• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PERMEABILITAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PERMEABILITAS"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.1.

1.1. Latar Belakang Latar Belakang 

Pengamatan pada permeabilitas tanah sangat tinggi. Karena setiap Pengamatan pada permeabilitas tanah sangat tinggi. Karena setiap  jenis tanah

 jenis tanah mempunyai permaemempunyai permaebilitas yang bilitas yang berbeda. Selain berbeda. Selain itu pengukuranitu pengukuran permeabilitas amat sangat penting untuk pengukuran beberapa aspek permeabilitas amat sangat penting untuk pengukuran beberapa aspek pertanian, masuknya air ke dalam tanah, alir air drainase, evaporasi air pertanian, masuknya air ke dalam tanah, alir air drainase, evaporasi air dari permukaan tanah dan penentuan besarnya erosi tanah dengan factor dari permukaan tanah dan penentuan besarnya erosi tanah dengan factor permeabilitas tanah merupakan beberapa keadaan yang nyata dimana permeabilitas tanah merupakan beberapa keadaan yang nyata dimana hantaran hidro memainkan perannya.

hantaran hidro memainkan perannya.

Untuk mempelajari konsep permeabilitas ini diperlukan adanya materi Untuk mempelajari konsep permeabilitas ini diperlukan adanya materi dan praktikum yang menunjang agar mahasiswa dapat mengerti tentang dan praktikum yang menunjang agar mahasiswa dapat mengerti tentang materi permeabilitas tanah ini.

materi permeabilitas tanah ini.

1.2.

1.2. TujuanTujuan

Adapun tujuan dari praktikum permeabilitas tanah adalah Adapun tujuan dari praktikum permeabilitas tanah adalah membedakan dan membandingkan permeabilitas yang terjadi pada membedakan dan membandingkan permeabilitas yang terjadi pada penggunaan lahan yang berbeda, yaitu lahan kebun semusim dan hutan penggunaan lahan yang berbeda, yaitu lahan kebun semusim dan hutan produksi.

produksi.

1.3.

1.3. Manfaat PraktikumManfaat Praktikum

Adapun manfaat diadakannya praktikum ini adalah untuk menambah Adapun manfaat diadakannya praktikum ini adalah untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan tentang dasar-dasar ilmu tanah dan cara wawasan dan ilmu pengetahuan tentang dasar-dasar ilmu tanah dan cara menentukan permeabilitas tanah dengan cara yang sederhana dan mudah menentukan permeabilitas tanah dengan cara yang sederhana dan mudah untuk dipraktekkan.

(2)

BAB II BAB II

TINJAUAN PUSTAKA TINJAUAN PUSTAKA

2.1.

2.1. Pengertian PermeabilitasPengertian Permeabilitas a.

a. Permeabilitas tanah adalah kemampuan tanah untuk mengalirkan airPermeabilitas tanah adalah kemampuan tanah untuk mengalirkan air atau

atau udara udara dinyatakan dinyatakan dalam dalam cm/jam. cm/jam. (Handayanto,2009)(Handayanto,2009) b.

b. Kualitas tanah untuk meloloskan air atau udara yang diukurKualitas tanah untuk meloloskan air atau udara yang diukur berdasarkan besarnya aliran melalui satuan tanah yang telah dijenuhi berdasarkan besarnya aliran melalui satuan tanah yang telah dijenuhi terlebih

terlebih dahulu dahulu persatuan persatuan waktu waktu tertentu. tertentu. (Susanto,1994)(Susanto,1994) 2.2

2.2 Hubungan Hukum Darcy terhadap Kondisi Hubungan Hukum Darcy terhadap Kondisi Permeabilitas TanahPermeabilitas Tanah

Lebih dari seabad yang lalu, HENRY DARCY, ahli bangunan air aqre Lebih dari seabad yang lalu, HENRY DARCY, ahli bangunan air aqre Dijon (Perancis), telah melakukan penyelidikan terhadap aliran air lewat Dijon (Perancis), telah melakukan penyelidikan terhadap aliran air lewat lapisan pasir horizontal yang digunakan sebagai filter air. Hukum Darcy lapisan pasir horizontal yang digunakan sebagai filter air. Hukum Darcy dan permeabilitas di media berpori ditunjukkan pada disertasi ini. dan permeabilitas di media berpori ditunjukkan pada disertasi ini. Formulasi permeabilitas menyediakan suatu model untuk memprediksi Formulasi permeabilitas menyediakan suatu model untuk memprediksi permeabilitas dari suatu media berpori. Ketaklinearan viskositas, permeabilitas dari suatu media berpori. Ketaklinearan viskositas, ketakseragaman dari media berpori pada skala mikro, dan beda tekanan ketakseragaman dari media berpori pada skala mikro, dan beda tekanan pada skala makro harus diperhatikan pada formulasi hukum Darcy dan pada skala makro harus diperhatikan pada formulasi hukum Darcy dan permeabilitas. Pendekatan matematis yang digunakan adalah ekspansi permeabilitas. Pendekatan matematis yang digunakan adalah ekspansi asimtotik dua skala sebagai ide dasar pada metode penyeragaman.

asimtotik dua skala sebagai ide dasar pada metode penyeragaman.

Formulasi hukum Darcy diperoleh dengan mempertimbangkan bahwa Formulasi hukum Darcy diperoleh dengan mempertimbangkan bahwa fenomena makro dan fenomena mikro dapat dipisahkan. Fenomena makro fenomena makro dan fenomena mikro dapat dipisahkan. Fenomena makro ditentukan oleh beda tekanan antara sumur injeksi dan sumur produksi ditentukan oleh beda tekanan antara sumur injeksi dan sumur produksi pada perolehan minyak. Fenomena mikro ditentukan oleh kecepatan fluida pada perolehan minyak. Fenomena mikro ditentukan oleh kecepatan fluida pada sakla mikroskopik. Dengan menggunakan penyelesaian pada sampel pada sakla mikroskopik. Dengan menggunakan penyelesaian pada sampel mikroskopik, didefinisikan permeabilitas effektif sebagai hasil integral mikroskopik, didefinisikan permeabilitas effektif sebagai hasil integral kecepatan fluida pada sampel mikro.

kecepatan fluida pada sampel mikro. Rumus :

(3)

Rumus DARCY, menyatakan bahwa kecepa-tan aliran V sama dengan Rumus DARCY, menyatakan bahwa kecepa-tan aliran V sama dengan perkalian antara konstanta k (= koefisien permeabilitas) dengan gradient perkalian antara konstanta k (= koefisien permeabilitas) dengan gradient hidrolik

hidrolik (dh (dh / / dL). dL). (Sari (Sari Lubis, Lubis, 2007)2007) 2.3. Pengaruh Permeabilitas Tanah Terhadap Kondisi Drainase dan Porositas 2.3. Pengaruh Permeabilitas Tanah Terhadap Kondisi Drainase dan Porositas

Tanah Tanah

Tabel 1. Kelas Permeabilitas Tabel 1. Kelas Permeabilitas

Kelas

Kelas Pori-pori Pori-pori Permeabilitas(mm/jam)Permeabilitas(mm/jam) LAMBAT : 1. Sangat Lambat

LAMBAT : 1. Sangat Lambat 2. Lambat

2. Lambat

Pori

Pori Mikro Mikro < < 1,251,25 1,25 1,25–– 5,05,0 SEDANG : 1. Agak Lambat

SEDANG : 1. Agak Lambat 2. Sedang

2. Sedang 3. Agak cepat 3. Agak cepat

Pori

Pori Meso Meso 5,05,0 –– 1616 16 16–– 5050 50

50 –– 160160 CEPAT

CEPAT : : 1. 1. CepatCepat

2. Sangat Cepat 2. Sangat Cepat

Pori

Pori Makro Makro 160160–– 250250 > 250 > 250

Apabila dikaitkan dengan porositas dan drainase maka permeabilitas Apabila dikaitkan dengan porositas dan drainase maka permeabilitas pada kelas :

pada kelas :

 Lambat / tidak permeabel merupakan dominasi fraksi liat menyebabkanLambat / tidak permeabel merupakan dominasi fraksi liat menyebabkan

terbentuknya banyak pori-pori mikro, sehingga luas permukaan terbentuknya banyak pori-pori mikro, sehingga luas permukaan sentuhnya menjadi sangat luas. Dengan demikian daya pegang terhadap sentuhnya menjadi sangat luas. Dengan demikian daya pegang terhadap air sangat kuat. Kondisi ini menyebabkan air yang masuk kepori-pori air sangat kuat. Kondisi ini menyebabkan air yang masuk kepori-pori segera terperangkap d

segera terperangkap dan udara an udara sulit masuk. sulit masuk. Pada kondisi Pada kondisi ini, sebagianini, sebagian besar ruang pori terisi air, sehingga poripori mikro ini disebut juga pori besar ruang pori terisi air, sehingga poripori mikro ini disebut juga pori kapiler karena proses kehilangan airnya berlangsung lambat ( drainase kapiler karena proses kehilangan airnya berlangsung lambat ( drainase lambat ).

lambat ).

 Sedang Sedang / / cukup cukup permeabel permeabel merupakan merupakan dominasi dominasi fraksi fraksi debudebu

menyebabkan terbentuknya pori-pori mesodalam jumlah sedang, menyebabkan terbentuknya pori-pori mesodalam jumlah sedang, sehingga luas situs sentuhanmenjadi cukup luas, menyebabkan daya sehingga luas situs sentuhanmenjadi cukup luas, menyebabkan daya pegang terhadap air cukup kuat. Hal ini menyebabkan air dan udara pegang terhadap air cukup kuat. Hal ini menyebabkan air dan udara

(4)

cukup mudah masuk-keluar tanah, sebagian air akan tertahan. Dalam cukup mudah masuk-keluar tanah, sebagian air akan tertahan. Dalam kondisi ini, sebagian besar ruang pori terisi udara dan air dalam jumlah kondisi ini, sebagian besar ruang pori terisi udara dan air dalam jumlah yang seimbang, sehingga pori-pori meso termasuk juga pori drainase yang seimbang, sehingga pori-pori meso termasuk juga pori drainase karena proses kehilangan air cukup cepat.

karena proses kehilangan air cukup cepat.

 Cepat / Cepat / permeabel merupakan dominasi permeabel merupakan dominasi fraksi pasir fraksi pasir akan menyebabkanakan menyebabkan

sedikit pori-pori makro, sehingga luas permukaan yang disentuh bahan sedikit pori-pori makro, sehingga luas permukaan yang disentuh bahan menjadi sangat sempit, sehingga daya pegang tergadap air sangat lemah. menjadi sangat sempit, sehingga daya pegang tergadap air sangat lemah. Kondisi ini menyebabkan air dan udara mudah masuk keluar tanah, Kondisi ini menyebabkan air dan udara mudah masuk keluar tanah, hanya sedikit air yang tertahan. Sebagian besar ruang pori terisi oleh hanya sedikit air yang tertahan. Sebagian besar ruang pori terisi oleh udara sehingga pori-pori makro disebut juda pori drainase tinggi karena udara sehingga pori-pori makro disebut juda pori drainase tinggi karena proses

proses kehilangan kehilangan airnya airnya sangat sangat cepat. cepat. (Hanafiah,2007)(Hanafiah,2007)

2.4.Keterkaitan Antara Sifat Permeabilitas Tanah Terhadap Tingkat 2.4.Keterkaitan Antara Sifat Permeabilitas Tanah Terhadap Tingkat

Penentuan Erosi Tanah Penentuan Erosi Tanah

Berbagai tipe tanah mempunyai kepekaan terhadap erosi yang Berbagai tipe tanah mempunyai kepekaan terhadap erosi yang berbeda-beda. Kepekaan erosi tanah yaitu mudah atau tidaknya tanah berbeda-beda. Kepekaan erosi tanah yaitu mudah atau tidaknya tanah tererosi adalah fungsi berbagai interaksi sifat-sifat fisik dan kimia tanah. tererosi adalah fungsi berbagai interaksi sifat-sifat fisik dan kimia tanah. Empat sifat tanah yang penting dalam menentukan erodibilitas tanah Empat sifat tanah yang penting dalam menentukan erodibilitas tanah (mudah atau tidaknya tanah tererosi) adalah: tekstur tanah, unsur organik, (mudah atau tidaknya tanah tererosi) adalah: tekstur tanah, unsur organik, struktur tanah, dan permeabilitas tanah. Setiap jenis tanah mempunyai struktur tanah, dan permeabilitas tanah. Setiap jenis tanah mempunyai kepekaan yang berbeda-beda terhadap erosi.

kepekaan yang berbeda-beda terhadap erosi.

Kepekaan tanah terhadap erosi dapat diartikan sebagai mudah Kepekaan tanah terhadap erosi dapat diartikan sebagai mudah tidaknya tanah tererosi atau erodibilitas. Faktor-faktor yang tidaknya tanah tererosi atau erodibilitas. Faktor-faktor yang mempengaruhi erodibilitas yaitu sifat fisik, tofografi dan pengelolaan tanah mempengaruhi erodibilitas yaitu sifat fisik, tofografi dan pengelolaan tanah oleh manusia. Sifat tanah yang mempengaruhi aliran permukaan dan erosi oleh manusia. Sifat tanah yang mempengaruhi aliran permukaan dan erosi adalah kapasitas infiltrasi dan erodibilitasnya. Infiltrasi adalah banyaknya adalah kapasitas infiltrasi dan erodibilitasnya. Infiltrasi adalah banyaknya air yang merembes ke dalam tanah melalui permukaan tanah yang air yang merembes ke dalam tanah melalui permukaan tanah yang dinyatakan dalam mm/jam, sedangkan kapasitas infiltrasi adalah dinyatakan dalam mm/jam, sedangkan kapasitas infiltrasi adalah kemampuan tanah menginfiltrasikan air. Kapasitas infiltrasi tanah sangat kemampuan tanah menginfiltrasikan air. Kapasitas infiltrasi tanah sangat

(5)

menentukan banyak tidaknya air yang mengalir di atas permukaan tanah menentukan banyak tidaknya air yang mengalir di atas permukaan tanah sebagai aliran permukaan.

sebagai aliran permukaan.

Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi terjadinya erosi adalah tekstur, Sifat-sifat tanah yang mempengaruhi terjadinya erosi adalah tekstur, struktur, bahan organik, kedalaman, sifat lapisan tanah, dan tingkat struktur, bahan organik, kedalaman, sifat lapisan tanah, dan tingkat kesuburan tanaman.

kesuburan tanaman. a.

a. Tekstur adalah ukuran proporsi kelompok ukuran butir-butir primerTekstur adalah ukuran proporsi kelompok ukuran butir-butir primer bagian mineral tanah. Tanah-tanah yang bertekstur kasar (tanah-tanah bagian mineral tanah. Tanah-tanah yang bertekstur kasar (tanah-tanah berpasir) mempunyai kapasitas dan laju infiltrasi yang tinggi sehingga berpasir) mempunyai kapasitas dan laju infiltrasi yang tinggi sehingga  jika

 jika tanah tanah tersebut tersebut dalam dalam maka maka erosi erosi dapat dapat diabaikan, diabaikan, demikian demikian pulapula dengan tanah bertekstur pasir halus juga mempunyai kapasitas infiltrasi dengan tanah bertekstur pasir halus juga mempunyai kapasitas infiltrasi yang tinggi tetapi jika terjadi aliran permukaan maka butir-butir halus yang tinggi tetapi jika terjadi aliran permukaan maka butir-butir halus ini akan mudah sekali terangkut. Tekstur tanah yang paling peka ini akan mudah sekali terangkut. Tekstur tanah yang paling peka terhadap erosi adalah debu , pasir sangat halus.

terhadap erosi adalah debu , pasir sangat halus. b.

b. Struktur tanah adalah susunan butir-butir primer menjadi butir-butirStruktur tanah adalah susunan butir-butir primer menjadi butir-butir sekunder atau agregat. Susunan butir-butir primer sangat halus sekunder atau agregat. Susunan butir-butir primer sangat halus menentukan tipe struktur. Tanah yang berstruktur kersai atau garanular menentukan tipe struktur. Tanah yang berstruktur kersai atau garanular lebih terbuka dan lebih jarang sehingga akan menyerap air lebih cepat lebih terbuka dan lebih jarang sehingga akan menyerap air lebih cepat dan lebih banyak dibandingkan tanah yang berstruktur dengan susunan dan lebih banyak dibandingkan tanah yang berstruktur dengan susunan butir-butir primernya lebih rapat.

butir-butir primernya lebih rapat. c.

c. Peranan bahan organik dalam pembentukan agregat tanah sangatlahPeranan bahan organik dalam pembentukan agregat tanah sangatlah besar. Fungsi bahan organik dalam pencegahan terjadinya erosi antara besar. Fungsi bahan organik dalam pencegahan terjadinya erosi antara lain dapat memperbaiki daerah perakaran. Selanjutnya dikatakan bahwa lain dapat memperbaiki daerah perakaran. Selanjutnya dikatakan bahwa pengaruh bahan organik dalam mengurangi aliran permukaan, pengaruh bahan organik dalam mengurangi aliran permukaan, peningkatan infiltrasi dan pemantapan agregat tanah. Tanah-tanah peningkatan infiltrasi dan pemantapan agregat tanah. Tanah-tanah dengan kandungan bahan organik kurang dari 2 % umumnya peka dengan kandungan bahan organik kurang dari 2 % umumnya peka terhadap erosi.

terhadap erosi. d.

d. Sifat lapisan tanah yang menentukan kepekaan erosi tanah adalahSifat lapisan tanah yang menentukan kepekaan erosi tanah adalah permeabilitas lapisan tersebut. Permeabilitas ditentuken oleh struktur permeabilitas lapisan tersebut. Permeabilitas ditentuken oleh struktur dan tekstur tanah. Tanah yang lapisan bawahnya bertekstur granular dan tekstur tanah. Tanah yang lapisan bawahnya bertekstur granular

(6)

dan permeabel, kurang peka erosi dibandingkan dengan tanah yang dan permeabel, kurang peka erosi dibandingkan dengan tanah yang lapisan bawahnya padat dan oermeabilitasnya rendah. Kepekaan tanah lapisan bawahnya padat dan oermeabilitasnya rendah. Kepekaan tanah terhadap daya menghancurkan dan menghanyutkan oleh air curah terhadap daya menghancurkan dan menghanyutkan oleh air curah hujan disebut erodibilitas. Erodibilitas tanah tinggi berarti tanah tersebut hujan disebut erodibilitas. Erodibilitas tanah tinggi berarti tanah tersebut peka atau mudah tererosi dan erodibilitas tanah rendah berarti bahwa peka atau mudah tererosi dan erodibilitas tanah rendah berarti bahwa resistensi atau daya tahan tanah tersebut kuat, dengan kata lain tanah resistensi atau daya tahan tanah tersebut kuat, dengan kata lain tanah tanah

(7)

Penyiapan alat dan bahan (Sampel tanah kebun Penyiapan alat dan bahan (Sampel tanah kebun

semusim dan hutan produksi) semusim dan hutan produksi)

Mengukur tinggi dan diameter ring tanah Mengukur tinggi dan diameter ring tanah

Sampel tanah dengan ring dipindahkan kealat Sampel tanah dengan ring dipindahkan kealat

enet

enetaa an an konkondukduktiftifitaitas s hidhidrauraulik lik enuenuhh

Isilah pipa dengan air sampai penuh dan lubang alat penetapan Isilah pipa dengan air sampai penuh dan lubang alat penetapan

KHJ ditutup menggunakan jari tangan selama 1 menit KHJ ditutup menggunakan jari tangan selama 1 menit

Catat hasil pengukuran dan hitung KHJ Catat hasil pengukuran dan hitung KHJ

Setelah tingginya air dalam alat pengukur konstan, Setelah tingginya air dalam alat pengukur konstan, ukurlah air yang menetes selama 1 menit, dan ulangi ukurlah air yang menetes selama 1 menit, dan ulangi percobaan tersebut sebanyak 3x tiap masing-masing percobaan tersebut sebanyak 3x tiap masing-masing

sampel tanah sampel tanah

BAB III BAB III

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL DAN PEMBAHASAN 3.1 Cara Kerja

(8)

3.2. Hasil Praktikum & Perhitungan 3.2. Hasil Praktikum & Perhitungan

Tabel 2. Data Hasil Praktikum Tabel 2. Data Hasil Praktikum Tanah d Tanah d (cm) (cm) tinggi tinggi tanah tanah (cm) (cm) tinggi tinggi air air (cm) (cm) waktu waktu (s) (s) V V terkumpul terkumpul Volume Volume rata rata22 (cm (cm33)) L.Permukaan L.Permukaan (cm (cm22)) KHJ KHJ cm/s) cm/s) 1 1 2 2 33 Kebun Kebun semusim semusim 5,8 5,8 5,8 5,8 24 24 60 60 5 5 6,8 4,4 6,8 4,4 5,4 5,4 26,4 26,4 8.108.10-4-4 Hutan Hutan produksi produksi 5,45 5,45 5,5 5,5 2121,7 ,7 60 60 9,5 9,5 3 3 2 2 4,83 4,83 23,31 23,31 9.109.10-4-4 

 Volume rata-rataVolume rata-rata

a)

a) Hutan produksi =Hutan produksi =   

  = =   = 4,83 cm = 4,83 cm33 Kebun semusim = Kebun semusim =      = =   = 5,4 cm = 5,4 cm33 

 Luas permukaanLuas permukaan

a)

a) Hutan produksi = ¼Hutan produksi = ¼ dd22

= ¼ x 3,14 x (5,45 ) = ¼ x 3,14 x (5,45 )22

= 23,31 cm = 23,31 cm22

b)

b) Hutan semusim = ¼Hutan semusim = ¼ dd22

= ¼ x 3,14 x ( 5,8 ) = ¼ x 3,14 x ( 5,8 )22 = 26,4 cm = 26,4 cm22   KHJKHJ a)

a) Hutan Produksi =Hutan Produksi =         

               = =         = 9.10 = 9.10-4-4cm/scm/s b)

b) Hutan semusim =Hutan semusim =         

               = =     = 8.10= 8.10-4-4cm/scm/s

(9)

3.3. Pembahasan 3.3. Pembahasan

3.3.1 Perbandingan Nilai KHJ antara jenis tanah yang digunakan 3.3.1 Perbandingan Nilai KHJ antara jenis tanah yang digunakan

Dari praktikum yang telah kami lakukan diperoleh data seperti Dari praktikum yang telah kami lakukan diperoleh data seperti di atas dan untuk nilai KHJ antar

di atas dan untuk nilai KHJ antara hutan produksi dan hutan semusima hutan produksi dan hutan semusim nilai yang diperoleh adalah bahwa nilai KHJ yang terdapat pada nilai yang diperoleh adalah bahwa nilai KHJ yang terdapat pada hutan produksi lebih tinggi yaitu 9.10

hutan produksi lebih tinggi yaitu 9.10-4-4 dibanding dengan nilai KHJdibanding dengan nilai KHJ

yang ada pada hutan semusim yang hanya sekitar 8.10

yang ada pada hutan semusim yang hanya sekitar 8.10-4-4. Hal itu. Hal itu

terjadi karena pada tanah di hutan produksi tanahnya memiliki pori terjadi karena pada tanah di hutan produksi tanahnya memiliki pori yang besar dibandingkan dengan tanah yang ada di hutan semusim. yang besar dibandingkan dengan tanah yang ada di hutan semusim. Sehingga air yang masuk kedalam tanah yang ada dihutan produksi Sehingga air yang masuk kedalam tanah yang ada dihutan produksi dapat meresap dan masuk ketanah dalam jumlah yang banyak. dapat meresap dan masuk ketanah dalam jumlah yang banyak. Karena dapat diketahui bahwa laju air yang keluar dari pipa tanah Karena dapat diketahui bahwa laju air yang keluar dari pipa tanah hutan produksi lebih cepat dan banyak dari pada tanah hutan hutan produksi lebih cepat dan banyak dari pada tanah hutan semusim. Porositas pada tanah hutan semusim kebanyakan di isi oleh semusim. Porositas pada tanah hutan semusim kebanyakan di isi oleh pori mikro, sehingga air sulit untuk meresap dari pada tanah yang pori mikro, sehingga air sulit untuk meresap dari pada tanah yang ada di hutan produksi, sehingga nilai KHJ nya tinggi. Dengan ada di hutan produksi, sehingga nilai KHJ nya tinggi. Dengan demikian volume terkumpul, volume rata-rata dan luas permukaan demikian volume terkumpul, volume rata-rata dan luas permukaan tanah hutan produksi lebih besar dibanding dengan tanah hutan tanah hutan produksi lebih besar dibanding dengan tanah hutan semusim, sehingga nilai KHJ pada tanah hutan produksi lebih besar semusim, sehingga nilai KHJ pada tanah hutan produksi lebih besar pula dari tanah hutan semusim.

pula dari tanah hutan semusim.

3.3.2 Hubungan Permeabilitas (KHJ) ini dengan Kondisi Jenis Tanah yang 3.3.2 Hubungan Permeabilitas (KHJ) ini dengan Kondisi Jenis Tanah yang

Lain Lain

Hubungan permeabilitas ini dengan kondisi jenis tanah yang Hubungan permeabilitas ini dengan kondisi jenis tanah yang berstruktur mantap atau lempeng akan menurun tingkat berstruktur mantap atau lempeng akan menurun tingkat permeabilitasnya karena pada tanah yang memiliki struktur mantap permeabilitasnya karena pada tanah yang memiliki struktur mantap mengandung pori yang kecil dan cukup sedikit sehingga daya tahan mengandung pori yang kecil dan cukup sedikit sehingga daya tahan air yang ada pada tanah akan tinggi. Untuk kondisi tanah yang air yang ada pada tanah akan tinggi. Untuk kondisi tanah yang berstruktur kurang mantap atau pasir maka permeabilitasnya akan berstruktur kurang mantap atau pasir maka permeabilitasnya akan tinggi atau naik karena pada tanah yang kurang mantap ini tinggi atau naik karena pada tanah yang kurang mantap ini

(10)

mengandung banyak pori makro sehingga ruang antar agregat besar mengandung banyak pori makro sehingga ruang antar agregat besar serta permeabilitasnya akan cepat. Selain itu apabila tekstur tanah serta permeabilitasnya akan cepat. Selain itu apabila tekstur tanah yang kasar maka permeabilitasnya akan tinggi, karena pada tanah yang kasar maka permeabilitasnya akan tinggi, karena pada tanah yang bertekstur kasar memiliki pori yang besar sehingga pada tanah yang bertekstur kasar memiliki pori yang besar sehingga pada tanah ini kemampuan tanah untuk menahan air itu sangat kecil. Lain halnya ini kemampuan tanah untuk menahan air itu sangat kecil. Lain halnya dengan tanah yang bertekstur halus, tingkat permeabilitasnya akan dengan tanah yang bertekstur halus, tingkat permeabilitasnya akan menurun karena pada tanah yang bertekstur halus memiliki pori menurun karena pada tanah yang bertekstur halus memiliki pori tanah yang kecil . untuk tingkat porositasnya pada tanah pasir tanah yang kecil . untuk tingkat porositasnya pada tanah pasir permeabilitasnya naik karena tekstur dari pada tanah tersebut kasar permeabilitasnya naik karena tekstur dari pada tanah tersebut kasar dan memiliki pori makro sehingga porositasnya rendah. Pada tanah dan memiliki pori makro sehingga porositasnya rendah. Pada tanah liat pemeabilitasnya menurun karena pada tanah ini memiliki pori liat pemeabilitasnya menurun karena pada tanah ini memiliki pori kecil sehingga porositasnya tinggi dan tingkat permeabilitasnya kecil sehingga porositasnya tinggi dan tingkat permeabilitasnya rendah serta air akan mudah meresap ketanah ini.

(11)

BAB V BAB V PENUTUP PENUTUP 5.1 5.1 KesimpulanKesimpulan

Dari data yang di peroleh dari hasil praktikum yang kita lakukan Dari data yang di peroleh dari hasil praktikum yang kita lakukan dapat kita simpulkan bahwa permeabilitas tanah dihutan produksi dan dapat kita simpulkan bahwa permeabilitas tanah dihutan produksi dan hutan semusim berbeda. Permeabilitas pada tanah yang ada di hutan hutan semusim berbeda. Permeabilitas pada tanah yang ada di hutan produksi dan hutan semusim tingkat permeabilitasnya yang lebih tinggi produksi dan hutan semusim tingkat permeabilitasnya yang lebih tinggi adalah pada tanah di hutan produksi. Sedangkan untuk tanah yang ada di adalah pada tanah di hutan produksi. Sedangkan untuk tanah yang ada di hutan semusim tingkat permeabilitasnya sangat rendah. Hal itu hutan semusim tingkat permeabilitasnya sangat rendah. Hal itu dikarenakan pada tanah di hutan produksi tanahnya memiliki pori yang dikarenakan pada tanah di hutan produksi tanahnya memiliki pori yang besar dibandingkan dengan tanah yang ada di hutan semusim. Sehingga besar dibandingkan dengan tanah yang ada di hutan semusim. Sehingga air yang masuk kedalam tanah yang ada dihutan produksi dapat meresap air yang masuk kedalam tanah yang ada dihutan produksi dapat meresap dan masuk ketanah dalam jumlah yang banyak. Sedangkan untuk air yang dan masuk ketanah dalam jumlah yang banyak. Sedangkan untuk air yang masuk kedalam tanah yang ada dihutan semusim tidak dapat meresap masuk kedalam tanah yang ada dihutan semusim tidak dapat meresap dengan baik dan

dengan baik dan cukup sulit cukup sulit meresap. Hal itu meresap. Hal itu dikarenakan ada perbedaandikarenakan ada perbedaan pada tanah di hutan semusim dan hutan produksi yaitu memiliki tekstur, pada tanah di hutan semusim dan hutan produksi yaitu memiliki tekstur, struktur, porositas, fiskositas dan lain-lain yang berbeda antara tanah di struktur, porositas, fiskositas dan lain-lain yang berbeda antara tanah di hutan semusim dan tanah di hutan produksi.

hutan semusim dan tanah di hutan produksi.

5.2 Saran 5.2 Saran

Pada praktikum permeabilitas tanah ini cukup menarik dan penjelasan Pada praktikum permeabilitas tanah ini cukup menarik dan penjelasan dari asisten juga cukup memuaskan. Semoga

dari asisten juga cukup memuaskan. Semoga pada minggu berikutnyapada minggu berikutnya dapat lebih baik lagi.

(12)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Anynomous A

Anynomous A..20102010.http://www.membuatblog.web.id/2010/03 permeabilitas-.http://www.membuatblog.web.id/2010/03 permeabilitas-tanah.html.

tanah.html. Diakses tanggal 28 April 2010Diakses tanggal 28 April 2010 Handayanto, E. 2009.

Handayanto, E. 2009.Dasar Ilmu Tanah. FP. UB. Malang.Dasar Ilmu Tanah. FP. UB. Malang. Hanafiah, Ali Kemas. 2007.

Hanafiah, Ali Kemas. 2007.Dasar Dasar –– dasar Ilmu Tanahdasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo. PT. Raja Grafindo Persada.Jakarta

Persada.Jakarta Susanto. 1994.

Susanto. 1994.Sifat dan Ciri TanahSifat dan Ciri Tanah. Akademik Pressindo : Jakarta.. Akademik Pressindo : Jakarta. Sari Lubis. 2007.

Sari Lubis. 2007. Keterhantaran Hidraulik dan PermeabilitasKeterhantaran Hidraulik dan Permeabilitas. Fakultas Pertanian. Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara : Sumatra Utara.

(13)

LAMPIRAN LAMPIRAN

Gambar

Gambar 1.Air 1.Air Gambar Gambar 2.Wadah 2.Wadah air air Gambar Gambar 3.Stopwatch3.Stopwatch

Gambar

Gambar 4.Tempat 4.Tempat Ring Ring Gambar Gambar 5.Ring 5.Ring KHJ KHJ Gambar Gambar 4.Gelas 4.Gelas UkurUkur

Gambar

Gambar 5.Sampel 5.Sampel Tanah Tanah Gambar Gambar 6.Pengukuran 6.Pengukuran Gambar Gambar 7.Pemberian 7.Pemberian airair

Gambar

Gambar

Tabel 1. Kelas PermeabilitasTabel 1. Kelas Permeabilitas
Tabel 2. Data Hasil PraktikumTabel 2. Data Hasil Praktikum Tanah  dTanah d (cm)(cm) tinggitinggitanahtanah (cm)(cm) tinggitinggiairair(cm)(cm) waktuwaktu(s)(s) VV terkumpulterkumpul VolumeVolumeratarata22(cm(cm33)) L.PermukaanL.Permukaan(cm(cm22)) KHJKHJ c

Referensi

Dokumen terkait

Banyak faktor yang mempengaruhi permeabilitas suatu tanah, faktor ini dapat berupa tekstur tanah, tanah yang memiliki tekstur yang kasar atau berpasir akan

Hal ini berarti bahwa sifat fisik tanah yakni tekstur tanah, bahan kasar, batuan permukaan, ketinggian tempat, kemiringan lereng, dan kedalaman efektif tanah

Hubungan antara permeabilitas dengan erosi adalah apabila permeabiltas dalam tanah terlalu tinggi sehingga menutupi seluruh pori tanah dapat terjadi berkurangnya

Di tempat itu dapat juga terjadi muka air tanah dangkal, di atas muka air tanah biasa, sedangkan kondisi dapat terjadi bila tanah dengan permeabilitas tinggi di permukaan

Tanah Alfisol memiliki tekstur tanah liat, dimana terdapat penimbunan liat di horison bawah (Argilik) dan mempunyai kejenuhan basah (berdasar jumlah kation) tinggi

Hubungan antara permeabilitas dengan erosi adalah apabila permeabiltas dalam tanah terlalu tinggi sehingga menutupi seluruh pori tanah dapat terjadi berkurangnya kekuatan dalam

Secara garis besar, makin kecil ukuran partikel,semakin kecil pula ukuran pori dan makin rendah koefisien permeabilitasnya .Berarti suatu lapisan tanah berbutir kasar yang mengandung

Pengujian terhadap tingkat permeabilitas pada suatu tanah perlu dilakukan dengan baik dan memperhatikan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi jalnnya pengujian bahkan hingga nilai