• Tidak ada hasil yang ditemukan

STAKEHOLDERS DALAM AKTIFITAS PUBLIC RELATIONS. Jumat, 12 April 2019

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "STAKEHOLDERS DALAM AKTIFITAS PUBLIC RELATIONS. Jumat, 12 April 2019"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

STAKEHOLDERS DALAM

AKTIFITAS PUBLIC RELATIONS

(2)

What is a Stakeholder?

(1 of 2)

“A stakeholder in an organization is any group or

individual who can affect or is affected by the

achievement of the organization’s objectives.

(3)

What is a Stakeholder?

(2 of 2)

Stakeholder :merupakan individu, sekelompok manusia,

komunitas atau masyarakat baik secara keseluruhan

maupun secara parsial yang memiliki hubungan serta

kepentingan terhadap perusahaan.

Individu, kelompok, maupun komunitas dan masyarakat

dapat dikatakan sebagai stakeholder jika memiliki

karakteristik seperti yang diungkapkan oleh Budimanta

dkk, 2008 yaitu mempunyai :

 kekuasaan,

 legitimasi,

(4)

Kelangsungan hidup perusahaan bergantung pada

dukungan

stakeholders

dan dukungan tersebut harus

dicari sehingga aktivitas perusahaan adalah untuk

mencari dukungan tersebut.

Makin

powerful stakeholders,

makin besar usaha

perusahaan untuk beradaptasi.

Pengungkapan sosial dianggap sebagai bagian dari

dialog antara perusahaan dengan

stakehoders-

nya

(Chariri dan Ghazali, 2007).

(5)

Jenis-jenis Stakeholders

Stakeholder dapat berupa orang atau organisasi yang

terkait dengan perusahaan.

Ada dua jenis Stakeholder : "internal" dan "eksternal"

Jenis-jenis umum stakeholder

Stakeholder langsung

Karyawan, anggota, pelanggan, klien, pemasok

Stakeholder keuangan

Pemegang saham dan investor, penyedia keuangan, penjamin, pengawas

Stakeholder publik

Perwakilan politik, pembuat kebijakan, badan pengawas

Stakeholder geografis

Masyarakat lokal, regional dan nasional

Media

(6)

STAKEHOLDERS

INTERNAL &

EKSTERNAL

Stakeholders internal adalah stakeholders yang berada

di dalam lingkungan organisasi. Misalnya karyawan,

manajer dan pemegang saham (

shareholder

).

Stakeholders eksternal adalah stakeholders yang berada

di luar lingkungan organisasi, seperti penyalur atau

pemasok, konsumen atau pelanggan, masyarakat,

pemerintah, pers, kelompok

social responsible investor

,

(7)

STAKEHOLDER PRIMER & SEKUNDER

 Menurut tingkat kepentingannya dibedakan;

1. Stakeholder primer adalah pihak-pihak yang mempunyai kepentingan terhadap perusahaan dan menanggung resiko. Contohnya adalah pemegang saham, investor, konsumen, pemasok, karyawan, juga pemerintah dan komunitas lokal.

2. Stakeholder sekunder adalah pihak yang mem-pengaruhi atau dipengaruhi oleh perusahaan, tapi mereka tidak terlibat dalam transaksi dengan per-usahaan dan tidak begitu penting bagi

kelangsungan hidup perusahaan. Contohnya adalah media dan berbagai kelompok kepentingan tertentu (LSM, SP)

 Urutan prioritas ini berbeda bagi setiap perusahaan meskipun

produk atau jasanya sama. Urutan ini juga bisa berubah dari waktu ke waktu.

(8)

Digital Public Relations

Stakeholder

 Menurut Hill (1996: 129), Stakeholders dalam pelayanan sosial

meliputi negara, sektor pivat, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), dan masyarakat, dalam kasus program CSR keseluruhan entitas

tersebut terlibat secara bersama-sama. Sementara mereka memiliki kepentingan berbeda-beda yang satu dengan yang lain bisa saling bersebrangan dan sangat mungkin merugikan pihak yang lain.

 Seorang skateholder digital tidak lebih dari proyeksi para digital stakeholder ini. Cara untuk berurusan dengan mereka secara online, terutama dengan "pure players", berbeda dari cara

tradisional. Itu sebabnya layanan baru muncul seperti pemantauan dan keterlibatan media sosial, urusan publik digital ...

(9)

Stakholder Utama Digital PR: Media

&

netizen

 Media adalah salah satu stakeholder yang memegang peranan penting dalam mendukung eksistensi perusahaan. Sehingga menjalin hubungan baik dengan wartawan, pers dan media massa adalah sebuah keharusan dalam dunia public relations. Tujuannya adalah membangun citra positif (image building) dengan cara memperoleh publisitas, pemberitaan, atau liputan media seluas mungkin. Media relations kemudian menjadi hal yang penting.

 Di era digital ini, pola hubungan antara PR dan media menjadi lebih intens. Informasi perusahaan dapat dikomunikasikan secara real time sekaligus beragam melalui akun media sosial. Selain itu, pengertian hubungan media juga meluas. Dari yang semula hanya berupa hubungan dengan kalangan media, kini meluas menjadi hubungan dengan netizen atau pengguna akun media sosial dan pengguna website. Sehingga keterampilan praktisi PR pun kemudian harus dikembangkan dengan skills manajemen konten website dan media sosial.

(10)

 Praktisi PR saat ini bukan saja harus piawai berbicara secara lisan kepada media (speaking skills), tapi juga harus terampil menulis konten situs web (content writing) dan mahir mengelola media sosial (corporate social

media).

 Itulah sebabnya, muncul istilah baru seperti jurnalisme perusahaan, yaitu aktivitas jurnalistik untuk kepentingan perusahaan, instansi, atau organisasi, dengan membuat situs web untuk branding. Serta Corporate Blogging, yaitu membuat postingan di situs web perusahaan/instansi tentang

dinamika/kegiatan lembaga serta informasi lain yang terkait dengan visi, misi, peran, dan fungsi lembaga.

 Jadi, di era digital ini makin jelas bahwa menguasai keterampilan

menulis (jurnalistik) menjadi syarat utama PR modern. Selain itu juga harus bisa menjalankan tugas kehumasan secara online (Cyber PR).

(11)
(12)

Kaskus Komunitas Virtual Terbesar

di Indonesia

 Sebagai forum komunitas maya terbesar di Indonesia, Kaskus tidak hanya menjadi medium komunikasi antar anggota, tetapi juga

menjalankan fungsi 2 kontrol, kritik, merangsang roda usaha, dan sesekali menjadi pemantik fenomena. Forum yang dibentuk oleh Andrew Darwis, Ronald Stephanus, dan Budi Darmawan semasa menjadi mahasiswa di Seattle, Amerika Serikat ini awalnya juga

disebut sebagai media underground dan buka-bukaan. Tidak hanya pada posting foto, Kaskus juga menjadi lahan diskusi cerdas.

(13)

Kaskus Komunitas Virtual Terbesar

di Indonesia

 Media sosial seperti Kaskus telah diperhitungkan oleh banyak pihak dalam hal untuk mengkomunikasikan suatu jasa ataupun produk dengan tujuan mengenalkan produk tersebut, menambah anggota dalam komunitas tertentu, hingga berbagi tips untuk produk tersebut.

 Pengguna Kaskus juga sering

membuat aksi kemanusiaan lewat Kaskus Peduli, seperti melakukan donasi di panti asuhan, atau

membantu biaya berobat orang yang tidak mampu dan masih banyak lagi.

(14)

Khalayak Millennial Sebagai

khalayak utama Public Relations

(15)

Karakteristik Millennial

 Berbeda dengan generasi sebelumnya, millennial merupakan target audiens dengan penetrasi produk yang cukup sulit. Terlahir

generasi yang digital native, mereka lebih peka terhadap perubahan dan lebih pintar mengantisipasi iklan.

 Khalayak Millennial Sebagai khalayak utama Public Relations, maka kita harus mengetahui karakteristik millennial itu sendiri:

1. Millennial ada di mana-mana 2. Penyuka konten autentik

3. Pengguna perangkat mobile dan media sosial 24/7

4. Senang berkolaborasi 5. Ingin tahu lebih banyak?

(16)

Millennial

ada di mana-mana

Millennial merupakan konsumen dengan segmentasi yang luas, kamu dapat

menemukan mereka di universitas,

kantor, dan di rumah. Mereka berprofesi sebagai sebagai siswa pekerja,

karyawan, atau bahkan orang tua tunggal. Dengan kata lain, mereka tersebar di setiap kelas sosial dan budaya.

 Tidak hanya itu, mereka berbeda dengan generasi Baby Boomer. Mereka

cenderung mengutamakan identitas dan pengalaman sosial, serta memandang hidup secara berbeda. Inilah mengapa

(17)

Penyuka konten autentik

 Menurut AdAge, millennial menghabiskan rata-rata 25 jam per

minggu berselancar di dunia maya. Mereka menjelajahi web, blog, dan media sosial, serta saling berbagi, menyukai, hingga

mengomentari semua konten yang mereka temukan. Konten yang autentik akan lebih menggugah dan memotivasi mereka untuk terus menyebarkannya kembali kepada komunitas online.

 Jika kamu menguasai ‘bahasa’ mereka, kamu sudah selangkah lebih dekat dengan generasi ini. Jadikan millennial sebagai fokus kampanyemu dan buat mereka jadi pusat dari semua konten yang kamu buat.

(18)

Pengguna perangkat mobile dan

media sosial 24/7

Millennial tidak bisa lepas dari perangkat mobilemereka.

Menurut Google, millennial mengakses informasi dan melakukan pembelian onlinelangsung dari smartphone masing-masing. Dalam hal mencari paket perjalanan misalnya, 64

persen millennial memesan hotel langsung dari ponsel setelah melakukan pencarian online.

 Hubspot juga menerangkan 65 persen millennialberinteraksi dengan brand atau produk secara online di media sosial, terutama Facebook dan Twitter. Mereka ingin tahu

apakah brand tersebut layak mendapatkan loyalitas. Jadi, bila perusahaanmu tidak memiliki akun media sosial dan tidak dapat menjalin hubungan dengan konsumen bersiaplah untuk kehilangan

(19)

Senang berkolaborasi

Millennial tumbuh dalam budaya berbagi. Mereka tidak merespons kampanye pemasaran hard selling. Sebaliknya, mereka senang menjadi pencipta produk (product co-creator) dan terlibat dalam pengembangan produk maupun layanan.

 Perusahaan umumnya menginginkan produk tersebut dikonsumsi. Namun tidak dengan millennial, keterlibatan pada pengembangan produk membuat mereka lebih percaya dan loyal terhadap brand.

 Bila kamu tengah menyasar generasi ini, fokuslah dalam

membangun hubungan dengan mereka. Fasilitasi mereka untuk berekspresi serta bantu membangun merek pribadi sendiri.

(20)

Ingin tahu lebih banyak?

Millennial ingin memiliki kedekatan hubungan dengan brand dan pemasaran tradisional tidak memfasilitasi hal

ini. Outbound marketing, seperti billboard, direct mail, dan iklan radio tidak menggugah hasrat mereka.

 Dalam pikiran konsumen generasi ini, kampanye pemasaran tersebut terlalu company-focused. Mereka menuntut pemasaran yang lebih personal dan berorientasi pada pelanggan.

(21)

Referensi

Dokumen terkait

Birhtday Bicycle Birthday Firemen Fireman 4. Helna Humaira Imposible Hanphone Impossible handphone Writting Thurstday Meake Writing Thursday Make Plaese Birhtday

Dengan kata lain, proyeksi pertumbuhan ekonomi 6,5 persen pada 2024 atau rata-rata 6,0 persen per tahun selama 2020-2024 lebih merupakan sasaran yang perlu dicapai

Tumpuan penulisan adalah berkaitan dengan beberapa aspek penting iaitu epidemik HIV/AIDS, masalah dadah yang berkaitan dengan HIV, statistik HIV/AIDS yang berpunca

Usia 7-9 tahun merupakan perkembangan awal anak untuk menerima edukasi mengenai keamanan makanan jajanan. Pada jarak usia tersebut kemampuan berfikir anak memiliki

1 2 3 4 5 Meningkatnya koordinasi pemerintah dalam penyelengaraan pemerintahan dan Pembangunan Desa Persentase rekomendasi hasil koordinasi bidang pemerintahan, ketentraman

Indeks harga pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya selama Desember 2020 mengalami inflasi sebesar 0,07 persen atau mengalami peningkatan indeks harga dari 109,31

Isu mengenai anak berkebutuhan khusus dan anak jalanan menjadi sebuah topik yang menarik untuk diangkat dalam sebuah news features.. Bentuk news features dipilih karena

Pengaruh Faktor Sikap Terhadap Tingkah Laku Membeli Pemakaman Mewah Berdasarkan Tabel 4 (di lampiran) dapat dilihat bahwa R square untuk faktor sikap terhadap