Asuhan Keperawatan Gangguan Konsep Diri

36 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Asuhan Keperawatan Klien dg

Asuhan Keperawatan Klien dg

Gangguan

Gangguan Konsep

Konsep Diri

Diri :

: Harga

Harga Diri

Diri Rendah

Rendah

Oleh :

Oleh :

Dias

Dias Fitria

Fitria Resmi

Resmi

(P27820310008)

(P27820310008)

Muhammad

Muhammad Fuad

Fuad

(P27820310017)

(P27820310017)

Rahmad

Rahmad Nur

Nur Bianto

Bianto

(P27820310027)

(P27820310027)

Widiyas

Widiyas Ulfia

Ulfia Rachma

Rachma

(P27820310038)

(P27820310038)

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES SURABAYA

JURUSAN KEPERAWATAN

JURUSAN KEPERAWATAN

PRODI KEPERAWATAN KAMPUS SUTOPO SURABAYA

PRODI KEPERAWATAN KAMPUS SUTOPO SURABAYA

TAHUN AJARAN 2011 -2012

TAHUN AJARAN 2011 -2012

(2)
(3)

KATA PENGANTAR

KATA PENGANTAR

Segala p

Segala puji bagi Allauji bagi Allah SWT. , h SWT. , Tuhan seTuhan seluruh alam luruh alam atas rahmat atas rahmat dan hidaydan hidayahnyaahnya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dokumentasi

sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dokumentasi yang berjudul “yang berjudul “  Asuhan Asuhan Keperawatan Klien Pada Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah

Keperawatan Klien Pada Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah “.“. Makalah ini ditulisMakalah ini ditulis untuk menambah pengetahuan dan wawasan pembaca.

untuk menambah pengetahuan dan wawasan pembaca.

Penulis berharap setelah membaca makalah ini, para pembaca dapat memahami dan Penulis berharap setelah membaca makalah ini, para pembaca dapat memahami dan mendapatkan pengetahuan yang baik. Sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan mendapatkan pengetahuan yang baik. Sehingga dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

sehari-hari.

Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada : Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada : 1.

1. Koordinator PengaKoordinator Pengajar Keperawatan Jiwa jar Keperawatan Jiwa yaitu Intim Cahyono, S.Kyaitu Intim Cahyono, S.Kep.Ns .ep.Ns . 2.

2. Dosen Pengajar Keperawatan Jiwa yaitu Dinarwiyata, Dosen Pengajar Keperawatan Jiwa yaitu Dinarwiyata, S.Kep. Ns.S.Kep. Ns.

Beliau yang telah bersedia membimbing kami. Serta semua pihak yang terlibat dalam Beliau yang telah bersedia membimbing kami. Serta semua pihak yang terlibat dalam penyelesaian tugas. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih memiliki penyelesaian tugas. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan. Untuk itu penulis membuka diri menerima berbagai saran dan kritik  banyak kekurangan. Untuk itu penulis membuka diri menerima berbagai saran dan kritik  demi perbaikan makalah ini.

demi perbaikan makalah ini.

Surabaya, 9 April 2012 Surabaya, 9 April 2012

penulis penulis

(4)

LAPORAN PENDAHULUAN

LAPORAN PENDAHULUAN

I.MASALAH UTAMA I.MASALAH UTAMA Gangguan

Gangguan konsep konsep diri diri : : harga harga diri diri rendahrendah

II.PROSES TERJADINYA MASALAH II.PROSES TERJADINYA MASALAH A.Pengertian

A.Pengertian

Harga diri rendah adalah perilaku negatif terhadap diri dan kemampuan, yang diekspresikan Harga diri rendah adalah perilaku negatif terhadap diri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tak langsung. (Scultz dan Videback, 1998).

secara langsung maupun tak langsung. (Scultz dan Videback, 1998). B.Proses Terjadinya Masalah

B.Proses Terjadinya Masalah Konsep diri

Konsep diri adalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individuadalah semua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain (Stuart dan Sudeen, 1998). Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, dan Sudeen, 1998). Hal ini temasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman interaksi dengan orang lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek, tujuan serta keinginannya.

dan objek, tujuan serta keinginannya.

Sedangkan menurut Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah Sedangkan menurut Beck, Willian dan Rawlin (1986) menyatakan bahwa konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual , sosial dan cara individu memandang dirinya secara utuh, baik fisikal, emosional intelektual , sosial dan spiritual.

spiritual.

Konsep diri terdiri atas komponen-komponen berikut: Konsep diri terdiri atas komponen-komponen berikut: a.

a. Citra tubuh adalah kumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak disadariCitra tubuh adalah kumpulan dari sikap individu yang disadari dan tidak disadari terhadap tubuhnya. Termasuk persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang terhadap tubuhnya. Termasuk persepsi masa lalu dan sekarang, serta perasaan tentang ukuran, fungsi, penampilan dan potensi yang secara berkesinambungan dimodifikasi ukuran, fungsi, penampilan dan potensi yang secara berkesinambungan dimodifikasi dengan persepsi dan pengalaman baru.

dengan persepsi dan pengalaman baru. b.

b. Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana dia seharusnya berprilakuIdeal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana dia seharusnya berprilaku berdasarkan standar, aspirasi, tujuan, atau nilai personal tertentu.

