk penegakan masalah. Kaji riwayat ISK, payah jantung, penggunaan obat berlebihan (overdosis) khususnya obat bersifat nefrotosik, BPH dan lain sebagainya yang mampu mempengaruhi kerja ginjal. Selain itu, ada beberapa penyakit yang langsung mempengaruhi / menyebabkan gagal ginjal yaitu diabetes mellitus, hipertensi. Batu saluran kemih (urolithiasis) (Prabowo, 2014).

Riwayat Kesehatan Keluarga

Gagal ginjal kronis bukan penyakit menular dan menurun, sehingga silsilah keluarga tidak terlalu berdampak pada penyakit gagal ginjal kronis. Namun, pencetus sekunder seperti DM dan hipertensi memiliki pengaruh terhadap kejadian penyakit gagal ginjal kronis, karena penyakit tersebut herediter. Pola kesehatan keluarga yang diterapkan jika anggota keluarga yang sakit, misalnya minum jamu saat sakit (Prabowo, 2014).

Riwayat Psikososial

Kondisi ini tidak selalu ada gangguan jika klien memiliki koping adaptif yang baik. Pada klien gagal ginjal kronis, biasanya perubahan psikososial terjadi pada waktu klien mengalami perubahan struktur fungsi tubuh dan menjalani proses dialisa. Klien akan mengurung diri dan lebih banyak berdiam diri. Selain itu, kondisi ini juga dipicu oleh biaya yang di keluarkan selama proses pengobatan, sehingga klien mengalami kecemasan (Prabowo, 2014).

(4)

a. Pola Fungsi Kesehatan

1) Pola persepsi dan tatalaksana kesehatan

Pemakaian obat yang berlebihan (Kowalak, 2011). 2) Pola makan tinggi lemak dan karbohidrat

3) Pola eliminasi a) Eliminasi uri

Sering berkemih pada malam hari, tetapi urine sedikit (Kowalak, 2011). b) Eliminasi alvi

Frekuensi BAB meningkat 1 x per hari konsistensi (Kowalak, 2011). 4) Pola aktivitas dan kebersihan diri

Aktivitas sehari – hari dibantu karena kekuatan otot menurun (Kowalak, 2011).

5) Pola istirahat – tidur

Terjadi gangguan pola tidur pada malam hari karena sering berkemih pada malam hari jika penyebab GGK karena Diabetes mellitus.

6) Pola kognitif

Tidak mengalami dalam kognitif, klien dapat menyebutkan hari, bulan, dan tahun, serta menyebutkan 3 benda, berhitung dan mengikuti perintah 7) Pola konsep diri

a) Identitas diri

Terjadi ketidak mampuan karena sakit yang akan mengancam identitas klien;

(5)

b) Peran diri

Terjadi perubahan dalam peran karena ketidak mampuan klien akibat sakit;

c) Gambaran diri

Terjadi perubahan dalam gambaran diri dan mengubah gaya hidup yang ada;

d) Ideal diri

Tergantung pada individu saat menghadapi kondisi saat ini, seperti pada harapanya akan kesembuhan, ketahanan psikologis dan dukungan sosial serta optimisme individu;

e) Harga diri

Penilaian haraga diri hanya bisa ditentukan pada klien itu sendiri. 8) Pola hubungan peran

Interaksi klien tidak mengalami gangguan, dapat berbicara dengan lancar, mengikuti intruksi dengan dengan tepat.

9) Pola fungsi seksual – seksualitas

Terjadi amenore pada wanita (Kowalak, 2011). 10) Pola mekanisme koping

Sebagian pasien sudah menerima keadaan mereka tetapi ada beberapa pasien yang masih menyangkal dan bersikap diam untuk menghadapi masalah yang sedang mereka hadapi.

11) Pola nilai dan kepercayaan

Terjadi peningkatan praktik ibadah dikarenakan ingin sembuh dan ketakutan akan kematian.

(6)

b. Pemeriksaan Fisik 1) Keadaan umum :

Lemah, kesadaran : konfusi, disorientasi Tekanan darah : Hipertensi

Dikatakan hipertensi apabila tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan diastolic > 90mmHg.

2) Body system

a) Sistem pulmoner

Inspeksi : Pernafasan cepat dan dalam (kussmaul), sputum kental Palpasi : Tidak ada nyeri tekan, massa, peradangan dan eskpansi dada simetris

Perkusi : Sonor

Auskultasi : Jika terjadi penumpukan cairan dalam paru maka terdengar bunyi krekels

b) Sistem kardiovaskuler

Inspeksi : Pembesaran vena junggularis Palpasi : Ictus cordis teraba di ics 4 atau 5 Perkusi : Redup

Auskultasi : jika terjadi penumpukan cairan dalam pleura maka terdengar friction rub perikardial

c) Sistem neurologi

Kesadaran komposmentis terjadi konfusi dan disorientasi apabila terjadi penumpukan zat – zat toksik, rasa panas pada telapak kaki

(7)

(1) Persepsi sensori

Penglihatan : edema periorbital, konjungtiva anemis;

Pendengaran : tidak terganggu, terbukti dengan pasien dapat mendengar suara bisikan perawat dan detak jam tangan;

Penciuman : tidak terganggu, terbukti pasien dapat mencium macam bau;

Pengecapan : tidak terganggu, terbukti dapat membedakan rasa manis, pahit dan asin, asam;

Perabaan : tidak terganggu, terbukti klien dapar membedakan letak sentuhan dengan benda tajam, tumpul, suhu hangat dan dingin serta letak sentuhan.

(2) Reflek menurut

Reflek Bisep : positif, terdapat fleksi lengan pada siku

Reflek trisep : positif, terdapat esktensi lengan bawah pada sendi siku

Reflek patella : positif, terdapat plantar fleksi kaki

Reflek achiles : positif terdapat plantar fleksi kaki Reflek patologis Reflek Babinski : negative, terdapat plantar fleksi kaki dan fleksi semua jari kaki

d) Sistem gastrointestinal

Inspeksi : ulserasi dan perdarahan pada mulut

Auskultasi : bising usus dapat terdengar meningkat atau sangat lambat (normalnya 8 – 12 x/mnt)

(8)

Perkusi : jika terjadi diare maka ditemukan hipertimpani dan jika konstipasi maka ditemukan bunyi redup.

Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan dan massa. e) Sistem perkemihan

Inspeksi : tidak ada peradangan dan trauma

Palpasi : tidak ada nyeri tekan dan distensi kandung kemih f) Sistem integument

Inspeksi : warna kulit abu abu mengkilat, bersisik, ekimosis Palpasi : kulit kering, kuku tipis dan rapuh, rambut tipis dan kasar g) Sistem musculoskeletal

Kram otot, kekuatan otot menurun, kelemahan pada tungkai, pitting edema.

h) Sistem reproduksi

Ditemukan : atrofi testikuler (Kowalak, 2011).

2. Analisa Data

Data dasar adalah kumpulan data yang berisikan mengenai status kesehatan pasien, kemampuan pasien mengelola kesehatan terhadap dirinya sendiri dan hasil konsultasi dari medis atau profesi kesehatan lainnya. Data fokus adalah data tentang perubahan-perubahan atau respon pasien terhadap kesehatan dan masalah kesehatannya serta hal hal yang mencakup tindakan yang dilaksanakan terhadap klien. Pengumpulan data adalah pengumpulan informasi tentang klien yang dilakukan secara sistematis untuk menentukan masalah-masalah serta kebutuhan keperawatan dan kesehatan lainnya. Pengumpulan informasi merupakan tahap awal dalam proses keperawatan. Dari informasi yang terkumpul didapat data dasar

(9)

tentang masalah-masalah yang dihadapi klien. Selanjutnya data dasar itu digunakan untuk menentukan diagnosis keperawatan, merencanakan asuhan keperawatan, serta tindakan keperawatan untuk mengatasi masalah-masalah klien. Pengumpulan data dimulai sejak dilakukannya pengkajian . Tujuan pengumpulan data adalah untuk memperoleh informasi tentang keadaan kesehatan klien, menentukan masalah keperawatan dan kesehatan klien, menilai keadaan kesehatan klien, membuat keputusan yang tepat dalam menetukan langkah-langkah berikutnya. Tipe data terbagi dua, yaitu data subjektif dan data objektif. Data subjektif adalah data yang didapatkan dari klien sebagai suatu pendapat terhadap suatu situasi dan kejadian. Informasi tersebut tidak bisa ditentukan oleh perawat, mencakup persepsi, perasaan, ide klien terhadap status kesehatan lainnya. Sedangkan data objektif adalah data yang dapat diobservasi dan diukur, dapat diperoleh menggunakan panca indera (lihat, dengar, cium, sentuh/ raba) selama pemeriksaan fisik. Misalnya frekuensi nadi, pernafasan, tekanan darah, berat badan dan tingkat kesadaran.

(10)

Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan Gangguan integritas kulit

Intake nutrisi tidak adekuat pruritus

Penurunan selera makan ( anoreksia ) Berkembangnya mikroorganisme

Napas bau amonia Pori pori terbuka

Kelebihan volume cairan

edema Reabsorpsi meningkat

Cairan tertahan di intrasel dan ekstrasel Ekskresi menurun

Glomerular filtration rate menurun

Gagal ginjal

Skema 2.1 patofisiologi glomerulonefritis ke masalah keperawatan (Muttaqin, 2011 )

(11)

3. Rumusan Masalah

Perumusan masalah keperawatan didasarkan pada identifikasi kebutuhan klien. Bila data pengkajian mulai menunjukkan masalah, perawat diarahkan pada pemilihan diagnosa yang sesuai. Diagnosa keperawatan berfokus pada mendefinisikan kebutuhan dasar keperawatan dari klien (Gordon, 1994). Untuk mengidentifikasikan kebutuhan klien, perawat harus lebih dulu menentukan apa masalah kesehatan klien dan apakah masalah tersebut potensial atau aktual (Potter & Perry, 2005). Contoh diagnosa keperawatan North American Nursing Diagnosid Association International (NANDA) untuk gangguan cairan, elektrolit.

1. Kelebihan Volume Cairan

Definisi: peningkatan retensi cairan isotonik Batasan karakteristik

a. Bunyi napas adventisius; b. Ganggua elektrolit; c. Anasarka;

d. Ansietas;

e. Perubahan tekanan darah; f. Perubahan pola pernapasan; g. Edema;

h. Asupan melebihi haluaran;

i. Penambahan berat badan dalam waktu sangat singkat. Faktor yang berhubungan

a. Gangguan mekanisme regulasi; b. Kelebihan asupan cairan;

(12)

c. Kelebihan asupan natrium.

2. Ketidak Seimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh

Definisi: asupan nutrisi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan metabolik. Batasan karakteristik

a. Kram abdomen; b. Nyeri abdomen; c. Menghindari makanan;

d. Berat badan 20% atau lebih dibawah berat badan ideal; e. Kerapuhan kapiler;

f. Diare;

g. Kurang makan;

h. Penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat; i. Membran mukosa pucat;

j. Tonus otot menurun. Faktor yang berhubungan a. Faktor biologis;

b. Faktor ekonomi;

c. Ketidakmampuan untuk mengabsorpsi nutrien; d. Ketidakmampuan untuk mencerna makanan; e. Faktor psikologis.

3. Kerusakan Integritas Kulit

Definisi: perubahan/ ganggua epidermis dan/ atau dermis Batasan karakteristik

(13)

b. Gangguan permukaan kulit; c. Invasi struktur tubuh. Faktor yang berhubungan Eksternal

a. Zat kimia;

b. Usia yang ekstrem; c. Hipertermia; d. Hipotermia; e. Lembab; f. Imobilisasi fisik; g. Radiasi. Internal

a. Perubahan status cairan; b. Perubahan pigmentasi; c. Perubahan turgor;

d. Kondisi ketidakseimbangan; e. Penurunan sirkulasi;

f. Kondisi gangguan metabolik; g. Gangguan sensasi.

4. Rencana Tindakan Keperawatan

Rencana tindakan adalah kategori dari perilaku keperawatan dimana tujuan yang berpusat pada klien dan hasil yang diperkirakan ditetapkan dan intervensi keperawatan dipilih untuk mencapai tujuan tersebut (Potter & Perry, 2005). Rencana asuhan keperawatan bersifat individual, bergantung kepada

(14)

ketidakseimbangan cairan dan elektrolit yang dialami klien, kronik, atau akut. Rencana asuhan keperawatan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan cairan klien aktual atau potensial (Potter & Perry, 2005).

Berikut contoh rencana tindakan asuhan keperawatan pada klien dengan ketidakseimbangan cairan dan elektrolit berdasarkan intervensi NIC dan kriteria hasil NOC dengan diagnosa keperawatan kelebihan volume cairan.

Diagnosa 1: Kelebihan volume cairan berhubungan dengan disfungsi ginjal, retensi natrium

Tujuan :

1. Klien akan menyatakan pemahaman tentang pembatasan cairan dan dietnya secara verbal;

2. Klien akan menyatakan pemahamannya tentang pengobatan yang diberikan secara verbal;

3. Klien akan mempertahankan tanda vital dalam batas normal untuk klien; 4. Klien tidak mengalami pernafasan dangkal.

Kriteria Hasil :

1. Terbebas dari edema;

(15)

Rencana Tindakan Keperawatan Aktivitas Mandiri

1. Tentukan lokasi dan derajat edema perifer, sakral, periorbital pada skala 1+ sampai 4.

Kaji komplikasi pulmoner dan/ atau kardiovaskuler yang diindikasikan dengan meningkatkan distres pernafasan, meningkatnya tekanan darah, bunyi jantung tidak normal, dan/ atau nafas tidak normal.

Rasional: Edema terjadi pada jaringan tubuh terutama, seperti tangan, kaki dan mata.

2. Timbang berat badan setiap hari dan pantau kemajuannya auskultasi paru dan bunyi jantung.

Rasional: Peningkatan berat badan lebih dari 0,5 / hari diduga adanya retensi cairan, kelebihan cairan dapat menimbulkan edema paru dan GGK dibuktikan oleh bunyi nafas tambahan, bunyi jantung.

3. Pertahankan keakuratan catatan asupan dan haluaran.

Rasional: Untuk menentukan kebutuhan pengganti cairan, menentukan fungsi ginjal dan penurunan risiko kelebihan cairan.

4. Awasi berat jenis urine.

Rasional: Berat jenis urine sama/ kurang dari 1,010 menunjukkan kehilangan kemampuan untuk memekatkan urine.

5. Kaji tingkat kesadaran , selidiki adanya perubahan mental.

Rasional: Dapat menunjukkan perpindahan cairan akumulasi toksit, asidosis, dan keseimbangan elektrolit atau terjadinya hipoksia.

(16)

6. Ajarkan pasien untuk memperhatikan penyebab dan mengatasi edema, pembatasan diet dan penggunaan dosis, dan efek samping pengobatan yang dianjurkan.

Rasional: Mengurangi keadaan kelebihan volume cairan yang terjadi.

Aktivitas Kolaborasi

7. Lakukan kolaborasi dalam pemberian obat deuretik.

Rasional: Untuk melebarkan lumen tubular dari debris, meurunkan hiperkalemia dan meningkatkan volume urine yang adekuat.

8. Lakukan kolaborasi pemeriksaan lab BUN, Kreatinin, Na, Na serum, K serum, Hb, Ht.

Rasional: Untuk mengetahui keseimbangan cairan elektrolit. 9. Lakukan kolaborasi pemeriksaan dan awasi foto dada

Rasional: Peningkatan ukuran jantung, efusi pleura, infiltrasi kongesti penunjukkan respon terhadap cairan.

Aktivitas Lain

10. Tinggikan ekstremitas

Rasional: Meningkatnya aliran darah balik vena (NIC dan NOC, 2011).

Diagnosa 2: Resiko gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, perubahan membran mukosa mulut

Tujuan:

1. Mempertahankan masukan nutrisi yang adekuat. Kriteria Hasil :

(17)

2. Menjelaskan komponen diet yang dianjurkan;

3. Mempertahankan masa tubuh dan berat badan dalam batas normal; 4. Mengungkapkan tekad untuk mematuhi diet.

Rencana Tindakan Aktivitas Mandiri

1. Tentukan motivasi klien untuk mengubah kebiasaan makan. Rasional: Membantu individu untuk makan.

2. Pantau nilai laboratorium, khususnya transferin, albumin, dan elektrolit. Rasional: Mengumpulkan dan menganalisa data klien untuk mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.

3. Manajemen nutrisi

Ketahui makanan kesukaan klien, tentukan kemampuan klien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, pantau kandungan nutrisi dan kalori pada catatan asupan, timbang pasien pada interval yang cepat.

