• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Faktor Risiko Kejadian Tonsilitis Kronis pada Anak Usia 5-11 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Faktor Risiko Kejadian Tonsilitis Kronis pada Anak Usia 5-11 Tahun di Wilayah Kerja Puskesmas Puuwatu Kota Kendari Tahun 2017"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 6 menunjukkan  bahwa  dari  76 responden yang berstatus berisiko yaitu sebanyak 55 orang  (72,4%)    sedangkan  yang  berstatus  tidak berisiko yaitu berjumlah 21  orang (27,6%).

Referensi

Dokumen terkait

Pada hasil uji regresi logistik pada analisis multivariat hubungan variabel jamban terhadap kejadian diare tidak bermakna dengan hasil p>α (0.208>0.05), Hal ini

Hasil analisa data diketahui bahwa nilai p = 0,000 <α = 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima dengan demikian ada Pengaruh status rumah terhadap kejadian ispa

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko faktor BBLR, riwayat ASI Eksklusif, riwayat usia pemberian MP ASI, tinggi badan ibu dan riwayat anemia ibu saat

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi- Square pada tingkat kepercayaan 95% atau a = 0,05 didapatkan ρValue>a sehingga tidak terdapat hubungan antara

Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi- Square pada tingkat kepercayaan 95% atau a = 0,05 didapatkan ρValue>a sehingga tidak terdapat hubungan antara

Dari hasil uji Chi-Square pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara riwayat pemberian ASI eksklusif dengan kejadian infeksi saluran pernafasan akut ISPA pada

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko faktor BBLR, riwayat ASI Eksklusif, riwayat usia pemberian MP ASI, tinggi badan ibu dan riwayat anemia ibu saat

Di Puskesmas Poasia angka kejadian ISPA pada balita masih cukup tinggi yang disebabkan oleh pengetahuan orang tua atau ibu yang masih kurang memahami faktor pencentus pada ISPA seperti