RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMP?MTs :
Mata Pelajaran : Keterampilan Kelas/semester : VII/1
Standar Kompetensi : 2. Membuat benda kerajinan
Kompetensi Dasar : 2.3.Membuat benda kerajinan untuk fungsi pakai/hias berbahan lunak alami maupun buatan dengan teknik lipat, potong, bentuk, dan rekat.
Indikator : 1. Menyiapkan bahan dan alat sesuai kebutuhan desain. 2. Membuat karya sesuai desain dan teknik yang dipilih. 3. Praktik membuat finishing sesuai desain.
Alokasi Waktu : 6 x 40’ (3 x pertemuan) A. Tujuan Pembelajaran
a. Peserta didik dapat menyiapkan bahan dan peralatan pembuatan kerajinan dari bahan tanah liat.
b. Peserta didik dapat membentuk benda kerajinan dari bahan tanah liat dengan teknik membentuk dengan tangan (pilin/pijit) sesuai desain yang direncanakan.
c. Peserta didik dapat membuat hiasan yang indah dan sesuai dengan benda yang dibuat.
d. Peserta didik dapat membuat finishing karya sesuai dengan desain, fungsi dan bahan.
B. Materi Ajar
a. Pembuatan desain fungsional dari bahan tanah liat. b. Persiapan bahan dan alat.
* Bahan tanah liat lokal yang tersedia di lingkungan sekolah * Jenis tanah liat ( ballclay, kaolin, residu, dll)
* Mengolah tanah liat
* Alat pembentukan tanah liat
- alat pemotong tanah (senar/kawat kecil) - butsir
- alat pembuat hiasan pahat cukil, cutter, kuas, karet spon, kain katun.
c. Pembentukan karya kerajinan berbahan lunak.
* Teknik pembentukan tanah liat manual dengan tangan
- teknik pijit/pinch adalah teknik membentuk tanah liat menggunakan tangan dengan cara dipijit, dibentuk sampai membentuk desain yang diinginkan,
- teknikpilin/coil adalah membentuk bahan tanah liat dengan cara tanah liat buat pilin-pilin kemudian dibentuk produk kerajinan yang diinginkan.
*Teknik pembuatan hiasan, dapat dilakukan dengan cara - ditempel
- digores/diukir - dicap/tera d. Finishing karya
Finishing karya dari bahan tanah liat dapat dilakukan dengan cara Dikeringkan ditempat terbuka tidak kena sinar matahari langsung. Dihaluskan/diamplas, benda produk diamplas halus.
Diberi warna dengan cat sesuai pilihan siswa.
Pelapisan akhir dengan pilox, aqualecker, woodsatain.
C. Metode Pembelajaran( metode dapat dikembangkan kearah model pembelajaran atau strategi pembelajaran tertentu yang relevan dengan mata pelajaran, seperti
kooperatif, kerja mandiri, kerja kelompok, dll) Presentasi
Demontrasi Pemberian tugas
D. Langkah-langkah kegiatan Pembelajaran Pertemuan pertama
Pembuatan desain fungsional dari bahan lunak. 1. Kegiatan Pendahuluan
Presentasi dan diskusi desain yang baik. Penyiapan bahan alat
Penentuan tema desain Teknik pembuatan desain 2. Kegiatan inti
Sket pradesain
Membuat desain dan gambar kerja Pemantapan desain dengan tinta 3. Penutup
Evaluasi desain Kritik dan saran
Penugasan desain di rumah. Pertemuan Kedua
Pembentukan karya dari bahan tanah liat 1. Kegiatan pendahuluan
Persiapan bahan dan alat untuk membentuk desain produk yang direncanakan. Persiapan fisik dan mental untuk berkarya yang baik.
2. Kegiatan Inti Mengolah tanah
Membentuk tanah menjadi bentuk karya secara global Membentuk bodi/badan karya
Membuat hiasan pada karya dengan teknik tertentu Menghaluskan karya
3. Penutup
Evaluasi dan kritik karya
Saran dan tindak lanjut pembuatan karya
Tugas rumah mengeringkan karya di tempat terbuka tidak kena sinar matahari langsung
Pertemuan Ketiga
Praktik finishingkarya dari bahan tanah liat 1. Kegiatan pendahuluan
Penyiapan karya
Penyapan bahan finishing Penghalusan permukaan karya 2. Kegiatan inti
Pembuatan dasaran finishing pada karya
Pemberian bahan bahan finishing karya dengan ornamen yang diwarna dengan cat. Pelapisan akhir karya dengan pilox, aqualecker, woodstain
3. Penutup
Pengumpulan karya dan pameran klas Evaluasi dan kritik karya
Penilaian akhir. E. Sumber bahan
• Alat: kawat/senar pemotong, alat penghias, kuas, alat penghalus. • Bahan: Tanah liat
• Rujukan buku, buletin internet dll. F. Penilaian
Teknik : Tes performen
Bentuk instrumen: Tes Proses dan produk
Instrumen : Buatlah produk fungsional dari bahan tanah liat dengan teknik manual dengan tangan (pipin, pijit), ide bentuk, ukuran, teknik, dan finishing sesuai pilihan peserta didik!
Kriteria penilaian menggunakan penilaian proses dan hasil karya Penilaian proses dibobot 40% dan penilain hasil dibobot 6 Contoh Rubrik penilaian proses
PENILAIAN PROSES PEMBUATAN KARYA DARI BAHAN LUNAK ALAMI Nama :
Kelas : Waktu Pelaksanaan :
Kriteria penilaian No Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4 Jumlah nilai 1 2 3 4 5
Persiapan alat dan Bahan Ketepatan komposisi bentuk Ketepatan Pembuatan Ketepatan Waktu Keseriusan dan kedisiplinan kerja. 25 25 25 25 25 √ √ √ √ √ 100 75 75 50 100 Jumlah 100 400 Nilai Akhir = 400 5 80
Contoh Rubrik penilaian produk
PENILAIAN HASIL KARYA DARI BAHAN LUNAK ALAMI
Nama : Kelas : Waktu Pelaksanaan :
Kriteria penilaian No Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4 Jumlah nilai 1 2 3 4 5 Ketepatan desain Bentuk Proporsi Ketepatan fungsi/ergonomik Finishing. 25 25 25 25 25 √ √ √ √ √ 100 75 75 50 100 Jumlah 100 400 Nilai Akhir = 400 5 80
Nilai akhir: skor proses x bobot + skor hasil x bobot : 100 = N = 80x40+80x60 : 100 = 80
Jakarta, …………..,………
Mengetahui Guru Mata Pelajaran
Kepala Sekolah
………. ………..
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMP/MTs : SMP
Mata Pelajaran : Keterampilan (teknologi) Kelas/Semester : IX/1
Alokasi Waktu : 4 x 40 menit ( 2 x pertemuan ) Standar Kompetensi
Menerapkan teknologi pengolahan pengawetan bahan mentah nabati dengan cara dikeringkan.
Kompetensi Dasar.
Melakukan proses pengawetan bahan mentah nabati dengan cara dikeringkan. Indikator
1. Membuat perencanaan pengawetan biaya bahan nabati dengan cara dikeringkan. 2. Melakukan pengawetan aneka makanan nabati yang dikeringkan.
3. Membuat kemasan sesuai rencana, memamerkan, dan atau menjualnya. Alokasi waktu: 4 x 40’ (2 x pertemuan)
.
A.Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menentukan bahan mentah nabati yang akan dikeringkan 2. Peserta didik dapat menyiapkan alat dan bahan sesusai dengan bahan yang akan
diawetkan.
3. Peserta didik dapat mengupas dan mengiris kentang yang akan diawetkan dengan 4. arah memanjang.
5. Peserta didik dapat menyiapkan air dan bahan tambahan lain yang akan digunakan untuk merendam irisan kentang.
6. Peserta didik dapat merebus irisan kentang yang telah direndam sesuai ketentuan 7. Peserta didik dapat menjemur irisan kentang yang telah direbus sampai kering seperti
kerupuk
8. Peserta didik dapat memberi bumbu/aromayang enak dan warna yang menarik menarik.
9. Peserta didik dapat menggoreng kripik kentang hingga masak. B. Materi Ajar.
1. Pegenalan bahan kentang yang baik.
2. Penyiapan peralatan pembuatan keripik kentang (pisau, alat penggoreng, panci, landasan, alat pengaduk, ember, dll)
3. Pengupasan dan pengirisan kentang. 4. Perebusan ketang yang baik
5. Penjemuran kentang
6. Pemberian bumbu dan aroma yang enak.. 7. Penggorengan keripik kentang.
9. Penyajian dan penjualan produk.
C. Metode ( metode dapat dikembangkan ke arah model pembelajaran atau strategi
pembelajaran yang relevan dengan karakteristik mata pelajaran seperti kerja kelompok, tugas manidiri, kooperatif dll).
Observasi Wawancara Demontrasi Praktik D. Langkah-langkah Pembelajaran. Pertemuan ke 1. a. Kegiatan Pendahuluan.
- Motivasi:Menanyakan Peserta didik apakah perencanaan telah dikerjakan. - Menunjukkan contoh kentang yang berkualitas baik.
- Memperlihatkan contoh kripik yang sudah jadi. b.Kegiatan Inti.
- Mempersiapkan Peserta didik untuk kegiatan praktik. - Memberikan contoh resep
- Diskusi pembuatan keripik yang baik - menyusun/membuat resep keripik kentang
c.Kegiatan Penutup.
- Memberikan penghargaan kepada Peserta didik yang tekun dan rajin. - Membuat kesimpulan.
Pertemuan ke 2
a. Kegiatan Pendahuluan
Apersepsi:Menanyakan kembali pelajaran lalu
Memberikan contoh hasil gorengan kripik kentang. b. Kegiatan Inti.
- Menyiapkan Peserta didik untuk kegiatan praktik. - Menyiapkan alat dan bahan.
- Melakukan pengupasan kentang dan mengirisnya.. - Melakukan perendaman.
- Melakukan perebusan.
- Melakukan perebusan dan penirisan. - Melakukan penjemuran hingga kering - Memberi bumbu dan aroma
- Menggoreng keripik kentang - Mengemas keripik kentang - Menyajikan dan menjual keripik
c.Kegiatan Penutup.
- Memberikan penghargaan kepada Peserta didik yang tekun dan rajin. - Mencoba hasil karya dan memberi komentar dalam bentuk laporan. - Menyajikan dan menjual produk.
E. Sumber Belajar. Buku
resep masakan,
nara sumber yang ahli dibidangnya, media cetak,
media elektronik.
F. Penilaian.
Teknik : Tes.
Bentuk instrument : Unjuk Kerja Proses dan Produk.
Contoh instrument : Buatlah kripik kentang sesuai ketentuan dengan langkah kerja yang benar!
Kemas dan Simpanlah dalam kemasan yang indah dan menarik!
Contoh Rubrik penilaian proses
PENILAIAN PROSES PEMBUATAN KERIPIK KENTANG
Nama : Kelas : Waktu Pelaksanaan :
Kriteria penilaian No Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4 Jumlah nilai 1 2 3 4 5
Persiapan alat dan Bahan Ketepatan komposisi Ketepatan Pembuatan Ketepatan Waktu Keseriusan dan kedisiplinan kerja. 25 25 25 25 25 √ √ √ √ √ 100 75 75 50 100 Jumlah 100 400 Nilai Akhir = 400 5 80
Contoh Rubrik penilaian produk
PENILAIAN HASIL KARYA PEMBUATAN KERIPIK KENTANG
Nama : Kelas : Waktu Pelaksanaan :
Kriteria penilaian No Aspek yang dinilai Skor
1 2 3 4 Jumlah nilai 1 2 3 4 5 Rasa kripik. Warna/rupa kripik. Bentuk kripik. Hasil gorengan. Hasil kemasan. . 25 25 25 25 25 √ √ √ √ √ 100 75 75 50 100 Jumlah 100 400 Nilai Akhir = 400 5 80 ………,……… Menetahui Guru Mata Pelajaran……... Kepala SMP…………..
……….. ……….. NIP/NIK NIP/NIK………..
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
SMP?MTs :
Mata Pelajaran : Keterampilan (teknologi) Kelas/Semester : IX/1
Alokasi Waktu : 2 x 40 menit (1 x pertemuan ) Standar Kompetensi
Mengapresiasikan karya teknologi budidaya hewan unggas petelur. Kompetensi Dasar.
Mengenal produk hewan unggas petelur. Indikator
1. Mendeskripsikan pengertian budidaya unggas petelur. 2. Mendeskripsikan jenis unggas petelur.
3. Menjelaskan fungsi budidaya unggas petelur. 4. Memilih unggas petelur yang baik.
5. Mendeskripsikan prosedur pembudidayaan unggas petelur. Alokasi waktu: 2 x 40’ ( 1 x pertemuan )
A. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat mendeskripsikan pengertian budidaya hewan unggas petelur 2. Peserta didik dapat menyebutkan jenis unggas petelur.
3. Peserta didik dapat menjelaskan fungsi pembudidayaan unngas petelur. 4. Peserta didik dapat memilih hewan unggas petelur yang bermutu. 5. Peserta didik dapat mendeskripsikan prosedur budidaya unggas petelur. B. Materi Ajar.
Pengertian budidaya unggas petelur. Jenis unggas petelur yang berkualitas. Fungsi pembudidayaan unggas petelur. Pemilihan unggas petelur yang baik. Prosedur pembudidayaan unggas petelur.
C. Metode Pembelajaran. (Metode dapat dikembangkan kearah model pembelajaran atau strategi pembelajaran yang relevan dengan mata pelajaran seperti kooperatif, kerja mandiri, tugas kelompok, dll)
Observasi. Wawancara Diskusi D. Langkah-langkah Pembelajaran. Pertemuan ke 1. 1.Kegiatan Pendahuluan.
b. Menyampaikan permasalahan unggas petelur 2.Kegiatan Inti.
a. Mempersiapkan Peserta didik untuk kegiatan pembelajaran. b. Menelaah buku tentang jenis-jenis dan fungsi unggas petelur. d. Mencermati prosedur pembudidayaan hewan unggas petelur. c. Mendiskusikan hasil telaah buku
e. Mempersiapkan kegiatan praktik 3.Kegiatan Penutup
a.Memberikan penghargaan pada Peserta didik yang tekun dan rajin. b.Membuat kesimpulan dari proses pembelajaran
c.Menugaskan Peserta didik mengobservasi tentang hewan unggas petelur. E. Alat dan Sumber Belajar.
Buku
nara sumber yang ahli dibidangnya, media cetak,
media elektronik. F. Penilaian.
Teknik : Tes tertulis. Bentuk instrumen : Tes Uraian. Contoh instrumen :
1. Jelaskan pengertian pembudidayaan hewan unggas petelur! 2. Sebutkan jenis-jenis hewan unggas petelur yang kamu ketahui! 3. Apakah yang kamu ketahui tentang fungsi budidaya hewan
unggas petelur?
4. Uraikan bagaimana prosedur pembudidayaan hewan unggas petelur!
Setiap soal berbobot 25.
Skor nilai 100 / 10 jika semua jawaban benar.
………,……… Mengetahui Guru Mata Pelajaran……... Kepala SMP…………..
……….. ……….. NIP/NIK NIP/NIK………..