KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI ANAK
HALAMAN SAMPUL DEPAN
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi
Oleh : MARDIANA
F.100130222
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017
ii
KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI ANAK
HALAMAN JUDUL
SKRIPSI
Diajukan kepada Fakultas Psikologi untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Memperoleh Gelar Sarjana (S-1) Psikologi
Oleh :
MARDIANA F.100130222
PROGRAM STUDI PSIKOLOGI FAKULTAS PSIKOLOGI
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA 2017
iii
HALAMAN PERSETUJUAN
KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI ANAK SKRIPSI HALAMAN PERSETUJUAN Oleh : MARDIANA F.100130222
Telah disetujui untuk dipertahankan di depan Dewan Penguji :
Pembimbing Utama
v
vi
VISI DAN MISI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
VISI :
Menjadi pusat pendidikan psikologi yang mendasarkan pada risalah Islam dan budaya Indonesia di tingkat Nasional dan Asia.
MISI :
Menyelenggarakan pendidikan psikologi di tingkat sarjana dan magister psikologi profesi
Mengembangkan penelitian psikologi yang mendasar pada risalah Islam dan budaya Indonesia
Mengembangkan pengabdian kepada masyarakat atas dasar tanggung jawab sosial
Menjalin kerja sama dengan lembaga pendidikan, lembaga penelitian, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat.
TUJUAN :
Mengelolah prodi sarjana dan magister profesi yang baik
Menggiatkan pusat studi psikologi Islami dan Indigenous (CIIP) Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat secara langsung
maupunmelalui media
Merintis kerjasama dengan lembaga mitra dan universitas luar negeri.
vii MOTTO
Bergegaslah (mencari) ampunan dari Tuhanmu dan surga yang luasnya sama dengan langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa. Yaitu orang-orang yang membelanjakan hartanya di saat lapang dan saat sulit, mampu menahan kemarahan, dan mengampuni orang lain. Allah mencintai orang-orang
yang berbuat baik. [QS. Ali Imran :133-134]
Wahai orang-orang beriman, jahuilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain serta jangan pula sebagian kamu menggunjing sebagian
lainnya. [QS. Al-Hujurat: 12]
Lelaki adalah pemimpin atas kaum wanita karena kelebihan yang diberikan Allah kepada sebagian (suami) di atas sebagian lainnya (istri) dan karena suami menginfakkan sebagian harta mereka. Maka wanita salihah adalah wanita yang taat dan menjaga diri ketika (suami ) tidak ada, karena penjagaan Allah. Mereka
(wanita) yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah, pisahkanlah ranjangnya, dan pulullah mereka. Kemudian ketika mereka taat kepadamu, maka
janganlah kamu mencari jalan (untuk menyakiti). Sesungguhnya Allah maha tinggi dan maha besar. Apabila kamu mengkhawatirkan perceraian di antara mereka, maka kirimkanlah hakim dari keluarga lelaki dan hakim dari keluarga wanita. Apabila mereka berdua menghendaki perdamaian di antara keduanya, maka Allah akan memberi taufik kepada mereka berdua. Sesungguhnya Allah
viii
PERSEMBAHAN
Karya ini penulis persembahkan untuk :
Kedua orang tua penulis yaitu Bapak Selamet dan Ibu Siwi, yang ketulusan hatinya telah mendidik dan membesarkan penulis serta senantiasa menasehati dan mendoakan yang
ix
KATA PENGANTAR
Assalamualaikum Wr.Wb
Alhamdulillahirabbila‟lamiin, segala puji bagi Allah, rabb semesta alam. Yang karena karunia serta nikmatnya penulis mampu menyelesaikan penulisan skripsi ini. Selanjutya shalawat serta salam kami sampaikan pada Nabi agung, Rasulullah Sholallallahu „alaihi wa sallam, yang karena perjuangan beliau penulis mampu merasakan indahnya dan mulianya berada pada ajaran islam.
Dalam menyusun skripsi ini, penulis telah banyak mendapat bantuan dan masukan dari berbagai pihak yang sangat bermanfaat dalam proses penyusunanya. Oleh karena itu, penulis tidak lupa mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Selamet dan Ibu Siwi, Orang tua yang penulis cintai, yang senantiasa mendoakan penulis serta tanpa lelah memberikan dukungan pada penulis untuk menyelesaikan skripsi ini, baik secara moril maupun materil.
2. Pimpinan Daerah Muhammadiyah Lamongan, Pimpinan Cabang Muhammadiyah Pucuk, dan Pimpinan Ranting Muhammadiyah Desa Plososetro yang telah merekomendasikan Penulis sehingga mendapatkan beasiswa kader unggulan di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
3. Ibu Dr. Moordiningsih, M.Si, Psi. selaku Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah memberikan ijin penelitian kepada penulis. Sekaligus pembimbing utama skripsi yang telah meluangkan waktu dan pemikiran untuk memberikan bimbingan serta pelajaran yang
x
bermanfaat sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini. Ibu Siti Nurina Hakim, M.Si, Psi selaku penguji dan Bapak Setiyo Purwanto, S.Psi, M.Si, Psi selaku penguji 2 yang telah bersedia memberikan evaluasi dan saran terhadap penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti.
4. Ibu Yayah Khisbiyah, Dra, MA. selaku pembimbing akademik yang senantiasa memberikan bimbingan dan support kepada peneliti selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UMS
5. Keluarga penulis yang tersayang, kakak rudi sugiarto, kakak joko pranoto, adek megawati, mbah jani dan sanak-saudara yang selalu memberi motivasi kepada penulis untuk segera menyelesaikan skripsi ini.
6. Bapak, Ibu dosen beserta staff tata usaha Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta yang telah banyak memberi ilmu yang bermanfaat pada penulis hingga dapat membantu penulis dalam penyusunan skripsi. 7. Informan, terimakasih atas kesediaan waktunya membantu penulis untuk
penggalian data.
8. Arif Hidayat, Lusiana, Caca, Lia, Ica, Fajar, Nisa, Satria, Nafila, Syukriyah, Ari, Ridwan, Rama, Anang, dan teman-teman lainnya yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi.
9. Keluarga besar IMM cabang kota Surakarta, keluarga besar IMM komisariat Al-Ghozali fakultas psikologi UMS, kawan-kawan Sahabat Surga, keluarga besar Lembaga Pers Mahasiswa Psyche Fakultas Psikologi UMS, Tapak Suci Putera Muhammadiyah 003 UMS, Kafilah Penuntun Hizbul Wathan UMS, dan Psikologi Angkatan 2013, seluruh teman-teman penulis di Fakultas
xi
Psikologi UMS karena sudah memberikan pembelajaran bagi penulis selama menempuh pendidikan di Fakultas Psikologi UMS.
Semoga karya yang sederhana ini dapat bermanfaat.
Surakarta, 07 Agustus 2017
xii DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL DEPAN ... i
HALAMAN JUDUL ... ii
HALAMAN PERSETUJUAN ... iii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ... v
VISI DAN MISI FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ... vi
MOTTO ... vii
PERSEMBAHAN ... viii
DAFTAR ISI ... xii
DAFTAR TABEL ... xv
DAFTAR BAGAN ... xvi
DAFTAR LAMPIRAN ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
A. Latar Belakang Masalah ... 1
B. Tujuan Penelitian ... 5
C. Manfaat Penelitian ... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 7
A. Kepuasan Pernikahan ... 7
1. Pengertian Kepuasan Pernikahan ... 7
2. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pernikahan ... 10
3. Aspek-Aspek Kepuasan Pernikahan ... 12
B. Pasangan yang Belum Memiliki Anak ... 16
1. Pengertian Pasangan yang Belum Memiliki Anak ... 16
2. Faktor yang mempengaruhi Pasangan Belum Memiliki Anak . 19 C. Kepuasan Pernikahan Pada Pasangan Tidak Memiliki Anak ... 20
D. Pertanyaan Penelitian ... 24
xiii
A. Identifikasi Gejala Penelitian ... 25
B. Definisi Operasional Gejala Penelitian ... 26
C. Informan Penelitian ... 26
D. Metode Pengumpulan Data ... 26
1. Angket terbuka ... 27 2. Wawancara ... 27 3. Dokumen ... 28 E. Validitas ... 28 F. Analisis Data ... 28 1. Pengumpulan Data ... 29 2. Reduksi Data ... 29 3. Display Data ... 29 BAB IV ... 32
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 32
A. Persiapan Penelitian ... 32
1. Orientasi lapangan ... 32
2. Persiapan alat pengumpulan data ... 33
B. Pengumpulan Data... 34
1. Penentuan Informan Penelitian ... 34
2. Pengumpulan data melalui kuesioner ... 34
3. Pengumpulan data melalui wawancara ... 34
4. Data Informan ... 36
C. Hasil Analisis Data ... 39
1. Analisis data kuesioner ... 40
2. Analisis data wawancara ... 47
D. Pembahasan ... 67
1. Kepuasan dan ketidakpuasan pada pasangan yang belum memiliki anak ... 68
xiv
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada
pasangan yang belum memiliki anak ... 75
BAB V PENUTUP ... 79 A. Kesimpulan ... 79 B. Saran ... 80 DAFTAR PUSTAKA ... 82 LAMPIRAN ... 86
xv
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Guide wawancara ... 27
tabel 2. Jadwal pengumpulan data ... 35
tabel 3. Data demografi informan ... 39
tabel 4. Hasil kuesioner tentang keuntungan yang dirasakan ... 40
tabel 5. Hasil kuesioner tentang pengorbanan yang dilakukan ... 41
tabel 6. Hasil kuesioner tentang hal yang disyukuri dari pasangan ... 41
tabel 7. Hasil kuesioner tentang kekecewaan terhadap pasangan ... 42
tabel 8. Hasil kuesioner tentang keuntungan yang dirasakan perilaku atau kebiasaan pasangan yang tidak disukai ... 43
tabel 9. Hasil kuesioner tentang hal yang disukai dan kesamaan dengan pasangan ... 43
tabel 10. Hasil kuesioner tentang masalah yang sering muncul... 44
tabel 11. Hasil kuesioner tentang resolusi konflik ... 45
tabel 12. Hasil kuesioner tentang orang yang membantu menyelesaikan masalah45 tabel 13. Hasil kuesioner tentang perasaan terhadap pernikahan ... 46
tabel 14 hasil kuesioner tentang pemenuhan kebutuhan oleh pasangan ... 46
xvi
DAFTAR BAGAN
Bagan 1. kepuasan dan ketidakpuasan pernikahan pada pasangan yang belum memiliki anak ... 69 Bagan 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pernikahan pada pasangan yang belum memiliki anak ... 75
xvii
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1. Matriks ... 87
Lampiran 2. Verbatim ... 106
Lampiran 3. Kuesioner terbuka ... 192
xviii
KEPUASAN PERNIKAHAN PADA PASANGAN YANG BELUM MEMILIKI ANAK
Mardiana
Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta
ABSTRAK
Kepuasan pernikahan merupakan evaluasi subjektif yang dirasakan oleh pasangan suami istri terhadap pencapaian harapan-harapan dari pernikahan yang dijalani. Fenomena mengenai kepuasan pernikahan banyak terjadi dalam masyarakat. Salah satunya adalah pada pasangan yang belum memiliki anak. Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu tujuan dari pernikahan adalah untuk mendapatkan keturunan, sehingga beberapa pasangan menganggap bahwa belum memiliki keturunan merupakan suatu kekurangan dalam pernikahan dan menjadi salah satu alasan terjadinya keretakan dalam pernikahan, sementara keberadaan anak merupakan kondisi yang tidak dapat dipaksakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepuasan pernikahan pada pasangan yang belum memiliki anak. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode kulitatif. Dengan subjek penelitian berjumlah sepuluh orang yang merupakan lima pasangan suami istri yang belum memiliki anak. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, kuesioner terbuka dan kajian dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan yang memiliki kepuasan pernikahan dengan terpenuhinya aspek-aspek kepuasan pernikahan yang memunculkan hubungan yang akrab, tenang, dan senang. Pasangan yang memiliki ketidakpuasan terhadap aspek komunikasi, spiritual, resolusi konflik, ekonomi, keluarga dan teman, pengasuhan, kepribadian, dan pembagian peran mengalami kecemasan, kejenuhan, dan menimbulkan keretakan.
Kata Kunci : kepuasan pernikahan, ketidakpuasan pernikahan, dan pasangan yang belum memiliki anak