1
1
dapat memenuhi syarat sesuai kriteria
dapat memenuhi syarat sesuai kriteria yang ditetapkan.
yang ditetapkan.
Kebijakan yang ditetapkan bahwa air yang digunakan untuk
Kebijakan yang ditetapkan bahwa air yang digunakan untuk
keperluan pabrik dan domestik sebelumnya harus melalui
keperluan pabrik dan domestik sebelumnya harus melalui
perlakuan tertentu untuk mengurangi atau menghilangkan zat
perlakuan tertentu untuk mengurangi atau menghilangkan zat
yang tidak diperlukan sehingga diperoleh mutu air yang
yang tidak diperlukan sehingga diperoleh mutu air yang
memenuhi syarat.
memenuhi syarat.
1.2. Dasar
1.2. Dasar
–
–
dasar Pengolahan
dasar Pengolahan
1.2.1. Kandungan Zat
1.2.1. Kandungan Zat
Air yang berasal dari perairan umum atau sungai masih
Air yang berasal dari perairan umum atau sungai masih
mengandung kotoran (Impurities) yang dikelompokkan sebagai
mengandung kotoran (Impurities) yang dikelompokkan sebagai
berikut :
berikut :
a. Suspended solid
a. Suspended solid
Adalah semua senyawa/padatan yang tidak larut, melayang
Adalah semua senyawa/padatan yang tidak larut, melayang
atau ,mengapung di dalam air dan
atau ,mengapung di dalam air dan tidak berubah bentuk
tidak berubah bentuk
seperti lumpur, pasir, bahan-bahan organik, minyak dan
seperti lumpur, pasir, bahan-bahan organik, minyak dan
bakteri. Bila jumlahnya besar akan menyebabkan kekeruhan
bakteri. Bila jumlahnya besar akan menyebabkan kekeruhan
dalam air.
dalam air.
b. Dissolved solid
b. Dissolved solid
Adalah padatan yang larut di dalam air
Adalah padatan yang larut di dalam air yang bergabung
yang bergabung
dengan molekul-m
dengan molekul-molekul air
olekul air atau di dalam
atau di dalam larutan seperti
larutan seperti
garam-garam dan asam. Komposisi padatan yang larut
garam-garam dan asam. Komposisi padatan yang larut
tergantung dari macam sumber air dan lokasi sumber air.
tergantung dari macam sumber air dan lokasi sumber air.
Padatan terlarut yang banyak dijumpai dalam air antara lain
Padatan terlarut yang banyak dijumpai dalam air antara lain ::
Alkalilitas, kesadaha
Alkalilitas, kesadahan, Garam
n, Garam sodium, Besi, mangan,
sodium, Besi, mangan, Silika,
Silika,
Chlorida, sulfat, Phospat dan bahan-bahan organik.
Chlorida, sulfat, Phospat dan bahan-bahan organik.
c. Dissolved gas
c. Dissolved gas
adalah gas-gas yang ada di air yang bergabung dengan
adalah gas-gas yang ada di air yang bergabung dengan
molekul-molekul air. Gas
molekul-molekul air. Gas
–
–
gas ini tidak stabil dan dapat
gas ini tidak stabil dan dapat
dilepas dengan perubahan suhu, tekanan atau interaksi
dilepas dengan perubahan suhu, tekanan atau interaksi
mekanikal, contohnya oksigen, karbondioksida.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
1.2.2 Perlakuan air
1.2.2 Perlakuan air
Proses perlakuan air di Pabrik Minyak Sawit dilakukan dengan
Proses perlakuan air di Pabrik Minyak Sawit dilakukan dengan
cara :
cara :
1. Penjernihan air
1. Penjernihan air
2. Pelunakan air dengan cara
2. Pelunakan air dengan cara pertukaran ion
pertukaran ion
3. Boiler internal treatment.
3. Boiler internal treatment.
1.2.2.1 Penjernihan air
1.2.2.1 Penjernihan air
Pengolahan air baku (mentah) bertujuan untuk menghilangkan
Pengolahan air baku (mentah) bertujuan untuk menghilangkan
kotoran-kotoran yang ada di air. Metode pengolahan air ada tiga
kotoran-kotoran yang ada di air. Metode pengolahan air ada tiga
jenis yaitu
jenis yaitu ::
a.
a. Penjernihan (Clarification)
Penjernihan (Clarification)
Proses penjernihan merupakan proses
Proses penjernihan merupakan proses pengendapan
pengendapan
kotoran/lumpur yang tersuspensi/melayang didalam air
kotoran/lumpur yang tersuspensi/melayang didalam air
dengan bantuan penambahan bahan kimia. Proses
dengan bantuan penambahan bahan kimia. Proses
penjernihan air dapat dibagi atas tiga langkah proses :
penjernihan air dapat dibagi atas tiga langkah proses :
Koagulasi
Koagulasi
Flokulasi
Flokulasi
Sedimentasi
Sedimentasi
b. Penyaringan (Filtrasi)
b. Penyaringan (Filtrasi)
Penyaringan merupakan tahap akhir dari proses penjernihan
Penyaringan merupakan tahap akhir dari proses penjernihan
air, alat
air, alat yang digunakan berupa pressure sand filter.
yang digunakan berupa pressure sand filter.
c. Chlorinasi (Disinfeksi)
c. Chlorinasi (Disinfeksi)
Disinfeksi adalah proses pemusnahan bakteri dan virus yang
Disinfeksi adalah proses pemusnahan bakteri dan virus yang
ada di dalam air.
ada di dalam air. Prosesnya dengan menambahk
Prosesnya dengan menambahkan chlorin
an chlorin
atau kaporit pada air yang akan di kirim ke water tank.
atau kaporit pada air yang akan di kirim ke water tank.
1.2.2.2 Pelunakan Air
1.2.2.2 Pelunakan Air
Pelunakan air merupakan proses yang bertujuan
Pelunakan air merupakan proses yang bertujuan
menghilangkan atau menurunkan kesadahan air, silica dan TDS
menghilangkan atau menurunkan kesadahan air, silica dan TDS
sehingga air memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air
sehingga air memenuhi syarat untuk digunakan sebagai air
umpan Boiler. Bila garam kesadahan dalam air
umpan Boiler. Bila garam kesadahan dalam air tidak
tidak
dihilangkan atau dikurangkan akan menyebabkan kerak pada
dihilangkan atau dikurangkan akan menyebabkan kerak pada
pipa Boiler. Pelunakan air yang sering dilakukan dengan
pipa Boiler. Pelunakan air yang sering dilakukan dengan
peralatan :
peralatan :
1. Softener
1. Softener
Merupakan resin penukar ion yang berfungsi menurunkan
Merupakan resin penukar ion yang berfungsi menurunkan
kesadahan air atau total hardness.
kesadahan air atau total hardness.
2. Demineralizer plant
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Merupakan alat pemanas air umpan Boiler dengan tujuan
Merupakan alat pemanas air umpan Boiler dengan tujuan
untuk menghilangkan gas terlarut seperi oksigen, Carbon
untuk menghilangkan gas terlarut seperi oksigen, Carbon
dioksida dan ammonia yang dapat menyebabkan korosi.
dioksida dan ammonia yang dapat menyebabkan korosi.
1.2.2.3 Internal treatment
1.2.2.3 Internal treatment
Internal treatment merupakan proses perlakuan air didalam
Internal treatment merupakan proses perlakuan air didalam
Boiler dengan tujuan untuk
Boiler dengan tujuan untuk mencegah pembentukan kerak,
mencegah pembentukan kerak,
mencegah korosi serta mencegah terjadiny
mencegah korosi serta mencegah terjadinya carry over.
a carry over. Air
Air
umpan Boiler dengan analisa kimia dapat diketahui jenis dan
umpan Boiler dengan analisa kimia dapat diketahui jenis dan
jumlah kan
jumlah kandungan zat
dungan zat yang terka
yang terkandung d
ndung didalamnya .
idalamnya .
Asian Agri Group
Asian Agri Group
Standard Operating Procedure
Standard Operating Procedure
SOP PENGOLAHAN
SOP PENGOLAHAN AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
Halaman 4 dari 13
Halaman 4 dari 13
a. Kerak
a. Kerak
Kerak di air umpan Boiler terbentuk dari kotoran-kotoran,
Kerak di air umpan Boiler terbentuk dari kotoran-kotoran,
biasanya dari campuran Calsium dan Magnesium yang tidak
biasanya dari campuran Calsium dan Magnesium yang tidak
larut. Kadang-kada
larut. Kadang-kadang melekat ke
ng melekat ke dalam hard mass oleh silica.
dalam hard mass oleh silica.
Pengaruh daripada pembentukan kerak adalah pengembungan
Pengaruh daripada pembentukan kerak adalah pengembungan
atau pembengkokan pipa serta pelepuhan pipa.
atau pembengkokan pipa serta pelepuhan pipa.
b. Korosi
b. Korosi
Korosi di air umpan Boiler terjadi ketika air asam atau pH
Korosi di air umpan Boiler terjadi ketika air asam atau pH
rendah, air mengandung oksigen yang terlarut dan karbon
rendah, air mengandung oksigen yang terlarut dan karbon
dioksida serta konsentrasi daripada caustik tinggi. pH rendah
dioksida serta konsentrasi daripada caustik tinggi. pH rendah
ditandai dengan hilangnya logam, oksigen dan gas-gas korosif
ditandai dengan hilangnya logam, oksigen dan gas-gas korosif
yang menyebabkan lobang-lobang besar. Pengaruh daripada
yang menyebabkan lobang-lobang besar. Pengaruh daripada
korosi ini adalah rusaknya pipa Boiler.
korosi ini adalah rusaknya pipa Boiler.
c. Carry over
c. Carry over
Carry over di air umpan Boiler terjadi karena masuknya air dan
Carry over di air umpan Boiler terjadi karena masuknya air dan
solid melalui uap Boiler. Hal ini disebabkan karena kelebihan
solid melalui uap Boiler. Hal ini disebabkan karena kelebihan
solid yang terlarut dan tidak
solid yang terlarut dan tidak terlarut, tinggin
terlarut, tingginya alkalinity serta
ya alkalinity serta
tingginya kandungan minyak di air umpan Boiler. Pengaruh dari
tingginya kandungan minyak di air umpan Boiler. Pengaruh dari
carry over ini adalah dapat menyebabkan kerusakan pada pipa
carry over ini adalah dapat menyebabkan kerusakan pada pipa
super heater, berkurangnya efisiensi turbin. Proses masuknya
super heater, berkurangnya efisiensi turbin. Proses masuknya
air dan uap terbagi dua yaitu :
air dan uap terbagi dua yaitu :
1. Priming
1. Priming
Hal ini terjadi karena penurunan tekanan secara tiba-tiba
Hal ini terjadi karena penurunan tekanan secara tiba-tiba
yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan uap secara
yang disebabkan oleh meningkatnya permintaan uap secara
cepat atau hasil kelebihan high water level.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
1.2.3 Proses pengolahan air umpan Boiler
1.2.3 Proses pengolahan air umpan Boiler
apabila tidak dilaksanakan dengan baikakan menimbulkan kerak didalam
apabila tidak dilaksanakan dengan baikakan menimbulkan kerak didalam
dinding pipa-pipa pemanas maupun dinding drum. Adanya kerak ini akan
dinding pipa-pipa pemanas maupun dinding drum. Adanya kerak ini akan
mengakibatkan beberapa hal yaitu :
mengakibatkan beberapa hal yaitu :
a. Proses pemanasan air di
a. Proses pemanasan air di dalam pipa-pipa pemanas
dalam pipa-pipa pemanas
berlangsung lama.
berlangsung lama.
b. Bahan bakar untuk menaikan steam diperlukan banyak.
b. Bahan bakar untuk menaikan steam diperlukan banyak.
c. Uap yang dihasilkan kurang, bermutu jelek dan kapasitasnya
c. Uap yang dihasilkan kurang, bermutu jelek dan kapasitasnya
berkurang.
berkurang.
d. Kemungkinan terjadiny
d. Kemungkinan terjadinya pemanasan lokal
a pemanasan lokal pada pipa ya
pada pipa yang
ng
akan berakibat over heating dan
akan berakibat over heating dan dapat menjadikan
dapat menjadikan
ledakan/pecahnya pipa.
ledakan/pecahnya pipa.
e. Efisiensi kerja Boiler rendah.
e. Efisiensi kerja Boiler rendah.
1.2.4 Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan
1.2.4 Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan pada proses
pada proses
pengolahan air yaitu:
pengolahan air yaitu:
a. Pompa raw water
a. Pompa raw water
Fungsinya untuk memompakan air dari waduk/sungai
Fungsinya untuk memompakan air dari waduk/sungai
sampai ke water Clarifier Tank.
sampai ke water Clarifier Tank.
b. Water Clarifier Tank.
b. Water Clarifier Tank.
Fungsinya sebagai tempat proses koagulasi dengan tahapan
Fungsinya sebagai tempat proses koagulasi dengan tahapan
pencampuran, penggumpalan dan pengendapan bahan
pencampuran, penggumpalan dan pengendapan bahan
tidak larut dalam air. Alat ini juga dilengkapi Kerangan drain
tidak larut dalam air. Alat ini juga dilengkapi Kerangan drain
untuk membuang endapan lumpur ynag terbentuk.
untuk membuang endapan lumpur ynag terbentuk.
c. Chemical Dosing Pump.
c. Chemical Dosing Pump.
Fungsinya untuk mengalirkan larutan bahan kimia dengan
Fungsinya untuk mengalirkan larutan bahan kimia dengan
cara injeksi dari tanki larutan kimia ke
cara injeksi dari tanki larutan kimia ke dalam Clarifier Tank
dalam Clarifier Tank
d. Chemical Solution Tank.
d. Chemical Solution Tank.
Fungsinya untuk pencampuran bahan kimia dengan air pada
Fungsinya untuk pencampuran bahan kimia dengan air pada
konsentrasi tertentu sebelum diinjeksi ke dalam Clarifier
konsentrasi tertentu sebelum diinjeksi ke dalam Clarifier
Tank.
Tank.
e. Bak
e. Bak pengendap.
pengendap.
Fungsinya untuk mengendapkan pasir, lumpur dan
Fungsinya untuk mengendapkan pasir, lumpur dan
gumpalan-gumpalan partikel yang terbawa dalam air.
gumpalan-gumpalan partikel yang terbawa dalam air.
f. Water Basin Pump.
f. Water Basin Pump.
Fungsinya untuk mentransfer air yang telah diendapkan di
Fungsinya untuk mentransfer air yang telah diendapkan di
dalam bak pengendap masuk ke dalam Pressure Sand
dalam bak pengendap masuk ke dalam Pressure Sand
Filter.
Filter.
g. Pressure Sand Filter
g. Pressure Sand Filter
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
pengolahan dan sebagai tempat pengaturan distribusi air untuk domestik
pengolahan dan sebagai tempat pengaturan distribusi air untuk domestik
maupun untuk keperluan pabrik.
maupun untuk keperluan pabrik.
1.2.5 Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan
1.2.5 Beberapa peralatan pendukung yang dipergunakan pada proses
pada proses
pelunakan air yaitu :
pelunakan air yaitu :
a. Regenerasi Pump.
a. Regenerasi Pump.
Fungsinya untuk mengalirkan air yang telah ditreatment ke
Fungsinya untuk mengalirkan air yang telah ditreatment ke
dalam unit penukar kation.
dalam unit penukar kation.
b. Tanki Kation dan anion.
b. Tanki Kation dan anion.
Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya pertukaran ion.
Fungsinya sebagai tempat berlangsungnya pertukaran ion.
Peralatan ini terdiri dari dua bagian, satu
Peralatan ini terdiri dari dua bagian, satu bejana kation dan
bejana kation dan
satu lagi bejana anion serta dilengkapi dengan tanki / bak
satu lagi bejana anion serta dilengkapi dengan tanki / bak
pengenceran larutan asam dan
pengenceran larutan asam dan kaustik.
kaustik.
c. Degasifer
c. Degasifer
Fungsinya untuk melepaskan gas/ion yang terkandung di
Fungsinya untuk melepaskan gas/ion yang terkandung di
dalam air
dalam air
d. Deaerator Water Pump.
d. Deaerator Water Pump.
Fungsinya untuk mentransfer air dari bak penampung ke
Fungsinya untuk mentransfer air dari bak penampung ke
Deaerator.
Deaerator.
e. Deaerator
e. Deaerator
Fungsinya untuk menaikkan temperatur air umpan
Fungsinya untuk menaikkan temperatur air umpan
mendekati titik didihnya sehingga dapat mengurangi
mendekati titik didihnya sehingga dapat mengurangi
kandunga
kandungan gas O2
n gas O2 dan CO2.
dan CO2.
f. Tanki penampung air umpan
f. Tanki penampung air umpan
Fungsinya untuk menampung air umpan sebelum di alirkan
Fungsinya untuk menampung air umpan sebelum di alirkan
ke dalam Deaerator.
ke dalam Deaerator.
1.2.6 Beberapa kritikal point yang harus dipenuhi didalam pengolahan
1.2.6 Beberapa kritikal point yang harus dipenuhi didalam pengolahan
air yaitu:
air yaitu:
a. Penjernihan air :
a. Penjernihan air :
·
· Suspended so
Suspended solid : 0 - 3 mg/l
lid : 0 - 3 mg/l
b. Air umpan Boiler
b. Air umpan Boiler
· pH : 7,0-8,5
· pH : 7,0-8,5
· Total Hardness : < 5 ppm
· Total Hardness : < 5 ppm
· Silica : < 5 ppm
· Silica : < 5 ppm
d. Air Boiler
d. Air Boiler
· pH : 10,5-11,5
· pH : 10,5-11,5
· Total Alkalility : 500
· Total Alkalility : 500
–
–
800 ppm
800 ppm
·
· Coustic Alkalil
Coustic Alkalility : 300 - 500 ppm
ity : 300 - 500 ppm
· Sulphit : 20
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
II. Prosedur Operasional
II. Prosedur Operasional
2.1 Hal
2.1 Hal
–
–
hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan
hal yang harus diperhatikan untuk menjaga keselamatan
kerja adalah sebagai berikut :
kerja adalah sebagai berikut :
·
· Sebelum air di pompa ke pabrik, operator secara visual harus
Sebelum air di pompa ke pabrik, operator secara visual harus
memeriksa kondisi level air di
memeriksa kondisi level air di sungai dan memastikan tidak
sungai dan memastikan tidak
sedang ada kerusakan /
sedang ada kerusakan / perbaikan di instalasi pompa.
perbaikan di instalasi pompa.
·
· Operator pada saat melakukan pencam
Operator pada saat melakukan pencampuran bahan kimia
puran bahan kimia
harus menggunakan masker penutup hidung, sarung tangan
harus menggunakan masker penutup hidung, sarung tangan
dan kaca mata, te
dan kaca mata, terutama dalam penanganan HCl, H2SO4 dan
rutama dalam penanganan HCl, H2SO4 dan
NaOH agar tidak kontak langsung dengan tubuh yang akan
NaOH agar tidak kontak langsung dengan tubuh yang akan
mengganggu kesehatan.
mengganggu kesehatan.
2.2 Proses penjernihan air
2.2 Proses penjernihan air
Proses penjernihan air melalui tahapan Koagulasi, Flokulasi dan
Proses penjernihan air melalui tahapan Koagulasi, Flokulasi dan
sedimentasi dilakukan di Clarifier, sedangkan proses penyaringan
sedimentasi dilakukan di Clarifier, sedangkan proses penyaringan
dilaksanaka
dilaksanakan dengan alat pressure sand filter. Di
n dengan alat pressure sand filter. Di Clarifier air
Clarifier air
proses penjernihan memerlukan waktu penahanan sekitar 1,5
proses penjernihan memerlukan waktu penahanan sekitar 1,5
–
–
2
2
jam.
jam.
2.2.1 Koagulasi
2.2.1 Koagulasi
Proses koagulasi dilakukan untuk merubah sifat suspensi kolloid
Proses koagulasi dilakukan untuk merubah sifat suspensi kolloid
yang mempunyai muatan listrik yang sama dengan air yang
yang mempunyai muatan listrik yang sama dengan air yang
menyebabkan sulit mengendap. Proses koagulasi dilakukan
menyebabkan sulit mengendap. Proses koagulasi dilakukan
dengan menambahkan koagulan yang dapat menetralkan muatan
dengan menambahkan koagulan yang dapat menetralkan muatan
listrik dari partikel.koloid sehingga partikel tersebut mengalami
listrik dari partikel.koloid sehingga partikel tersebut mengalami
destabilasas
destabilasasi dalam
i dalam air sehingga
air sehingga terjadi penggabunga
terjadi penggabungan beberapa
n beberapa
butiran menjadi diameter lebih besar. Koagulan mangalami difusi
butiran menjadi diameter lebih besar. Koagulan mangalami difusi
didalam air oleh pencampuran yang kuat untuk mendapatkan
didalam air oleh pencampuran yang kuat untuk mendapatkan
waktu kontak yang cukup diantara partikel-partikel dan bahan
waktu kontak yang cukup diantara partikel-partikel dan bahan
kimia penjernih air. Untuk menetukan dosis bahan kimia yang
kimia penjernih air. Untuk menetukan dosis bahan kimia yang
ditambahkan perlu dilakukan jar test. Urutan penambahan kimia
ditambahkan perlu dilakukan jar test. Urutan penambahan kimia
dalam proses koagulasi sbb:
dalam proses koagulasi sbb:
Penambahan bahan kimia dilakukan injeksi pump pada pipa
Penambahan bahan kimia dilakukan injeksi pump pada pipa
masuk ke clarifier
masuk ke clarifier dengan dosis bahan yang ditambahkan
dengan dosis bahan yang ditambahkan
harus sama seperti jar test (contoh perhitungan sesuai
harus sama seperti jar test (contoh perhitungan sesuai
dengan sub bab 2.1.1.2 dosis bahan kimia)
dengan sub bab 2.1.1.2 dosis bahan kimia)
Jarak titik injeksi bahan kimia yang normal sekitar 10-15
Jarak titik injeksi bahan kimia yang normal sekitar 10-15
meter sebelum masuk ke Clarifier.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Start Free Trial Cancel Anytime.
Kadang-kadang bahan kimia alkaline (NaOH) dapat
Kadang-kadang bahan kimia alkaline (NaOH) dapat
ditambahkan secara simultan dengan bahan koagulan (Alum).
ditambahkan secara simultan dengan bahan koagulan (Alum).
Bahan koagulan/flokulan (polimer) pembantu harus
Bahan koagulan/flokulan (polimer) pembantu harus
ditambahkan terakhir.
ditambahkan terakhir.
2.2.1.1 Bahan Koagulan
2.2.1.1 Bahan Koagulan
Bahan kimia yang sering digunakan untuk koagulan antara lain:
Bahan kimia yang sering digunakan untuk koagulan antara lain:
Alumunium sulfat (Al2 (SO4)3.18 H2O. atau Alum.
Alumunium sulfat (Al2 (SO4)3.18 H2O. atau Alum.
Poly Almunium Chloride (PAC)
Poly Almunium Chloride (PAC)
Soda ash
Soda ash (Sodium Carbonat)
(Sodium Carbonat)
Caustik Soda (NaOH)
Caustik Soda (NaOH)
Polyelectrolit
Polyelectrolit
Alum bereaksi dengan alkali sehingga membentuk alumunium
Alum bereaksi dengan alkali sehingga membentuk alumunium
hidrokside yang akan mengikat padatan halus yang terdapat
hidrokside yang akan mengikat padatan halus yang terdapat
dalam air.
dalam air.
Reaksi Kimia :
Reaksi Kimia :
Al2(
Al2( SO4)3
SO4)3 +
+ 6
6 Na
Na HCO3
HCO3 ---
---
2
2 AL(OH)3
AL(OH)3 +
+ 3
3
Na2SO 4 + 6 CO2
Na2SO 4 + 6 CO2
Alum sulfat Sodium Aluminium Sodium Carbon
Alum sulfat Sodium Aluminium Sodium Carbon
Bicarbonat Hydroxide sulfat Dioxide
Bicarbonat Hydroxide sulfat Dioxide
pH yang terbaik pada saat proses koagulasi dan flokulasi adalah
pH yang terbaik pada saat proses koagulasi dan flokulasi adalah
6,5
6,5 –
–
7,5 karena aluminium hydroxide tidak larut pada pH tersebut,
7,5 karena aluminium hydroxide tidak larut pada pH tersebut,
sehingga proses pengikata
sehingga proses pengikatan partikel zat
n partikel zat-zat padatan terjadi
-zat padatan terjadi
dengan baik. Dengan terbentuknya Alumunium Hidroxide
dengan baik. Dengan terbentuknya Alumunium Hidroxide
sehingga alkalilit
sehingga alkalilitas air dan
as air dan pH air mengalami penurunan. Untuk
pH air mengalami penurunan. Untuk
menaikkan pH air sebelum diolah ditambahkan caustic soda atau
menaikkan pH air sebelum diolah ditambahkan caustic soda atau
soda ash agar alum dapat berfungsi optimal.
soda ash agar alum dapat berfungsi optimal.
2.2.1.2 Dosis Bahan kimia
2.2.1.2 Dosis Bahan kimia
Dosis Bahan kimia yang digunakan untuk proses koagulasi dan
Dosis Bahan kimia yang digunakan untuk proses koagulasi dan
flokulasi untuk kebutuhan perjam air sesuai kapasitas pompa
flokulasi untuk kebutuhan perjam air sesuai kapasitas pompa
Raw water pump dapat dilakukan dengan rumus :
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Start Free Trial Cancel Anytime.
2.2.1.3 Konsentrasi larutan
2.2.1.3 Konsentrasi larutan
Konsentras
Konsentrasi bahan
i bahan kimia didalam tanki c
kimia didalam tanki chemical dibuat untuk
hemical dibuat untuk
masing
masing
–
–
masing bahan sbb:
masing bahan sbb:
a. Larutan Alum /tawas = 5% - 15 %
a. Larutan Alum /tawas = 5% - 15 %
b. Larutan soda Ash / Caustic soda = 5% - 15 %
b. Larutan soda Ash / Caustic soda = 5% - 15 %
c. Larutan Polyelectrolit = 0.01% - 0.06 %
c. Larutan Polyelectrolit = 0.01% - 0.06 %
2.2.1.4 Dengan pengaturan konsentrasi
2.2.1.4 Dengan pengaturan konsentrasi
pada batas yang ditentukan bahan kimia akan bekerja lebih
pada batas yang ditentukan bahan kimia akan bekerja lebih efektip setelah
efektip setelah
diinjeksikan.
diinjeksikan.
Pada saat melakukan pencampuran bahan kimia harus
Pada saat melakukan pencampuran bahan kimia harus
menggunakan masker penutup hidung dan sarung tangan, atau
menggunakan masker penutup hidung dan sarung tangan, atau
paling tidak menutup mulut dan hidung sehingga gas HCl tidak
paling tidak menutup mulut dan hidung sehingga gas HCl tidak
langsung terhisap ke tubuh yang akan mengganggu kesehatan.
langsung terhisap ke tubuh yang akan mengganggu kesehatan.
2.2.2 Flokulasi
2.2.2 Flokulasi
Flokulasi merupakan kelanjutan dari proses koagulasi dimana
Flokulasi merupakan kelanjutan dari proses koagulasi dimana
pada proses ini terjadi pembentukan partikel yang lebih besar
pada proses ini terjadi pembentukan partikel yang lebih besar
atau flok dengan system pengadukan sehingga flok yang
atau flok dengan system pengadukan sehingga flok yang
terbentuk bertamb
terbentuk bertambah besar,
ah besar, bertambah berat dan mudah
bertambah berat dan mudah
mengendap.
mengendap.
2.2.3 Sedimentasi
2.2.3 Sedimentasi
Merupakan proses pengendapan partikel-partikel yang ukurannya
Merupakan proses pengendapan partikel-partikel yang ukurannya
relatip besar /flok yang ada didalam air pada suatu wadah
relatip besar /flok yang ada didalam air pada suatu wadah
sehingga pemisahan floc dengan air
sehingga pemisahan floc dengan air jernih dapat terjadi dengan
jernih dapat terjadi dengan
sempurna. Sedimentasi biasany
sempurna. Sedimentasi biasanya dilakukan di
a dilakukan di water basin
water basin
2.2.4 Penyaringan /Filtrasi.
2.2.4 Penyaringan /Filtrasi.
Filtrasi adalah suatu teknik pemisahan padatan-padatan
Filtrasi adalah suatu teknik pemisahan padatan-padatan
tersuspensi dalam air setelah proses penjernihan dengan
tersuspensi dalam air setelah proses penjernihan dengan
melewatkan air pada media yang berpori. Media berpori
melewatkan air pada media yang berpori. Media berpori
merupakan campuran pasir dan kerikil kuarsa dari yang halus
merupakan campuran pasir dan kerikil kuarsa dari yang halus
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Start Free Trial Cancel Anytime.
2.3 Pelunakan air
2.3 Pelunakan air
Pelunakan air merupakan proses penghilangan zat-zat yang
Pelunakan air merupakan proses penghilangan zat-zat yang
terlarut dalam air atau
terlarut dalam air atau kesadahan air yang dapat menimbulkan
kesadahan air yang dapat menimbulkan
masalah pada boiler dan steam line.
masalah pada boiler dan steam line. Pelunakan air yang
Pelunakan air yang
dilaksanaka
dilaksanakan di P
n di PMKS Asian Agri Group ada dua
MKS Asian Agri Group ada dua cara:
cara:
1. Softener Plant
1. Softener Plant
2. Demineraliser Plant.
2. Demineraliser Plant.
Kedua cara
Kedua cara proses tersebut disebut eksternal treatment.
proses tersebut disebut eksternal treatment.
2.3.1 Softener Plant
2.3.1 Softener Plant
Softener plant adalah alat berupa tabung cylinder berisi resin
Softener plant adalah alat berupa tabung cylinder berisi resin
yang digunakan untuk menghilangkan kandungan kesadahan
yang digunakan untuk menghilangkan kandungan kesadahan
(hardness) yang terdiri dari unsur calsium dan Magnisium.
(hardness) yang terdiri dari unsur calsium dan Magnisium.
a. Prinsip kerjanya.
a. Prinsip kerjanya.
Softener tank yang berisi resin dengan unsur Natrium akan
Softener tank yang berisi resin dengan unsur Natrium akan
mengikat setiap kesadahan dari air
mengikat setiap kesadahan dari air yang melewatinya. Apabila
yang melewatinya. Apabila
resin telah penuh dengan kesadahan yang diikat, maka resin
resin telah penuh dengan kesadahan yang diikat, maka resin
tersebut akan jenuh (tidak mampu mengikat lagi) dan perlu
tersebut akan jenuh (tidak mampu mengikat lagi) dan perlu
diaktipkan kembali dengan cara regenerasi dengan larutan
diaktipkan kembali dengan cara regenerasi dengan larutan
NaCl.
NaCl.
b. Reaksi pada saat
b. Reaksi pada saat proses:
proses:
2
2 Na
Na R
R +
+ CaSO4
CaSO4 ---
---
----
Na2
Na2 SO4
SO4 +
+
Ca R2
Ca R2
Resin Calsium Sulfat Sodium sulfat
Resin Calsium Sulfat Sodium sulfat
Resin
Resin
2
2 Na
Na R
R +
+ Ca(HCO3)2
Ca(HCO3)2 ---
---
2
2 Na
Na HCO3
HCO3 +
+ Ca
Ca
R2
R2
Resin Calsium Bicarbonat Sodium Bicarbonat
Resin Calsium Bicarbonat Sodium Bicarbonat
Resin
Resin
2
2 Na
Na R
R +
+ MgCO3
MgCO3 ---
---
Na2
Na2 CO3
CO3 +
+
Mg R2
Mg R2
Resin Magnesium Carbonat Sodium Carbonat
Resin Magnesium Carbonat Sodium Carbonat
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Start Free Trial Cancel Anytime.
dan jenuh dengan ion Calsium dan Magnesium
dan jenuh dengan ion Calsium dan Magnesium
sehingga resin tidak aktif lagi. Oleh karena itu perlu
sehingga resin tidak aktif lagi. Oleh karena itu perlu
dilakukan regenerasi dengan larutan Natrium chlorida.
dilakukan regenerasi dengan larutan Natrium chlorida.
Regenerasi dilakukan jika hasil pemeriksaan hardness
Regenerasi dilakukan jika hasil pemeriksaan hardness
di atas 5 ppm.
di atas 5 ppm.
c. Regenerasi.
c. Regenerasi.
Prosedur regenerasi dilakukan dengan empat langkah:
Prosedur regenerasi dilakukan dengan empat langkah:
1. Back Wash
1. Back Wash
Aliran air dibalikkan dari bawah ke atas melalui bed resin.
Aliran air dibalikkan dari bawah ke atas melalui bed resin.
Proses ini menghilangkan kotoran/padatan yang
Proses ini menghilangkan kotoran/padatan yang
terkumpu
terkumpul. Selama
l. Selama backwash lapisan resin
backwash lapisan resin mengalami
mengalami
ekspansi paling sedikit 50%, lamanya backwash 15-
ekspansi paling sedikit 50%, lamanya backwash 15- 25
25
menit.
menit.
2. Regenerasi
2. Regenerasi
Langkah ini menginjeksikan larutan garam 5 - 10 %
Langkah ini menginjeksikan larutan garam 5 - 10 %
kedalam bejana resin, larutan garam akan mencuci
kedalam bejana resin, larutan garam akan mencuci
lapisan permukaan resin. Regenerasi terjadi dengan cara
lapisan permukaan resin. Regenerasi terjadi dengan cara
sodium dalam larutan garam menggantikan Calcium dan
sodium dalam larutan garam menggantikan Calcium dan
Magnisium hardness pada resin penukar ion. Lamanya
Magnisium hardness pada resin penukar ion. Lamanya
regerasi berkisar 30-45 menit. Jumlah garam yang
regerasi berkisar 30-45 menit. Jumlah garam yang
dibutuhkan berkisar 0.1
dibutuhkan berkisar 0.1
–
–
0.2 kg/liter resin dengan
0.2 kg/liter resin dengan
kecepatan laju aliran 0.03
kecepatan laju aliran 0.03
–
–
0.07 l/menit perliter resin.
0.07 l/menit perliter resin.
3. Rinse/pembilasan
3. Rinse/pembilasan
Air dipaksa mengalir melalui lapisan resin untuk
Air dipaksa mengalir melalui lapisan resin untuk
menghilang
menghilangkan kelebihan garam. Sete
kan kelebihan garam. Setelah mencapai batas
lah mencapai batas
hardness kurang dari satu ppm unit dapat dioperasikan
hardness kurang dari satu ppm unit dapat dioperasikan
kembali. Lamanya pembilasan lambat sekitar 60 menit dan
kembali. Lamanya pembilasan lambat sekitar 60 menit dan
pembilasan cepat sekitar 15 menit.
pembilasan cepat sekitar 15 menit.
2.3.2 Demineraliser Plant
2.3.2 Demineraliser Plant
Proses Demineralisasi adalah proses yang digunakan untuk
Proses Demineralisasi adalah proses yang digunakan untuk
menghilangkan ion-ion yang bermuatan positp dan negatip yang
menghilangkan ion-ion yang bermuatan positp dan negatip yang
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Start Free Trial Cancel Anytime.
setiap ion yang bermuatan positip dan negatip pada air yang
setiap ion yang bermuatan positip dan negatip pada air yang
melewati alat
melewati alat tersebut
tersebut
2.3.2.2 Resin penukar kation dan penukar anion
2.3.2.2 Resin penukar kation dan penukar anion
a. Fungsi resin penukar kation
a. Fungsi resin penukar kation
menghilangkan ion-ion yang bermuatan positip seperti Ca, Mg
menghilangkan ion-ion yang bermuatan positip seperti Ca, Mg
dan ion positip lainnya dengan cara pertukaran dengan ion
dan ion positip lainnya dengan cara pertukaran dengan ion
hydrogen (H+).
hydrogen (H+).
b. Fungsi resin penukar anion
b. Fungsi resin penukar anion
menghilangkan ion-ion yang bermuatan negatif seperti SO4,
menghilangkan ion-ion yang bermuatan negatif seperti SO4,
Cl, SiO3, dan ion negatif lainnya dengan cara
Cl, SiO3, dan ion negatif lainnya dengan cara pertukaran
pertukaran
dengan ion
dengan ion
OH-2.3.2.3 Reaksi pada saat proses :
2.3.2.3 Reaksi pada saat proses :
a. Kation Exchanger
a. Kation Exchanger
2H+R + CaSO4 H2SO4 + Ca+R2
2H+R + CaSO4 H2SO4 + Ca+R2
Resin Calcium Sulphate Sulphuric Acid Resin
Resin Calcium Sulphate Sulphuric Acid Resin
2H+R + CaCl2 2HCl + Ca+R2
2H+R + CaCl2 2HCl + Ca+R2
Resin Calcium Chloride Hydrochloric Resin
Resin Calcium Chloride Hydrochloric Resin
b. Anion Exchanger
b. Anion Exchanger
2OH-R + H2SO4 2H2O + SO4
2OH-R + H2SO4 2H2O + SO4
-R2
-R2
Resin Sulphuric Acid air Resin
Resin Sulphuric Acid air Resin
2OH-R + HCl H2O + Cl-R2
2OH-R + HCl H2O + Cl-R2
Resin Hidrocloric Acid air Resin
Resin Hidrocloric Acid air Resin
2OH-R + H2SiO3 2H2O + SiO3
2OH-R + H2SiO3 2H2O + SiO3
-R2
-R2
Resin asam silicate air Resin
Resin asam silicate air Resin
2.3.2.4 Regenerasi
2.3.2.4 Regenerasi
Sesudah kapasitas tercapai, resin tidak
Sesudah kapasitas tercapai, resin tidak mampu menukar ion.
mampu menukar ion.
Kemampuan ini harus dikembalikan dengan melakukan
Kemampuan ini harus dikembalikan dengan melakukan
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Start Free Trial Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
2.4 Deaerator
2.4 Deaerator
Gas-gas yang terlarut dalam air feed
Gas-gas yang terlarut dalam air feed seperti Oksigen, Carbo
seperti Oksigen, Carbon
n
Dioksida dan Ammonia dapat menyebabkan korosi pada feed
Dioksida dan Ammonia dapat menyebabkan korosi pada feed
water lines, heaters, economizers, boiler dan
water lines, heaters, economizers, boiler dan kondens
kondensat lines.
at lines.
Untuk menghilangkan gas yang terlarut tersebut maka diperlukan
Untuk menghilangkan gas yang terlarut tersebut maka diperlukan
proses deaerasi dengan menggunakan alat yang dinamakan
proses deaerasi dengan menggunakan alat yang dinamakan
deaerator.
deaerator.
2.4.1 Prinsip kerja
2.4.1 Prinsip kerja
Di dalam deaerator air
Di dalam deaerator air disemprotk
disemprotkan ke ruang deaerasi
an ke ruang deaerasi melalui
melalui
nozzle. Butiran air yang jatuh akan kontak langsung dengan uap
nozzle. Butiran air yang jatuh akan kontak langsung dengan uap
dan temperatur air menjadi naik hampir mendekati temperatur
dan temperatur air menjadi naik hampir mendekati temperatur
uap. Dalam kondisi tersebut 97
uap. Dalam kondisi tersebut 97
–
–
98 % gas O2 dan CO2 akan
98 % gas O2 dan CO2 akan
terbebas dan keluar dari deaerator. Air
terbebas dan keluar dari deaerator. Air yang sudah di deaerasi
yang sudah di deaerasi
terus diaduk oleh uap
terus diaduk oleh uap yang datang terus menerus membuat sisasisa
yang datang terus menerus membuat sisasisa
gas yang ada akan menjadi hilang. Setelah pengadukan oleh
gas yang ada akan menjadi hilang. Setelah pengadukan oleh
uap, air yang sudah di deaerasi diumpankan ke boiler.
uap, air yang sudah di deaerasi diumpankan ke boiler.
III. Pengendalian Proses
III. Pengendalian Proses
3.1 Pemompaan air dari sungai harus rutin dilakukan untuk
3.1 Pemompaan air dari sungai harus rutin dilakukan untuk
menjaga agar air di
menjaga agar air di waduk senantiasa penuh.
waduk senantiasa penuh.
3.2 Instalasi pipa dan Pompa dari raw
3.2 Instalasi pipa dan Pompa dari raw water tidak ada kebocoran dan selang
water tidak ada kebocoran dan selang
–
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial
Cancel Anytime.
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
Asian Agri Group
Asian Agri Group
“Standard Operating Procedure”
“Standard Operating Procedure”
SOP PENGOLAHAN
SOP PENGOLAHAN
AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
AIR AA-SOP-OP-1411.1-R0
http://yuwan-gazali.blogspot.com/
http://yuwan-gazali.blogspot.com/
Start Free Trial Cancel Anytime.
Titles you can't find anywhere else
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial