• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena. atas rahmat dan karunia-nya, Rencana Stratejik (RENSTRA) Dinas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena. atas rahmat dan karunia-nya, Rencana Stratejik (RENSTRA) Dinas"

Copied!
90
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya, Rencana Stratejik (RENSTRA) Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin untuk periode tahun 2013-2018 ini telah dapat diselesaikan.

Dalam rangka pelaksanaan pembangunan perkebunan dan kehutanan kedepan, diperlukan adanya perencanaan yang matang (sebagai acuan) sehingga pembangunan perkebunan dapat mendayagunakan sumberdaya alam untuk dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat dengan memperhatikan kelestarian fungsi dan keseimbangan lingkungan hidup dan pembangunan kehutanan akan lebih terarah dengan menggunakan

pendekatan “ Resource Based Management” pengolaan seluruh potensi

sumberdaya hutan dan berbasis pada pemberdayaan masyarakat (Community Based Development) Disamping itu peran serta masyarakat dalam pengelolaan hutan akan lebih ditingkatkan berupa pemberian kesempatan kepada masayarakat dalam mengelola hutan khususnya masyarakat disekitar hutan

Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan RENSTRA Dinas Perkebunan dan Kehutananan ini sehingga kami mengharapkan adanya kritik dan saran dari semua pihak demi perbaikan dimasa-masa mendatang.

Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Rencana Stratejik ini.

(2)

Semoga Rencana Stratejik ini bermanfaat bagi yang berkepentingan dalam rangka mendorong kemajuan daerah Kabupaten Merangin khususnya dibidang perkebunan dan kehutanan.

Bangko, Januari 2014 KEPALA DINAS,

H. SYAFRI, SH. MM

(3)

DAFTAR ISI

Hal

KATA PENGANTAR ... i

DAFTAR ISI ... ii

DAFTAR TABEL ... iii

DAFTAR LAMPIRAN ... iv

I. PENDAHULUAN ... 1

1.1. Latar Belakang ... 1

1.2. Landasan Hukum ... 4

1.3. Maksud dan Tujuan ... 6

1.4. Sistimatika Penulisan ... II. GAMBARAN PELAYAAN SKPD ... 10

2.1. Tupoksi dan Struktur Organisasi SKPD... 10

2.2. Sumberdaya SKPD... ... 11

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD... 13

III. ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN FUNGSI... 14

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tupoksi... 14

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah ... 27

IV. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN ... 31

4.1. Visi dan Misi... 31

4.2. Tujuan ... 32

4.3. Strategi ... 36

4.4. Kebijakan ... 37

(4)

V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA,

KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN ... 41 5.1. Program Prioritas... 41 5.2. Kegiatan ... 41 VI. INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN

SASARAN RPJMD... 48 VII. PENUTUP ... 48

(5)

DAFTAR TABEL

Hal

2.1. Daftar Pegawai Dinas Perkebunan dan Kehutanan ……….. Berdasarkan Pendidikan ... 18 2.2. Daftar Pegawai Dinas Perkebunan dan Kehutanan ... Berdasarkan Golongan ... 18 2.3. Kelengkapan Sarana Kerja Dinas Perkebunan dan ………...

Kehutanan Kab. Merangin ... 19 2.4. Realisasi pengembangan Karet Rakyat di Kab. Meranginn ...

Tahun 2012 - 2013 ... 21

2.5. Pembangunan Jalan Usaha Tani Perkebunan di ... Kab. Merangin Tahun 2010 – 2015... 22 2.6. Pembibitan dan Realisasi penyaluran bibit sawit di ...

Kabupaten Merangin Tahun 2010 – 2014 ... 23 2.7. Rekapitulasi Hasil Sosialisasi Replanting Kelapa Sawit...

(6)

DAFTAR LAMPIRAN

Hal

1. Bagan Organisasi Dinas Perkebunan dan Kehutanan ……

Kab. Merangin ... vii

2. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja... Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif... Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin...

(Tahunan) Tahun 2013 – 2018 ... viii 3. Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja...

Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif... Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin...

(Lima Tahunan) Tahun 2013 – 2018 ... xvii

4. Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan...

Dan Sasaran RPJMD Dinas Perkebunan dan Kehutanan..

Kab. Merangin (Tahunan ) Tahun 2013 – 2018 ... xviii

5. Indikator Kinerja SKPD yang Mengacu pada Tujuan...

Dan Sasaran RPJMD Dinas Perkebunan dan Kehutanan..

(7)

I. PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang

Berakhirnya pelaksanaan Rencana Strategis (RENSTRA) pembangunan Perkebunan dan Kehutanan pada tahun 2013, maka merupakan suatu kewajiban birokrasi bagi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin untuk menyusun rencana pembangunan perkebunan dan kehutanan periode berikutnya. Dengan perubahan pimpinan/ Kepala Daerah di Kabupaten Merangin pada rentang waktu periode 2013-2018, telah membawa implikasi terhadap perubahan acuan penyusunan rencana pembangunan di Kabupaten Merangin. Rencana Strategis Pembangunan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin Tahun 2013-2018, mengacu pada Visi dan Misi Kepala Daerah terpilih, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Merangin tahun 2013-2018. Hal ini guna menjamin sinergisitas antar pembangunan daerah dan pembangunan sektor perkebunan dan kehutanan dalam rangka mewujudkan Visi dan Misi pembangunan Daerah.

Kinerja dari suatu instansi memang perlu dievaluasi dengan memakai instrumen-instrumen yang objektif, agar dapat diketahui sejauh mana prestasi yang telah dicapai oleh instansi tersebut.

Evaluasi kinerja pada suatu instansi sudah barang tentu dapat dilakukan apabila ada suatu rencana kegiatan dari yang bersangkutan. Dengan membandingkan antara rencana dan realisasi pencapaian hasil pelayanan barulah dapat diketahui sejauh mana prestasi/kinerja dari instansi tersebut Dalam menyusun suatu rencana banyak parameter yang mempengaruhinya, oleh karena itu suatu perencanaan stratejik mutlak diperlukan.

Rencana stratejik mengandung kegiatan-kegiatan yang bersifat antisipatif, korektif, prospektif dan terukur, substansinya mencakup seluruh aspek pembangunan dengan fokus kewenangan yang ada dengan durasi

(8)

(waktu) Jangka pendek 1 tahun dan menengah 5 tahun. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang pasal 151 ayat (1) dan (2) menyatakan :

(1) Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun Rencana Strategis yang selanjutnya disebut Renstra SKPD yang memuat visi, misi, tujuan, sasaran, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedomn pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah dan bersifat indikatif,

(2) Renstra SKPD sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dirumuskan dalam bentuk Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah yang memuat kebijakan, Program dan kegiatan pembangunan baik yang dilaksanakan langsung oleh pemerintah daerah maupun yang ditempuh dengan mendorong partisipasi masyarakat.

Dilain sisi Rencana Strategis Satuan Kerja Dinas Perkebunan dan Kehutanan adalah merupakan acuan dalam menyusun Rencana Kerja Dinas Perkebunan dan Kehutanan.

Bertolak dari beberapa argumen tentang relevansi pemilihan isu statejik yang paling menantang pada pemulihan kompetensi utama instansi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin pada sektor kehutanan, maka good governance harus diwujutkan sebagai stimulan dalam pembenahan pengelolaan hutan di Kab. Merangin. Namun demikian sangat disadari bahwa pencapaian penertiban/pembenahan pengelolaan hutan dijiwai oleh isu strategis, good governance menjadi keniscayaan yang sangat sulit untuk dicapai atau dilaksanakan, tetapi langkah-langkah untuk memulainya harus diyakini

(9)

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Merangin Tahun 2013-2018 telah menetapkan arah dan strategi pembangunan yang terkait dengan tugas dan fungsi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin pada prioritas

“Peningkatan kesadaran para

stakeholders tentang pelestarian alam dan lingkungan hidup khusunya kawasan

konservasi dan perlindungan serta peningkatan produksi perkebunan guna

terwujutnya peningkatan pendapatan dan kesejahteran petani dan keluarga. “

Dari perspektif pelaksanaan prioritas pembangunan tersebut, pembangunan sektor kehutanan ditujukan guna memberikan dampak pada pemanfataan sumberdaya hutan untuk pembangunan ekonomi, peningkatan kualitas dan kelestarian lingkungan hidup, kemudian pada sektor perkebunan untuk menyikapi tuntutan pembangunan dan perubahan lingkungan srtategis yang terus berkembang, maka pola pembangunan perkebunan memerlukan penyesuaian pendekatan dan orientasi sehingga lebih berperan dalam pembangunan nasional maupun daerah. Pola pembangunan perkebunan kedepan yang akan terus dikembangkan adalah yang tetap mengedepankan peran masyarakat petani, dengan orientasi : 1) Pengembangan sistim dan usaha agribisnis yang berdaya saing, kerakyatan, berkelanjutan dan terdesentralisasi: 2) pemanfaatan aset agribisnis secara optimal; 3) penggunaan paket teknologi yang tersedia dan diterima oleh budaya setempat; 4) Pengembangan komoditas lain yang mempunyai peluang pasar, termasuk komoditas lokal spesifik; 5) pelayanan, fasilitasi, pendampingan, advokasi dan penciptaan iklim yang bertumpu pada peran serta masyarakat Usaha Kecil Menengan (UKM), koperasi dan dunia usaha.

(10)

Lima tahun kedepan, kegiatan bidang perkebunan tetap difokuskan pada 2 (dua) komoditi andalan sebagai core business Kabupaten Merangin yaitu karet dan kelapa sawit, tanpa meninggalkan komoditi unggulan lainnya seperti kopi, casiavera, kelapa, nilam, pinang dan lain-lain. Pelaksanaan prioritas pembangunan pada sektor kehutanan dan perkebunan seperti yang telah dijelaskan diatas semuanya secara bersamaam akan memberikan konstribusi pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat dan peningkatan

kualitas lingkungan hidup dalam rangka mendukung Visi “BERBENAH

MENUJU MERANGIN EMAS” di Kabupaten Merangin.

Untuk mewujutkan hal tersebut diperlukan adanya dokumen Rencana Strategis pembangunan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin

Tahun 2013-2018 yang akan menjadi acuan disetiap tahapan

pelaksanaannya. Dukungan dan peningkatan peran dari seluruh tingkatan stakeholders didaerah akan sangat mewarnai keberhasilan pembangunan sektor perkebunan dan kehutanan Kabupaten Merangin kedepan.

1.2. Landasan Hukum

1. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah;

2. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah;

3. Undang-undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara; 4. Undang-undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara 5. Undang-undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistim Perencanaan

Pembangunan Nasional;

(11)

7. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 108 Tahun 2000 tentang Tata Cara Pertanggungjawaban Kepala Daerah;

8. Peraturan Pemerintah Nomor 08 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah

9. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Instansi Pemerintah;

10. Permendagri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan PP Nomor 08 Tahun 2008

11. Permendagri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah

12. Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 13 Tahun 2006

13. Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor :050/2020/SJ tanggal 11 Agustus 2005 tentang Petunjuk Penyusunan RPJP dan RPJM Daerah dan Renstra SKPD;

14. Peraturan Daerah Kabupaten Merangin Nomor : 19 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Organisasi Dinas Daerah Kabupaten Merangin (lembaran Daerah Kabupaten Merangin Tahun 2008 Nomor 19); 15. Peraturan Daerah Kabupaten Merangin Nomor : Tahun tentang

RPJM Kabupaten Merangin;

1.3. Maksud dan Tujuan

Maksud penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perkebunan dan Kehutanan ini adalah :

1. Menjabarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Pemerintah Daerah Kabupaten Merangin;

2. Menyediakan pedoman perencanaan dibidang pembangunan perkebunan dan kehutanan dalam menyususun sasaran, program dan kegiatan pembangunan daerah yang dibiayai oleh APBD;

(12)

3. Memberikan arahan rencana tahunan yang dilengkapi dengan indikator dan sasaran kinerja yang jelas dan terukur;

4. Menyediakan tolok ukur evaluasi dan penilaian;

5. Memberikan gambaran arah kondisi perekonomian daerah yang akan dicapai dalam rangka mewujutkan visi dan misi;

Selanjutnya tujuan penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perkebunan dan Kehutanan adalah:

1. Membuat suatu dokumen perencanaan pembangunan yang memberikan arah/strategis pembangunan, sasaran-sasaran strategis, mengenai kebijkan umum dan program pembangunan daerah selama lima tahun kedepan dan memberikan pedoman bagi penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) SKPD;

2. Menjabarkan visi dan misi dinas yang diselaraskan dengan visi dan misi Kabupaten Merangin dalam bentuk kerangka perencanaan program dan kegiatan dengan indikatornya yang diimplementasikan melalui APBD berdasarkan skala prioritas yang terpadu, terarah dan terukur sesuai dengan kebutuhan daerah;

3. Meningkatkan kualitas pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan serta pelayanan masyarakat yang lebih berdaya guna dan berhasil guna; 4. Mengarahkan dan menselaraskan setiap rencana pembangunan guna

mencapai tujuan dan sasaran pembangunan secara bertahap dan berkesinambungan;

(13)

1.4. Sistematika Penulisan

Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin ini akan dituangkan dalam 7 (tujuh) BAB. Adapun materi yang termuat pada setiap BAB tersebut adalah sebagai berikut :

BAB I. PENDAHULUAN

Mengemukakan secara ringkas pengertian Renstra SKPD landasan hukum dari penyusunan Renstra serta hubungan Renstra dengan perencanaan lainnya. Fungsi Renstra SKPD dalam penyelenggaraan pembangunan daerah, proses penyusunan Renstra SKPD, keterkaitan

Renstra SKPD dengan RPJMD, Renstra K/L dan Renstra

Provinsi/Kabupaten/Kota dan dengan Renja SKPD BAB II. GAMBARAN PELAYANAN SKPD

Memuat informasi tentang peran dan fungsi SKPD dalam

penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah, mengulas secara ringkas apa saja sumberdaya yang dimiliki SKPD dalam penyelenggaraan tugas dan fungsinya, mengemukakan capaian penting-capaian penting yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra SKPD periode sebelumnya, mengemukakan capaian program prioritas SKPD yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan RPJMD periode sebelumnya, dan mengulas hambatan-hambatan utama yang masih dihadapi dan dinilai perlu diatasi melalui Renstra SKPD ini

BAB III ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

Pada bagian ini dikemukakan permasalahan-permasalahan pelayanan SKPD beserta faktor-faktor yang mempengaruhinya dan mengemukakan apa saja tugas dan fungsi SKPD yang terkait dengan visi, misi serta program kepala daerah dan wakil kepala daerah terpilih.Identifikasi

(14)

dan misi kepala daerah dan wakli kepala daerah tersebut, faktor-faktor inilah yang kemudian menjadi salah satu bahan perumusan isu strategis pelayanan SKPD

BAB IV VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN KEBIJAKAN

Pada bagian ini dikemukakan rumusan pernyataan visi dan misi SKPD, pernyataan tujuan dan sasaran jangka menengah SKPD, pernyataan strategi dan kebijakan SKPD dalam lima tahun mendatang.

BAB V RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

Pada bagian ini dikemukakan rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, kelompok sasaran, dan pendanaan indikatif.

BAB VI INDIKATOR KINERJA SKPD YANG MENGACU PADA TUJUAN DAN SASARAN RPJMD

Pada bagian ini dikemukakan indikator kinerja SKPD yang secara langsung menunjukkan kinerja yang akan dicapai SKPD dalam lima tahun mendatang sebagai komitmen untuk mendukung pencapaian tujuan dan sasaran RPJMD.

BAB VII PENUTUP

Memuat penjelasan bahwa Renstra Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin merupakan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin, dan merupakan dasar evaluasi dan laporan pelaksanaan atas kinerja tahunan dan lima tahunan, serta catatan dan harapan-harapan Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin.

(15)

`II. GAMBARAN PELAYANAN SKPD

2.1. Tugas, Fungsi dan Struktur Organisasi SKPD

Pembangunan sub sektor perkebunan tetap memegang peran yang

strategis dalam pembangunan perekonomian daerah. Peran strategis perkebunan tersebut diwujutkan melalui kontribusi yang nyata terhadap penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, pakan, energi alternatif, penyerap tenaga kerja, sumber pendapatan daerah, serta pelestarian lingkungan melalui [praktek usaha tani yang ramah lingkungan.

Kabupaten Merangin merupakan salah satu kabupaten sentra perkebunan,

lebih dari 28 % dari jumlah penduduk bergantung hidup pada komoditi perkebunan. Komoditi unggulan perkebunan di Kabupaten Merangin adalah karet, kelapa sawit, kopi dan casiavera. Perkebunan adalah bagian dari sektor pertanian yang merupakan sub sektor andalan yang menjadi penopang keberlanjutan pembangunan di Kabupaten Merangin. Hal ini terbukti dengan terus bertambahnya luas areal perkebunan dan semakin membaiknya harga komoditi perkebunan terutama karet dan kelapa sawit. Disamping itu sub sektor ini juga sangat berperan dalam penyerapan tenaga kerja.

Sedangkan sumberdaya hutan di masa lalu telah menjadi modal utama pembangunan ekonomi nasional maupun daerah, yang memprioritaskan pertumbuhan ekonomi sehingga sumberdaya hutan cenderung dieksploitasi secara besar-besaran tanpa memperhatikan daya dukung yang tersedia. Kenyataan tersebut semakin diperparah oleh pembukaan kawasan hutan dalam skala besar untuk berbagai keperluan pembangunan diluar kehutanan. Sementara itu terjadi pula ekses kapasitas industri pengolahan kayu yang melebihi kemampuan supply bahan baku. Mengingat kenyataan ini maka pembangunan kehutanan kedepan harus dapat menjamin keberlanjutan sistem dan fungsi sumberdaya hutan dengan memperhatikan saling keterkaitan dan ketergantungan antara sumberdaya hutan dengan masyarakat serta bersifat akomodatif dan partisipatif.

Dalam rangka pemanfaatan hutan secara optimal dan lestari serta untuk

(16)

dengan tidak merubah fungsi pokoknya. Untuk tercapainya tujuan pengelolaan tersebut diperlukan pengelolaan hutan yang profesional. Pemantapan kawasan hutan merupakan prinsip dasar dalam menyusun rencana makro untuk mendukung pengelolan hutan lestari, pemantapan kawasan hutan yang legitimate perlu diwujutkan secara optimal mengingat perencanaan dan pengelolaan sumberdaya hutan sampai saat ini terus mengalami berbagai permasalahan yaitu ketidakpastian status hukum kawasan hutan, deforestasi dan degradasi hutan yang terus berlangsung ini menyebabkan terjadinya perpecepatan kerusakan hutan.

Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin dibentuk

berdasarkan Peraturan Daerah Kab. Merangin Nomor 19 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kab. Merangin.

Struktur Organisasi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin terdiri dari :

1. Kepala Dinas

2. Sekretariat, terdiri dari :

a. Sub Bagian Umum & Kepegawaian b. Sub Bagian Keuangan.

c. Sub. Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan 3. Bidang Produksi Perkebunan, terdiri dari :

a. Seksi Budidaya Perkebunan . b. Seksi Perbenihan dan Pembibitan.

c. Seksi Peredaran dan Pengendalian Mutu Benih 4. Bidang Bina Usaha Perkebunan, terdiri dari :

a. Seksi Bimbingan Usaha dan Kelembagaan b. Seksi Pengolahan dan Pengendalian Mutu. c. Seksi Kerjasama dan Pemasaran

5. Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan, terdiri dari : a. Seksi Perlindungan Perkebunan

b. Seksi Pengembangan Rehabilitasi dan Konservasi c. Seksi Penanganan Gangguan Usaha Perkebunan 6. Bidang Penataan Hutan, terdiri dari :

(17)

b. Seksi Pengukuhan dan Penatagunaan Hutan. c. Seksi Penyiapan Wilayah Pengelolaan Hutan

7. Bidang Bina Usaha dan Produksi Kehutanan, terdiri dari : a. Seksi Produksi dan Pembinaan Hasil Hutan

b. Seksi Pengendalian Peredaran Hasil Hutan c. Seksi Pungutan dan Pengelolaan Hasil hutan

8. Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan, terdiri dari:

a. Seksi Pembinaan Hutan

b. Seksi Rehabilitasi Hutan dan Lahan c. Seksi Perlindungan Hutan

UPTD (Unit Pelaksana Teknis Dinas) Kelompok Jabatan Fungsional

Bagan Organisasi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin dapat dilihat pada lampiran 1

Dinas Perkebunan dan Kehutanan mempunyai tugas pokok : Membantu Bupati dalam menyelenggarakan sebagian tugas pemerintahan daerah dibidang perkebunan dan kehutanan. Untuk menjalankan tugas pokok dimaksud, Dinas Perkebunan dan Kehutanan mempunyai fungsi :

1. Perumusan kebijakan daerah, kebijakan pelaksanaan, dan kebijakan teknis dibidang perkebunan dan kehutanan;

2. Pelaksanaan urusan pemerintahan dibidang perkebunan dan kehutanan;

3. Pengelolaan organisasi kelembagaan, sarana-prasarana dan sumberdaya manusia bidang perkebunan dan kehutanan;

4. Penyampaian laporan hasil evaluasi, saran dan pertimbangan dibidang perkebunan dan kehutanan kepada Bupati.

Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan membawahi :

(18)

c. Bidang Bina Usaha Perkebunan

d. Bidang Pengembangan dan Perlindungan Perkebunan

e. Bidang Penataan Hutan

f. Bidang Bina Usaha dan Produksi Kehutanan

g. Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan

h. Unit Pelaksana Teknis Dinas

i. Kelompok Jabatan Fungsional

a. Sekretariat

Tugas pokok: melaksanakan koordinasi pelaksanaan tugas serta pembinaan dan pemberian dukungan administrasi dinas.

Fungsi : - Koordinasi Kegiatan dinas

- Penyelenggaraan pengelolaan administrasi umum untuk kelancaran pelaksanaan tugas dan fungsi dinas

- Penyelenggaraan pengelolaan urusan kepegawaian, organisasi, hukum dan humas, pendidikan dan pelatihan SDM

- Penyelenggaraan penyusunan anggaran dan pengelolaan keuangan

- Penyelenggaraan penyusunan program, evaluasi dan pelaporan

(19)

b. Bidang Produksi Perkebunan

Tugas pokok: melaksanakan tugas dinas dibidang pembinaan dan

peningkatan produksi tanaman perkebunan, budidaya perkebunan, perbenihan dan pembibitan dan peredaran dan pengendalian mutu benih

Fungsi : - merencanakan dan melaksanakan kebijakkan teknis

peningkatan produksi teknis budidaya

- Merencanakan dan melaksanakan rakitan teknologi produksi dengan mengadopsi teknologi baru serta pengembangan teknologi sumberdaya manusia

- Melaksanakan pengawasan mutu peredaran benih/bibit - Melaksanakan bimbingan dan pemantauan kultur teknis

budidaya tanaman penetapan sumber benih/bibit serta usaha perbenihan

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala dinas

c. Bidang Bina Usaha Perkebunan

Tugas pokok: melaksanakan tugas dinas dibidang bina usaha

perkebunan

Fungsi : - melaksanakan bimbingan usaha, permodalan dan tata

cara perizinan usaha perkebunan serta melaksanakan

pembinaan dan pengawasan terhadap usaha

perkebunan

- Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis dibidang prasarana dan pengolahan hasil serta informasi pasar dan pemasaran hasil perkebunan dan menyusun perencanaan bimbingan kelembagaan dan kemitraan

(20)

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala dinas

d. Bidang Pengembangan dan perlindungan Perkebunan

Tugas pokok: melaksanakan tugas dinas dibidang perlindungan tanaman

perkebunan, rehabilitasi tanaman perkebunan, konservasi dan penanganan gangguan usaha perkebunan

Fungsi : - penyiapan rancangan kebijaksanaan teknis dibidang

pengamatan, peramalan dan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) perkebunan, pengendalian hama terpadu (PHT), rehabilitasi/reklamasi, erosi dan produktifitas lahan perkebunan

- Pelaksanaan dan pembinaan kebijaksanaan teknis dibidang pengamatan peramalan OPT perkebunan, pengendalian hama terpadu serta sarana dan informasi

perlindungan tanaman perkebunan, konservasi,

rehabilitasi/reklamasi, erosi dan produktifitas

sumberdaya kebun berdasarkan perundang-undangan yang berlaku

- Peyiapan rancangan kebijaksanaan teknis dibidang peanganan gangguan usaha perkebunan

- Mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan perlindungan

perkebunan dengan balai penelitian perlindungan tanaman perkebunan (BP2TP) dan instansi terkait

- Melaksanakan tugas lain yang diberikan kepala dinas

(21)

Fungsi : - penyiapan perumusan kebijakan kehutananan dibidang inventarisasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan

penatagunaan hutan serta penyiapan wilayah

pengelolaan hutan

- Pelaksanaan kebijakan inventarisasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan hutan serta penyiapan wilayah pengelolaan hutan

- Penyusunan prosedur dibidang inventarisasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan hutan serta penyiapan wilayah pengelolaan hutan

- Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi pelaksanaan prosedur dibidang inventarisasi dan perpetaan hutan, pengukuhan dan penatagunaan hutan serta penyiapan wilayah pengelolaan hutan

- Pelaksanaan administrasi bidang

f. Bidang Bina Usaha dan Produksi Kehutanan

Tugas pokok: menyelenggarakan sebagian tugas dinas kehutanan

dibidang bina usaha kehutanan, produksi dan pembinaan industri hasil hutan, penertiban hasil hutan dan pengelolaan iuran hasil hutan/retribusi

Fungsi : - membantu kepala dinas dalam bidang tugasnya

- pembinaan industri pengolahan hasil hutan

- menyusun rencana umum penatausahaan hasil hutan - menyusun penerimaan negara bukan pajak bidang

(22)

- pembinaan dan pengawasan pelaksanaan eksploitasi hutan

- pembinaan terhadap pelaksanaan kinerja industri hasil hutan

- penyusunan dan penilaian terhadap kebutuhan bahan baku industri hasil hutan

g. Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Hutan

Tugas pokok: menyelenggarakan sebagian tugas dinas kehutanan

dibidang rehabilitasi dan perlindungan hutan berdasarkan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku

Fungsi : - penyiapan rancangan teknis penghijauan dan konservasi

alam, reboisasi hutan dan lahan, pembenihan dan pembibitan tanaman kehutanan

- Penyiapan bahan bimbingan dan pengembangan penghijauan dan konservasi alam dan lahan

- Pelaksanaan reboisasi dan fungsi lahan

- Pelaksanaan pengadaan/pembuatan benih dan bibit tanaman hutan untuk reboisasi, penghijauan dan lahan - pembinaan dan pengawasan pengada dan penyedia

benih dan bibit kehutanan

- mengevaluasi dan menyiapkan laporan pelaksanaan penghijauan dan konservasi tanah, rehabilitasi hutan dan lahan, pengadaan/pembuatan benih dan bibit tanaman hutan

- membantu penyusunan rencana kegiatan perlindungan hutan

(23)

- melaksanakan pengembangan jaringan dan kemitraan dalam rangka perlindungan hutan

- melaksanakan perlindungan hutan dalam rangka pemberdayaan masyarakat berbasis pembangunan kehutanan

- menjaga hak-hak negara dan masyarakat atas hutan dan hasil hutan

- mencegah, membatasi, mengurangi dan menaggulangi kerusakan hutan yang disebabkan oleh manusia, ternak, kebakaran, daya-daya alam dan hama penyakit

- melaksanakan penertiban hasil hutan

- melaksanakan pemantauan, evaluasi dan pelaporan kegiatan perlindungan hutan

2.2. Sumberdaya SKPD

Jumlah Personil pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin sebanyak 106 orang, terdiri dari golongan IV sebanyak 8 orang, golongan III sebanyak 60 orang, golongan II sebanyak 34 orang, golongan I sebanyak 4 orang.

Untuk lebih jelasnya susunan kepegawaian pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin dapat dilihat pada Tabel 1 dan 2 dibawah ini.

(24)

Tabel 2.1. Daftar Pegawai Dinas Perkebunan dan Kehutanan Berdasarkan Pendidikan LAKI-LAKI (Orang) 1 3 5 1 0 0 2 6 6 3 17 23 4 6 8 5 7 9

6 Sarjana Muda Pertanian/Kehutanan 1 2

7 Sarjana Muda Non Teknis 1 1

8 SLTA Kehutanan/Pertanian 7 7 9 SLTA 28 46 10 SLTP 1 1 11 SD 3 - 3 77 29 106 -18 0 Srata Satu (S1) Non Teknis 2 1 -Strata Satu (S1) Pertanian 6 Srata Satu (S1) Kehutanan 2

Strata Tiga (S3) 0 Srata Dua (S2) 0 Jumlah NO Pendidikan KET PRP 2 4 6

Tabel 2.2. Daftar Pegawai Dinas Perkebunan dan Kehutanan Berdasarkan Golongan

JUMLAH

LAKI-LAKI

(Orang)

1

3

5

1 / IV c 1 1 2 / IV b 3 3 3 / IV a 4 4 4 / III d 10 12 5 / III c 9 12 6 / III b 14 19 7 / III a 13 18 8 / II d 6 7 9 / II c 2 5 10 / II b 7 10 11 / II a 4 11 12 Juru TK.I / I c 1 - 1 13 / I a 3 3 77 29 106 7 Jumlah

NO

PANGKAT/GOLONGAN

JENIS KELAMIN

KET

PRP

2

4

6

Pembina Utama Muda

-Pembina TK I

-Pembina

-Penata TK.I 2

Penata 3

Penata Muda TK.I 5

Penata Muda 5

Pengatur TK.I 1

Juru Muda

-Pengatur 3

Pengatur Muda TK.I 3

Pengatur Muda

Dari tabel diatas terlihat bahwa mayoritas aparatur Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin menduduki golongan III (56,60 %) diikuti dengan golongan II (32,07 %), golongan IV (7,54 %) dan golongan I (3,77%).

(25)

Terdapat 8 (delapan ) orang sarjana Kehutanan, 23 (dua puluh tiga) orang sarjana pertanian, 9 (sembilan) orang sarjana non teknis, 6 (enam) orang Magister, 8 (delapan) orang Polisi Kehutanan dan 2 (dua) orang PPNS.

Selain SDM yang mempunyai kompetensi dibidangnya tersebut mereka dalam melaksanakan tugas dan pekerjaannya baik dilapangan maupun dikantor telah dilengkapi dengan peralatan teknologi dan sarana kerja yang cukup memadai akan tetapi saat ini kondisi sarana kerja tersebut sebagian besar dalam keadaan rusak ringan hingga berat. Untuk menghadapi tantangan tugas yang semakin besar dimasa yang akan datang diperlukan penambahan sarana kerja yang lebih memadai. Sarana kerja yang dimiliki oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin saat ini dapat dilihat pada tabel 2.3 dibawah ini.

Tabel 2.3. Kelengkapan Sarana Kerja Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin

No Jenis Sarana Kerja Jumlah Keterangan

1. 2. 3. 4. 5. 6. Tanah

Peralatan dan mesin

Gedung/bangunan Jalan/irigasi dan jaringan Aset tetap lainnya

Aset lainnya 426.776 M²/14 bdg 476 unit 21 bidang 56 unit 10 unit 2 unit Sebagian besar blm bersertifikat Sebagian rusak berat - ringan Sebagian rusak berat - ringan Diserahkan ke masyarakat Berupa buku-buku perundang-undangan Berupa aflikasi

(26)

2.3. Kinerja Pelayanan SKPD

Pelaksanaan pembangunan Perkebunan dan kehutanan di Kabupaten Merangin pada rentang waktu tahun 2012-2013 secara umum memperlihatkan pertumbuhan yang cukup signifikan khususnya di sektor perkebunan ditandai dengan meningkatnya luas areal maupun produksi, dalam mempercepat pertumbuhan komoditas-komoditas unggulan dan pencapaian hasil yang optimal pada rentang waktu 2012-2013, terdapat beberapa permasalahan yang sangat bervariasi dan masing-masing komoditi memiliki permasalahan tersendiri. SKPD Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin telah melaksanakan upaya-upaya pelayanan dalam rangka pengembangan terkait masing-masing komoditi unggulan khususnya karet, kelapa sawit dan kopi.

2.3.1. Komoditas Karet

Sebagai upaya dalam meningkatkan produktifitas karet rakyat dan

membantu menyediakan bibit karet unggul bagi petani karet, maka Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin telah melaksanakan program/kegiatan peremajaan dan pengembangan karet rakyat yang dibiayaai dari berbgai sumber baik APBD II, APBD I, APBN maupun dari swadaya masyarakat. Realisasi Pengembangan karet rakyat di Kabupaten Merangin yang telah dilaksanakan melalui berbagai sumber dana dapat dilihat pada tabel 2.4 dibawah ini.

(27)

Tabel 2.4.Realisasi Pengembangan Karet Rakyat di Kabupaten Merangin Tahun 2012-2013

No Tahun Sumber Dana (Ha)

Jumlah

APBD II APBD I APBN Swadaya

1. 2. 2012 2013 25 25 450 390 500 630 100 122 1.075 1.167 Jumlah 50 840 1130 222 2.242

Melalui kegiatan peremajaan dan pengembangan karet rakyat ini, hasil yang diperoleh adalah sebagai berikut:

a.Terbangunnya kebun karet unggul seluas 2.242

b. Tumbuh dan berkembangnya penangkaran bibit tanaman perkebunan c. Berkembangnya sektor perekonomian diwilayah sentra karet

Disamping adanya pembinaan kepada kelompok-kelompok tani karet tentang pemeliharaan kebun sesuai teknis anjuran juga dilaksanakan perbaikan tata niaga pemasaran bokar sebagai upaya mmemperbaiki harga bokar ditingkat petani, selain dilaksanakan pembinaan pemasaran karet kepada kelompok-kelompok tani juga dilaksanakan pembinaan kepada pasar-pasar lelang karet. Adapun hasil yang diperoleh adalah :

a. Petani memperoleh harga yang wajar

b. Petani terhindar dari ketergantungan kepada tengkulak

c. Petani konsisten menghasilkan bokar yang bermutu sesuai permintaan pasar/pabrikan

d. Memperpendek mata rantai tata niaga bokar

Disamping upaya pendekatan kepada aspek budidaya dan pengolahan pemasaran, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin juga telah

(28)

melaksanakan pembangunan Infrastruktur melalui sumber dana APBD Kabupaten Merangin dan APBN Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian berupa pengembangan Jalan Usaha Tani Perkebunan di sentra-sentra perkebunan rakyat seperti yang tertuang pada tabel 2.5. dibawah ini

Tabel 2.5. Pembangunan Jalan Usaha Tani Perkebunan di Kab. Merangin Tahun 2010 – 2015.

No Tahun Volume (Km) Lokasi

Target Realisasi 1. 2. 3. 4. 5. 6. 2010 2011 2012 2013 2014 2015 12,8 km 41,5 km 51 km 51,5 km 20,5 km 20 km 11,8 km 40,5 km 51 km 51,5 km - - 14 desa 23 desa 28 desa 30 desa 10 desa -

Hasil yang diperoleh dari kegiatan pembangunan Jalan Usaha Tani Perkebunan adalah sebagai berikut:

a. Membuka akses ke areal perkebunan rakyat, sehingga memotivasi petani untuk melaksanakan pemeliharaan kebun, serta memotivasi masyarakat untuk membuka kebun

b. Melancarkan arus transportasi sarana produksi dan hasil panen c. Membuka peluang peningkatan mutu hasil serta perbaikan harga d. Membuka peluang pemasaran hasil perkebunan

e. Meningkatkan nilai harga lahan 2.3.2. Komoditas Kelapa Sawit

Dalam upaya meminimalisir penggunaan dan peredaran bibit kelapa sawit

palsu serta membantu menyediakan benih unggul dengan harga terjangkau, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin telah melaksanakan kegiatan

(29)

pembibitan dan pemeliharaan kelapa sawit bersubsidi yang dapat dilihat pada tabel 2.6. dibawah ini

Tabel.2.6. Pembibitan dan realisasi penyaluran bibit sawit di Kab. Merangin Tahun 2010- 2014. No Tahun Volume Keterangan Target (kecambah) Realisasi Penyaluran (btg) 1. 2. 3. 4. 5. 2010 2011 2012 2013 2014 29.300 20.600 40.000 47.000 48.000 21.975 15.450 27.140 - - Disalurkan bln Mei 2014 Disalurkan tahun 2015

Kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dalam rangka pembinaan dan pengembangan kelapa sawit adalah sebagai berikut:

a. Penyediaan bibit kelapa sawit bersubsidi

b. Pengawasan peredaran benih yang tidak bermutu

c. Pembinaan kepada kelompok tani tentang penggunaan benih bermutu, pemeliharaan kebun kelapa sawit, pasca panen dan pemasaran TBS

d. Pembinaan dan pengawasan terhadap Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS)

e. Menghadiri rapat TBS setiap 2 minggu sekali di Provinsi Jambi yang dihadiri oleh perusahaan-perusahaan perkebunan, Setda Provinsi Jambi, Setda Kabupaten, Disperindag dan perwakilan KUD petani.

Dari kegiatan-kegiatan diatas, diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Menekan penggunaan dan peredaran bibit kelapa sawit palsu, dan petani mulai mengerti tentang kerugian penggunaan bibit palsu

(30)

b. Membantu terpenuhinya kebutuhan petani akan bibit unggul dengan harga yang terjangkau

c. Dengan penggunaan bibit unggul diharapkan produktifitas kelapa sawit akan meningkat

d. PKS tanpa kebun mulai merangkul petani swadaya disekitarnya untuk bermitra sbagai pemasok bahan baku

e. Dengan adanya pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan perkebunan dan PKS maka harga TBS yang telah ditetapkan pada rapat rutin diterapkan secara transparan

Luas perkebunan kelapa sawit di kabupaten Merangin yang telah memasuki masa replanting ± seluas 20.854 Ha yang terdapat pada PT. SAL seluas 7.360 Ha dan PT. KDA 13.494 Ha yang meliputi 24 desa yang rata-rata telah berumur antara 21 s/d 24 tahun. Yang telah di data oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan seluas 4.784 Ha dengan anggota sebanyak 5.026 orang. Dari luasan 4.784 yang telah di data ini sebanyak 1.188 Ha (atau 26,95%) menginginkan replanting dilakukan secara mandiri atau oleh petani itu sendiri, sebanyak 2.842 Ha (atau 58,35 %) menginginkan kemitraan atau bekerja sama dengan perusahaan. Namun disini belum ada kesepakatan tentang penjamin kegiatan replanting ini masih dilaksanakan oleh perusahaan lama ataukah oleh perusahaan baru. Sedangkan sebanyak 754 Ha (atau 12,40 %) masih ragu-ragu melaksanakan replanting sendiri atau bermitra dengan perusahaan. Untuk melihat sebaran luasan perkebunan kelapa sawit yang siap di replanting berdasarkan data yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 2.7 dibawah ini.

Tabel 2.7. REKAPITULASI HASIL SOSIALISASI REPLANTING KELAPA SAWIT DI KAB. MERANGIN TAHUN 2013

No. Kecamatan/ Jlh Anggota Umur Rencana Replanting

Desa KT (Th) Sendiri Kemitraan TK Jmlh Th. Pelaks.

1. PAMENANG BARAT 1 Mampun 122 22 - 23 21 55 49 125 2017 - 2018 2 Pinang Merah 349 16 - 21 33 162 165 360 2016 - 2018 3 Pulau Tujuh 286 22 74 147 10 231 2017 2. PAMENANG 1 Pauh Menang 222 20 -23 24 110 88 222 2018-2020

(31)

4 Pematang Kancil 193 22 - 23 8 151 17 176 3. TABIR TIMUR 0 1 Sei. Bulian 256 20 - 22 2 219 12 233 2 Sri Sembilan 275 21 -22 122 48 8 178 2020 4. TABIR ILIR 1 Rejo Sari 156 22 68 88 - 156 2020 2 Air Batu 381 20-22 380 - - 380 2020 5. BANGKO 1 Sei. Kapas 61 23-24 16 20 25 61 2017-2020 2 Bukit Beringin 24 17 0 21 3 24 2020 0 6. TABIR SELATAN 0 1 Sei. Sahut 494 21 - 22 118 273 103 494 0 2 Mekar Jaya 204 21-22 114 27 58 199 2018 3 Bungo Tanjung 126 - - - - - 4 Sinar Gading 177 20 - 21 4 172 1 177 - 7. RENAH PAMENANG 1 Rasau 453 17, 23, 24 20 364 67 451 2016-2018, 2022 2 Meranti 424 21 - 24 28 390 6 424 2017 - 2019 3 Lantak Seribu 75 23 -24 1 74 0 75 2019 8. PAMENANG SELATAN 1 Tanjung Benuang 259 22 -24 60 120 74 254 2016 1188 2842 754 4784 2.3.3 Komoditas Kopi

Kondisi mutu dan produktifitas kopi petani yang rendah saat ini disebabkan karena masih menggunakan bibit lokal dan kurangnya pemeliharaan, pada tahun 2012 Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin memberi bantuan penyediaan bibit unggul kopi dengan sumber benih dari pusat penelitian Kopi dan Kakao Jember dengan sumber dana dari APBD Provinsi. Pengembangan kopi di Kabupaten Merangin tahun 2012 seluas 25 Ha di Desa Koto Baru Kec. Sei. Tenang, 2013 seluas 85 Ha yang berlokasi di Desa Talang Tembago Kec. Sei. Tenang seluas 25 Ha, Desa Rantau Suli Kec. Sei.Tenang seluas 35 Ha dan Desa Muara Madras Kec. Jangkat seluas 25 Ha.

(32)

Untuk Tahun 2014 seluas 50 ha yang berlokasi di Desa Renah Alai Kec. Jangkat seluas 25 Ha dan Desa Rantau Kermas Kec. Jangkat seluas 25 Ha.

Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini adalah :

a. Terbangunnya kebun kopi unggul tahun 2012 - 2013 seluas 110 Ha b. Meningkatnya penggunaan klon unggul kopi diwilayah sentra kopi c. Meningkatnya produktifitas dan mutu hasil kopi

Sedangkan pembangunan di sektor kehutanan dari hasil evaluasi kinerja SKPD sesuai Renstra Tahun 2008-2013, sebagian besar program dan kegiatan sudah terlaksana, namun beberapa hal masih belum sesuai target yang diinginkan, hal ini disebabkan antara lain masih lemahnya kapasitas SDM dalam kerangka berpikir akibat adanya penyesuaian dengan pola kerja yang semakin berkembang di di era reformasi serta keterbatasan dana, dengan rincian kegiatan sebagai berikut :

2.3.4. Pengembangan Hutan Desa

Hutan Desa di Kab. Merangin seluas 49.000 Ha yang tersebar di 17 desa dengan rincian sbb :

1. Desa Birun Kec. Pangkalan Jambu

2. Desa Lubuk Beringin, Lubuk Birah dan Desa Durian Rambun Kec. Ma. Siau 3. Desa Tanjung Dalam, Koto Rami, Ds. Tuo Kec. Lembah Masurai

4. Desa Ma. Madras Kec. Jangkat

5. Desa Talang Tembago, Ds. Gedang, Tanjung Benuang, Pematang Pauh, Beringin Tinggi, Koto Baru, Jangkat, Tj. Alam dan Tj. Mudo Kec. Sei. Tenang

Sampai Tahun 2013 dari 17 Hutan Desa yang dicadangkan yang telah terbit SK Hak Pengelolaan Hutan Desa oleh Gubernur Jambi adalah sebanyak 12 desa yaitu Desa Durian Rambun Kec. Ma. Siau, Desa Tanjung Dalam Kec. Lembah Masurai, Desa Ma. Madras Kec. Jangkat, Desa Talang Tembago, Desa Gedang, Tj. Benuang, Pematang auh, Beringin Tinggi, Koto Baru, Jangkat, Tanjung Alam dan Tanjung Mudo Kec. Sei. Tenang dengan luas keseluruhan sebesar 34.772 Ha. Sedangkan 5 desa lagi belum keluar SK Pengelolaannya yaitu :

a. Desa Koto Rami dan Desa Tuo Kec. Lembah Masurai hal ini disebabkan karena sebagian besar areal sudah dirambah

(33)

b. Desa Lubuk Beringin Kec. Ma. Siau dan Desa Birun Kec. Pangkalan Jambu, hal ini disebabkan karena belum adanya kesepahaman dan kesepakatan masyarakat c. Desa Lubuk Birah Kec. Ma. Siau, disebabkan karena terlambatnya proses

pengajuan karena ada permasalahan di desa

2.3.5. Pembangunan Hutan Tanaman Rakyat (HTR)

Pembangunan HTR yang telah dicadangkan oleh Menteri Kehutanan pada Tahun 2010 yaitu di Desa Nalo Gedang dan Desa Baru Nalo Kec. Nalo Tantan serta Desa Ma. Kibul, Ngaol Ilir dan Desa Batang Kibul Kec. Tabir Barat. Hasil dari kegiatan ini adalah terbitnya SK Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada HTR (IUPHHK-HTR) oleh Bupati Merangin untuk 10 Kelompok Tani Hutan (KTH). Namun sampai tahun 2013 baru 2 KTH yang sudah keluar SK Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu (IUPHHK) pada IUPHHK-HTR yaitu di Desa Nalo Gedang seluas 50,9 Ha. Namun permohonan yang sudah masuk dari KTH mencapai luas ±1.000 Ha. Terlambatnya proses penerbitan SK ini disebabkan karena beberapa hal sbb:

1. Sebagian besar lahan yang sudah dicadangkan rata-rata sudah diolah oleh masyarakat menjadi kebun yang masih produktif

2. Lahan-lahan di desa setempat sebagian besar dikuasai oleh masyarakat luar, sehingga mereka tidak punya legalitas seperti Kartu Tanda Penduduk desa setempat untuk syarat menjadi anggota KTH

3. Pelaksanaan verifikasi menggunakan anggaran UPT Kementerian (BP2HP), maka untuk pelaksanaan verifikasi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin tergantung pada jadwal/kesediaan dari BP2HP, sedangkan untuk keluarnya SK harus ada hasil verifikasi dari BP2HP

(34)

III. ISU-ISU STRATEGIS

BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI

3.1. Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi

Berdasarkan tugas dan fungsi permasalahan pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin, saat ini antara lain :

1. Jumlah SDM Teknis kehutanan belum memadai (rasio luas kawasan hutan dengan SDM), luas kawasan hutan di Kab. Merangin ± 767.887 Ha, dengan luasan kawasan hutan tersebut Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin hanya memiliki 8 (delapan) orang sarjana teknis kehutanan, 8 (delapan) orang POLHUT dan 2 (dua) PPNS, dengan jumlah tenaga teknis yang dimiliki ini kedepannya mempunyai tantangan yang cukup berat dalam mewujutkan visinya untuk menuju hutan lestari

2. Masih minimnya sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan program/kegiatan dilapangan seperti kendaraan dinas roda empat dan dua untuk operasional, pada umumnya kendaraan operasional yang ada saat ini kurang layak untuk kegiatan dilapangan.

3. Belum lengkapnya data base kehutanan (potensi dan penggunaan kawasan hutan). Saat ini Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin belum memiliki data yang akurat mengenai potensi kawasan hutan yang ada, baik itu potensi hasil hutan kayu maupun non kayu

4. Belum mantapnya kepastian hukum batas kawasan hutan (revisi tata ruang, update data hasil tata batas, tata batas belum temu gelang). Saat ini ada dualisme penggunaan data batas kawasan hutan yaitu antara peta hasil tata batas dan peta penunjukan kawasan hutan, dimana kedua data tersebut memberikan hasil yang berbeda dilapangan.

5. Masih panjangnya mata rantai tataniaga pada beberapa produk perkebunan, khususnya pada karet

6. Masih lemahnya pembinaan dan pengawasan terhadap perusahaan perkebunan kelapa sawit dan pabrik kelapa sawit, sehingga perusahaan masih membeli TBS dengan harga dibawah harga ketentuan.

(35)

7. Replanting Sawit, luas kebun plasma di Kab. Merangin yang memasuki masa replanting ± seluas 20. 854 Ha yang terdapat pada PT. SAL dan PT. KDA dengan rata-rata umur 23 s/d 24 tahun

3.2. Telaahan Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah

Dalam rangka pencapaian Visi “Berbenah menuju Merangin Emas”

Yaitu: Bangun ekonomi rakyat, Bersih dan Amanah. Serta sebagai wujut dukungan SKPD terhadap misi kepala daerah, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin mengemban serangkaian tugas dan fungsi dengan arah kebijakan antara lain sebagai berikut:

1. Meningkatkan mutu produksi dan produktifitas komoditi perkebunan

2. Meningkatkan dan mengembangkan kinerja, kelembagaan dan sumberdaya manusia

3. Mengembangkan perencanaan pembangunan perkebunan dan kehutanan, informasi dan metoda penyuluhan perkebunan dan kehutanan yang epektif. 4. Melestarikan dan melindungi sumberdaya perkebunan dan kehutanan 5. Meningkatkan ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana

perkebunan dan kehutanan

6. Memantapkan status kawasan hutan dan menertibkan pengelolaan hutan 7. Meningkatkan produktifitas hutan dan pemenuhan bahan baku industri

pengolahan hasil hutan

8. Menumbuh kembangkan Hutan Adat dan Hutan Desa

9. Menertibkan ilegal logging, menekan karhutla dan perambahan hutan.

3.3. Tantangan dan Peluang SKPD

Tantangan yang dihadapi oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin adalah:

1. Adanya pasar global yang membuat produk luar dengan mudahnya masuk kedalam negeri

2. Kurangnya pengetahuan petani tentang konsep pengelolaan kebun yang berkelanjutan dalam upaya pelestarian lingkungan

(36)

4. Tingkat kesadaran dunia usaha dan masyarakat terhadap kelestarian hutan masih rendah.

Kondisi ekonomi, pengetahuan dan pemahaman masyarakat sekitar hutan yang rendah akan fungsi dan manfaat hutan mengancam kelestarian hutan 5. Ilegal logging dan perambahan kawasan hutan (pembalakan liar dan

peredarannya, open akses eks HPH)

Masih tingginya pencurian kayu didalam kawasan hutan dan masih berlangsungnya kegiatan perambahan kawasan hutan, hal ini masih merupakan ancaman yang harus segera dicari jalan keluarnya

6. Dumping dan persaingan harga kayu olahan ditingkat internasional (produk kayu olahan/plywood dari cina lebih murah. Hal ini membuat produk lokal tidak laku

7. Belum terpadunya peraturan antar sektor (Pertambangan, perkebunan, transmigrasi). Banyaknya peraturan antar sektor yang tidak sinkron, disektor kehutanan tidak membolehkan usaha diluar kehutanan masuk dalam kawasan hutan disektor lain memperkenankan, hal ini membuat tekanan terhadap kawasan hutan yang semakin luas

8. Lemahnya penegakan hukum dibidang kehutanan (putusan pengadilan belum memberikan efek jera)

Peluang yang dimiliki oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin 1. Besarnya jumlah permintaan produk hasil perkebunan

2. Banyaknya industri hilir yang membutuhkan bahan baku hasil perkebunan 3. Besarnya minat masyarakat untuk pengembangan komoditi perkebunan 4. Adanya peraturan dibidang kehutanan (UU no 41 Tahun 1999),

Undang-undang Nomor 41 Tahun 1999 jo Undang-Undang-undang Nomor 19 tahun 2005 tentang kehutanan beserta peraturan-peraturan turunannya, UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan UU Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan bahwa hutan harus dipertahankan dan dilestarikan dan dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kesejahteraan masyarakat

(37)

Kemasyarakatan (HKm), Hutan Desa, Gerakan Penanaman Satu Milyar Pohon, Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan pemberian ijin Restorasi Ekosistim merupakan kebijakan pemerintah untuk menuju hutan lestari, selain kebijakan tersebut pemerintah juga telah mengeluarkan Instruksi Presiden untuk penanganan kasus ilegal logging.

6. Isu-isu Internasional, adanya isu-isu internasional tentang perubahan iklim, perdagangan karbon dan sertifikasi verifikasi legalitas kayu merupakan bentuk perhatian dunia internasional untuk mewujutkan hutan lestari.

Mempertimbangkan kemampuan peluang dan kendala sub sektor perkebunan dan kehutanan di Kabupaten Merangin, untuk mencapai sasaran, mewujutkan visi,misi dan tujuan serta mengimplementasikan kebijakan pengembangan perkebunan dan kehutanan secara nasional, dapat disusun suatu strategi yang akan digunakan pada pembangunan perkebunan dan kehutanan di Kab. Merangin tahun 2013-2018. Untuk mendukung strategi pembangunan daerah yang telah tertuang dalam RPJM Kabupaten maka strategi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin selama lima tahun kedepan adalah sbb:

1. Pemanfaatan potensi sumber daya alam yang optimal dan kompetitif

2. Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana sesuai dengan rencana pembangunan wilayah dan kebutuhan masyarakat

3. Menggunakan sumberdaya aparatur kelembagaan dan petani secara optimal dalam rangka melaksanakan pembangunan sektor perkebunan dan kehutanan

4. Meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat disektor perkebunan dan kehutanan

5. Meningkatkan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan

6. Melaksanakan penertiban pengusahaan/industri perkebunan dan

kehutanan

(38)
(39)
(40)
(41)

IV. VISI, MISI, TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN

4.1. Visi dan Misi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kab. Merangin

Mengacu pada kondisi dan potensi sumberdaya alam yang dimiliki, tantangan yang akan dihadapi serta hasil yang diharapkan dalam periode tertentu pada masa mendatang serta dengan memperhatikan gagasan dan harapan dari berbagai lapisan masyarakat dan stake holders dalam pembangunan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin kedepan, maka rumusan visi Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin adalah

“PERKEBUNAN YANG TANGGUH, DAN PENGELOLAAN HUTAN LESTARI BERBASIS MASYARAKAT”

Untuk mewujudkan visi tersebut agar arah dan tujuan pembangunan dapat terealisasi, maka misi yang diemban oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin adalah :

1). Melaksanakan pembangunan ekonomi kerakyatan dengan prioritas pada sektor perkebunan dan kehutanan skala luas

2). Mewujudkan tersedianya sarana prasarana sektor perkebunan dan kehutanan

3). Memantapkan tata guna kawasan hutan

4). Meningkatkan upaya perlindungan hutan dan konservasi alam 5). Mengelola hutan dan hasil hutan secara lestari

(42)

4.2. Tujuan

Dalam mewujutkan visi dan misi yang telah ditetapkan, maka tujuan yang ingin dicapai juga perlu ditetapkan, agar sesuai dengan visi dan misi pembangunan. Untuk itu tujuan pembangunan perkebunan dan Kehutanan untuk lima tahun kedepan terhitung tahun 2013-2018 perlu ditetapkan dan dipedomani dalam menentukan perencanaan pembangunan perkebunan dan kehutanan di Kabupaten Merangin. Selain itu tujuan juga harus bersifat

Suaitable (sesuai dengan visi dan misi), Achievable (dapat dicapai), Flexible

(tidak kaku), Motivating (dapat memotivasi), Understandable (dapat dipahami), Linkage (memiliki keterkaitan yang erat dengan misi) serta Measurable (terukur). Tujuan pembangunan perkebunan dan kehutanan ini perlu dilengkapi dengan rencana sasaran yang hendak dicapai.

Tujuan pembangunan yang tertuang dalam RPJMD kabupaten Merangin yang berhubungan dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan adalah:

1. Mengembangkan kawasan sentra produksi, kawasan ekonomi strategis dan perumahan yang berkualitas, sasaran yang ingin dicapai adalah :

- Pengembangan Kawasan Jangkat sebagai Kawasan Ekonomi Strategis.

2. Meningkatkan penataan zona dan melestarikan kawasan hutan lindungan, cagar budaya tradisional melayu sebagai pusat penelitian dan, wisata alam & budaya, sasaran yang ingin dicapai adalah: Peningkatan kesadaran para stakeholder tentang pelestarian alam dan lingkungan hidup khususnya kawasan konservasi dan

(43)

Untuk mendukung tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam RPJM maka Dinas Perkebunan dan Kehutanan menetapkan TUJUAN sebagai berikut:

1). Meningkatkan peran sub sektor perkebunan dan kehutanan skala luas dalam bidang ekonomi kerakyatan guna mewujudkan pencapaian kesejahteraan masyarakat.

2). Mewujudkan pembangunan dan pengembangan prasarana daerah, fasilitas dasar sosial budaya dan ekonomi masyarakat

3). Memantapkan kawasan hutan sesuai fungsinya dan

meningkatkan pengelolaan hutan secara adil dan tertib 4). Menekan upaya perusakan hutan atau deforestasi 5). Meningkatkan produktifitas sumberdaya hutan

Berdasarkan tujuan yang telah ditetapkan oleh Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin dan mengacu kepada sasaran yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Merangin diatas maka Dinas Perkebunan dan Kehutanan menetapkan sasaran sebagai berikut :

1). Meningkatkan peran sub sektor perkebunan dan kehutanan skala luas dalam bidang ekonomi kerakyatan guna mewujudkan pencapaian kesejahteraan masyarakat. Sasaran yang ditetapkan adalah :

- Meningkatnya produksi dan produktifitas komoditi perkebunan - Tersedianya data pokok dan potensi perkebunan dan

(44)

- Meningkatkan produktifitas sumberdaya hutan

2). Mewujudkan pembangunan dan pengembangan prasarana daerah, fasilitas dasar sosial budaya dan ekonomi masyarakat, sasaran yang ingin dicapai adalah:

- Mewujudkan tersedianya sarana dan prasarana sektor perkebunan dan kehutanan

- Tersusunnya dokumen perencanaan perkebunan dan

kehutanan dan program penyuluhan perkebunan dan kehutanan

- Meningkatnya kinerja aparatur dan tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan

3). Memantapkan kawasan hutan sesuai fungsinya dan

meningkatkan pengelolaan hutan secara adil dan tertib, sasaran yang ingin dicapai adalah:

- Terciptanya status dan fungsi kawasan hutan yang mantap 4). Menekan upaya perusakan hutan atau deforestasi, sasaran yang

ingin dicapai adalah :

- Meningkatkan konservasi, perlindungan dan pengamanan sumberdaya hutan

- Meningkatnya perlindungan komoditi spesifik 5). Meningkatkan Produktifitas sumberdaya hutan

sasaran yang ingin dicapai adalah :

- Tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan - Melaksanakan penertiban pengusahaan/industri perkebunan dan

(45)

- Meningkatnya kinerja dan tumbuhnya kepedulian masyarakat terhadap kelestarian hutan

- Meningkatnya profesionalisme petugas dalam melaksanakan program dan kegiatan

- Meningkatnya peran serta swasta dan masyarakat dalam pembangunan perkebunan dan kehutanan

4.3. Strategi

Strategi merupakan suatu metode atau cara untuk mencapai hasil

yang telah ditetapkan. Dengan demikian, untuk mencapai hasil tersebut untuk dilaksanakan melalui proses yang dirancang secara matang dengan memperhitungkan kondisi, potensi, peluang dan kendala yang ada dan akan dihadapi.

Strategi tersebut diperlukan untuk memperinci arah pengembangan program prioritas kepala daerah yang terpilih tersebut. Strategi

pembangunan Kabupaten Merangin Tahun 2013 – 2018 adalah strategi

utama dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan

pembangunan daerah. Adapun strategi yang dimaksud adalah :

a. Melaksanakan percepatan pembangunan daerah yang ditujukan bagi pengembangan sektor ekonomi unggulan Kabupaten Merangin dengan mendayagunakan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kearifan lokal.

b. Melaksanakan pembangunan daerah yang berimbang antara pertumbuhan dan pemerataan serta menjamin kelestarian

(46)

lingkungan hidup sehingga menghasilkan pertumbuhan ekonomi daerah yang berkualitas.

c. Meningkatkan peran serta aktif masyarakat dalam

penyelenggaraan pemerintah dan pembangunan daerah.

Melakukan reformasi birokrasi dan meningkatkan kinerja pelayanan publik oleh aparatur pemerintah Kabupaten Merangin yang didasarkan prinsip good government dan clean government untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan pengembangan daerah.

Untuk mendukung strategi pembangunan daerah yang telah tertuang dalam RPJM Kabupaten maka STRATEGI Dinas Perkebunan dan Kehutanan selama lima tahun kedepan adalah :

1). Pemanfaatan potensi sumberdaya alam yang optimal dan kompetitif 2). Meningkatkan pembangunan sarana dan prasarana sesuai dengan

rencana pembangunan wilayah dan kebutuhan masyarakat

3). Menggunakan sumberdaya aparatur kelembagaan dan petani secara optimal dalam rangka melaksanakan pembangunan sektor perkebunan dan kehutanan

4). Meningkatkan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat disektor perkebunan dan kehutanan

5). Meningkatkan pelaksanaan rehabilitasi hutan dan lahan

6). Melaksanakan penertiban pengusahaan/industri perkebunan dan kehutanan

(47)

4.4. Kebijakan

Kebijakan pembangunan Kabupaten Merangin difokuskan kepada upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan pembangunan Kabupaten Merangin merupakan turunan dari kebijakan pembangunan Nasional dan pembangunan Provinsi Jambi dengan mempertimbangkan keunggulan daerah dan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Merangin.

Adapun arah kebijakan umum pembangunan Kabupaten Merangin periode tahun 2013 – 2018 adalah :

a. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas yang terlihat

dari pengurangan kemiskinan dan pengurangan pengangguran melalui program yang terkait langsung dengan masyarakat di daerah.

b. Meningkatkan manajemen pemerintahan yang baik melalui

penerapan prinsip transparansi, akuntabilitas, supremasi hukum, keadilan, dan partisipatif. Manejemen pemerintahan yang baik

mempunyai peranan penting bagi tercapainya sasaran

pembangunan daerah di masa datang.

c. Memperkuat dimensi pembangunan daerah yang berkeadilan

melalui minimalisasi kesenjangan pendapatan, pengurangan ketimpangan pembangunan antar daerah, dan peningkatan partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah.

(48)

Untuk mendukung kebijakan yang telah tertuang dalam RPJM tersebut maka KEBIJAKAN pada Dinas Perkebunan dan Kehutanan kabupaten Merangin untuk lima tahun kedepan adalah :

1). Meningkatkan mutu produksi dan produktifitas komoditi

perkebunan dan kehutanan

2). Meningkatkan dan mengembangkan kinerja, kelembagaan dan sumberdaya manusia

3). Mengembangkan perencanaan pembangunan perkebunan dan kehutanan, informasi dan metoda penyuluhan perkebunan dan kehutanan yang epektif

4). Melestarikan dan melindungi sumberdaya perkebunan dan kehutanan

5). Meningkatkan ketersediaan dan kelengkapan sarana dan prasarana perkebunan dan kehutanan

6). Memantapkan status kawasan hutan dan menertibkan

pengelolaan hutan

7) Meningkatkan produktifitas hutan dan pemenuhan bahan baku

industri pengolahan hasil hutan

8) Menumbuhkembangkan Hutan Adat/Hutan Desa

9) Menertibkan ilegal logging, menekan karhutla dan perambahan

hutan

Untuk lebih jelasnya penjelasan misi, tujuan dan sasaran dapat dilihat pada lampiran I.

(49)

4.5. Program Prioritas

Pemerintah Kabupaten Merangin dalam RPJM Kabupaten telah menetapkan Program Prioritas Pembangunan Daerah sebagai berikut :

1. Mewujutkan masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi 2. Mewujutkan sumberdaya manusia yang berkualitas

3. Mewujutkan pelaksanaan pembangunan yang daya tanggap terhadap permasalahan masyarakat

4. Mewujutkan kehidupan masyarakat yang agamis

Program RPJMD Kabupaten Merangin yang berhubungan dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin adalah pada program prioritas nomor urut 1 yaitu “Mewujutkan masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi” dimana untuk mendukung program prioritas ini terdapat program :

1. Program pertanian berupa revitalisasi pertanian, perkebunan dan perkebunan

2. Program pengembangan hutan tanaman rakyat dan pariwisata Program SKPD Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin untuk mendukung program tersebut adalah :

1. Program peningkatan kesejahteraan petani 2. Program peningkatan ketahanan pangan

3. Program peningkatan pemasaran hasil produksi perkebunan 4. Program peningkatan penerapan teknologi perkebunan tepat guna 5. Program peningkatan produksi perkebunan

(50)

6. Program pemberdayaan penyuluh perkebunan lapangan 7. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan

8. Program rehabilitasi hutan dan lahan

9. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan 10. Program pembinaan dan penertiban industri hasil hutan 11. Program perencanaan dan pengembangan hutan

(51)
(52)

V. RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF

5.1. Program Prioritas

Pemerintah Kabupaten Merangin dalam RPJM Kabupaten telah menetapkan Program Prioritas Pembangunan Daerah sebagai berikut : 1. Mewujutkan masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi 2. Mewujutkan sumberdaya manusia yang berkualitas

3. Mewujutkan pelaksanaan pembangunan yang daya tanggap terhadap permasalahan masyarakat

4. Mewujutkan kehidupan masyarakat yang agamis

Program RPJMD Kabupaten Merangin yang berhubungan dengan Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin adalah pada program prioritas nomor urut 1 yaitu “Mewujutkan masyarakat yang mempunyai kemampuan ekonomi” dimana untuk mendukung program prioritas ini terdapat program :

1. Program pertanian berupa revitalisasi pertanian, perkebunan dan perkebunan

2. Program pengembangan hutan tanaman rakyat dan pariwisata

Program SKPD Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin untuk mendukung program tersebut adalah :

1. Program peningkatan kesejahteraan petani 2. Program peningkatan ketahanan pangan

(53)

5. Program peningkatan produksi perkebunan

6. Program pemberdayaan penyuluh perkebunan lapangan 7. Program pemanfaatan potensi sumberdaya hutan

8. Program rehabilitasi hutan dan lahan

9. Program perlindungan dan konservasi sumberdaya hutan 10. Program pembinaan dan penertiban industri hasil hutan 11. Program perencanaan dan pengembangan hutan

5.2. Kegiatan

Dalam rangka mencapai sasaran sesuai dengan program yang telah ditetapkan, Dinas Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Merangin melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagai berikut :

1. Program Peningkatan kesejahteraan petani, kegiatan utama yang dilaksanakan adalah :

a. Pembinaan UPP, UPPT dan ADO

b. Peningkatan kemampuan lembaga petani

c. Peningkatan kesejahteraan kelembagaan petani d. Pembinaan penangkar bibit perkebunan

Program peningkatan kesejahteraan petani akan mencapai target yang telah ditetapkan jika didukung rencana pendanaan untuk masa lima tahun kedepan dengan rincian per tahunnya terdapat pada lampiran. Sumber pendanaan untuk program Peningkatan Kesejahteraan Petani hanya bertumpu pada APBD Kabupaten (Pendapatan Asli Daerah).

2. Program Peningkatan Ketahanan Pangan, kegiatan utama yang dilaksanakan adalah :

(54)

b. Optimalisasi lahan perkebunan

Program Peningkatan Ketahanan Pangan akan mencapai target yang telah ditetapkan jika didukung rencana pendanaan untuk masa lima tahun kedepan dengan rincian per tahunnya terdapat pada lampiran. Adapun sumber pendanaan untuk program Peningkatan Ketahanan Pangan cukup bervariasi yaitu tidak saja mengandalkan sumber pendanaan pada APBD Kabupaten, tetapi juga sumber pendanaan APBD Provinsi dan sumber pendanaan TP

3. Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Perkebunan, kegiatan utama yang dilaksanakan adalah :

Pengolahan Informasi Pasar atas Hasil Produksi Perkebunan (Rapat TBS)

a. Pembangunan Jalan Usaha Tani Perkebunan

Program peningkatan pemasaran hasil produksi perkebunan akan mencapai target yang telah ditetapkan jika didukung rencana pendanaan untuk masa lima tahun kedepan dengan rincian per tahunnya terdapat pada lampiran. Sumber pendanaan untuk program peningkatan pemasaran hasil produksi perkebunan hanya bertumpu pada APBD Kabupaten dan APBN

4. Program Peningkatan Penerapan Teknologi Perkebunan Tepat Guna, kegiatan utama yang dilaksanakan adalah :

a. Sharing kegiatan dana Tugas Pembantuan b. Demplot komoditi perkebunan

(55)

e. Pengadaan pool lelang karet f. Pengadaan fogging

g. Pengadaan alat perkebunan

h. Pengadaan alat pengolahan pasca panen komoditi perkebunan

Program Peningkatan Penerapan Teknologi Perkebunan Tepat Guna akan mencapai target yang telah ditetapkan jika didukung rencana pendanaan untuk masa lima tahun kedepan dengan rincian per tahunnya terdapat pada lampiran. Adapun sumber pendanaan untuk program Peningkatan Penerapan Teknologi Perkebunan Tepat Guna bervariasi yaitu tidak saja mengandalkan sumber pendanaan pada APBD Kabupaten, tetapi juga sumber pendanaan APBD Provinsi dan sumber pendanaan TP

5. Program Peningkatan Produksi Perkebunan, kegiatan utama yang dilaksanakan adalah :

a. Pengembangan karet rakyat

b. Pengembangan kebun kelapa sawit c. Pembibitan kelapa sawit

d. Pemeliharaan pembibitan karet e. Pemeliharaan kebun kelapa sawit f. Pengembangan tanaman nilam

g. Pengembangan tanaman kopi robusta

Program Peningkatan Produksi Perkebunan akan mencapai target yang telah ditetapkan jika didukung rencana pendanaan untuk masa lima tahun kedepan dengan rincian per tahunnya terdapat pada lampiran. Adapun sumber pendanaan untuk program Peningkatan Penerapan Teknologi Perkebunan

Gambar

Tabel 2.1. Daftar Pegawai Dinas Perkebunan dan Kehutanan Berdasarkan Pendidikan  LAKI-LAKI (Orang) 1 3 5 1 0 0 2 6 6 3 17 23 4 6 8 5 7 9
Tabel 2.3.  Kelengkapan  Sarana  Kerja  Dinas  Perkebunan  dan  Kehutanan   Kabupaten  Merangin
Tabel 2.4.Realisasi Pengembangan Karet Rakyat di Kabupaten Merangin    Tahun   2012-2013
Tabel 2.5.  Pembangunan Jalan Usaha Tani Perkebunan di Kab. Merangin Tahun  2010 – 2015
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hambatan dan kendala dalam pencapaian kinerja sasaran ini yaitu sebagai berikut: Keadaan Ekonomi Global termasuk Indonesia yang pada tahun 2016 mengalami perlemahan

Pencapaian Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita tahun 2021 dalam meningkatkan dukungan manajemen dan pelaksanaan tugas-tugas teknis dapat dilihat melalui

Untuk mengetahui kesalahan penulisan resep rawat jalan yang ditinjau dari persyaratan administratif di instalasi farmasi RSUD Wangaya. Untuk mengetahui kesalahan penulisan resep

Dari gambar grafik di atas diketahui bahwa kecamatan dengan persentase tertinggi penerima kartu jaminan kesehatan untuk masyarakat miskin adalah adalah Kecamatan Kumpeh (0,60 %)

Renstra Dinas Ketahanan Pangan Kota Payakumbuh Tahun 2017-2022 30 (f) masih rendahnya kesadaran para ritel untuk menjual produk segar yang aman dan bermutu; (g) belum efektifnya

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan karya tulis “Hubungan antara Smartphone Addiction dan Sustained

peran dan partisipasi aktif Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam membantu penanganan PMKS Masih kurangnya pemberdayaan PMKS berbasis pada

peran dan partisipasi aktif Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) dalam membantu penanganan PMKS Masih kurangnya pemberdayaan PMKS berbasis pada