Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 1
KATA PENGANTAR
Dalam rangka memenuhi kewajiban seperti tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat, maka dengan ini kami sampaikan LaporanTata Kelola(Good CorporateGovernance–GCG)PT. Bank Perkreditan Rakyat Inti Dana Sentosa tahun 2020.
Laporan ini adalah hasil pengamatankamimeliputi aspek tata kelola, kepatuhan dan Manajemen Risiko sertalangkah-langkah yang diambil oleh Direksi dalam upaya meningkatkan TataKelola Bank.
Direksi telah berupaya untuk meningkatkan Tata Kelola, Kepatuhan dan Manajemen Risiko dalam kegiatan operasional Bank. Namun sampai denganakhir bulanDesember 2020 masih belum seluruhnya dapat diterapkan.
Harapan kami laporan ini mendapat tanggapan yang positifdari Otoritas Jasa Keuangan sehingga diharapkan pada periode berikutnyaTata KelolaBank dapat meningkat lebihbaik dari pada periode sebelumnya.
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 2
LAPORAN PENERAPAN TATA KELOLA PT BPR INTI DANA SENTOSA
TAHUN 2020
PENDAHULUAN
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengatur Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) untuk mendukung tetap terjaganya kualitas pengelolaan BPR dan tercapainya pertumbuhan bisnis yang berkesinambungan. Dalam mendukung kesiapan BPR, pemerintah mendorong agar dilakukan perbaikan yang berkesinambungan pada BPR melalui peningkatan tata kelola yang baik (Good Corporate Governance-GCG). Dengan meningkatkan penerapan GCG, BPR dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat dan daya saingnya. Dorongan perbaikan GCG untuk BPR ini dikukuhkan dengan dikeluarkannya Peraturan OJK Nomor4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat. Penerapan tata kelola Bagi Bank Perkreditan Rakyat meliputi 5 (lima) pilar utama yaitu Transparansi (transparency), Akuntabilitas (akuntability), Pertanggungjawaban (resposibility), Independensi (independency) dan Kewajaran (fairness).
Peningkatan penerapan GCG merupakan langkah yang sangat tepat bagi BPR untuk dapat menciptakan BPR yang dapat bertahan dan tangguh dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat,dengan menerapkan etika bisnis yang baik, sehingga dapat mewujudkan iklim usaha perbankan yang sehat dan transparan. Komitmen BPR terhadap penerapan GCG yang konsisten, akan mampu menjauhkan BPR dariberbagai masalah yang berisiko tinggi terhadap kelangsungan usaha BPR
Ketentuan penerapan GCG pada PT BPR Inti Dana Sentosa sendiri mengikuti 5 (lima) pilar utamatersebut diatas dantelah dituangkan dalam Surat Keputusan Direksi.Ketentuan internal ini menjadi pedoman PT BPR Inti Dana Sentosa dalamrangka meningkatkan kinerja Bank, melindungi kepentingan Stakeholder, dan meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku serta nilai-nilai etika yang berlaku umum pada industriperbankan. Setiap Bank harus dapat memastikan bahwa asas GCG telah diterapkan pada setiap aspek bisnisdan diseluruh komponendalam organisasi BPR. Guna mewujudkan tata kelola Bank yang sehat serta memperhatikan kepentinganStakeholderdan pemangku kepentingan secara menyeluruh, maka PT BPR Inti Dana Sentosa telah menetapkan prinsip prinsip dasar GCG yang wajib dilaksanakan oleh semua personildalam organisasi BPR yang dikenal dengan prinsipTARIFdengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.Transparansi,(Transparency) 2.Akuntabilitas,(Accountability)
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 3 3.Pertanggungjawaban, (Responsibility)
4.Independensi, (Independency) dan 5.Kewajaran dan Keseteranaan (Fairness)
Manajemen PT BPR Inti Dana Sentosa berkomitmen untuk melaksanakan prinsip-prinsip tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan dan Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan mengenai Penerapan Tata Kelola, namun masih dibutuhkan waktu dan pentahapan di dalam penyiapan struktur dan infrastrukturnya
Berikut adalah pokok-pokok penerapan tata kelola yang dapat kami laporkan terjadi selama tahun 2020:
A. Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab Direksi
B. Pelaksanaan Tugasdan Tanggung Jawab Dewan Komisaris C. Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas atau Fungsi Komite D. Kepemilikan Saham Anggota Direksi
E. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Direksi Dengan Anggota Dewan Komisaris, Anggota Direksi Lain dan/atau Pemegang Saham BPR
F. Kepemilikan Saham Anggota Dewan Komisaris
G. Hubungan Keuangan dan/atau Hubungan Keluarga Anggota Dewan Komisaris Dengan Anggota Dewan Komisaris Lain, Anggota Direksi dan/atau Pemegang Saham BPR
H. Paket/Kebijakan Remunerasi dan Fasilitas Lain Bagi Direksi dan Dewan Komisaris I. Rasio Gaji Tertinggi dan Gaji Terendah
J. Frekuensi Rapat Dewan Komisaris K. Jumlah Penyimpangan Intern
L. Jumlah Permasalahan Hukum dan Upaya Penyelesaian oleh BPR M. Transaksi yang Mengandung Benturan Kepentingan
N. Pemberian Dana untuk Kegiatan Sosial dan Kegiatan Politik, Baik Nominal Maupun Penerima Dana
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 4
A. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNG JAWAB DIREKSI
Direksi mempunyai tanggungjawab dalam pelaksanaan tata kelola Bank yang sehat serta memastikan bahwa prinsip dasar GCG telah berjalan dengan baik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Untuk memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar GCG telah berjalan dengan baik, Direksi dapat memantau secara langsung melalui hasil pemeriksaan Audit Intern maupun melalui mekanisme pengawasan yang ditetapkan Direksi. Direksi PT BPR Inti Dana Sentosa berjumlah 2 (dua) orang, yaitu Direktur Utama dan Direktur. Anggota Direksi diangkatdan diberhentikan oleh Rapat Umum Pemegang Saham Direksi berjumlah 2 (dua) orang telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan nomor20/POJK.03/2014 tentang Bank Perkreditan Rakyat.
Akta terakhir adalah akta nomor 5 Tanggal 7 Desember 2017 di Notaris Djoni, SH tentang Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan Terbatas PT BPR Inti Dana Sentosa berkedudukan di Bandar Lampung. Nomor AHU-AH.01.03-0203062 tanggal 20 Desember 2017 mengenai Perubahan Pengangkatan Kembali. Pada tahun 2017 susunan Direksi selengkapnya adalah sebagai berikut :
No Nama Jabatan Masa jabatan
1 Dede Direktur Utama 7 Desember 2017 s/d 7 Desember 2022
2 Eko Pramono Direktur 7 Desember 2017 s/d 7 Desember 2022
Seluruh Anggota Direksi telah memiliki sertifikat kompetensi sebagai Direktur BPR yang diterbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP)LKM Certif dan masih berlaku. Anggota Dewan Direksi telah lulus uji kemapuan dan kepatutan (Fit and Proper Tes) sesuai ketentuan OJK. Seluruh anggota Dewan Direksi tidak memiliki hubungan kepemilikan, hubungan kepengurusan, hubungan keuangan, hubungan keluarga dengan sesama anggota Dewan Direksi, dengan sesama anggota Dewan Komisaris, dan sesama Pemegang Saham.
Tugas danTanggung Jawab Direksi
Direksi memiliki dan melaksanakan Tugas dan tanggung jawabnya sesuai kewenangan yang diatur dalam Anggaran Dasar BPR, antara lain :
1.Bertanggung jawab penuh atas pelaksanaan kepengurusan BPR.
2.Mengelola BPR sesuai dengan kewenangan dan tanggung jawab sebagaimana diatur dalam Anggaran Dasar BPR dan peraturan perundang-undangan.
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 5 3. Menerapkan Tata Kelola pada setiap kegiatan usaha BPR di seluruh tingkatan atau jenjang
organisasi.
4. Menunjuk Pejabat Eksekutif yang melaksanakan: a.Fungsi Audit Intern;
b.Fungsi Manajemen Risiko; dan c.Fungsi Kepatuhan
5. Menindak lanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja atau pejabat yang bertanggungjawab terhadap pelaksanaan audit intern BPR, auditor ekstern, hasil pengawasan Dewan Komisaris, Otoritas Jasa Keuangan, dan/atau otoritas lainnya.
6. Memastikan terpenuhinya jumlah sumber daya manusia yang memadai, antara lain dengan adanya:
a. Pemisahan tugas dan tanggung jawab antara satuan atau unit kerja yang menangani pembukuan, operasional, dan kegiatan penunjang operasional; dan
b. Penunjukan pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan audit intern, danindependen terhadap unit kerja lain
7. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada pemegang saham dalam Rapat UmumPemegang Saham sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
8. Mengungkapkan kebijakan BPR yang bersifat strategis di bidang kepegawaian kepada pegawai.
9. Menyediakan data dan informasi yang akurat, relevan, dan tepat waktu kepada Dewan Komisaris.
Anggota Direksi telah melakukan pembelajaran secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan guna mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya.
Training dan/atau seminar yang diikuti oleh Direksi adalah sebagai berikut :
Selama tahun 2020 dikarenakan adanya pandemi Covid – 19, terkait training dan lain-lain yang bertemu langsung dan tatap muka di tiadakan
Tindak Lanjut Terhadap Rekomendasi Dewan Komisaris
Direksi telah berupaya melaksanakan rekomendasi Dewan Komisaris anatara lain sbb:
1. Menindak lanjuti rekomendasi Dewan Komisaris tentang penggunaan KAP untuk tahun anggaran 2020.
2. Menindak lanjuti penyampaian dokumen RBB 2020 dan RBB 2021 kepada Otoritas Jasa Keuangan dan selanjutnya digunakan sebagai pedoman pelaksanaan
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 6
B. PELAKSANAAN TUGAS DAN TANGGUNGJAWABDEWAN KOMISARIS
Dewan Komisaris Perseroan terdiri dari 2(dua) orang Anggota, seorang diantaranyadiangkat sebagai Komisaris Utama. Anggota Dewan Komisaris diangkatdan diberhentikanoleh RapatUmum Pemegang Saham.
Anggota Dewan Komisaris berjumlah 2(dua) orang telah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.Pengangkatan Anggota Dewan KomisarisberdasarkanAkta Pernyataan Keputusan Rapat No. 5 tanggal 7 Desember 2017 di Notaris Djoni SH telah tercatat dalam Sisminbakum nomor AHU-AH.01.03-0203062 tanggal 20 Desember 2017 tentang susunan pengurus.Masa jabatan Anggota Dewan Komisaris adalah 5(lima) tahun danuntuk periode ini akan berakhir pada tahun 2022
Dewan Komisaris mempunyai tanggungjawab untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Good Corporate Governance secara umum termasuk kebijakan Direksi yang menetapkan penerapan pripsip-prinsip tata kelola Bank yang benar. Pada tahun 2020 tidak ada perubahan Anggota Dewan Komisaris,sehingga susunan Anggota Dewan Komisaris selengkapnya adalah sebagai berikut :
No Nama Jabatan Masa Jabatan
1 Oey Albert Komisaris Utama 7 Desember 2017 s/d 7 Desember 2022 2 TB. Zubier Ramadhan Komisaris 7 Desember 2017 s/d 7 Desember 2022
Seluruh Anggota Dewan Komisaris telah memiliki sertifikat kompetensi sebagai Komisaris BPR yangditerbitkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) LKM Certif dan masih berlaku.
Tugas dan Tanggung Jawab Dewan Komisaris
Dewan Komisaris telah melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sesuai kewenangan yang diatur dalam Anggaran Dasar BPR, antara lain :
1. Memastikan terselenggaranya penerapan Tata Kelola pada setiap kegiatan usaha BPR di seluruhtingkatan atau jenjang organisasi.
2. Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan tugas dan tanggung jawab Direksi sertamemberikan nasihat kepada Direksi
3. Dalam melaksanakan pengawasansebagaimana dimaksud Dewan Komisaris wajibmengarahkan, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan strategis BPR 4. Dalam melaksanakan pengawasan, Dewan Komisaris dilarangikut serta dalam
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 7 a. Penyediaan dana kepada pihak terkait sebagaimana ketentuan yang mengatur
mengenai batas maksimum pemberian kredit BPR; dan
b. Hal-hal lain yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan
5. Memastikan bahwa Direksi menindaklanjuti temuan audit dan rekomendasi dari satuan kerja atau pejabat yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan audit intern BPR, auditor ekstern, hasilpengawasan Dewan Komisaris, Otoritas Jasa Keuangan, dan/atau otoritas lainnya.
6. Memberitahukan kepada Otoritas Jasa Keuangan :
a.Pelanggaran peraturan perundang-undangan di bidang keuangan dan perbankan; dan/atau
b.Keadaan atau perkiraan keadaan yang dapat membahayakan kelangsungan usaha BPR; Anggota Dewan Komisaris telah melakukan pembelajaran secara berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan guna mendukung pelaksanaan tugas dan tanggung jawabnya. Training dan/atau seminar yang diikuti olehAnggota Dewan Komisaris selama tahun 2020 adalah Penyegaran Sertifikasi Komisaris secara daring oleh lembaga certif Jakarta. Akibat wabah Pandemi, training dan seminar pertemuan secara fisik sangat dihindari sejalan dengan pemberlakuan protokol kesehatan.
Rekomendasi Dewan Komisaris kepada Direksi
Melalui rapat-rapat Dewan Komisaris, pada tahun 2020 Dewan Komisaris memberikan rekomendasi kepada Direksi sbb :
1. Menyetujui dan merekomendasikan Rencana Bisnis BPR 2020 untuk dilaksanakan 2. Menyetujui dan merekomendasikan Rencana Bisnis BPR 2021 untuk dilaksanakan 3. Merekomendasikan penggunaan Kantor Akuntan Publik untuk melaksanakan audit
terhadap pengelolaan BPR untuk tahun anggaran 2020.
C. KELENGKAPAN DAN PELAKSANAAN TUGAS ATAU FUNGSI KOMITE
Sampai dengan tahun 2020 BPR belum memiliki komite, dikarenakn modal inti BPR masih di bawah 50 miliar, dan syarat adanya komite jika modal inti telah mencapai > 80 miliar.
D. KEPEMILIKAN SAHAM ANGGOTA DIREKSI
Sampai dengan tahun 2020 seluruh anggota Direksi tidak memiliki saham pada PT. BPR Inti Dana Sentosa maupun di BPR lain.
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 8
E. HUBUNGAN KEUANGAN DAN/ATAU HUBUNGAN KELUARGA ANGGOTA DIREKSI DENGAN ANGGOTA DEWAN KOMISARIS, ANGGOTA DIREKSI LAIN DAN/ATAU PEMEGANG SAHAM BPR
Pengelolaan BPR dapat dijalankan secara independen, karena para pengurus BPR tidak memiliki hubungan satu dengan yang lainnya, yang selengkapnya dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keuangan dengan anggota Direksi lainnya, anggota DewanKomisaris, dan Pemegang Saham
2. Seluruh Direksi tidak memiliki hubungan keluarga dengan anggota Direksi lainnya, anggota DewanKomisaris, dan Pemegang Saham.
F. KEPEMILIKAN SAHAM ANGGOTA DEWAN KOMISARIS
Sampai dengan tahun 2020 seluruh anggota Komisaris tidak memiliki saham pada PT. BPR Inti Dana Sentosa maupun di BPR lain.
G. HUBUNGAN KEUANGAN DAN/ATAU HUBUNGAN KELUARGA ANGGOTA DEWAN KOMISARIS DENGANANGGOTA DEWAN KOMISARIS LAIN, ANGGOTA DIREKSI DAN/ATAU PEMEGANG SAHAM BPR
Anggota Dewan Komisaris tidak /memiliki hubungan antara satu dengan yang lainnya, dapat diuraikan sebagai berikut:
1. Seluruh Anggota Dewan Komisaristidak memiliki hubungan keuangan dengan Anggota DewanKomisaris lainnya, anggota Direksi, dan Pemegang Saham.
2. Seluruh Anggota Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan keluarga dengan Anggota Dewan Komisaris lainnya dan anggota Direksi,
3. Salah satu Komisaris memiliki hubungan keluarga dengan pemegang saham.
H. PAKET/KEBIJAKAN REMUNERASI DAN FASILITAS LAIN BAGI DIREKSI DAN DEWAN KOMISARIS
Keputusan besaran Gaji dan Honorarium diputuskan melalui RUPS, dan untuk gaji Direksi di kuasakan kepada Dewan Komisaris, Pengurus mendapatkan fasilitas berupa kendaraan roda empat. Pengurus baik Komisaris dan Direksi tidak mendapatkan kompensasi berbasis saham.
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 9
I. RASIO GAJI TERTINGGI DAN GAJI TERENDAH
Yang dimaksud dengan gaji adalah hak pegawai yang diterima dan dinyatakan dalam
bentuk uang sebagai imbalan dari BPR kepada pegawai yang ditetapkan dan dibayarkan menurut suatu perjanjian kerja, kesepakatan, atau peraturan perundang-undangan, termasuk tunjangan bagi pegawai dan keluarganyaatas suatu pekerjaan dan/atau jasa yang telah dilakukannya
Berikut adalah rasio gaji tertinggi dan terendahper Desember 2020 :
No Rasio Perbandingan
1 Rasio gaji pegawai tertinggi dan terendah 5 : 1 2 Rasio gaji Direksi tertinggi dan pegawai tertinggi 2,5 : 1 3 Rasio gaji Direksi tertinggi dan terendah 2: 1 4 Rasio Honorarium Komisaris yang tertinggi dan terendah 1,5 : 1 5 Rasio gaji Direksi yang tertinggi dan Komisaris tertingg 2,5 : 1
J. FREKUENSI RAPAT DEWAN KOMISARIS
Dalam menjalankan tugas pengawasan dan pengarahan kepada Direksi, Anggota Dewan Komisaris menyelenggarakan rapat secara rutin.
1. Dewan Komisaris secara periodik dan insidentil melakukan Rapat Dewan Komisaris (RDK) paling sedikit 1 (satu) kali dalam 3 (tiga) bulan.
2. Rapat Dewan Komisaris diselenggarakan untuk menetapkan rencana bisnis Bank IDS dan evaluasi realisasi untuk memberikan penilaian dan saran kepada Direksi.
3. Hasil rapat Dewan Komisaris dituangkan dalam risalah rapat dan didokumentasikan dengan baik.
4. Agenda Rapat Dewan Komisaris antara lain membahas: (a). Isu-isu strategis perbankan dan kondisi ekonomi terakhir; (b). Evaluasi penetapan kebijakan strategis; (c). Evaluasi RBB (d). Penerapan tata kelola Bank IDS; (e). Penerapan manajemen risiko; (f). Referensi Kantor Akuntan publik: (g). Lain-lain.
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 10
K. JUMLAH PENYIMPANGAN INTERN YANG TERJADI DAN UPAYA PENYELESAIAN OLEH BPR
Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan BPR, selama Tahun 2020 tidak ditemukan adanya penyimpangan intern. Hal ini berarti, di tahun 2020 tidak terjadi penyimpangan, kecurangan dan/atau penyalahgunaan wewenang yang dilakukan baik oleh pengurus dan karyawan terkait proses kerja dan operasional BPR yang mempengaruhi kondisi keuangan BPR secara signifikan.
L. JUMLAH PERMASALAHAN HUKUM DAN UPAYA PENYELESAIAN OLEH BPR
Selama tahun 2020 tidak terdapat permasalahan hukum yang terjadi pada PT. BPR Inti Dana Sentosa
M. TRANSAKSI YANG MENGANDUNG BENTURAN KEPENTINGAN
Selama Tahun 2020, tidak ada transaksi yang mengandung benturan kepentingan. Transaksi-transaksi yang memiliki potensi mengandung benturan kepentingan, telah dipertimbangkan dan dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan dalam batas kewajaran, sehingga tidak memiliki potensi membuat kerugian BPR. Tabel berikut ini menunjukkan transaksi-transaksi berkaitan dengan pihak terkait yang mengandungbenturan kepentingan:
No Nama dan Jabatan Pihak yang Memiliki Benturan Kepentingan
Nama dan Jabatan Pengambil Keputusan Jenis Transaksi Nilai Transaksi (Juta Rph ) Keterangan - - - -
N. PEMBERIAN DANA UNTUK KEGIATAN SOSIAL DAN KEGIATAN POLITIK, BAIK NOMINAL MAUPUN PENERIMA DANA
Pada tahun 2020sedikit ada pemberian dana untuk kegiatan sosial dan namun bukan kegiatan terkait politik.Sepanjang pada tahun 2020 terjadi wabah covid-19 yang mempengaruhi perekonomian Rakyat Indonesia.Untuk membantu meringankan beban masyarakat dan sSebagai wujudkepedulian PT BPR Inti Dana Sentosa terhadap lingkungan sekitar,BPR memberikan bantuan berupa paket sembako kepada masyarakat di lingkumgan kantor.
O. HASIL PENILAIAN (SELF ASSESMENT)
Memenuhi ketentuan pasal 77 POJK nomor 4/POJK.03/2015 tentang Penerapan Tata Kelola bagi Bank Perkreditan Rakyat, PT BPR Inti Dana Sentosa melakukan self assessment untuk
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 11 periode yang berakhir pada 31 Desember 2020. Kertas kerja dan kesimpulan self assessment dilampirkan dalam laporan ini
Berikut adalah ringkasan hasil perhitungan nilai kompositself assessmentuntuk periode 2020 :
No Faktor yang di nilai Nilai
1 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung JawabDireksi 0,43 2 Pelaksanaan Tugas dan Tanggung JawabDewanKomisaris 0,34 3 Kelengkapan dan Pelaksanaan Tugas atau Fungsi Komite(bagi BPR
yang memiliki modal inti paling sedikitRp80.000.000,00 (delapan puluh milyar rupiah)
-
4 Penanganan Benturan Kepentingan 0,22
5 Penerapan Fungsi Kepatuhan 0,31
6 Penerapan Fungsi Audit Intern 0,26
7 Penerapan Fungsi Audit Ekstern (bagi BPRdengan totalaset paling sedikit Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyarrupiah)
0,04 8 Penerapan Manajemen Risiko, Termasuk SistemPengendalianIntern -
9 Batas Maksimum Pemberian Kredit 0,08
10 Rencana Bisnis BPR 0,14
11 Transparansi Kondisi KeuangandanNonKeuangan 0,20 Nilai Komposit 2,02 Peringkat Komposit Baik
PENUTUP
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola(Good Corporate Governance–GCG)merupakan bagian yang terpisahkan darikewajiban bank untuk menerapkan prinsip Tata Kelola BPR yang mengacu pada prinsip “TARIF” pada dasarnyamerupakan upaya preventif seluruh proses kerja(businnes process)PT BPR Inti Dana Sentosa selama satutahun melalui pendekatan fungsi tata kelola atas pemberdayaan seluruh Sumber Daya yang ada di BPRsehingga tidak terdapat pelanggaran/penyimpangan seluruh kebijakan, ketentuan dan perundang-undanganyang berlaku baik ketentuan ekstern maupun intern BPR. Namun demikian apabila dikemudian hari ditemukandalam praktek operasional masih ditemukan adanya pelanggaran/penyimpangan dimaksud tentu akandiselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Demikian Laporan Pelaksanaan Tata Kelola(Good Corporate Governance–GCG)dibuat untuk keperluan pihak-pihak yang terkait sesuai dengan ketentuan Otoritas Jasa Keuangan.
Kami menyadari bahwaLaporanPelaksanaanTata Kelola(Good Corporate Governance–GCG)ini masih jauh dari harapan sesuai dengan ketentuan POJK danSEOJK tetapi kami tetap berupaya dan mendukung program OJK dalam mewujudkan BPR Inti Dana Sentosa sebagai perusahaan yang berkualitas bagi seluruhStake Holder.Dengan mengharapkan bimbingan dari semua pihak maka segala kekurangan/kelemahan ini akan menjadi catatan kami dan diperbaiki untuk masa-masa mendatang.
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 12 Bandar Lampung, 27 April 2021
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 13
KESIMPULAN UMUM HASIL PENILAIAN PENERAPAN TATA KELOLA BPR
Nama BPR : PT BPR INTI DANA SENTOSA
Alamat BPR : JL P. ANTASARI NO 106B BANDAR LAMPUNG Posisi Laporan : Desember, 2020
Hasil Penilaian Sendiri (Self Assessment)Penerapan Tata Kelola
Nilai Komposit Peringkat Komposit
2,02 Baik
Analisis
No Aspek yang di nilai Nilai Kekuatan dan Kelemahan
Action plant 1 Pelaksanaan TugasdanTanggung
JawabDireksi
0,43 Jumlah anggota direksi PT. BPR Inti Dana Sentosa sudah dua orang, dan salah satu direksi bertindak sebagai direksi yang membawahi fungsi kepatuhan dan telah ditetapkan melalui RUPS tetapi belum mendapat persetujuan dari OJK Pada tahun 2021 akan di ajukan kembali untuk dapat persetujuan dari OJK
2 Pelaksanaan Tugasdan Tanggung JawabDewan Komisaris
0,34 Dewan Kmoisaris telah melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan prinsip GCG
-
3 Kelengkapan danPelaksanaan Tugasatau Fungsi Komite
- BPR belum meiliki Komite
Jika Modal Inti telah mencapai >Rp 80 miliar 4 PenangananBenturanKepentingan 0,22 BPR telah memiliki
kebijakan mengenai benturan kepentingan
-
5 Penerapan FungsiKepatuhan 0,31 Telah Menunjuk Direktur Kepatuhan memalui RUPS tetapi belum mendapatkan persetujuan dari OJK
Pada tahun 2021 akan di ajukan kembali untuk dapat persetujuan dari OJK
Laporan Pelaksanaan Tata Kelola 2020
Page 14 6 Penerapan FungsiAudit Intern 0,26 BPR telah Memiliki PE
yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan fungsi audit intern
-
7 Penerapan FungsiAudit Ekstern 0,04 Bank telah menunjuk KAP yang terdaftar di OJK dan melaksanakan audit secara
independen
-
8 PenerapanManajemenRisikoTermas uk SistemPengendalian Intern
- Modal Inti BPR belum mencapai 50 miliar
- 9 Batas MaksimumPemberian Kredit 0,08 BPR telah memiliki
ketentuan BMPK dan sesuai dengan ketentuan OJK, tidak terdapat pelanggaran/pelampaua n BMPK
-
10 Rencana Bisnis BPR 0,14 BPR telah menyusun RBB, dan sesuai dengan ketentuan OJK
-
11 Transparansi KondisiKeuangan dan NonKeuangan 0,20 BPR mempunyai sistem informasi manajemen yangcukup memadai untuk pelaporan keuangan maupunlaporan nonkeuangan BPR akan terus meningkatkan transparansiKondi si keuangan dan non keuangan sesuaidengan ketentuan yang berlaku
Nilai Komposit 2,02 Baik