berdasarkan standar, aspirasi, tujuan, atau nilai personal tertentu. c.

c. Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh denganHarga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik prilaku seseorang sesuai dengan identitas diri, harga diri menganalisa seberapa baik prilaku seseorang sesuai dengan identitas diri, harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat, yang tinggi adalah perasaan yang berakar dalam penerimaan diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan dan kegagalan, tetapi merasa sebagai walaupun melakukan kesalahan, kekalahan dan kegagalan, tetapi merasa sebagai seorang yang penting dan berharga.

seorang yang penting dan berharga. d.

d. Penampilan peran adalah serangkaian pola prilaku yang diharapkan oleh lingkunganPenampilan peran adalah serangkaian pola prilaku yang diharapkan oleh lingkungan sosial berhubungan dengan fungsi diberbagai kelompok sosial. Peran yang ditetapkan sosial berhubungan dengan fungsi diberbagai kelompok sosial. Peran yang ditetapkan adalah peran dimana seseorang tidak mempunyai pilihan. Peran yang di terima adalah adalah peran dimana seseorang tidak mempunyai pilihan. Peran yang di terima adalah peran yang terpilih atau dipilih oleh individu.

(5)

e. Identitas personal adalah pengorganisasian prinsip dari kepribadian yang bertanggung  jawab terhadap kesatuan, kesinambungan, konsistensi dan keunikan individu. Pembentukan identitas dimulai pada masa bayi dan terus berlangsung sepanjang hidupnya, tetapi merupakan tugas utama pada masa remaja. Gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan.

Rentang Respon Konsep Diri

Respon adaptif Respon maladaptif 

Aktualisasi Konsep diri Harga diri Kerancuan Depersonalisasi

Diri positif rendah identitas

Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 1999).Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain, aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain.

Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan, mengkritik diri sendiri, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain, perasaan tidak mampu, mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial.

C.Tanda Dan Gejala

Ada 10 cara individu mengekspresikan secara langsung harga diri rendah (Stuart dan Sundeen, 1995)

1.Mengejek dan mengkritik diri sendiri

2.Merendahkan atau mengurangi martabat diri sendiri 3.Rasa bersalah atau khawatir

(6)

4.Manifestasi fisik : tekanan darah tinggi, psikosomatik, dan penyalahgunaan zat. 5.Menunda dan ragu dalam mengambil keputusan

6.Gangguan berhubungan, menarik diri dari kehidupan sosial 7.Menarik diri dari realitas

8.Merusak diri

9.Merusak atau melukai orang lain

10.Kebencian dan penolakan terhadap diri sendiri D.Etiologi

Koping mekanisme individu tak efektif. Yaitu koping mekanisme seseorang terhadap stressor yang diterima oleh seorang individu tidak adekuat.

E.Faktor Yang Mempengaruhi Harga Diri Rendah

1. Faktor yang mempengaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak relistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis.

2. Stresor pencetus mungkin ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal seperti :

a. Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menaksika kejadian yang mengancam.

b. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. Ada tiga jenis transisi peran :

1.1. Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalamkehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya, nilai-nilai tekanan untuk  peyesuaian diri.

1.2. Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian.

1.3. Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh, perubahan ukuran, bentuk, penampilan dan fungsi tubuh, perubahan fisik, prosedur medis dan keperawatan.

(7)

1.1. Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba tiba, misal harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubugan kerja dll. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopani (pemasangan kateter, pemeriksaan pemeriksaan perianal dll.), harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit, perlakuan petugas yang tidak menghargai.

1.2. Kronik, yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama F.Mekanisme Sebab – Akibat

1. Sebab : Koping mekanisme seseorang terhadap stressor yang diterima oleh seorang individu tidak adekuat menyebabkan individu malu terhadap dirinya, merasa tidak  berguna, tidak berharga dan pesimis.

2. Akibat : Gangguan Isolasi sosial : menarik diri. Mekanisme : Harga diri yang rendah menyebabkan klien merasa malusehingga klien lebih suka menyendiri dan menghindari orang lain, klienmengurung diri sehingga hal ini dapat menyebabkan klien berfikir yang tidak realistik.

III.MASALAH KEPERAWATAN YANG PERLU DIKAJI Data Masalah Etiologi

1. Gangguan isolasi sosial : menarik diri, tidak dapat mengatasi masalah dengan baik  DO :

-Penggunaan mekanisme pertahanan tidak sesuai atau ketidakmampuan memenuhi peran yang diharapkan.

-Tidak mampu memecahkan masalah -Perubahan dalam partisipasi sosial

-Perilaku destruktif yang ditujukan pada diri sendiri maupun orang lain. -Tinggi insiden kecelakaan

-Sering sakit

(8)

-Penyalahguanaan obat terlarang DS :

-Pengungkapan klien tentang ketidakmampuan untuk mengatasi atau meminta bantuan. -Klien melaporkan tentang kesulitan dengan stress kehidupan.

-Klien mengatakan merasa khawatir dan cemas.

2. Gangguan konsep diri : harga diri rendah DO :

-Klien tampak lebih suka sendiri

-Bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan -Ingin mencederai diri mengakhiri kehidupan -Produktifitas menurun

-Cemas dan takut DS :

-Klien mengatakan : saya tidak bisa, tidak mampu, bodoh/ tidak tahu apa-apa, mengkritik  diri sendiri.

-Klien mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri

-Klien mengungkapkan rasa bersalah terhadap sesuatu/ seseorang

3. Gangguan Citra Tubuh DO :

-Apatis

-Ekspresi sedih -Afek tumpul

(9)

-Menyendiri/ menghindari orang lain

- Destruktif terhadap diri sendiri

-Komunikasi kurang/ tidak ada (banyak diam)

-Kontak mata kurang (menunduk)

-Menolak berhubungan dengan orang lain

-Posisi tidur seperti janin (menekur)

-Perawatan diri kurang

DS :

- Mudah tersinggung atau marahyang berlebihan - Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri. - Keluhan fisik 

IV.POHON MASALAH

Isolasi sosial : menarik diri (akibat)

Gangguan konsep diri : harga diri rendah (core problem)

Gangguan Citra Tubuh (penyebab)

(Keliat, 1998)

V.DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah.

(10)

VI.INTERVENSI KEPERAWATAN

Diagnosa Keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah

A.Tujuan Umum

Klien dapat mencegah terjadinya isolasi sosial : menarik diri, dalam kehidupan sehari-hari. B.Tujuan Khusus

1.Klien dapat membina berhubungan saling percaya dengan perawat.

Kriteria evaluasi :

-Ekspresi wajah bersahabat -Menunjukkan rasa senang -Ada kontak mata

-Mau berjabat tangan dan menyebut nama -Mau menjawab salam

-Klien mau duduk berdampingan dengan perawat -Mau mengutarakan masalah yang dihadapi Intervensi :

(a) Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik  (b) Sapa klien dengan ramah baik dengan verbal maupun non verbal

(c) Perkenalkan diri dengan sopan

(d) Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang disukai klien (e) Jelaskan tujuan pertemuan

(f) Jujur dan menepati janji

(g) Tunjukkan sikap menerima klien apa adanya

(h) Beri perhatian kepada kllien dan perhatika kebutuhan dasar klien

2.Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

Kriteria Evaluasi :

(11)

-Daftar positif keluarga klien -Daftar positif lingkungan klien Intervensi :

(a) Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien, buat daftarnya. (b) Setiap bertemu klien dihindarkan dari memberi penilaian negatif 

(c) Utamakan memberi pujian yang realistik pada kemampuan dan aspek positif klien.

3.Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan

Kriteria evaluasi :

-Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan di rumah sakit -Klien menilai kemampuan yang dapat digunakan dirumah

Intervensi Keperawatan :

(a) Diskusikan dengan klien kemampuan yang masih digunakan selama sakit (b) Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pengguanaan di rumah sakit (c) Berikan pujian

4.Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

Kriteria Evaluasi :

-Klien memiliki kemampuan yang akan dilatih -Klien mencoba

-Susun jadwal harian Intervensi Keperawatan :

(a) Minta klien untuk memilih satu kegiatan yang mau dilakukan di rumah sakit. (b) Bantu klien melakukannya jika perlu beri contoh.

(c) Beri pujian atas keberhasilan klien.

(d) Diskusikan jadwal kegiatan haria atas kegiatan yang telah dilatih. Catatan : ulangi untuk kemampuan lain sampai semuanya selesai

(e) Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan, buat jadwal.

(12)

-Kegiatan dengan bantuan sebagian

-Kegiatan yang membutuhkan bantuan total

(f) Tingkatkan kegiatan yang disukai sesuai dengan kondisi klien (g) Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.

5.Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya. Kriteria Evaluasi :

-Klien melakukan kegiatan yang telah dilatih (mandiri, dengan bantuan atau tergantung) -Klien mampu melakukan beberapa kegiatan mandiri

Intervensi Keperawatan :

(a) Beri kesempatan pada untuk mencoba kegiatan yang telah direncanakan. (b) Beri pujian atas keberhasilan klien

(c) Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah 6.Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Kriteria Evaluasi :

-Keluarga dapat memberi dukungan dan pujian -Keluarga memahami jadwal kegiatan harian klien Intervensi Keperawatan :

(a) Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah.

(b) Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat (c) Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.

(d) Jelaskan cara pelaksanaan jadwal kegiatan klien di rumah (e) Anjurkan memberi pujian pada klien setiap berhasil

Diagnosa Keperawatan Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan gangguan citra tubuh

a). Tujuan umum: klien dapat menunjukan peningkatan harga diri b). Tujuan Khusus :

(13)

(1).Klien dapat meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya

Kriteria Evaluasi: klien dapat meningkatkan keterbukaan dan saling percaya dengan perawat Tindakan keperawatan:

(a) Bina hubungan saling percaya a. Salam Terapeutik 

b. Komunikasi terbuka, jujur dan empati c. Sediakan waktu untuk mendengarkan klien

d. Berikan kesempatan klien untuk mengungkapkan perasaan terhadap perubahan tersebut.

