SILABUS
MATA PELAJARAN BIOLOGI
KURIKULUM SMA NEGERI 3 MEDAN
TAHUN PELAJARAN 2011/2012
DINAS PENDIDIKAN KOTA MEDAN
SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 3 MEDAN
Jl. Budi Kemasyarakatan No. 3, Kel. Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat
Kota Medan – Telp. 6619128, Kode Pos : 20116
SILABUS
Nama Sekolah
: SMA Negeri 3 Medan
Mata Pelajaran
: Biologi
Kelas/Semester
: X / 1
Alokasi Waktu
: 10 Jam ( 10 x 45 Menit )
Standar Kompetensi: : 1. Memahami hakikat Biologi sebagai ilmu.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/ Bahan/ Alat 1.1. Mengidentifi-kasi ruang lingkup Bio-logi.
Ruang lingkup Biologi.
o Biologi sebagai ilmu dan kedudukan-nya. Biologi merupakan ilmu yang mengkaji makhluk hidup dengan segala permasalahannya. Biologi bagian dari sains yang memiliki karakteristik yang sama dengan ilmu sains lainnya. Ruang lingkup biologi meliputi objek biologi dan per-masalahannya dari berbagai tingkat organisasi kehidupan (sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, popu-lasi, komunitas, ekosistem, biosfer). Biologi menentukan perkembangan teknologi.
Melakukan pengamatan kegiatan yang berkaitan dengan biologi Diskusi tentang karakteristik ilmu biologi di antara ilmu sain lainnya Menggali informasi dari berbagai sumber informasi tentang manfaat mempelajari ilmu biologi terhadap dirinya dan lingkungannya dalam kehidupan
o Mendeskripsikan objek-objek dan persoalan biol-ogi pada tingkat molekul, sel, jaringan, organ, indi-vidu, populasi, ekosistem, dan bioma
o Mengidentifikasi cabang-cabang biologi menurut objek dan persoalan yang dikaji
o Menganalisis manfaat bio-logi bagi manusia dan lingkungannya Jenis Tagihan : Tugas individu Tugas kelompok Performans Ulangan. Bentuk tagihan : Produk, unjuk kerja Pengamatan Sikap, Pilihan Ganda Uraian. 4 x 45’ Sumber : Buku Biologi Kelas X Alat : Laptop/ Infocus, Peta Konsep Buatan Peserta Didik Bahan : LKS, Bahan Presentasi, gambar-gambar masalah biologi, charta keilmuan.
1.2 Mendeskripsi-kan objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organi-sasi kehidupan (molekul, sel, jaringan, organ, indi-vidu, populasi, ekosistem, dan bioma)
Objek dan permasalahan biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan.
o Objek Biologi.
Kajian biologi meliputi makhluk hidup dengan segala permasalahannya, mulai dari individu (molekul, se-nyawa, sel, jaringan, organ, sistem organ), populasi, komunitas, eko-sistem sampai bioma yang ditemukan pada lapisan bumi biosfer.
o Masalah biologi pada berbagai tingkat organisasi kehidupan.
Masalah biologi dapat terjadi pada tingkat molekul, senyawa, jaringan sampai bioma. Contoh pada tingkat organ seperti kanker kulit, patah tulang. Pada tingkat ekosistem, hampir punahnya badak bercula satu, ber-ubahnya sawah menjadi
pemukiman dll.
o Metoda ilmiah.
Dalam mempelajari dan mengem-bangkan ilmu Biologi digunakan metoda ilmiah. Para ilmuwan dalam menyelesaikan masalah harus mampu melakukan kerja ilmiah dan mampu bersikap ilmiah.
Menganalisis apa saja yang menjadi objek biologi mengguna-kan berbagai gambar /charta/ video/CD yang sesuai mulai dari molekul sampai bioma.
Menemukan permasalahan biologi melalui pengamatan kondisi ling-kungan sekolah, dan mengusulkan alternatif pemecahan masalahnya melalui kerja kelompok.
Menyaksikan Video/CD tentang kerja seorang ahli biologi mecahkan masalah keilmuan, me-nemukan sistematika metoda ilmiah, bekerja dan bersikap ilmiah. Menyaksikan Video/CD tentang kerja seorang ahli biologi mecahkan masalah keilmuan, me-nemukan sistematika metoda ilmiah, bekerja dan bersikap ilmiah.
Menjelaskan tujuan dan manfaat klasifikasi. Menjelaskan proses dan hasil klasifikasi berdasar-kan persamaan dan perbedaan ciri yang dapat diamati.
Menjelaskan cara pem-berian nama spesies dengan prinsip binomial nomenklatur
Mengidentifikasi contoh tumbuhan atau hewan di sekitarnya dengan kunci determinasi sederhana Membuat kunci deter-minasi secara sederhana berdasrkan objek biologi yang diamati. Jenis Tagihan : Tugas individu Tugas kelompok Performans Ulangan. Bentuk tagihan : Produk, unjuk kerja Pengamatan Sikap, Pilihan Ganda Uraian. 6 x 45’ Sumber : Buku Biologi Kelas X Alat : Laptop/ Infocus, Peta Konsep Buatan Peserta Didik Bahan : LKS, Bahan presentasi, Berbagai gambar tingkat organisasi kehidupan.
SILABUS
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Medan Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / 1
Alokasi Waktu : 24 Jam ( 24 x 45 Menit )
Standar Kompetensi : 2. Memahami prinsip-prinsip pengelompokkan makhluk hidup.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/ Bahan/ Alat 2.1. Mendeskripsi-kan ciri-ciri replikasi, dan peran virus dalam ke-hidupan. Virus
o Ciri-ciri virus.(Struktur dan replikasi) Virus mempunyai ciri aselular , dapat dikristalkan, dan hanya dapat berkembang biak pada sel-sel hidup. o Replikasi virus.
Virus hanya dapat berkembangbiak pada sel atau jaringan hidup, antara lain pada bakter,jaringan embrio, hewan, tumbuhan, maupun manusia. Proses replikasi virus berlangsung pada saat virus menempel pada sel inang hingga terbentuknya virus baru melalui daur lisis atau lisogenik
o Peranan virus dalam kehidupan. Virus dapat menguntungkan manu-sia, yaitu berperan sebagai vektor dalam rekayasa genetika.Virus me-rugikan manusia karena dapat menimbulkan penyakit seperti :
Mengidentifikasi ciri-ciri virus ber-dasarkan referensi gambar/charta/ foto.
Membuat model virus tiga dimensi
Menyimpulkan cara replikasi virus melalui kajian literatur melalui ke-giatan mandiri.
Mencari informasi bagaimana virus dapat berperan menguntungkan ataupun merugikan bagi kehidupan dari berbagai sumber media/buku melaui penugasan.
• Menunjukkan ciri-ciri,
struktur, dan jenis-jenis virus
• Membedakan fase litik dan lisogenik virus
• Menyebutkan gangguan dan kelainan yang disebabkan oleh virus
• Menjelaskan pencegahan dan pertahanan tubuh ter-hadap virus Jenis Tagihan : Tugas individu Tugas kelompok Performans Ulangan. Bentuk tagihan : Produk, unjuk kerja Pengamatan Sikap, Pilihan Ganda Uraian. 6 x 45’ Sumber : Buku Biologi Kelas X Alat : Laptop/ Infocus, Bahan : LKS, Bahan presentasi
Hepatitis, AIDS, Flu burung atau menyerang tumbuhan dan hewan seperti Citrus Vein Phloem Desease (CVPD) pada tanaman jeruk, Tobacco Mozaic Virus (TMV) pada tembakau, dan New Castle Desease (NCD) pada ayam
Mengidentifikasi cara-cara meng-hindari bahaya virus, seperti influenza, AIDS, Hepatitis, Flu burung dll melalui studi lite-ratur atau kegiatan observasi lapangan ke Puskesmas/klinik melalui penugasan kelompok. 2.2 Mendeskripsi-kan ciri-ciri Archaeo-bacteria dan Eubacteria dan peranannya dalam ke-hidupan.
Archaebacteria dan Eubacteria. o Ciri-ciri Archaebacteria dan
Eubacteria.
Organisme bersel tunggal (uni-selular), prokariotik, tidak berklorofil, hidup bebas atau sebagai parasit. Umumnya Archaebacteria hidup di ingkungan yang ekstrim (misalnya : mata air panas, kawah,gambut). Dinding selnya tidak mengandung peptidoglikan.
Eubacteria bersifat kosmopolit yaitu dapat ditemukan diberbagai ling-kungan. Dinding sel terdiri dari peptidoglikan
o Perkembangbiakan Archebacteria dan Eubacteria.
Berkembangbiak dengan cara mem-belah diri yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan seperti nutrisi, suhu dsb.
o Peranan Archebacteria dan
Eubacteria dalam kehidupan . Peran bakteri dalam kehidupan sangat luas. Dalam keseimbangan lingkungan berperan pada siklus biogeokimia
Mengisolasi bakteri dari lingkungan (air, udara, tanah) ,mengamati koloni bakteri tersebut
Melakukan kajian literatur per-kembangbiakan bakteri
Membuat nata de coco,yoghurt dan asinan
Menjelaskan archebacteria dan eubacteria
Menjelaskan cara per-kembangbiakan bakteri. Menyebutkan peranan bakteri dalam kehidupan.
Jenis Tagihan : Tugas individu Tugas kelompok Performans Ulangan. Bentuk tagihan : Produk, unjuk kerja Pengamatan Sikap, Pilihan Ganda Uraian. 6 x 45’ Sumber : Buku Biologi Kelas X Alat : Laptop/ Infocus, Bahan : LKS, Bahan Presentasi, Gambar/film bakteri, gambar-gambar makhluk hidup lain.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan/ Alat
(Nitrifikasi,denitrifikasi, penambat nitrogen dekomposer), Selain itu juga berperan dalam industri makan-an seperti nata decoco, yoghurt, asinan sayur, dan obat-obatan (anti-biotic) dan ada yang merugikan karena menimbulkan penyakit seperti kolera, disentri, penyakit kelamin dsb.
Kemampuan bakteri dalam me-nimbulkan penyakit, disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak ber-tanggung jawab yaitu sebagai senjata biologis dengan mengguna-kan Bacillus antraxis.
2.3. Menyajikan ciri-ciri umum filum dalam kingdom Protista, dan perannya bagi kehidupan. Protista
o Ciri-ciri umum protista.
Protista merupakan organisme eukariot uniselular yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (Protozoa), protista mirip tumbuhan (Algae) dan protista mirip jamur (jamur lendir/Slime
Mold)Bentuk tubuh golongan protista amatlah beragam.
o Ciri-ciri umum Protista mirip jamur (jamur lendir/ Slime Mold) selnya memiliki inti lebih dari satu , bersifat amuboid (Myxomicotina) atau ber-flagel (Oomycotina), heterotrof, menghasilkan spora, parasit atau pengurai .
• Melakukan pengamatan mikroskopis air kolam, air rendaman jerami dll menemukan karakteristik protista lainnya melalui kerja kelompok.
• Membandingkan hasil pengamatan dengan gambar/charta/foto/film ber-bagai jenis organisme golongan Protista
• Melakukan kajian literatur cara-cara perkembangbiakan protista
• Mendeskripsikan ciri-ciri pro-tista berdasarkan peng-amatan.
• Menunjukkan ciri-ciri umum Phillum dalam Kingdom Protista
• Mengenali protista berdasar-kan ciri morfologinya
Jenis Tagihan : Tugas individu Tugas kelompok Performans Ulangan. Bentuk tagihan : Produk, unjuk kerja Pengamatan Sikap, Pilihan Ganda Uraian. 6 x 45’ Sumber : Buku Biologi Kelas X Alat : Laptop/ Infocus, Mikroskop, gelas kimia, pipet, kaca objek, kaca penutup.
o Ciri-ciri umum Protista mirip tumbuhan (Alga) . Alga merupakan organisme uniselular kecuali Alga coklat dan merah, fotosintetik , ada yang mikroskopis dan makroskopis, hidup di air tawar atau air laut, Pigmen lain yang dimiliki alga selain klorofil adalah karotenoid
fikosantin,fikoeritrin,
o Ciri-ciri umum Protista mirip hewan (Protozoa) orga-nisme uniselular , soliter atau berkoloni, mikroskopis, heterotrof, hidup bebas atau parasit , alat gerak berupa pseudopodia, siliaatau flagela
o Peranan protista dalam kehidupan. Peran menguntungkan antara lain sebagai sumber makanan yang ber-nilai gizi tinggi ,sebagai bahan obat-obatan dan kosmetika, pupuk. Peran merugikan dari protista yaitu menjadi penyebab penyakit (Trypanosoma, Plasmodium, Leishmania).
• Menggali informasi dari berbagai sumber literatur/media peranan protista bagi kehidupan (tugas mandiri)
• Memberi contoh peranan
protista bagi kehidupan. Bahan :
LKS, bahan presentasi, air kolam, air rendaman jerami, gambar/ charta/foto/fil m protista dan organis-me lain. 2.4. Mendeskripsi-kan ciri-ciri dan jenis-jenis jamur ber-dasarkan hasil pengamatan, percobaan, dan kajian literatur serta Jamur (Fungi) o Ciri-ciri jamur.
Jamur merupakan organisma eukariotik, bersifat uni-selular atau multiselular, dengan dinding sel dari glukan, mannan, dan kitin, tidak berklorofil, mem-peroleh nutrisi dengan menyerap, berkembang biak secara aseksual dan seksual.
Melakukan pengamatan morfologi mikros-kopis dan makroskopis (khamir dan kapang)
Melakukan pengamatan tubuh buah jamur makroskopis (cendawan)
Menjelaskan ciri-ciri umum Phillum dalam Kingdom Fungi.
Membandingkan reproduksi pada jamur
Membuat laporan tertulis hasil pengamatan jenis-jenis jamur di lingkungan sekitar-nya (dengan foto/ gambar-nya). Jenis Tagihan : Tugas individu Tugas kelompok Performans Ulangan. 6 x 45’ Sumber : Buku Biologi Kelas X Alat : Laptop/ Infocus,
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/ Bahan/ Alat peranannya bagi kehidupan. o Pengelompokan jamur.
Jamur dikelompokkan menjadi 4 golongan, antara lain : Zygomycotina membentuk zygospora hasil
pembiakan secara kawin ; Ascomycotina membentuk spora generatif di dalam askus ; Basidio-mycotina membentuk spora generatif pada basidium dan umumnya memiliki tubuh buah berukuran besar ;
Deuteromycotina mem-bentuk spora secara vegetatif dan belum diketahui fase kawinnya. Bentuk pengelompok-kan lain pada jamur adalah Khamir (jamur uniselular, memperbanyak diri dengan budding), Kapang (jamur bermiselium), Cendawan (jamur yang memiliki tubuh buah makroskopis) o Reproduksi jamur.
Jamur berkembangbiak dengan tunas (budding) dan spora(vegetatif dan generatif)
o Peranan jamur dalam kehidupan. Peranan jamur dalam kehidupan sangat luas . Jamur berperan dalam keseimbangan lingkungan yaitu se-bagai dekomposer,bersimbiosis dengan tanaman ter-tentu (mikoriza) dalam suplai unsur hara.Jamur juga sangat penting dalam fermentasi makanan dan obat-obatan. Jamur jenis cendawan ada yang beracun dan ada yang dapat dimakan.
Melakukan kajian literatur tentang reproduksi jamur
Menggali informasi dari berbagai sumber literatur/media peranan jamur bagi kehidupan (tugas mandiri)
Melakukan percobaan fermentasi makanan dengan jamur.
Menyajikan data contoh peran jamur bagi kehidupan. Membandingkan jamur dengan tumbuhan tingkat tinggi. Bentuk tagihan : Produk, unjuk kerja Pengamatan Sikap, Pilihan Ganda Uraian. Bahan : LKS, Bahan Presentasi, charta perkembang-biakan jamur.
Jamur jenis kapang ada yang meng-hasilkan aflatoksin. Selain itu jamur juga dapat bersifat parasit pada tumbuhan, hewan, dan manusia.
SILABUS
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Medan Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / 2
Alokasi Waktu : 18 Jam ( 18 x 45 Menit )
Standar Kompetensi : 3. Memahami manfaat keanekaragaman hayati.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/ Bahan/ Alat 3.1. Mendeskripsikan konsep keaneka-ragaman gen, jenis, ekosistem, melalui kegiatan pengamatan. o Keanekaragaman gen.
Gen mengekspresikan berbagai variasi dari satu jenis makhluk hidup, seperti tampilan pada bunga ros merah dengan putih, ukuran daun, tinggi pohon, dsb. o Keanekaragaman jenis.
Keanekaragaman jenis adalah ke-anekaragaman pada spesies yang ber-beda. Keanekaragaman jenis pada mikroorganisme seperti Saccharomyces
sp dan Rhizopus sp, pada tumbuhan seperti kelapa, pinang, sawit, Sedang-kan pada hewan contohnya kucing dan macan,
o Keanekaragaman ekosistem. Keanekaragaman ekosistem terjadi karena adanya komponen abiotik suatu lingkungan yaitu Letak pada garis lintang dan bujurnya, ketinggian tempat, iklim, kelembaban, suhu, kondisi tanah dsb. Keanekaragaman ekosistem meng-akibatkan keanekaragaman hayati
• Melakukan pengamatan berbagai keanekaragaman makhluk hidup di lingkungan sekitarnya.
• Melakukan kajian dari gambar-gambar/foto/ film berbagai eko-sistem di dunia menemukan konsep dasar keanekargaman ekosistem melalui diskusi kelas.
• Diskusi kelas tentang akibat yang mungkin ditimbulkan oleh per-ubahan pada jumlah dan jenis keanekaragaman makhluk hidup terhadap keseimbangan ekosistem
• Merumuskan konsep ke-seragaman dan kebe-ragaman dari makhluk hidup melalui kegiatan pengamatan terhadap lingkungan sekitarnya • Membandingkan ciri
ke-anekaragaman hayati pada tingkat gen, jenis, dan ekosistem.
• Mengenali berbagai tingkat keanekaragaman di lingkungan sekitar
• Menjelaskan peran ke-anekaragaman terhadap kestabilan lingkungan
• Menganalisis kemungkin-an ykemungkin-ang dapat terjadi jika terjadi perubahan jumlah dan jenis ke-anekaragaman hayati terhadap keseimbangan lingkungan. Jenis Tagihan : Tugas kelompok, Performans, ulangan. Bentuk : Produk, unjuk kerja, pengamatan sikap, pilihan ganda, dan uraian. 4 x 45’ Sumber : Buku Paket dan Buku Pendukung Lainnya. Alat : Kaca pembesar, Laptop/Info-cus. Bahan : LKS, bahan presentasi, halaman sekolah.
3.2. Mengkomunikasi-kan keaneka-ragam hayati Indonesia, dan usaha pelestarian serta pemanfaat-an sumber daya alam.
Keanekaragaman hayati Indonesia. o Kekayaan flora fauna dan
mikroorganisme di Indonesia.
o Hutan hujan tropis di Indonesia sebagai sumber plasma nutfah
o Usaha-usaha pelestarian keanekargaman hayati Indonesia secara insitu dan ex-situ.
• Mendata keanekaragaman hewan dan tumbuhan pada luas area tertentu di lingkungan sekitar secara berkelompok
• Membandingkan hasil temuannya dengan hasil temuan kelompok lain • Mengambil kesimpulan tentang
keanekaragaman hayati di lingkungannya
• Menganalisis dampak monokultur terhadap keanekaragaman hayati • Menggali informasi dari berbagai
literatur tentang usaha pelestarian keanekaragaman di indonesia serta kendalanya
• Memberikan contoh ke-anekaragaman hayati Indonesia.
• Menjelaskan fungsi hutan hujan tropis bagi kehidupan • Menjelaskan usaha-usaha pelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Jenis tagihan : Tugas Individu, tugas kelompok, performans, ulangan. Bentuk : Produk, unjuk kerja, peng-amatan sikap, pilihan ganda, dan uraian. 2 x 45’ Sumber : Buku Paket. Alat : Laptop/Info-us. Bahan : Peta bio-geografi dunia dan Indonesia, Gambar/film/f oto berbagai jenis hewan dan tumbuh-an Indonesia. 3.3. Mendeskripsikan ciri-ciri Divisio dalam dunia Tumbuhan dan peranannya bagi kelangsungan hidup di bumi. Plantae.
o Ciri-ciri umum plantae.
Organisme eukariotik multiseluler, autotrof, vaskuler dan non-vaskuler, reproduksi secara generatif dan vegetatif. Meliputi Tumbuhan lumut, tumbuhan paku, dan tumbuhan biji. o Tumbuhan lumut.
Tumbuhan yang sudah menyesuaikan dengan lingkungan darat yang lembab dan basah. Memiliki pergiliran keturunan. Belum memiliki jaringan pengangkut, tidak berkormus. Meliputi lumut daun dan lumut hati.
• Menggunakan contoh tumbuhan yang di-bawa siswa (lumut, paku, tumbuhan biji) membandingkan ciri-ciri Plantae
• Mengindentifikasi alat reproduksi lumut dan paku dari lingkungan sekitar
• Mengamati alat reproduksi tumbuhan biji (angiospermae dan gymnospermae)
• Mengidentifikasi ciri-ciri umum plantae.
• Membedakan tumbuhan lumut, paku dan biji ber-dasarkan ciri-cirinya.
• Menyajikan data contoh plantae Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi untuk berbagai kebutuhan Jenis tagihan : Tugas individu, tugas kelompok, per-formans, ulangan. Bentuk : Produk, unjuk kerja, pengamatan sikap, pilihan ganda, uraian. 6 x 45’ Sumber : Buku paket. Alat : Kaca pembesar., pisau, centong, cangkul.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan/ Alat
o Tumbuhan paku.
Tumbuhan yang hidup didarat yang basah dan lembab, memiliki jaringan pengangkut, berkormus bermetagenesis, meliputi paku homospor, paku
heterospor, dan paku peralihan. o Tumbuhan biji (Spermatophyta)
Spermatophyta Berkembangbiak meng-gunakan biji. Meliputi Angiospermae dan Gymnospermae.
o Peranan plantae bagi kelangsungan hidup di bumi.
Plantae amat penting bagi kelangsungan hidup di bumi yaitu sebagai produsen dan sumber oksigen.
• Melakukan studi literatur tentang perkembangbiakan, pengelompok-kan, dan karakteristik lainnya dari tumbuhan lumut, paku dan biji melalui kerja kelompok.
• Menggali informasi nama-nama daerah tanaman yang tumbuh di lingkungan sekitarnya, peran dan manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat sekitar (misalnya tanaman obat, peneduh, penghasil getah, bumbu masak dll).
• Menjelaskan cara-cara perkembangbiakan tumbuhan lumut, paku dan biji.
• Menemukan peranan berbagai jenis Plantae tertentu yang ada di lingkungannya terhadap ekonomi dan lingkungan
Bahan : LKS, Bahan presentasi Berbagai jenis tumbuhan. 3.4. Mendeskripsikan ciri-ciri filum dalam dunia Hewan dan peranannya bagi kehidupan.
Animalia
o Ciri-ciri umum Animalia.
Organisme eukariotik, multiselular, heterotrof, tidak memiliki dinding sel dan khlorofil. Animalia dikelompokkan men-jadi hewan invertebrata dan verte-brata berdasarkan ada dan tidaknya tulang belakang (Vertebrae). Hidup di darat atau di air (laut, payau, tawar) o Invertebrata merupakan hewan yang
tidak bertulang belakang. Ada yang hidup di laut, air tawar, dan di darat. Meliputi Porifera, Coelenterata, Platyhel-minthes, Nemathelimnthes, Annelida, Moluska, Arthropoda, Ekinodermata
Melakukan pengamatan berbagai animalia yang ada di sekitarnya Melakukan kajian literatur tentang ciri-ciri setiap filum dalam kingdom animalia
Menggali informasi tentang peranan animalia bagi kehidupan
• Mengenal ciri-ciri umum animalia.
• Mengidentifikasi karak-teristik berbagai filum anggota kingdom ani-malia.
• Menyajikan data
(gambar, foto, deskripsi) berbagai ivertebrata yang hidup di lingkung-an sekitarnya berdasar-kan pengamatan Jenis tagihan : Tugas individu, tugas kelompok, performans, ulangan. Bentuk : Produk, peng-amatan sikap, pilihan ganda, uraian. 6 x 45 ‘ Sumber : Buku Paket. Alat : CD/VCD player, alat-alat bedah, papan bedah, Laptop/Infoc us.
o Peranan invertebrata bagi kehidupan o Hewan Vertebrata.
o Hewan Vertebrata merupakan hewan bertulang belakang. Vertebrata di-kelompokkan menjandi hewab Pices, Amphibia, Reptilia, Aves dan mammalia. o Peranan Vertebrata dalam kehidupan.
• Mengidentifikasi anggota insecta menggunakan kunci determinasi sederhana Bahan : LKS, bahan presentasi, hewan vertebrata,
SILABUS
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Medan Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : X / 2
Alokasi Waktu : 16 Jam ( 16 x 45 Menit )
Standar Kompetensi : 4. Menganalisis hubungan antara komponen ekosistem, perubahan materi dan energi serta peranan manusia dalam keseimbangan ekosistem.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/ Bahan/ Alat 4.1. Mendeskripsikan peran komponen ekosistem dalam aliran energi dan daur biogeokimia serta pemanfaat-an komponen eko-sistem bagi ke-hidupan.
o Komponen ekosistem
Komponen ekosistem terdiri dari unsur biotik dan abiotik. Dalam ekosisten terjadi interaksi antar unsur biotik dan abiotik, serta antar unsur biotik dan biotik lainnya (predasi, simbiosis). Hubungan yang dinamis antara unsur-unsur tersebut me-nyebabkan terjadinya keseimbangan lingkungan.
o Aliran energi
Aliran energi merupakan transfer energi dari produsen ke konsumen melalui rantai makanan.
o Daur biogeokimia.
Daur air, karbon, notrogen, sulfut, fosfor. Dalam daur biogeokimia peran mikro-organisme sangat besar.
• Melakukan pengamatan ekosistem di lingkungan sekitarnya dan mengidentifikasi komponen-komponen yang menyusun eko-sistem tersebut
• Menganalisi hubungan antara komponen biotik dan abiotik serta hubungan antara biotik dan biotik dalam ekosistem tersebut
• Menanalisis kemungkinan ketidak-seimbangan lingkungan karena rusaknya atau terganggunya salah satu komponen ekosistem tersebut
• Mendiskusikan kemungkinan-kemungkinan yang dapat dilaku-kan berkaitan dengan pemulihan ketidakseimbangan lingkungan
• Melakukan introspeksi diri kegiatan yang pernah dilakukannya berkait-an dengberkait-an keseimbberkait-angberkait-an eko-sistem
• Melakukan penanaman pohon di lingkungan sekolah dan di sekitar sekolah
• Menguraikan komponen ekosistem tertentu
• Mendeskripsikan hubungan antara komponen biotik dan abiotik, serta biotik dan biotik lainnya
• Menganalisis jika terjadi ketidakseimbangan hubungan antar kompo-nen (karena faktor alami dan akibat perbuatan manusia)
Menjelaskan mekanisme aliran energi pada eko-sistem terumbu karang dan laut dalam.
Jenis tagihan : Tugas mandiri, Tugas kelompok, performans, ulangan. Bentuk tagihan:: Produk, peng-amatan sikap, pilihan ganda dan uraian. 4 x 45’ Sumber : Buku paket Alat : Laptop/Infoc us. Bahan : LKS, bahan pre-sentasi, charta daur N, S, P, air dan oksigen.
• Diskusi tentang siklus biogeokimia dan menjelaskan peran mikro-organisme dalam siklus tersebut
Menganalisis ke-mungkinan terjadinya ketidakseimbangan jika salah satu komponen musnah (misalnya se-makin sedikit ular pe-makan tikus di area persawahan akibat penangkapan) 4.2. Menjelaskan keterkaitan antara kegiatan manusia dengan masalah perusakan/pencem aran lingkungan dan pelestarian lingkungan. Perusakan/pencemaran lingkungan. o Perusakan lingkungan.
Kerusakan lingkungan dapat disebabkan oleh faktor alam dan manusia Manusia berperan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan
o Pencemaran lingkungan.
Pencemaran lingkungan adalah berubah-nya tatanan lingkungan oleh kegiatan manusia atau proses alami, sehingga mutu kualitas lingkungan turun sampai tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannnya.
Masuknya bahan pencemar atau polutan ke dalam lingkungan tertentu yang ke-beradaannya mengganggu kestabilan lingkungan, berdasarkan tempat terjadi-nya dibedakan menjadi pencemaran udara, tanah, air, dan suara.
• Melakukan studi dari berbagai laporan media mengenai perusakan lingkungan,
mendiskusikan secara kelompok untuk menemukan faktor penyebab terjadinya perusakan.
• Melakukan percobaan polusi air /udara untuk menemukan daya tahan makhluk untuk
ke-langsungan kehidupannya. Melalui kerja kelompok.
• Menemukan faktor-faktor penyebab ter-jadinya perusakan lingkungan.
• Mengenali perilaku manusia yang tidak ramah/beretika ling-kungan. • Memberikan contoh bahan-bahan polutan . Jenis tagihan : Tugas mandiri, tugas kelompok, performans, ulangan. Bentuk : Produk, unjuk kerja, peng-amatan sikap, pilihan ganda, uraian. 4 x 45’ Sumber : Buku paket Alat : Tabung reaksi, Gelas kimia. Bahan : Air, ikan, metilyn blue.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan/ Alat
o Pelestarian lingkungan
Masalah kerusakan lingkungan menjadi perhatian yang serius dari pemerintah karena dampak yang diakibatkannya. Usaha-usaha telah dilakukan antara lain oleh pemerintah dengan mengeluarkan kebijakan peraturan tentang pem-bangunan Sustainable Development) dan pembangunan berwawasan lingkungan (Ecodevelopment)
Mayarakat juga diharapkan juga ber-peran dalam upaya-upaya pelestarian lingkungan (misalnya membuang sampah pada tempatnya, penghijauan, penggunaan bahan yang ramah lingkungan,dll)
• Melakukan kajian literatur menemukan cara-cara/usaha-usaha sebagai insan pelestarian lingkungan melalui kerja mandiri.
• Mengenal cara-cara pe-lestarian lingkungan.
4.3. Menganalisis jenis-jenis limbah dan daur ulang limbah.
Limbah dan daur ulang. o Jenis-jenis limbah.
Limbah dapat digolongkan menjadi limbah organik dan anorganik. Limbah organik merupakan limbah yang berasal dari bagian oranisme. Limbah organik secara alami dapat terurai melalui proses alam. Limbah anorganik relaitf sulit dan memerlukan waktu yang lama untuk ter-urai.
Untuk mengurangi semakin meningkat-nua jumlah limbah yang terbuang ke dalam lingkungan dapat dilakukan dengan cara daur ulang limbah menjadi bahan yang lebih berguna. Terutama limbah anorganik. Limbah organik dapat dimanfaatkn menjadi pupuk dan sumber energi alternatif (biogas).
• Mendata limbah rumah tangga masing-masing selama 2 hari ter-akhir.
• Melakukan pengamatan lingkung-an terhadap jenis limbah ylingkung-ang mungkin terdapat di lingkungan-nya (rumah, sekolah, pasar, sungai)
• Mengumpulkan informasi dari ber-bagai sumber tentang limbah B3
• Mengumpulkan benda-benda di sekitarnya untuk dilakukan daur ulang
• Membuat laporan jenis-jenis limbah
• Mengkatagorikan limbah organik dan anorganik dan sumbernya
• Menjelaskan jenis limbah bahan beracun berbahaya (limbah B3)
• Menjelaskan parameter kualitas limbah meng-identifikasi jenis limbah yang mungkin dapat di daur ulang
• Menjelaskan cara mem-perlakukan limbah pada kegiatan praktikum Jenis tagihan : Tugas kelompok, per-formans, ulangan. Bentuk tagihan : Produk, unjuk kerja dan pe-nilaian sikap. 4 x 45’ Sumber : Buku paket. Alat : -- Bahan : Limbah rumah tangga.
4.4 Membuat produk daur ulang limbah.
Membuat produk daur ulang. o Mendesain produk.
Membuat rancangan produk daur ulang limbah yang berasal dari limbah rumah tangga, seperti kertas koran, kaleng, kardus, dsb.
o Alat dan bahan.
Alat-alat yang diperlukan untuk me-wujudkan desain produk yang akan dibuat.
o Membuat produk.
Membuat produk sesuai rancangan, alat dan bahan yang disiapkan.
Memilih bahan dan membuat rancangan produk yang akan dibuatnya
Mempersiapkan alat dan bahan sesuai ke-perluan yang
direncanakan
Membuat produk sesuai rancangan desain dengan bahan utama limbah melalui
• Memilih bahan dan desain produk yang akan dibuatnya
• Mempersiapkan alat dan bahan sesuai keperluan yang direncanakan melalui kerja mandiri
• Membuat produk sesuai rancangan desain dengan bahan utama limbah
• Mendesain produk baru yang berguna dengan bahan utama limbah.
• Tersedianya alat dan bahan yang diperlukan membuat produk.
• Dihasilkan produk baru yang berguna dengan bahan utama limbah.
Jenis tagihan : Tugas kelompok, performans. Bentuk : Produk, unjuk kerja dan pengamatan sikap. 4 x 45’ Sumber : Buku Paket. Alat : - Bahan : --
SILABUS
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Medan Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 1 Program : IPA
Alokasi Waktu : 12 Jam ( 12 x 45 Menit )
Standar Kompetensi : 1. Memahami struktur dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/ Alat 1.1. Mendeskripsikan komponen kimiawi sel, struktur, dan fungsi sel sebagai unit terkecil kehidupan.
oKomponen Kimiawi Sel
Struktur kimia sel tersusun atas karbohidrat, lemak dan protein.
oStruktur sel dan fungsinya
Sel sebagai unit terkecil makhluk hidup secara struktural dan
fungsional. Sel terdiri dari membran plasma, sitoplasma, nukleus dan organel-organel yang masing-masing mempunyai fungsi khusus.
Tatap Muka
• Menjelaskan komponen kimiawi sel
• Menjelaskan struktur dan fungsi membran sel, sitoplasma, dan inti sel
• Mendeskripsikan perbedaan struktur sel prokariotik dan sel eukariotik
• Menjelaskan struktur dan fungsi organel-organel sel pada sel tumbuhan dan sel hewan
Tugas terstruktur
• Mengkaji literatur dari berbagai sumber tentang komponen kimiawi sel.
• Melakukan pengamatan mikroskopis struktur sel pada preparat basah dan awetan dari sel-sel hidup dan sel-sel mati.
• Membandingkan hasil pengamatan dengan literatur, dan charta/gambar sel.
• Mengidentifikasi struktur sel dan fungsi-nya dari literatur.
Tugas mandiri tidak terstruktur
• Membuat model sel dengan menggunakan kertas dan bahan-bahan lain yang tidak bermanfaat.
• Membuat preparat pengamatan mikroskopis sel hewan dan sel tumbuhan
• Menggambar struktur sel berdasarkan hasil pengamatan mikroskopis
• Membandingkan struktur sel hidup dan sel mati
• Menjelaskan struktur dan fungsi membran sel, sitoplasma, dan inti sel
• Mendeskripsikan perbedaan struktur sel prokariotik dan sel eukariotik Jenis Tagihan: Tugas individu, tugas kelompok, kuis dan ulangan. Bentuk Instumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis
6 JP Sumber Belajar : Campbell NA.2005. Biology 7 th ed. Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2A ESIS.
Alat: Mikroskop, silet/mikrotom, Kaca penutup, kaca objek, gelas kimia, pipet,
Komputer/Infocus
Bahan : LKS, Bahan Presentasi,
Sediaan segar, sediaan awetan sel, air.
1.2. Mengidentifikasi organel sel tumbuhan dan hewan.
o Perbedaan sel hewan dan tumbuhan
o Organel sel hewan dan tumbuhan
Sel tumbuhan dan hewan (retikulum endo-plasma, badan golgi, mitochondria, ribosom, lisosom, kloroplast, sentriol, nukleus dan nukleolus)
Tatap muka
• Menjelaskan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
Tugas terstruktur
• Mengamati sel hewan dan tumbuhan dengan mikroskop.
• Menggali informasi dari berbagai sumber tentang organel sel hewan dan sel tumbuhan
Tugas mandiri tidak terstruktur
• Membuat laporan hasil praktikum.
• Membandingkan struktur sel hewan dan sel tumbuhan.
• Menjelaskan organel-organel pada sel tumbuhan dan hewan
• Menjelaskan fungsi masing-masing organel Jenis Tagihan: Tugas individu, tugas kelompok, kuis dan ulangan. Bentuk Instumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis
2 JP Sumber Belajar : Campbell NA.2005. Biology 7 th ed. Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2A ESIS.
Alat:
Komputer/Infocus
Bahan :
LKS, Bahan presentasi, Chart/ gambar sel dan organel 1.3. Membandingkan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transpor aktif, endositosis, dan eksositosis). o Difusi
Perpindahan zat (cair atau padat) dari larutan berkadar tinggi ke larutan berkadar rendah tanpa bantuan energi.
o Osmosis.
Perpindahan air atau zat pelarut dari larutan yang berkadar rendah ke larutan yang berkadar tinggi melalui membran semipermiabel tanpa bantuan energi.
o Transpor aktif.
Transpor yang memerlukan energi untuk keluar dan masuknya ion atau molekul zat melalui membran plasma.
Tatap Muka
• Menjelaskan mekanisme transpor pada membran (difusi, osmosis, transfor aktif, endositosis dan eksositosis).
• Menjelaskan penerapan konsep transfor yang terjadi pada sel pada pengawetan bahan makanan.
Tugas Terstruktur
• Melakukan percobaan difusi air dan osmosis menggunakan kentang/labu/
bengkuang/pepaya siam melalui kerja kelompok.
• Melakukan kajian literatur untuk menemukan mekanisme transpor aktif, endositosis dan eksositosis secara mandiri.
• Menggali informasi dari berbagai literatur tentang proses endositosis dan eksositosis dan contohnya.
• Menunjukkan adanya gejala difusi dan osmosis
• Mendefinisikan pengertian difusi dan osmosis
• Menjelaskan mekanisme transpor aktif
• Menghubungkan struktur membran sel dan fungsinya dalam transpor zat
Menjelaskan penerapan konsep transfor yang terjadi pada sel pada pengawetan bahan makanan.
Merancang percobaan dengan bahan lain membuktikan transpor lewat membran. Menjelaskan proses dan memberikan contoh endositosis dan eksositosis Jenis Tagihan: Tugas individu, tugas kelompok, kuis dan ulangan. Bentuk Instumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis
4JP Sumber Belajar : Campbell NA.2005. Biology 7 th ed. Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2A ESIS.
Alat :
Difusi apparatus. pelubang gabus, pisau, timbangan, piala kimia. Bahan : LKS,
kentang/pepaya/bengk uang./ labu siam, air, gula., KmnO4.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/ Alat
o Endositosis/eksositosis
Peristiwa memasukkan atau mengeluarkan zat padat atau tetes cairan melalui membran.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Merancang cara percobaan dengan bahan lain membuktikan transpor melalui mem-bran melalui kerja berpasangan.
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Medan Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 1 Program : IPA
Alokasi Waktu : 18 Jam ( 18 x 45 Menit )
Standar Kompetensi : 2. Memahami keterkaitan antara struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dan hewan, serta penerapannya dalam konteks salingtemas.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Bahan/ Alat 2.1. Mengidentifikasi struktur jaringan tumbuhan dan mengkaitkannya dengan fungsinya, menjelaskan sifat totipotensi sebagai dasar kultur jaringan.
o Struktur jaringan tumbuhan
Jaringan tumbuhan terdiri dari jaringan meristem, epidermis, klorenkim, parenkim, sklerenkim, kolenkim dan xilem, floem.
o Fungsi masing-masing jaringan
Fungsi jaringan berbeda-beda sesuai letak, posisi, usia, pengaruh faktor luar.
o Sifat totipotensi
Sifat totipotensi pada jaringan tanaman dimanfaatkan untuk memperoleh anakan seragam dalam jumlah besar dan cepat melalui kultur jaringan.
Tatap muka
• Menjelaskan struktur dan fungsi berbagai jaringan pada tumbuhan.
• Menunjukkan letak epidermis,korteks dan stele (silinder pusat) pada tumbuhan.
• Menjelaskan perbedaan struktur akar,batang, daun tumbuhan dikotil dan monokotil.
• Menjelaskan hubungan sifat totipotensi jaringan tumbuhan dengan teknik kultur jaringan.
Tugas terstruktur
• Melakukan pengamatan mikroskopis berbagai macam jaringan dari bagian akar, batang, daun, buah, dan bunga.
• Mengkaji literatur untuk menemukan ber-bagai fungsi jaringan tumbuhan.
• Menganalisis fungsi macam-macam jaringan berdasarkan letaknya dengan menggunakan gambar melalui diskusi teman sebangku.
Tugas mandiri tidak terstruktur
• Mengkaji buku literatur untuk menemukan cara membuat kultur jaringan pada satu jenis tumbuhan melalui tugas mandiri.
• Mengidentifikasi berbagai jaringan pada tumbuhan
• Menyebutkan struktur dan fungsi berbagai jaringan tumbuhan
• Menunjukkan letak epidermis,korteks dan stele (silinder pusat) pada tumbuhan.
• Menggambar struktur akar, batang, dan daun
• Membandingkan struktur akar dan batang tumbuhan dikotil dan monokotil
• Mengkaitkan sifat totipotensi jaringan dengan teknik kultur jaringan.
• Membuat laporan kajian cara membuat kultur jaringan pada satu jenis tumbuhan.
Jenis Tagihan: Tugas individu, tugas kelompok, kuis dan ulangan. Bentuk Instumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis 10 JP Sumber Belajar : Campbell NA.2005. Biology 7 th ed. Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2A ESIS. Alat : Mikroskop, silet/ mikrotom, kaca objek, kaca penutup, gelas kimia, pipet, Komputer/Infocus Bahan : LKS, bahan pre-sentasi, Akar, batang, daun, buah, bunga tumbuhan yang lunak, air.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Bahan/ Alat 2.2.Mendeskripsikan struktur jaringan hewan verte-brata dan mengkaitkannya dengan fungsinya.
o Struktur jaringan hewan
Jaringan hewan meliputi jaringan epitel, otot, tulang, saraf, dan jaringan ikat.
o Fungsi jaringan hewan vertebrata
Masing-masing jaringan memiliki fungsi yang berbeda ditentukan oleh letak/posisi, usia, faktor luar.
o Tumor/kanker
Jaringan dapat tumbuh tak
terkendali yang disebabkan adanya faktor pencetus, yang mengganggu kegiatan metabolisme.
Tatap muka
• Menjelaskan berbagai jaringan (epitel, otot, tulang, saraf dan ikat) pembentuk organ hewan.
• Menjelaskan hubungan antara jaringan, organ dan sistem organ.
• Menjelaskan tumor/kanker dan faktor pencetusnya.
Tugas terstruktur
• Melakukan pengamatan mikroskopis sediaan awetan berbagai macam struktur jaringan hewan vertebrata melalui kerja kelompok.
• Mengkaji literatur untuk menemukan berbagai fungsi jaringan hewan melalui tugas mandiri
• Menganalisis fungsi masing-masing jaringan hewan menggunakan gambar berdasarkan letaknya melalui diskusi kelas.
Tugas Mandiri tidak Terstruktur
• Menggali informasi dari literatur menemukan tentang tumor/ kanker melalui tugas mandiri.
• Mengkomunikasikan/mempresentasikan hasil kajian literatur tentang tumor/kanker
• Menggambar berbagai jenis jaringan pada hewan berdasarkan pengamatan mikroskopis
• Mendeskripsikan struktur dan fungsi berbagai jaringan pada hewan
• Menjelaskan hubungan antara jaringan, organ, dan sistem organ
• Menjelaskan tumor/kanker dari buku literatur.
• Membedakan tumor/kanker
• Menjelaskan faktor pencetus terjadinya tumor/kanker Jenis Tagihan: Tugas individu, tugas kelompok, kuis dan ulangan. Bentuk Instumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis 8 JP Sumber Belajar : Campbell NA.2005. Biology 7 th ed. Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2A ESIS. Alat : Mikroskop, Komputer/Infocus Bahan : LKS, Bahan pre-sentasi, Sediaan awetan jadi, gambar-gambar jaringan hewan.
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Medan Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 1 Program : IPA
Alokasi Waktu : 16 Jam ( 16 x 45 Menit )
Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu Sumber/Bahan / Alat 3.1. Mennjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyak it yang dapat terjadi pada sistem gerak pada manusia.
o Struktur dan fungsi tulang, otot dan sendi pada manusia.
Rangka manusia digerakkan oleh otot yang melekat pada tulang, yang berhubungan melalui persendian.
o Proses gerak
Mekanisme gerak dilakukan oleh serabut otot melalui gerakan filamin aktin dan miosin yang memerlukan ATP.
o Kelainan/penyakit pada sistem gerak.
Beberapa gangguan pada sistem gerak, seperti fraktura, artritis, osteoartritis, skoliosis, hipertrofi, dll.
o Teknologi rehabilitasi pada kelainan/kerusakan sistem gerak.
Perbaikan melalui ortopedi,
penyambungan tulang menggunakan pen dll.
Tatap Muka
• Menjelaskan stuktur dan fungsi rangka sebagai penyusun sistem gerak pada manusia
• Menjelaskan hubungan antartulang yang membentuk berbagai persendian dengan menggunakan gambar.
• Mendeskripsikan struktur tulang
• Menjelaskan struktur dan fungsi otot sebagai penyusun sistem gerak pada manusia
• Menjelaskan hubungan berbagai gerakan dan persendian yang terlibat dalam gerakan
• Memahami mekanisme kerja otot.
• Menjelaskan keterkaitan antar tulang dengan otot dalam proses terjadinya gerak.
• Mengidentifikasi berbagai penyakit atau gangguan yang terjadi pada sistem gerak manusia.
• Menjelaskan pemanfaatan teknologi pada kerusakan sistem gerak.
Tugas terstruktur
• Melakukan kajian literatur untuk menemukan struktur dan fungsi tulang, sendi, dan otot secara mandiri.
• Menjelaskan stuktur dan fungsi rangka sebagai penyusun sistem gerak pada manusia
• Mengambar hubungan antar tulang yang membentuk berbagai persendian
• Menggambarkan struktur per-sendian
• Mendeskripsikan struktur tulang
• Menjelaskan struktur dan fungsi otot sebagai penyusun sistem gerak pada manusia
• Menghubungkan berbagai gera-kan dan persendian yang terlibat dalam gerakan
• Memahami mekanisme kerja otot.
• Menjelaskan keterkaitan antar tulang dengan otot dalam proses terjadinya gerak.
• Mengidentifikasi berbagai pe-nyakit atau gangguan yang terjadi pada sistem gerak manusia
Jenis Tagihan: Tugas individu, tugas kelompok, kuis dan ulangan. Bentuk Instumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis 8 JP Sumber Belajar : Campbell NA.2005. Biology 7 th ed. Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2A ESIS. . Alat : Komputer/Info cus, mikroskop, silet, kaca objek, kaca penutup, statif, cawan petri.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi Waktu
Sumber/Bahan / Alat
• Menganalisis bangun persendiaan meng-gunakan charta persendian menemukan konstruksi ikatan antar tulang.
• Melakukan pengamatan struktur tulang ayam yang sudah di rendam HCl di bawah mikroskop melalui kerja kelompok untuk memahami tulang keras dan tulang rawan.
• Mengamati proses terjadinya gerakan dengan pemodelan salah seorang siswa melalui diskusi kelompok.
• Membuktikan otot sebagai alat gerak aktif dengan menggunakan otot betis kodok yang diberikan rangsangan pada frekuensi waktu tertentu dengan kerja kelompok.
• Melakukan studi literatur untuk menemu-kan berbagai penyebab penyakit/kelainan yang terjadi pada sistem gerak.
Tugas Mandiri Tidak terstruktur
• Menghimpun keterangan dari berbagai media tentang penggunaan teknologi merehabilitasi kerusakan sistem gerak.
• Mengkomunikasikan hasil studi literatur tentang penyebab penyakit/kelainan dan penggunaan teknologi rehabilitasi kerusakan sistem gerak secara berkelompok
Bahan : LKS, bahan ajar, tulang ayam, otot kodok, HCl, larutan ringer, benang. 3.2. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penya-kit yang dapat terjadi pada sistem
peredaran darah
o Struktur dan fungsi darah.
Darah terdiri atas plasma darah dan sel darah,
o Struktur alat peredaran darah.
Struktur alat peredaran darah meliputi jantung dan pembuluh darah (arteri dan vena)
Tatap Muka
• Menjelaskan hubungan antara berbagai komponen darah dan fungsinya
• Menjelaskan proses pembekuan darah
• Menjelaskan hubungan bagian-bagian jantung dan fungsinya
• Menjelaskan hubungan stuktur pembuluh darah dan fungsinya
• Menjelaskan lintasan peredaran darah pada manusia
• Menjelaskan hubungan antara berbagai komponen darah dan fungsinya
• Membuat skema proses pembekuan darah
• Menguji golongan darah
• Menjelaskan hubungan bagian-bagian jantung dan fungsinya
• Menjelaskan hubungan stuktur pembuluh darah dan fungsinya
Jenis Tagihan: Tugas individu, tugas kelompok, kuis dan ulangan. Bentuk Instumen : Performans, Laporan 8 JP Sumber Belajar : Campbell NA.2005. Biology 7 th ed. Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi
o Proses peredaran darah manusia.
Peredaran darah manusia berlangsung dengan sistem tertutup melalui pembuluh darah.
o Kelainan/penyakit yang terjadi.
Beberapa kelainan/penyakit seperti anemia, leukimia, penyakit jantung, thalasemia, arteros-klerosis, kolesterol, diabetes.
o Teknologi yang berkaitan dengan sistem peredaran darah
• Menjelaskan sistem limfe
• Mendeskripsikan hubungan sistem peredaran darah dan sistem limfatik
• Mendeskripsikan gangguan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia
• Menentukan golongan darahnya sendiri.
• Menjelaskan kemungkinan penyebab terjadinya penyakit/ kelainan pada sistem peredaran darah.
• Menjelaskan teknologi yang dipakai dalam membantu sistem peredaran darah.
Tugas Terstruktur
• Melakukan pengamatan komponen darah dari preparat apusan darah.
• Membandingkan hasil pengamatan dengan literatur untuk menemukan struktur darah pada manusia.
• Mencari informasi dari berbagai sumber fungsi darah manusia.
• Menggunakan charta peredaran darah menganalisis proses peredaran darah manusia melalui diskusi kelompok.
• Melakukan tes golongan darah sendiri.
• Melakukan kajian literatur menemukan penyebab berbagai penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia secara mandiri.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Melakukan observasi ke rumah sakit/klinik menemukan penggunaan teknologi dalam membantu gangguan sistem peredaran darah.
• Menggambarkan lintasan peredaran darah pada manusia
• Menjelaskan sistem limfe
• Mendeskripsikan hubungan sistem peredaran darah dan sistem limfatik
• Mendeskripsikan
gangguan/penyakit yang terjadi pada sistem peredaran darah manusia Tertulis dan Tes Tertulis 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2A ESIS. Alat : Komputer/Info cus, torso manusia Bahan : Serum anti A-serum anti B, charta peredaran darah manusia
SILABUS
Nama Sekolah : SMA Negeri 3 Medan Mata Pelajaran : Biologi
Kelas/Semester : XI / 2 Program : IPA
Alokasi Waktu : 68 Jam ( 68 x 45 Menit )
Standar Kompetensi : 3. Menjelaskan struktur dan fungsi organ manusia dan hewan tertentu, kelainan/penyakit yang mungkin terjadi serta implikasinya pada salingtemas
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/ Alat 3.3. Menjelaskan
keterkaitan antara struktur, fungsi, dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem
pencernaan makanan pada manusia dan hewan (misalnya ruminansia)
Makanan.
Zat makanan terdiri dari karbohidrat, lemak, protein, mineral dan vitamin.
Tatap Muka
• Menjelaskan jenis dan kandungan makanan bergizi.
• Menjelaskan data makanan yang dikonsumsi setiap hari selama seminggu meliputi jenis, jumlah dan komposisi makanan.
• Memperkirakan kemungkinan yang terjadi apabila kekurangan/kelebihan salah satu zat makanan.
Tugas Terstruktur
• Mendeskripsikan protein, lemak, dan amilum beserta peranannya.
• Menyusun menu makanan seimbang untuk kategori aktivitas normal anak laki-laki umur 18 tahun selama 1 minggu.
• Menganalisis satu bahan makanan kemasan untuk mengetahui jenis kandungan zat makanan.
• Mendeskripsikan kemungkinan yang terjadi apabila kekurangan/kelebihan salah satu zat makanan.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Membuat laporan tertulis tentang bahan tambahan pada makanan.
•Memahami jenis dan kandungan makanan bergizi
•Mengidentifikasi nilai gizi asupan makanan siswa dalam setiap hari dalam satu minggu
•Memperkirakan
kemungkinan yang terjadi apabila
kekurangan/kelebihan salah satu zat makanan
Jenis Tagihan : Tugas Kelompok Tugas Individual Kuis dan Ulangan Bentuk Instrumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis
2 JP Sumber Belajar : Campbell NA. 2005. Biology 7th ed.Benjamin Cummings. Syamsuri I. 2006. Biologi 2B. Erlangga. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2B ESIS. Alat : Komputer/Infocus, torso, Bahan : LKS, bahan presentasi,
Uji Bahan Makanan Tatap Muka
• Eksperimen uji bahan makanan (protein, lemak, amilum dan glukosa).
• Dapat membuktikan bahwa suatu makanan mengandung protein, lemak, amilum dan glukosa.
Tugas Terstruktur
• Menganalisis kandungan bahan makanan dengan melakukan eksperimen.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Membuat laporan tertulis dari kegiatan uji bahan makanan.
Sistem Pencernaan Makanan
Sistem pencernaan
mencakup struktur, fungsi dan proses pencernaan makanan. Alat Pencernaan seperti mulut, kerongkongan, lambung, usus dan kelenjar seperti kelenjar ludah, hati, kelenjar lambung, pankreas. Kelenjar usus memiliki fungsi khusus.
Tatap Muka
• Menjelaskan struktur dan fungsi alat pencernaan.
• Menjelaskan proses pencernaan makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein.
Tugas Terstruktur
• Mendeskripsikan tentang alat/organ pencernaan dan kelenjar pencernaan serta fungsinya dengan menggunakan gambar yang disediakan guru.
• Merangkum dalam bentuk tabel tentang tempat terjadinya pencernaan makanan, zat makanan yang dicerna dengan enzim serta hasil pencernaannya.
• Mendeskripsikan mekanisme pencernaan mekanik dan enzimatis.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Mendeskripsikan perbedaan antara saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan.
• Menjelaskan struktur dan fungsi alat pencernaan.
• Menjelaskan proses
pencernaan makanan seperti karbohidrat, lemak dan protein.
2 JP
Pencernaan Hewan Ruminansia
Pencernaan hewan ruminansia memiliki kekhususan karena adanya perbedaan struktur.
Tatap Muka
• Menjelaskan sistem pencernaan makanan hewan ruminansia
• Menjelaskan tentang perbedaan sistem pencernaan makanan manusia dan hewan ruminansia.
Tugas Terstruktur
• Menggambarkan dan menyebutkan macam
• Mengidentifikasi struktur, fungsi dan proses pencernaan hewan ruminansia.
• Membedakan sistem pencernaan makanan manusia dan hewan ruminansia
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/ Alat lambung sapi.
• Mendeskripsikan perjalanan makanan pada pencernaan hewan ruminansia (misalnya sapi) dari mulut hingga anus dalam bentuk skema.
• Membuat rangkuman perbedaan sistem pencernaan makanan manusia dan hewan ruminansia.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
Observasi di pasar atau tempat penyembelihan sapi, kemudian mengamati macam lambung sapi tersebut disertai bukti berupa foto.
Penyakit/gangguan sistem pencernaan
Gangguan Pencernaan antara lain sembelit, tukak lambung, dll.
Tatap Muka
• Menjelaskan tentang kelainan yang terjadi pada sistem pencernaan makanan dan contoh teknologi yang berhubungan dengan sistem pencernaan.
Tugas Terstruktur
• Studi literatur tentang kelainan/penyakit pada sistem pencernaan dilengkapi dengan penyebab, ciri-ciri dan cara menanganinya (dibuat dalam bentuk tabel).
• Mengkomunikasikan hasil studi literatur dalam diskusi kelas dari perwakilan kelompok.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Melakukan observasi terhadap orang-orang yang memiliki keluhan pada sistem pencernaan, melakukan pendataan mulai dari gejala, terapi yang dilakukan kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan literatur.
