SKRIPSI. Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) dibidang Jurusan Farmasi pada Fakultas MIPA

29 

Loading.... (view fulltext now)

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

i

UJI AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL

DAUN RUKU-RUKU (Ocimum tenuiflorum Linn.) TERHADAP

TIKUS PUTIH JANTAN GALUR WISTAR YANG DIINDUKSI

KALIUM OKSONAT

SKRIPSI

Diajukan sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana Farmasi (S.Farm.) dibidang Jurusan Farmasi pada Fakultas MIPA

Oleh :

DWI APRILLIANTHI

08061181520004

JURUSAN FARMASI

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS SRIWIJAYA

(2)
(3)
(4)

iv

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama Mahasiswa : Dwi Aprillianthi

NIM : 08061181520004

Fakultas/Jurusan : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/Farmasi

Menyatakan bahwa skripsi ini adalah hasil karya saya sendiri dan karya ilmiah ini belum pernah diajukan sebagai pemenuhan persyaratan untuk memperoleh gelar kesarjanaan strata 1 (S1) dari Universitas Sriwijaya maupun perguruan tinggi lain. Semua informasi yang dimuat dalam skripsi ini yang berasal dari penulis lain baik yang dipublikasikan atau tidak telah diberi penghargaan dengan mengutip nama sumber penulis secara benar. Semua isi skripsi ini menjadi tanggung jawab saya sebagai penulis.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Inderalaya, 03 Oktober 2019 Penulis

Dwi Aprillianthi

(5)

v

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS

Sebagai civitas akademik Universitas Sriwijaya, yang bertanda tangan dibawah ini:

Nama Mahasiswa : Dwi Aprillianthi

NIM : 08061181520004

Fakultas/Jurusan : Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam/Farmasi

Jenis Karya : Skripsi

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Sriwijaya “hak bebas royalty non-ekslusif”

(non-exclusively royaly-free right) atas karya ilmiah saya yang berjudul “Uji Aktivitas

Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linn.) Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wstar yang Diinduksi Kalium Oksonat” beserta perangkat yang ada (jika diperlukan). Dengan hak bebas royalty ekslusif ini Universitas Sriwijaya berhak menyimpan, mengalih media/memfoirmatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), merawat, dan mempublikasikan tugas akhir atau skripsi saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis/pencipta dan sebagai pemilik hak cipta

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya.

Inderalaya, 03 Oktober 2019 Penulis

Dwi Aprillianthi

(6)

vi

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO

(Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)

Maka, Nikmat Tuhan Mana Lagi yang Kau Dustakan? (Q.S. Ar-Rahman: 13)

“Hiduplah Secara Sederhana. Bermimpilah yang Besar. Bersyukur. Berilah Cinta. Tertawalah yang Banyak”

-Paulo Coelho-

“Keberhasilan Bukanlah Milik Orang Pintar. Namun Keberhasilan Adalah Miliki Mereka Yang Senantiasa Berusaha”

-B.J. Habibie-

Skripsi ini saya persembahkan kepada Allah SWT, kekasih Allah Nabi Muhammad SAW, kedua orang tua, keluarga, dosen, serta

para sahabat dan orang-orang terdekatku

Motto:

(7)

vii

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Semesta Alam yang atas rahmat dan karunia-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian dan penyusunan skripsi yang berjudul “Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorumLinn.) Terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar Yang Diinduksi Kalium Oksonat”.Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat mendapatkan gelar Sarjana Farmasi di Jurusan Farmasi pada Fakultas MIPA Universitas Sriwijaya.Selain itu, skripsi ini ditulis untuk memberikan informasi mengenai potensi dari daun ruku-ruku sebagai antihiperurisemia.

Penulis menyadari bahwa dalam penelitian maupun penyusunan skripsi ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini dengan segala kerendahan hati penulis mengucapkan terimakasih kepada:

1. Allah SWT karena atas berkat rahmat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penelitian serta penulisan skripsi ini.

2. Kedua orang tuaku tercinta, ibu (Syarifah, S.H) dan ayah (Usman) yang selalu mendo‟akan, mendukung, dan memotivasi penulis selama penelitian, dan menulis skripsi. Selalu memberikan semangat dikala merasa pesimis dan lelah, serta memberikan dukungan moril dan materil. 3. Kedua adikku tersayang (Ayik dan Wenda) yang selalu mendo‟akan,

mendukung, dan memberikan keceriaan. Semoga selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berkecukupan.

4. Rektor Universitas Sriwijaya, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, dan Ketua Jurusan Farmasi yang telah menyediakan sarana dan prasana yang menunjang penulis selama perkuliahan.

5. Bapak Dr.rer.nat. Mardiyanto, M.Si., Apt. selaku Ketua Jurusan Farmasi FMIPA Unsri yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk melakukan penelitian dan penyusunan skripsi.

6. Ibu Dr. Hj. Budi Untari, M.Si., Apt. selaku pembimbing 1 dan Ibu Annisa Amriani S, M.Farm., Apt. selaku pembimbing 2 yang telah bersedia meluangkan waktu, memberikan ilmu, arahan dan saran, serta semangat dan motivasi selama penulis melakukan penelitian hingga penyusunan skripsi terselesaikan.

(8)

viii

7. Dosen pembimbing akademik (Ibu Dr. Hj. Budi Untari, M.Si., Apt.) yang

telah memberikan bimbingan kepada penulis dan sebagai tempat curhat penulis selama perkuliahan.

8. Dosen pembahas yang sangat baik hati: Ibu Herlina, M.Kes., Apt., Ibu Indah Solihah, M.Sc., Apt, dan Ibu Dina Permata Wijaya, M.Si., Apt. yang telah memberikan masukan dan saran yang sangat mendukung dalam penyusunan skripsi ini hingga selesai. Semoga sehat selalu bu!

9. Seluruh dosen Jurusan Farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Sriwijaya, atas semua ilmu dan bimbingan yang diberikan kepada penulis selama perkuliahan hingga penyusunan skripsi ini selesai.

10. Seluruh staf (Kak Ria & Kak Adi) serta analis laboratorium (Kak Tawan, Kak Isti, Kak Putri, Kak Fitri & Kak Erwin) Jurusan Farmasi atas segala bantuan dan dukungan, serta doa dan semangat yang telah diberikan kepada penulis selama perkuliahan, penelitian, hingga penyusunan skripsi ini selesai.

11. Partner penelitianku (Septia Nurhaliza), terima kasih untuk kerja samanya selama ini, terima kasih juga karena telah membagi pengalaman dan mendukung satu sama lain. Semoga kita sama-sama menjadi orang yang sukses dikemudian hari.

12. Sahabat tersayang dan terbaik “Patogenius” (Indah Putry Ramadhany, S.Farm., Dian Adiyatama, S.Fam., Desyta Mirza S. Farm., Emilia Contesa, M. Rizky Etnadio, S.Farm., Putri Siti Rahayu, S.Farm., Septia Nurhaliza, S.Farm., Suryani S,Farm., Marcelin Anggraini dan Rahmah Restiya) terima kasih atas waktu kalian selama 4 tahun ini baik selama di dalam farmasi maupun diluar farmasi, yang selalu memberikan tawa, berada dalam suka dan duka. memberikan semangat dan dukungan untuk tetap bangkit disaat kondisi terendah, selalu berbagi, dan saling mengingatkan untuk mejadi yang terbaik satu sama lain.

13. Teman disegala sisi, Atikah Haniyah. Terima kasih sudah menjadi tempat berkeluh kesah, menjadi pengingat ketika sedang goyah dan selalu

(9)

ix

membantu saat sulit tanpa pamrih selama 4 tahun perkuliahan hingga sekarang.

14. Teman jauh terbaik, Bagas Faizal Falah. Terima kasih karna sudah selalu ada dan selalu menjadi penyemangat. Semoga terus menjadi orang yang lebih baik lagi.

15. Teman-teman Seperjuangan 144 (Diah, Zakiah, Haniya, Celin, Dewi, Mitha, Dayat, Bang YM, Fila, Herin, Kartika, Egy dan Dini), terima kasih karena telah meluangkan waktu untuk memberikan motivasi dan dukungan serta do‟a yang kalian berikan.

16. Sahabat seperjuangan farmasi 2015 kelas A dan kelas B terima kasih atas kebaikan kalian selama 4 tahun dan canda tawa yang tidak dapat penulis deskripsikan satu persatu. Semoga kelak kita menjadi seseorang yang sukses sesuai bidang yang telah kita tempuh.

17. Kakak-kakak Farmasi 2011, 2012, 2013, 2014 yang telah memberikan arahan dan dukungan selama masa perkuliahan dan penelitian. Adik-adik Farmasi 2016, 2017, dan 2018 yang juga mendo‟akan dan membantu.

Semoga Allah SWT selalu memberikan berkah-Nya kepada semua pihak yang telah disebut di atas.Penulis mengharapkan saran dan kritik yang dapat menjadikan peneliti lebih baik untuk kedepannya.Peneliti berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi berbagai pihak khususnya bagi bidang kesehatan Inderalaya, 20 September 2019 Penulis , Dwi Aprillianthi NIM. 08061181520004

(10)
(11)

xi

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL ... i

HALAMAN PENGESAHAN SEMINAR HASIL ... ii

HALAMAN PENGESAHAN SKRIPSI ... iii

HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ILMIAH ... iv

HALAMAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... v

HALAMAN PERSEMBAHAN DAN MOTTO ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

ABSTRACK ... viii

ABSTRAK ... ix

DAFTAR ISI ... x

DAFTAR TABEL ... xiii

DAFTAR GAMBAR ... xiv

DAFTAR LAMPIRAN ... xv

DAFTAR SINGKATAN ... xvi

DAFTAR ISTILAH ... xvii

BAB I PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Perumusan Masalah ... 4

1.3 Tujuan Penelitian ... 4

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 6

2.1 Tanaman Daun Ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linn.) ... 6

2.1.1 Deskripsi dan Klasifikasi Daun Ruku-ruku ... 6

2.1.2 Kandungan Kimia dan Manfaat ... 7

2.2 Ekstraksi ... 8

2.3 Flavonoid ... 9

2.4 Hiperurisemia ... 11

2.4.1 Sintesis Asam Urat ... 13

2.4.2 Klasifikasi Hiperurisemia ... 14 2.4.2.1 Hiperurisemia Asimptomatik ... 14 2.4.2.2 Arthritis Akut ... 14 2.4.2.3 Fase Interkritikal ... 15 2.4.2.4 Arthritis Kronik ... 15 2.5 Terapi Hiperurisemia ... 15 2.5.1 Fase Akut ... 15 2.5.1.1 NSAID ... 15 2.5.1.2 Kortikosteroid ... 16 2.5.1.3 Kolkisin ... 16 2.5.2 Fase Kronik ... 17

2.5.2.1 Xanthine Oxidase Inhibitor ... 17

2.5.2.2 Urikosurik ... 17

(12)

xii

2.6 Allopurinol ... 17

2.7 Potassium Oxonate ... 19

2.8 Hewan Percobaan ... 20

BAB III METODE PENELITIAN... 22

3.1 Waktu dan Tempat ... 22

3.2 Alat dan Bahan ... 22

3.2.1 Alat ... 22

3.2.2 Bahan ... 22

3.2.3 Hewan uji ... 22

3.3 Metode Penelitian ... 23

3.3.1 Pengambilan dan Determinasi Sampel ... 23

3.3.2 Preparasi Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku ... 23

3.3.3 Skrining Fitokimia ... 23

3.4.4.1 Alkaloid ... 23

3.4.4.2 Saponin ... 23

3.4.4.3 Flavonoid ... 24

3.4.4.4 Tanin ... 24

3.4.4.5 Steroid dan Terpenoid ... 24

3.3.4 Identifikasi Flavonoid dengan KLT ... 24

3.3.5 Karakterisasi Ekstrak Etanol daun Ruku-ruku ... 25

3.4.5.1 Susut Pengeringan ... 25

3.4.5.2 Kadar Air ... 25

3.4.5.3Kadar Sari Larut Air ... 26

3.4.5.4Kadar Sari Larut Etanol ... 26

3.4.5.5Kadar Abu Total ... 26

3.4.5.6Kadar Abu Tak Larut Asam ... 27

3.4.5.7Bobot Jenis ... 27

3.3.6 Pembuatan dan Penyiapan Sediaan Uji ... 28

3.3.6.1 Pembuatan Suspensi Na CMC 0,5%b/v ... 28

3.3.6.2 Pembuatan Larutan Allopurinol ... 28

3.3.6.3 Pembuatan Jus Hati Ayam ... 28

3.3.6.4 Pembuatan Larutan Kalium Oksonat ... 29

3.4.6.5 Pembuatan Sediaan Ekstrak Daun Ruku-ruku ... 29

3.3.7 Pengkondisian dan Rancangan Hewan Uji ... 29

3.3.8 Perlakuan Hewan Uji ... 30

3.3.9 Pengukuran Kadar Asam Urat ... 31

3.4Analisis Data ... 32

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 34

4.1 Determinasi Daun Ruku-ruku (Ocimum basilicum L. ... 34

4.2 Preparasi Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku ... 34

4.3 Uji Fitokimia Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku ... 35

4.4 Kromatografi Lapis Tipis (KLT) ... 37

4.4.1 Flavonoid ... 37

4.5 Karakterisasi Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku ... 39

4.5.1 Organoleptis Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku ... 39

4.5.2 Penetapan Kadar Air dan Susut Pengeringan ... 40

4.5.3 Penetapan Kadar Sari Larut Air dan Etanol ... 40

(13)

xiii

4.5.5 Bobot Jenis ... 42

4.6 Pemberian Sediaan dan Penginduksian Hewan Uji ... 42

4.7 Pengukuran Kadar Asam Urat ... 45

4.8 Effetive Dose 50 (ED50) ... 49

4.9 Analisis Data ... 51

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 53

5.1 Kesimpulan ... 53

5.2 Saran ... 53

DAFTAR PUSTAKA ... 54

LAMPIRAN ... 60

(14)

xiv

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 3.1 Rancangan Kelompok Hewan Uji... 31

Tabel 4.2 Uji Fitokimia dengan Menggunakan Reagen ... 35

Tabel 4.3 Hasil Karakterisasi Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku

...

39

Tabel 4.4Parameter Identitas dan Organoleptis Ekstrak ... 39

Tabel 4.5 Hasil Pengukuran Kadar Asam Urat Hewan Uji ... 46

(15)

xv

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2.1 Tanaman Daun Ruku-ruku ... 7

Gambar 2.2 Struktur Dasar Flavonoid ... 10

Gambar 2.3 Struktur Asam Urat ... 12

Gambar 2.4 Struktur Allopurinol ... 18

Gambar 2.5 Reaksi Penghambatan Asam Urat oleh Allopurinol ... 18

Gambar 2.6 Mekanisme Kerja Potasium Oxonate ... 19

Gambar 4.7 Reaksi Senyawa Flavonoid dengan Serbuk Mg dan HCl ... 36

Gambar 4.8 PersamaanReaksi Steroid ... 36

Gambar 4.9 Persamaan Reaksi Tanin ... 37

Gambar 4.10Hasil KLT Flavonoid Ekstraak Etanol Daun Ruku-ruku ... 38

Gambar 4.11Mekanisme Reaksi Flavonoid dengan Aluminium Klorida ... 39

Gambar 4.12Reaksi Pembentukan Senyawa Kuinonimin ... 46

Gambar 4.13Grafik rata-rata kadar asam urat hari ke-0 sampai hari ke 12 ... 47

Gambar 4.14 Mekanisme inhibisi flavonoid terhadap enzim XO... 49

(16)

xvi

DAFTAR LAMPIRAN

Halaman

Lampiran 1 Skema Kerja Umum ... 60

Lampiran 2 Preparasi Ekstrak Etanol Daun Ruku-ruku ... 61

Lampiran 3 Persiapan dan Desain Penelitian ... 62

Lampiran 4 Pegukuran Kadar Asam Urat ... 63

Lampiran 5 Rancangan Hewan Uji ... 64

Lampiran 6 Perhitungan Dosis Allopurinol ... 65

Lampiran 7 Perhitungan Pembuatan Sediaan Uji Antihiperurisemia ... 66

Lampiran 8 Perhitungan Dosis Kalium Oksonat ... 70

Lampiran 9 Perhitungan Persentase Rendemen ... 72

Lampiran 10 Hasil Skrinning Fitokimia ... 73

Lampiran 11 Karakterisasi Ekstrak ... 76

Lampiran 12 Hasil Pengukuran Kadar Asam Urat ... 79

Lampiran 13 Analisa Statistika ... 82

Lampiran 14 Dokumentasi Penelitian ... 85

Lampiran 15 Sertifikat Analisis Allopurinol... 88

Lampiran 16 Hasil Determinasi ... 89

Lampiran 17 Sertifikat Kode Etik ... 90

(17)

xvii

DAFTAR SINGKATAN

AlCl3 : Aluminium Chlorida

ANOVA : Analysis of Variance

AMP : Adenosine Monophosphate

BB : Berat Badan

DBHS : 3,5-dichloro-2-hydroxybenzensulfonic acid

DNA : Deoxyribose Nucleic Acid

EDTA : Ethylenediaminetetraacetic acid

ED50 : Effective Dose 50

GMP : Guanosine Monophosphate

HED : Human Equivalent Dose

IMP : Inosine Monophosphate

KAU : Kadar Asam Urat

KLT : Kromatografi Lapis Tipis

LSD : Least Significant Differences Na CMC : Natrium Carboxy Methyl Cellulose NaCl : Natrium Chlorida

NaOH : Natrium Hidroksida

PKAU : Penurunan Kadar Asam Urat

PRPP : Phosporibosil Pyrophosphate

RNA : Ribose Nucleic Acid

rpm : Rotasi Per Menit

SD : Standar Deviasi

SPSS® : Statistical Package for the Social Sciences UV-Vis : Ultraviolet - Visible

(18)

xviii

DAFTAR ISTILAH

Anafilaksis: Respon imunologi yang berlebihan terhadap suatu bahan dimana seorang individu pernah tersensitasi oleh bahan tersebut.

Bronkitis : Perasangan yang terjadi pada saluran utama pernafasan atau bronkus.

Enzim Urikase : Enzim yang berperan dalam metabolism nitrogen dan katalis spesifik untuk mengoksidasi asam urat.

Gout : Suatu penyakit yang terjadi karena deposisi kristal asam urat pada jaringan sekitar sendi.

Hiperurisemia : Peningkatan kadar asam urat dalam darah.

Homeostatis : Suatu kondisi keseimbangan internal yang ideal, dimana semua sistem tubuh bekerja dan berinteraksi dalam cara yang tepat untuk memenuhi semua kebutuhan dari tubuh. Inhibisi : Zat yang menghambat atau yang memperlambat laju

reaksi.

Kromofor : Suatu gugus fungsi yang tidak terhubung dengan gugus lain, yang menampakkan spectrum absorbsi dan merupakan senyawa organik yang memiliki ikatan rangkap terkonjugasi.

Xantin Oksidase : Enzim yang berperasn sebagai katalisator dalam proses oksidasi hipoxantin menjadi xantin dan kemudian mengubahnya menjadi asam urat.

(19)

19

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Asam urat merupakan substansi hasil akhir pemecahan purin atau produk sisa dalam tubuh yang merupakan hasil dari katabolisme purin yang dibantu oleh enzim guanase dan xantin oksidase (Shamley, 2005). Asam urat ini dibawa ke ginjal melalui aliran darah untuk dikeluarkan bersama urin, jika terjadi gangguan eliminasi asam urat melalui ginjal maka menyebabkan menurunnya sekresi asam urat ke dalam tubuli ginjal (Mutshler, 1991) sehingga akan terjadi peningkatan kadar asam urat dalam darah, hal ini merupakan suatu kondisi yang disebut hiperurisemia (Katzung, 1994).

Kadar normal asam urat dalam darah adalah 3,4-7,0 mg/dL pada pria dan 2,4-5,7 mg/dL pada wanita (Krisdayanti et al., 2016). Tingginya kadar asam urat di dalam darah penderita hiperurisemia disebabkan banyaknya sisa-sisa pembuangan hasil metabolisme purin, sedangkan ekskresi asam urat melalui urin terlalu sedikit (Karisnatuti, 1997).

Prevalensi penyakit gout di Indonesia sebesar 11,9% dan di Jawa Timur adalah 26,4% dalam 5 tahun terakhir.Hasil penelitian lainnya seperti di Jawa Tengah didapatkan prevalensi arthritis gout sebesar 1,7% dan di Palembang penderita gout dominan pada laki-laki sebesar 88,2% dan perempuan sebesar 11,8% dari total penderita gout. Hal ini disebabkan karena kurangnya kontrol dalam mengonsumsi makanan yang kaya akan purin seperti yang biasa kita temui pada masakan padang terutama usus dan jeroan (Muzakar, 2017). Hiperurisemia cenderung meningkat pada laki-laki yang berumur 30 tahun dan pada wanita yang

(20)

20

berumur 50 tahun. Kadar asam urat pada laki–laki akan meningkat setelah pubertas sedangkan pada wanita akan meningkat setelah menopause, sehingga pria lebih beresiko dari pada wanita (Dipiro et al., 2008). Hal ini disebabkan adanya hormon esterogen pada wanita, adanya hormon esterogen dapat membantu meningkatkan ekskresi asam urat melalui ginjal, sehingga asam urat dapat dikontrol (Price dan wilson, 2005).

Obat-obat kimia yang sering digunakan dalam upaya menurunkan kadar asam urat salah satunya adalah allopurinol. Obat ini lebih mudah didapat dan lebih cepat menyembuhkan, tetapi penggunaan obat-obat tersebut dalam jangka waktu yang lama akan menyebabkan kerusakan terutama pada organ hati dan ginjal (Apriadji and Lasmadiwati, 2002), selain itu allopurinol memiliki beberapa efek samping yaitu kemerahan pada kulit, leukopenia, dan kadang–kadang terjadi toksisitas pada gastrointestinal dan meningkatkan serangan akut gout pada awal terapi (Pertamawati, 2015). Oleh karena itu masyarakat banyak yang beralih menggunakan tanaman sebagai obat tradisional untuk mengatasi keluhan yang disebabkan oleh meningkatnya kadar asam urat.

Daun ruku-ruku telah digunakan sebagai ekspektoran, diaforetik, antikanker, antihelmintik, analgesik, antifungi dan tonik. Daun kering dapat digunakan untuk menangani infeksi saluran pernafasan, sedangkan jus daun segar digunakan untuk mengatasi bronchitis dan penyakit kulit (Geeta et al., 2001). Tanaman ruku-ruku mengandung beberapa metabolit sekunder yakni diantaranya, minyak atsiri, flavonoid, triterpenoid, alkaloid, tanin dan saponin (Shafqatullah et

al., 2013).Flavonoid sendiri dapat menurunkan kadar asam urat dengan

(21)

21

Vasudeva (2014) yang telah melakukan penelitian tentang tanaman marjoram, yang termasuk kedalam famili Lamiacea, menyatakan bahwa ekstrak etanol akar dan kulit batang dari tanaman marjoram (Origanum majorama) memiliki aktivitas sebagai antihiperurisemia dengan dosis 200 mg/kgBB dan 400mg/kgBB. Pada penelitian Effendi dkk.(2015) menyatakan bahwa ekstrak etanol dari daun kemangi (Ocimum americanum L.) dengan genus yang sama dengan tanaman ruku-ruku, memiliki dampak terhadap penuruan kadar asam urat dengan dosis sekecilnya 700mg/200gBB. Aktivitas tersebut berkaitan dengan adanya senyawa yang terkandung dalam ekstrak batang dan akar marjoram yaitu mengandung senyawa flavonoid.Senyawa flavonoid dan alkaloid pada tanaman dapat berperan sebagai obat untuk penyakit gout dengan menghambat kerja

Xanthine Oxidase (Cengiz, 2012).

Pada tikus putih, asam uratnya akan diubah menjadi allantoin karena adanya aktivitas enzim uricase dan allantoin akan larut dalam air dan dapat diekskresi melalui urin sehingga kadar asam urat dalam darah tikus cenderung lebih kecil daripada manusia (Murray et al., 2009).

Pada penelitian Masruroh (2014) digunakan kalium oksonat sebagai penginduksi pada hewan uji yang akan mempercepat terjadinya kondisi hiperurisemia. Hal ini dikarenakan mekanisme kerja kalium oksnoat yang dapat menghambat kerja enzim uricase sehingga asam urat pada hewan uji tidak bisa dieksresikan karena tidak terbentuknya allantoin.Penghambatan kerja enzim

uricase akan mempercepat terjadinya kondisi hiperurisemia serta kondisi hewan

(22)

22

Berdasarkan dari latar belakang tersebut, akan dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui potensi dan dosis efektif ekstrak etanol daun ruku-ruku dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus jantan galur wistar yang diinduksi jus hati ayam. Jus hati ayam dapat meningkatkan kadar asam urat karena mengandung kadar purin yang tinggi. Pengukuran kadar asam urat dilakukan menggunakanmetode kolorimetrik enzimatis denganmenggunakan reagen asam urat (buffer fospat pH7, enzim urikase, enzim peroksidase, 4-aminoantipirin, 3,5-dikloro-2-hidroksibenzensulfonic acid (DBHS) (Zhao et al,. 2009).

1.2. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, dapat dirumuskan beberapa masalah dalam penelitian yakni :

1. Bagaimana karakteristik ekstrak etanol daun ruku-ruku (Ocimum

tenuiflorum Linn)?

2. Bagaimana pengaruh ekstrak etanol daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linn) dalam menurunkan kadar asam urat darah pada tikus putih jantan hiperurisemia?

3. Berapa dosis efektif (ED50) dari ekstrak etanol daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linn) sebagai antihiperurisemia?

1.3. Tujuan Penelitian

Penelitian yang akan dilakukan memiliki beberapa tujuan, yakni :

1. Mendapatkan data parameter karakteristik ekstrak etanol daun ruku-ruku (Ocimum tenuiflorum Linn).

(23)

23

2. Mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun ruku-ruku (Ocimum

tenuiflorum Linn)dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah tikus

putih jantan hiperurisemia.

3. Menentukan dosis efektif (ED50) dari ekstrak etanol daun ruku-ruku

(Ocimum tenuiflorum Linn) sebagai antihiperurisemia.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai potensi ekstrak etanol daun ruku-ruku yang dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah sehingga dapat menjadi alternativ lain untuk pengobatan hiperurisemia. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi rujukan, sumber informasi dan database farmakologi bahan alam dari famili Lamiaceaekhususnya bagian daun tanaman ruku-ruku (Ocimum tenuiflorumLinn) dan diharapkan dapat menambah data penelitian penggunaan tanaman obat yang berkhasiat sebagai antihiperurisemia.

(24)

24

DAFTAR PUSTAKA

Adiyati PN. 2011, Ragam Jenis Ektoparasit pada Hewan Coba Tikus Putih

(Rattus novergicus) Galur Sparague dawley.Fakultas Kedokteran Hewan

Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.

Alegantina, S., Isnawati, A. & Arifin., K.M. 2000, Disolusi dan penetapan kadar

allopurinol sediaan generic dan sediaan dengan nama dagang,

Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Ansel, H. C. 1989, Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi: Edisi IV, Universitas Indonesia, Jakarta, Indonesia.

Apriadji, W. H. dan E. Lasmadiwati.2002, Obat Alami dari Dapur dan Halaman, Penerbit Majalah Nurmala, Jakarta, Indonesia.

Astari. 2008, Pengaruh Pemberian Decota Daun Dewa (Gynura pseudochina (L) DC ) terhadap Penurunan Kadar Asam Urat Serum Pada Mencit Putih

Jantan Galur Balb-C Hiperurisemia, Universitas Muhammadiyah,

Surakarta.

Azizah, D.N., Kumolowati, E. & Faramayuda, F. 2014, Penetapan kadar flavonoid metode AlCl3 pada ekstrak metanol kulit buah kako (Theobroma cacao L.), Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi, 2(2): 345 – 49.

Baroroh, F., Aznam, N., & Susanti, H. 2011, Uji efek antihiperglikemik ekstrak etanol daun kacapiring (Gardenia augusta, Merr) pada tikus putih jantan galur wistar, J. Ilm. Kefarm., 1(1):49.

Burns, C., Wortmann, R. 2012, Clinical Features and Treatment of Gout. In

Firestein, G. (ed.), Kelley’s Textbook of Rheumatology, 9th Edn, W.B.

Saunders New York, USA.

Cengiz, et al. 2012, Inhibition of xanthine oxidase by Caulerpenyne from Caulerpa prolifera: 37(4):445–451, Turk J Biochem.

Cos, et al. 1998, Structure-Activity Relationship and Classification of Flavonoids as Inhibitors of Xanthine Oxidase and Superoxide Scavengers (Journal of

Natural Products) Volume 61 (1): 71-76.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.1986, Medical Herb Index in

Indonesia, PT Esai Indonesia, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1995, Materia Medika Indonesia. Edisi VI. Hal.182, 321-325, PT ESAI Indonesia, Jakarta.

Departemen Kesehatan Republik Indonesia.2000, Materia Medika Indonesia Jilid

(25)

25

Dipiro, et al. 2008, Pharmacotherapy: A Pathophysiological Approach Edisi 7. Mc Graw Hill, New York, USA.

Dipiro, et al. 2011, Pharmacotherapy: A Patophysiological Approach: Edisi 8, McGaraw-Hill, Amerika Serikat.

Dira dan Harmely.2014, Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Sambiloto (Androgravis paniculata Ness), Brotowali (Tinospora crispa (L.)Hook.& Thomson), Manggis (Garcinia mangostana L.), Lada Hitam (Piper nigrum L.) dan Jahe Merah (Zingiber officinale Rosc.) secara In Vivo.Prosiding Seminar Nasional dan Workshop “Perkembangan Terkini

Sains Farmasi dan Klinik IV”, Padang.

Effendi, dkk. 2015, Efek Samping Ekstrak Etanol 96% dan 70% Herba Kemangi

(Ocimum americanum L) yang Bersifat Estrogenik Terhadap Kadar Asam

Urat Tikus Putih, Universitas Pakuan.

Ergina, Nuryanti, S. & Pursitasari, I.D. 2014, Uji kualitatif senyawa metabolit sekunder pada daun palado (agave angustifolia) yang diekstraksi dengan pelarut air dan etanol, Jurnal Akademia Kimia, 3(3): 165 – 172.

Geeta, DM Vasudevan, R Kedlaya, S Deepa and M Ballal M. 2001, Activity of Ocimum sanctum (the traditional Indian medicinal plant) against the enteric pathogens: Vol:55, 434-438,Indian J. Med. Sci.

Golan, Tashjian, dan Amstrong. 2007, Principles of Pharmacology: The

Pathophysiologic Basic of Drug Therapy. Edisi II. Philadelphia: Lippincott

Williams and Wilkins.

Goodman dan Gilman.2012, Dasar Farmakologi Terapi, EGC, Jakarta.

Harbone, J.B. 1987, Metode fitokimia penuntun cara modern menganalisis

tumbuhan, Penerbit ITB, Bandung, Indonesia.

Harrison, T. R. 2008, Principles of Internal Medicine Edisi 17, Mc Graw Hill, New York, USA.

Harvey, R. A. dan Ferrier, D. R. 2011, Biochemistry Edisi 5, Lippincott Williams and Wilkins, USA.

Hidayat, Rudy. 2009, Gout dan Hiperurisemia: Vol. 22 (1): 47-50, Medicinus, Indonesia.

Huang, Y.L., Pei YY., Chien CS. & Chien CC. 2003, Antioxidant Flavonoids

from The Rhizomes of Helminthostachys zeylanica, Phytochemistry, 64:

1227-1283.

Jansen, P.C.M. 1999, Plant Resources of Souuth Asia No 13 Spices: 258-259, Manior spices in de Guzman, C.C. Siemonsma, J.S. Edition.

(26)

26

Kamisah, Y., Otham, F., Qodriyah, M.S, & Jaarin, K. 2013, Review article:

Parkia speciosa Hassk: A potential phytomedicine, Hindawi, 1 – 9.

Karisnatuti, D. 1997, Perencanaan Menu untuk Penderita Gangguan Asam Urat, Niaga swadaya, Jakarta, Indonesia

Katzung, B. G., dan Trevor, A. J. 1994, Buku Bantu Farmakologi, EGC, Jakarta. Katzung, B. G., Masters, S. B., dan Trevor, A. J. 2012, Basic and Clinical

Pharmacology, Mc Graw Hill Medical, New York, USA.

Koda-Kimble, et al. 2009, Applied Therapeutics : The Clinical Use of Drugs 9th

Edition, Lippincot William and Wilkins, USA.

Krisdayanti, et al. 2016, Uji Aktivitas Antihiperurisemia Ekstrak Etanol Biji Salak

(Salacca zalacca (Gaertn.)Voss.)terhadap Tikus Putih Jantan Galur Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Kalium Oksonat, Fakultas Farmasi

Universitas Mulawarman, Samarinda.

Krinke,G.J. 2000, The Laboratory Rat, CA: Academic Press, San Diego.

Kshirsagar, A., Purnima, A. 2008, Evaluation of calotropis gigantea flower extract of alcohol induced hepatotoxicity, J. Cell Tissue Research, 4(19): 1551 – 1556.

Kumar, S., Pandey, A. 2013, Chemistry and Biologycal Activities of Flavomoids: An Overview, The Scientific World Journal, 1-16.

Lin, Chen, Liang, dan Lin. 2002, Molecular Modeling of Flavonoids that Inhibits Xanthine Oxidase: Vol. 294: 167–172, Biochemical and Biophysical

Research Communications.

Listyawati S. 2006, Aktivitas Hipourikemik Ekstrak Buah Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa). Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia XXIX

: Penggalian, Pelestarian, Pengembangan dan Pemanfaatan Tumbuhan Obat Indonesia, Universitas Sebelas Maret Press, Surakarta.

Malole, M.B.M., Pramono C.S.U. 1969, Penggunaan Hewan-hewan Percobaandi

Laboratorium, IPB, Bogor, Indonesia.

Mandell, Brian F. 2008. Cleveland Clinic Jounal of Medicine: Clinical Manifestation of Hyperuricemia and Gout. Departement of Rheumatic and

Immunologic Disaeses, Center for Vasculitis Care and Research.

Marliana, S.D., Suryanti, V. & Suyono. 2005, Skrining fitokimia dan analisis kromatografi lapis tipis komponen kimia buah labu siam (Sechiume dule) dalam ekstrak etanol, Biofarmasi Universitas Negeri Surakarta, Surakarta, 3(1): 26 – 31.

(27)

27

Masruroh, Ika Nur. 2016, Uji Aktivitas Antihiperurisemia Esktrak Metanol Biji Juwet (Syzygium cumini (L.)Skeels) pada Mencit Jantan Galur Balb-C Hiperurisemia [Skripsi], Fakultas Farmasi Universitas Jember, Jember. Misnadiarly. 2007, Rematik: Asam Urat, Hiperurisemia, Arthritis Gout, Pustaka

Obor Populer, Jakarta, Indonesia.

Mo, et al. 2007, Hypouricemic Action of Selected Flavonoids in Mice: Structure-activity Relationships: Vol. 30: 1551–1556, Biological & Pharmaceutical

Bulletin.

Motaleb, Muhammad Abdul. 2011, Selected Medicinal Plants of Chittagong

Hills Tracks, International Union for Conservation of Nature, Bangladesh,

India.

Murray, R. K., Granner, D. K., dan Rodwell, V. W. 2009, Biokimia Harper Edisi 27, EGC, Jakarata, Indonesia.

Mutschler, E. 1991, Dinamika Obat Buku Ajar Farmakologi dan Toksiologi, ITB, Bandung, Indonesia.

Muzakar, dkk. 2017, Pengaruh Konseling Diet Rendah Purin dan Tinggi Omega-3 Terhadap Kadar Asam Urat Pasien Gout Rawat Jalan di Rumah Sakit dr. Ak. Gani Palembang pada Tahun 2015, Jurnal Penelitian Terapan

Kebijakan.

Ntezurubanza L, Scheffer J, Looman A. 1985, Composition of the essential oil of Ocimum canum grown in Rwanda, Pharm Weekbl Sci.

Nugroho, B.W., Dadang, & Prijono, D. 1999, Pengembangan dan pemanfaatan

insektisida alami, Pusat Kajian Pengendalian Hama Terpadu, IPB Press,

Bogor, Indonesia.

Oliveira, E. P. dan Burini, R. C. 2012, High Plasma Uric Acid Concentration:

Causes and Consequences.Diabetology and Metabolic Syndrome, USA.

Pacher, P., Nivorozhkin, A., dan Szabo, C. 2006, Therapeutic Effects of Xanthine Oxidase Inhibitors: Renaissance Half A Century After the Discovery of Allopurinol: Vol. 58 (1): 87–114, Intramural Research of National Institutes

of Health.

Price, S. A. dan Wilson, L. MC. 2005, Patofisiologi: Konsep Klinis Proses-proses

Penyakit Edisi 6, EGC, Jakarta, Indonesia.

Pertamawati.2015, Uji Penghambatan Aktivitas Enzim Xantin Oksidase Terhadap Ekstrak Kulit Kayu (Caesalpinia sappan L.), PUSPIPTEK Serpong.

(28)

28

Priyambodo S. 1995, Pengendalian Hama Tikus Terpadu, Penebar Swadaya, Jakarta, Indonesia.

Ray, Debkumar., Sumana Chudhury. 2012, Effect of Ocimum in Chemothraphy Induced Oxidative Stress, Journal of Evolution of Medical and Dental

Sciences.

Rivai, H., Septika, R. & Boestari, A..2013, Karakterisasi herba meniran (phyllantus niruri Linn.) dengan analisa fluoresensi, Jurnal Farmasi Higea, 5(2):15-20.

Saifudin, A., Rahayu, V. & Teruna, H.Y. 2011, Standardisasi bahan obat alam, Graha Ilmu, Yogyakarta, Indonesia.

Samudralwar, DL, Garg AN. 1996, Minor and Trace Elemental Determination in the Indian Herbal and other Medicinal Preparations: 54(2): 113-121, Biol

Trace Elem Res.

Schunack, W., Mayer, K. & Haake, M. 1993.Senyawa obat, edisi ke-2, Diterjemahkan Joke Wattimena dan Sriewoelan Soebito, Penerbit Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia.

Sembiring, B., Ginting, & Edi, I. 2006, Pengaruh kehalusan bahan dan lama

ekstraksi terhadap mutu ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza

Roxb), Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Vol. 17(2): 53 – 58.

Setiabudi, D.S. & Tukiran. 2017, Uji skrining fitokimia ekstrak metanol kulit batang tumbuhan klampok watu (Szygium litorale), Journal of Chemistry, 6(3): 157.

Shafqatullah., Khurram Muhammad., Asadullah., Khakiqurrehman., Khan Faehat Ali. 2013, Comparative analyses of Ocimum sanctum stem and leaves for phytochemicals and inorganic, Middle-East Journal of Scientific Reasearch. Shallant. 2014, Protective effects of wheat bran and buckwheat hull exctracts against hypercholesterolemia in male rats, International Journal Advanced

Reseacrh, 2(5): 724 – 736.

Shamley, D. 2005, Pathophysiology An Essential Text for the Allied Health

Professions, Elsevier Limite. USA.

Smith, E., dan March, L. 2015, Global Prevalence of Hyperuricemia : A

Systematic Review of Population Based Epidemiological Studies. Arthritis

Rheumatol: Vol. 67, USA.

Shandhar, Kumar, Prasher, Tiwari, Salhan, dan Sharma. 2011, A Review of Phytochemistry and Pharmacology of Flavonoids: Vol. 1 (1): 25-41,

(29)

29

Sirois, M. 2005, Laboratory Animal Medicine: Primciples and Procedures, Philadephia.

Skoog, W.H. 2002, Fundamentalof Analytical Chemistry, 8th ed, Thomas BrooksCole, New York. USA

Sudarsono, Gunawan D, Wahyuono S, Donatus IA, Purnomo.2002, Tumbuhan

obat II (hasil penelitian, sifat-sifat, dan penggunaannya), Pusat Studi Obat

Tradisional Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Suharsanti, R. 2015, Standarisasi Ekstrak Daun Som (Talinum paniculatum

(Jacq) Gaertn) untuk Menjamin Mutu Penggunaan Sebagai Obat Herbal,

Yayasan Farmasi Semarang.

Sulistiarini D. 1999, Ocimum gralissimum L. In: LPA Oyen and NX Dung. Plant

Resources of South-East Asia Number 19. Essential oil plants, 140-142.

PROSEA Bogor, Indonesia.

Syukri, M. 2007. Asam urat dan hiperurisemia, majalah kedokteran nusantara, Volume 40 (1).

Vasudeva, et al. 2014, Antigout and Antioxidant Activity of Stem and Root of Origanum Majorama, American Journal of Drugs Disccovery and

Development.

Wagner, 1984 cit Sari, Y. D., Djannah, S. N. &Nurani H. L., 2010, Uji Aktivitas

Antibakteri Infusa Daun Sirsak (Annona muricta L.) Secara In Vitro terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta Profil KLTnya,

Universitas Ahmad Dahlan, Yogyakarta, Indonesia.

Wijayanti, M.N. 2016, „Uji aktivitas antioksidan dan penetapan kadar fenolik total ekstrak etanol buah buni (Antidesma bunius (L.) Spreng) dengan metode 2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl (DPPH) dan metode folin-ciocalteu‟,

Skripsi, S.Farm., Program Studi Farmasi, Fakultas Farmasi, Universitas

Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia.

Wilmana F. 2005, Farmakologi dan Terapi. Edisi IV. Jakarta : Bagian Farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia : 220-221.

Yulianto, D. 2009, „Inhibisi xantin oksidase secara in vitro oleh ekstrak rosela (Hibiscus sabdariffa) dan ciplukan (Physalis angulata), Skripsi, S.Farm, MIPA, Institut Pertanian Bogor, Bogor, Indonesia.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :