REFERAT REFERAT fimosis, Para
fimosis, Parafimosis, Hipospadia dan fimosis, Hipospadia dan SirkumsisiSirkumsisi
Oleh: Siti
Oleh: Siti FaFatimah(I11108072)timah(I11108072)
Pembimbing: dr. Hermanto, Sp.B, Sp.BA Pembimbing: dr. Hermanto, Sp.B, Sp.BA
Kepaniteraan Klinik Kepaniteraan Klinik
SMF Ilmu Bedah SMF Ilmu Bedah
Program Studi Pendidikan Dokter Program Studi Pendidikan Dokter RSUD Dokter Soedarso Pontianak RSUD Dokter Soedarso Pontianak
2014 2014
Pendahuluan
Pendahuluan
Sirkumsisi adalah membuang sebagian
Sirkumsisi adalah membuang sebagian kulit preputium yangkulit preputium yang menutupi glans penis.
menutupi glans penis. Banyak buday
Banyak budaya memiliki a memiliki sejarah penggunaan sejarah penggunaan sirkumsisisirkumsisi untuk alasan
untuk alasan keberkebersihan, upacara kedewasaan, tanda identitassihan, upacara kedewasaan, tanda identitas cultural (seperti tato), atau upacara persembahan terhadap
cultural (seperti tato), atau upacara persembahan terhadap dewa.dewa. Sirkumsisi juga dapat dilakukan pada periode neonatus
Sirkumsisi juga dapat dilakukan pada periode neonatus maupun setelah periode
maupun setelah periode neonatus misalnya jika muncul penyakitneonatus misalnya jika muncul penyakit seperti fimosis dan
seperti fimosis dan parafimosis.parafimosis.
Fimosis
Fimosis kelainan dimana preputium penis yang tidakkelainan dimana preputium penis yang tidak dapat di
dapat di retraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis.retraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. sedangkan
sedangkan parafimosisparafimosis suatu kondisi dimana prepusium penissuatu kondisi dimana prepusium penis yang di retraksi sampai di sulkus koronarium tidak dapat
yang di retraksi sampai di sulkus koronarium tidak dapat dikembalik
dikembalikan pada keadaan semula dan an pada keadaan semula dan timbul jeratan pada penistimbul jeratan pada penis dibelakang sulkus
dibelakang sulkus korkoronariusonarius Salah satu
Salah satu konkontraindikasi untuk sirkumsisitraindikasi untuk sirkumsisi hipospadia,hipospadia, Hipospadia
Hipospadia kelainan bawaan dimana meatus uretra eksternuskelainan bawaan dimana meatus uretra eksternus terletak dipermukaan ventr
terletak dipermukaan ventral penis dan al penis dan lebih proksimal darilebih proksimal dari tempatny
Pendahuluan
Pendahuluan
Sirkumsisi adalah membuang sebagian
Sirkumsisi adalah membuang sebagian kulit preputium yangkulit preputium yang menutupi glans penis.
menutupi glans penis. Banyak buday
Banyak budaya memiliki a memiliki sejarah penggunaan sejarah penggunaan sirkumsisisirkumsisi untuk alasan
untuk alasan keberkebersihan, upacara kedewasaan, tanda identitassihan, upacara kedewasaan, tanda identitas cultural (seperti tato), atau upacara persembahan terhadap
cultural (seperti tato), atau upacara persembahan terhadap dewa.dewa. Sirkumsisi juga dapat dilakukan pada periode neonatus
Sirkumsisi juga dapat dilakukan pada periode neonatus maupun setelah periode
maupun setelah periode neonatus misalnya jika muncul penyakitneonatus misalnya jika muncul penyakit seperti fimosis dan
seperti fimosis dan parafimosis.parafimosis.
Fimosis
Fimosis kelainan dimana preputium penis yang tidakkelainan dimana preputium penis yang tidak dapat di
dapat di retraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis.retraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. sedangkan
sedangkan parafimosisparafimosis suatu kondisi dimana prepusium penissuatu kondisi dimana prepusium penis yang di retraksi sampai di sulkus koronarium tidak dapat
yang di retraksi sampai di sulkus koronarium tidak dapat dikembalik
dikembalikan pada keadaan semula dan an pada keadaan semula dan timbul jeratan pada penistimbul jeratan pada penis dibelakang sulkus
dibelakang sulkus korkoronariusonarius Salah satu
Salah satu konkontraindikasi untuk sirkumsisitraindikasi untuk sirkumsisi hipospadia,hipospadia, Hipospadia
Hipospadia kelainan bawaan dimana meatus uretra eksternuskelainan bawaan dimana meatus uretra eksternus terletak dipermukaan ventr
terletak dipermukaan ventral penis dan al penis dan lebih proksimal darilebih proksimal dari tempatny
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
• •Definisi
Definisi
Sirkumsisi adalah membuang sebagian
Sirkumsisi adalah membuang sebagian
kulit preputium yang menutupi glans
kulit preputium yang menutupi glans
penis (Angel CA, 2010).
penis (Angel CA, 2010).
Epidemio
Epidemio
logi
logi
Sirkumsisi,
di
Amerika
Serikat,
Sirkumsisi,
di
Amerika
Serikat,
merupakan suatu prosedur operasi yang
merupakan suatu prosedur operasi yang
paling sering dilakukan pada laki-laki.
paling sering dilakukan pada laki-laki.
Pada tahun 1954, sekitar 64% dari
Pada tahun 1954, sekitar 64% dari
seluruh neonatus di Amerika Serikat
seluruh neonatus di Amerika Serikat
telah disirkum.
telah disirkum.
Insiden di Negara lain lebih rendah
Insiden di Negara lain lebih rendah
misalnya di Canada yang hanya mencapai
misalnya di Canada yang hanya mencapai
48% dan lebih rendah lagi di Eropa, Asia
48% dan lebih rendah lagi di Eropa, Asia
dan Amerika Selatan
dan Amerika Selatan
Di negara berkembang, insiden sirkumsisi
Di negara berkembang, insiden sirkumsisi
sangat bervariasi, di Negara Eropa barat
sangat bervariasi, di Negara Eropa barat
insiden sirkumsisi rendah dibandingkan
insiden sirkumsisi rendah dibandingkan
dengan Amerika Serikat dan
Anatomi penis
•
Penis adalah
organ seks utama
pada pria yang
letaknya di antara
kedua pangkal
paha. Penis mulai
dari arcus pubis
menonjol ke
depan berbentuk
bulat panjang.
TINJAUAN PUSTAKA
FImosis
Definisi
Fimosis adalah suatu kelainan dimana preputium penis yang tidak dapat di retraksi (ditarik) ke proksimal sampai ke korona glandis. Pada fimosis, preputium melekat pada bagian glans dan mengakibatkan tersumbatnya lubang saluran kencing, sehingga bayi dan anak menjadi kesulitan dan rasa kesakitan pada saat buang air kecil.
Klasifikasi
•Fimosis kongenital (fimosis fisiologis, fimosis
palsu, pseudo phimosis) timbul sejak lahir.
•Fimosis didapat (fimosis patologik, fimosis yang
sebenarnya, true phimosis) timbul kemudian setelah lahir.
Manifestas
i klinik
•Penis membesar dan menggelembung akibat tumpukan
urin (“balloning” )
•Kadang-kadang keluhan dapat berupa ujung kemaluan
menggembung saat mulai buang air kecil yang kemudian menghilang setelah berkemih.
•Kulit penis tak bisa ditarik kearah pangkal ketika akan
dibersihkan
•Air seni keluar tidak lancar. Pancaran urin mengecil.
Kadang-kadang menetes dan kadang-kadang memancar dengan arah yang tidak dapat diduga
•Infeksi pada prepusium (postitis), infeksi pada glans
penis (balanitis) atau infeksi pada glans dan prepusium (balanopotitis).
Penatalaks
anaan
•salep kortikoid (0,05-0,1%) dua kali sehari selama 20-30
hari.
•Tidak dianjurkan melakukan dilatasi atau retraksi yang
dipaksakan pada penderita fimosis, karena akan menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks pada ujung prepusium sebagai fimosis sekunder.
•Indikasi medis utama dilakukannya tindakan sirkumsisi
pada anak-anak adalah fimosis patologik.
•Pada kasus dengan komplikasi, seperti infeksi saluran
kemih berulang atau balloning kulit prepusium saat miksi, sirkumsisi harus segera dilakukan tanpa memperhitungkan usia pasien
•salep kortikoid (0,05-0,1%) dua kali sehari selama 20-30
hari.
•Tidak dianjurkan melakukan dilatasi atau retraksi yang
dipaksakan pada penderita fimosis, karena akan menimbulkan luka dan terbentuk sikatriks pada ujung prepusium sebagai fimosis sekunder.
•Indikasi medis utama dilakukannya tindakan sirkumsisi
pada anak-anak adalah fimosis patologik.
•Pada kasus dengan komplikasi, seperti infeksi saluran
kemih berulang atau balloning kulit prepusium saat miksi, sirkumsisi harus segera dilakukan tanpa memperhitungkan usia pasien
•Dilakukan sirkumsisi dgn Prosedur Teknik Dorsumsisi
adalah teknik sirkumsisi dengan cara memotong preputium pada bagian dorsal pada jam 12 sejajar sumbu panjang penis ke arah proksimal, kemudian dilakukan pemotongan sirkuler kekiri dan kekanan sejajar sulcus coronarius.
Komplikasi
• Ketidaknyamanan/nyeri saat berkemih
• Akumulasi sekret dan smegma di bawah preputium
yang kemudian terkena infeksi sekunder dan akhirnya terbentuk jaringan parut.
• Pada kasus yang berat dapat menimbulkan retensi urin.
• Pembengkakan/radang pada ujung kemaluan yang
disebut ballonitis.
Parafimosis
Definisi • Parafimosis adalah ketidakmampuan
untuk mengembalikan kulit preputium yang tertarik kebelakang glans ke posisi yang seharusnya. Etiologi Patofisiolo gi Epidemiolo gi
• Parafimosis dapat disebabkan oleh
tindakan menarik prepusium ke proksimal yang biasanya di lakukan pada saat bersenggama atau
masturbasi atau sehabis pemasangan kateter tetapi preputium tidak
dikembalikan ketempat semula secepatnya .
• terjadi bila prepusium tetap retraksi
untuk waktu lamaobstruksi vena dan bendungan pada glans aliran vena dan limfatik menjadi terbendung dan semakin membengkak.Dengan
berjalannya proses pembengkakan, suplai darah menjadi berkurang dan dapat menyebabkan terjadinya
infark/nekrosis penis, gangren, bahkan autoamputasi
• Parafimosis yang di diagnosis secara
klinis ini, dapat terjadi pada penis yang belum disunat (disirkumsisi) atau telah disirkumsisi namun hasil sirkumsisinya kurang baik. Fimosis dan parafimosis dapat terjadi pada laki-laki semua usia, namun kejadiannya tersering pada
masa bayi dan remaja.
Penatalaks anaan
•Prepusium diusahakan untuk dikembalikan
secara manual dengan teknik memijat glans selama 3-5 menit diharapkan edema
berkurang dan secara perlahan-lahan
prepusium dikembalikan pada tempatnya.
•Jika usaha ini tidak berhasil, dilakukan
dorsum insisi pada jeratan sehingga prepusium dapat dikembalikan pada tempatnya.
•Setelah parafimosis diatasi secara darurat,
dimana edema dan proses inflamasi menghilang, pasien dianjurkan untuk menjalani sirkumsisi.
•Tindakan sirkumsisi dapat dilakukan secara
berencana dengan pemberian anestesi serta antibiotika oleh karena kondisi parafimosis Komplikasi
•Parafimosis harus dianggap sebagai kondisi
darurat karena retraksi prepusium yang terlalu sempit di belakang glans penis ke
sulkus glandularis dapat mengganggu perfusi permukaan prepusium distal dari cincin
konstriksi dan juga pada glans penis dengan risiko terjadinya nekrosis.
Hipospadia
Hipospadia merupakan kelainan bawaan dimana meatus uretra eksternus terletak dipermukaan ventral penis dan lebih
proksimal dari tempatnya yang normal pada ujung gland penis. Semakin ke
proksimal defek uretra maka penis akan semakin mengalami pemendekan dan membentuk kurvatur yang disebut
“ chordee”.
Definisi Etiologi
Penyebabnya sebenarnya sangat
multifaktor dan sampai sekarang belum diketahui penyebab pasti dari
hipospadia. Namun, ada beberapa faktor yang oleh para ahli dianggap paling
berpengaruh antara lain:
•Gangguan dan ketidakseimbangan
hormone
•Genetika •Lingkungan
Epidemiologi
Hipospadia terjadi 1:300 kelahiran bayi laki-laki hidup di Amerika Serikat.
Kelainan ini terbatas pada uretra anterior.
Klasifikasi
Klasifikasi hipospadia menurut Barcat (1973) berdasarkan letak ostium uretra eksterna maka hipospadia dibagi 5 type yaitu :
• Anterior ( 60-70 %): Hipospadia tipe
gland dan hipospadia tipe coronal
•Midle (10-15%): Hipospadia tipe penil •Posterior (20%):Hipospadia tipe
penoscrotal dan hipospadia tipe perineal.
Manifestasi klinik
• Glans penis bentuknya lebih datar dan
ada lekukan yang dangkal di bagian ventral menyerupai meatus uretra ekternus.
• Preputium tidak ada di bagian ventral,
menumpuk di bagian dorsal.
• Adanya chordee, yaitu jaringan fibrosa
yasng mengelilingi meatus dan membentang ke distal sampai basis glans penis, teraba lebih keras dari jaringan sekitar
• Glans penis bentuknya lebih datar dan
ada lekukan yang dangkal di bagian ventral menyerupai meatus uretra ekternus.
• Preputium tidak ada di bagian ventral,
menumpuk di bagian dorsal.
• Adanya chordee, yaitu jaringan fibrosa
yasng mengelilingi meatus dan membentang ke distal sampai basis glans penis, teraba lebih keras dari jaringan sekitar
•Kulit penis di bagian ventral, distal dari
meatus sangat tipis.
•Tunika dartos, fasia buch dan korpus
spongiosum tidak ada.
•Dapat timbul tanpa chordee, bila letak
meatus pada basis dan glans penis.
•Chordee dapat timbul tanpa hipospadia
sehingga penis menjadi bengkok. Penatalaksan
aan
•Tujuan repair hipospadia yaitu untuk
memperbaiki kelainan anatomi baik bentuk penis yang bengkok karena pengaruh adanya chordae maupun letak osteum uretra eksterna sehingga ada 2 hal pokok dalam repair hipospadia:
• Chordectomi , merelease chordae
sehingga penis bisa lurus kedepan saat ereksi.
• Urethroplasty , membuat osteum
urethra externa diujung gland penis sehingga pancaran urin dan semen Komplikasi
•Perdarahan •Infeksi
•Fistel urethrokutan
•Striktur urethra, stenosis urethra •Divertikel urethra.
Tehnik sirkumsisi
•
Persiapan:
•
Alat alat yang digunakan:
•
kain kasa steril
•
Cairan disinfektan (povidon Iodin)
•
Duk steril
•
Spuit steril beserta obat anastesi lokal
(prokain/ lidokain 0,5-1 %)
Teknik
•
Disinfeksi lapangan operasi
•
Daerah operasi ditutup dgn duk steril
•
Pada anak yang lebih dewasa, pembiusan
dilakukan menggunakan anastesi lokal
diinjeksi secara infiltrasi di bawah kulit dan
melingkari basis penis.
•
Jika terdapat fimosis, dilakukan dilatasi dahulu
dgn klem sehingga preputium dapat ditarik ke
proksimal. Selanjutnya preputium dibebaskan
Teknik
•
Memotong prepusium penis dengan teknik:
sleeve, gulotin, dorsal slit dan dengan
menggunakan metode lain.
Teknik sleeve
•
Prepusium diretraksi ke proksimal, kemudian
dibuat dua buah insisi yg masing masing
melingkar dan saling sejajar pada kulit
prepusium. Insisi 1 berada 1 cm dari sulkus
koronarius dan yang kedua berada beberapa
cm di sebelah proksimal dari insisi pertama,
kedua insisi dihubungkan dgn insisi
longitudinal, selanjutnya kulit prepusium
dipisahkan dari jaringan subkutan hingga
Teknik gulotin
•
Prepusium ditegangkan pada bagian ventral
dan dorsal dgn klem kecil, kemudian dilakukan
penjepitan kulit prepusium memakai klem
yang lebih besar dengan batas proksimal klem
berada disebelah distal dari glans penis.
Selanjutnya dilakukan pemotongan kulit
prepusium memakai pisau hingga kulit
terlepas.
Teknik dorsal slit
•
Kulit prepusium di sebelah kiri dan kanan
ditegangkan ke lateral dgn klem kecil.
Kemudian prepusium di sebelah dorsal
dipotong memakai gunting pada garis midline
dari ujung distal ke arah proksimal sampai
sulkus koronarius. Selanjutnya dilakukan
pemotongan melingkar hingga kulit prepusium
terlepas.
Metode lain
•
Tara Klamp:
pada alat ini terdapat
bahan jahitan secara melingkar
sesuai dengan alur pada bell.
Lengan yang terbuat dari plastik
mengunci dua bagian permukaan
supaya preputium yang telah
dipotong melekat satu sama lain.
Alat ini lebih besar dari plastibell
dan tinggal pada penis sekitar 7-10
hari sampai jaringannya jatuh
Metode lain
•
Smart Klamp :
Alat ini bekerja dengan cara
yang sama dengan Tara Klamp yaitu dengan
menjepit antara dari luar preputium dengan
tabung bagian dalam, sehingga memotong
suplai darah ke preputium distal. Kalau Tara
Klamp merupakan alat dengan disain all-in
one dengan lengan pengunci di atas, smart
klamp memiliki tabung dalam dan klemp luar/
bagian pengunci. Klamp dipasang kemudian
preputium dipotong dengan dasar tabung
Metode lain
•
Zhenxi Rings:
Tabung yang berarlur dipasang
diatas glans sampai dibelakang korona.
Preputium ditempatkan di atas tabung. Cincin
klamp plastik dipasang di atas lengan, dengan
posisi preputium biasa dan mur dieratkan
untuk menjaga preputium tetap pada
tempatnya. Tali elastic kemudian mngikat
dengan ketat di sekeliling penis, menekan
•