KATA PENGANTAR. Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas

18  30  Download (0)

Teks penuh

(1)

vi

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya skripsi yang berjudul “Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RSUD Wangaya” ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya.

Ucapan terima kasih penulis berikan atas kerjasama dalam penyusunan skripsil ini kepada :

1. dr. I Made Ady Wirawan, MPH., PhD, selaku Ketua Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

2. Putu Ayu Indrayathi, MPH sebagai Ketua Bagian PS. IKM terima kasih atas segala nasehat dan bimbingannya

3. Rina Listyowati, S.SiT.,M.Kes, selaku dosen pembimbing I yang telah sabar memberikan bimbingan dan masukan selama penyusunan skripsi ini.

4. dr. Pande Putu Januraga, M.Kes, Dr.PH, selaku dosen pembimbing II yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penyusunan skripsi ini.

5. Para dosen dan staf Program Studi Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.

6. Bapak Ngurah selaku kepala instalasi farmasi RSUD Wangaya yang telah memberikan izin untuk melakukan penelitian dan membimbing saya selama mempersiapkan proposal hingga skripsi.

7. Ibu Komang Tri Palguni selaku kepala instalasi farmasi 24 jam RSUD Wangaya, kak toni, dan teman-teman magang poltekes yang telah membimbing dan membantu penulis dalam melakukan penelitian

(2)

vii

8. Orang tua saya dr. I Ketut Bagiada dan Ni Nyoman Suciani, adik-adik saya Padma Diani Putri dan Nyoman Juniari Arsandi yang telah memberikan dukungan finansial dan dukungan moral dalam melaksanakan penelitian maupun skripsi ini

9. Sahabat terdekat Trisnu Kamajaya, Cintya Riska Prathiwi, Santika Dewi, Gungis Cintya Dewi, Geng Good Kober, SMG dan KKN Bantang yang telah membantu dan memberikan semangat dalam penyusunan skripsi ini.

10. Pacar saya I Gst. Ngr. Bayu Aditya Pidada S.T., M.T yang selalu memberikan dukungan dan bantuan walau berada di Bandung dengan segala kesibukannya.

11. Semua pihak yang telah membantu dan memberikan dukungan dalam penyusunan skripsi ini yang tidak bisa penulis sebutkan satu per satu.

Penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun untuk menyempurnakan skripsi ini.

Denpasar, 18 Juli 2017

(3)

viii

PROGRAM STUDI KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS KEDOKTERAN

PEMINATAN ADMINISTRASI KEBIJAKAN KESEHATAN Skripsi, Juni 2017

Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya

ABSTRAK

Kesalahan penulisan resep adalah kesalahan yang disebabkan oleh kelalaian biasanya berkaitan dengan informasi penulis resep dan pasien, tidak adanya informasi mengenai bentuk sediaan, dosis, cara penggunaan serta ketidaklengkapan persyaratan administratif dan farmasetis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kesalahan penulisan resep rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Wangaya. Kesalahan penulisan resep ditinjau dari persyaratan administratif, farmasetis dan analisis penulisan resep.

Rancangan penelitian bersifat deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 370 resep. Pengambilan data dilakukan melalui skrining resep menggunakan Daftar Tilik Skrining Resep (DTSR).

Hasil penelitian dari 370 resep, rata-rata kesalahan penulisan resep berdasarkan persyaratan administratif adalah sebesar 100%. Kesalahan tertinggi terjadi pada penulisan tinggi badan pasien sebesar 100% dan terendah pada penulisan nama pasien sebesar 1%. Berdasarkan kesesuaian farmasetis rata-rata kesalahan penulisan resep sebesar 88%. Kesalahan tertinggi terjadi pada penulisan kekuatan obat sebesar 83% dan terendah pada penulisan jumlah obat sebesar 13%. Sedangkan rata-rata kesalahan penulisan resep berdasarkan analisis penulisan sebesar 78%. Kesalahan tertinggi terjadi pada penulisan rute pemberian 57% dan terendah pada penulisan aturan pakai obat 8%.

Simpulan penelitian ini adalah seluruh variabel gambaran kesalahan penulisan resep tidak mencapai target (0%). Kesalahan terbesar terdapat pada persyaratan administratif sebesar 100%, disusul dengan kesesuaian farmasetis sebesar 88% dan analisis penulisan sebesar 78%. Saran yang dapat diberikan yaitu kepada pihak IFRS Wangaya agar memberikan penyuluhan rutin mengenai kaidah menulis resep yang benar dan sesuai SOP, dan kepada apotekermelakukan kegiatan skrining resep sehingga dapat meminimalisasi terjadinya medication error.

Kata Kunci : Kesalahan Penulisan Resep, Persyaratan Administratif, Kesesuaian Farmasetis, Analisis Penulisan, DTSR.

(4)

ix

PUBLIC HEALTH STUDY PROGRAM MEDICAL FACULTY

ADMINISTRATION HEALTH AND POLICY Undergraduate thesis, June 2017

An Overview of Outpatient Reciepe prescription error at Pharmacy Deparment In Wangaya General Hospital

ABSTRACT

The mistakes in prescription making commonly caused by errors related to prescription and patient information, not also by the information concluded in form of medication, dosage, also administrational and pharmaceutical requirement. This research seeks the common errors in the outpatient prescription making in pharmacy department of Wangaya General Hospital. The errors are objectively seen on administrative requirement, pharmaceutical and prescription making analysis.

This research included into descriptive study with quantitative approach. Simple random sampling approach is the method used in collecting 370 samples. The data collection are using the prescription screening of Daftar Tilik Skrining Resep (DTSR).

The result of this study concludes that from 370 prescriptions, 100% of error in prescription making are based on administrative requirements. The highest error occurred 100% in patient height and the lowest error occurred 1% in patient naming. By pharmaceutical meaning has about 88% of total included. The highest error occurred 83% of the medicine dosage and the lowest error occurred 13% in total of medicine used. By the prescription making error in order of writing 78% is included. The highest error occurred 8% in term of use.

All variable included as common errors haven’t reach the target (0%). The most of error 100% seen in administrative requirement, 88% of pharmaceutical conformity and 78% as analysis of prescription writing. Requirement given by IFRS at Wangaya in form of routine socialization about principles in prescription making that qualified by the SOP, and the screening of prescription making to minimalized the occurrence of medication error.

Keyword : Prescription Making Errors, Administrative Requirements, Pharmaceutical Conformity, Analysis of Writing, DTSR.

(5)

x

DAFTAR ISI

Cover ... i

Halaman Judul ... ii

Halaman Judul dengan Spesifikasi ... iii

Halaman Persetujuan ... iv

Kata Pengantar ... vi

Abstrak ... viii

Abstract ... ix

Daftar Isi ... x

Daftar Tabel ... xii

Daftar Gambar ... xiii

Daftar Lampiran ... xiv

Daftar Lambang dan Singkatan ... xv

BAB 1 PENDAHULUAN ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... 6 1.3 Pertanyaan Penelitian ... 7 1.4 Tujuan Penelitian ... 7 1.5 Manfaat Penelitian ... 7

1.6 Ruang Lingkup Penelitian ... 8

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA ... 9

2.1 Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit ... 9

2.2 Pelayanan Instalasi Rawat Jalan ... 10

2.3 Resep ... 10

2.3.1 Definisi Resep ... 10

2.3.2 Ukuran Lembar Resep ... 11

2.3.3 Jenis-Jenis Resep ... 11

2.4 Penulisan Resep ... 12

2.4.1 Pengertian Penulisan Resep ... 12

2.4.2 Penulis Resep ... 13

2.4.3 Latar Belakang Penulisan Resep ... 13

2.4.4 Tujuan Penulisan Resep ... 14

2.4.5 Kerahasiaan dalam Penulisan Resep ... 14

2.4.6 Format Penulisan Resep ... 15

2.4.7 Pola Penulisan dan Contoh Resep ... 17

2.4.8 Tanda-Tanda pada Resep ... 19

2.4.9 Persyaratan Menulis Resep ... 20

2.4.10 Prinsip Penulisan Resep di Indonesia ... 21

2.4.11 Menulis Resep ... 21

2.4.12 Penulisan Resep Obat yang Rasional ... 25

2.4.13 Pelayanan Resep Obat ... 27

2.4.14 Daftar Singkatan Dalam Resep di RSUD Wangaya ... 28

2.4.15 Daftar Singkatan, Simbol dan Penulisan Dosis yang Tidak Boleh Digunakan Dalam Resep di RSUD Wangaya ... 31

(6)

xi

2.6 Kesalahan Penulisan Resep ... 43

2.6.1 Definisi Kesalahan Penulisan Resep ... 43

2.6.2 Permasalahan Dalam Menulis Resep ... 44

BAB 3 KERANGKA KONSEP DAN DEFINISI OPERASIONAL ... 47

3.1 Kerangka Konsep ... 47

3.2 Variabel Penelitian ... 49

3.3 Variabel dan Definisi Operasional ... 50

BAB 4 METODE PENELITIAN ... 54

4.1 Desain Penelitian ... 54

4.2 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 54

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian ... 55

4.3.1 Populasi Penelitian ... 55

4.3.2 Sampel Penelitian ... 55

4.4 Jenis Data ... 56

4.4.1 Jenis Data ... 56

4.4.2 Instrumen Penelitian ... 57

4.4.3 Cara Pengumpulan Data ... 57

4.5 Pengolahan Data ... 58

4.6 Analisis Data ... 59

BAB 5 HASIL DAN ANALISIS PENELITIAN ... 60

5.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 60

5.2 Gambaran Resep Rawat Jalan yang Diteliti di Instalasi Farmasi RSUD Wangaya ... 62

5.3 Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan di Instalasi Farmasi RSUD Wangaya ... 64

BAB 6 PEMBAHASAN ... 68

6.1 Gambaran Karakteristik Asal Resep ... 68

6.2 Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Persyaratan Administratif di IFRS Wangaya ... 69

6.3 Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Kesesuaian Farmasetis di IFRS Wangaya ... 73

6.4 Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Analisis Penulisan di IFRS Wangaya ... 76

BAB 7 SIMPULAN DAN SARAN ... 80

7.1 Simpulan ... 80

7.2 Saran ... 81 DAFTAR PUSTAKA

(7)

xii

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Daftar Singkatan Dalam Resep di RSUD Wangaya ... 28

Tabel 2.2 Daftar Singkatan dan Simbol yang Tidak Boleh Digunakan ... 31

Tabel 2.3 Penulisan Dosis yang Tidak Boleh Digunakan ... 34

Tabel 2.4 Kesepakatan Satuan Hasil Pengukuran ... 37

Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Penelitian Kuantitatif ... 50

Tabel 5.1 Jumlah Resep Masuk IRJ dan IRI RSUD Wangaya Bulan Januari s/d April 2017 ... 62

Tabel 5.2 Karakteristik Asal Resep ... 63

Tabel 5.3 Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Persyaratan Administratif ... 65

Tabel 5.4 Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Kesesuaian Farmasetis ... 66

Tabel 5.5 Gambaran Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Analisis Penulisan ... 67

(8)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1.1 Capaian Indikator Kesalahan Penulisan Resep di Instalasi Farmasi RSUD

Wangaya Tahun 2016 ... 5

Gambar 2.1 Pola Penulisan Resep ... 17

Gambar 2.2 Contoh Resep ... 18

(9)

xiv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Ethical Clearance

Lampiran 2 Rekomendasi Izin Penelitian Lampiran 3 Daftar Tilik Skrining Resep

Lampiran 4 Hasil Skrining Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Persyaratan Administratif

Lampiran 5 Hasil Skrining Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Kesesuaian Farmasetis

Lampiran 6 Hasil Skrining Kesalahan Penulisan Resep Rawat Jalan Berdasarkan Analisis Penulisan

Lampiran 7 Rekapan Persentase Item Variabel

Lampiran 8 Rekapan Persentase Masing-Masing Variabel Lampiran 9 Dokumentasi Foto

(10)

xv

DAFTAR LAMBANG DAN SINGKATAN

Daftar Lambang

% : persen

= : sama dengan

α : alpha

Daftar Singkatan

IFRS : Instalasi Farmasi Rumah Sakit IRJ : Instalasi Rawat Jalan

IRI : Instalasi Rawat Inap

RSUD : Rumah Sakit Umum Daerah SIP : Surat Izin Praktek

SPIK : Surat Izin Praktek Kolektif

ISO : Organisasi Internasional untuk Standarisasi IIMS : Indonesia Index Medical Specialities DOI : Daftar Obat di Indonesia

OTC : Other of the counter PIM : Periculum in mora SIP : Surat Izin Praktik

CPO : Catatan Penggunaan Obat LASA : Look a like sound a like SPO : Standar Prosedur Operasional BMHP : Bahan Medis Habis Pakai SIMRS : Sistem Informasi Rumah Sakit

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Rumah sakit merupakan suatu organisasi yang bergerak dibidang pelayanan kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan manusia. Upaya pelayanan kesehatan dapat dilakukan dengan pendekatan berupa pencegahan, penyembuhan, dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara menyeluruh dan berkesinambungan sehingga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat. Kebutuhan akan kesehatan ini meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih fasilitas kesehatan yang baik dan bermutu. Sebagai layanan penyedia jasa untuk kesehatan masyarakat, selain sarana dan prasarana yang lengkap rumah sakit juga harus memberikan kinerja yang baik. Untuk mewujudkan keinginan tersebut dibutuhkan berbagai instalasi penunjang seperti salah satunya yaitu instalasi farmasi rumah sakit.

Instalasi Farmasi Rumah Sakit (IFRS) adalah instalasi yang dipimpin oleh seorang apoteker dan dibantu oleh beberapa orang apoteker, tenaga ahli madya farmasi (D-3) dan tenaga menengah farmasi (AA) yang memenuhi persyaratan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan merupakan tempat atau fasilitas penyelenggaraan yang bertanggung jawab atas seluruh pekerjaan serta pelayanan kefarmasian yang terdiri atas pelayanan paripurna, mencakup perencanaan, pengadaan, produksi, penyimpanan perbekalan kesehatan, dispensing

(12)

2

obat, pengendalian mutu dan pengendalian distribusi dan penggunaan seluruh perbekalan kesehatan di rumah sakit serta pelayanan farmasi klinik (Kemenkes RI, 2014).

Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan dirumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal tersebut diperjelas dalam Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang standar pelayanan rumah sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Farmasi rumah sakit bertanggung jawab terhadap semua barang farmasi yang beredar di rumah sakit (Kemenkes RI, 2004).

Dalam melaksanakan pelayanan yang optimal dibutuhkan pengawasan diberbagai tingkatan penyelenggaraan pelayanan farmasi. Adapun salah satu tindakan yang penting untuk dievaluasi adalah kegiatan pemesanan obat. Pemesanan obat dilakukan melalui peresepan yang ditulis oleh dokter atau dokter gigi yang sudah di tetapkan oleh rumah sakit. Menurut Kemenkes Nomor 1027/Menkes/SK/IX/2004, resep adalah permintaan tertulis dari dokter, dokter gigi, dokter hewan kepada apoteker untuk menyediakan dan menyerahkan obat kepada pasien sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pemesanan dan pencatatan obat yang baik sangat diperlukan untuk meningkatkan keamanan pengobatan pasien,

(13)

3

menghindari kesalahan dalam pemberian obat, dan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit.

Kesalahan merupakan suatu kekeliruan dalam penulisan, dispensing atau pemberian obat yang direncanakan, dideteksi dan diperbaiki sebelum obat diberikan kepada pasien (Siregar, 2004). Dalam hal penulisan resep, terdapat titik-titik rawan yang harus difahami baik oleh penulis resep (prescriber) maupun pembaca resep (dispenser). Resep harus ditulis dengan jelas dan lengkap untuk menghindari adanya salah persepsi diantara keduanya dalam mengartikan sebuah resep. Menurut Michelle R. Colien kegagalan komunikasi dan salah interpretasi antara prescriber dengan dispenser merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya kesalahan medikasi (medication error) yang bisa berakibat fatal bagi penderita (Cohen, 1999). Hasil studi Bobb di Chicago, Amerika Serikat, menunjukkan bahwa kesalahan dalam penulisan resep di rumah sakit umum sering terjadi sehingga banyak rumah sakit di Amerika yang mempertimbangkan pemakaian komputer dalam pemesanan obat. Terbukti pemakaian komputer dapat menurunkan kejadian kesalahan penulisan dosis obat yang merupakan kesalahan dalam penulisan resep terbanyak, sebanyak 20% (Bobb, 2004). Di Indonesia sendiri penelitian oleh Zairina dan Ekarina yang melibatkan 2445 lembar resep dari 3 apotek di Surabaya periode Agustus 2003 sampai November 2003 menyebutkan bahwa persentase kejadian tertinggi yaitu penulisan aturan pakai yang tidak ditulis lengkap, tidak sesuai atau tidak ditulis sebagai aturan pakai atau “signa” sebanyak 35,29%. Serta hasil penelitian Sari yang melibatkan 6104 lembar resep selama bulan Oktober, November dan Desember 2005 dari 11 apotek di wilayah Surabaya Utara

(14)

4

didapatkan total kesalahan dalam penulisan resep adalah 5631 dengan kesalahan penulisan signa sebanyak 9,04%, kesalahan penulisan bentuk sediaan sebanyak 0,98%, kesalahan penulisan kekuatan obat sebanyak 0,48%, kesalahan penulisan dosis sebanyak 0,44% dan kesalahan penulisan nama obat sebanyak 0,16%.

Berbagai jenis kesalahan terkait penulisan resep dapat mengakibatkan kejadian yang merugikan pasien maupun pihak rumah sakit. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wangaya Kota Denpasar merupakan perangkat dan unsur pendukung penyelenggaraan pemerintah daerah Kota Denpasar yang dipimpin oleh seorang direktur yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada walikota melalui sekretaris daerah. RSUD Wangaya merupakan tempat peneliti melakukan kegiatan Praktek Kerja Lapangan (PKL) pada akhir tahun 2016. Melalui pengamatan yang dilakukan selama 7 minggu mengikuti kegiatan PKL, diketahui bahwa capaian indikator kesalahan penulisan resep sepanjang tahun 2016 di IFRS Wangaya tidak mencapai target.

Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala instalasi farmasi RSUD Wangaya diketahui bahwa target capaian indikator kesalahan penulisan resep adalah 0% yang artinya tidak boleh terjadi kesalahan penulisan resep. Target ini merupakan salah satu indikator yang harus dicapai untuk Peningkatan Mutu Keselamatan Pasien (PMKP) di RSUD Wangaya. Apabila capaian indikator kesalahan penulisan resep tidak tercapai, secara tidak langsung hal ini dapat mempengaruhi mutu dan keselamatan pasien yang terdapat di RSUD Wangaya.

Perhitungan kesalahan penulisan resep dilakukan secara manual tanpa spesifikasi bentuk kesalahannya. Setiap bulannya terdapat 5000 resep yang berasal

(15)

5

dari semua instalasi di RSUD Wangaya. Adapun jumlah resep tertinggi berasal dari Instalasi Rawat Jalan (IRJ), hal ini disebabkan IRJ merupakan instalasi kesehatan yang melayani konsultasi, pemeriksaan dan pengobatan pasien dengan waktu singkat atau tidak memerlukan pelayanan perawatan. IRJ terdiri dari berbagai poliklinik sebagai tempat pemeriksaan pasien pertama dalam rangka pemeriksaan lebih lanjut didalam tahap pengobatan penyakit. Berikut ini adalah data capaian indikator kesalahan penulisan resep yang dihitung berdasarkan 200 sampel resep yang dipilih tiap bulannya sepanjang tahun 2016.

Berdasarkan data tahun 2016 tersebut dapat dilihat bahwa indikator jumlah kesalahan penulisan resep obat belum mencapai target. Data menunjukkan bahwa kejadian kesalahan penulisan resep terjadi paling tinggi pada bulan Juli sebesar 6,5%. Adapun contoh kasus kesalahan penulisan resep obat diantaranya

Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus Septem ber Oktober Novem ber Desemb er Capaian 2% 2% 1.50% 4% 5.50% 6% 6.50% 3% 3.50% 5% 2% 1.50% Target 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 0% 1% 2% 3% 4% 5% 6% 7%

Capaian Indikator Kesalahan Penulisan Resep di Instalasi Farmasi RSUD Wangaya Tahun 2016

Gambar 1.1 Capaian Indikator Kesalahan Penulisan Resep di IFRS Wangaya Tahun 2016

(16)

6

penggunaan singkatan nama obat yang menimbulkan persepsi yang berbeda antara penulis dan penerima resep, ketidaklengkapan resep, kesalahan penulisan nama obat, ketidakjelasan dosis obat yang dibutuhkan, dan lain sebagainya.

Melihat dampak buruk yang dapat terjadi terhadap rendahnya mutu dan keselamatan pasien di RSUD Wangaya akibat kesalahan penulisan resep seperti kontra indikasi, interaksi obat, dan reaksi alergi. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menggambarkan kesalahan penulisan resep rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Wangaya.

1.2 Rumusan Masalah

Sepanjang tahun 2016 setiap bulan sejumlah 200 sampel resep yang berasal dari semua instalasi di RSUD Wangaya dihitung jumlah kesalahan penulisan resepnya. Perhitungan kesalahan penulisan resep dilakukan secara manual tanpa spesifikasi bentuk kesalahannya. Berdasarkan perhitungan tersebut ditemukan kesalahan penulisan resep terbanyak terjadi pada pada bulan Juli 2016. Hal ini menunjukkan tidak tercapainya indikator kesalahan penulisan resep dengan target capaian sebesar 0% atau sama artinya dengan tidak boleh terjadi kesalahan penulisan resep. Melihat dampak buruk yang dapat terjadi terhadap rendahnya mutu dan keselamatan pasien di RSUD Wangaya akibat kesalahan penulisan resep seperti kontra indikasi, interaksi obat, dan reaksi alergi. Oleh karena itu, peneliti tertarik untuk menggambarkan kesalahan penulisan resep rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Wangaya.

(17)

7

1.3 Pertanyaan Penelitian

“Bagaimanakah gambaran kesalahan penulisan resep rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Wangaya?”

1.4 Tujuan Penelitian 1.4.1 Tujuan Umum

Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran kesalahan penulisan resep rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Wangaya. 1.4.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui kesalahan penulisan resep rawat jalan yang ditinjau dari persyaratan administratif di instalasi farmasi RSUD Wangaya.

2. Untuk mengetahui kesalahan penulisan resep rawat jalan yang ditinjau dari kesesuaian farmasetis di instalasi farmasi RSUD Wangaya.

3. Untuk mengetahui kesalahan penulisan resep rawat jalan yang ditinjau dari analisis penulisan di instalasi farmasi RSUD Wangaya.

1.5 Manfaat Penelitian 1.5.1 Manfaat Teoritis

Dari hasil penelitian ini peneliti dapat meningkatkan pengetahuan mengenai kesalahan penulisan resep rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Wangaya. Selain itu, hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan awal bagi penelitian selanjutnya untuk mengembangkan penelitiannya.

(18)

8

1.5.2 Manfaat Praktis

1. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai masukan pada penulis resep untuk lebih meminimalkan kesalahannya dalam menulis resep sehingga dapat meningkatkan mutu dan keselamatan pasien.

2. Dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan oleh pihak RSUD Wangaya untuk melakukan analisis kesalahan penulisan resep terhadap semua penulis resep sehingga dapat meningkatkan pelayanan mutu rumah sakit. 1.6 Ruang Lingkup Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian di bidang kesehatan masyarakat untuk menggambarkan kesalahan penulisan resep rawat jalan di instalasi farmasi RSUD Wangaya. Penelitian ini dilaksanakan di instalasi farmasi Rumah Sakit Umum Daerah Wangaya yang berlokasi di Jalan Kartini, Denpasar.

Figur

Gambar 1.1 Capaian Indikator Kesalahan Penulisan Resep di IFRS Wangaya           Tahun 2016

Gambar 1.1

Capaian Indikator Kesalahan Penulisan Resep di IFRS Wangaya Tahun 2016 p.15

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :