PT UNGGUL INDAH CAHAYA Tbk.
DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008
(Mata Uang Dolar Amerika Serikat) (Tidak Diaudit)
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan PT UNGGUL INDAH CAHAYA Tbk. DAN ANAK PERUSAHAAN
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASI
PERIODE YANG BERAKHIR PADA TANGGAL-TANGGAL 30 JUNI 2009 DAN 2008 (TIDAK DIAUDIT)
Daftar Isi
Halaman
Neraca Konsolidasi ... 1-2 Laporan Laba Rugi Konsolidasi ... 3-4 Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasi ... 5 Laporan Arus Kas Konsolidasi ... 6 Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasi ... 7-43
Catatan 2009 2008
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
Kas dan setara kas 2c,2f,2p,3,23c 17.606.802 29.310.290
Investasi jangka pendek 2d,2f,2p,28c - 6.594.000
Piutang Usaha 2e,2p,4,12
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2f,23a 36.967.046 46.794.402
Pihak ketiga, setelah dikurangi penyisihan piutang ragu-ragu sebesar US$105.653 tahun
2009 (2008: US$22.688) 11.982.174 19.947.787
Piutang lain-lain 2e,2p
Pihak yang mempunyai hubungan
Istimewa 2f - 1.261
Pihak ketiga 627.795 1.514.019
Persediaan, bersih 2g,5,8 58.578.298 55.896.269
Pajak dibayar di muka 2p 813.494 984.201
Biaya dibayar di muka dan uang muka kepada
pemasok 2h 2.048.127 2.599.013
JUMLAH AKTIVA LANCAR 128.623.736 163.641.242
AKTIVA TIDAK LANCAR
Aktiva real estat 2b,2j,6,12 34.829.371 41.449.826
Aset tetap, setelah dikurangi akumulasi 2k,2q,7,8,20,24
penyusutan dan penurunan nilai sebesar US$199.886.616 pada tahun
2009 (2008: US$ 197.726.193) 81.463.310 95.899.362
Taksiran tagihan pajak penghasilan 2p,2t,10 1.202.653 543.135
Aktiva pajak tangguhan, bersih 2p,2t,10 2.219.474 1.736.344
Aktiva tidak lancar lainnya, bersih 1c,2b,2h,2i,2m,2p 2.344.954 2.710.107
JUMLAH AKTIVA TIDAK LANCAR 122.059.762 142.338.774
JUMLAH AKTIVA 2q,24 250.683.498 305.980.016
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 2009 2008
KEWAJIBAN DAN EKUITAS KEWAJIBAN LANCAR
Hutang bank jangka pendek 2o,5,7,8 16.610.000 13.700.000
Hutang Usaha 2p
Pihak ketiga 9,29 17.496.796 23.847.721
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2f,23b 1.052.255 2.402.795
Hutang lain-lain 2p
Pihak ketiga 6.425.790 2.316.364
Pihak yang mempunyai hubungan
istimewa 2f 1.962.668 5.747.760
Hutang pajak 2p,2t,10 579.674 7.223.731
Biaya masih harus dibayar 2p,11,29 12.542.964 13.413.437
Instrumen derivatif, bersih 2p,2s,26 - 2.614.805
Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank 2p,12 6.326.000 5.869.919
Hutang royalti 25 639.198 639.199
Hutang obligasi, bersih 2n,2p,13 - 51.703.377
Pendapatan ditangguhkan 2f,2r 270.328 5.089.732
JUMLAH KEWAJIBAN LANCAR 63.905.673 134.568.840
KEWAJIBAN TIDAK LANCAR
Hutang jangka panjang, setelah dikurangi bagian jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Hutang bank 2p,12 45.648.000 1.737.159
Hutang royalti 25 1.942.367 2.581.564
Kewajiban pajak tangguhan, bersih 2p,2t,10 4.988.217 7.449.358
Hutang kepada pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2f,2n,23d 4.575.264 5.071.228
Kewajiban imbalan pasca kerja, bersih 2o,2p,22 2.527.032 2.453.397
Kewajiban tidak lancar lainnya 42.766 -
JUMLAH KEWAJIBAN TIDAK LANCAR 59.723.646 19.292.706
JUMLAH KEWAJIBAN 2q 123.629.319 153.861.546
BAGIAN MINORITAS ATAS AKTIVA BERSIH
ANAK PERUSAHAAN 2q 2.873.944 6.088.581
(Dinyatakan dalam Dolar Amerika Serikat, Kecuali untuk Nilai Nominal Per Saham)
Catatan 2009 2008
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 500 per saham
Modal dasar - 1.160.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor penuh -
383.331.363 saham 1,14 90.198.298 90.198.298
Agio saham 15 14.945.090 14.945.090
Selisih nilai transaksi restrukturisasi entitas
sepengendali 2f 4.204.171 5.118.949
Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 2b,16 (37.040.150 ) (31.856.904)
Saldo laba
Cadangan wajib 17 5.384.972 5.284.972
Belum ditentukan penggunaannya 46.487.854 62.339.484
JUMLAH EKUITAS 124.180.235 146.029.889
JUMLAH KEWAJIBAN DAN EKUITAS 250.683.498 305.980.016
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 2009 2008
PENJUALAN BERSIH 2b,2f,2q,2r,
18,23a,24 133.931.175 200.417.460
BEBAN POKOK PENJUALAN 2b,2f,2k,2o,
2r,5,7,19 126.497.660 159.040.402
LABA KOTOR 7.433.515 41.377.058
BEBAN USAHA 2k,2r,7,20
Umum dan administrasi 2o 6.109.007 8.051.981
Penjualan 2.770.259 4.579.421
Jumlah beban usaha 8.879.266 12.631.402
LABA (RUGI) USAHA 2q,24 (1.445.751 ) 28.745.656
PENGHASILAN (BEBAN) LAIN-LAIN 2r
Laba (rugi) kurs, bersih 2p 3.998.304 (65.289)
Penghasilan bunga 2f,23c 140.455 334.897
Beban keuangan, bersih 2s,8,12,13,21,26 (3.118.328 ) (2.464.659)
Lain-lain, bersih 2b,2k,2n,10 (213.761 ) (187.871)
Penghasilan (Beban) lain-lain, bersih 806.670 (2.382.922)
LABA (RUGI) SEBELUM BEBAN PAJAK
PENGHASILAN 2q,10,24 (639.081 ) 26.362.734
BEBAN PAJAK PENGHASILAN 2t,10
Periode berjalan - 8.000.640
Tangguhan, bersih 439.823 45.129
Beban pajak penghasilan, bersih 439.823 8.045.769
LABA (RUGI) SEBELUM BAGIAN MINORITAS ATAS
RUGI (LABA) BERSIH ANAK PERUSAHAAN (1.078.904 ) 18.316.965
BAGIAN MINORITAS ATAS RUGI (LABA) BERSIH
ANAK PERUSAHAAN 2b 1.180.926 (230.458)
LABA BERSIH 2q,24 102.022 18.086.507
LABA BERSIH PER SAHAM DASAR 2u 0,0003 0,0472
C a ta ta n a ta s la p o ra n k e u a n g a n k o n s o lid a si m e ru p a k a n b a g ia n y a n g t id a k te rp is a h k a n d a ri l a p o ra n k e u a n g a n k o n s o lid a s i s e c a ra k e s e lu ru h a n . 5 P T U N G G U L I N D A H C A H A Y A T b k . D A N A N A K P E R U S A H A A N L A P O R A N P E R U B A H A N E K U IT A S K O N S O L ID A S I E n a m B u la n y a n g B e ra k h ir p a d a T a n g g a l-T a n g g a l 3 0 J u n i 2 0 0 9 d a n 2 0 0 8 (D in y a ta k a n d a la m D o la r A m e ri k a S e ri k a t) S e li s ih N il a i S e li s ih K u rs S a ld o L a b a M o d a l T ra n s a k s i k a re n a D it e m p a tk a n R e s tr u k tu ri s a s i P e n ja b a ra n B e lu m D a n D is e to r E n ti ta s L a p o ra n C a d a n g a n D it e n tu k a n J u m la h C a ta ta n P e n u h A g io S a h a m S e p e n g e n d a li K e u a n g a n W a ji b P e n g g u n a a n n y a E k u it a s 2 0 0 8 9 0 .1 9 8 .2 9 8 1 4 .9 4 5 .0 9 0 5 .1 4 6 .3 8 4 (3 3 .4 3 8 .8 4 8 ) 5 .1 8 4 .9 7 2 4 5 .8 3 2 .7 0 3 1 2 7 .8 6 8 .5 9 9 re n a p e n ja b a ra n l a p o ra n 2 b ,1 6 - - - 1 .5 8 1 .9 4 4 - - 1 .5 8 1 .9 4 4 lis ih n ila i tr a n s a ks i r e s tr u kt u ri s a s i e g e n d a li 2 b - - (2 7 .4 3 5 ) - - - (2 7 .4 3 5 ) 1 7 - - - - 1 0 0 .0 0 0 (1 0 0 .0 0 0 ) - 1 7 - - - - - (1 .4 7 9 .7 2 6 ) (1 .4 7 9 .7 2 6 ) - - - - - 1 8 .0 8 6 .5 0 7 1 8 .0 8 6 .5 0 7 0 0 8 9 0 .1 9 8 .2 9 8 1 4 .9 4 5 .0 9 0 5 .1 1 8 .9 4 9 (3 1 .8 5 6 .9 0 4 ) 5 .2 8 4 .9 7 2 6 2 .3 3 9 .4 8 4 1 4 6 .0 2 9 .8 8 9 2 0 0 9 9 0 .1 9 8 .2 9 8 1 4 .9 4 5 .0 9 0 4 .2 0 4 .1 7 1 (4 0 .1 1 9 .0 5 5 ) 5 .2 8 4 .9 7 2 4 7 .9 4 2 .5 2 1 1 2 2 .4 5 5 .9 9 7 re n a p e n ja b a ra n l a p o ra n 2 b ,1 6 - - - 3 .0 7 8 .9 0 5 - - 3 .0 7 8 .9 0 5 1 7 - - - - 1 0 0 .0 0 0 (1 0 0 .0 0 0 ) - 1 7 - - - - - (1 .4 5 6 .6 8 9 ) (1 .4 5 6 .6 8 9 ) - - - - - 1 0 2 .0 2 2 1 0 2 .0 2 2 0 0 9 9 0 .1 9 8 .2 9 8 1 4 .9 4 5 .0 9 0 4 .2 0 4 .1 7 1 (3 7 .0 4 0 .1 5 0 ) 5 .3 8 4 .9 7 2 4 6 .4 8 7 .8 5 4 1 2 4 .1 8 0 .2 3 5
Catatan atas laporan keuangan konsolidasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasi secara keseluruhan.
Catatan 2009 2008
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan dari pelanggan 159.553.067 203.926.212
Pembayaran untuk pemasok, gaji dan
kesejahteraan karyawan lainnya (96.463.279 ) (158.929.674)
Kas yang diperoleh dari operasi 63.089.788 44.996.538
Penerimaan tagihan pajak penghasilan 10 194.791 1.626.472
Penerimaan penghasilan bunga 79.668 306.426
Pembayaran beban bunga dan beban
keuangan lainnya 8,12,13,21 (5.688.609 ) (4.271.416)
Pembayaran pajak pertambahan nilai (5.185.978 ) (14.186.863)
Pembayaran pajak penghasilan (2.697.941 ) (2.798.556)
Pembayaran beban operasi lainnya, bersih (1.261.488 ) (1.267.559)
Kas bersih yang diperoleh dari aktivitas operasi 2q,24 48.530.231 24.405.042
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penerimaan dari penjualan aset tetap 7 4.483 39.294
Pembayaran hutang royalti 25 (939.368 ) (840.283)
Perolehan aset tetap 7 (141.055 ) (560.124)
Penempatan investasi jangka pendek - (6.594.000)
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi 2q,24 (1.075.940 ) (7.955.113)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerimaan dari hutang bank jangka pendek 8 35.092.398 30.900.000
Perolehan pinjaman dari pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2f 225.959 15.697.372
Pelunasan hutang bank jangka pendek 8 (73.900.853 ) (35.200.000)
Pembayaran hutang bank jangka panjang 12 (3.183.103 ) (2.211.722)
Pembayaran pinjaman ke pihak yang mempunyai
hubungan istimewa 2f (3.055.000 ) (10.090.000)
Pembelian kembali hutang obligasi - (7.599.201)
Penerimaan bunga dari transaksi derivatif 26 - 3.307.610
Pembayaran bunga dari transaksi derivatif 26 - (1.960.373)
Pembayaran aktivitas pendanaan
lainnya – bersih (29.603 ) (15.300)
Kas bersih yang digunakan untuk aktivitas
pendanaan 2q, 24 (44.850.202 ) (7.171.614)
Pengaruh perubahan kurs terhadap kas dan
setara kas serta selisih kurs karena
penjabaran laporan keuangan, bersih 2b,2p 751.489 466.625
KENAIKAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS 3.355.578 9.744.940
KAS DAN SETARA KAS AWAL PERIODE 14.251.224 19.565.350
KAS DAN SETARA KAS AKHIR PERIODE 17.606.802 29.310.290
1. UMUM
a. Pendirian Perusahaan
PT Unggul Indah Cahaya Tbk. (Perusahaan) didirikan di Republik Indonesia dalam rangka Undang-undang Penanaman Modal Asing No. 1, Tahun 1967, yang diubah dengan Undang-Undang-undang No. 11 Tahun 1970, berdasarkan Akta Notaris Budiarti Karnadi, S.H., No. 12 tanggal 7 Februari 1983, yang diubah dengan akta notaris yang sama No. 33 tanggal 13 Mei 1983. Akta pendirian beserta perubahannya tersebut disahkan oleh Menteri Kehakiman dalam Surat Keputusan No. C2-4129-HT.01.01.Th’83 tanggal 30 Mei 1983 serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 43, Tambahan No. 801 tanggal 28 Mei 1985. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Benny Kristianto, S.H., No. 28 tanggal 16 Juli 2008 mengenai perubahan Anggaran Dasar Perusahaan untuk menyesuaikan dengan Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas dan Peraturan Pasar Modal IX.J.I (KEP-179/BL/2008). Perubahan terakhir ini telah disahkan oleh Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia dalam Surat Keputusan No. AHU-76216.AH.01.02. Tahun 2008 tanggal 21 Oktober 2008. Berdasarkan Pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan antara lain mencakup bidang usaha, antara lain industri kimia alkylbenzene dan kegiatan usaha lain yang berkaitan, jasa angkutan darat dan penampungan barang impor, serta bidang properti dan bisnis perkantoran. Saat ini, Perusahaan terutama bergerak dalam industri bahan kimia alkylbenzene, yang merupakan bahan baku utama pembuatan deterjen. Perusahaan berkedudukan di Jakarta, sedangkan pabriknya berlokasi di Merak, Banten. Kantor Pusat Perusahaan beralamat di Wisma UIC, Jl. Jend. Gatot Subroto, Kav. 6-7, Jakarta.
Perusahaan mulai beroperasi secara komersial pada bulan November 1985.
b. Penawaran umum dan tindakan Perusahaan yang mempengaruhi efek yang diterbitkan
Tindakan Perusahaan yang mempengaruhi modal saham yang ditempatkan dan disetor penuh sejak tanggal penawaran umum perdana sampai dengan tanggal 30 Juni 2009 adalah sebagai berikut:
Tanggal Tindakan Perusahaan
Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh Nilai Nominal per Saham
28 September 1989 Penawaran umum perdana sejumlah
9.000.000 saham. 60.000.000 Rp 1.000
6 November 1989 Pencatatan pertama di Bursa Efek Jakarta dan
Surabaya
60.000.000 Rp 1.000
28 Mei 1990 Dividen saham dengan ketentuan satu (1)
saham baru untuk setiap sepuluh (10) saham
yang dimiliki. 66.000.000 Rp 1.000
8 Juni 1994 Dividen saham dengan ketentuan satu (1)
saham baru untuk setiap delapan (8) saham yang dimiliki; dan konversi agio saham sebesar Rp57,75 miliar menjadi 57.750.000 saham dengan ketentuan tujuh (7) saham baru
1. UMUM (lanjutan)
b. Penawaran umum dan tindakan Perusahaan yang mempengaruhi modal saham yang
ditempatkan dan disetor penuh (lanjutan)
Tanggal Tindakan Perusahaan
Saham Ditempatkan dan Disetor Penuh Nilai Nominal per Saham
12 April 1995 Dividen saham dengan ketentuan satu (1)
saham baru untuk setiap sepuluh (10) saham
yang dimiliki. 145.200.028 Rp 1.000
25 Juni 1997 Penurunan nilai nominal saham dari Rp1.000
per saham menjadi Rp500 per saham
(pemecahan saham). 290.400.056 Rp 500
18 Mei 1999
Dividen saham dengan ketentuan satu (1) saham baru untuk setiap lima (5) saham yang
dimiliki. 348.481.474 Rp 500
20 Juni 2000 Dividen saham dengan ketentuan satu (1)
saham baru untuk setiap sepuluh (10) saham
yang dimiliki. 383.331.363 Rp 500
Seluruh saham Perusahaan tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Surabaya.
c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan
Pada tanggal 30 Juni 2009, Anak Perusahaan yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung adalah sebagai berikut:
Tahun
Beroperasi Jumlah Aktiva Persentase
Secara Pada Tanggal Kepemilikan
Anak Perusahaan Domisili Komersial Kegiatan Usaha Pokok 30 Juni 2009 Efektif
Langsung
Universal Interchemicals Singapura 1992 Perdagangan dan investasi 64.981.745 100,00
Corp. Pte., Ltd.
(UICPL)
UIC Vietnam Co., Ltd. Vietnam 1994 Produksi dan distribusi 8.428.179 100,00
(UICV) deterjen aktif linear
alkylbenzene sulfonic acid
dan sodium lauryl ether
sulfate
PT Unggul Indah Indonesia 1996 Investasi 29.332.788 99,99
Investama (UII)
PT Petrocentral Indonesia 1992 Produksi dan distribusi 6.108.220 61,72
(Petrocentral) sodium tripolyphosphate
Tidak Langsung
Albright & Wilson Australia 1939 Produksi dan distribusi 55.835.945 100,00
(Australia) Ltd. fosfat dan surfactant
(AWAL) (1)
Albright & Wilson Selandia 1986 Distribusi fosfat dan 1.581.285 100,00
New Zealand Ltd. Baru surfactant
1. UMUM (lanjutan)
c. Struktur Perusahaan dan Anak Perusahaan (lanjutan)
Tahun
Beroperasi Jumlah Aktiva Persentase
Secara Pada Tanggal Kepemilikan
Anak Perusahaan Domisili Komersial Kegiatan Usaha Pokok 30 Juni 2009 Efektif
PT Wiranusa Grahatama Indonesia 2004 Pengembang real 28.301.266 55,00
(WG) (3)
estat
United Austindo Chemicals
Pte., Ltd. (Austindo) (4)
Singapura 2006 Investasi 1.607.833 90,43
(1) 100% dimiliki oleh UICPL (2) 100% dimiliki oleh AWAL (3) 55% dimiliki oleh UII
(4) 75% dimiliki oleh AWAL dan 25% dimiliki oleh Petrocentral
d. Karyawan, Direksi dan Komisaris
Pada tanggal 30 Juni 2009, susunan anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perusahaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris Direksi
Romeo F. Lledo - Presiden Komisaris Yani Alifen - Presiden Direktur
Hanny Sutanto - Wakil Presiden Komisaris Andreas Maliwa - Wakil Presiden Direktur
Indrawan Masrin - Komisaris Jimmy Masrin - Direktur
Teddy Jeffrey Katuari - Komisaris Takashi Nakamura - Direktur
Farid Harianto - Komisaris Independen Emmanuel Pudjiastuti - Direktur
(merangkap Ketua Komite Koesbandi - Direktur Tidak Terafiliasi
Audit)
Rasidi - Komisaris Independen
Pada tanggal 30 Juni 2009, Perusahaan dan Anak Perusahaan mempekerjakan 763 orang karyawan tetap (2008: 768 orang) (tidak diaudit).
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Kebijakan akuntansi dan pelaporan yang diterapkan oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia, yang mencakup Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) dan peraturan Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (BAPEPAMLK). Prinsip akuntansi pokok yang diterapkan secara konsisten dalam penyusunan laporan keuangan konsolidasi adalah sebagai berikut:
a. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun berdasarkan konsep biaya perolehan, kecuali untuk persediaan yang dinyatakan berdasarkan nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih, serta investasi jangka pendek tertentu dan instrumen derivatif yang dinyatakan sebesar nilai wajar.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) a. Dasar penyajian laporan keuangan konsolidasi
Laporan arus kas konsolidasi disusun dengan menggunakan metode langsung, yang mengklasifikasikan penerimaan dan pembayaran kas dan setara kas ke dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
Mata uang pelaporan yang digunakan dalam laporan keuangan konsolidasi adalah Dolar Amerika Serikat (Dolar AS).
b. Prinsip-prinsip konsolidasi
Laporan keuangan konsolidasi meliputi laporan keuangan Perusahaan dan Anak Perusahaan dimana Perusahaan memiliki kepemilikan saham lebih dari 50%.
Semua saldo akun dan transaksi yang signifikan antar perusahaan yang dikonsolidasi telah dieliminasi. Laba dari penjualan produk antar perusahaan tidak diakui sampai produk tersebut dijual kepada pihak ketiga.
Bagian minoritas atas rugi (laba) bersih dan aktiva bersih anak perusahaan dinyatakan sebesar proporsi saham dari pemegang saham minoritas atas rugi (laba) dan aktiva bersih anak perusahaan. Selisih antara biaya perolehan investasi dengan bagian Perusahaan atau Anak Perusahaan atas nilai wajar aktiva dan kewajiban yang dapat diidentifikasi dari anak perusahaan yang diakuisisi pada tanggal perolehan, disajikan sebagai “Aktiva Tidak Lancar Lainnya, Bersih” dalam neraca konsolidasi dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sampai dengan tahun 2010.
Mata uang fungsional Perusahaan dan Anak Perusahaan tertentu (Petrocentral, UICPL, UICV dan Austindo) adalah Dolar AS. Perusahaan dan Anak Perusahaan tertentu tersebut memenuhi kriteria dalam PSAK No. 52, “Mata Uang Pelaporan”, sebagaimana diindikasikan dengan penjualan yang terutama ditagih dan diterima dalam Dolar AS serta pembelian dan biaya-biaya yang terutama dibayarkan dalam Dolar AS.
Akun-akun Petrocentral diukur kembali dari mata uang Rupiah, mata uang pelaporannya, ke dalam mata uang Dolar AS dengan cara sebagai berikut:
i. Aktiva dan kewajiban moneter diukur kembali dengan menggunakan kurs tanggal neraca.
ii. Aktiva dan kewajiban non-moneter yang diperoleh atau terjadi, beserta tambahan modal disetor, jika ada, setelah tanggal 31 Desember 2000 (tanggal pada saat mata uang fungsional Petrocentral berubah dari Rupiah menjadi Dolar AS) diukur kembali dengan menggunakan kurs tanggal transaksi (kurs historis).
iii. Laporan laba rugi diukur kembali dengan menggunakan kurs rata-rata untuk transaksi pada bulan yang bersangkutan, kecuali penyusutan dan amortisasi yang diukur kembali dengan menggunakan kurs historis aktiva yang bersangkutan.
iv. Laporan arus kas diukur kembali ke dalam mata uang Dolar AS dengan menggunakan kurs rata-rata untuk transaksi pada bulan yang bersangkutan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) b. Prinsip-prinsip konsolidasi (lanjutan)
Untuk tujuan konsolidasi, akun-akun Anak Perusahaan tertentu (UII, WG, AWAL dan AWNZ) yang menggunakan mata uang fungsional selain Dolar AS, dijabarkan ke dalam mata uang Dolar AS dengan menggunakan kurs tukar pada tanggal neraca untuk akun aktiva (kecuali tanah milik WG, yang sebelumnya diambil alih WG dari Perusahaan, menggunakan kurs tukar yang berlaku pada saat perolehan tanah tersebut oleh Perusahaan) dan kewajiban, kurs tukar yang berlaku pada saat transaksi dilakukan untuk akun ekuitas dan kurs rata-rata selama periode berjalan untuk akun laporan laba rugi. Selisih kurs yang timbul atas penjabaran akun laporan keuangan Anak Perusahaan tersebut, disajikan sebagai “Selisih Kurs karena Penjabaran Laporan Keuangan” dalam bagian Ekuitas dari neraca konsolidasi. Laporan arus kas Anak Perusahaan tersebut dijabarkan ke dalam mata uang Dolar AS dengan menggunakan kurs rata-rata selama periode berjalan.
c. Setara kas
Deposito berjangka dengan jangka waktu tiga bulan atau kurang pada saat penempatan dan tidak digunakan sebagai jaminan atas kewajiban dan pinjaman lainnya diklasifikasikan sebagai “Setara Kas”.
Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasi kas dan setara kas disajikan setelah dikurangi cerukan.
d. Investasi jangka pendek
Deposito berjangka dengan jangka waktu lebih dari tiga bulan tetapi tidak lebih dari satu tahun dan/atau digunakan sebagai jaminan atas hutang jangka pendek dan pinjaman jangka pendek lainnya diklasifikasikan sebagai bagian dari akun “Investasi Jangka Pendek”.
e. Penyisihan piutang ragu-ragu
Perusahaan dan Anak Perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan hasil penelaahan berkala atas keadaan akun piutang masing-masing pelanggan.
f. Transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Perusahaan dan Anak Perusahaan mempunyai transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa seperti dinyatakan dalam PSAK No. 7, “Pengungkapan Pihak-pihak yang Mempunyai Hubungan Istimewa”.
Seluruh saldo dan transaksi yang signifikan dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa, baik yang dilakukan maupun yang tidak dilakukan dengan persyaratan dan kondisi normal sebagaimana yang dilakukan dengan pihak ketiga, diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan konsolidasi. Selisih biaya perolehan/hasil penjualan aktiva bersih yang diperoleh/dialihkan berkaitan dengan transaksi antar entitas sepengendali dengan nilai buku bersih dicatat dan disajikan sebagai “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepengendali” dalam bagian Ekuitas dari neraca konsolidasi. “Selisih Nilai Transaksi Restrukturisasi Entitas Sepegendali“ diakui sebagai laba atau rugi pada saat aktiva yang mendasari terjadinya selisih tersebut dijual ke pihak yang tidak sepegendali.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) g. Persediaan
Persediaan dinyatakan sebesar nilai terendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih. Biaya perolehan persediaan ditentukan dengan menggunakan metode rata-rata tertimbang, kecuali untuk AWAL, yang menggunakan metode masuk pertama, keluar pertama (FIFO).
Perusahaan dan Anak Perusahaan menetapkan penyisihan penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan, berdasarkan hasil penelaahan berkala atas nilai pasar dan kondisi fisik persediaan, untuk menurunkan nilai persediaan ke nilai realisasi bersihnya.
Sejak 1 Januari 2009, Perusahaan dan Anak perusahaan menerapkan PSAK No. 14 (Revisi 2008), "Persediaan" yang mengatur perlakuan akuntansi untuk persediaan, dan menggantikan PSAK No. 14 (1994). PSAK revisi ini menyediakan panduan dalam menentukan biaya persediaan dan pengakuan selanjutnya sebagai beban, termasuk setiap penurunan menjadi nilai realisasi neto, dan juga memberikan panduan rumus biaya yang digunakan untuk menentukan biaya persediaan. PSAK revisi ini berlaku untuk laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2009.
h. Biaya dibayar di muka
Biaya dibayar di muka diamortisasi selama masa manfaat. Biaya dibayar di muka dengan masa manfaat lebih dari satu tahun disajikan dalam bagian “Aktiva Tidak Lancar Lainnya, Bersih” pada neraca konsolidasi.
i. Penyertaan Saham
Penyertaan saham Perusahaan atau Anak Perusahaan dengan persentase kepemilikan paling sedikit 20% tetapi tidak melebihi 50%, dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (equity method). Dengan metode ini, penyertaan saham dinyatakan sebesar biaya perolehan dan ditambah atau dikurangi dengan bagian Perusahaan atau Anak Perusahaan atas laba atau rugi bersih perusahaan asosiasi sejak tanggal perolehan dan dikurangi dengan akumulasi dividen kas yang diterima dari perusahaan asosisasi. Biaya perolehan penyertaan saham juga ditambah atau dikurangi dengan bagian Perusahaan atau Anak Perusahaan atas selisih kurs karena penjabaran akun-akun laporan keuangan perusahaan asosiasi. Penyertaan saham disajikan dalam bagian "Aktiva Tidak Lancar Lainnya, Bersih" pada neraca konsolidasi.
j. Aktiva real estat
Aktiva real estat, yang terdiri dari persedian tanah yang belum dan sedang dikembangkan, bangunan yang sedang dikonstruksi dan persediaan ruang perkantoran dan unit apartemen, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dengan nilai realisasi bersih.
Biaya perolehan tanah yang belum dikembangkan meliputi biaya pra-perolehan dan perolehan tanah. Akumulasi biayanya akan dipindahkan ke tanah yang sedang dikembangkan pada saat pematangan tanah dimulai.
Biaya perolehan tanah sedang dikembangkan meliputi biaya perolehan tanah pra-pengembangan, biaya langsung pematangan tanah, dan biaya tidak langsung lainnya yang dapat diatribusikan pada pematangan tanah.
Biaya perolehan bangunan yang sedang dikonstruksi meliputi biaya yang secara langsung berhubungan dengan konstruksi bangunan dan biaya tidak langsung lainnya yang dapat diatribusikan pada aktivitas konstruksi bangunan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) j. Aktiva real estat (lanjutan)
Biaya perolehan tanah yang sedang dikembangkan dan bangunan yang sedang dikonstruksi dipindahkan ke persediaan ruang perkantoran dan unit apartemen siap jual pada saat proyek pembangunan telah selesai serta ruang perkantoran dan unit apartemen siap dijual.
Biaya yang tidak berhubungan secara langsung dengan suatu proyek real estat diakui sebagai beban pada saat terjadinya.
k. Aset tetap
Sebelum tanggal 1 Januari 2008, aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan (kecuali tanah yang tidak disusutkan).
Efektif tanggal 1 Januari 2008, Perusahaan dan Anak Perusahaan menerapkan PSAK No. 16 (Revisi 2007), “Aset Tetap”, yang menggantikan PSAK No. 16 (1994), “Aktiva Tetap dan Aktiva Lain-lain” dan PSAK No. 17 (1994), “Akuntansi Penyusutan”, dimana Perusahaan dan Anak Perusahaan telah memilih model biaya. Penerapan PSAK revisi ini tidak menimbulkan dampak yang signifikan terhadap laporan keuangan konsolidasi Perusahaan.
Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penyisihan penurunan nilai. Aset tetap awalnya diakui sebesar biaya perolehan, yang terdiri atas harga perolehan dan biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untuk membawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agar aset siap digunakan sesuai maksud manajemen. Biaya perolehan tersebut juga termasuk estimasi awal atas biaya pembongkaran dan pemindahan aset tetap dan pemulihan lokasi dan biaya untuk mengganti komponen dari aset tetap pada saat penggantian, bila kriteria pengakuan terpenuhi.
Setelah pengakuan awal, aset tetap dinyatakan pada biaya perolehan dikurangi akumulasi penyusutan dan penyisihan penurunan nilai aset.
Selanjutnya, pada saat inspeksi yang signifikan dilakukan, biaya inspeksi itu diakui ke dalam jumlah tercatat (“carrying amount”) aset tetap sebagai suatu penggantian jika memenuhi kriteria pengakuan. Semua biaya pemeliharaan dan perbaikan yang tidak memenuhi kriteria pengakuan diakui dalam laporan laba rugi pada saat terjadinya
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus selama masa manfaat aset tetap yang diestimasi sebagai berikut:
Taksiran Masa Manfaat Ekonomis (Tahun)
Perusahaan Anak Perusahaan
Bangunan 20 16 - 40
Mesin dan peralatan 10 - 25 5 - 21
Peralatan dan perabotan kantor 5 3 - 10
Alat-alat pengangkutan 4 5 - 10
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) k. Aset tetap (lanjutan)
Jumlah tercatat aset tetap dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau saat tidak ada manfaat ekonomis masa depan yang diharapkan dari penggunaan atau pelepasannya. Laba atau rugi yang timbul dari penghentian pengakuan aset (dihitung sebagai perbedaan antara jumlah neto hasil pelepasan dan jumlah tercatat dari aset) dimasukkan dalam laporan laba rugi pada tahun aset tersebut dihentikan pengakuannya.
Pada setiap akhir tahun buku, nilai residu, umur manfaat dan metode penyusutan ditelaah, dan jika sesuai dengan keadaan, disesuaikan secara prospektif.
Sesuai dengan PSAK No. 48, “Penurunan Nilai Aktiva”, penilaian aset dilakukan atas penurunan dan kemungkinan penurunan nilai wajar aset jika terjadi peristiwa atau perubahan keadaan yang mengindikasikan bahwa nilai tercatat mungkin tidak dapat seluruhnya terealisasi.
Aset tetap dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan yang meliputi, antara lain, biaya konstruksi, upah dan biaya sehubungan dengan penyelesaian aset. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing akun “Aset Tetap” yang bersangkutan pada saat aset tersebut selesai dikerjakan dan siap digunakan.
l. Sewa
Efektif tanggal 1 Januari 2008, PSAK No. 30 (Revisi 2007), “Sewa” menggantikan PSAK No. 30 (1990), ”Akuntansi Sewa Guna Usaha”. PSAK No. 30 (Revisi 2007), mengklasifikasikan sewa berdasarkan sejauh mana risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan asset sewaan berada pada lessor atau lessee, dan pada substansi transaksi daripada bentuk perjanjiannya. Menurut PSAK revisi ini, sewa yang mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset, diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan. Selanjutnya, suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa operasi, jika sewa tidak mengalihkan secara substantial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Perusahaan sebagai lessee:
i) Berdasarkan PSAK No. 30 (Revisi 2007), dalam sewa pembiayaan, Perusahaan mengakui aset dan kewajiban dalam neraca pada awal masa sewa, sebesar nilai wajar aset sewaan atau sebesar nilai kini dari pembayaran sewa minimum, jika nilai kini lebih rendah dari nilai wajar. Pembayaran sewa dipisahkan antara bagian yang merupakan beban keuangan dan bagian yang merupakan pelunasan kewajiban sewa. Beban keuangan dialokasikan pada setiap periode selama masa sewa, sehingga menghasilkan tingkat suku bunga periodik yang konstan atas saldo kewajiban. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. Beban keuangan dicatat dalam laporan laba rugi. Aset sewaan (disajikan sebagai bagian aset tetap) disusutkan selama jangka waktu yang lebih pendek antara umur manfaat aset sewaan dan periode masa sewa, jika tidak ada kepastian yang memadai bahwa Perusahaan akan mendapatkan hak kepemilikan pada akhir masa sewa. ii) Dalam sewa operasi, Perusahaan mengakui pembayaran sewa sebagai beban dengan dasar garis
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) m. Beban tangguhan
Beban-beban yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun ditangguhkan dan diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode garis lurus serta disajikan dalam bagian “Aktiva Tidak Lancar Lainnya, Bersih“.
Berdasarkan PSAK No. 47, “Akuntansi Tanah”, biaya yang terjadi sehubungan dengan perolehan/perpanjangan hak atas tanah, meliputi biaya legal, biaya pemeriksaan dan pengukuran tanah, biaya notaris, pajak dan biaya terkait lainnya, ditangguhkan dan diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus selama masa berlaku hak atas tanah yang bersangkutan.
n. Biaya emisi obligasi
Biaya yang terjadi sehubungan dengan penawaran emisi atas obligasi Perusahaan dengan tingkat bunga tetap dan/atau mengambang kepada masyarakat dikurangkan langsung dengan hasil emisi dalam menentukan nilai bersih obligasi yang diterima. Selisih antara hasil emisi bersih dengan nilai nominal obligasi diakui sebagai diskonto atau premium dan diamortisasi selama jangka waktu obligasi tersebut dengan menggunakan metode garis lurus.
o. Imbalan pasca kerja
Perusahaan, Petrocentral, WG, AWAL dan AWNZ (Pemberi Kerja) mempunyai program dana pensiun iuran pasti untuk seluruh karyawan tetap yang memenuhi syarat. Perusahaan, Petrocentral dan WG mencatat pencadangan manfaat tambahan selain program dana pensiun yang ada untuk pesangon, penghargaan masa kerja dan ganti kerugian karyawan sesuai dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 (Undang-undang). Pencadangan tersebut diestimasi dengan menggunakan perhitungan aktuaria berdasarkan laporan yang dipersiapkan oleh aktuaria independen. Perusahaan, Petrocentral dan WG menerapkan PSAK No. 24, “Imbalan Kerja”. Pernyataan ini mengharuskan perusahaan untuk mencatat seluruh imbalan kerja berdasarkan program atau perjanjian formal dan informal, peraturan perundang-undangan atau melalui peraturan industri, termasuk imbalan pasca kerja, imbalan kerja jangka pendek dan jangka panjang, pesangon pemutusan kontrak kerja dan imbalan berbasis ekuitas. Perhitungan estimasi kewajiban imbalan pasca kerja berdasarkan Undang-undang, ditentukan dengan menggunakan metode penilaian aktuaria projected unit credit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi keuntungan dan kerugian aktuarial bersih yang belum diakui pada akhir periode pelaporan sebelumnya melebihi jumlah 10% dari yang lebih besar antara nilai kini imbalan pasti dan nilai wajar aktiva program pada tanggal tersebut. Keuntungan dan kerugian ini diakui dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan rata-rata sisa masa kerja yang diperkirakan dari para pekerja dalam program tersebut. Kemudian, biaya jasa lalu diamortisasi dengan menggunakan metode garis lurus sampai imbalan tersebut menjadi hak karyawan.
p. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing
Mata uang fungsional Perusahaan, UICPL, UICV, Petrocentral dan Austindo adalah Dolar AS. Transaksi dalam mata uang asing (mata uang selain mata uang fungsional) dicatat dalam mata uang Dolar AS berdasarkan kurs yang berlaku pada saat transaksi dilakukan. Pada tanggal neraca, aktiva dan kewajiban moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam mata uang Dolar AS berdasarkan rata-rata kurs jual dan kurs beli yang berlaku pada tanggal tersebut. Laba atau rugi kurs
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
p. Transaksi dan saldo dalam mata uang asing (lanjutan)
Kurs tukar yang digunakan pada tanggal neraca adalah sebagai berikut:
2009 2008
Rupiah/US$1 Rp 10.225 Rp 9.225
Dong Vietnam/US$1 VND 16.953 VND 16.514
Dolar Singapura/US$1 S$ 1,456 S$ 1,379
Dolar Australia/US$1 AUS$ 1,227 AUS$ 1,066
Dolar Selandia Baru/US$1 NZ$ 1,528 NZ$ 1,347
q. Informasi segmen
Perusahaan dan Anak Perusahaan bergerak dalam industri dan/atau perdagangan bahan kimia, yang terdiri dari alkylbenzene dan surfactant, serta fosfat. Sesuai struktur organisasi dan manajemen serta sistem pelaporan internal, bentuk informasi keuangan primer atas pelaporan segmen disajikan berdasarkan segmen geografis dari kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan karena risiko dan tingkat imbalan dipengaruhi secara dominan oleh kegiatan usaha Perusahaan dan Anak Perusahaan di berbagai wilayah geografis yang berbeda. Pelaporan segmen sekunder ditentukan berdasarkan segmen usaha, yaitu jenis bahan kimia yang diproduksi dan diperdagangkan oleh Perusahaan dan Anak Perusahaan.
Segmen geografis adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menghasilkan produk atau jasa pada lingkungan (wilayah) ekonomi tertentu dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan pada komponen yang beroperasi pada lingkungan (wilayah) ekonomi lain.
Segmen usaha adalah komponen perusahaan yang dapat dibedakan dalam menyediakan produk atau jasa individual maupun kelompok produk atau jasa terkait dan komponen itu memiliki risiko dan imbalan yang berbeda dengan risiko dan imbalan segmen usaha lainnya.
r. Pengakuan pendapatan dan beban
Pendapatan dari penjualan lokal diakui pada saat penyerahan barang kepada pelanggan. Pendapatan dari penjualan ekspor diakui pada saat penyerahan barang di atas kapal di pelabuhan pengiriman. Sebelum proses pembangunan selesai, pendapatan dari penjualan ruang perkantoran dan unit apartemen dengan strata-title diakui dengan metode persentase penyelesaian apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
1. Proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu fondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terpenuhi;
2. Jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan
3. Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal.
Jika ada salah satu kriteria di atas tidak terpenuhi, maka pembayaran uang yang telah diterima dari pembeli diakui sebagai uang muka dengan metode deposit, dan disajikan sebagai “Pendapatan yang Ditangguhkan“, sampai seluruh kriteria terpenuhi.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) r. Pengakuan pendapatan dan beban (lanjutan)
Setelah proses pembangunan selesai, pendapatan dari penjualan ruang perkantoran dan unit apartemen dengan strata-title diakui dengan metode akrual penuh atau metode deposit.
Beban diakui pada saat terjadinya.
s. Instrumen derivatif
Perusahaan menerapkan PSAK No. 55, “Akuntansi Instrumen Derivatif dan Aktivitas Lindung Nilai” yang mengharuskan semua instrumen derivatif dicatat sebagai aktiva atau kewajiban pada neraca dan disajikan sebesar nilai wajarnya. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif dicatat secara berkala pada laporan laba rugi atau ekuitas, tergantung pada tujuan penggunaan instrumen tersebut. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang digunakan untuk lindung nilai atas perubahan nilai wajar diakui pada laporan laba rugi pada tahun terjadinya, bersamaan dengan perubahan nilai dari aktiva/kewajiban yang dilindung-nilaikan. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari instrumen derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai arus kas dilaporkan terlebih dahulu sebagai bagian dari pendapatan komprehensif lainnya pada ekuitas, untuk kemudian dibebankan pada laporan laba rugi pada tahun yang dipengaruhi oleh risiko yang timbul dari lindung nilai tersebut. Perubahan nilai wajar instrumen derivatif yang tidak dimaksudkan untuk dan tidak efektif lagi sebagai instrumen lindung nilai dicatat pada laporan laba rugi pada saat terjadinya.
t. Beban pajak penghasilan
Pajak penghasilan tangguhan diakui atas seluruh perbedaan temporer pada tanggal neraca antara pencatatan komersial dan dasar pengenaan pajak aktiva dan kewajiban serta nilai tercatat untuk tujuan laporan keuangan yang terutama yang timbul dari penyusutan dan penyisihan. Manfaat pajak di masa yang akan datang, seperti saldo rugi fiskal yang belum digunakan juga diakui apabila besar kemungkinan manfaat pajak tersebut dapat direalisasi.
Jumlah tercatat aktiva pajak tangguhan ditelaah pada setiap tanggal neraca. Nilai tercatat aktiva pajak tangguhan tersebut diturunkan apabila laba fiskal tidak mungkin memadai untuk mengkompensasi sebagian atau semua aktiva pajak tangguhan. Beban pajak penghasilan tahun berjalan dihitung berdasarkan penghasilan kena pajak dalam tahun yang bersangkutan.
Aktiva dan kewajiban pajak tangguhan diukur berdasarkan tarif pajak yang diharapkan akan diberlakukan pada saat aktiva direalisasikan atau kewajiban diselesaikan berdasarkan peraturan perpajakan yang berlaku atau yang telah secara substansial berlaku pada tanggal neraca. Penyisihan dan/atau penyesuaian kembali dari seluruh perbedaan temporer selama tahun berjalan diakui sebagai penghasilan atau beban dan termasuk dalam laba rugi bersih tahun berjalan. Perubahan nilai tercatat aktiva dan kewajiban pajak tangguhan yang disebabkan oleh perubahan tarif pajak dibebankan pada tahun berjalan, kecuali untuk transaksi-transaksi yang sebelumnya telah langsung dibebankan atau dikreditkan ke ekuitas.
u. Laba bersih per saham dasar
Sesuai dengan PSAK No. 56, “Laba Per Saham”, laba bersih per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar (383.331.363 saham) pada tahun yang bersangkutan.
2. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan) v. Penggunaan estimasi
Laporan keuangan konsolidasi disusun sesuai dengan prinsip dan praktek akuntansi yang berlaku umum di Indonesia yang mengharuskan manajemen untuk menggunakan estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aktiva dan kewajiban yang dilaporkan, termasuk pelaporan beban dan pendapatan pada tahun berjalan. Hasil aktual mungkin bisa berbeda dari estimasi dan asumsi yang digunakan.
3. KAS DAN SETARA KAS
Kas dan setara kas terdiri dari:
2009 2008
Kas 13.119 12.986
Bank
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa – PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. (Catatan 23c)
Rekening Dolar AS - 953.840
Rekening Rupiah - 135.932
Pihak ketiga
Rekening Dolar AS
PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. (Catatan 23) 1.888.867 -
Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG
(RZB – Austria), Singapura 3.350.147 -
Vietcombank, Vietnam 250.400 6.247
Australia and New Zealand Banking
Group Ltd. 212.938 320.107
Bangkok Bank, Vietnam 108.225 320.624
PT Bank Mega Tbk. 1.916 342.965
Fortis Bank S.A./N.V., Singapura - 4.137.331
Lain-lain (masing-masing di bawah US$200.000) 234.376 256.036 Rekening Dolar Australia
Australia and New Zealand Banking
Group, Ltd. Bank, Australia 1.214.262 3.631.116
Rekening Dong Vietnam
Bangkok Bank, Vietnam 355.690 611.020
Lain-lain (masing-masing di bawah US$200.000) 65.779 113.934 Rekening Rupiah
PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. (Catatan 23) 253.018 -
PT Bank Niaga Tbk. - 4.950.447
Lain-lain (masing-masing di bawah US$200.000) 58.293 199.576 Rekening Euro
Australia and New Zealand Banking
Group Ltd. 230.397 35.884
Lain-lain (masing-masing di bawah US$200.000) 21.492 84.761 Rekening Dolar Selandia Baru
Australia and New Zealand Banking
3. KAS DAN SETARA KAS (lanjutan)
2009 2008
Rekening Dolar Singapura
The Development Bank of Singapore 79.095 76.985
Sub-jumlah 8.429.475 16.234.266
Setara kas - deposito berjangka Pihak ketiga
Rekening dolar AS
PT Bank Ekonomi Raharja Tbk. (Catatan 23) 7.650.000 -
Fortis Bank S.A./N.V., Singapura - 539.400
Raiffeisen Zentralbank Osterreich AG
(RZB – Austria), Singapura - 187.700
Rekening Rupiah
PT Bank Central Asia Tbk. 802.070 -
PT Bank Mega Tbk. 386.138 45.511
Rekening Dolar Australia
Australia and New Zealand Banking
Group Ltd. 326.000 -
Rekening Euro
Standard Chartered Bank - 4.662.500
PT Bank Rabobank International Indonesia - 3.389.100
Rekening Dong Vietnam
Bangkok Bank, Vietnam - 3.330.507
Vieticombank - 908.320
Sub-jumlah 9.164.208 13.063.038
Jumlah 17.606.802 29.310.290
Tingkat bunga deposito berjangka dan call deposits adalah:
2009 2008
Rupiah 6,25% - 11,75% 6,25% - 8,75%
Dolar Amerika Serikat 0,25% - 2,50% 1,7% - 5%
Dolar Euro 1,00% 3,25% - 3,5%
Dong Vietnam - 14% - 17%
4. PIUTANG USAHA
Piutang usaha merupakan tagihan kepada para pelanggan yang timbul dari penjualan produk Perusahaan dan Anak Perusahaan. Rincian piutang usaha adalah sebagai berikut:
2009 2008
Pihak yang mempunyai hubungan
4. PIUTANG USAHA (lanjutan)
2009 2008
Pihak ketiga Dalam Dolar AS
Lever Vietnam Joint Venture Co. 1.031.097 1.199.291
Lix Detergent Company, Vietnam 386.396 415.340
Shrieve Chemicals Products Inc. – USD 310.153 122.317
HJ Landon 248.220 266.899
MIT Mongkol Industry Co., Ltd., Thailand - 212.268
Lain-lain (masing-masing di bawah
US$200.000) 721.317 1.091.597
Dalam Dolar Australia
Jalco Australia, Pty. Ltd. 998.482 948.173
Reckitt Benckiser (Australia) Pty. Ltd. 595.641 771.912
Incetec Pivot Ltd. 454.418 392.142
Trend Laboratories Pty. Ltd. Australia 409.100 449.630
Kerry Ingredients Australia, Pty. Ltd. 311.970 206.413
Colgate Palmolive Pty. Ltd. 284.520 -
Jasol Australia 263.640 119.155
Allied Mills 248.290 168.365
Millenium Inorganic Chemicals 237.219 205.118
Natures Organics Pty. Ltd., Australia 222.853 494.026
BASF Construction Chemical 190.693 214.822
Applied Chemicals Pty Ltd. 167.104 228.450
GSR Gyprock 143.341 233.614
Shell (Pinkeba) 122.455 381.281
PZ Cussons Australia Pty. Ltd. - 1.321.820
Campbell Consumer Products, Australia - 535.033
Ecolab - 357.692
Mc Cain Foods - 221.885
Henkel Australia Pty Ltd. - 290.384
Performance Feeds Pty Ltd. - 270.258
Manildra Flour Mills Pty Ltd. - 252.670
Riverina Stock Feeds Pty Ltd. - 207.650
Lain-lain (masing-masing di bawah
US$200.000) 4.145.038 7.322.439
Dalam Rupiah (masing-masing di bawah
US$200.000) 204.208 517.216
Dalam Dolar Selandia Baru (masing-masing dibawah
US$200.000) 391.672 552.615
Sub-jumlah 12.087.827 19.970.475
Penyisihan piutang ragu-ragu (105.653 ) (22.688)
Bersih 11.982.174 19.947.787
Jumlah 48.949.220 66.742.189
4. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Rincian piutang usaha berdasarkan jenis mata uang dan umur piutang adalah sebagai berikut:
Mata Uang
Rupiah Dolar Australia Dolar Selandia
(ekuivalen (ekuivalen Baru (ekuivalen
dalam dalam dalam
Dolar AS Dolar AS) Dolar AS) Dolar AS) Jumlah
2009
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Belum jatuh tempo 29.168.068 2.915.872 - - 32.083.940
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari 3.242.084 1.522.617 - - 4.764.701
31 - 60 hari - 117.750 - - 117.750
Lebih dari 60 hari - 655 - - 655
Sub-jumlah 32.410.152 4.556.894 - - 36.967.046
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 1.943.868 93.609 7.928.241 189.416 10.155.134
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari 692.842 71.695 369.313 182.838 1.316.688
31 - 60 hari 58.794 403 416.949 8.633 484.779
Lebih dari 60 hari 1.679 38.501 80.261 10.785 131.226
Sub-jumlah 2.697.183 204.208 8.794.764 391.672 12.087.827
Penyisihan piutang ragu-ragu - - (105.653 ) - (105.653 )
Bersih 2.697.183 204.208 8.689.111 391.672 11.982.174 Jumlah 35.107.335 4.761.102 8.689.111 391.672 48.949.220 2008
Pihak yang mempunyai hubungan istimewa
Belum jatuh tempo 39.134.349 4.037.772 - - 43.172.121
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari 3.163.252 248.136 - - 3.411.388
31 - 60 hari 57.600 34.658 - - 92.258
Lebih dari 60 hari - 118.635 - - 118.635
Sub-jumlah 42.355.201 4.439.201 - - 46.794.402
Pihak ketiga
Belum jatuh tempo 2.462.363 308.847 11.798.374 195.080 14.764.664
Lewat jatuh tempo
1 - 30 hari 789.932 36.794 2.441.064 210.828 3.478.618
31 - 60 hari 52.213 4.533 1.030.481 129.934 1.217.161
Lebih dari 60 hari 3.204 167.042 323.013 16.773 510.032
Sub-jumlah 3.307.712 517.216 15.592.932 552.615 19.970.475
Penyisihan piutang ragu-ragu - - (22.688 ) - (22.688 )
Bersih 3.307.712 517.216 15.570.244 552.615 19.947.787
Jumlah 45.662.913 4.956.417 15.570.244 552.615 66.742.189
4. PIUTANG USAHA (lanjutan)
Analisis atas mutasi penyisihan piutang ragu-ragu adalah sebagai berikut:
2009 2008
Saldo awal periode 85.753 15.925
Penyisihan piutang ragu-ragu selama periode berjalan 4.890 5.630 Selisih kurs karena penjabaran laporan keuangan 15.010 1.133
Saldo akhir periode 105.653 22.688
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi akun piutang masing-masing pelanggan pada akhir periode Juni 2009 dan 2008, manajemen berkeyakinan bahwa jumlah penyisihan piutang ragu-ragu tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari tidak tertagihnya piutang usaha.
Piutang usaha Petrocentral dijaminkan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Rabobank International Indonesia (Catatan 8) dan Piutang usaha WG dijaminkan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT CIMB Niaga Tbk. (Catatan 12).
5. PERSEDIAAN
Persediaan terdiri dari:
2009 2008
Barang jadi 26.671.307 18.988.973
Barang dalam proses 2.572.237 4.392.797
Bahan baku 14.251.502 14.957.058
Bahan pembantu dan suku cadang 7.984.717 8.106.333
Persediaan dalam perjalanan 9.623.682 10.072.362
Jumlah 61.103.445 56.517.523
Dikurangi penyisihan atas penurunan nilai
pasar dan keusangan persediaan (2.525.147 ) (621.254)
Bersih 58.578.298 55.896.269
Berdasarkan hasil penelaahan terhadap kondisi pasar dan fisik dari persediaan, manajemen berkeyakinan bahwa penyisihan tersebut di atas cukup untuk menutup kemungkinan kerugian dari penurunan nilai pasar dan keusangan persediaan menjadi nilai realisasi bersihnya pada akhir periode Juni 2009 dan 2008.
Persediaan Perusahaan dan Anak Perusahaan digunakan sebagai jaminan atas fasilitas pinjaman bank jangka pendek (Catatan 8).
Pada tanggal 30 Juni 2009, persediaan, selain persediaan dalam perjalanan, diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu dengan nilai pertanggungan sejumlah US$59.250.000 dan Aus$20.092.432. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut memadai untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko yang dipertanggungkan.
6. AKTIVA REAL ESTAT
2009 2008
Tanah yang belum dikembangkan 13.097.069 13.439.215
Tanah yang sedang dikembangkan 5.848.951 8.602.706
Bangunan yang sedang dikonstruksi:
Apartemen Pearl Garden 15.883.351 19.407.905
Jumlah 34.829.371 41.449.826
Aktiva real estat merupakan aktiva milik WG yang terletak di Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 4-7, Jakarta Selatan, yang di atasnya sedang dan akan dikembangkan pembangunan proyek apartemen dan perkantoran.
Pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008, manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada penurunan potensial atas nilai aktiva real estat, oleh karena itu, tidak diperlukan cadangan penurunan nilai aktiva.
Sebagian aktiva real estat dijaminkan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh WG dari PT Bank CIMB Niaga Tbk. (Catatan 12).
7. ASET TETAP
Rincian aset tetap adalah sebagai berikut:
Selisih Kurs karena
Penjabaran
Saldo Penambahan/ Pengurangan/ Laporan Keuangan Saldo
1 Januari 2009 Reklasifikasi Reklasifikasi (Catatan 2b) 30 Juni 2009
Mutasi 2009
Biaya Perolehan
Tanah 5.321.145 - - 140.300 5.461.445
Bangunan 19.503.004 - - 1.525.113 21.028.117
Mesin dan peralatan 234.064.672 1.513.100 - 10.408.813 245.986.585
Peralatan dan perabotan kantor 4.989.448 78.907 43.382 444.630 5.469.603
Alat-alat pengangkutan 3.289.718 3.144 174.917 52.719 3.170.664
Aset tetap dalam penyelesaian 1.422.571 87.882 1.523.592 246.651 233.512
Jumlah 268.590.558 1.683.033 1.741.891 12.818.226 281.349.926
Akumulasi Penyusutan dan Penurunan Nilai
Bangunan 11.563.938 332.728 - 684.035 12.580.701
Mesin dan peralatan 165.555.442 4.177.695 - 8.012.338 177.745.475
Peralatan dan perabotan kantor 4.270.840 135.109 3.387 405.807 4.808.369
Alat-alat pengangkutan 2.395.064 176.886 144.322 48.044 2.475.672
Jumlah akumulasi penyusutan 183.785.284 4.822.418 147.709 9.150.224 197.610.217
Penurunan nilai mesin dan
peralatan 1.985.337 - - 291.062 2.276.399
Jumlah akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai 185.770.621 4.822.418 147.709 9.441.286 199.886.616
Nilai buku 82.819.937 81.463.310
7. ASET TETAP (lanjutan)
Selisih Kurs karena
Penjabaran
Saldo Penambahan/ Pengurangan/ Laporan Keuangan Saldo
1 Januari 2008 Reklasifikasi Reklasifikasi (Catatan 2b) 30 Juni 2008
Mutasi 2008
Biaya Perolehan
Tanah 5.531.982 - - 72.029 5.604.011
Bangunan 19.825.884 2.109.096 - 717.063 22.652.043
Mesin dan peralatan 249.069.103 329.849 34.096 5.301.497 254.666.353
Peralatan dan perabotan kantor 5.039.198 723.499 142.421 205.738 5.826.014
Alat-alat pengangkutan 3.255.763 255.653 130.997 25.351 3.405.770
Aset tetap dalam penyelesaian 3.708.912 691.867 3.081.680 152.265 1.471.364
Jumlah 286.430.842 4.109.964 3.389.194 6.473.943 293.625.555
Akumulasi Penyusutan dan Penurunan Nilai
Bangunan 11.844.546 369.408 - 317.260 12.531.214
Mesin dan peralatan 167.336.068 4.670.548 16.123 3.930.110 175.920.603
Peralatan dan perabotan kantor 4.690.032 147.927 116.158 197.603 4.919.404
Alat-alat pengangkutan 2.110.885 233.484 110.574 20.836 2.254.631
Jumlah akumulasi penyusutan 185.981.531 5.421.367 242.855 4.465.809 195.625.852
Penurunan nilai mesin dan
peralatan 2.100.341 - - - 2.100.341
Jumlah akumulasi penyusutan dan
penurunan nilai 188.081.872 5.421.367 242.855 4.465.809 197.726.193
Nilai buku 98.348.970 95.899.362
Rincian aset tetap dalam penyelesaian adalah sebagai berikut:
Persentase Akumulasi Estimasi
Penyelesaian Biaya Penyelesaian
2009
Mesin dan peralatan 73% 233.512 2009
2008
Mesin dan peralatan 95% 1.471.364 2008
Penyusutan aset tetap pada tanggal 30 Juni 2009 sejumlah US$4.822.418 (2008: US$5.421.367), dibebankan pada operasi sebagai berikut:
2009 2008
Beban pokok produksi 4.542.261 5.066.562
Beban umum dan administrasi (lihat Catatan 20) 219.643 233.045
Beban penjualan 60.514 121.760
Jumlah 4.822.418 5.421.367
7. ASET TETAP (lanjutan)
Perusahaan dan Petrocentral memiliki sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas tanah yang dimiliki dengan tanggal berakhir HGB antara 24 Oktober 2013 sampai dengan 26 Juni 2027. Manajemen berkeyakinan bahwa HGB tersebut di atas dapat diperpanjang pada saat masa berlakunya berakhir. AWAL memiliki hak milik atas tanah yang berlokasi di Yarraville, Victoria dan Wetherill Park, New South Wales, Australia.
Manajemen berkeyakinan bahwa tidak ada penurunan potensial atas nilai aset tetap, oleh karena itu, tidak diperlukan cadangan penurunan nilai aktiva pada periode 2009 dan 2008.
Pada tanggal 30 Juni 2009, aktiva tetap diasuransikan terhadap risiko kebakaran dan risiko lainnya berdasarkan suatu paket polis tertentu yang sebagian dalam satu paket yang sama dengan aktiva real estat dengan nilai pertanggungan sejumlah Rp329.617.000.000, US$160.767.000 dan Aus$135.252.195. Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan tersebut cukup untuk menutup kemungkinan kerugian yang timbul dari risiko yang dipertanggungkan.
Aset tetap tertentu milik Petrocentral dijaminkan untuk fasilitas pinjaman yang diperoleh dari PT Bank Rabobank International Indonesia (Catatan 8).
8. HUTANG BANK JANGKA PENDEK
Hutang bank jangka pendek terdiri atas:
2009 2008
Perusahaan
PT Bank Central Asia, Tbk. 13.110.000 8.400.000
PT Bank Rabobank International Indonesia - 5.300.000
Petrocentral
PT Bank Rabobank International Indonesia 3.500.000 -
Jumlah 16.610.000 13.700.000
Perusahaan
Perusahaan memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja tanpa jaminan dari PT Bank Central Asia Tbk. dengan batas maksimum pinjaman sebesar US$30.000.000 pada periode 2009 (2008: US$30.000.000). Pada tanggal 16 Oktober 2008, fasilitas pinjaman berjangka ini diubah menjadi fasilitas Omnibus Time Loan Revolving dan Letter of Credit (LC) dengan batas maksimum pinjaman yang sama.
Perusahaan memperoleh fasilitas short term advance facilities dari PT Bank Rabobank International Indonesia dengan batas maksimum pinjaman sebesar US$12.045.345 (setelah dikurangi saldo fasilitas yang digunakan dalam pinjaman club deal sebesar US$17.954.655) pada periode 2009 (2008: US$30.000.000). Pinjaman ini dijamin dengan persediaan Perusahaan (Catatan 5). Pada tanggal 30 Juni 2009, fasilitas pinjaman ini tidak digunakan oleh Perusahaan.
Berdasarkan pembatasan-pembatasan dalam perjanjian pinjaman, Perusahaan diharuskan untuk mempertahankan rasio keuangan tertentu serta memberitahukan kepada bank sehubungan dengan, antara lain, merger, akuisisi dan penjualan aset tetap utama.
8. HUTANG BANK JANGKA PENDEK (lanjutan)
Pada tanggal 30 Juni 2008, Perusahaan telah memenuhi semua pembatasan sehubungan dengan pinjaman-pinjaman tersebut. Pada tanggal 30 Juni 2009, Perusahan tidak dapat mempertahankan salah satu rasio yang dipersyaratkan. Manajemen telah memberikan penjelasan tertulis mengenai hal ini kepada bank.
Petrocentral
Pada bulan Oktober 2008, Petrocentral memperoleh fasilitas pinjaman modal kerja dari Rabobank sebesar US$5.000.000. Pinjaman ini dijamin dengan piutang usaha, persediaan dan aset tetap tertentu Petrocentral (Catatan 4, 5 dan 7).
Berdasarkan pembatasan yang tercantum di dalam perjanjian pinjaman, Petrocentral diharuskan, antara lain, untuk memberitahukan kepada bank sehubungan dengan merger, akuisisi dan penjualan aset tetap utama.
9. HUTANG USAHA - PIHAK KETIGA
Akun ini terdiri dari kewajiban kepada para pemasok berikut ini sehubungan dengan pembelian bahan baku dan pembantu:
2009 2008
Dalam Dolar AS
Mitsui & Co., Ltd., Singapura 2.386.617 -
Mitsubishi Co. Ltd. 2.012.107 -
Gulf Farabi Petrochemical Company Ltd., Saudi Arabia 1.900.400 -
Ineos Singapore Pte., Ltd. 1.699.664 -
Chevron Oronite Pte. Ltd. 1.271.340 6.201.548
ExxonMobil Chemical Asia Pacific., Singapura 1.195.876 2.545.551
PT Pertamina (Persero) 747.710 -
Wilson International Trading 704.646 -
PT Banten Inti Gasindo 337.133 84.449
PT Sadikun Niagamas Raya 329.028 -
Kao Pte. Ltd., Singapura 284.557 328.871
PT Perusahaan Gas Negara (Persero) 145.736 217.951
Isu Chemical Co. Ltd., Korea Selatan - 5.165.293
Shell MDS (Malaysia) Sdn. Bhd. - 1.823.169
Lain-lain (masing-masing di bawah US$200.000) 519.104 621.609 Dalam Dolar Australia
Kopper Coal Products Pty, Ltd., Australia 364.576 348.712
Orica Australia Pty., Ltd. 128.251 375.684
Toll SPD 95.066 214.897
Lain-lain (masing-masing di bawah US$200.000) 2.302.234 4.815.439 Dalam Rupiah
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 326.588 269.944 Lain-lain (masing-masing di bawah US$200.000) 703.947 620.604 Dalam mata uang lainnya (masing-masing
di bawah US$200.000) 42.216 214.000
Jumlah 17.496.796 23.847.721
10. PERPAJAKAN
Hutang pajak terdiri dari:
2009 2008
Taksiran hutang pajak penghasilan periode berjalan
Perusahaan - 4.973.660
Anak Perusahaan 62.804 1.352.705
Pajak pertambahan nilai 310.267 500.737
Hutang pajak lainnya
Pajak penghasilan Pasal 21 75.724 161.977 Pasal 23/26 130.254 228.607 Lain-lain 625 6.045 Jumlah 579.674 7.223.731
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan, sebagaimana tercantum dalam laporan laba rugi konsolidasi, dan taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal) adalah sebagai berikut:
2009 2008
Laba (Rugi) sebelum beban pajak penghasilan menurut
laporan laba rugi konsolidasi (639.081 ) 26.362.734
Ditambah (dikurangi)
Amortisasi goodwill dan laba antar perusahaan
ditangguhkan, bersih 331.070 362.432
Rugi (Laba) Anak Perusahaan sebelum
beban pajak penghasilan, bersih 2.372.469 (5.331.430)
Laba sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan (berdasarkan pelaporan
dalam mata uang Dolar AS) 2.064.458 21.393.736
Perbedaan antara pelaporan dalam mata uang
Rupiah dan Dolar AS 2.362.518 (225.257)
Laba sebelum beban pajak penghasilan Perusahaan berdasarkan pelaporan dalam mata uang Rupiah yang dijabarkan ke dalam
mata uang Dolar AS 4.426.976 21.168.479
Beda temporer Penyusutan 1.080.255 542.590 Persediaan (6.044.568 ) - Imbalan kerja (53.605 ) - Royalti (47.497 ) - Beda tetap
Beban yang tidak dapat dikurangkan
Kesejahteraan karyawan 195.584 186.780
Beban kantor 95.087 202.072
10. PERPAJAKAN (lanjutan)
2009 2008
Penghasilan (beban) yang telah dikenakan pajak
penghasilan yang bersifat final
Sewa dan jasa pengelolaan gedung, bersih 76.364 57.752
Bunga (30.401 ) (63.625)
Pembalikan selisih nilai transaksi restrukturisasi
entitas sepegendali - (24.593)
Taksiran penghasilan kena pajak (rugi fiskal)
Perusahaan - akhir periode (176.933 ) 22.104.111
Perhitungan hutang pajak penghasilan dan taksiran tagihan pajak penghasilan badan Perusahaan dan Anak Perusahaan pada tanggal 30 Juni 2009 dan 2008 adalah sebagai berikut:
2009 2008
Beban pajak penghasilan - periode berjalan
Perusahaan - 6.629.336
Anak Perusahaan
UICPL, AWAL dan AWNZ - 1.202.425
UICV - 168.879
Jumlah - 8.000.640
Pajak penghasilan dibayar di muka
Perusahaan (903.644 ) (1.655.676) Anak Perusahaan Petrocentral (60.498 ) (249.854) UICV - (34.057) Sub-jumlah (60.498 ) (283.911) Jumlah (964.142 ) (1.939.587)
Taksiran hutang pajak penghasilan badan – periode berjalan
Perusahaan - 4.973.660
Anak Perusahaan
UICPL, AWAL dan AWNZ
2008, 2007 dan 2006 - 1.217.883 UICV - 134.822 Sub-jumlah - 1.352.705 Jumlah - 6.326.365
Taksiran tagihan pajak penghasilan Perusahaan
10. PERPAJAKAN (lanjutan) 2009 2008 Anak Perusahaan Petrocentral 2009 (Rp618.596.857) 60.498 - 2008 (2.438.771.475 pada tahun 2009 (2008: Rp2.304.899.120)) 238.511 249.854 2007 (Rp2.705.519.948) - 293.281 Jumlah 1.202.653 543.135 Perusahaan
Pada bulan Maret 2005, Perusahaan menerima beberapa SKP dari Kantor Pajak untuk tahun fiskal 2003 sehubungan dengan pajak penghasilan pasal 4(2), 15, 23, 26, Pajak Pertambahan Nilai (PPN) termasuk sanksi administrasinya terkait. Karena Perusahaan tidak setuju atas hasil pemeriksaan pajak tersebut, Perusahaan mengajukan keberatan ke Kantor Pajak atas hasil pemeriksaan tersebut. Pada bulan Mei dan Juni 2006, Perusahaan menerima surat keputusan dari Kantor Pajak sehubungan dengan keberatan Perusahaan atas hasil pemeriksaan pajak tersebut di atas. Namun, Perusahaan juga tidak setuju atas hasil keberatan tersebut. Oleh karena itu, pada bulan Agustus 2006, Perusahaan mengajukan banding ke Pengadilan Pajak. Pada tanggal 11 Mei 2007, Pengadilan Pajak telah memutuskan persetujuannya atas keberatan Perusahaan dan pada bulan Juli 2007, tagihan pajak penghasilan tersebut sebesar Rp5.554.014.232 telah diterima oleh Perusahaan.
Namun, pada tanggal 4 September 2007, Kantor Pajak telah mengirimkan Memori Peninjauan Kembali (MPK) kepada Mahkamah Agung (MA) atas putusan Pengadilan Pajak tersebut diatas. Pada tanggal 10 Oktober 2007, Perusahaan telah mengirimkan tanggapan dan jawaban atas MPK tersebut kepada MA. Sampai dengan tanggal 28 Juli 2009, Perusahaan belum menerima putusan MA atas kasus ini.
Pada tanggal 26 Maret 2008, Perusahaan menerima beberapa SKP dari Kantor Pajak untuk tahun fiskal 2006 sehubungan dengan pajak penghasilan pasal 4(2), 21, 23, 26, Pajak Pertambahan Nilai dan Badan termasuk sanksi administrasi terkait. Berdasarkan surat-surat tersebut, Kantor Pajak menyetujui pengembalian kelebihan pembayaran pajak perusahaan setelah dikurangi sanksi administrasi sebesar Rp14.962.942.945. Jumlah tersebut diatas telah diterima Perusahaan pada tanggal 11 April 2008.
Tarif pajak yang berlaku untuk Perusahaan dan Anak perusahaan adalah sebagai berikut:
2009 2008
Perusahaan, Petrocentral, UII dan WG 28% 30%
UICPL 18 18
UICV 15 15
UACPL 18 18
AWAL 30 30
AWNZ 30 30
Pada bulan September 2008, Undang-undang No. 7 Tahun 1983 mengenai “Pajak Penghasilan” diubah untuk keempat kalinya dengan Undang-undang No. 36 Tahun 2008. Perubahan tersebut juga mencakup perubahan tarif pajak penghasilan badan dari sebelumnya menggunakan tarif pajak