Rasional: Membantu atau menyediakan asupan makanan dan cairan diet seimbang.

4. Ajarkan metode untuk perencanaan makanan

ajarkan pasien/ keluarga tentang makanan yang bergizi dan tidak mahal. manajemen nutrisi: berikan informasi yag tepat tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhinya.

Rasional: Pemberian makanan dan cairan untuk mendukung proses metabolik pasien yang malnutrisi atau beresiko tinggi terhadap malnutrisi.

(18)

Aktivitas Lain

5. Berikan umpan balik positif kepada klien yang menunjukkan peningkatan selera makan.

Berikan makanan yang sesuai dengan pilihan pribadi, budaya, dan agama klien. Membantu individu untuk makan (NIC dan NOC, 2011).

Diagnosa 3: Gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus

Kriteria Hasil

1. Klien mendemonstrasikan aktivitas perawatan kulit rutin yang efektif; 2. Memiliki warna kulit normal;

3. Memiliki suhu tubuh normal;

4. Tidak mengalami nyeri di ekstremitas.

Rencana Tindakan Aktivitas Mandiri

1. Kaji adanya faktor resiko yang dapat menyebabkan kerusakan kulit.

Rasional: Meningkatkan kenyamanan dan keamanan serta mencegah komplikasi.

2. Identifikasi sumber penekanan dan friksi.

Rasional: Meminimalkan penekanan pada bagian-bagian tubuh. 3. Pencegahan ulkus dekubitus.

Rasional: Mencegah ulkus dekubitus pada klien yang berisiko tinggi mengalaminya.

4. Surveilans kulit, pantau kulit terhadap :

Ruam dan lecet, warna dan suhu, kelembapan dan kekeringan yang berlebihan, area kemerahan dan rusak, mengkonsumsi makanan secara

(19)

Rasional: Mengumpulkan data dan menganalisa data klien untuk mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa (NIC dan NOC, 2011).

(20)

B. Asuhan Keperawatan pada Ny.C dengan Masalah Kebutuhan Dasar: Cairan Dan Elektrolit

1. Pengkajian I. Biodata

Identitas Pasien

Nama : Ny.C

Jenis Kelamin : Perempuan

Umur : 61 Tahun

Status Perkawinan : Cerai Agama : Islam Pendidikan : SMA

Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

Alamat : Jln. Bajak II A, kelurahan Harjosari II Golongan Darah : A

Tanggal Pengkajian : 18 Mei 2015

II. Keluhan Utama

Klien mengeluh kedua kakinya bengkak, urine keluar sedikit, mual dan muntah, badan terasa gatal-gatal dan merah.

III. Riwayat Kesehatan Sekarang A. Provocative/ Palliative

1. Apa penyebabnya : kerusakan pada ginjal klien; 2. Hal-hal yang meperbaiki keadaan : klien mengkonsumsi obat. B. Quantity/ Quality

(21)

2. Bagaimana dilihat : tampak kedua kaki klien bengkak.

C. Region

1. Dimana lokasinya : pada bagian kedua kaki;

2. Apakah menyebar : tidak menyebar.

D. Severity

Tidak ditemukan pada saat pengkajian; E. Time

Tidak ditemukan pada saat pengkajian.

IV. RIWAYAT KESEHATAN MASA LALU

A. Penyakit yang Pernah Dialami: klien mengatakan: “memiliki penyakit

Diabetes Mielitus 10 tahun yang lalu”;

B. Pengobatan/ Tindakan yang Dilakukan: klien mengatakan: “ berobat

kerumah sakit ”;

C. Pernah Dirawat/ Dioperasi: klien mengatakan: “pernah dirawat di

RS.Permata Bunda Karena penyakit Diabetes Mielitus”;

D. Lama Dirawat: klien mengatakan: “pernah dirawat di RS. Permata

Bunda selama 1 minggu”;

E. Alergi: klien mengatakan: “tidak memiliki alergi”;

F. Imunisasi: klien mengatakan: “tidak mendapat imunisasi lengkap, hanya

(22)

V. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA

A. Orang Tua: klien mengatakan “orang tuanya sudah meninggal”;

B. Saudara Kandung: klien mengatakan “kakaknya yang anak ke 5

mengalami penyakit penebalan dinding rahim”;

C. Penyakit Keturunan yang Ada: klien mengatakan “memiliki penyakit

keturunan yaitu penyakit Diabetes Mielitus yang diturunkan oleh Ibunya”;

D. Anggota Keluarga yang Meninggal: klien mengatakan “ayah dan ibunya

beserta saudara kandungnya 6 orang sudah meninggal”;

E. Penyebab Meninggal: klien mengatakan “penyebab ayahnya meninggal

karena sakit tua, penyebab ibunya meninggal karena penyakit DM, penyebab saudara kandungnya meninggal karena penyakit kanker payudara, ada yang meninggal karena penyakit jantung dan yang lainnya karena penyakit DM”.

VI. RIWAYAT KEADAAN PSIKOSOSIAL A . Persepsi Klien Tentang Penyakitnya

Penyakitnya tidak bisa sembuh hanya saja dia berharap bisa diberi kekuatan.

B. Konsep Diri

1. Gambaran diri : klien menyukai semua anggota tubuhnya; 2. Ideal diri : klien inggin menjadi seorang ibu yang baik; 3. Harga diri : klien mengatakan bahwa dirinya tidak maksimal

merawat keluarganya karena penyakitnya; 4. Peran diri : klien akan menjadi seorang ibu yang baik

(23)

5. Identitas : klien adalah seorang ibu bagi anaknya.

C. Keadaan Emosi

Klien mampu mengendalikan emosinya dengan baik.

D. Hubungan Sosial

1. Orang yang berarti: orang yang berarti dan berpengaruh dalam hidupnya klien adalah anaknya;

2. Hubungan dengan keluarga: baik, keluarga tetap menemani, merawat dan menjaga klien;

3. Hubungan dengan orang lain: baik, klien mampu berinteraksi dan berkomunikasi dengan baik dengan orang-orang disekitarnya;

4. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain: hambatannya karena saat ini klien masih sakit, klien hanya bisa berhubungan dengan orang lain hanya dirumah saja.

E. Spiritual

1. Nilai dan keyakinan : nilai-nilai dan keyakinan klien adalah mengikuti kegiatan dimasyarakat seperti pengajian dan perwiritan;

2. Kegiatan ibadah : klien melaksanakan sholat.

VII. PEMERIKSAAN FISIK A. Keadaan Umum

Secara umum pada kedua kaki klien mengalami edema, wajah tampak lemas, terdapat luka kering yang sudah menghitam pada punggung kaki klien sebelah kanan.

(24)

B. Tanda-Tanda Vital

1. Suhu tubuh : 37,0 0C 2. Tekanan darah : 150/70 mmHg 3. Nadi : 79 x/menit 4. Pernafasan : 28 x/menit

5. Skala nyeri : tidak terdapat nyeri

6. TB : 165 cm

7. BB : 60 kg

C. Pemeriksaan Head to Toe Kepala dan Rambut

1. Bentuk : bulat, tidak ada benjolan atau pembengkakan; 2. Kulit kepala : bersih, tidak ada iritasi.

Rambut

1. Penyebaran dan keadaan rambut : rambut ikal dan tipis;

2. Bau : tidak ada bau;

3. Warna kulit : kuning langsat.

Wajah

1. Warna kulit : kuning langsat;

2. Struktur wajah : simetris dan tidak ada kelainan.

Mata

1. Kelengkapan dan kesimetrisan : mata lengkap dan simetris; 2. Palpebra : tidak ada kelainan;

(25)

3. Konjungtiva : konjungtiva anemis;

Hidung

1. Tulang hidung dan posisi septum nasi : simetris; 2. Lubang hidung : bersih.

Telinga

1. Bentuk telinga : simetris kanan/kiri; 2. Ukuran telinga : simetris kanan/kiri; 3. Lubang telinga : bersih dan tidak

berbau;

4. Ketajaman pendengaran : pendengaran baik.

Mulut dan Faring

1. Keadaan bibir : mukosa bibir

lembab; 2. Keadaan gusi dan gigi : tidak ada

perdarahan;

3. Keadaan lidah : tidak ada kelainan;

4. Orofaring : tidak dilakukan

pemeriksaan.

Leher

1. Posisi trachea : medial;

2. Thyroid : tidak ada

pembengkakan kelenjar tyroid;

3. Kelenjar limfe : tidak ada pembengkakan;

(26)

4. Vena jugularis : teraba vena jugularis;

5. Denyut nadi karotis : teraba denyut nadi karotis.

Pemeriksaan Integumen

1. Kebersihan : bersih;

2. Kehangatan : kulit teraba sedikit

dingin;

3. Warna : kuning langsat;

4. Turgor : kembali > 2 detik; 5. Kelembaban : lembab;

6. Kelainan pada kulit : terdapat edema pada ekstremitas bawah.

Pemeriksaan Payudara dan Ketiak

1. Ukuran dan bentuk : tidak dilakukan pemeriksaan; 2. Warna payudara dan aerola : tidak dilakukan

pemeriksaan; 3. Kondisi payudara dan puting : tidak dilakukan

pemeriksaan;

Pemeriksaan Thoraks/ Dada

1. Inspeksi thoraks : funnel chest; 2. Pernafasan : 25 x/menit; 3. Tanda kesulitan bernafas : tidak ada.

(27)

Pemeriksan Paru

1. Palpasi getaran suara : antara paru kanan dan kiri getarannya teraba dan sama;

Pemeriksaan Jantung

1. Inspeksi : pembesaran vena junggularis

2. Palpasi : ictus cordis teraba di ics 4 atau 5

3. Perkusi : redup

4. Auskultasi : maka terdengar

friction rub perikardial

Pemeriksaan Abdomen

1. Inspeksi : simetris kanan/kiri;

2. Ausultasi : peristaltik usus 12

x/menit;

3. Palpasi : tidak terdapat nyeri tekan.

Pemeriksaan Kelamin dan Daerah Sekitarnya

1. Genitalia : Tidak dilakukan pemeriksaan;

(28)

2. Anus dan perinium : tidak

dilakukan pemeriksaan.

Pemeriksaan Muskuluskletal

1. Struktur ekstremitas kanan dan kiri atas dan bawah simetris; 2. Terdapat pitting edema pada ekstremitas bawah.

Fungsi Motori

1. Tidak ada kelainan pada fugsi motorik, klien masih mampu melakukan aktivitas sendiri.

Fungsi Sensorik

1. Perabahan: klien tidak dapat membedakan letak sentuhan dengan benda tajam dan tumpul.

Refleks

1. Reflek pattela: positif, terdapat lantar fleksi kaki.

VIII. POLA KEBIASAAN SEHARI-HARI I. Pola Makan dan Minum

1. Frekuensi makan/hari : makan 3 kali sehari;

2. Nafsu/ selera makan : tidak selera makan( klien makan hanya 3 sendok makan); 3. Nyeri ulu hati : tidak ada nyeri ulu hati; 4. Alergi : tidak ada alergi;

5. Mual dan muntah : klien mengatakan: “sering merasa mual”;

6. Waktu pemberian makan : pagi (07.00), siang (12.00), sore (06.00)

(29)

7. Jumlah dan jenis makanan : porsi sedikit;

8. Waktu pemberian cairan/ minum: selama 24 jam klien minum hanya 1 botol air mineral 250 cc;

9.Masalah makan dan minum : tidak selera makan dan dokter menganjurkan untuk sedikit minum.

II. Perawatan Diri/ Personal Hygiene

1. Kebersihan tubuh : bersih;

2. Kebersihan gigi dan mulut : mulut berbau; 3. Kebersihan kuku kaki dan tangan : bersih.

III. Pola Kegiatan/ Aktivitas

1. Uraian aktivitas klien : klien mandi sendiri, makan sendiri, mencuci baju sendiri;

2. Uraian aktivitas ibadah klien selama sakit : klien masih sanggup untuk sholat.

IV. Pola Eliminasi 1. BAB

Pola BAB : 1 x perhari;

Karakteristik feses : konstitensi kuning kecoklatan dan lembek; Riwayat perdarahan : tidak ada perdarahan;

BAB terakhir : sehari sebelum tanggal

pengkajian 18 Mei 2015; Diare : tidak diare;

(30)

Penggunaan laksatif : tidak ada penggunaan laktasif.

2. BAK

Pola BAK : 2-3 x/hari;

Karakter urine : kekuningan dan berbuih; Nyeri/ rasa terbakar/ kesulitan BAK : Tidak ada kesulitan BAK; Riwayat penyakit Ginjal/ Kandung kemih : Ada(1 minggu sebelum pengkajian klien dirawat dirumah sakit dan hasil lab menyatakan bahwa klien mengalami gagal ginjal);

Pengunaan diuretik : Ada obat yang diresepkan dokter;

(31)

2. Analisa Data

No Data Penyebab Masalah

keperawatan

1. Ds : Klien mengatakan: “kedua kakinya bengkak”

Do :

1. Edema dorsal pedis kembali > 2 detik 2. Intake : 250 cc/ 24 jam 3. Output : 100 cc/ 24 jam Kelebihan volume cairan ↑ Edema ↑ Cairan menumpuk di intrasel dan ekstrasel

↑ Reabsorpsi meningkat ↑ Ekskresi tertahan ↑ Glomerular filtration rate menurun ↑ Penurunan fungsi sekresi dan ekskresi

ginjal (glomerulonefritis)

Kelebihan volume cairan

2. Ds : Klien mengatakan: “tidak nafsu makan”

Klien mengatakan: “sering merasa mual”

Do : Klien terlihat lemah BB: 60 kg

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

↑ Berat badan ↓

Pemenuhan nutrisi tidak terpenuhi

Hilangnya nafsu makan dan mual

Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

3. Ds : Klien mengatakan: “sering mengalami gatal-gatal pada bagian tubuh tertentu”

D0 :

Klien terlihat sering menggaruk bagian tubuhnya.

Gangguan integritas kulit

Mengaruk-garuk kulit ↑

Merasakan gatal pada kulit ↑ penyebaran mikroorganisme dikulit ↑ Berkembangnya mikroorganisme ↑ Gangguan integritas kulit.

(32)

mikroorganisme dikulit ↑ Pori-pori terbuka ↑ Perubahan turgor ↑ Cairan menumpuk di ekstrasel 3. Masalah Keperawatan Masalah keperawatan

a. Ketidakseimbangan cairan dan elektrolit;

b. Nutrisi, ketidakseimbangan: kurang dari kebutuhan tubuh; c. Kerusakan Integritas kulit.

Diagnosa Keperawatan (Prioritas)

a. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan disfungsi ginjal, retensi natrium ditandai dengan terdapatnya edema dorsal pedis, intake: 250 cc/ 24 jam , output :100 ml/ 24 jam, edema kembali > 2 detik;

b. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, perubahan membran mukosa mulut ditandai dengan berat badan menurun, klien tidak nafsu makan, bising usus: 12 x/ menit;

c. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus ditandai dengan klien sering menggaruk-garuk badannya, tampak luka kering yang menghitam dibagian punggung kaki sebelah kanan.

(33)

4. Perencanaan Keperawatan dan Rasional Hari/ tanggal No. Diagnosa Perencanaan Keperawatan Selasa 19 Mei 2015 1. Kelebihan volume cairan berhubungan dengan disfungsi ginjal

Tujuan dan kriteria hasil: Tujuan:

1. Klien akan menyatakan pemahaman tentang pembatasan cairan secara verbal.

2. Klien akan menyatakan pemahamannya tentang pengobatan yang diberikan secara verbal.

3. Klien akan mempertahankan berat badan normal untuk klien.

4. Klien tidak mengalami edema Kriteria hasil :

1. Terbebas dari edema 2. Berat badan ideal

3. Pemasukan dan pengeluaran seimbang 4. Paham tentang pengobatan yang diberikan

Rencana tindakan Rasional

Tentukan lokasi dan derajat edema perifer, pada skala 1+ sampai 4+

Timbang berat badan setiap

hari dan pantau

kemajuannya

Pertahankan keakuratan catatan asupan dan haluaran

Ajarkan pasien untuk memperhatikan penyebab dan mengatasi edema, pembatasan diet dan penggunaan dosis, dan efek samping pengobatan yang

Edema terjadi pada jaringan tubuh terutama, seperti tangan, kaki dan mata Peningkatan berat badan lebih dari 0,5 / hari diduga adanya retensi cairan Untuk menentukan kebutuhan pengganti cairan, menentukan fungsi ginjal dan penurunan risiko kelebihan cairan Mengurangi keadaan kelebihan volume cairan yang terjadi

(34)

Aktivitas kolaborasi

Lakukan kolaborasi dalam pemberian obat deuretik

Aktivitas lain

Tinggian ekstremitas

Berikan pendidikan kesehatan kepada klien dan keluarga mengenai penyebab penyakitnya Untuk melebarkan lumen tubular dari debris, meurunkan hiperkalemia dan meningkatkan volume urine yang adekuat Meningkatnya aliran darah balik vena Hari/ tanggal No. Diagnosa Perencanaan Keperawatan Rabu 20 Mei 2015 2. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anoreksia, mual, perubahan membran mukosa mulut

Tujuan dan kriteria hasil: Tujuan:

1. Klien akan mengubah kebiasaan makan 2. Klien mengetahui makanan kesukaannya 3. Klien akan menyatakan mampu memenuhi kebutuhan nutrisi

4. Klien akan mempertahankan berat badan ideal 5. Klien dan keluarga akan menyatakan paham dalam menetukan makanan yang bergizi Kriteria hasil :

1. Makan teratur

2. Dapat menentukan makanan kesukaan 3. Kebutuhan nutrisi terpenuhi

4. Berat badan dalam batas normal

5.Keluarga mengerti menentukan makanan yang bergizi.

Rencana tindakan Rasional

Tentukan motivasi klien untuk mengubah kebiasaan makan

Ketahui makanan kesukaan klien

Tentukan kemampuan klien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi Membantu individu untuk makan Membantu atau menyediakan asupan makanan dan cairan diet seimbang

(35)

Timbang pasien pada interval yang cepat.

Ajarkan metode untuk perencanaan makanan Ajarkan pasien/ keluarga tentang makanan yang bergizi dan tidak mahal. berikan informasi yag tepat tentang kebutuhan nutrisi

dan bagaimana memenuhinya Pemberian makanan dan cairan untuk mendukung proses metabolik pasien yang malnutrisi atau beresiko tinggi terhadap malnutrisi. Hari/ tanggal No. Diagnosa Perencanaan Keperawatan Kamis, 21 Mei 2015 3. Gangguan integritas kulit berhubungan dengan pruritus

Tujuan dan kriteria hasil: Tujuan:

1. Klien akan paham faktor resiko yang dapat menyebabkan kerusakan kulit

2. Klien mengetahui sumber penekanan

3. Klien akan dapat memantau kulit terhadap, ruam, warna, suhu, kelembaban.

Kriteria hasil :

1. Memiliki warna kulit normal 2. Memiliki suhu tubuh normal 3. Tidak ada penekanan

Rencana tindakan Rasional

Kaji adanya faktor resiko yang dapat menyebabkan kerusakan kulit

Identifikasi sumber penekanan

Surveleins kulit: Pantau kulit terhadap: Ruam dan lecet Warna dan suhu Kelembaban Meningkatkan kenyamanan dan keamanan serta mencegah komplikasi Meminimalkan penekanan pada bagian tubuh Mengumpulkan data dan menganalisa data klien untuk mempertahankan integritas kulit dan membran mukosa.

(36)

5. Catatan Perkembangan dan Pelaksanaan Keperawatan Hari/ tanggal Pukul No. Dx Implementasi keperawatan Evaluasi Senin, 18 Mei 2015 08.00-10.00 10.00-11.00 - Melakukan orientasi Menetapkan klien menjadi pasien kelolaan

Klien dan keluarga mengizinkan Selasa, 19 Mei 2015 08.00-10.00 13.00-14.00 1 Melakukan pengkajian Menganalisa data Merumuskan masalah Menetapkan diagnosa Menentukan perencanaan

1. Menentukan lokasi dan derajat edema perifer, pada skala 1+ sampai 4+ 2. Menimbang berat badan klien

3. Menganjurkan klien

untuk mencatat

pemasukan dan

pengeluaran dengan cara mencatat apa saja yang dimakan dan mencatat jumlah pengeluarannya. 4. Menganjurkan klien untuk meninggikan ekstremitas dengan cara meletakkan kaki diatas bantal Data terkumpul Dapat merumuskan masalah Rumusan masalah dapat ditetapkan Diagnosa ditetapkan Menentukan dalam memberikan asuhan keperawatan S: Klien mengataka: “kedua kakinya bengkak” O: 1. Terdapat edema dorsal pedis derajat edema: 1+ yaitu 1mm 2. Berat badan klien 60 kg 3. Klien mengatakan: “saya mencatat pemasukan dan pengeluaran dari apa yang saya makan dan saya minum”

4. Klien

mengatakan: “saya mengikuti anjuran untuk meninggikan kaki diatas bantal” A: Masalah belum teratasi

P: Intervensi dilanjutkan.

(37)

Rabu, 20 Mei 2015 08.00-10.00 10.00-11.00 1 2 1. Memantau kembali derajat edema 2. Menimbang berat badan klien 3. Mengobservasi catatan pengeluaran dan pemasukan dari makanan dan minuman yang dikonsumsi klien dengan menyediakan lembar catatan dan pulen

4. Menganjurkan kembali klien untuk meninggikan ekstremitas dengan kaki diatas bantal. 5. Memberikan pendidikan kesehatan mengenai penyebab penyakitnya 1. Mengkaji motivasi klien untuk mengubah kebiasaan makan

2. Mengkaji makanan kesukaan klien

3. Mengkaji kemampuan klien untuk memenuhi kebutuhan nutrisi

4. Menimbang berat badan klien

5. Mengajarkan klien dan keluarga tentang makanan yang bergizi

6. Memberikan informasi yang tepat tentang kebutuhan nutrisi dan bagaimana memenuhinya. 7. Motivasi keluarga untuk menyiapkan makanan sesuai dengan

S: Klien mengataka: “kedua kakinya masih bengkak” O: 1. Terdapat edema dorsal pedis derajat edema: 1+ yaitu 1mm 2. Berat badan klien 60 kg 3. Input: 250 cc output: 100 cc 4. Klien mengatakan: “melakukan anjuran untuk meninggikan kaki diatas bantal” 5. Klien tampak mendengarkan informasi yang diberikan A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan. S: Klien mengataka: “saya tidak selera makan, karena menu yang diberikan tidak sesuai dengan keinginannya dan klien mengatakan sering merasa mual” O: 1. Klien tampak belum mengubah kebiasaan makannya yaitu mengenai keteraturan makan 2. Klien dapat menentukan makanan

(38)

11.00-12.00 3

Rendah garam dan tidak berlemak.

1. Mengkaji adanya faktor resiko yang dapat memyebabkan kerusakan kulit 2. Mengidentifikasi sumber penekanan 3. Memantau surveilens kulit:

Ruam dan lecet Warna dan suhu Kelembaban 3. Klien belum mampu memenuhi kebutuhan nutrisinya 4. BB: 60 kg 5. Klien paham menentukan makanan yang bergizi yaitu dengan cara mendengarkan anjuran yang sudah diberikan

6. Keluarga belum menyediakan diit yang sesuai dengan anjuran dokter A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan dan dimodivikasi. S: Klien mengataka: “saya sering mengalami gatal-gatal pada bagian tubuh tertentu” O: 1. Terdapat edema pada kulit 2. Sumber penekanan pada bagian ekstremitas bawah klien yaitu di kedua kaki 3. Suhu tubuh klien 37o C Kulit teraba lembab. 4. Terdapat lesi pada punggung kaki A: Masalah belum teratasi

(39)

dilanjutkan dan dimodivikasi. Kamis, 20 Mei 2015 08.00-10.00 10.00-11.00 1 2 1. Memantau kembali derajat edema perifer, pada skala 1+ sampai 4+ 2. Menimbang berat badan klien 3. Mengobservasi kembali catatan pemasukan dan pengeluaran dari makanan dan minuman yang dikonsumsi

4. Mengkaji kembali apakah klien melakukan saran untuk meninggikan kaki dengan bantal

1. Memantau apakah klien sudah mampu memenuhi kebutuhan nutrisi 2. Menimbang berat badan klien S: Klien mengataka: “kaki saya masih bengkak” O: 1. Derajat edema 1+, penekanan kembali > dari 2 detik 2. BB: 60 kg 3. Input: 250 cc/ 24 jam Output: 100 cc/ 24 jam 4. Klien mengikuti saran Meninggikan kaki dengan bantal A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan dan dimodivikasi. S: Klien mengataka: “saya sudah mampu memenuhi kebutuhan nutrisi yang sesuai dengan penyakitnya tetapi terkadang klien masih merasa tidak selera makan” O: 1. Klien tampak sudah dapat mengatur pola makannya 2. BB: 60 kg A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dilanjutkan dan dimodivikasi

(40)

11.00-12.00 3 1. Memantau kembali adanya penekanan

2. Memantau kembali surveilens kulit

Ruam dan lecet Warna dan suhu Kelembaban S: Klien mengataka: “masih sering mengalami gatal-gatal pada bagian tubuhnya” O: 1. Penekanan pada kulit kembali > dari 2 detik 2. Kulit teraba lembab Suhu: 36,9oC 3. Terdapat lesi pada punggung kaki A: Masalah belum teratasi P: Intervensi dianjutkan Jumat, 21 Mei 2015 08.00-10.00 - 1. Menganjurkan klien untuk tetap berobat 2. Menganjurkan klien

untuk tetap

melaksanakan anjuran yang telah dilakukan

Untuk diagnosa 1: Masih belum teratasi Untuk diagnosa 2: Masih belum teratasi Untuk diagnosa 3: Masih belum teratasi

Referensi

Dokumen terkait

menggunakan metode analisis rasio keuangan harus dinilai pencapaiannya dengan menunjukkan hasil akhir dengan nilai tambah agar memenuhi harapan pemegang saham yang dinilai

Selanjutnya yaitu pencampuran serat aren yang kering seperti pada Gambar 7 dan bubur kertas yag sudah dikeringkan seperti pada Gambar 8, kedua bahan tersebut dicampurkan

Satu isolat yang diisolasi dari sample pasir Gunung Bromo belum pernah diuji potensi antibiotiknya, baik menggunakan metode agar block, sumuran maupun

Adsorpsi fisika terjadi karena adanya ikatan Van der waals, dan bila ikatan tarik antar molekul adsorbat dengan adsorban lebih besar dari ikatan antara molekul zat terlarut

 Orang yang Orang yang sukses sukses sesungguhnya sesungguhnya adalah yang adalah yang ketika disana ketika disana namanya namanya diumumkan diumumkan kepada semua

Diharapkan dengan adanya perubahan nilai probabilitas mutasi pada QoS routing jaringan IP dengan menggunakan dynamic penalty function method, maka total waktu pegiriman paket

Berdasarkan ketiga-tiga buah buku yang dikaji iaitu buku Tatabahasa Dewan, Tatabahasa Asas dan Nahu Melayu Mutakhir, dapat dirumuskan bahawa terdapat beberapa perbezaan antara

yang sesuai dengan materi pelajaran, variasi metode selama kegiatan berlansung, dan variasi metode yang dapat meningkatkan aktivitas siswa. Sebelumnya sudah dipaparkan