• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Metode TOPSIS Dalam Penilaian Mutu Kinerja Pegawai (Application Of Topsis Method In Employee Equality Assessment)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Penerapan Metode TOPSIS Dalam Penilaian Mutu Kinerja Pegawai (Application Of Topsis Method In Employee Equality Assessment)"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Penerapan Metode TOPSIS Dalam Penilaian Mutu Kinerja

Pegawai (Application Of Topsis Method In Employee Equality

Assessment)

Sumantri Sihombing

1

, Irfan Sudahri Damanik

2

, Ilham Syahputra Saragih

3 1,2,3

STIKOM Tunas Bangsa, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Indonesia

Jln. Sudirman Blok A No. 1-3 Pematangsiantar, Sumatera Utara

[email protected]

Abstract

Quality human resources (HR) can increase profits and performance that achieve targets and goals. In an organization or company one of the most influential things is employee (HR). Therefore we need a way or oversight body to assess the quality of employees in the organization while reducing the subjective assessment of employee performance quality. Employee quality assessment certainly has many assessment criteria with different priorities - so we need a method that can take into account these criteria. One method for solving multi-criteria problems is Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). TOPSIS is a way of making decisions by finding the best choice among alternatives - alternatives by calculating the proximity of alternatives with the value of an ideal solution. The study was conducted by calculating the criterion points of tupoksi and daily discipline so that it is easier to assess employee quality. The final results obtained in the form of an alternative proximity value sequence with the value of the ideal solution. from the test it can be concluded that there is an ease in making more objective decisions.

Keywords : TOPSIS, Employee Quality Assessment, Multi-Criteria, Human Resources

Abstrak

Sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dapat meningkatkan profit dan kinerja yang mencapai target dan tujuan. Dalam organisasi atau perusahaan salah satu hal yang paling berpengaruh besar adalah (SDM) pegawai. Oleh karenanya dibutuhkan suatu cara atau badan pengawasan untuk menilai kualitas pegawai didalam organisasi sekaligus mengurangi adanya penilaian kualitas kinerja pegawai yang bersifat subjektif. Penilaian kualitas pegawai tentunya memiliki banyak kriteria penilaian dengan prioritas yang berbeda – beda sehingga dibutuhkan sebuah metode yang dapat memperhitungkan kriteria – kriteria tersebut. Salah satu metode untuk memecahkan masalah multi-kriteria adalah Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). TOPSIS ialah sebuah cara pengambilan keputusan dengan mencari pilihan terbaik diantara alternatif – alternatif yang ada dengan menghitung kedekatan alternatif dengan nilai solusi ideal. Penelitian dilakukan dengan menghitung poin – poin kriteria dari tupoksi dan disiplin harian sehingga lebih mudah melakukan penilaian kualitas pegawai. Hasil akhir yang didapat berupa urutan nilai kedekatan alternatif dengan nilai solusi ideal. dari pengujian dapat disimpulkan bahwa didapatkan kemudahan mengambil keputusan yang lebih objektif.

Kata Kunci : TOPSIS, Penilaian Mutu Kinerja Pegawai, Multi-Kriteria, Sumber Daya

Manusia

1. Pendahuluan

Dalam suatu organisasi atau instansi dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas agar dapat meningkatkan kinerja dan profit yang sesuai dengan target dan tujuan organisasi. Dapat dikatakan bahwa aset paling penting dalam

(2)

sebuah organisasi adalah sumber daya manusia dikarenakan dapat menentukan maju atau tidaknya sebuah organisasi [1].

Penilaian mutu dalam dunia kerja adalah sistem manajemen formal yang disediakan untuk evaluasi kualitas prestasi kerja [2]. Oleh karena itu dalam penilaian kualitas SDM, tentunya seorang pakar dibutuhkan dalam proses penilaian tersebut. Namun, ketika sebuah organisasi tersebut memiliki jumlah SDM atau pegawai yang banyak, pekerjaan seorang pegawai pada bagian jaminan mutu tersebut akan tidak efisien dikarenakan keterbatasan kemampuan manusia. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah alat atau aplikasi pendukung keputusan yang dapat mempermudah pekerjaan pegawai tersebut dalam membuat keputusan. Pada [enelitian ini digunakan Sistem Pendukung Keputusan dengan menggunakan metode TOPSIS.

TOPSIS merupakan singkatan dari Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution. TOPSIS merupakan Metode yang menggunakan prinsip bahwa alternatif yang terpilih harus mempunyai jarak terdekat dari solusi ideal positif dan terjauh dari solusi ideal negatif. Penulis juga mengambil referensi dalam menentukan keputusan dari beberapa penelitian-penelitian terkait. Penelitian yang dilakukan oleh [3] berjudul Penilaian Kinerja Dosen Menggunakan Metode TOPSIS (Studi Kasus : AMIK Mitra Gama) dan Penelitian yang dilakukan oleh [4] berjudul : Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Topsis Berbasis Web Pada CV. Surya Network Indonesia.

Berdasarkan uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa tujuan digunakannya metode TOPSIS untuk menghasilkan alternatif solusi dalam menentukan penilaian mutu kinerja pegawai sehingga dapat menjadi masukan kepada pihak pimpinan untuk meningkatkan penilaian mutu dari setiap pegawai agar bisa mendapatkan reward kepada pegawai tersebut, lalu akan menguntukan pegawai supaya pegawai tidak sulit lagi untuk mendata secara manual dalam penilaian mutu .

2. Metodologi Penelitian

2.1. Sistem Pendukung Keputusan

Sistem Pendukung Keputusan (SPK) merupakan suatu pendekatan atau metodelogi untuk mendukung keputusan. SPK menggunaka n CBIS (Computer

Based Information System) yang fleksibel, interaktif dan dapat diadaptasi, yang

dikembangkan untuk mendukung solusi untuk masalah manajemen spesifik yang tidak terstruktur. Sistem pendukung keputusan hasmpir sama dengan sistem informasi manajemen tradisional karena keduanya tergantung pada basis data sebagai sumber data. SPK menekankan pada fungsi pendukung pembuatan keputusan diseluruh tahapan-tahapannya, sebagai pendamping keputusan aktual yang masih dibuat oleh wewenang eksekutif sebagai pembuat keputusan.” [5][6].

2.2. Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)

Technique for Order Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS)

didasarkan pada konsep dimana alternatif terpilih yang terbaik tidak hanya memiliki jarak terpendek dari solusi ideal positif, namun juga memiliki jarak terpanjang dari solusi ideal negative” [3]:

a) Topsis membutuhkan rating kerja setiap alternatif Ai pada setiap kriteria Cj yang ternormalisasi, yaitu :

√∑

(1)

Dimana:

(3)

b) Solusi ideal positif A+ dan solusi ideal A- dapat di tentukan berdasarkan rating bobot ternormalisasi (yij) sebagai :

= (2)

dimana wij merupakan bobot dari kriteria ke-j.

c) Jarak alternatif Ai dengan solusi ideal dirumuskan sebagai :

√∑ =1,2,...,m (3)

√∑ =1,2,...,m (4)

dimana :

solusi ideal positif solusi ideal negatif

d) Menentukan nilai preferensi untuk setiap alternatif :

(5)

5. Perangkingan yang ditentukan berdasarkan Nilai Vi yang lebih besar menunjukan bahwa alternatif terbaik.

3. Hasil dan Pembahasan

Analisis data yang digunakan penelitian ini menggunakan data kuantitatif dengan teknik analisis data yang menggunakan jenis statistik deskriptif . Data yang diperoleh dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar kemudian diolah dengan menggunakan metode TOPSIS.

a) Kehadiran (K1) b) Pendidikan (K2)

c) Pengembangan Diri (K3) d) Jabatan (K4)

e) Komunikasi(K5)

Berdasarkan algoritma Technique for Order Performance of Similarity to Ideal Solution (TOPSIS). Maka, proses pertama yang dilakukan adalah menentukan standar nilai bobot.

Tabel 1. Tabel Data

Nilai Nilai Fuzzy Keterangan

1 0,1 Sangat Rendah

2 0.25 Rendah

3 0.5 Cukup

4 0.75 Tinggi

5 0,9 Sangat Tinggi

Terdapat 5 alternatif pegawai dalam penilaian mutu kinerja pegawai, berikut adalah data hasil analisanya yang akan digunakan:

Tabel 2. Data Penelitian

Alternatif Kriteria

K1 K2 K3 K4 K5

A1 90% S1 Sesuai kebutuhan Staff Pendidikan Baik A2 50% D3 Sesuai kebutuhan Pegawai Keuangan Sangat Baik A3 90% D3 Cukup menunjang Staff Pengajar Kurang Baik A4 80% S1 Sesuai kebutuhan Staff Pengajar Sangat Baik A5 70% SMA Sesuai kebutuhan Staff Pendidikan Baik

(4)

Selanjutnya data yang akan digunakan dikonversi terlebih dahulu kedalam nilai fuzzy untuk mempermudah dalam proses pengolahan data menggunakan metode topsis dan berikut adalah data yang telah dikonversi kedalam nilai fuzzy:

Tabel 3. Data Hasil Konversi Analisa

Alternatif Kriteria K1 K2 K3 K4 K5 A1 0.25 1 0.5 0.75 0.50 A2 0,9 0.50 0.5 1 0.25 A3 0.75 0.75 0.75 0.75 0.50 A4 0.50 1 0.5 0.75 0.25 A5 1 0.50 1 1 1

Berikut penyelesaian kasus Penerapan Metode TOPSIS Dalam Penilaian Mutu Kinerja Pegawai dengan menentukan normalisasi matriks keputusan dengan rumus menggunakan persamaan (1): | | =√ = 1.70 | | =√ = 1.75

Begitu seterusnya hingga diperoleh nilai normalisasi dari seluruh kriteria untuk setiap alternatif. Berikut adalah hasil normalisasi dapat dilihat pada tabel 4:

Tabel 4. Data Hasil Normalisasi

Alternatif Kriteria K1 K2 K3 K4 K5 A1 0.15 0.57 0.33 0.39 0.39 A2 0.59 0.29 0.33 0.52 0.20 A3 0.44 0.43 0.49 0.39 0.39 A4 0.29 0.57 0.33 0.39 0.20 A5 0.59 0.29 0.66 0.52 0.78

(5)

.16

Perhitungan normalisasi terbobot dilakukan hingga diperoleh nilai untuk semua kriteria Berikut adalah hasil dari normalisasi matriks, dapat dilihat pada table 5.

Tabel 5. Matriks Yang Ternormalisasi Terbobot

Alternatif K1 K2 K3 K4 K5 A1 0.15 0.43 0.16 0.10 0.39 A2 0.59 0.21 0.16 0.13 0.20 A3 0.44 0.32 0.25 0.10 0.39 A4 0.29 0.43 0.16 0.10 0.20 A5 0.59 0.21 0.33 0.13 0.78

Selanjutnya menentukan solusi ideal positif (A+) dan matriks ideal negatif (A-) dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 6. Menentukan Solusi Ideal Positif (A+) dan Matriks Ideal Negatif (A-).

Yi Solusi Ideal A + A -Y1 0.15 ; 0.59; 0.44 ; 0.29 ; 0.59 0.59 0.15 Y2 0.43 ; 0.21 ; 0.32 ; 0.43 ; 0.21 0.43 0.21 Y3 0.16 ; 0.16 ; 0.25 ; 0.16 ; 0.33 0.33 0.16 Y4 0.10 ; 0.13 ; 0.10 ; 0.10 ; 0.13 0.13 0.10 Y5 0.39 ; 0.20 ; 0.39 ; 0.20 ; 0.78 0.78 0.20

Jarak antara masing-masing alternatif dengan solusi ideal positif berdasarkan persamaan(3): √( ) =0,61 = √ = 0.65 = √ = 0.44 = √ = 0.68 = √ = 0.21

Jarak antara masing-masing alternatif dengan solusi ideal negatif berdasarkan persamaan(4): = √ = 0.29 = √ = 0.44 = √ = 0.38

(6)

= √

= 0.26

= √

= 0.75

Dilanjutkan dengan pencarian nilai prefensi untuk setiap alternatif (Vi) menggunakan

persamaan (5).

Nilai Vi yang lebih besar menunjukkan bahwa alternatif Ai lebih dipilih V5 ditujukan oleh A5

(Desmar Pinondang) dipilih menjadi sebagai mutu kinerja paling baik.

Tabel 7. Nilai Preferensi Setiap Alternatif Alternatif Total Nilai

A5 0.78

A3 0.46

A2 0.41

A1 0.32

A4 0.28

Penerapan Metode TOPSIS dalam Penilaian Mutu Kinerja Pegawai baik perhitungan secara manual maupun secara komputerisasi menunjukkan hasil yang sama, yaitu alternatif A5 merupakan alternatif terbaik. Berikut adalah hasil yang diperoleh

menggunakan komputerisasi dengan aplikasi berbasis web.

Gambar 1. Tampilan Hasil Perhitungan Akhir Algoritma TOPSIS

Pengujian perhitungan manual yang diimplementasikan kedalam bentuk komputerisasi bertujuan untuk melihat kesesuian hasil yang diperoleh antara perhitungan secara manual maupun secara komputerisasi. Jika hasil yang diperoleh menggunakan komputerisasi sesuai dengan perhitungan manual, maka kedepannya sistem yang dibangun mampu beroperasi di instansi terkait guna membantu proses penentuan penilaian mutu kinerja

(7)

4. Kesimpulan

Kesimpulan yang didapat dari penulisan skripsi ini adalah:

a) Penerapan Metode Topsis Dalam Penilaian Mutu Kinerja Pegawai (Application Of Topsis Method In Employee Quality Assesment) Menggunakan Metode TOPSIS dapat menjadi pertimbangan pengambil keputusan (decision maker) dalam Pengambil keputusan mengenai Mutu Kinerja Pegawai.

b) Penelitian ini menggunakan 5 kriteria yaitu Kehadiran, Pendidikan, Pengembangan Diri, Jabatan Dan Komunikasi.

c) Penulis berhasil mendapatkan hasil penilaian mutu secara objektif berdasarkan perankingan dari metode TOPSIS berdasarkan kriteria-kriteria yang sudah ditentukan.

d) Berdasarkan hasil perhitungan manual dan sistem, diperoleh hasil perangkingan yang memiliki tingkat Penilaian mutu kinerja terbaik adalah Desmar Pinondang pada alternatif 5.

Daftar Pustaka

[1] S. Wijoyo, “International Dinamic Commitment In The Context Of Global Warming Oleh : Suparto Wijoyo,” Kanun J. Ilmu Huk., No. 56, Pp. 13–35, 2012. [2] S. M. Prof. Dr. H. M. Abdullah Ma’ruf, Manajemen Dan Evaluasi Kinerja

Karyawan. 2014.

[3] C. Surya, “Penilaian Kinerja Dosen Menggunakan Metode Topsis (Studi Kasus : Amik Mitra Gama),” J. Resti (Rekayasa Sist. Dan Teknol. Informasi), Vol. 2, No. 1, Pp. 322–329, 2018, Doi: 10.29207/Resti.V2i1.119.

[4] H. Kurniawan, “Sistem Pendukung Keputusan Penilaian Kinerja Karyawan Menggunakan Metode Topsis Berbasis Web Pada Cv . Surya Network Indonesia,”

Konf. Nas. Sist. Inform. 2015, No. 1, Pp. 643–647, 2015.

[5] T. Imandasari And A. P. Windarto, “Sistem Pendukung Keputusan Dalam Merekomendasikan Unit Terbaik Di Pdam Tirta Lihou Menggunakan Metode Promethee,” J. Teknol. Dan Sist. Komput., Vol. 5, No. 4, P. 159, 2017, Doi: 10.14710/Jtsiskom.5.4.2017.159-165.

[6] N. Rofiqo, A. P. Windarto, And A. Wanto, “Penerapan Metode Vikor Pada Faktor Penyebab Rendahnya Minat Mahasiswa Dalam Menulis Artikel Ilmiah,” Semin.

Gambar

Tabel 1. Tabel Data
Tabel 3. Data Hasil Konversi Analisa  Alternatif  Kriteria   K1  K2  K3  K4  K5  A1  0.25  1  0.5  0.75  0.50  A2  0,9  0.50  0.5  1  0.25  A3  0.75  0.75  0.75  0.75  0.50  A4  0.50  1  0.5  0.75  0.25  A5  1  0.50  1  1  1
Tabel 6. Menentukan Solusi Ideal Positif (A + ) dan Matriks Ideal Negatif (A - ).
Tabel 7. Nilai Preferensi Setiap Alternatif  Alternatif   Total Nilai

Referensi

Dokumen terkait

kinerja karyawan ini juga didasari pada penelitian sebelumnya yang.. berjudul ”Penerapan Metode TOPSIS untuk Pemberian

Berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan pada bab sebelumnya dapat disimpulkan bahwa pembuatan sistem penilaian kinerja karyawan dengan menerapkan metode TOPSIS

IMPLEMENTASI SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN UNTUK MENENTUKAN PENILAIAN KINERJA GURU TERBAIK DENGAN METODE ANP DAN TOPSIS DI MTSN 1 GARUT.. Universitas Pendidikan Indonesia |

Tujuan penilaian kinerja adalah untuk mengetahui keberhasilan atau ketidak berhasilan seorang Pegawai Negeri Sipil, dan untuk mengetahui kekurangan-kekurangan dan

Sistem Penilaian Kinerja di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, penilaian kinerja pegawai kontrak merupakan kegiatan pimpinan untuk mengevaluasi perilaku

Dalam menyelesaikan permasalahan tersebut, peneliti menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) yang berguna untuk melakukan perhitungan penilaian kinerja

Metode AHP memberikan perhitungan bobot antar kriteria yang digunakan dalam penilaian, sedangkan metode TOPSIS digunakan untuk menghitung hasil akhir penilaian yang telah

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa Penerapan penilaian kinerja berbasis Sasaraan Kinerja Pegawai SKP sudah efektif dalam aspek