(2).Klien dapat mengidentifikasi perubahan citra tubuh

Kriteria Evaluasi : Klien menerima perubahan tubuh yang terjadi Tindakan keperawatan:

(a) Diskusikan perubahan struktur, bentuk atau fungsi tubuh (b) Observasi ekspresi klien pada saat diskusi

(3). Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

Kriteria Evaluasi : klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Tindakan keperawatan:

(a) Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki oleh klien dari luar perubahan yang terjadi

(b) Beri pujian atas aspek positif dan kemampuan yang masih dimiliki klien

(4). Klien dapat menerima perubahan struktur, bentuk dan fungsi tubuh. Kriteria Evaluasi : Menerima perubahan tubuh yang terjadi

Tindakan Keperawatan :

(a) Dorong klien untuk dan berperan serta dalam asuhan keperawatan secara bertahap (b) Libatkan klien dalam kelompok dengan masalah gangguan citra tubuh

(14)

(c) Tingkatkan dukungan keluarga pada klien terutama pasangan

(5) Klien dapat menyusun rencana cara- cara masalah yang dihadapi.

Kriteria Evaluasi: klien dapat memilih beberapa cara mengatasi perubahan yang terjadi Tindakan keperawatan:

(a) Diskusikan cara-cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan struktur atau fungsi tubuh.

(b) Dorong klien memilih cara yang sesuai bagi klien. (c) Bantu klien melakukan cara yang dipilih.

(6).Klien dapat melakukan tindakan pengambilan integritas tubuh

Kriteria Evaluasi: Klien adaptasi dengan cara yang dipilih dan digunakan Tindakan keperawatan:

(a) Bantu klien mengurangi perubahan citra tubuh, misalnya protes untuk bagian tubuh yang tertentu

(b) Rehabilitasi bertahap bagi klien.

VII. EVALUASI

1. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah

a. Klien dapat membina berhubungan saling percaya dengan perawat.

b. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. c. Klien dapat menilai kemampuan yang digunakan

d. Klien dapat menetapkan dan merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

e. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi sakit dan kemampuannya. f. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada

2. Gangguan konsep diri : harga diri rendah berhubungan dengan Gangguan Citra Tubuh

(15)

a. Klien dapat meningkatkan keterbukaan dan hubungan saling percaya b. Klien dapat mengidentifikasi perubahan citra tubuh

c. Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki d. Klien dapat menerima perubahan struktur, bentuk dan fungsi tubuh. e. Klien dapat menyusun rencana cara- cara masalah yang dihadapi f. Klien dapat melakukan tindakan pengambilan integritas tubuh.

(16)

DAFTAR PUSTAKA

Departemen Kesehatan RI, (1994), Pedoman Perawatan Psikiatri Intervensi Keperawatan

Direktorat Kesehatan Jiwa, Direktorat Jendral Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI.

Kelliat, Budi Anna, (1998), Proses Keperawatan Klien Gangguan Jiwa ,Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

Maramis, W.F, (1998), Catatan Ilmu Keperawatan Jiwa, Surabaya, Airlangga Universitas Press.

Rusdi Muslim, Dr, (2001), Buku Saku Diagnosis Gangguan Jiwa Tujuan Ringkas, PPDGJ III, Jakarta.

Stuart, Gail Wiscart and Sundeen Sandra, (1998), Buku Saku Keperawatan Jiwa , (edisi 3),

EGC, Jakarta.

Towesend Mary, (1998), Buku Saku Diagnosa Keperawatan Psikiatri, Buku Kedokteran EGC, Jakarta.

(17)

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN Tn ’F'

DENGAN GANGGUAN KONSEP DIRI ; HARGA DIRI RENDAH

I. IDENTITAS

1. Identitas Klien

-  Nama / inisial : Tn ”F” - Umur : 23 thn

- Jenis kelamin : Laki-laki - Agama : Islam

- Alamat : Jl. Ilir Kudukan, Bukut II Kel 35 Ilir, Kec. IlirRt 12 No. 612 Palembang - Pendidikan : SLTA

- Pekerjaan : Honor Pemda - Status perkawinan : Belum

menikah

- Tanggal MRS : 20 Februari 2008

- Tanggal Pengkajian : 14 Maret 2008

- Ruang rewat : Merak  - No. Med Rec : 037753 II. Alasan Masuk Rumah Sakit

7 hari sebelum masuk rumah sakit klien suka menyendiri, saat di ajak bicara klien terlihat bingung dan selalu diam, klien merasa dirinya tidak berharga, sehingga klien lebih banyak mengurung diri serta malu dengan teman-temannya.

Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : harga diri rendah. III. Faktor Predisposisi

1. Gangguan jiwa masa lalu : Klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya

2. Pengobatan : Karena klien tidak pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya, maka klien tidak ada riwayat pengobatan sebelumnya.

3. Aniaya fisik : Klien tidak pernah melakukan aniaya fisik, aniaya sexual, maupun tindak kriminal.

Masalah keperawatan : tidak ada masalah

4. Adakah anggota keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa :Tidak  ada anggota keluarga klien yang mengalami gangguan jiwa. Masalah

keperawatan : tidak ada masalah

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan : Klien merasa kecewa dan berduka karena dulu kien ingin sekali menjdi seorang polisi, namun keinginan itu tidak pernah tercapai

(18)

IV. Fisik 

1. Tanda vital

TD : 110/70 mmHg N : 96x/mnt S : 36,60C 2. Ukur : TB : 163 BB : 52 Kg 3. Keluhan fisik 

Klien tidak ada keluhan fisik 

Masalah keperawatan : tidak ada masalah V. Psikososial 1. Genogram Keterangan : Laki-laki Perempuan Meninggal Klien Tinggal serumah Klien anak ke 2 dari 5 bersaudara

Masalah keperawatan : Tidak ada masalah 2. Konsep diri

a. Gambaran diri :Klien mengatakan tidak ada bentuk tubuh yang tidak disukainya, dia menerima keadaan tubuhnya apa adanya.

b. Identitas : Klien mengetahui nama dan alamat rumahnya, Klien juga mengatakan kurang menyukai pekerjaannya sekarang

(19)

c. Peran : Klien dirumah berperan sebagai anak 

d. Ideal diri : Klien ingin sembuh dan kembali berkumpul dengan keluarganya

e. Harga diri : Klien mau berada dan dirawat di RS Ernaldi Bahar dan klien malu dengan keadaannya sekarang.

Masalah keperawatan : gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah 3. Hubungan sosial

a. Orang yang berarti :Klien mengatakan orang yang berarti

b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : Klien tidak pernah dan tidak mau ikut serta dalam kegiatan kelompok 

c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain : Klien mengatakan lebih baik  menyendiri dari pada harus bergaul dan berhubungan dengan orang lain.

Masalah keperawatan : isolasi sosial : menarik diri. VI. Spiritual

d. Nilai dan keyakinan : Klien mengakui bahwa agamanya islam dan yakin adanya tuhan e. Kegiatan ibadah : Klien jarang beribadah dan khususnya mengerjakan sholat

Masalah keperawatan : tidak ada masalah VII. Status Mental

a. Penampilan :Penampilan klien rapi, kebersihan cukup, cara berpakaiannya seperti biasa dan sesuai waktunya. Klien menggunakan alas kaki.

Masalah keperawatan : Tidak ada masalah

b. Pembicaraan Cara bicara klien teratur dan lancar seperti biasa Masalah keperawatan : tidak ada masalah

c. Aktivitas motorik : Klien dapat melakukan aktivitas tanpa hambatan Masalah keperawatan : tidak ada masalah

d. Alam Perasaan : Klien masih merasa sedih jika ingat dengan keluarga dan kejadian masa lalu yang tidak menyenangkan.

Masalah keperawatan : berduka disfungsional

e. Afek : Afek klien tumpul bereaksi sesuai dengan stimulasi yang ada Masalah keperawatan : tidak ada masalah

f. Interaksi selama wawancara : Selama wawancara kontak mata klien kurang dan ti dak  kooperatif. Klien terlihat banyak diam saat di ajak bicara.

Masalah keperawatan : Gangguan interaksi sosial : menarik diri

g. Persepsi :Klien mengatakan tidak pernah mendengar bisikan-bisikan atau suara-suara yang aneh, Klien tidak mengalami kerusakan persepsi halusinasi. Masalah

keperawatan : tidak ada masalah

h. Proses Fikir : Klien mampu memberikan keterangan cukup jelas, apa yang ditanyakan klien mampu menjawabnya dengan benar. Masalah keperawatan : tidak ada masalah i. Isi Fikir ;Klien mengatakan ingin kembali bekerja seperti biasa, jika ia sudah sembuh

(20)

 j. Tingkat Kesadaran : Klien masih mamu mengingat waktu, tempat dan nama orang lain yang dikenalnya. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

k. Memori : Klien masih mampu mengingat-ingat kejadian masa lalu dan waktu kapan ia masuk ke RS Ernaldi Bahar. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

l. Tingkat konsentrasi dan berhitung : Klien mampu berhitung sederhana, misal : menghitung angka 1 sampai 10 dan 4 + 2 = 6. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

m. Kemampuan penilaian : Klien mampu memutuskan dua pilihan walaupun sederhana, misal : memilih makan dulu atau cuci tangan dulu dan klien memilih mencuci tangan dulu baru makan. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

n. Daya tilik diri: Klien menyadari bahwa klien dalam keadaan sakit. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

VII. Kebutuhan persiapan pulang

1. Makan : Klien makan dan menghabiskan porsi makanan yang disajikan, setiap selesai makan klien merapikan dan membersihkan ruang makan. Klien mampu makan sendiri tanpa bantuan orang lain. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

2. BAB / BAK : Klien BAB / BAK di WC dan klien mampu membersihkannya sendiri. Masalah keperawatan : tidak ada masalah.

3. Mandi :Klien mandi 2 x sehari memakai sabun, tanpa bantuan orang lain. Masalah keperawatan : tidak ada masalah.

4. Berpakaian / berhias : Klien berganti pakaian setiap hari setelah mandi, klien berhias menyisir rambut dan berpenampilan cukup rapi. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

5. Istirahat dan tidur : Tidur siang : klien terlihat jarang tidur siang; Tidur malam :  jam 20.00 Wib – 05.00 Wib. Kebiasaan yang biasa dilakukan setelah bangun tidur

adalah merapikan tempat tidur. Masalah keperawatan : tidak ada masalah.

6. Penggunaan obat :Selama di rawat di RS Ernaldi Bahar, klien mau minum obat sesuai dosis yang telah ditentukan. Masalah keperawatan : tidak ada masalah

7. Pemeliharaan kesehatan : Klien mengatakan jika pulang nanti akan rajin kontrol ke poliklinik RS Ernaldi Bahar

8. Kegiatan di Rumah : Klien akan membantu membersihkan rumah, mencuci pakaian dan merapikan kamar

VIII. Mekanisme Koping

(21)

Masalah keperawatan : koping individu in – efektif.

IX. Masalah Psikososial dan Lingkungan

1. Masalah dengan dukungan kelompok spesifik 

Klien mendapat dukungan dari kelompok dan keluargan, klien sulit untuk  berbagi msalah dengan orang lain.

2. Masalah berhubungan dengan lingkungan spesifik 

Klien tidak pernah mengikuti kegiatan sosial di lingkungan 3. Masalah dengan pendidikan spesifik 

Klien mengatakan cukup puas dengan pendidikannya 4. Masalah dengan pekerjaan spesifik 

Klien sangat menginginkan pekerjaan sebagai seorang polisi, namun keinginannya tidak pernah tercapai. Ia merasa kurang senang dengan pekerjaannya sekarang yang hanya sebagai honor Pemda.

5. Masalah dengan perumahan, spesifik 

Klien masih tinggal dengan kedua orang tuanya bersama saudara-saudaranya 6. Masalah keperawatan, spesifik 

Klien merasa kurang puas dengan ekonomi yang di dapat dari gaji hasil pekerjaannya.

7. Masalah dengan pelayanan kesehatan

Klien mengatakan jika sakit langsung di bawa kepelayanan kesehatan terdekat. Klien juga harus rajin kontrol.

Masalah keperawatan : gangguan interaksi sosial : menarik diri. X. Pengetahuan

Klien sedikit mengetahui tentang penyakit jiwa, dan klien menyadari bahwa dirinya sakit

Masalah keperawatan : tidak ada masalah XI. Aspek Medik 

Diagnosa medik : Skizofrenia Terapi medik ;

1. Chlorpromazine 100 mg 1 x 1 2. Haloperidal 5 mg 3 x 1

3. Tryhexipenidil 2 mg 3 x 1 XII. Daftar Masalah keperawatan

(22)

2. Gangguan interaksi sosial : menarik diri 3. Berduka disfungsional

4. Koping individu in-efektif  XIII. Daftar Diagnosa Keperawatan

1. Gangguan konsep diri : Harga Diri Rendah 2. Gangguan interaksi sosial : Menarik Diri 3. Berduka disfungsional

(23)

ANALISA DATA No DATA MASALAH 1 2 3 Data Subjektif 

Klien mengatakan bahwa dirinya tidak  percaya diri

Klien mengatakan dirinya tidak berguna, dan tidak punya harga diri

Data Objektif 

Klien tampak sering melamun

Saat wawancaraklien suka merendahkan diri

Data Subjektif 

Klien mengatakan malu bergaul dengan orang lain

Klien mengatakan lebih baik menyendiri dari pada berbincang-bincang dengan orang lain.

Data Objektif 

Klien tampak malas di ajak berbicaraKlien tampak sering menyendiri di kamar

Data Subjektif 

Klien mengatakan sedih dengan keadaan dirinya

Klien mengatakan dirinya tidak berguna

Data Objektif 

Klien tampak sedih dan murungKlien tampak suka melamun

Gangguan konsep diri : harga diri rendah

Gangguan interaksi sosial : menarik diri

(24)

4

Data Subjektif 

Klien mengatakan jika ada masalah sulit untuk menceritakannya kepada orang lain. Data Objektif 

Klien menyalahkan keluarganya yang memasukannya ke Rumah Sakit

Klien memilih diam jika ada masalah

Koping individu in-efektif 

(25)

POHON MASALAH

Gangguan Interaksi Sosial : Menarik Diri Akibat

Gangguan Konsep diri : Harga Diri Rendah Core Problem

Berduka disfungsional etiologi

(26)

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Inisial Klien : Tn ”F”

Umur : 23 Th No. RM : 037753

No Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasionalisasi

1 Gangguan Interaksi sosial : Menarik Diri berhubungan dengan Gangguan konsep diri : harga diri rendah ditandai dengan : Data subjektif 

Klien mengatakan

bahwa dirinya tidak percaya diri

Klien mengatakan

dirinya tidak  berguna, dan tidak  punya harga diri Data Objektif   Klien tampak  sering melamun TUM Klien dapat mela-kukan cara pengam-bilan /  pengendalian keputusan yang efek-tif  untuk  mengenda-likan situasi kehidupannya, dengan demikian dapat menurunkan perasaan rendah diri

(27)

Saat wawancaraklien suka merendahkan diri TUK 1 Klien dapat membina hubungan saling percaya Setelah 1x interaksi klien menunjukkan tanda-tanda percaya kepada perawat  Kien mau berkenalan  Klien mau berjabat tangan  Klien mau menyebutka n namanya  Klien mau dan bersedia perawat duduk  disampingn ya  Klien bersedia mengungka pkan msalahnya

Bina hubungan saling

percaya

Sapa klien dangan

ramah

Perkenalkan diri  tanyakan nama lengkap

dan nama panggilan yang disukai

Buat kontrak yang jelas jelaskan tujuan

intervensi

Tunjukkan sikap empati

dan menerima klien apa adanya

Kontak mata dengan

klien

dorong klien dan beri

kesempatan untuk  mengungkapkan perasaannya.

Dengarkan ungkapan

klien dengan empati

Hubungan saling

percaya sebagai dasar interaksi yang terapeutik antara perawat dan klien

Ungkapan perasaan

oleh klien sebagai bukti bahwa klien

mempercayai perawat

Empati perawat akan

meningkatkan hubungan yang baik  antara perawat – klien.

(28)

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Inisial Klien : Tn ”F”

Umur : 23 Th No. RM : 037753

No Diagnosa Keperawatan

Rencana Tindakan Keperawatan

Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi Rasionalisasi

2 TUK II

Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Setelah 2 x p ertemuan diharapkan :  Klien dapat menyebutkan kemampuan yang dimilikinya  Klien dapat mengekspresikan perasaannya  Klien dapat menyebutkan aspek positif yang ada pada dirinya sehingga klien tidak rendah diri lagi  Identifikasi kemampuan dan aspek  positif yang dimiliki  Dorong klien untuk  mengespresikan perasaannya  Dorong klien untuk  menyebutkan aspek positif  yang ada pada dirinya  Melibatkan klien dalam menggali kemampuan serta aspek yang dimilikinya  Untuk mengetaui

koping klien sebagai data untuk melakukan intervensi selanjutnya

Memotivasi respon

klien sehingga klien dapat mengetahui kemampuan dirinya dapat dapat bekerja dengan rajin, harga diri klien meningkat

Menghargai

respon/upaya klien dan membuat klien merasa dihargai dan percaya diri

(29)

3. TUK III Klien dapat menilai kemampuan diri dalam menyelesai kan masalah Setelah 1- 2 x pertemuan diharapkan klien mampu dalam

Mengendalikan emosi yang tidak  terkontrol  Menyebutkan kemampuan dirinya  Klien dapat menyele saikan masalah tanpa emosi  Klien menyebutkan kemampuan /  sumber kekuatan pada dirinya  Diskusikan dengan klien kemampuan yang digunakan selama di rumah sakit.  Diskusikan yang dapat dilanjutkan penggunaan dirumah sakit.   Beri pujian yang positif atas tindakan klien.

Dengan mengetahui status koping yang ada pada klien, klien dapat mengontrol diri dalam bertindak 

Dapat mengetahui sumber kekuatan yang ada pada klien baik  dari diri klien ataupun dari keluarga

Dengan memberi tujuan dapat meningkatkan kreativitas diri klien dan klien merasa dihargai sehingga klien tidak rendah diri lagi

(30)

4. TUK IV :

Klien dapat menyu sun atau merencana kan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Setelah 2 – 3 x pertemuan, klien dapat :  Mengetahui

kegiatan apa yang harus dilakukan  Klien mampu menyusun rencana kegiatan yang harus dilakukan  Klien mampu melakukan kegiatan sesuai dengan tingkat kemampuan dirinya  Kaji status koping yang dimiliki oleh klien  Gali kekuatan dan sumber kekuatan yang dimiliki klien  Beri remforcement ang masih

yang positif atas

keberhasilan kerja klien  Bantu klien mengidentifikas i kegiatan yang selama ini dilakukan di RS  Motivasi klien untuk dapat memutuskan rencana kegiatan yang akan dilakukan setiap hari  Dengan adanya kegiatan selama di RS klien dapat bekerja dengan rajin, semangat, mampu menggunakan kemampuannya.

Dengan memberi

semangat klien mau diajak bekerja dan merasa dirinya dihargai

Aktivitas yang

melebihi kemampuan diri klien akan menyebabkan klien malas dan merasa tidak mampu melakukannya

(31)

5 TUK V Klien dapat berkola borasi dengan tim medis dengan

menggunakan obat dengan benar

Setelah 1 x p ertemuan klien menyatakan :

Klien minum obat

dengan teratur sesuai dengan dosisnya  Manfaat minum obat  Kerugian tidak  minum obatKlien dapat menjalani terapi yang diberikan setiap hari

Klien mau berobat

dan kontrol jika pulang  Bantu klien untuk  melakukan aktivitas dan sesuai kemampuan dirinya.  Diskusikan dengan klien tentang pentingnya obat

Bantu klien untuk 

memastikan bahwa klien minum sesuai dengan program dokter

Observasi tanda dan

gejala terkait efek  samping obat

Diskusikan dengan

dokter tentang efek  samping obat yang diberikan

Jelaskan kepada

klien dan keluarga tentang dosis, waktu dan manfaat obat

Memberikan

informasi dan meningkatkan kemampuan dan penge tahuan klien tentang obat sehingga mempercepat

kesembu han

Memastikan klien

minum obat secara teratur

Untuk mengetahui

efek dari penggunaan obat

Memastikan efek 

obat-obatan yang tidak  diinginkan

Menambah

pengetahuan klien dan keluarga

(32)

CATATAN PERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Thn NO. RM : 037753 Implementasi Evaluasi Tanggal : 14 Maret 08 Jam : 10.00 Wib

Membina hubungan saling percaya :

Menyapa klien dan memperkenalkan

diri ”Selamat pagi Pak ! kenalkan nama saya suster Cici, saya berasal dari akper Sutopo Surabaya. Saya di sini selama 2 minggu

Menanyakan nama klien dan nama

panggilan yang disukai klien ”Nama bapak siapa?, bapak lebih suka

dipanggil dengan nama apa?”

Membuat kontrak interaksi yang

 jelas ”F” hari ini kita boleh berkenalan dan ”F” boleh menceritakan

masalah ”F” dengan suster 

Memberikan kesempatan kepada klien

untuk mengungkapkan perasaannya

Mendengarkan ungkapan klien dengan

empati.

Tanggal : 15 Maret 08 Jam : 10.20 WIB

S : Klien mengatakan mau

berkenalan, klien mengatakan mau menceritakan masalahnya kepada suster

O : Klien mau berjabat tangan, klien menyebutkan namanya dan panggilannya, klien mulai

menceritakan masalahnya

A : TUK I tercapai

P : Intervensi dilanjutkan ke TUK II

(33)

CATATAN PERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Thn NO. RM : 037753 Implementasi Evaluasi Tanggal : 15 Maret 08 Jam : 10.20 Wib Tuk II

Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki

Mengidentifikasi kemampuan dan

aspek positif yang dimiliki, ’F” pekerjaan apa yang sudah dilakukan  pagi ini ? rencana ’F” pagi ini mau

melakukan apa?

Mendorong klien untuk 

mengekspresikan perasaannya, ”F” bisa cerita dengan suster apa yang sebenarnya ”F” lakukan atau yang ingin dikerjakan

Mendorong klien untuk menyebutkan

aspek positif yang ada pada

dirinya ”F” sebenarnya menurut ”F” mampu melakukan hal apa saja ?

Memberikan pujian yang positif atas

tindakan klien. ”F” terima kasih,  bagus ”F” sudah dapat melakukan

kegiatan itu

Tanggal : 16 Maret 08 Jam : 10.30 WIB

S : Klien mengatakan setelah bangun tidur klien membereskan tempat tidur kemudian mandi dan selanjutnya menyiapkan untuk  sarapan.

O : klien tampak sibuk menyapu dan mengepel lantai, klien bercerita dan mengemukakan semua yang ingin klien lakukan.

A : TUK II tercapai

P : Intervensi dilanjutkan ke TUK III

(34)

CATATAN PERAWATAN Inisial Klien : Tn ”F” Umur : 23 Thn NO. RM : 037753 Implementasi Evaluasi Tanggal : 16 Maret 08 Jam : 10.30 Wib

Klien dapat menilai kemampuan diri dalam menyelesaikan masalah :

Mengkaji status koping yang dimiliki.

apa yang sering ”F” lakukan jika ada masalah, apa yang menyebabkan ”F”

merasa tidak dihargai dan merasa rendah diri.

Menggali kekuatan yang dimiliki

klien. Apakah di rumah ”F” selalu

dilibatkan dalam aktifitas keluarga,

apakah keluarga ”F” suka

mengunjungi F

Memberi remforcement yang positif 

atas keberhasilan kerja klien. ”F”  bagus ternyata selama ini ”F” sudah

rajin untuk bekerja

Tanggal : 17 Maret 08 Jam : 10.30 WIB

S : klien mengatakan jika ada

masalah selalu di pendam dan tidak  pernah mau menceritakan

masalahnya kepada orang lain. Klien mengatakan keluarganya  jarang mengunjunginya.

O : Klien tidak bingung lagi, klien mampu menjawab ketika ditanya mengapa dia merasa dirinya tidak  dihargai. Klien mau menceritakan masalahnya kepada orang lain. Klien mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan.

A : TUK III tercapai

P : Intervensi dilanjutkan ke TUK IV

(35)

STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN

Hari/tanggal :14 Maret 2008

Nama klien :Tn. F

No. MR :037753

Dx / SP ke / Pertemuan ke : I

Nama perawat pelaksana : Perawat Cici

Harga diri rendah

A. PROSES KEPERAWATAN

1. Kondisi Klien : klien tampak sering melamun, tidak bersemangat, lebih suka menyendiri, tampak sedih, tidak menatap lawan bicara, bicara lambat, dan nada suara lemah

2. Diagnosa Keperawatan : Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah

3. Tujuan umum : Klien dapat mencegah terjadinya isolasi sosial : menarik diri, dalam kehidupan sehari-hari.

4. Tujuan khusus:

- Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.

- Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. - Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan.

- Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki.

- Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan. 5. Tindakan :

a. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. Tindakan :

Bina hubungan saling percaya : Salam terapeutik, Perkenalan diri, Jelaskan

tujuan inteniksi, Ciptakan lingkungan yang tenang, Buat kontrak yang jelas (waktu, tempat dan topik pembicaraan).

Beri kesempatan pada klien mengungkapkan perasaannya.Sediakan waktu untuk mendengarkan klien.

Katakan kepada klien bahwa ia adalah seseorang yang berharga dan

(36)

b. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Tindakan :

Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki klien.

Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien, utamakan

memberi pujian yang realistis.

Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki.

c. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. Tindakan :

Diskusikan bersama klien kemampuan yang masih dapat digunakan.

Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke

rumah.

d. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai kemampuan yang dimiliki.

Tindakan :

Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai

kemampuan.

Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien.

Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan.

e. Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan. Tindakan :

Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan.Beri pujian atas keberhasilan

Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah.

B. STRATEGI PELAKSANAAN

1. Orientasi

1. Salam terapeutik  Pr : Selamat pagi pak !

Ps : . . . (diam dan tersenyum) 2. Evaluasi / validasi

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :