• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN. 1.1 Latar belakang"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Pada era globalisasi seperti sekarang ini pusat-pusat perbelanjaan sudah mulai banyak seperti mall, pertokoan, ruko dan sebagainya. Pada saat kita sedang berada di mall, di jalan, di café, maupun di pertokoan kita sering melihat hasil-hasil printing/percetakan seperti kartu nama, brosur, poster, spanduk, banner, majalah dan lain sebagainya yang dicetak sebagai media promosi. Kita sering menerimanya melalui sales-sales yang kita temui tetapi kita hanya melihatnya sekali lalu membuangnya jika tidak penting bagi penerimanya. Pada saat kita sering melihat/mendapatkan brosur maupun lainnya dari sebuah brand yang sama secara terus menerus tentunya brand tersebut akan teringat oleh kita dan kita pun menjadi penasaran dan mencari produk tersebut untuk mencobanya. Dengan media ini seorang penjual akan lebih mudah mempromosikan barangnya karena model medianya sederhana dan akan lebih cepat diingat oleh konsumen dibandingkan dengan media lainnya. Disamping itu penjual tetap bisa beriklan meskipun tidak ada orangnya. Artinya jika penjual meletakkan brosurnya di tempat-tempat keramaian tanpa disuruh orang-orang akan tertarik untuk mengambil brosurnya. Inilah tujuan dari adanya media promosi yang dicetak oleh percetakan, untuk membantu orang-orang mempromosikan barangnya agar dibeli oleh masyarakat. Ditambah belakangan ini jumlah wirasusaha/entrepreneur di Indonesia meningkat. (Badan Pusat Statistik, 2014) mencatat jumlah wirausahawan per Februari 2014 mencapai 44,20 juta orang dari 118,17 juta orang penduduk Indonesia yang bekerja. Jumlah tersebut terdiri dari jumlah penduduk berusaha sendiri 20,32 juta orang, berusaha dibantu buruh tidak tetap 19,74 juta orang dan berusaha dibantu buruh tetap 4,14 juta orang.

(2)

Berikut ini adalah grafik perbandingan jumlah penduduk dengan jumlah wirausahawan di Indonesia:

Grafik 1.1 Grafik perbandingan jumlah penduduk dengan jumlah wirausahawan di Indonesia

Sumber : Badan Pusat Statistik (2014)

Dan ini adalah grafik perbandingan jumlah wirausahawan per Februari 2014 di Indonesia:

Grafik 1.2 Jumlah wirausahawan per Februari 2014 di Indonesia Sumber : Badan Pusat Statistik (2014)

Jumlah wirausaha sebanyak itu pasti mereka membutuhkan media promosi seperti kartu nama, brosur, dan lainnya seperti yang saya sebutkan diatas untuk mempromosikan produknya, dan pasti mereka mencetaknya di perusahaan percetakan. Di tahun 2010 usaha percetakan sudah mulai banyak peminatnya, ditambah dengan meningkatnya jumlah wirasusaha di Indonesia kemungkinan besar jumlah perusahaan printing saat ini semakin bertambah karena banyak peminatnya dan banyak yang mencarinya. (Buyung Wiranata, 2013), AGORA Vol. 1, No. 1 (2013), mengatakan perusahaan percetakan di Indonesia terus mengalami kenaikan sampai akhir tahun 2012. Berikut adalah grafik yang menujukkan kenaikan industry percetakan di Indonesia:

(3)

Grafik 1.3 Peningkatan industry grafika di Indonesia dari tahun 2011 ke 2012

Sumber: PPGI (2015)

Sejak tahun 2010 jumlah perusahaan percetakan / GRAFIKA telah mencapai 35.000 lebih perusahaan. Peningkatan ini juga didukung oleh data impor mesin-mesin percetakan yang naik 40% di tahun 2011 yaitu sebesar US$392 juta dibandingkan dengan impor pada tahun 2010 yang hanya sebesar US$ 280 juta saja. Berikut adalah grafiknya:

Grafik 1.4 Grafik permintaan impor mesin cetak dari tahun 2010-2011 di Indonesia

Sumber: PPGI (2015)

Menurut Jimmy Junianto, (3 September,2015) selaku Presiden Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI) mengatakan bahwa meningkatnya industri percetakan diakibatkan banyaknya konsumsi kertas. Menurut data dari Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia, (APKI) kapasitas kertas kini mencapai 12,5 juta ton setiap tahunnya sedangkan rata-rata konsumsi domestic sekitar 60-65% setiap tahun. Jika dilihat dari konsumsi domestic peningkatan industri grafika tahun ini (2011) kemungkinan tahun depan (2012) bisa lebih tinggi sebesar 5,3% dibandingkan dengan proyeksi awal 4,7%. (Rini Sumardi) Direktur PT. Wahana Kemalaniaga (Wakeni) mengatakan prediksi yang optimis tidaklah berlebihan apabila kita

(4)

mengkorelasikannya dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia. (Badan Pusat Statistik) mengatakan pada kuartal III/2011, pertumbuhan ekonomi Indonesia tumbuh 6,5% dibandingkan dengan kuartal III/2010. Percetakan (printing) merupakan teknologi atau seni yang memproduksi salinan dari sebuah image dengan sangat cepat, seperti kata-kata atau gambar-gambar (image) di atas kertas dan permukaan-permukaan lainnya. Setiap harinya, jutaan bahan cetak diproduksi, termasuk buku, kalender, buletin, majalah, surat kabar, poster, undangan pernikahan, perangko, kertas dinding, bahan kain dan tabloid. Peneliti mengambil contoh beberapa perusahaan percetakan dengan oplah terbesar seperti Kompas, Pos Kota, Monitor dan Majalah Nova. Berikut adalah grafik tingkat oplah dari beberapa perusahaan majalah tersebut:

Grafik 1.5 Tingkat oplah dari beberapa perusahaan majalah di Indonesia

Sumber: id.spsindonesia.org

Di dalam grafik disebutkan harian Kompas melakukan percetakan dengan tingkat oplah rata-rata 500 ribu eksemplar setiap hari dan mencapai 600 ribu eksemplar untuk edisi Minggu, lalu Pos Kota dengan 600 ribu eksemplar setiap harinya, Monitor dan Nova merupakan media cetak dengan oplah terbesar di Indonesia yaitu 750 ribu eksemplar per edisi. Ini karena hasil percetakan dapat dengan cepat mengkomunikasikan pemikiran dan informasi ke jutaan orang.Percetakan dianggap sebagai salah satu penemuan yang paling penting dan berpengaruh di dalam sejarah peradaban manusia.Bisnis percetakan adalah suatu jenis usaha yang mulai diperhitungkan keberadaannya dan semakin berkembang dengan pesat, hal ini dapat dilihat dari munculnya pemain-pemain baru dalam bisnis ini baik itu penjual atau pemasar percetakan dan juga pengusaha-pengusaha baru. Bisnis ini juga ditunjang dengan semakin banyak dan majunya

(5)

teknologi pendukung dari bisnis percetakan ini, diantaranya adalah untuk proofing warna sudah menggunakan mesin printer yang kualitas hasil cetaknya 90% sudah mirip dengan hasil cetak dan juga semakin banyaknya pengusaha yang membuka bisnis repro untuk film separasi warna. Percetakan PT. SBBSA adalah salah satu perusahaan yang berkembang di dunia percetakan sebagai pengadaan barang promosi dan percetakan.Peneliti akan membahas secara mendalam pada divisi percetakan ini. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persediaan kertas di percetakan ini. PT. SBBSA sendiri memiliki masalah dalam persediaan, dimana perusahaan terkadang mengalami kekurangan stok kertas HVS A4 70gr pada saat menerima pesanan konsumen.

Perusahaan tidak mengetahui berapa jumlah kertas yang harus dipesan setiap bulannya karena perusahaan ini tidak pernah melakukan peramalan permintaan pada periode yang akan datang. Hal ini diakui oleh Direktur PT.SBBSA, (Benny, 2015) pada saat wawancara dengan peneliti. Direktur PT. SBBSA, (Benny, 2015), berharap bahwa peneliti dapat membantu perusahaannya untuk meramalkan kebutuhan jumlah persediaan kertas yang harus tersedia dan waktu pembelian yang tepat agar tidak terjadi stock out seperti yang selama ini terjadi.

Peneliti akan melakukan penelitian dengan metode sistem peramalan yang akan membantu perusahaan dalam membuat perencanaan mengenai perkiraan permintaan untuk periode berikutnya, serta menganalisis bagaimana persediaan kertas dari PT.SBBSA sehingga persediaannya dapat disesuaikan dengan peramalan yang dilakukan agar tidak terjadi kekurangan barang lagi.

Tabel 1.1 Data persediaan dan permintaan kertas HVS A4 70 gr 2015 pada PT. Setia Budi Bakti Sukses Anugrah

Bulan

Persediaan Tahun

2015 (rim) Permintaan 2015 (rim)

SISA

Januari 178 200 -22

Februari 250 400 -150

Maret 350 200 150

(6)

Mei 500 400 100 Juni 300 200 100 Juli 200 300 -100 Agustus 250 400 -150 September 350 600 -250 Oktober 500 400 100 November 450 500 -50 Desember 625 800 -175 TOTAL 4253 5000 -747

Sumber: PT. Setia Budi Bakti Sukses Anugrah

Grafik 1.6 Grafik persediaan barang vs permintaan konsumen 2015 Sumber: Hasil Pengolahan Data (2015)

1.2. Identifikasi masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang ditemukan maka perlunya dilakukan metode peramalan yang dapat membantu perusahaan dalam menentukan jumlah persediaan barang dengan menggunakan metode EOQ. Dengan demikian permasalahan dalam penelitian dapat dirumuskan sebagai berikut:

(7)

1. Metode peramalan apa yang tepat untuk meramalkan permintaan kertas pada perusahaan PT. SBBSA?

2. Berapa jumlah pesanan kertas HVS A4 70gr yang optimal bagi PT. SBBSA?

3. Bagaimana perbandingan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebelum dan sesudah menggunakan metode EOQ?

1.3. Ruang lingkup penelitian

Ruang lingkup penelitian saya adalah sebagai berikut:

1. Dalam penulisan laporan penelitian ini penulis melakukan penelitian di sebuah perusahaan yang bergerak dipercetakan yaitu PT. SBBSA di Jln. Penyelesaian Tomang IV Meruya Selatan, Kavling BRI B/4, Jakarta Barat.

2. Penelitian ini berfokus pada peramalan untuk pengadaan persediaan stok kertas HVS A4 70gr yang optimal yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk satu tahun ke depan yang dimulai pada Januari 2016.

3. Penelitian ini diadakan berdasarkan permasalahan sering terjadinya kekurangan stok kertas pada saat proses produksi.

4. Metode yang peneliti gunakan yaitu Forecasting dan EOQ dengan software QM for Windows 2.

5. Setelah mengetahui jumlah pesanan yang optimal, maka akan dilakukan analisis keputusan yang tepat untuk PT. SBBSA.

6. Data yang akan diramalkan dimulai dari Januari 2016 sampai Desember 2016.

1.4. Tujuan penelitian

Berdasarkan identifikasi masalah di atas, laporan tersebut bertujuan untuk:

1. Untuk mengetahui jenis metode peramalan apakah yang dapat digunakan oleh PT. SBBSA agar dapat memprediksi permintaan kertas HVS A4 70gr pada perusahaan. 2 . Untuk mengetahui jumlah pesanan kertas HVS A4 70gr yang optimal bagi PT. SBBSA.

(8)

3 . Untuk mengetahui perbandingan biaya yang harus dikeluarkan oleh perusahaan sebelum dan sesudah menggunakan metode EOQ.

1.5. Manfaat penelitian

Adapun manfaat yang diperoleh dari dilakukannya penelitian ini adalah:

1. Bagi Perusahaan

Sebagai pedoman PT.S B B S A khususnya pada bagian produksi untuk dapat mengetahui kapan dan berapa jumlah kertas yang harus dibeli.

2. Bagi Penulis

Sebagai penerapan ilmu dan teori yang telah didapat selama kuliah ke dalam praktek yang sesungguhnya, menambah pengalaman dalam melakukan penelitian yang pertama bagi penulis, dan menambah pengetahuan bagi penulis mengenai penelitian.

3. Bagi Pembaca

Laporan tugas akhir ini dapat dijadikan referensi bagi pihak perpustakaan sebagai bahan acuan bagi mahasiswa yang membutuhkan pemahaman tentang pengaplikasian metode peramalan dan EOQ dalam menentukan jumlah pesanan yang optimal agar terjadi efisiensi pengeluaran.

1.6. State of the art

Penyusunan skripsi ini mengambil beberapa referensi penelitian sebelumnya termasuk jurnal-jurnal yang berhubungan dengan penelitian ini.

(9)

Nama dan Jurnal

Tahun Metode Hasil

Penelitian 1 Sevenpri Candra dan Haryadi Sarjono. Journal of supply chain management Research & Practice June 2012. “Forecasting For Inventory Control” tahun 2012 p.1-14. 2012 Forecasting dan EOQ

Jurnal ini menyatakan dengan metode peramalan dan EOQ dapat

menentukan jumlah barang yang efisien yang harus dipesan oleh perusahaan dan jurnal ini mengatakan juga bahwa metode peramalan yang terbaik adalah dengan metode Linear Regression karena menghasilkan MAD dan MSE terkecil dibanding dengan metode peramalan lainnya. Penelitian 2 Syntetos, A A; Boylan, J E; Disney, S M . The journal of the Operational Research Society Volume 60,May 2009,ISSN 01605682, “Forecasting 2009 - Forecasting dan Inventory

Peramalan dan perencanaan untuk manajemen

persediaan telah menerima banyak perhatian dari masyarakat atau selama 50 tahun terakhir karena implikasinya bagi pengambilan

keputusan,baik di tingkat strategis dari suatu

organisasi dan pada tingkat operasional.

(10)

for Inventory planning: A 50-Year Review” tahun 2009 p.149-160 Penelitian 3 De Leeuw, Sander; Holweg, Matthias; Williams, Geoff. The impact of decentralized control on firm-level inventory Evidence from the automotive industry. October 2009. 2009 Forecasting dan EOQ Tingkat persediaan meliputi lead time, supply and demand uncertainty, ukuran produk dan jenis produk.

Nama dan Jurnal

(11)

Penelitian 4 Aju Mathew Prof.E.M.Som asekaran Nair, Asst Prof. Jenson Joseph. International Journal of Scientific and Research Publications, Volume 3, Issue 10, October 2013 1 ISSN 2250-3153 Demand Forecasting For Economic Order Quantity in Inventory Management..

2013 Forecasting Peramalan permintaan di masa mendatang dengan menggunakan exponential smoothing akan

menentukan jumlah yang harus dibeli, diproduksi dan biaya pengiriman barang.

Penelitian 5 Carlos G.Mate. A Multivariate Analysis Approach to Forecasts

2011 - Forecasting Dalam jurnal ini

dikemukakan bahwa dalam abad 21 ini banyak sekali metode penyelesaian masalah yang sudah ada, salah satunya adalah

(12)

Combination. Application to Foreign Exchange (FX) Markets.(Juni 2011, volume 34, no. 2, pp. 347 a 375). Revista Colombiana de Estadística.

dengan metode peramalan yang sekarang

dikarakteristikan dengan beragam metode

perhitungan untuk memperkirakan situasi pada periode mendatang dalam jangka waktu pendek, menengah, atau panjang sehingga dapat diambil keputusan yang tepat oleh para pengambil keputusan, seperti Ubeda dan Berzosa yang pada tahun 2007 menggunakan peramalan untuk

memperkirakan jumlah konsumsi gas di Negara spanyol pada 1 sampai 3 tahun mendatang. Penelitian 6 P. H. Bhathavala2 and K. D. Rathod1 1Assistant Professor, Department of Mathematics,

2012 Forecasting Dalam model persediaan tradisional, tingkat permintaan diasumsikan diberikan konstan.

Berbagai model persediaan telah dikembangkan untuk menangani berbagai dan permintaan stokastik. Semua model ini secara

(13)

Sankalchand PatelCollege of Engineering, Visnagar-384315, Gujarat State, India. 2 Prof. & Head, Department of Mathematics, BIT, Vadodara, Gujarat State, India. Inventory model with stock-level dependent demand rate and quantity based holding cost International Journal of Engineering Research & Technology implisit mengasumsikan bahwa tingkat permintaan independen, yaitu

parameter eksternal tidak dipengaruhi oleh kebijakan persediaan internal. Dalam kehidupan nyata,

bagaimanapun, sering mengamati bahwa permintaan untuk produk tertentu memang bisa dipengaruhi oleh faktor internal seperti harga dan ketersediaan. Perubahan dalam permintaan dalam menanggapi persediaan atau pemasaran keputusan sering disebut sebagai elastisitas permintaan.

(14)

(IJERT) ISSN: 2278-0181

Vol. 1 Issue 5, July - 2012

Sumber : Penelitian Terdahulu

Berdasarkan state of art yang dijelaskan diatas maka peneliti mengharapkan dapat membantu PT. Setia Budi Bakti Sukses Anugrah dalam mengatasi kekurangan stok kertasnya yang mengakibatkan tidak optimalnya pesanan yang diterima oleh perusahaan. Dengan penelitian ini maka didapatkan ramalan permintaan untuk bulan Januari 2016 dengan software QM for Windows 2 adalah 621.2122 rim. Dengan total cost senilai Rp 537.586.470 dan dilihat dari adanya perbedaan demand per tahunnya antara tanpa peramalan dengan yang menggunakan peramalan, peneliti menganjurkan agar perusahaan menggunakan data yang sudah diramalkan agar tidak terjadi lagi stock out/kekurangan kertas dalam proses produksi mereka untuk periode berikutnya.

Gambar

Grafik  1.1  Grafik  perbandingan  jumlah  penduduk  dengan  jumlah  wirausahawan  di  Indonesia
Grafik 1.3 Peningkatan industry grafika di Indonesia dari tahun 2011 ke 2012
Grafik 1.5 Tingkat oplah dari beberapa perusahaan majalah di Indonesia
Tabel 1.1 Data persediaan dan permintaan kertas HVS A4 70 gr 2015  pada PT. Setia Budi Bakti Sukses Anugrah
+2

Referensi

Dokumen terkait

H1: (1) Terdapat perbedaan produktivitas kerja antara karyawan yang diberi insentif dengan karyawan yang tidak diberi insentif (2) Terdapat perbedaan

7.4.4 Kepala LPPM menentukan tindakan perbaikan yang harus dilakukan pada periode Pelaporan Hasil Pengabdian kepada masyarakat berikutnya.. Bidang Pengabdian kepada masyarakat

Ketika orang-orang dari budaya yang berbeda mencoba untuk berkomunikasi, upaya terbaik mereka dapat digagalkan oleh kesalahpahaman dan konflik bahkan

Dengan cara yang sama untuk menghitung luas Δ ABC bila panjang dua sisi dan besar salah satu sudut yang diapit kedua sisi tersebut diketahui akan diperoleh rumus-rumus

Dari teori-teori diatas dapat disimpulkan visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan-tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk

 Inflasi Kota Bengkulu bulan Juni 2017 terjadi pada semua kelompok pengeluaran, di mana kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan mengalami Inflasi

Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah dengan permainan sains dapat meningkatkan kemampuan kognitif pada anak kelompok B TK Mojorejo 3

Sedangkan objek dalam penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dengan menggunakan teknik send a problem di