BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
Osteomielitis merupakan infeksi yang terjadi pada tulang. Infeksi ini dapat
Osteomielitis merupakan infeksi yang terjadi pada tulang. Infeksi ini dapat
terjadi akibat infeksi yang menyebar melalui pembuluh darah atau penyebaran
terjadi akibat infeksi yang menyebar melalui pembuluh darah atau penyebaran
melalui jaringan sekitar. Infeksi ini juga dapat terjadi akibat infeksi langsung
melalui jaringan sekitar. Infeksi ini juga dapat terjadi akibat infeksi langsung
terhadap tulang tersebut. Kejadian seperti trauma dapat mengubah integrasi dari
terhadap tulang tersebut. Kejadian seperti trauma dapat mengubah integrasi dari
tulang dan menimbulkan onset infeksi pada tulang.
tulang dan menimbulkan onset infeksi pada tulang.11
Prevalensi terjadinya osteomielitis telah mengalami penurunan selama
Prevalensi terjadinya osteomielitis telah mengalami penurunan selama
beberapa
beberapa tahun tahun disebabkan disebabkan oleh oleh semakin semakin meningkatnya meningkatnya kontrol kontrol penyebaranpenyebaran
osteomyelitis pada banyak rumah sakit. Hal ini juga terjadi akibat semakin
osteomyelitis pada banyak rumah sakit. Hal ini juga terjadi akibat semakin
meningkatnya pemahaman mengenai pengobatan osteomielitis. Insidensi
meningkatnya pemahaman mengenai pengobatan osteomielitis. Insidensi
osteomielitis pada anak di Amerika pada tahun 1970 telah mengalami
osteomielitis pada anak di Amerika pada tahun 1970 telah mengalami
pengurangan dari 87 p
pengurangan dari 87 per 10.000 kejadian menjadi 47 per 10.0er 10.000 kejadian menjadi 47 per 10.000 kejadian.00 kejadian.11
Osteomielitis masih merupakan permasalahan di Indonesia karena tingkat Osteomielitis masih merupakan permasalahan di Indonesia karena tingkat higienis yang masih rendah dan pengertian mengenai pengobatan yang belum higienis yang masih rendah dan pengertian mengenai pengobatan yang belum baik,
baik, diagnosis diagnosis yang yang sering sering terlambat terlambat sehingga sehingga biasanya biasanya berakhir berakhir dengandengan osteomyelitis kronis, fasilitas diagnostik yang belum memadai di puskesmas, osteomyelitis kronis, fasilitas diagnostik yang belum memadai di puskesmas, angka kejadian tuberkulosis yang masih tinggi sehingga kasus-kasus tuberkulosis angka kejadian tuberkulosis yang masih tinggi sehingga kasus-kasus tuberkulosis tulang dan sendi juga masih tinggi, pengobatan osteomyelitis memerlukan waktu tulang dan sendi juga masih tinggi, pengobatan osteomyelitis memerlukan waktu yang cukup lama dan biaya tinggi, serta banyaknya penderita dengan fraktur yang cukup lama dan biaya tinggi, serta banyaknya penderita dengan fraktur terbuka yang datang terlambat dan biasanya datang dengan komplikasi terbuka yang datang terlambat dan biasanya datang dengan komplikasi osteomyelitis.
osteomyelitis.2,32,3 Referat ini berusaha merangkum mengenai patogenesis,Referat ini berusaha merangkum mengenai patogenesis, diagnosis, dan tatalaksana dari osteomielitis agar sebagai dokter umum dapat diagnosis, dan tatalaksana dari osteomielitis agar sebagai dokter umum dapat mencegah dan mengobati penyakit osteomyelitis tersebut.
BAB II BAB II TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA 2.1 2.1 DEFINISIDEFINISI
Osteomielitis (berasal dari kata
Osteomielitis (berasal dari kata osteoosteo dan dan mielitismielitis) adalah radang tulang) adalah radang tulang yang disebabkan oleh organisme piogenik, walaupun berbagai organ infeksi lain yang disebabkan oleh organisme piogenik, walaupun berbagai organ infeksi lain juga
juga dapat dapat menyebabkannya. menyebabkannya. Ini Ini dapat dapat tetap tetap terlokalisasi terlokalisasi atau atau dapat dapat tersebartersebar melalui tulang, melibatkan sumsum, korteks, jaringan kanselosa, dan periosteum. melalui tulang, melibatkan sumsum, korteks, jaringan kanselosa, dan periosteum.22
Osteomielitis adalah infeksi tulang dan sumsum tulang. Penyebab Osteomielitis adalah infeksi tulang dan sumsum tulang. Penyebab tersering adalah bakteri, walaupun penyebab lain seperti jamur juga didapati pada tersering adalah bakteri, walaupun penyebab lain seperti jamur juga didapati pada penderita
penderita dengan dengan imunikompromais, imunikompromais, seperti seperti neonatus neonatus dan dan pasien pasien dengandengan defisiensi imun. Penyebaran mikroorganisme ke dalam tulang dapat secara defisiensi imun. Penyebaran mikroorganisme ke dalam tulang dapat secara hematogen, inokulasi langsung dari luar seperti pada trauma (fraktur terbuka atau hematogen, inokulasi langsung dari luar seperti pada trauma (fraktur terbuka atau operasi), ataupun melalui penyebaran langsung dari struktur yang terinfeksi di operasi), ataupun melalui penyebaran langsung dari struktur yang terinfeksi di sekitarnya.
sekitarnya.44
2.2
2.2 EPIDEMIOLOGIEPIDEMIOLOGI
Prevalensi keseluruhan adalah 1 kasus per 5.000 anak. Prevalensi neonates Prevalensi keseluruhan adalah 1 kasus per 5.000 anak. Prevalensi neonates adalah sekitar 1 kasus per 1.000 kejadian. Sedangkan kejadian pada pasien dengan adalah sekitar 1 kasus per 1.000 kejadian. Sedangkan kejadian pada pasien dengan anemia sel sabit adalah sekitar 0,36%. Prevalensi osteomielitis setelah trauma anemia sel sabit adalah sekitar 0,36%. Prevalensi osteomielitis setelah trauma pada kaki s
pada kaki sekitar 16% ekitar 16% (30-40% pada (30-40% pada pasien dengan pasien dengan DM). Insidensi DM). Insidensi osteomielitisosteomielitis vertebral adalah sekitar
vertebral adalah sekitar 2,4 kasus per 100.000 penduduk. Osteomielitis hematogen2,4 kasus per 100.000 penduduk. Osteomielitis hematogen akut banyak ditemukan pada anak-anak, anak laki-laki lebih sering terkena akut banyak ditemukan pada anak-anak, anak laki-laki lebih sering terkena dibanding perempuan (3:1). Tulang yang sering terkena adalah tulang panjang dan dibanding perempuan (3:1). Tulang yang sering terkena adalah tulang panjang dan tersering adalah femur, tibia, humerus, radius, ulna, fibula. Pada dewasa infeksi tersering adalah femur, tibia, humerus, radius, ulna, fibula. Pada dewasa infeksi hematogen biasanya paling banyak pada tulang vertebra dibandingkan tulang hematogen biasanya paling banyak pada tulang vertebra dibandingkan tulang panjang.
panjang.
Orang dewasa terkena karena menurunnya pertahanan tubuh karena Orang dewasa terkena karena menurunnya pertahanan tubuh karena kelemahan, penyakit ataupun obat-obatan. Diabetes juga berhubungan dengan kelemahan, penyakit ataupun obat-obatan. Diabetes juga berhubungan dengan osteomielitis, imunosupresi sementara
osteomielitis, imunosupresi sementara baik baik yang yang didapat didapat ataupun ataupun di di induksiinduksi meningkatkan faktor predisposisi, trauma menentukan tempat infeksi, meningkatkan faktor predisposisi, trauma menentukan tempat infeksi,
kemungkinan disebabkan oleh hematom kecil atau terkumpulnya cairan di tulang. kemungkinan disebabkan oleh hematom kecil atau terkumpulnya cairan di tulang. Morbiditas dapat signifikan dan dapat termasuk penyebaran infeksi lokal ke Morbiditas dapat signifikan dan dapat termasuk penyebaran infeksi lokal ke jaringan
jaringan lunak lunak yang terkait yang terkait atau atau sendi; sendi; berevolusi berevolusi menjadi menjadi infeksi infeksi kronis, dengankronis, dengan rasa nyeri dan kecacatan; amputasi ekstremitas yang terlibat; infeksi umum; atau rasa nyeri dan kecacatan; amputasi ekstremitas yang terlibat; infeksi umum; atau sepsis. Sebanyak10-15% pasien dengan osteomielitis vertebral mengembangkan sepsis. Sebanyak10-15% pasien dengan osteomielitis vertebral mengembangkan temuan neurologis atau kompresi corda spinalis. Sebanyak 30% dari pasien anak temuan neurologis atau kompresi corda spinalis. Sebanyak 30% dari pasien anak dengan osteomielitis tulang panjang dapat berkembang menjadi trombosis vena dengan osteomielitis tulang panjang dapat berkembang menjadi trombosis vena dalam (DVT). Perkembangan DVT juga dapat menjadi penanda adanya dalam (DVT). Perkembangan DVT juga dapat menjadi penanda adanya penyebarluasan infeksi.
penyebarluasan infeksi.55
2.3
2.3 ETIOLOGIETIOLOGI
Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus merupakan organisme tersering penyebab merupakan organisme tersering penyebab osteomielitis terutama osteomiletis akut yaitu lebih kurang 90% kasus. Tempat osteomielitis terutama osteomiletis akut yaitu lebih kurang 90% kasus. Tempat masuk dari bakteri ialah melalui kulit yang terluka dan terinfeksi, lecet, dan masuk dari bakteri ialah melalui kulit yang terluka dan terinfeksi, lecet, dan jerawat ata
jerawat atau bisul. u bisul. Terkadang juga Terkadang juga dapat melaldapat melalui mukosa ui mukosa membran selaput membran selaput lendirlendir dari saluran napas atas sebagai komplikasi dari infeksi tenggorokan atau hidung. dari saluran napas atas sebagai komplikasi dari infeksi tenggorokan atau hidung. Bahkan bila menyikat gigi yang telalu kuat dan menyebabkan inflamasi
Bahkan bila menyikat gigi yang telalu kuat dan menyebabkan inflamasi gusi dapatgusi dapat mengakibatkan bakteremia transien. Adanya bakteremia, memainkan peranan mengakibatkan bakteremia transien. Adanya bakteremia, memainkan peranan penting dalam menentukan
penting dalam menentukan bagian tulang bagian tulang yang berkembang menjadi yang berkembang menjadi osteomielitisosteomielitis (kemungkinan karena ada trombosis lokal dan penurunan resistensi terhadap (kemungkinan karena ada trombosis lokal dan penurunan resistensi terhadap infeksi) selain itu juga menjelaskan mengapa insiden osteomielitis lebih tinggi infeksi) selain itu juga menjelaskan mengapa insiden osteomielitis lebih tinggi pada laki-laki dan lebih sering menyerang ekstremitas bawah.
pada laki-laki dan lebih sering menyerang ekstremitas bawah.66
Selain itu bakteri lain yang dapat menyebabkan osteomielitis ialah Selain itu bakteri lain yang dapat menyebabkan osteomielitis ialah Streptococcus
Streptococcus dan dan Pneumococcus Pneumococcus terutama pada bayi. Dengan berkembangnya terutama pada bayi. Dengan berkembangnya vaksin yang efektif maka
vaksin yang efektif maka Haemophilus Haemophilus influenzaeinfluenzae sudah jarang menyebabkan sudah jarang menyebabkan osteomielitis.
osteomielitis.77 Bakteri lain yang dapat menyebabkan osteomielitis yaituBakteri lain yang dapat menyebabkan osteomielitis yaitu E. E. collicolli,, Aerogenus
Aerogenus kapsulatakapsulata,, Salmonella tifosaSalmonella tifosa,, Psedumonas Psedumonas aerogenusaerogenus,, Proteus Proteus mirabilis
mirabilis,, Brucella Brucella, dan bakteri anaerobik yaitu, dan bakteri anaerobik yaitu Bakteroides fragilis. Bakteroides fragilis.22 Untuk osteomielitis kronis terutama disebabkan bakteri
Untuk osteomielitis kronis terutama disebabkan bakteri StaphylococcusStaphylococcus auerus
epidermidis
epidermidis merupakan penyebab utama osteomielitis kronik pada pasien operasi merupakan penyebab utama osteomielitis kronik pada pasien operasi ortopedi yang menggunakan implan.
ortopedi yang menggunakan implan.22
Organisme penyebab osteomielitis tersering berdasarkan umur pasien : Organisme penyebab osteomielitis tersering berdasarkan umur pasien :
Bayi
Bayi ( ( < < 1 1 tahun) tahun) -- Grup B StreptococciGrup B Streptococci -- Staphylococcus auereusStaphylococcus auereus -- Escherichia coli Escherichia coli
Anak (1
Anak (1
–
–
16 16 tahun) tahun) -- Staphylococcus auereusStaphylococcus auereus -- Streptococcus pyogenesStreptococcus pyogenes -- Haemophilus influenzae Haemophilus influenzae DewasaDewasa ( ( >16 >16 tahun) tahun) -- Staphylococcus epidermidisStaphylococcus epidermidis -- Staphylococcus auereusStaphylococcus auereus -- Pseudomonas aerugino Pseudomonas aeruginosasa -- Serratia mercescensSerratia mercescens -- Escherichia coli Escherichia coli
Tabel 1. Organisme Penyebab Osteomielitis Berdasarkan Umur Tabel 1. Organisme Penyebab Osteomielitis Berdasarkan Umur22
2.4
2.4 PATOFISIOLOGIPATOFISIOLOGI
Penyebaan osteomielitis terjadi melalui dua cara,
Penyebaan osteomielitis terjadi melalui dua cara, yaitu:yaitu:22 1.
1. Penyebaran umumPenyebaran umum
-- Melalui sirkulasi darah berupa bakteremia dan septikemiaMelalui sirkulasi darah berupa bakteremia dan septikemia
-- Melalui embolus infeksi yang menyebabkan infeksi multifokal padaMelalui embolus infeksi yang menyebabkan infeksi multifokal pada daerah-daerah lain
daerah-daerah lain 2.
2. Penyebaran lokalPenyebaran lokal
-- Subperiosteal abses akibat penerobosan abses melalui periostSubperiosteal abses akibat penerobosan abses melalui periost
-- Selulitis akibat abses subperiosteal menembus sampai di bawah kulitSelulitis akibat abses subperiosteal menembus sampai di bawah kulit -- Penyebaran ke dalam sendi sehingga terjadi arthritis septikPenyebaran ke dalam sendi sehingga terjadi arthritis septik
-- Penyebaran ke medula tulang sekitarnya sehingga sistem sirkulasi kePenyebaran ke medula tulang sekitarnya sehingga sistem sirkulasi ke dalam tulang terganggu.
dalam tulang terganggu.
Perkembangan awal dan cepat dari osteomielitis hematogen yang tidak Perkembangan awal dan cepat dari osteomielitis hematogen yang tidak diobati ditandai adanya fokus awal kecil dari inflamasi bakteri disertai hiperemia diobati ditandai adanya fokus awal kecil dari inflamasi bakteri disertai hiperemia awal dan edema pada tulang
panjang.
panjang. Tidak Tidak seperti seperti jaringan jaringan lunak lunak yang yang mampu mampu berkembang berkembang untukuntuk mengakomodasi pembengkakan, tulang merupakan suatu ruang yang tertutup dan mengakomodasi pembengkakan, tulang merupakan suatu ruang yang tertutup dan kaku.
kaku. Oleh Oleh karena karena itu, itu, edema edema awal awal dari dari proses proses inflamasi inflamasi menyebabkanmenyebabkan peningkatan
peningkatan tajam tajam tekanan tekanan intraosseous. intraosseous. Sehingga Sehingga menimbulkan menimbulkan gejala gejala berupaberupa nyeri lokal yang berat dan konstan. Terbentuknya pus
nyeri lokal yang berat dan konstan. Terbentuknya pus juga semakin meningkatkanjuga semakin meningkatkan tekanan lokal dan
tekanan lokal dan menyebabkan trombosis pembmenyebabkan trombosis pembuluh darah dan uluh darah dan nekrosis tulang.nekrosis tulang.66 Infeksi yang tidak diobati akan menyebar cepat dengan berbagai cara, Infeksi yang tidak diobati akan menyebar cepat dengan berbagai cara, menghancurkan tulang melalui osteolisis. Melalui pembuluh darah yang rusak di menghancurkan tulang melalui osteolisis. Melalui pembuluh darah yang rusak di lesi lokal, sejumlah besar bakteri kembali menyerang aliran darah dan bakteremia lesi lokal, sejumlah besar bakteri kembali menyerang aliran darah dan bakteremia yang tidak terdeteksi tersebut menjadi septikemia yang bermanifestasi menjadi yang tidak terdeteksi tersebut menjadi septikemia yang bermanifestasi menjadi malaise, anoreksia, dan demam. Penyebaran lokal infeksi melalui ekstensi malaise, anoreksia, dan demam. Penyebaran lokal infeksi melalui ekstensi langsung dibantu oleh peningkatan tekanan lokal, menembus korteks yang tipis di langsung dibantu oleh peningkatan tekanan lokal, menembus korteks yang tipis di daerah metafisis dan melibatkan periosteum yang sangat sensitif sehingga terjadi daerah metafisis dan melibatkan periosteum yang sangat sensitif sehingga terjadi tenderness
tenderness lokal. Periosteum yang melekat pada tulang selama masa kanak-kanak lokal. Periosteum yang melekat pada tulang selama masa kanak-kanak menjadi longgar lalu terpisah dari meninggi dari tulangnya. Hasilnya berupa abses menjadi longgar lalu terpisah dari meninggi dari tulangnya. Hasilnya berupa abses subperiosteal yang tetap terlokalisasi atau menyebar ke seluruh
subperiosteal yang tetap terlokalisasi atau menyebar ke seluruh shaft shaft tulang. tulang. Periosteum yang meninggi akan mengganggu aliran darah yang mendasari korteks Periosteum yang meninggi akan mengganggu aliran darah yang mendasari korteks sehingga memperluas nekrosis tulang.
Gambar 1. Mekanisme Terjadinya Osteomielitis Gambar 1. Mekanisme Terjadinya Osteomielitis44
Setelah beberapa hari pertama, infeksi menembus periosteum dan Setelah beberapa hari pertama, infeksi menembus periosteum dan menyebabkan selulitis dan akhirnya berupa abses jaringan lunak. Pada daerah menyebabkan selulitis dan akhirnya berupa abses jaringan lunak. Pada daerah metafisis di dalam sendi sinovial, seperti ujung atas femur dan radius, penetrasi metafisis di dalam sendi sinovial, seperti ujung atas femur dan radius, penetrasi periosteum
periosteum membawa membawa infeksi infeksi secara secara langsung langsung ke ke dalam dalam sendi sendi dan dan menyebabkanmenyebabkan arthritis septik. Di sisi lain ketika daerah metafisis luar tetapi dekat dengan sendi arthritis septik. Di sisi lain ketika daerah metafisis luar tetapi dekat dengan sendi maka sering terbentuk efusi sinovial steril.
maka sering terbentuk efusi sinovial steril.
Sementara itu, penyebaran infeksi lokal melalui rongga meduler dapat Sementara itu, penyebaran infeksi lokal melalui rongga meduler dapat mengganggu sirkulasi internal. Daerah yang dihasilkan dari nekrosis tulang yang mengganggu sirkulasi internal. Daerah yang dihasilkan dari nekrosis tulang yang mungkin berbeda dalam batas dari
mungkin berbeda dalam batas dari spicule spicule kecil ke seluruh kecil ke seluruh shaft shaft dan akhirnya dan akhirnya terpisah sehingga terbentuk kepingan jaringan tulang yang sudah mati dan disebut terpisah sehingga terbentuk kepingan jaringan tulang yang sudah mati dan disebut sebagai sekuestrum. Pembentukan tulang baru yang luas dari lapisan dalam sebagai sekuestrum. Pembentukan tulang baru yang luas dari lapisan dalam periosteum
periosteum menyebabkanmenyebabkan shaft shaft tulang terbungkus atau disebut sebagaitulang terbungkus atau disebut sebagai involokrum, yang mempertahankan eterlibatan tulang bahkan ketika segemen involokrum, yang mempertahankan eterlibatan tulang bahkan ketika segemen besar
besar daridari shaft shaft mati dan mengalami sekuestrum. Lempeng epifisis berperan mati dan mengalami sekuestrum. Lempeng epifisis berperan sebagai penghalang penyebaran langsung infeksi tetapi bila lempeng tersebut sebagai penghalang penyebaran langsung infeksi tetapi bila lempeng tersebut sudah rusak maka gangguan pertumbuhan yang serius akan muncul di kemudian sudah rusak maka gangguan pertumbuhan yang serius akan muncul di kemudian
hari.
hari. Jika tidak dikontrol, setiap saat septikemia dapat menyebabkan fokusJika tidak dikontrol, setiap saat septikemia dapat menyebabkan fokus metafisis infeksi pada tulang lainnya. Lebih pentingnya hal tersebut akan metafisis infeksi pada tulang lainnya. Lebih pentingnya hal tersebut akan menyebabkan fokus infeksi pada organ lain terutama di paru-paru dan otak juga menyebabkan fokus infeksi pada organ lain terutama di paru-paru dan otak juga menyebabkan kematian.
menyebabkan kematian.66
2.5
2.5 KLASIFIKASIKLASIFIKASI
Osteomielitis secara umum dapat diklasifikasikan berdasarkan perjalanan Osteomielitis secara umum dapat diklasifikasikan berdasarkan perjalanan klinis, yaitu osteomielitis akut, subakut, dan kronis. Hal tersebut tergantung dari klinis, yaitu osteomielitis akut, subakut, dan kronis. Hal tersebut tergantung dari intensitas proses infeksi dan gejala
intensitas proses infeksi dan gejala yang terkait.yang terkait.88 2.5.1
2.5.1 Osteomielitis Hematogen AkutOsteomielitis Hematogen Akut
Osteomielitis hematogen akut merupakan infeksi tulang dan sumsum Osteomielitis hematogen akut merupakan infeksi tulang dan sumsum tulang akut yang disebabkan oleh bakteri piogen di mana mikroorganisme berasal tulang akut yang disebabkan oleh bakteri piogen di mana mikroorganisme berasal dari fokus di tempat lain dan beredar melalui sirkulasi darah. Kelainan ini sering dari fokus di tempat lain dan beredar melalui sirkulasi darah. Kelainan ini sering ditemukan pada anak-anak dan sangat jarang pada orang dewasa. Diagnosis yang ditemukan pada anak-anak dan sangat jarang pada orang dewasa. Diagnosis yang dini sangat penting oleh karena prognosis tergantung dari pengobatan yang tepat dini sangat penting oleh karena prognosis tergantung dari pengobatan yang tepat dan segera.
dan segera.99
Sebanyak 90 % disebabkan oleh
Sebanyak 90 % disebabkan oleh Stafilokokus aureus hemoliticusStafilokokus aureus hemoliticus (koagulasi positif) dan jarang oleh streptokokus hemolitikus. Pada anak umur di (koagulasi positif) dan jarang oleh streptokokus hemolitikus. Pada anak umur di bawah
bawah 4 4 tahun tahun sebanyak sebanyak 50 50 % % disebabkan disebabkan oleholeh Hemofilus Hemofilus influenzainfluenza. Adapun. Adapun organisme lain seperti
organisme lain seperti B. B. ColliColli,, B. B. Aerogenus Aerogenus kapsulatakapsulata,, Pneumococcus Pneumococcus sp,sp, Salmonella tifosa
Salmonella tifosa,, Pseudomonas Pseudomonas aerogenusaerogenus,, Proteus Proteus mirabilismirabilis,, Brucella Brucella sp, dan sp, dan bakteri anaerobik yaitu
bakteri anaerobik yaitu Bakteroides fragilis Bakteroides fragilis juga dapat menyebabkan osteomielitis juga dapat menyebabkan osteomielitis hematogen akut.
hematogen akut. Faktor predisposisi osteomielitis akut adalah sebagai berikut.Faktor predisposisi osteomielitis akut adalah sebagai berikut.88
Umur, terutama mengenai bayi dan anak-anakUmur, terutama mengenai bayi dan anak-anak
Jenis kelamin, lebih sering pada laki-laki daripada wanita denganJenis kelamin, lebih sering pada laki-laki daripada wanita dengan
perbandingan 4:1. perbandingan 4:1.
Trauma, hematogen akibat trauma pada daerah metafisis, merupakan salahTrauma, hematogen akibat trauma pada daerah metafisis, merupakan salah
satu faktor predisposisi terjadinya osteomielitis hematogen akut. satu faktor predisposisi terjadinya osteomielitis hematogen akut.
Lokasi, osteomielitis hematogen akut sering terjadi pada daerah metafisisLokasi, osteomielitis hematogen akut sering terjadi pada daerah metafisis
karena daerah ini merupakan daerah aktif tempat terjadinya pertumbuhan karena daerah ini merupakan daerah aktif tempat terjadinya pertumbuhan tulang.
Nutrisi, Nutrisi, lingkungan lingkungan dan dan imunitas imunitas yang yang buruk buruk serta serta adanya adanya fokus fokus infeksiinfeksi
sebelumnya (seperti bisul, tonsilitis) merupakan faktor predisposisi sebelumnya (seperti bisul, tonsilitis) merupakan faktor predisposisi osteomielitis hematogen akut.
osteomielitis hematogen akut.2,72,7
2.5.2
2.5.2 Osteomielitis Hematogen SubakutOsteomielitis Hematogen Subakut
Gejala osteomielitis hematogen subakut lebih ringan oleh karena Gejala osteomielitis hematogen subakut lebih ringan oleh karena organisme penyebabnya kurang purulen dan penderita lebih resist
organisme penyebabnya kurang purulen dan penderita lebih resist en.en. a.
a. EtiologiEtiologi
Osteomielitis hematogen subakut biasanya disebabkan oleh
Osteomielitis hematogen subakut biasanya disebabkan oleh StafilokokusStafilokokus aureus
aureus dan umumnya berlokasi di bagian distal femur dan proksimal tibia. dan umumnya berlokasi di bagian distal femur dan proksimal tibia. b.
b. PatologiPatologi
Biasanya terdapat kavitas dengan batas tegas pada tulang kanselosa dan Biasanya terdapat kavitas dengan batas tegas pada tulang kanselosa dan mengandung cairan seropurulen. Kavitas dilingkari oleh jaringan granulasi mengandung cairan seropurulen. Kavitas dilingkari oleh jaringan granulasi yang terdiri atas sel-sel inflamasi akut dan kronik dan biasanya terdapat yang terdiri atas sel-sel inflamasi akut dan kronik dan biasanya terdapat penebalan trabekula.
penebalan trabekula. c.
c. Gambaran KlinisGambaran Klinis
Osteomielitis hematogen subakut biasanya ditemukan pada anak-anak dan Osteomielitis hematogen subakut biasanya ditemukan pada anak-anak dan remaja. Gambaran klinis yang dapat ditemukan adalah atrofi otot, nyeri lokal, remaja. Gambaran klinis yang dapat ditemukan adalah atrofi otot, nyeri lokal, sedikit pembengkakan, dan dapat pula penderita menjadi pincang. Terdapat sedikit pembengkakan, dan dapat pula penderita menjadi pincang. Terdapat rasa nyeri pada daerah sekitar sendi selama beberapa minggu atau mungkin rasa nyeri pada daerah sekitar sendi selama beberapa minggu atau mungkin berbulan-bulan. Suhu
berbulan-bulan. Suhu tubuh biasanya normal.tubuh biasanya normal.7,8,107,8,10 d.
d. Pemeriksaan RadiologisPemeriksaan Radiologis
Dengan foto Rontgen biasanya ditemukan kavitas berdiameter 1-2 cm Dengan foto Rontgen biasanya ditemukan kavitas berdiameter 1-2 cm terutama pada daerah metafisis dari tibia dan femur atau kadang-kadang pada terutama pada daerah metafisis dari tibia dan femur atau kadang-kadang pada daerah diafisis tulang panjang.
Gambar 2.
Gambar 2. Radiologi abses Brodie pada epifisis Radiologi abses Brodie pada epifisis distal tibia pada anak usia 3 tahundistal tibia pada anak usia 3 tahun88
Gambar 3.
Gambar 3. Radiologik dari abses Radiologik dari abses Brodie yang dapat ditemBrodie yang dapat ditemukan pada osteomielitisukan pada osteomielitis sub akut/kronik. Pada gambar terlihat kavitas yang dikelilingi oleh daerah sub akut/kronik. Pada gambar terlihat kavitas yang dikelilingi oleh daerah
sklerosis. sklerosis.
2.5.3
2.5.3 Osteomielitis Hematogen Kronik Osteomielitis Hematogen Kronik
Osteomielitis kronis umumnya merupakan lanjutan dari osteomielitis akut Osteomielitis kronis umumnya merupakan lanjutan dari osteomielitis akut yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati dengan baik. Osteomielitis kronis juga yang tidak terdiagnosis atau tidak diobati dengan baik. Osteomielitis kronis juga dapat terjadi setelah fraktur terbuka ata
dapat terjadi setelah fraktur terbuka atau setelah tindakan operasi pada tulang.u setelah tindakan operasi pada tulang. a.
a. EtiologiEtiologi
Bakteri penyebab osteomielitis kronis terutama oleh S
Bakteri penyebab osteomielitis kronis terutama oleh Stafilokokus aureustafilokokus aureus (75 %), atau
(75 %), atau E colli E colli,, Proteus Proteus sp atausp atau Pseudomonas Pseudomonas sp.sp. b.
b. PatologiPatologi
Infeksi tulang dapat menyebabkan terjadinya sekuestrum yang menghambat Infeksi tulang dapat menyebabkan terjadinya sekuestrum yang menghambat terjadinya resolusi dan penyembuhan spontan yang normal pada tulang. terjadinya resolusi dan penyembuhan spontan yang normal pada tulang. Sekuestrum ini merupakan benda asing bagi tulang dan mencegah terjadinya Sekuestrum ini merupakan benda asing bagi tulang dan mencegah terjadinya penutupan kloaka
penutupan kloaka (pada (pada tulang) dan tulang) dan sinus (pada sinus (pada kulit). Sekuestrum kulit). Sekuestrum diselimutidiselimuti oleh involucrum yang tidak dapat keluar/dibersihkan dari tulang kecuali oleh involucrum yang tidak dapat keluar/dibersihkan dari tulang kecuali dengan tindakan operasi. Proses selanjutnya terjadi destruksi dan sklerosis dengan tindakan operasi. Proses selanjutnya terjadi destruksi dan sklerosis tulang yang dapat terlihat pada foto Rontgen.
tulang yang dapat terlihat pada foto Rontgen. c.
c. Gambaran KlinisGambaran Klinis
Penderita sering mengeluhkan adanya cairan yang keluar dari luka/sinus Penderita sering mengeluhkan adanya cairan yang keluar dari luka/sinus setelah operasi yang bersifat menahun. Kelainan kadang-kadang disertai setelah operasi yang bersifat menahun. Kelainan kadang-kadang disertai demam dan nyeri yang hilang timbul di daerah anggota gerak tertentu. Pada demam dan nyeri yang hilang timbul di daerah anggota gerak tertentu. Pada pemeriksan
pemeriksan fisik fisik ditemukan ditemukan adanya adanya sinus, sinus, fistel fistel atau atau sikatriks sikatriks bekas bekas operasioperasi dengan nyeri tekan. Mungkin dapat ditemukan sekuestrum yang menonjol dengan nyeri tekan. Mungkin dapat ditemukan sekuestrum yang menonjol keluar melalui kulit. Biasanya terdapat riwayat fraktur terbuka atau keluar melalui kulit. Biasanya terdapat riwayat fraktur terbuka atau osteomielitis pada penderita.
osteomielitis pada penderita.2,82,8 d.
d. Pemeriksaan RadiologisPemeriksaan Radiologis
Pada foto Rontgen dapat ditemukan adanya tanda-tanda porosis dan Pada foto Rontgen dapat ditemukan adanya tanda-tanda porosis dan sklerosis tulang, penebalan periosteum, elevasi periosteum dan mungkin sklerosis tulang, penebalan periosteum, elevasi periosteum dan mungkin adanya sekuestrum.
Gambar 4. Gambaran sekuestrum pada tibia dengan osteomielitis kronis Gambar 4. Gambaran sekuestrum pada tibia dengan osteomielitis kronis88
Gambar 5. Osteomielitis lanjut pada seluruh tibia dan
Gambar 5. Osteomielitis lanjut pada seluruh tibia dan fibula kanan. Ditandai denganfibula kanan. Ditandai dengan adanya gambaran sekuestrum (panah).
2.6
2.6 DIAGNOSISDIAGNOSIS
Osteomielitis harus dicurigai bila pasien datang dengan rasa sakit, Osteomielitis harus dicurigai bila pasien datang dengan rasa sakit, bengkak,
bengkak, eritema eritema atau atau kehangatan kehangatan kulit kulit dan dan jaringan jaringan lunak lunak diatas diatas tulang. tulang. PadaPada kondisi subakut atau kronis manifestasi yang muncul umumnya hanya berupa kondisi subakut atau kronis manifestasi yang muncul umumnya hanya berupa nyeri. Gejala sistemik (demam yaitu dan menggigil) terjadi pada pasien dengan nyeri. Gejala sistemik (demam yaitu dan menggigil) terjadi pada pasien dengan osteomielitis akut tapi jarang terdapat pada pasien dengan kronis osteomielitis osteomielitis akut tapi jarang terdapat pada pasien dengan kronis osteomielitis kronis. Lubang drainase biasanya terlihat pada kasus-kasus osteomyelitis kronis. kronis. Lubang drainase biasanya terlihat pada kasus-kasus osteomyelitis kronis. Tes probe-to-bone banyak digunakan untuk mendiagnosis osteomyelitis pada Tes probe-to-bone banyak digunakan untuk mendiagnosis osteomyelitis pada pasien
pasien dengan dengan diabetes diabetes ulkus ulkus kaki kaki dandan contiguous osteomyelitiscontiguous osteomyelitis. Grayson et al.. Grayson et al. menemukan bahwa tes ini memiliki sensitivitas 66% dan nilai prediksi positif menemukan bahwa tes ini memiliki sensitivitas 66% dan nilai prediksi positif 89%.
89%.
Konfirmasi dari osteomyelitis membutuhkan penggunaan berbagai tes Konfirmasi dari osteomyelitis membutuhkan penggunaan berbagai tes laboratorium, mikrobiologi, radiografi dan tes patologis. Tingkat sedimentasi laboratorium, mikrobiologi, radiografi dan tes patologis. Tingkat sedimentasi eritrosit (ESR) dan protein C-reaktif (CRP) biasanya normal. Jumlah sel darah eritrosit (ESR) dan protein C-reaktif (CRP) biasanya normal. Jumlah sel darah putih
putih kadang-kadang kadang-kadang meningkat. meningkat. Jumlah Jumlah trombosit trombosit dapat dapat meningkat meningkat (penanda(penanda inflamasi) sedangkan konsentrasi hemoglobin bisa rendah (anemia penyakit inflamasi) sedangkan konsentrasi hemoglobin bisa rendah (anemia penyakit kronis). kultur darah mungkin positif pada hematogen akut dan osteomielitis kronis). kultur darah mungkin positif pada hematogen akut dan osteomielitis vertebral. Kultur pada luka dangkal atau saluran drainase harus diinterpretasikan vertebral. Kultur pada luka dangkal atau saluran drainase harus diinterpretasikan secara hati-hati tidak boleh digunakan untuk memilih terapi antimikroba kecuali secara hati-hati tidak boleh digunakan untuk memilih terapi antimikroba kecuali telah dilakukan isolasi terhadap S. aureus.
telah dilakukan isolasi terhadap S. aureus.
Pengambilan sampel jaringan tulang melalui aspirasi jarum di bawah Pengambilan sampel jaringan tulang melalui aspirasi jarum di bawah bimbingan radiologis
bimbingan radiologis atau atau prosedur prosedur bedah bedah memungkinkan identifikasi memungkinkan identifikasi organismeorganisme yang imenginfeksi dan penentuan profil kerentanan in vitro. Informasi yang yang imenginfeksi dan penentuan profil kerentanan in vitro. Informasi yang didapat penting untuk pemberian antimikroba yang tepat dan efektif. Jaringan didapat penting untuk pemberian antimikroba yang tepat dan efektif. Jaringan tulang yang dikumpulkan dari tempat terinfeksi juga dapat diajukan untuk tulang yang dikumpulkan dari tempat terinfeksi juga dapat diajukan untuk dilakukan pemeriksaan histopatologi yang dianggap baku emas untuk diagnosis dilakukan pemeriksaan histopatologi yang dianggap baku emas untuk diagnosis osteomielitis.
osteomielitis.
Radiografi konvensional memiliki sedikit nilai dalam mendiagnosis Radiografi konvensional memiliki sedikit nilai dalam mendiagnosis osteomielitis akut tetapi mungkin akan membantu dalam kasus-kasus osteomielitis osteomielitis akut tetapi mungkin akan membantu dalam kasus-kasus osteomielitis kronis. Setidaknya 10-14 hari diperlukan sebelum kelainan yang konsisten dengan kronis. Setidaknya 10-14 hari diperlukan sebelum kelainan yang konsisten dengan osteomielitis terlihat. Dalam sebuah penelitian, sensitivitas radiografi polos dalam osteomielitis terlihat. Dalam sebuah penelitian, sensitivitas radiografi polos dalam
kasus osteomielitis kaki diabetik ditemukan menjadi 54%, sedangkan kasus osteomielitis kaki diabetik ditemukan menjadi 54%, sedangkan spesifisitasnya 68%. Tanda-tanda radiografi yang dapat menggambarkan spesifisitasnya 68%. Tanda-tanda radiografi yang dapat menggambarkan osteomielitis termasuk adanya fokal atau wilayah geografis dari lucency sumsum, osteomielitis termasuk adanya fokal atau wilayah geografis dari lucency sumsum, hilangnya korteks dengan erosi tulang, pembentukan tulang baru, sklerosis tulang hilangnya korteks dengan erosi tulang, pembentukan tulang baru, sklerosis tulang dengan atau tanpa erosi, penyerapan, involucrum, dan elevasi periosteal. Scan dengan atau tanpa erosi, penyerapan, involucrum, dan elevasi periosteal. Scan tulang dengan nuklir menggunakan berbagai radiotracers (Teknesium 99m tulang dengan nuklir menggunakan berbagai radiotracers (Teknesium 99m metilen diphosphonate, Galliumcitrate 67, dan Indium 111-berlabel sel darah metilen diphosphonate, Galliumcitrate 67, dan Indium 111-berlabel sel darah putih) yang umum digunakan untuk mendiagnosis
putih) yang umum digunakan untuk mendiagnosis osteomielitis. Kinerja osteomielitis. Kinerja dari scandari scan bervariasi
bervariasi tergantung tergantung pada pada klinis klinis dan dan situasi. situasi. Pada Pada orang orang dewasa dewasa dengandengan radiografi normal (tidak ada lesi yang menyebabkan pergantian tulang radiografi normal (tidak ada lesi yang menyebabkan pergantian tulang meningkat), threephase bone scan memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada meningkat), threephase bone scan memiliki akurasi yang lebih tinggi daripada scan lainnya dengan sensitivitas 94% dan 95% spesifisitas. Namun, ketika scan lainnya dengan sensitivitas 94% dan 95% spesifisitas. Namun, ketika remodeling tulang meningkat, spesifisitas tes menurun menjadi 33%.
remodeling tulang meningkat, spesifisitas tes menurun menjadi 33%. Positron
Positron emission emission tomography tomography (PET) (PET) menggunakan menggunakan 18- 18- fluorodeoxyglucose
fluorodeoxyglucose semakin banyak digunakan dalam diagnosis osteomielitis. semakin banyak digunakan dalam diagnosis osteomielitis. Dalam review sistematis dan meta-analisis, Termaat et al. menemukan bahwa Dalam review sistematis dan meta-analisis, Termaat et al. menemukan bahwa PET scan memiliki sensitifitas 96% dan spesifisitas 91% untuk diagnosis PET scan memiliki sensitifitas 96% dan spesifisitas 91% untuk diagnosis osteomielitis. PET scan adalah modalitas lebih murah bila dibandingkan dengan osteomielitis. PET scan adalah modalitas lebih murah bila dibandingkan dengan teknik pemindaian tulang nuklir lainnya dan biasanya dilakukan dalam satu hari. teknik pemindaian tulang nuklir lainnya dan biasanya dilakukan dalam satu hari. Sayangnya, hasil positif palsu dapat ditemukan pada penyembuhan tulang. Sayangnya, hasil positif palsu dapat ditemukan pada penyembuhan tulang. Computed tomography
Computed tomography (CT) menampilkan detail kortikal tulang yang baik yang (CT) menampilkan detail kortikal tulang yang baik yang menunjukkan erosi tulang kortikal atau perusakan dan reaksi periosteal. Bisa juga menunjukkan erosi tulang kortikal atau perusakan dan reaksi periosteal. Bisa juga menunjukkan fokus kecil udara dalam saluran medula, badan asing kecil menunjukkan fokus kecil udara dalam saluran medula, badan asing kecil berfungsi sebagai nidus untuk infeksi dan p
berfungsi sebagai nidus untuk infeksi dan pembentukan sekuestrum.embentukan sekuestrum.
Magnetic resonance imaging (MRI) lebih sensitif dibandingkan CT dalam Magnetic resonance imaging (MRI) lebih sensitif dibandingkan CT dalam mendeteksi osteomyelitis dan sensitif seperti studi nuklir. Sensitivitas dan mendeteksi osteomyelitis dan sensitif seperti studi nuklir. Sensitivitas dan spesifisitas MRI berkisar antara 82% sampai 100% dan 75% sampai 96%. MRI spesifisitas MRI berkisar antara 82% sampai 100% dan 75% sampai 96%. MRI dianggap sebagai pilihan modalitas pencitraan dalam penegakan kasus dianggap sebagai pilihan modalitas pencitraan dalam penegakan kasus osteomielitis karena memungkinkan penentuan tingkat infeksi yang osteomielitis karena memungkinkan penentuan tingkat infeksi yang akurat,terutama dalam hal osteomielitis vertebra (mengidentifikasi epidural abses, akurat,terutama dalam hal osteomielitis vertebra (mengidentifikasi epidural abses, phlegmon, dan
2.7
2.7 TATALAKSANATATALAKSANA
Pengobatan antibiotik harus didasarkan pada identifikasi kultur tulang Pengobatan antibiotik harus didasarkan pada identifikasi kultur tulang pada
pada saat saat biopsi biopsi tulang tulang atau atau debridement. debridement. Pertama, Pertama, kultur kultur tulang tulang diambil, diambil, dandan berikan antimikroba parenteral inisias
berikan antimikroba parenteral inisiasi untuk pengobatan suspek patogen. Namun,i untuk pengobatan suspek patogen. Namun, pengobatan
pengobatan dapat dapat dimodifikasi dimodifikasi setelah setelah organisme organisme diidentifikasi. diidentifikasi. Perbaikan Perbaikan klinisklinis biasanya terlihat dalam 24
biasanya terlihat dalam 24-48 jam setelah pemberian -48 jam setelah pemberian antibiotika. Lama pemberianantibiotika. Lama pemberian antibiotik pada osteomielitis akut adalah 2-3 minggu. Antibiotik parenteral dan antibiotik pada osteomielitis akut adalah 2-3 minggu. Antibiotik parenteral dan oral dapat digunakan tunggal atau dalam kombinasi tergantung pada hasil oral dapat digunakan tunggal atau dalam kombinasi tergantung pada hasil sensivitas mikroorganisme, kepatuhan pasien, dan konsultasi penyakit menular. sensivitas mikroorganisme, kepatuhan pasien, dan konsultasi penyakit menular. Antibiotik oral yang telah terbukti efektif termasuk klindamisin, rifampisin, Antibiotik oral yang telah terbukti efektif termasuk klindamisin, rifampisin, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan fluoroquinolones. Jika hasil kultur negatif, trimethoprim-sulfamethoxazole, dan fluoroquinolones. Jika hasil kultur negatif, pemberian
pemberian antibiotik antibiotik oral oral dapat dapat diteruskan diteruskan selama selama 6 6 minggu. minggu. Osteomielitis Osteomielitis padapada dewasa biasanya terjadi pada pasien dengan imunodefisiensi dan penyebabnya dewasa biasanya terjadi pada pasien dengan imunodefisiensi dan penyebabnya dapat berupa bakteri gram negatif, sehingga antibiotik awal yang diberikan harus dapat berupa bakteri gram negatif, sehingga antibiotik awal yang diberikan harus sensitif terhadap
sensitif terhadap S. aureusS. aureus dan juga bakteri gram negatif. dan juga bakteri gram negatif.
Indikasi pembedahan pada osteomielitis adalah jika pasien tidak respon Indikasi pembedahan pada osteomielitis adalah jika pasien tidak respon terhadap pengobatan antimikroba spesifik, jika ada bukti dari abses jaringan lunak terhadap pengobatan antimikroba spesifik, jika ada bukti dari abses jaringan lunak yang persisten, atau jika dicurigai adanya infeksi sendi bersamaan. Debridement yang persisten, atau jika dicurigai adanya infeksi sendi bersamaan. Debridement jaringan
jaringan nekrotik, nekrotik, penghapusan bahan penghapusan bahan asing, asing, dan dan kadang-kadang penutupan kadang-kadang penutupan kulitkulit dari luka diperlukan dalam beberapa kasus.
dari luka diperlukan dalam beberapa kasus.1,41,4
2.8
2.8 KOMPLIKASIKOMPLIKASI
Infeksi supuratif mencakup struktur tulang yang berdekatan, seperti Infeksi supuratif mencakup struktur tulang yang berdekatan, seperti misalnya persendian dan jaringan lunak, yang menyebabkan terbentuknya saluran misalnya persendian dan jaringan lunak, yang menyebabkan terbentuknya saluran sinus. Osteolisis dan fraktur patologis telah dijelaskan sebagai komplikasi yang sinus. Osteolisis dan fraktur patologis telah dijelaskan sebagai komplikasi yang jarang dengan adanya temuan peny
jarang dengan adanya temuan penyakit dan terapi osteomyelitis sejak dini.akit dan terapi osteomyelitis sejak dini.
Penyebab secara hematogen dan sepsis dapat terjadi, meskipun mungkin Penyebab secara hematogen dan sepsis dapat terjadi, meskipun mungkin sulit untuk ditentukan apakah sumber utama infeksinya di darah atau di tulang. sulit untuk ditentukan apakah sumber utama infeksinya di darah atau di tulang. Pembentukan saluran sinus mungkin berhubungan dengan neoplasma, terutama Pembentukan saluran sinus mungkin berhubungan dengan neoplasma, terutama pada keadaan infeksi yang lama dengan
Karsinoma sel skuamosa merupakan tumor yang paling sering Karsinoma sel skuamosa merupakan tumor yang paling sering dihubungkan dengan osteomyelitis, tumor-tumor lainnya yang telah dilaporkan dihubungkan dengan osteomyelitis, tumor-tumor lainnya yang telah dilaporkan terdiri atas
terdiri atas fibrosarcoma fibrosarcoma,, myelomamyeloma,, lymphomalymphoma,, plasmacytoma plasmacytoma,, angiosarcomaangiosarcoma,, rhabdomyosarcoma
rhabdomyosarcoma, dan, dan malignant fibrous histiocytomamalignant fibrous histiocytoma. Pada kebanyakan pasien. Pada kebanyakan pasien yang menderita neoplasma memiliki riwayat intervensi pembedahan berulang. yang menderita neoplasma memiliki riwayat intervensi pembedahan berulang. Perkembangan tumor malignan ditandai dengan makin membesarnya massa Perkembangan tumor malignan ditandai dengan makin membesarnya massa tumor, peningkatan rasa nyeri, saluran luka yang berbau busuk, perdarahan, juga tumor, peningkatan rasa nyeri, saluran luka yang berbau busuk, perdarahan, juga terdapat bukti radiologis yang berupa destruksi tulang. Oleh karena itu, infeksi terdapat bukti radiologis yang berupa destruksi tulang. Oleh karena itu, infeksi tulang yang tidak sembuh dengan terapi konvensional seharusnya dilakukan tulang yang tidak sembuh dengan terapi konvensional seharusnya dilakukan biopsi untuk
biopsi untuk mengevaluasi adanmengevaluasi adanya malignansi ya malignansi dari dari berbagai siberbagai sisi si (termasuk (termasuk ulkus,ulkus, saluran sinus, dan dasar tulang).
saluran sinus, dan dasar tulang).1212
2.9
2.9 PROGNOSISPROGNOSIS
Dengan diagnosa awal dan pengobatan yang tepat, prognosis osteomyelitis Dengan diagnosa awal dan pengobatan yang tepat, prognosis osteomyelitis adalah baik. Pada umumnya, pasien yang diobati dengan regimen antibiotik yang adalah baik. Pada umumnya, pasien yang diobati dengan regimen antibiotik yang tepat dan respon yang baik dari pasien mengalami penyembuhan total tanpa tepat dan respon yang baik dari pasien mengalami penyembuhan total tanpa komplikasi. Namun, pada pasien dengan diagnosa atau pengobatan yang terlambat komplikasi. Namun, pada pasien dengan diagnosa atau pengobatan yang terlambat atau terjadinya kompresi pasokan darah pada jaringan tertentu akibat trauma, hal atau terjadinya kompresi pasokan darah pada jaringan tertentu akibat trauma, hal ini dapat mengakibatkan defisit permanen pada pasien. Apabila operasi bone ini dapat mengakibatkan defisit permanen pada pasien. Apabila operasi bone grafting diperlukan, hal ini akan memperlambat proses penyembuhan.
BAB III BAB III KESIMPULAN KESIMPULAN
Osteomielitis merupakan infeksi tulang ataupun sumsum tulang, biasanya Osteomielitis merupakan infeksi tulang ataupun sumsum tulang, biasanya disebabkan oleh bakteri piogenik atau mikobakteri. Osteomielitis bisa mengenai disebabkan oleh bakteri piogenik atau mikobakteri. Osteomielitis bisa mengenai semua usia tetapi umumnya mengenai anak-anak dan laki-laki lebih banyak semua usia tetapi umumnya mengenai anak-anak dan laki-laki lebih banyak daripada perempuan. Oteomielitis umumnya disebabkan oleh bakteri, diantaranya daripada perempuan. Oteomielitis umumnya disebabkan oleh bakteri, diantaranya dari species staphylococcus dan sreptococcus. Selain bakteri, jamur dan virus juga dari species staphylococcus dan sreptococcus. Selain bakteri, jamur dan virus juga dapat menginfeksi langsung melalui fraktur terbuka. Tibia bagian distal, femur dapat menginfeksi langsung melalui fraktur terbuka. Tibia bagian distal, femur bagian
bagian distal, distal, humerus humerus , , radius radius dan dan ulna ulna bagian bagian proksimal proksimal dan dan distal, distal, vertebra,vertebra, maksila, dan mandibula merupakan tulang yang paling beresiko untuk terkena maksila, dan mandibula merupakan tulang yang paling beresiko untuk terkena osteomielitis karena merupakan tulang yang banyak vaskularisasinya.
osteomielitis karena merupakan tulang yang banyak vaskularisasinya.
Berdasarkan lama infeksi, osteomielitis terbagi menjadi 3, yaitu: Berdasarkan lama infeksi, osteomielitis terbagi menjadi 3, yaitu: osteomielitis akut, sub akut dan kronis. Gambaran klinis terlihat daerah diatas osteomielitis akut, sub akut dan kronis. Gambaran klinis terlihat daerah diatas tulang bisa mengalami luka dan membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan tulang bisa mengalami luka dan membengkak, dan pergerakan akan menimbulkan nyeri. Osteomielitis menahun sering menyebabkan nyeri tulang, infeksi jaringan nyeri. Osteomielitis menahun sering menyebabkan nyeri tulang, infeksi jaringan lunak diatas tulang yang berulang dan pengeluaran nanah yang menetap atau lunak diatas tulang yang berulang dan pengeluaran nanah yang menetap atau hilang timbul dari kulit. Pengeluaran nanah terjadi jika nanah dari tulang yang hilang timbul dari kulit. Pengeluaran nanah terjadi jika nanah dari tulang yang terinfeksi menembus permukaan kulit dan suatu saluran (saluran sinus) terbentuk terinfeksi menembus permukaan kulit dan suatu saluran (saluran sinus) terbentuk dari tulang menuju kulit.
dari tulang menuju kulit.
Oteomielitis didiagnosis banding dengan osteosarkoma dan Ewing Oteomielitis didiagnosis banding dengan osteosarkoma dan Ewing sarkoma sebab memiliki gambaran radiologik yang mirip. Gambaran radiologik sarkoma sebab memiliki gambaran radiologik yang mirip. Gambaran radiologik osteomielitis baru terlihat setelah 10-14 hari setelah infeksi, yang akan osteomielitis baru terlihat setelah 10-14 hari setelah infeksi, yang akan memperlihatkan reaksi periosteal, sklerosis, s
memperlihatkan reaksi periosteal, sklerosis, sekwestrum dan involikrum.ekwestrum dan involikrum.
Osteomielitis dapat diobati dengan terapi antibiotik atau dengan Osteomielitis dapat diobati dengan terapi antibiotik atau dengan debridement. Prognosis osteomielitis bergantung pada lama perjalanan debridement. Prognosis osteomielitis bergantung pada lama perjalanan penyakitnya,
penyakitnya, untuk untuk yang yang akut akut prognosisnya prognosisnya umumnya umumnya baik, baik, tetapi tetapi yang yang kroniskronis umumnya buruk.
DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA
1.
1. Kishner, Kishner, S. S. 2015.2015. OsteomyelitisOsteomyelitis. . Available Available from from :: http://emedicine.medscape.com/article/1348767-overview#a6 [diakses Maret http://emedicine.medscape.com/article/1348767-overview#a6 [diakses Maret 2016]
2016] 2.
2. Rasjad, Chairuddin. 2007. Pengantar ilmu bedah ortopedi. Jakarta: YarsifRasjad, Chairuddin. 2007. Pengantar ilmu bedah ortopedi. Jakarta: Yarsif Watampone. 2007
Watampone. 2007 3.
3. Sabiston DC. 2000. Buku ajar bedah bagian II. Jakarta: EGC.Sabiston DC. 2000. Buku ajar bedah bagian II. Jakarta: EGC. 4.
4. Greene W.B. 2006,Greene W.B. 2006, Netter’s Orthopae Netter’s Orthopaedicsdics, 1st ed, Elsevier Inc. USA, 1st ed, Elsevier Inc. USA 5.
5. W King, Randall. 2015.W King, Randall. 2015. Osteomyelitis in Emergency MedicineOsteomyelitis in Emergency Medicine. Available. Available from
from http://emedicine.medscape.com/article/785020-overview#a6http://emedicine.medscape.com/article/785020-overview#a6 [diakses[diakses Maret 2016]
Maret 2016] 6.
6. Shalter, R.B., 1999.Shalter, R.B., 1999. Textbook of Disorders and Injuries of the MuskuloskeletalTextbook of Disorders and Injuries of the Muskuloskeletal System
System Third Edition. Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins Third Edition. Baltimore: Lippincott Williams & Wilkins 7.
7. Wilson Scott C. 2006. Chapter 8Wilson Scott C. 2006. Chapter 8
–
–
orthopedic infections. Dalam: Current orthopedic infections. Dalam: Current diagnosis & treatment in orthopedics, fourth edition. New Orleans: The diagnosis & treatment in orthopedics, fourth edition. New Orleans: The McGraw-Hill Companies.McGraw-Hill Companies. 8.
8. Canale ST, Beaty JH. 2007. Chapter 16Canale ST, Beaty JH. 2007. Chapter 16
–
–
Osteomyelitis. Dalam: Campbell's Osteomyelitis. Dalam: Campbell's operative orthopaedics, 11th ed. Pennsylvania: Saunders Elsevier Publishing. operative orthopaedics, 11th ed. Pennsylvania: Saunders Elsevier Publishing. 9.9. Brinker. Review of orthopaedic infections. Pennsylvania: Saunders Company.Brinker. Review of orthopaedic infections. Pennsylvania: Saunders Company. 2001.
2001. 10.
10. Wittman Dietmar, Condon Robert E. 2002 Surgical infections. Dalam: OxfordWittman Dietmar, Condon Robert E. 2002 Surgical infections. Dalam: Oxford textbook of surgery. Oxford: Oxford University Press.
textbook of surgery. Oxford: Oxford University Press. 11.
11. Eid AJ, Berbari EF. 2012.Eid AJ, Berbari EF. 2012. Osteomyelitis:Osteomyelitis: Review of Pathophysiology,Review of Pathophysiology, Diagnostic Modalities and Therapeutic Options.
Diagnostic Modalities and Therapeutic Options. J Med Liban J Med Liban : 51-60. : 51-60. 12.
12. Achdiono, D.N.W., Richardo, M., 2014. Osteomielitis dalamAchdiono, D.N.W., Richardo, M., 2014. Osteomielitis dalam Buku Ajar Buku Ajar IlmuIlmu Penyakit Dalam