EKONOMI KERAKYATAN DALAM
EKONOMI KERAKYATAN DALAM
ERA GLOBALISASI
ERA GLOBALISASI
Jumat, 15/12/2006 - 10:45 - dikirim oleh: zoelveri. Jumat, 15/12/2006 - 10:45 - dikirim oleh: zoelveri. Judul Artikel
Judul Artikel
EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI EKONOMI KERAKYATAN DALAM ERA GLOBALISASI Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia Penulis Penulis Mubyarto Mubyarto Judul Jurnal Judul Jurnal
Jurnal Ekonomi Rakyat Jurnal Ekonomi Rakyat Nomor Nomor Th. I - No. 7 - September 2002 Th. I - No. 7 - September 2002 Bidang Ilmu Bidang Ilmu Ekonomi Ekonomi Kata Kunci Kata Kunci Ekonomi, globalisasi Ekonomi, globalisasi Abstrak Abstrak
Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pada waktu itu (1979) kami ajukan ajaran ekonomi alternatif yang kami sebut Ekonomi Pancasila. Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Ringkasan dan Implikasi Pancasila. Mengapa tidak dipakai konsep Ekonomi Pancasila? Ringkasan dan Implikasi Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi “Mazhab Pakar-pakar ekonomi Indonesia yang memperoleh pendidikan ilmu ekonomi “Mazhab Amerika”, pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak, Amerika”, pulang ke negerinya dengan penguasaan peralatan teori ekonomi yang abstrak, dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang menghasilkan dan serta merta merumuskan dan menerapkan kebijakan ekonomi yang menghasilkan pertumbuhan, yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan pertumbuhan, yang menurut mereka juga akan membawa kesejahteraan dan kebahagiaan bagi rakyat dan bangsa Indonesia.
bagi rakyat dan bangsa Indonesia.
Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi Keangkuhan dari pakar-pakar ekonomi dan komitmen mereka pada kebijakan ekonomi gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. gaya Amerika merupakan kemewahan yang tak dapat lagi ditoleransi Indonesia. Praktek- praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian, dan upaya
praktek perilaku yang diajarkan paham ekonomi yang demikian, dan upaya
mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian, mempertahankannya berdasarkan pemahaman yang tidak lengkap dari perekonomian, hukum, dan sejarah bangsa Amerika, mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang hukum, dan sejarah bangsa Amerika, mengakibatkan terjadinya praktek-praktek yang keliru secara intelektual yang harus dibayar mahal oleh Indonesia. UGM telah
memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan memutuskan membuka Pusat Studi Ekonomi Pancasila (PUSTEP) untuk menghidupkan kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Pancasila yang berawal pada tahun kembali tekadnya mengembangkan sistem Ekonomi Pancasila yang berawal pada tahun 1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM mencuatkan dan menggerakkan
1981 ketika Fakultas Ekonomi UGM mencuatkan dan menggerakkan pemikiran- pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. Sistem Ekonomi pemikiran mendasar tentang moral dan sistem ekonomi Indonesia. Sistem Ekonomi
Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang Sistem Ekonomi Kerakyatan adalah Sistem Ekonomi Nasional Indonesia yang berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan
berasas kekeluargaan, berkedaulatan rakyat, bermoral Pancasila, dan
menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Syarat mutlak menunjukkan pemihakan sungguh-sungguh pada ekonomi rakyat. Syarat mutlak berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di berjalannya sistem ekonomi nasional yang berkeadilan sosial adalah berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang budaya. Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan Moral Pembangunan yang mendasari paradigma pembangunan yang berkeadilan sosial mencakup:
sosial mencakup:
penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan penyegaran nasionalisme ekonomi melawan segala bentuk ketidakadilan sistem dan kebijakan ekonomi;
kebijakan ekonomi;
pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. pendekatan pembangunan berkelanjutan yang multidisipliner dan multikultural. pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di pengkajian ulang pendidikan dan pengajaran ilmu-ilmu ekonomi dan sosial di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Keterangan Keterangan Sumber Sumber http://www.ekonomirakyat.org/edisi_7/artikel_1.htm http://www.ekonomirakyat.org/edisi_7/artikel_1.htm
Ekonomi kerakyatan
Ekonomi kerakyatan
Rabu, 22/11/2006 - 13:06 - dikirim oleh: zoelveri. Rabu, 22/11/2006 - 13:06 - dikirim oleh: zoelveri. Judul Artikel
Judul Artikel
EKONOMI KERAKYATAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT: EKONOMI KERAKYATAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT: SUATU KAJIAN KONSEPTUAL
SUATU KAJIAN KONSEPTUAL Bahasa Bahasa Indonesia Indonesia Penulis Penulis Fredrik Benu Fredrik Benu Judul Jurnal Judul Jurnal
Jurnal Ekonomi Rakyat Jurnal Ekonomi Rakyat Nomor
Nomor
No. 10 - Desember 2002 No. 10 - Desember 2002
Bidang Ilmu Bidang Ilmu Ekonomi Ekonomi Kata Kunci Kata Kunci
Ekonomi rakyat, Pemberdayaan Ekonomi rakyat, Pemberdayaan Abstrak
Abstrak
Ruang Ekonomi Kerakyatan Indonesia Ruang Ekonomi Kerakyatan Indonesia
Pertanyaan yang sama harus dikenakan pada konsep ekonomi rakyat, yaitu ekonomi Pertanyaan yang sama harus dikenakan pada konsep ekonomi rakyat, yaitu ekonomi rakyat yang mana, siapa, di mana dan berapa jumlahnya.
rakyat yang mana, siapa, di mana dan berapa jumlahnya.
Kita harus jelas mengatakan rakyat yang mana yang seharusnya kita tempatkan dalam Kita harus jelas mengatakan rakyat yang mana yang seharusnya kita tempatkan dalam ruang ekonomi kerakyatan Indonesia. Dainy Tara (2001) membuat perbedaan yang tegas ruang ekonomi kerakyatan Indonesia. Dainy Tara (2001) membuat perbedaan yang tegas antara ‘ekonomi rakyat’ dengan ‘ekonomi kerakyatan’. Menurutnya, ekonomi rakyat antara ‘ekonomi rakyat’ dengan ‘ekonomi kerakyatan’. Menurutnya, ekonomi rakyat adalah satuan (usaha) yang mendominasi ragaan perekonomian rakyat.
adalah satuan (usaha) yang mendominasi ragaan perekonomian rakyat. Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Ekonomi Pasar
Ekonomi Kerakyatan dan Sistem Ekonomi Pasar
Atau dengan kata lain, usaha ekonomi yang diragakan bernilai ekstrim terhadap totalitas Atau dengan kata lain, usaha ekonomi yang diragakan bernilai ekstrim terhadap totalitas ekonomi nasional. Saya perlu menggaris bawahi bahwa yang patut mendapat kesalahan ekonomi nasional. Saya perlu menggaris bawahi bahwa yang patut mendapat kesalahan terhadap kegagalan pembangunan ekonomi nasional selama regim orde baru adalah terhadap kegagalan pembangunan ekonomi nasional selama regim orde baru adalah implementasi kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang tidak tepat dalam sistem implementasi kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang tidak tepat dalam sistem ekonomi pasar, bukan ekonomi pasar itu sendiri. Ini yang namanya affirmative action ekonomi pasar, bukan ekonomi pasar itu sendiri. Ini yang namanya affirmative action yang terarah oleh pemerintah dalam mekanisme pasar (Bandingkan dengan pendapat yang terarah oleh pemerintah dalam mekanisme pasar (Bandingkan dengan pendapat Anggito Abimanyu, 2000).
Anggito Abimanyu, 2000).
Apalagi dengan merujuk pada suatu mekanisme sistem ekonomi yang baru. Apalagi dengan merujuk pada suatu mekanisme sistem ekonomi yang baru. Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Ekonomi Kerakyatan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat
Modal dasar yang dimiliki inilah yang seharusnya ditumbuhkembangkan dalam suatu Modal dasar yang dimiliki inilah yang seharusnya ditumbuhkembangkan dalam suatu mekanisme pasar yang sehat.
mekanisme pasar yang sehat.
Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di NTT Pemberdayaan Ekonomi Rakyat di NTT Keterangan Keterangan Sumber Sumber www.ekonomirakyat.org www.ekonomirakyat.org Term of Reference Term of Reference
DISKUSI BERSERI COMMUNITY CURRENCY SYSTEM (CCS) DISKUSI BERSERI COMMUNITY CURRENCY SYSTEM (CCS)
Sebagai Sebagai
ALTERNATIF SISTEM PEREKONOMIAN MASYARAKAT ALTERNATIF SISTEM PEREKONOMIAN MASYARAKAT
Latar Belakang Latar Belakang
Memburuknya tatanan ekonomi global dan krisis ekonomi
Memburuknya tatanan ekonomi global dan krisis ekonomi yangyang
berkepanjangan yang menerpa beberapa kawasan dunia termasuk beberapa berkepanjangan yang menerpa beberapa kawasan dunia termasuk beberapa
negara yang sedang berkembang di kawasan Asia Tenggara telah negara yang sedang berkembang di kawasan Asia Tenggara telah memperbesar keinginan untuk mencari alernatif bentuk dan tatanan memperbesar keinginan untuk mencari alernatif bentuk dan tatanan perekonomian yang lebih berkeadilan dan lebih
perekonomian yang lebih berkeadilan dan lebih mampu melindungimampu melindungi kalangan masyarakat kelas marginal di
kalangan masyarakat kelas marginal di seluruh dunia. seluruh dunia. Baru-baru iniBaru-baru ini beberapa negara sedang melakukan upaya untuk
beberapa negara sedang melakukan upaya untuk menggali kembali sistemmenggali kembali sistem alat pertukaran lokal dengan melihat potensi sumber daya lokal, seperti alat pertukaran lokal dengan melihat potensi sumber daya lokal, seperti yang terjadi di Thailand,
yang terjadi di Thailand, Meksiko, El Savador , Argentina, Chile, sertaMeksiko, El Savador , Argentina, Chile, serta Sinegal. Sistem mata uang lokal yang dibangun pada masyarakat di Sinegal. Sistem mata uang lokal yang dibangun pada masyarakat di beberapa negara tersebut berjalan paralel dengan
beberapa negara tersebut berjalan paralel dengan tidak menegasikantidak menegasikan sistem mata uang nasional pada masing-masing negara. Beberapa tujuan sistem mata uang nasional pada masing-masing negara. Beberapa tujuan dasar yang melatar belakangi dibangunnya sisitem mata uang lokal di dasar yang melatar belakangi dibangunnya sisitem mata uang lokal di beberapa wilayah belahan dunia adalah sebagai berikut :
beberapa wilayah belahan dunia adalah sebagai berikut :
•
• Mengembalikan kontrol ekonomi pada masyarakat.Mengembalikan kontrol ekonomi pada masyarakat. •
• Memberikan pengertian-pengertian pada masyarakat dengan amanMemberikan pengertian-pengertian pada masyarakat dengan aman
dan sederhana mengenai alternatif sistem alat tukar yang aman dan dan sederhana mengenai alternatif sistem alat tukar yang aman dan sederhana (terjadinya peningkatkan jumlah uang yang beredar di sederhana (terjadinya peningkatkan jumlah uang yang beredar di masyarakat tanpa menyebabkan inflasi).
masyarakat tanpa menyebabkan inflasi).
•
• Memisahkan fungsi-fungsi yang berlainan antara uang sebagaiMemisahkan fungsi-fungsi yang berlainan antara uang sebagai
sebuah standar nilai dan sebagai alat tukar. sebuah standar nilai dan sebagai alat tukar.
•
• Mendorong sirkulasi ekonomi dengan meningkatkan kapasitasMendorong sirkulasi ekonomi dengan meningkatkan kapasitas
produksi lokal di masyarakat. produksi lokal di masyarakat.
•
• Mengidentifikasi aset-aset tiap orang dan aset masyarakat dalamMengidentifikasi aset-aset tiap orang dan aset masyarakat dalam
pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masyarakat. pemenuhan kebutuhan-kebutuhan masyarakat.
•
• Membuat sistem ekonomi yang stabil Membuat sistem ekonomi yang stabil dan berkelanjutan berupa nilaidan berkelanjutan berupa nilai
uang yang akurat dengan melihat
uang yang akurat dengan melihat sumber daya/barang-barang yangsumber daya/barang-barang yang ada, kebutuhan-kebutuh
ada, kebutuhan-kebutuhan masyarakat yang an masyarakat yang terpenuhi dengan jalanterpenuhi dengan jalan tidak memaksa penambahan jumlah barang (material) yang masuk. tidak memaksa penambahan jumlah barang (material) yang masuk. Sedangkan beberapa keuntungan yang dapat dirasakan masyarakat dari Sedangkan beberapa keuntungan yang dapat dirasakan masyarakat dari penerapan sistem tersebut yang berhasil dihimpun dari
penerapan sistem tersebut yang berhasil dihimpun dari pengalamanpengalaman pelaksanaan di lapangan meliputi :
pelaksanaan di lapangan meliputi :
•
• Meningkatnya jumlah uang di dalam masyarakat tanpa terjadi inflasi.Meningkatnya jumlah uang di dalam masyarakat tanpa terjadi inflasi. •
• Meningkatnya nilai barang yang dapat diuangkan (likuiditas) danMeningkatnya nilai barang yang dapat diuangkan (likuiditas) dan
mempercepat perputaran uang. mempercepat perputaran uang.
•
• Lebih lamanya waktu tinggal uang nasional di dalam ekonomiLebih lamanya waktu tinggal uang nasional di dalam ekonomi
masyarakat. masyarakat.
•
• Bertambahnya akses di pasar lokal.Bertambahnya akses di pasar lokal. •
• Meningkatnya peluang-peluang kerja.Meningkatnya peluang-peluang kerja. •
• Meningkatnya penghargaan atas aktivitas tradisional yang selama Meningkatnya penghargaan atas aktivitas tradisional yang selama iniini
kurang di hargai. kurang di hargai.
•
• Berkurangya aktivitas-aktivitas (untuk uang) yang merusakBerkurangya aktivitas-aktivitas (untuk uang) yang merusak
lingkungan. lingkungan.
•
• Meningkatnya dukungan untuk pengembangan usaha kecil.Meningkatnya dukungan untuk pengembangan usaha kecil. •
• Meningkatnya penguatan hubungan masyarakat dan persaudaraanMeningkatnya penguatan hubungan masyarakat dan persaudaraan
masyarakat. masyarakat.
•
• Adanya kecenderungan ekonomi yang menahan laju pergolakanAdanya kecenderungan ekonomi yang menahan laju pergolakan
ekonomi. ekonomi.
•
• Mengembalikan potensi yang ada di dalam masyarakat.Mengembalikan potensi yang ada di dalam masyarakat. •
• Terdorongnya percaya diri di daerah dan harga diri pada tiap anggotaTerdorongnya percaya diri di daerah dan harga diri pada tiap anggota
masyarakat. masyarakat.
•
• Meningkatnya tabungan-tabungan masyarakat dan pendapatan yangMeningkatnya tabungan-tabungan masyarakat dan pendapatan yang
dikeluarkan. dikeluarkan.
•
• Peluang-Peluang baru usaha.Peluang-Peluang baru usaha. •
• Berkurangnya jarak antara orang kaya dan orang miskin dalam suatuBerkurangnya jarak antara orang kaya dan orang miskin dalam suatu
komunitas/masyarakat. komunitas/masyarakat.
•
• Meningkatnya kemungkinan-kemungkMeningkatnya kemungkinan-kemungkinan untuk inan untuk pekerjaan barupekerjaan baru
dalam ekonomi daerah, sistem CCS bertindak sebagai
dalam ekonomi daerah, sistem CCS bertindak sebagai langkah awallangkah awal membantu masyarakat dalam mendidik suatu keahlian pada
membantu masyarakat dalam mendidik suatu keahlian pada pekerjaan baru.
pekerjaan baru.
Secara umum beberapa perbandingan antara penerapan sistem
Secara umum beberapa perbandingan antara penerapan sistem CCS yangCCS yang telah dilakukan di 35 negara ( 3200 jenis mata uang masyarakat) dengan telah dilakukan di 35 negara ( 3200 jenis mata uang masyarakat) dengan Sistem ekonomi Neo-Liberal yaitu :
Sistem ekonomi Neo-Liberal yaitu : N
Neeoo--LLiibbeerraall CCCCSS
•
• Memaksiumkan efesiensi melaluiMemaksiumkan efesiensi melalui
arus uang dan barang arus uang dan barang
Keseimbangan efesiensi denganKeseimbangan efesiensi dengan
keadilan dan keamanan keadilan dan keamanan
MemusatkanMemusatkan
keuntungan,mendoro
keuntungan,mendorong investasi ng investasi daridari luar dan adanya spekulasi
luar dan adanya spekulasi
Masyarakat memutuskan apa yangMasyarakat memutuskan apa yang
akan diinvestasi berdasarkan kebutuhan akan diinvestasi berdasarkan kebutuhan lokal
lokal
IndividualistikIndividualistik Terpusat pada masyarakatTerpusat pada masyarakat
Sumberdaya tidak mencukupi, tidakSumberdaya tidak mencukupi, tidak
cukup untuk setiap orang
cukup untuk setiap orang Ada cukup.Ada cukup.
HutangHutang Mendorong produk barang-barangMendorong produk barang-barang
dasar pada tingkat masyarakat dasar pada tingkat masyarakat
Berdasarkan perbandinganBerdasarkan perbandingan
keuntungan, focus disuatu kegiatan keuntungan, focus disuatu kegiatan ekonomi yang menyebabkan
ekonomi yang menyebabkan monocropping, buruh pabrik monocropping, buruh pabrik
Membantu masyarakat bertahanMembantu masyarakat bertahan
terhadap badai (jatuh dan bangun) terhadap badai (jatuh dan bangun)
Program yang telah dilakukan sebelumnya Program yang telah dilakukan sebelumnya Kegiatan ini merupakan bagian dari
Development-Yappika.
Development-Yappika. Dan merupakan salah satu Dan merupakan salah satu upaya membangun trobosanupaya membangun trobosan baru dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan
baru dalam mengembangkan ekonomi kerakyatan. Sedangkan upaya-paya lain. Sedangkan upaya-paya lain yang menunjang program ini diantaranya riset ekonomi rakyat di desa Giri Sekar yang menunjang program ini diantaranya riset ekonomi rakyat di desa Giri Sekar Kabupaten Gunung Kidul - Yogyakarta, serta pengembangan Skema kredit
Kabupaten Gunung Kidul - Yogyakarta, serta pengembangan Skema kredit di 5di 5 wilayah Kerja Yappika (Aceh,
wilayah Kerja Yappika (Aceh, Papua, NTT, Makasar serta Yogyakarta)Papua, NTT, Makasar serta Yogyakarta)
Belajar Ekonomi Kerakyatan dari Negeri
Belajar Ekonomi Kerakyatan dari Negeri
Lain
Lain
Dalam seminar untuk merayakan Milad Nasional ke-43 Ikatan Mahasiswa Dalam seminar untuk merayakan Milad Nasional ke-43 Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (IMM), mantan menteri di era BJ Habibie, Megawati, dan Gus Dur itu Muhammadiyah (IMM), mantan menteri di era BJ Habibie, Megawati, dan Gus Dur itu menjelaskan
menjelaskan ekonomi sosialis (komunis) dan kapitalis (liberal) telah gagal.ekonomi sosialis (komunis) dan kapitalis (liberal) telah gagal.
"Negara komunis seperti Uni Sovyet, Yugoslavia, Jerman Timur, dan RRC telah "Negara komunis seperti Uni Sovyet, Yugoslavia, Jerman Timur, dan RRC telah mencoba melakukan pemaksaan selera penguasa dalam hal penentuan barang dan mencoba melakukan pemaksaan selera penguasa dalam hal penentuan barang dan jasa yang diproduksi, alokasi sumber daya ekonomi, dan distribusi barang dan jasa jasa yang diproduksi, alokasi sumber daya ekonomi, dan distribusi barang dan jasa
kepada rakyat, namun hasilnya justru rakyat miskin dan elit politik yang kepada rakyat, namun hasilnya justru rakyat miskin dan elit politik yang makmur,
makmur," tegasnya." tegasnya.
Menurut mantan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya di era mantan Presiden BJ Habibie Menurut mantan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya di era mantan Presiden BJ Habibie itu,
itu, negara liberalis menyerahkan sepenuhnya proses memakmurkan rakyat kepadanegara liberalis menyerahkan sepenuhnya proses memakmurkan rakyat kepada mekanisme pasar, namun hasilnya menimbulkan kesenjangan yang besar antara mekanisme pasar, namun hasilnya menimbulkan kesenjangan yang besar antara miskin-kaya.
miskin-kaya.
"Dari pengalaman itu,
"Dari pengalaman itu, peranan pemerintah sebenarnya mutlak diperlukan, namunperanan pemerintah sebenarnya mutlak diperlukan, namun sifatnya harus terbatas, limited government, atau small government, kemudian sifatnya harus terbatas, limited government, atau small government, kemudian wakil rakyat melalui proses demokrasi memberi janji untuk memakmurkan wakil rakyat melalui proses demokrasi memberi janji untuk memakmurkan rakyat
rakyat," paparnya.," paparnya.
Di Amerika Serikat (AS) yang merupakan dedengkot negara kapitalis dan Di Amerika Serikat (AS) yang merupakan dedengkot negara kapitalis dan
persaingan bebas saja, katanya, ada program yang nyata-nyata berpihak kepada persaingan bebas saja, katanya, ada program yang nyata-nyata berpihak kepada sistem ekonomi kerakyatan, seperti bantuan subsidi kepada Usaha Kecil dan sistem ekonomi kerakyatan, seperti bantuan subsidi kepada Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dan juga kepada koperasi.
Menengah (UKM) dan juga kepada koperasi.
Mantan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Mantan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) di era mantan Presiden Megawati itu mengatakan di Taiwan juga
Modal (BKPM) di era mantan Presiden Megawati itu mengatakan di Taiwan juga disediakan kredit sebesar Rp1,3 miliar kepada setiap petani dengan bunga cuma tiga disediakan kredit sebesar Rp1,3 miliar kepada setiap petani dengan bunga cuma tiga persen per-tahun.
persen per-tahun.
""Finlandia menyediakan kredit murah jangka panjang 100 tahun kepada petaniFinlandia menyediakan kredit murah jangka panjang 100 tahun kepada petani yang menanam pohon hutan. Jadi, sistem ekonomi kerakyatan itu tidak mungkin yang menanam pohon hutan. Jadi, sistem ekonomi kerakyatan itu tidak mungkin dapat dicapai kalau sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar, namun perlu dapat dicapai kalau sepenuhnya diserahkan kepada mekanisme pasar, namun perlu ada keberpihakan pemerintah dan legislatif
ada keberpihakan pemerintah dan legislatif ," ungkapnya.," ungkapnya.
Namun, kata mantan Menteri Kehutanan di era mantan Presiden Gus Dur itu,
kerakyatan di Indonesia masih sebatas bibir, karena bantuan kredit kepada petani kerakyatan di Indonesia masih sebatas bibir, karena bantuan kredit kepada petani diberikan, tapi tidak semurah dan semudah di Taiwan
diberikan, tapi tidak semurah dan semudah di Taiwan.. Deputy Chairman
Deputy Chairman PT Lippo E-Net Tbk itu merinci bantuan yang diberikan kepadaPT Lippo E-Net Tbk itu merinci bantuan yang diberikan kepada rakyat adalah Bimas, Inmas, Insus, KUT, Kredit Candak Kulak, Kredit Investasi rakyat adalah Bimas, Inmas, Insus, KUT, Kredit Candak Kulak, Kredit Investasi Kecil, Kredit Modal kerja Kecil, kredit-kredit melalui koperasi (PIR, PIR koperasi, Kecil, Kredit Modal kerja Kecil, kredit-kredit melalui koperasi (PIR, PIR koperasi, dan sebagainya), subsidi benih, dan subsidi pupuk.
dan sebagainya), subsidi benih, dan subsidi pupuk.
Selain itu, operasi pasar khusus untuk beras, penjaminan kredit melalui Askrindo Selain itu, operasi pasar khusus untuk beras, penjaminan kredit melalui Askrindo dan Perum PKK, kredit murah untuk RSS, perbaikan kampung, pembuatan dan dan Perum PKK, kredit murah untuk RSS, perbaikan kampung, pembuatan dan perbaikan saluran irigasi, jalan, dan jembatan, Inpres Desa, Inpres Kesehatan, perbaikan saluran irigasi, jalan, dan jembatan, Inpres Desa, Inpres Kesehatan, Inpres Pasar, Inpres Penghijauan, Puskesmas, Posyandu, dan sebagainya. Inpres Pasar, Inpres Penghijauan, Puskesmas, Posyandu, dan sebagainya.
"Tapi, keberpihakan kepada golongan mampu (kaya) lebih mencolok seperti pada "Tapi, keberpihakan kepada golongan mampu (kaya) lebih mencolok seperti pada kasus Kredit Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) yang cuma dikenakan kasus Kredit Perkebunan Besar Swasta Nasional (PBSN) yang cuma dikenakan bunga 12 persen setahun dengan plafon tanpa batas
bunga 12 persen setahun dengan plafon tanpa batas," ucapnya.," ucapnya.
Jadi, proses pemberian kredit akhirnya hanya dinikmati segolongan konglomerat dan Jadi, proses pemberian kredit akhirnya hanya dinikmati segolongan konglomerat dan bukan berpihak kepada usaha-usaha untuk menyejahterakan rakyat. Usaha untuk bukan berpihak kepada usaha-usaha untuk menyejahterakan rakyat. Usaha untuk
memakmurkan rakyat selama ini masih terbatas kepada pangan dan papan saja. memakmurkan rakyat selama ini masih terbatas kepada pangan dan papan saja.
"Untuk petani di Jawa yang memiliki lahan harus ada keberpihakan Pemerintah pusat dan "Untuk petani di Jawa yang memiliki lahan harus ada keberpihakan Pemerintah pusat dan daerah untuk memakmurkan mereka melalui bantuan teknologi dan pembiayaan yang daerah untuk memakmurkan mereka melalui bantuan teknologi dan pembiayaan yang murah serta pemasaran hasil produksi petani itu ke dunia," katanya.
murah serta pemasaran hasil produksi petani itu ke dunia," katanya.
Untuk petani di Jawa yang tidak memiliki lahan, katanya, perlu disediakan lahan garapan Untuk petani di Jawa yang tidak memiliki lahan, katanya, perlu disediakan lahan garapan milik pemerintah pusat dan daerah dengan sistem bagi hasil yang memihak kepada
milik pemerintah pusat dan daerah dengan sistem bagi hasil yang memihak kepada pemakmuran petani.
pemakmuran petani.
"Untuk petani di luar Jawa, lahan bukanlah merupakan masalah, namun perlu budaya "Untuk petani di luar Jawa, lahan bukanlah merupakan masalah, namun perlu budaya kerja keras haruslah ditanam secara rajin, karena itu Balai Latihan Kerja yang telah kerja keras haruslah ditanam secara rajin, karena itu Balai Latihan Kerja yang telah tersebar di seluruh perlu dimaksimalkan pemanfaatannya," kilahnya.
tersebar di seluruh perlu dimaksimalkan pemanfaatannya," kilahnya.
Untuk nelayan Pantura, katanya, perlu dibantu penyediaan sarana untuk penangkapan Untuk nelayan Pantura, katanya, perlu dibantu penyediaan sarana untuk penangkapan ikan, pengolahan hasil, dan pemasaran ke dunia, sedangkan untuk para penyedia jasa-jasa ikan, pengolahan hasil, dan pemasaran ke dunia, sedangkan untuk para penyedia jasa-jasa di bidang pariwisata, seni dan budaya, agar jelas-jelas dibantu sehingga jasa-jasa mereka di bidang pariwisata, seni dan budaya, agar jelas-jelas dibantu sehingga jasa-jasa mereka dapat dipasarkan ke dunia.
dapat dipasarkan ke dunia.
Dalam renungan akhir tahun 2003 sekaligus memperingati Setahun Pusat Studi Ekonomi Dalam renungan akhir tahun 2003 sekaligus memperingati Setahun Pusat Studi Ekonomi Pancasila (Pustep) UGM (9/12/03), almarhum Prof Dr Mubyarto yang dikenal pejuang Pancasila (Pustep) UGM (9/12/03), almarhum Prof Dr Mubyarto yang dikenal pejuang ekonomi kerakyatan menegaskan bahwa semangat nasionalisme bangsa Indonesia ekonomi kerakyatan menegaskan bahwa semangat nasionalisme bangsa Indonesia beberapa tahun terakhir sudah sangat mengendur.
beberapa tahun terakhir sudah sangat mengendur.
"Kendurnya nasionalisme itu karena dibekukan dengan prestasi `keajaiban ekonomi` "Kendurnya nasionalisme itu karena dibekukan dengan prestasi `keajaiban ekonomi` selama 32 tahun yang konon tumbuh rata-rata 7 persen/tahun, padahal yang terjadi adalah selama 32 tahun yang konon tumbuh rata-rata 7 persen/tahun, padahal yang terjadi adalah penghisapan oleh pemerintah pusat dan investor asing, sehingga terjadi ketimpangan penghisapan oleh pemerintah pusat dan investor asing, sehingga terjadi ketimpangan
akibat keajaiban yang menipu," ujarnya. akibat keajaiban yang menipu," ujarnya.
Pakar ekonomi kerakyatan yang meninggal dunia pada 24 Mei 2005 itu mencontokan Pakar ekonomi kerakyatan yang meninggal dunia pada 24 Mei 2005 itu mencontokan penghisapan pada 1996 yakni Provinsi Kaltim, Riau dan Irian Jaya (Papua) dengan penghisapan pada 1996 yakni Provinsi Kaltim, Riau dan Irian Jaya (Papua) dengan
derajat penghisapannya masing-masing 87 persen, 80 persen dan 78 persen, sehingga derajat penghisapannya masing-masing 87 persen, 80 persen dan 78 persen, sehingga ekonomi Indonesia kembali terjajah oleh ekonomi asing.
ekonomi Indonesia kembali terjajah oleh ekonomi asing.
Walhasil, kalau orang-orang kecil di Taiwan, RRC, Spanyol, Swiss, dan Thailand bisa Walhasil, kalau orang-orang kecil di Taiwan, RRC, Spanyol, Swiss, dan Thailand bisa hidup makmur, maka orang-orang kecil di Indonesia juga harus bisa makmur dengan hidup makmur, maka orang-orang kecil di Indonesia juga harus bisa makmur dengan Sistem Ekonomi Kerakyatan yang benar secara realitas dan bukan hanya mimpi atau "lips Sistem Ekonomi Kerakyatan yang benar secara realitas dan bukan hanya mimpi atau "lips service."(*)
service."(*)
EKONOMI KERAKYATAN
EKONOMI KERAKYATAN
BUTUH DEMOKRATISASI MODAL
BUTUH DEMOKRATISASI MODAL
REVRISOND BASWIR
EKONOMI KERAKYATAN BUTUH DEMOKRATISASI MODAL EKONOMI KERAKYATAN BUTUH DEMOKRATISASI MODAL
Oleh: Revrisond Baswir*,
Oleh: Revrisond Baswir*, PESERTA AKTIF MILISPESERTA AKTIF MILIS NASIONALNASIONAL
Secara konstitusional, ekonomi kerakyatan diperkenalkan sejak Secara konstitusional, ekonomi kerakyatan diperkenalkan sejak diundan
diundangkannya UUD 1945 lebih dari gkannya UUD 1945 lebih dari 56 tahun lalu.56 tahun lalu.
Titik tolak yang paling mudah untuk memahami ekonomi kerakyatan Titik tolak yang paling mudah untuk memahami ekonomi kerakyatan adalah dengan menguraikan makna penggalan kalimat
adalah dengan menguraikan makna penggalan kalimat pertama dalampertama dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945.
penjelasan Pasal 33 UUD 1945.
Sebagaimana dikemukakan oleh penggalan kalimat tersebut, "Dalam Sebagaimana dikemukakan oleh penggalan kalimat tersebut, "Dalam Pasal 33
Pasal 33 tercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan olehtercantum dasar demokrasi ekonomi, produksi dikerjakan oleh semua untuk semua di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota semua untuk semua di bawah pimpinan atau penilikan anggota-anggota masyarakat."
masyarakat."
Dalam penggalan kalimat itu,
Dalam penggalan kalimat itu, ungkapan ekonomi kerakyatan memangungkapan ekonomi kerakyatan memang tidak digunakan secara eksplisit. Tetapi dengan mengacu pada
tidak digunakan secara eksplisit. Tetapi dengan mengacu pada penggunaan ungkapan kerakyatan sebagaimana digunakan oleh sila penggunaan ungkapan kerakyatan sebagaimana digunakan oleh sila keempat Pancasila, akan segera
keempat Pancasila, akan segera diketahui yang dimaksud dengandiketahui yang dimaksud dengan ekonomi kerakyatan tidak lain dari demokrasi ekonomi sebagaimana ekonomi kerakyatan tidak lain dari demokrasi ekonomi sebagaimana dimaksudkan oleh penjelasan Pasal 33 UUD 1945
dimaksudkan oleh penjelasan Pasal 33 UUD 1945 tersebut.tersebut.
Berdasarkan bunyi penggalan kalimat dalam penjelasan Pasal 33 UUD Berdasarkan bunyi penggalan kalimat dalam penjelasan Pasal 33 UUD 1945 itu, dapat diketahui secara
1945 itu, dapat diketahui secara substansial ekonomi kerakyatansubstansial ekonomi kerakyatan sesungguhnya mencakup tiga hal berikut:
sesungguhnya mencakup tiga hal berikut:
Pertama, adanya partisipasi penuh seluruh anggota masyarakat
Pertama, adanya partisipasi penuh seluruh anggota masyarakat dalamdalam proses pembentukan produksi nasional. Partisipasi penuh seluruh proses pembentukan produksi nasional. Partisipasi penuh seluruh masyarakat dalam proses
masyarakat dalam proses pembentukan produkpembentukan produksi nasional ini si nasional ini sangatsangat penting artinya bagi ekonomi kerakyatan. Dengan cara demikian seluruh penting artinya bagi ekonomi kerakyatan. Dengan cara demikian seluruh masyarakat mendapat bagian dari hasil produksi nasional itu. Sebab itu, masyarakat mendapat bagian dari hasil produksi nasional itu. Sebab itu, sebagaimana ditegaskan oleh Pasal 27 UUD
sebagaimana ditegaskan oleh Pasal 27 UUD 1945, "Tiap-tiap warga1945, "Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan
negara berhak atas pekerjaan dan penghidpenghidupan yang layak bagiupan yang layak bagi kemanusiaan."
kemanusiaan."
Kedua, adanya partisipasi seluruh anggota masyarakat
Kedua, adanya partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam turutdalam turut menikmati hasil produksi nasional. Artinya, dalam
menikmati hasil produksi nasional. Artinya, dalam rangka ekonomirangka ekonomi kerakyatan, tidak boleh ada satu
kerakyatan, tidak boleh ada satu orang pun yang tidak ikut orang pun yang tidak ikut menikmatimenikmati hasil produksi nasional, termasuk fakir miskin dan anak
hasil produksi nasional, termasuk fakir miskin dan anak telantar. Hal itutelantar. Hal itu dipertegas oleh Pasal 34 UUD 1945 yang mengatakan, "Fakir miskin dan dipertegas oleh Pasal 34 UUD 1945 yang mengatakan, "Fakir miskin dan anak-anak telantar dipelihara oleh negara."
anak-anak telantar dipelihara oleh negara."
Ketiga, pembentukan produksi dan pembagian hasil produksi nasional Ketiga, pembentukan produksi dan pembagian hasil produksi nasional harus berada di bawah pimpinan atau penilikan anggota masyarakat. harus berada di bawah pimpinan atau penilikan anggota masyarakat. Artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan, anggota masyarakat tidak Artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan, anggota masyarakat tidak
boleh hanya menjadi objek. Setiap anggota masyarakat harus boleh hanya menjadi objek. Setiap anggota masyarakat harus diupayakan agar menjadi
diupayakan agar menjadi subjek perekonomian.subjek perekonomian.
Walaupun misalnya kegiatan pembentukan produksi nasional dilakukan Walaupun misalnya kegiatan pembentukan produksi nasional dilakukan oleholeh para pemodal asing, kegiatan-kegiatan itu harus tetap berada di bawah para pemodal asing, kegiatan-kegiatan itu harus tetap berada di bawah pengawasan atau pengendalian masyarakat.
pengawasan atau pengendalian masyarakat. PARTISIPASI MASYARAKAT
PARTISIPASI MASYARAKAT
Unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga itu saya kira perlu Unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga itu saya kira perlu digarisbawah
digarisbawahi. Sebab i. Sebab unsur ekonomi kerakyatan yang unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga itulah yangketiga itulah yang mendasari perlunya partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam
mendasari perlunya partisipasi seluruh anggota masyarakat dalam kepemilikan modal atau faktor produksi nasional, baik dalam bentuk kepemilikan modal atau faktor produksi nasional, baik dalam bentuk kepemilikan modal material (material
kepemilikan modal material (material capital), modal intelektualcapital), modal intelektual
(intelectual capital), maupun modal institusional (institusional capital). (intelectual capital), maupun modal institusional (institusional capital). Sebagai konsekuensi dari unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga itu, Sebagai konsekuensi dari unsur ekonomi kerakyatan yang ketiga itu, negara harus mengupayakan agar kepemilikan ketiga jenis modal negara harus mengupayakan agar kepemilikan ketiga jenis modal tersebut terdistribu
tersebut terdistribusi secara si secara relatif merata di tengah relatif merata di tengah masyarakat.masyarakat. Sehubun
Sehubungan dengan modal material, gan dengan modal material, misalnya, negara tidak hanya misalnya, negara tidak hanya wajibwajib mengakui dan melindungi hak kepemilikan setiap
mengakui dan melindungi hak kepemilikan setiap anggota masyarakat,anggota masyarakat, tetapi juga wajib memastikan bahwa semua a
tetapi juga wajib memastikan bahwa semua a nggota masyarakat turutnggota masyarakat turut serta memiliki modal material.
serta memiliki modal material.
Sehubungan dengan modal intelektual, negara wajib
Sehubungan dengan modal intelektual, negara wajib menyelenggarakanmenyelenggarakan pendidikan cuma-cuma bagi seluruh anggota
pendidikan cuma-cuma bagi seluruh anggota masyarakat. Artinya, dalammasyarakat. Artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan, pendidikan bukanlah sebuah kegiatan yang rangka ekonomi kerakyatan, pendidikan bukanlah sebuah kegiatan yang dapat dikomersialkan.
dapat dikomersialkan.
Negara tidak mungkin melarang komersialisasi pendidikan oleh pihak
Negara tidak mungkin melarang komersialisasi pendidikan oleh pihak swasta,swasta, tetapi hal itu harus d
tetapi hal itu harus d ilakukan bersamaan dengan disediakannya fasilitasilakukan bersamaan dengan disediakannya fasilitas pendidikan bebas biaya oleh sektor negara.
pendidikan bebas biaya oleh sektor negara. Sementara itu, sehubungan dengan modal
Sementara itu, sehubungan dengan modal institusional, saya kira tidak adainstitusional, saya kira tidak ada keraguan sedikitpun bahwa negara
keraguan sedikitpun bahwa negara memang wajib melindungi hak setiapmemang wajib melindungi hak setiap anggota masyarakat untuk berserikat, berkumpul, dan menyatakan
anggota masyarakat untuk berserikat, berkumpul, dan menyatakan pendapat.pendapat. Hal itu tentu tidak hanya berlaku sehubungan dengan pembentukan Hal itu tentu tidak hanya berlaku sehubungan dengan pembentukan serikat-serikat sosial dan politik, tetapi mencakup pula
serikat sosial dan politik, tetapi mencakup pula pembentukan serikat-serikatpembentukan serikat-serikat ekonomi. Secara khusus hal itu diatur dalam Pasal 28 UUD 1945.
ekonomi. Secara khusus hal itu diatur dalam Pasal 28 UUD 1945. Bertolak dari uraian tersebut, secara keseluruhan dapat
Bertolak dari uraian tersebut, secara keseluruhan dapat disaksikan bahwadisaksikan bahwa tujuan utama ekonomi kerakyatan pada dasarnya adalah untuk
tujuan utama ekonomi kerakyatan pada dasarnya adalah untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengendalmengendalikan jalannyaikan jalannya roda perekonomian.
roda perekonomian.
Artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan, setiap anggota masyarakat Artinya, dalam rangka ekonomi kerakyatan, setiap anggota masyarakat harus diupayakan agar menjadi
harus diupayakan agar menjadi subjek perekonomian. Mereka tidaksubjek perekonomian. Mereka tidak boleh diperlakukan hanya sebagai objek perekonomian.
boleh diperlakukan hanya sebagai objek perekonomian.
Bila tujuan ekonomi kerakyatan itu diuraikan lebih lanjut, maka sasaran Bila tujuan ekonomi kerakyatan itu diuraikan lebih lanjut, maka sasaran pokok ekonomi kerakyatan dalam garis besarnya meliputi lima
pokok ekonomi kerakyatan dalam garis besarnya meliputi lima halhal berikut:
Pertama, tersedianya peluang kerja dan penghidupan yang layak bagi Pertama, tersedianya peluang kerja dan penghidupan yang layak bagi seluruh anggota masyarakat.
seluruh anggota masyarakat.
Kedua, terselenggaranya sistem jaminan sosial
Kedua, terselenggaranya sistem jaminan sosial bagi anggotabagi anggota
masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi fakir miskin dan anak masyarakat yang membutuhkan, khususnya bagi fakir miskin dan anak telantar.
telantar.
Ketiga, terlindungi dan terdistribusinya kepemilikan modal material Ketiga, terlindungi dan terdistribusinya kepemilikan modal material secara relatif merata di antara anggota masyarakat.
secara relatif merata di antara anggota masyarakat. Keempat, terselenggaranya pendidi
Keempat, terselenggaranya pendidikan bebas kan bebas biaya bagi setiapbiaya bagi setiap anggota masyarakat yang memerlukan.
anggota masyarakat yang memerlukan.
Kelima, terjaminnya hak setiap anggota masyarakat untuk mendirikan Kelima, terjaminnya hak setiap anggota masyarakat untuk mendirikan serikat-serikat ekonomi.
serikat-serikat ekonomi.
MENDAPATKAN PERLAWANAN
MENDAPATKAN PERLAWANAN
Sebagai sebuah paham dan sistem ekonomi yang bermaksud Sebagai sebuah paham dan sistem ekonomi yang bermaksud
mendemokratisasikan penguasaan modal, tentu sangat wajar bila ekonomi mendemokratisasikan penguasaan modal, tentu sangat wajar bila ekonomi kerakyatan cenderung mendapat perlawanan dari sejumlah
kerakyatan cenderung mendapat perlawanan dari sejumlah kalangan. Bagikalangan. Bagi para penganut ekonomi neoliberal, gagasan ini tidak hanya dipandang tidak para penganut ekonomi neoliberal, gagasan ini tidak hanya dipandang tidak sejalan dengan teori-teori ekonomi yang mereka
sejalan dengan teori-teori ekonomi yang mereka yakini, tetapi juga cenderungyakini, tetapi juga cenderung merupakan ancaman terhadap kepentingan-kepentingan pribadi mereka. merupakan ancaman terhadap kepentingan-kepentingan pribadi mereka.
Perlawanan terhadap ekonomi kerakyatan itu tentu sah-sah
Perlawanan terhadap ekonomi kerakyatan itu tentu sah-sah saja. Sebagaisaja. Sebagai sebuah paham dan sistem ekonomi, ekonomi kerakyatan memang tidak sebuah paham dan sistem ekonomi, ekonomi kerakyatan memang tidak membahagiakan semua pihak.
membahagiakan semua pihak.
Sehubungan dengan itu, mungkin ada baiknya bila di sini dikemukakan Sehubungan dengan itu, mungkin ada baiknya bila di sini dikemukakan secara singkat
secara singkat argumentasi yang melatarbelakangi pentingnyaargumentasi yang melatarbelakangi pentingnya penyelengg
penyelenggaraan demokratisasi modal dalam araan demokratisasi modal dalam ekonomi kerakyatan.ekonomi kerakyatan. Selain didasarkan pada motivasi untuk menciptakan keadilan ekonomi, Selain didasarkan pada motivasi untuk menciptakan keadilan ekonomi, demokratisasi modal merupakan tonggak yang sangat
demokratisasi modal merupakan tonggak yang sangat penting bagipenting bagi ekonomi kerakyatan untuk menjamin terselenggaranya proses ekonomi kerakyatan untuk menjamin terselenggaranya proses demokrasi dalam arti
demokrasi dalam arti yang sesungguhnyyang sesungguhnya.a.
Dalam pandangan ekonomi kerakyatan, demokrasi politik saja tidak Dalam pandangan ekonomi kerakyatan, demokrasi politik saja tidak mencukupi bagi rakyat kebanyakan untuk mengendalikan jalannya roda mencukupi bagi rakyat kebanyakan untuk mengendalikan jalannya roda perekonomian.
perekonomian. Sebab, sSebab, sebagaimana ebagaimana berbagai berbagai bidang kbidang kehidupan lehidupan lainnya,ainnya, persaingan politik yang sangat demokratis sekali pun, faktor modal akan tetap persaingan politik yang sangat demokratis sekali pun, faktor modal akan tetap memainkan
memainkan peranan penting dalam peranan penting dalam mempengaruhi pilihan-pimempengaruhi pilihan-pilihan politiklihan politik masyarakat.
masyarakat.
Sebagaimana dikemukakan Gramsci, para pemodal besar sesungguhnya Sebagaimana dikemukakan Gramsci, para pemodal besar sesungguhnya tidak hanya cenderung memanfaatkan negara sebagai sarana untuk tidak hanya cenderung memanfaatkan negara sebagai sarana untuk membela
membela
kepentingan-kepentingan mereka. kepentingan-kepentingan mereka.
Melalui kekuatan modal yang mereka
Melalui kekuatan modal yang mereka miliki, mereka juga cenderungmiliki, mereka juga cenderung memakai demokrasi sebagai sarana untuk
dimilikinya. dimilikinya.
Untuk menghadapi kelicikan para pemodal besar tersebut, maka tidak ada Untuk menghadapi kelicikan para pemodal besar tersebut, maka tidak ada pilihan lain bagi rakyat kebanyakan, ke
pilihan lain bagi rakyat kebanyakan, ke cuali dengan mempersenjatai diricuali dengan mempersenjatai diri mereka dengan modal material yang cukup, modal institusional yang kuat, mereka dengan modal material yang cukup, modal institusional yang kuat, dan kemampuan intelektual yang memadai.
dan kemampuan intelektual yang memadai. Upaya untuk mempersenjatai diri dengan ketiga
Upaya untuk mempersenjatai diri dengan ketiga jenis modal tersebut tentujenis modal tersebut tentu diperoleh secara cuma-cuma. Ia memerlukan perjuangan.
diperoleh secara cuma-cuma. Ia memerlukan perjuangan. Bertolak dari tujuan dan sasaran
Bertolak dari tujuan dan sasaran ekonomi kerakyatan sebagaimanaekonomi kerakyatan sebagaimana dikemukakan tersebut,
dikemukakan tersebut, beberapa hal mudah-mudahan kini menjadi lebihbeberapa hal mudah-mudahan kini menjadi lebih jelas, terutama bagi mereka
jelas, terutama bagi mereka yang selama ini masih yang selama ini masih ragu-ragu terhadragu-ragu terhadapap prospek ekonomi kerakyatan.
prospek ekonomi kerakyatan.
Pertama, ekonomi kerakyatan bukan paham dan sistem
Pertama, ekonomi kerakyatan bukan paham dan sistem ekonomiekonomi apolitis.
apolitis.
Ekonomi kerakyatan adalah gerakan perlawanan atas
Ekonomi kerakyatan adalah gerakan perlawanan atas kesewenangankesewenangan penguasa negara dan pemodal besar, termasuk terhadap kekuatan penguasa negara dan pemodal besar, termasuk terhadap kekuatan modal internasional dan lembaga keuangan dan perdagangan modal internasional dan lembaga keuangan dan perdagangan multilateral seperti Bank Dunia, IMF, dan WTO.
multilateral seperti Bank Dunia, IMF, dan WTO. Kedua, jika dilihat dari
Kedua, jika dilihat dari segi konstituennya, konstituen utama ekonomisegi konstituennya, konstituen utama ekonomi kerakyatan adalah kelompok masyarakat
kerakyatan adalah kelompok masyarakat yang terpinggirkan dalamyang terpinggirkan dalam sistem ekonomi neoliberal. Dalam garis besarnya mereka
sistem ekonomi neoliberal. Dalam garis besarnya mereka terdiri dariterdiri dari kaum buruh, kaum tani, kaum
kaum buruh, kaum tani, kaum nelayan, kelompok pengusahnelayan, kelompok pengusaha kecil,a kecil, kaum miskin kota, dan
kaum miskin kota, dan kaum mustad'afi.kaum mustad'afi.
Ketiga, jika dilihat dari musuh strategisnya, musuh utama ekonomi Ketiga, jika dilihat dari musuh strategisnya, musuh utama ekonomi kerakyatan terdiri dari para penguasa negara
kerakyatan terdiri dari para penguasa negara yang membelayang membela kepentingan para pemodal besar, para pemodal besar domestik, kepentingan para pemodal besar, para pemodal besar domestik, perusahaan-p
perusahaan-perusahaan erusahaan transnasiontransnasional, al, pemerintah negara-negarapemerintah negara-negara industri pemberi utang, dan lembaga-lembaga keuangan dan industri pemberi utang, dan lembaga-lembaga keuangan dan perdagang
perdagangan multilateral yan multilateral y ang menjadi kepanjangan tangan ang menjadi kepanjangan tangan neoliberalneoliberal.. Orientasi ekonomi kerakyatan pada penciptaan kondisi ekonomi
Orientasi ekonomi kerakyatan pada penciptaan kondisi ekonomi dan politikdan politik yang demokratis tersebut tentu sangat bertentangan dengan kepentingan yang demokratis tersebut tentu sangat bertentangan dengan kepentingan kelompok-kelompok masyarakat yang diuntungkan oleh sistem ekonomi kelompok-kelompok masyarakat yang diuntungkan oleh sistem ekonomi neoliberal.
neoliberal.
Sebab itu, penolakan mereka terhadap ekonomi kerakyatan bukanlah karena Sebab itu, penolakan mereka terhadap ekonomi kerakyatan bukanlah karena ekonomi kerakyatan tidak ditemukan dalam teksbook, atau karena ekonomi ekonomi kerakyatan tidak ditemukan dalam teksbook, atau karena ekonomi kerakyatan merupakan jargon politik, tetapi karena penyelenggaraan e
kerakyatan merupakan jargon politik, tetapi karena penyelenggaraan e konomikonomi kerakyatan dapat menyebabkan berkurangnya dominasi mereka
kerakyatan dapat menyebabkan berkurangnya dominasi mereka dalamdalam mengendalikan roda perekonomian.
mengendalikan roda perekonomian.
*Drs. Revrisond Baswir, MBA adalah pemerhati ekonomi-politik UGM dan *Drs. Revrisond Baswir, MBA adalah pemerhati ekonomi-politik UGM dan direktur IDEA, Yogyakarta
EENET Asia
EENET Asia
Newsletter
Newsletter
-Edisi
Edisi
Keempat-Juni 2007
Juni 2007
Tags:Tags: spasialspasial Prev:
Prev: Kilas Balik Perang SalibKilas Balik Perang Salib Next:
Next: Kapan Matahari terbit dari Barat?Kapan Matahari terbit dari Barat?
PERTANIAN KERAKYATAN YANG BERKELANJUTAN PERTANIAN KERAKYATAN YANG BERKELANJUTAN BERWAWASAN LINGKUNGAN
BERWAWASAN LINGKUNGAN Pengertian
Pengertian
Menurut Mubyarto (2001) sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang Menurut Mubyarto (2001) sistem ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang memihak pada kepentingan ekonomi rakyat, dan ekonomi rakyat adalah sektor memihak pada kepentingan ekonomi rakyat, dan ekonomi rakyat adalah sektor ekonomi yang mencakup usaha-usaha kecil, menengah dan koperasi sebagai pilar ekonomi yang mencakup usaha-usaha kecil, menengah dan koperasi sebagai pilar utama pembangunan ekonomi nasional.
utama pembangunan ekonomi nasional.
Dalam TAP MPR IV/1999 disebutkan pengertian ekonomi kerakyatan sbb: Dalam TAP MPR IV/1999 disebutkan pengertian ekonomi kerakyatan sbb: Misi :
Misi : Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional terutama Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasional terutama pengusaha kecil, menengah, dan koperasi dengan mengembangkan sistem ekonomi pengusaha kecil, menengah, dan koperasi dengan mengembangkan sistem ekonomi
kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis pada kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan.
saing, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan. Arah kebijakan ekonomi :
Arah kebijakan ekonomi : Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang Mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang
bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan dengan prinsip persaingan sehat dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai-nilai keadilan,kepentingan sosial, dan memperhatikan pertumbuhan ekonomi, nilai-nilai keadilan,kepentingan sosial, kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, sehingga kualitas hidup, pembangunan berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, sehingga terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, perlindungan hak-hak terjamin kesempatan yang sama dalam berusaha dan bekerja, perlindungan hak-hak konsumen, serta perlakuan yang adil bagi seluruh masyarakat.
konsumen, serta perlakuan yang adil bagi seluruh masyarakat.
Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa Pertanian Kerakyatan merupakan Dari pengertian di atas dapat diartikan bahwa Pertanian Kerakyatan merupakan pertanian yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan petani yang pertanian yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan petani yang merupakan kelompok terbesar rakyat Indonesia . Pertanian yang berasal dan merupakan kelompok terbesar rakyat Indonesia . Pertanian yang berasal dan berakar pada rakyat untuk rakyat, sesuai dengan kondisi dan kemampuan rakyat berakar pada rakyat untuk rakyat, sesuai dengan kondisi dan kemampuan rakyat serta daya dukung lingkungannya. Pertanian yang bertumpu pada kemampuan dan serta daya dukung lingkungannya. Pertanian yang bertumpu pada kemampuan dan
kemandirian rakyat dalam mengambil keputusan pengelolaan sistem usaha taninya kemandirian rakyat dalam mengambil keputusan pengelolaan sistem usaha taninya yang sesuai dan dinamis. Pertanian Kerakyatan yang mengembangkan sistem
yang sesuai dan dinamis. Pertanian Kerakyatan yang mengembangkan sistem ekonomi pertanian rakyat yang bertumpu pada mekanisme pasar yang
ekonomi pertanian rakyat yang bertumpu pada mekanisme pasar yang
berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang berkeadilan, berbasis pada sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju berdaya saing, berwawasan lingkungan dan
produktif, mandiri, maju berdaya saing, berwawasan lingkungan dan
berkelanjutan. Pertanian kerakyatan merupakan pertanian yang berkelanjutan berkelanjutan. Pertanian kerakyatan merupakan pertanian yang berkelanjutan yang tidak membawa dampak samping bagi kesehatan dan kesejahteraan hidup yang tidak membawa dampak samping bagi kesehatan dan kesejahteraan hidup rakyat dan
rakyat dan lingkungan hidup di pedesaan. Pertanian kerakyatan merupakan kegiatanlingkungan hidup di pedesaan. Pertanian kerakyatan merupakan kegiatan pertanian yang dilaksanakan sendiri oleh rakyat secara profesional, berdaya saing dengan pertanian yang dilaksanakan sendiri oleh rakyat secara profesional, berdaya saing dengan
memanfaatkan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pilar utama atau memanfaatkan berbagai kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pilar utama atau kekuatan utama pelaksana pertanian kerakyatan adalah usaha kecil, menengah dan kekuatan utama pelaksana pertanian kerakyatan adalah usaha kecil, menengah dan koperasi.
koperasi.
Pertanian Berkelanjutan Pertanian Berkelanjutan
Dari pengertian ekonomi kerakyatan menurut TAP VI/ 1999 dinyatakan antara lain Dari pengertian ekonomi kerakyatan menurut TAP VI/ 1999 dinyatakan antara lain bahwa:
bahwa: “sistem ekonomi kerakyatan…… yang berbasis pada sumber daya manusia“sistem ekonomi kerakyatan…… yang berbasis pada sumber daya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing,
yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing,berwawasan lingkunganberwawasan lingkungan , ,dandan berkelanjutan
berkelanjutan“.“. SDM yang berdaya saing, berwawasan lingkungan dan berkelanjutanSDM yang berdaya saing, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan
berarti bahwa SDM yang memahami dan melaksanakan pembangunan berkelanjutan berarti bahwa SDM yang memahami dan melaksanakan pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan. Demikian juga pada sektor pertanian SDM yang akan menjadi berwawasan lingkungan. Demikian juga pada sektor pertanian SDM yang akan menjadi pelaksana pertanian kerakyatan harus memahami prinsip, falsafah dan praktek pertanian pelaksana pertanian kerakyatan harus memahami prinsip, falsafah dan praktek pertanian berkelanjutan. Pada konsideran UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya
berkelanjutan. Pada konsideran UU No. 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman butir (b) dinyatakan bahwa:
Tanaman butir (b) dinyatakan bahwa:“sistem pembangunan yang berkelanjutan dan“sistem pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan perlu ditumbuhkembangkan dalam pembangunan pertanian berwawasan lingkungan perlu ditumbuhkembangkan dalam pembangunan pertanian secara menyeluruh dan terpadu “
secara menyeluruh dan terpadu “
Pertanian berkelanjutan merupakan pengelolaan sumber daya alam dan orientasi Pertanian berkelanjutan merupakan pengelolaan sumber daya alam dan orientasi perubahan teknologi dan kelembagaan yang dilaksanakan sedemikian rupa dapat perubahan teknologi dan kelembagaan yang dilaksanakan sedemikian rupa dapat
menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi menjamin pemenuhan dan pemuasan kebutuhan manusia secara berkelanjutan bagi generasi sekarang dan mendatang (FAO, 1989). Pembangunan di sektor pertanian, generasi sekarang dan mendatang (FAO, 1989). Pembangunan di sektor pertanian,
kehutanan dan perikanan harus mampu mengkonservasi tanah, air, tanaman dan sumber kehutanan dan perikanan harus mampu mengkonservasi tanah, air, tanaman dan sumber genetik binatang, tidak merusak lingkungan, secara teknis tepat guna, secara ekonomi genetik binatang, tidak merusak lingkungan, secara teknis tepat guna, secara ekonomi layak dan secara sosial dapat diterima.
layak dan secara sosial dapat diterima. Visi Pertanian Berkelanjutan:
Visi Pertanian Berkelanjutan:
Pendekatan dan teknologi pertanian yang LAYAK EKONOMI, DAPAT Pendekatan dan teknologi pertanian yang LAYAK EKONOMI, DAPAT
DIPERTANGGUNGJAWABKAN SECARA EKOLOGI, SECARA SOSIAL DAPAT DIPERTANGGUNGJAWABKAN SECARA EKOLOGI, SECARA SOSIAL DAPAT DITERIMA dan BERKEADILAN , SECARA BUDAYA SESUAI dan berdasarkan DITERIMA dan BERKEADILAN , SECARA BUDAYA SESUAI dan berdasarkan Pendekatan HOLISTIK .
Pendekatan HOLISTIK .
Misi Pertanian Berkelanjutan: Misi Pertanian Berkelanjutan: 1. Peningkatan produksi
1. Peningkatan produksi
2. Peningkatan penghasilan dan kesejahteraan rakyat 2. Peningkatan penghasilan dan kesejahteraan rakyat 3. Pengentasan kemiskinan
4. Peningkatan pemerataan dan keadilan sosial 4. Peningkatan pemerataan dan keadilan sosial
5. Penciptaan lapangan kerja bagi petani di pedesaan 5. Penciptaan lapangan kerja bagi petani di pedesaan
6. Penggunaan sumber daya alam setempat secara efisien yang meliputi sumber daya 6. Penggunaan sumber daya alam setempat secara efisien yang meliputi sumber daya hayati, sumber daya manusia, kearifan dan pengetahuan tradisional
hayati, sumber daya manusia, kearifan dan pengetahuan tradisional
7. Memberdayakan petani sebagai pengambil keputusan yang profesional di lahannya 7. Memberdayakan petani sebagai pengambil keputusan yang profesional di lahannya sendiri
sendiri
8. Peningkatan peran petani sebagai pengelola dan pelaksana utama pembangunan 8. Peningkatan peran petani sebagai pengelola dan pelaksana utama pembangunan pertanian
pertanian
9. Pemberdayaan kelompok tani dalam unit-unit usaha tani berskala kecil, menengah dan 9. Pemberdayaan kelompok tani dalam unit-unit usaha tani berskala kecil, menengah dan koperasi
koperasi
10. Pelestarian kualitas lingkungan hidup lokal, nasional, global 10. Pelestarian kualitas lingkungan hidup lokal, nasional, global
Dari pengertian-pengertian dasar tersebut dapat disimpulkan di sini bahwa pertanian Dari pengertian-pengertian dasar tersebut dapat disimpulkan di sini bahwa pertanian kerakyatan merupakan implementasi dari pertanian berkelanjutan pada kondisi ekologi, kerakyatan merupakan implementasi dari pertanian berkelanjutan pada kondisi ekologi, ekonomi, sosial budaya dan politik di Indonesia.
ekonomi, sosial budaya dan politik di Indonesia. Teknologi Pertanian Konvensional
Teknologi Pertanian Konvensional
Teknologi pertanian yang diterapkan dan dikembangkan oleh Pemerintah dan peneliti Teknologi pertanian yang diterapkan dan dikembangkan oleh Pemerintah dan peneliti sekarang merupakan teknologi cetak biru
sekarang merupakan teknologi cetak biru(blue print)(blue print)cenderung seragam, boros energi,cenderung seragam, boros energi,
boros sumber daya hayati, eksploitatif, orientasi peningkatan produksi, serta tidak boros sumber daya hayati, eksploitatif, orientasi peningkatan produksi, serta tidak
mengikutsertakan petani/rakyat dalam pengembangan, perencanaan dan penerapannya. mengikutsertakan petani/rakyat dalam pengembangan, perencanaan dan penerapannya. Aspek-aspek ekologi, keadilan dan pemerataan pendapatan, demokrasi dalam
Aspek-aspek ekologi, keadilan dan pemerataan pendapatan, demokrasi dalam
pengambilan keputusan serta kesesuaian dengan kondisi lokal kurang dipertimbangkan. pengambilan keputusan serta kesesuaian dengan kondisi lokal kurang dipertimbangkan.
Dampak Negatif Teknologi Boros Energi: Dampak Negatif Teknologi Boros Energi:
· Petani selalu memerlukan saprodi (sarana produksi) yang semakin lama semakin · Petani selalu memerlukan saprodi (sarana produksi) yang semakin lama semakin meningkat sehingga semakin mahal
meningkat sehingga semakin mahal
· Menurunkan daya dukung lingkungan karena peningkatan erosi, pemiskinan unsur · Menurunkan daya dukung lingkungan karena peningkatan erosi, pemiskinan unsur hara tanah, kerusakan struktur tanah, peningkatan residu bahan kimia berbahaya, hara tanah, kerusakan struktur tanah, peningkatan residu bahan kimia berbahaya, membunuh organisme penyubur tanah
membunuh organisme penyubur tanah
· Penggunaan saprodi semakin tidak efisien, untuk peningkatan satu unit produksi yang · Penggunaan saprodi semakin tidak efisien, untuk peningkatan satu unit produksi yang sama diperlukan lebih banyak sapordi daripada sebelumnya
sama diperlukan lebih banyak sapordi daripada sebelumnya
· Ketergantungan petani pada penggunaan saprodi dan pihak industri saprodi semakin · Ketergantungan petani pada penggunaan saprodi dan pihak industri saprodi semakin meningkat
meningkat
· Pemiskinan keanekaragaman hayati lingkungan pertanian · Pemiskinan keanekaragaman hayati lingkungan pertanian Keadaan di pedesaan dewasa ini
Keadaan di pedesaan dewasa ini
Pembangunan Pertanian yang dilaksanakan selama ini lebih didominansi oleh Pemerintah Pembangunan Pertanian yang dilaksanakan selama ini lebih didominansi oleh Pemerintah
dengan para pejabat dan petugas baik di tingkat Pusat, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, dengan para pejabat dan petugas baik di tingkat Pusat, Propinsi, Kabupaten, Kecamatan, Desa maupun di tingkat lapangan. Petani dan kelompok tani lebih dalam posisi sebagai Desa maupun di tingkat lapangan. Petani dan kelompok tani lebih dalam posisi sebagai pelaksana kebijaksanaan Pemerintah. Petani lebih diperankan sebagai obyek
pelaksana kebijaksanaan Pemerintah. Petani lebih diperankan sebagai obyek pembangunan dan bukan sebagai subyek pembangunan. Pembangunan pertanian pembangunan dan bukan sebagai subyek pembangunan. Pembangunan pertanian
konvensional yang didominansi oleh Pemerintah tidak menjamin keberlanjutan program konvensional yang didominansi oleh Pemerintah tidak menjamin keberlanjutan program pembangunan pertanian serta tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pertanian kerakyatan pembangunan pertanian serta tidak sesuai dengan prinsip-prinsip pertanian kerakyatan
yang lebih bertumpu pada kemampuan dan kemandirian petani. yang lebih bertumpu pada kemampuan dan kemandirian petani.
Setelah kita lebih dari 30 tahun menerapkan pembangunan pertanian nasional kita hadapi Setelah kita lebih dari 30 tahun menerapkan pembangunan pertanian nasional kita hadapi beberapa indikator keberhasilan pembangunan yang memprihatinkan:
beberapa indikator keberhasilan pembangunan yang memprihatinkan: · Tingkat produktivitas lahan menurun
· Tingkat produktivitas lahan menurun · Tingkat kesuburan lahan merosot · Tingkat kesuburan lahan merosot
· Konversi lahan pertanian semakin meningkat · Konversi lahan pertanian semakin meningkat · Luas dan kualitas lahan kritis semakin meluas · Luas dan kualitas lahan kritis semakin meluas
· Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan di lingkungan pertanian meningkat · Tingkat pencemaran dan kerusakan lingkungan di lingkungan pertanian meningkat · Daya dukung lingkungan merosot
· Daya dukung lingkungan merosot
· Tingkat pengangguran di pedesaan semakin meningkat · Tingkat pengangguran di pedesaan semakin meningkat · Daya tukar petani semakin berkurang
· Daya tukar petani semakin berkurang
· Penghasilan dan kesejahteraan keluarga petani semakin menurun · Penghasilan dan kesejahteraan keluarga petani semakin menurun · Kesenjangan sosial antar kelompok masyarakat meningkat
· Kesenjangan sosial antar kelompok masyarakat meningkat
Pendekatan pembangunan pertanian perlu diubah dari pembangunan pertanian Pendekatan pembangunan pertanian perlu diubah dari pembangunan pertanian
beror0ientasi produksi menjadi pembangunan pertanian kerakyatan yang berkelanjutan beror0ientasi produksi menjadi pembangunan pertanian kerakyatan yang berkelanjutan
dan berwawasan lingkungan. dan berwawasan lingkungan. Peran Fakultas Pertanian UGM Peran Fakultas Pertanian UGM
Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi Fakultas Pertanian UGM pada khususnya dan Sebagai suatu lembaga pendidikan tinggi Fakultas Pertanian UGM pada khususnya dan UGM pada umumnya perlu menempatkan dan mewarnakan jati dirinya sebagai
UGM pada umumnya perlu menempatkan dan mewarnakan jati dirinya sebagai
pendorong pelaksanaan pertanian kerakyatan dari tataran kebijakan nasional sampai ke pendorong pelaksanaan pertanian kerakyatan dari tataran kebijakan nasional sampai ke pelaksanaan di lapangan. Hal ini berarti bahwa semua kegiatan Tri Dharma pendidikan, pelaksanaan di lapangan. Hal ini berarti bahwa semua kegiatan Tri Dharma pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sivitas akademika Fakultas penelitian dan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan sivitas akademika Fakultas
Pertanian UGM harus diarahkan pada pengembangan dan penerapan pertanian Pertanian UGM harus diarahkan pada pengembangan dan penerapan pertanian
kerakyatan dalam kerangka sistem ekonomi kerakyatan. Berbagai paradigma dan praktek kerakyatan dalam kerangka sistem ekonomi kerakyatan. Berbagai paradigma dan praktek pembangunan pertanian konvensional yang berorientasi pada produksi, pertumbuhan pembangunan pertanian konvensional yang berorientasi pada produksi, pertumbuhan
ekonomi perlu disesuaikan menjadi paradigma ekonomi kerakyatan. Dalam hal itu ekonomi perlu disesuaikan menjadi paradigma ekonomi kerakyatan. Dalam hal itu diusulkan agar Pertanian Berkelanjutan Berwawasan Kerakyatan atau Pertanian diusulkan agar Pertanian Berkelanjutan Berwawasan Kerakyatan atau Pertanian
Kerakyatan yang Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan dijadikan visi pembangunan Kerakyatan yang Berkelanjutan Berwawasan Lingkungan dijadikan visi pembangunan Fakultas Pertanian UGM.
Fakultas Pertanian UGM.
Salah satu implikasi visi tersebut adalah dalam pengembangan dan penyediaan teknologi Salah satu implikasi visi tersebut adalah dalam pengembangan dan penyediaan teknologi
pertanian yang sesuai. Berikut disampaikan beberapa prinsip dan strategi teknologi pertanian yang sesuai. Berikut disampaikan beberapa prinsip dan strategi teknologi pertanian berkelanjutan yang perlu kita kembangkan melalui kegiatan Tridharma pertanian berkelanjutan yang perlu kita kembangkan melalui kegiatan Tridharma
Fakultas. Fakultas.
1. Teknologi yang dapat memanfaatkan semaksimal mungkin berbagai proses alami ke 1. Teknologi yang dapat memanfaatkan semaksimal mungkin berbagai proses alami ke dalam proses produksi pertanian/budidaya pertanian seperti daur unsur dan daur ulang, dalam proses produksi pertanian/budidaya pertanian seperti daur unsur dan daur ulang, fiksasi nitrogen, interaksi antar komponen ekosistem, hubungan predator dan mangsa, fiksasi nitrogen, interaksi antar komponen ekosistem, hubungan predator dan mangsa, dan yang lain.
dan yang lain.
2. Teknologi yang dapat meminimalkan penggunaan masukan produksi yang memiliki 2. Teknologi yang dapat meminimalkan penggunaan masukan produksi yang memiliki potensi besar membahayakan lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat, petani, dan potensi besar membahayakan lingkungan dan kesehatan bagi masyarakat, petani, dan
konsumen. Penggunaan pestisida, pupuk buatan, dan kimia pertanian lainnya perlu konsumen. Penggunaan pestisida, pupuk buatan, dan kimia pertanian lainnya perlu dibatasi sampai pada tingkat ketetapan baku minimal yang diijinkan.
dibatasi sampai pada tingkat ketetapan baku minimal yang diijinkan.
3. Teknologi yang memanfaatkan secara lebih produktif, efektif dan efisien potensi hayati 3. Teknologi yang memanfaatkan secara lebih produktif, efektif dan efisien potensi hayati dan genetik spesies tanaman dan binatang seperti ilmu pemuliaan tanaman dan
dan genetik spesies tanaman dan binatang seperti ilmu pemuliaan tanaman dan bioteknologi. Perlu diingat kepentingan dan hak petani agar mereka secara bebas bioteknologi. Perlu diingat kepentingan dan hak petani agar mereka secara bebas
melakukan akses terhadap suber daya genetik yang mereka telah kuasai selama ini, serta melakukan akses terhadap suber daya genetik yang mereka telah kuasai selama ini, serta mereka memperoleh pembagian yang adil terhadap keuntungan yang diperoleh dalam mereka memperoleh pembagian yang adil terhadap keuntungan yang diperoleh dalam penggunaan SDG yang telah dikembangkan oleh petani.
penggunaan SDG yang telah dikembangkan oleh petani.
4. P enyesuaian yang lebih baik antara pola tanam, potensi produksi serta keterbatasan 4. P enyesuaian yang lebih baik antara pola tanam, potensi produksi serta keterbatasan fisik lahan pertanian agar dapat dijamin keberlanjutan tingkat produksi untuk masa fisik lahan pertanian agar dapat dijamin keberlanjutan tingkat produksi untuk masa
sekarang dan mendatang. Sistem budidaya pertanian seperti pergiliran tanaman, tanaman sekarang dan mendatang. Sistem budidaya pertanian seperti pergiliran tanaman, tanaman tumpang sari, tanaman lorong, penanaman pupuk hijau dan penutup tanah, dan yang lain tumpang sari, tanaman lorong, penanaman pupuk hijau dan penutup tanah, dan yang lain merupakan teknik budidaya yang dianjurkan.
merupakan teknik budidaya yang dianjurkan.
5. Peningkatan efisiensi produksi dengan cara memberikan penekanan pada perbaikan 5. Peningkatan efisiensi produksi dengan cara memberikan penekanan pada perbaikan kualitas pengelolaan usaha tani, serta konservasi tanah, air, energi, dan sumber daya kualitas pengelolaan usaha tani, serta konservasi tanah, air, energi, dan sumber daya hayati.
hayati.
6. Teknologi yang digunakan adalah khas ekosistem, tidak statis dan seragam, serta 6. Teknologi yang digunakan adalah khas ekosistem, tidak statis dan seragam, serta sesuai dengan keadaan dan kemandirian masyarakat setempat.
sesuai dengan keadaan dan kemandirian masyarakat setempat.
7. Untuk itu perlu dikembangkan suasana kemitraan kerja yang dialogis antara peneliti, 7. Untuk itu perlu dikembangkan suasana kemitraan kerja yang dialogis antara peneliti, petugas lapangan, dan petani yang dapat mendorong kreatifitas, aktifitas, dan
petugas lapangan, dan petani yang dapat mendorong kreatifitas, aktifitas, dan kemandirian pada petani setempat.
kemandirian pada petani setempat.
8. Teknologi yang digunakan merupakan perpaduan yang optimal antara teknologi atas 8. Teknologi yang digunakan merupakan perpaduan yang optimal antara teknologi atas dasar pengetahuan modern dengan pengetahuan dan kearifan masyarakat tradisional. dasar pengetahuan modern dengan pengetahuan dan kearifan masyarakat tradisional. Pengetahuan tradisional mempunyai keunggulan karena kekhasannya dengan ekosistem Pengetahuan tradisional mempunyai keunggulan karena kekhasannya dengan ekosistem dan budaya setempat sehingga dapat dijamin keberlanjutannya, namun untuk
dan budaya setempat sehingga dapat dijamin keberlanjutannya, namun untuk
meningkatkan produktifitasnya perlu didukung dengan kegiatan-kegiatan penelitian yang meningkatkan produktifitasnya perlu didukung dengan kegiatan-kegiatan penelitian yang relevan.
relevan.
9. Teknologi pertanian tidak hanya berorientasi pada pencapaian sasaran produksi, tetapi 9. Teknologi pertanian tidak hanya berorientasi pada pencapaian sasaran produksi, tetapi juga pada pemasaran produk di pasar domestik dan global serta pelestarian fungsi
juga pada pemasaran produk di pasar domestik dan global serta pelestarian fungsi lingkungan hidup. Apabila petani dapat bekerja bersama dalam kelompok usaha kecil lingkungan hidup. Apabila petani dapat bekerja bersama dalam kelompok usaha kecil atau menengah, mereka dapat mengelola usaha tani mereka secara profesional dalam atau menengah, mereka dapat mengelola usaha tani mereka secara profesional dalam
bentuk usaha agroindustri yang berorientasi pada pasar nasional dan global. bentuk usaha agroindustri yang berorientasi pada pasar nasional dan global.
Program Pemberdayaan Petani Program Pemberdayaan Petani
Untuk membuat petani dan kelompok tani menjadi pelaku pertanian kerakyatan dan Untuk membuat petani dan kelompok tani menjadi pelaku pertanian kerakyatan dan sumberdaya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing, berwawasan sumberdaya manusia yang produktif, mandiri, maju, berdaya saing, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan diperlukan program pemberdayaan petani di tingkat lingkungan, dan berkelanjutan diperlukan program pemberdayaan petani di tingkat lapangan yang terpadu, lintas disiplin dan berencana jangka panjang. Metode pelatihan lapangan yang terpadu, lintas disiplin dan berencana jangka panjang. Metode pelatihan dan pendidikan petani yang sesuai perlu dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan dan pendidikan petani yang sesuai perlu dikembangkan dan diterapkan sesuai dengan kondisi khas petani di lokasi lahan dan ekosistem. Metode pendidikan orang dewasa kondisi khas petani di lokasi lahan dan ekosistem. Metode pendidikan orang dewasa seperti yang diterapkan di Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) seperti yang diterapkan di Sekolah Lapangan Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) Tanaman Pangan (1989-1998) dan Perkebunan (1997-2005) merupakan pendekatan yang Tanaman Pangan (1989-1998) dan Perkebunan (1997-2005) merupakan pendekatan yang tepat untuk mendukung pertanian kerakyatan yang berkelanjutan.
tepat untuk mendukung pertanian kerakyatan yang berkelanjutan. Acuan:
Acuan:
•
• Food and Agricultural Organization of the United Nations. 1989.Food and Agricultural Organization of the United Nations. 1989. The State of The State of
Food and Agriculture 1989
Food and Agriculture 1989. FAO. Rome, Italy.. FAO. Rome, Italy.
•
• Mubyarto, 2001.Mubyarto, 2001. Pemberdayaan Ekonomi Rakyat & Peranan Ilmu-Ilmu Sosial Pemberdayaan Ekonomi Rakyat & Peranan Ilmu-Ilmu Sosial ..
Yogyakarta . 83 hal. Yogyakarta . 83 hal.
LinkBack
LinkBack Thread ToolsThread Tools Display ModesDisplay Modes
##11 07-02-07, 16:07 07-02-07, 16:07 nurcahyo nurcahyo Rakyat Senior Rakyat Senior
Join Date: Jan 2007 Join Date: Jan 2007 Posts: 3,516
Posts: 3,516
Ekonomi Kerakyatan Dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat: Ekonomi Kerakyatan Dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat:
EKONOMI KERAKYATAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT: EKONOMI KERAKYATAN DAN PEMBERDAYAAN EKONOMI RAKYAT: SUATU KAJIAN KONSEPTUAL