• Menjelaskan kemungkinan penyakit yang dapat terjadi pada sistem pencernaan makanan manusia.
3.4. Menjelaskan keterkaitan antar struktur dan fungsi dan proses serta kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem pernapasan pada manusia dan hewan
Struktur dan Fungsi Alat-alat Pernapasan
Alat pernapasan manusia berupa paru-paru (bronkus, bronkiolus) yang membangun sistem yang khas.
Tatap Muka
• Menggunakan charta sistem pernapasan menjelaskan struktur dan fungsi alat-alat pernapasan.
Tugas Terstruktur
• Mendeskripsikan organ pernapasan manusia dalam sebuah tabel yang dilengkapi dengan ciri-ciri dan fungsinya
• Menjelaskan struktur dan fungsi paru-paru sebagai alat pernapasan.
• Menjelaskan bagian yang melindungi paru-paru.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Membandingkan struktur dan fungsi sistem pernapasan manusia dengan ikan, burung dan belalang melalui kerja kelompok.
• Mengidentifikasi struktur dan fungsi alat-alat pernapasan manusia. Jenis Tagihan : Tugas Kelompok Tugas Individual Kuis dan Ulangan Bentuk Instrumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis
2 JP Sumber Belajar : Campbell NA. 2005. Biology 7th ed.Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2B ESIS. Alat: Komputer/Infocus, Bahan: LKS, bahan presentasi, Charta sistem perbatasan manusia dan burung. Mekanisme Pernapasan
Pernapasan dilakukan secara inspirasi dan ekspirasi yang terjadi karena adanya
perbedaan tekanan udara pada rongga dada.
Tatap Muka
• Menggunakan pemodelan seorang siswa menjelaskan perubahan-perubahan yang terjadi pada waktu melakukan proses bernapas dan mendiskusikannya.
• Menjelaskan volume pernapasan dan kapasitas vital paru-paru.
• Menjelaskan proses pertukaran oksigen dan karbondioksida dari alveolus ke kapiler darah.
Tugas Terstruktur
• Mendeskripsikan proses yang terjadi pada saat menghirup dan menghembuskan udara dan mengaitkannya dengan fase inspirasi dan ekspirasi.
• Menjelaskan proses pernapasan dada dan pernapasan perut.
• Menjelaskan mekanisme pernapasan pada manusia.
• Menjelaskan volume pernapasan dan kapasitas vital paru-paru.
• Menjelaskan proses mekanisme pertukaran oksigen dan karbondioksida dari alveolus ke kapiler darah.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/ Alat
• Membuat kesimpulan tentang volume pernapasan dan kapasitas vital paru-paru dalam bentuk grafik
• Membuat kesimpulan tentang mekanisme pertukaran oksigen dan karbondioksida dari alveolus ke kapiler darah dan
mempresentasikannya di depan kelas.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
Membuat laporan tertulis tentang macam-macam proses pernapasan pada manusia.
Pernapasan Hewan
Pernapasan pada hewan bervariasi, misalnya dengan paru-paru, insang, kulit dan trakea.
Tatap Muka
• Menjelaskan struktur dan proses pernapasan pada burung dengan menggunakan charta.
• Menjelaskan perbedaan pernapasan manusia dan burung.
Tugas Terstruktur
• Mendeskripsikan organ pernapasan burung dalam sebuah tabel yang dilengkapi dengan fungsinya.
• Membedakan proses pernapasan pada saat burung tidak terbang dan saat burung terbang.
• Mendeskripsikan perbedaan pernapasan burung dan manusia.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Mengamati perilaku burung terbang, dan membuat laporan dari hasil pengamatan tersebut kemudian dibandingkan kesesuaiannya dengan literatur.
• Mengidentifikasi struktur dan proses pernapasan burung.
• Membedakan pernapasan manusia dan burung.
Kelainan dan Penyakit Pada Sistem Pernapasan.
Beberapa penyakit/kelainan antara lain faringitis, tonsillitis, emfisema, dll.
Tatap Muka
• Menjelaskan kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pernapasan dan contoh teknologi yang berhubungan dengan sistem pernapasan.
• Mendiskusikan bagaimana pengaruh rokok, alkohol dan obat-obat terlarang terhadap alat-alat
pernapasan.
Tugas Terstruktur
• Studi literatur tentang kelainan/penyakit pada sistem pernapasan dilengkapi dengan penyebab, ciri-ciri dan cara menanganinya (dibuat dalam bentuk tabel).
• Mengkomunikasikan hasil studi literatur dalam diskusi kelas dari perwakilan kelompok.
• Menyimpulkan pengaruh rokok, alkohol dan obat-obat terlarang terhadap alat-alat pernapasan.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Melakukan observasi pada penderita asma yang menggunakan gas spray untuk mengetahui kandungan dan manfaatnya.
• Menjelaskan
kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem pernapasan.
• Mendata pemanfaatan teknologi yang digunakan untuk membantu pernapasan.
2 JP
3.5. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta
kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem ekskresi manusia dan hewan (misalnya ikan dan serangga)
Struktur dan Fungsi Alat-alat Ekskresi Manusia
Alat ekskresi pada manusia antara lain paru-paru, kulit, ginjal, hati yang
mengekskresikan hasil metabolisme.
Tatap Muka
• Menjelaskan struktur berbagai organ ekskresi, letak dan fungsinya melalui kegiatan demonstrasi kelas.
Tugas Terstruktur
• Menggambarkan macam-macam organ eksresi pada manusia.
• Mendeskripsikan organ ekskresi manusia dalam sebuah tabel yang dilengkapi dengan ciri-ciri dan fungsinya.
• Mengidentifikasi struktur dan fungsi alat-alat ekskresi.
Jenis Tagihan : Tugas Kelompok Tugas Individual Kuis dan Ulangan Bentuk Instrumen : Performans, Laporan Tertulis 2 JP Sumber Belajar : Campbell NA. 2005. Biology 7th ed.Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2B ESIS.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/ Alat
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Membandingkan struktur dan fungsi sistem ekskresi manusia dengan ikan, burung dan belalang melalui kerja kelompok.
dan Tes Tertulis Komputer/Infocus,
Tabung reaksi, gelas kimia, pembakar spiritus.
Bahan :
LKS, bahan presentasi, urin, benedict, biuret, AgNO3, charta sistem ekskresi manusia, ikan dan belalng.
Proses ekskresi pada manusia
Ekskresi sisa-sisa metabolisme melalui paru-paru, hati, ginjal dan kulit menunjukkan mekanisme yang berbeda.
Tatap Muka
• Menjelaskan perbedaan struktur dan fungsi alat-alat ekskresi.
• Menjelaskan proses ekskresi, seperti keringat, urine, bilirubin dan biliverdin, CO2 dan H2O.
• Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja urine.
• Menjelaskan perbedaan struktur dan proses ekskresi pada ikan dan belalang (ginjal).
Tugas Terstruktur
• Megkaji literatur untuk menemukan fungsi dan proses alat-alat ekskresi manusia.
• Mengkomunikasikan hasil kajian literatur dalam diskusi kelas.
• Melakukan kajian literatur untuk menemukan proses pengeluaran sisa metabolism ; keringat, urine, bilirubin, biliverdin, CO2 dan H2O pada berbagai organ ekskresi melalui kerja kelompok.
• Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja urine.
• Mempresentasikan hasil kerja kelompok tentang proses pengeluaran sisa metabolisme.
• Membedakan struktur dan fungsi alat-alat ekskresi.
• Menjelaskan proses ekskresi, seperti keringat, urine, bilirubin dan biliverdin, CO2 dan H2O.
• Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi kerja urine.
• Membedakan struktur alat ekskresi ikan belalang (ginjal).
• Mengidentifikasi proses ekskresi ikan dan dan belalang.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Melakukan observasi/wawancara terhadap
penderita gagal ginjal untuk mengetahui bagaimana proses hemodialisis (cuci darah) dilakukan.
Ekskresi Pada Hewan
Hewan mengekskresikan sisa metabolismenya menggunakan alat seperti kulit, ginjal, sel api, nefridia, dll.
Tatap Muka
• Mendemonstrasikan eksperimen pembedahan untuk mengetahui organ ekskresi pada ikan dan belalang.
Tugas Terstruktur
• Melakukan pembedahan untuk mengetahui organ ekskresi pada ikan dan belalang melalui kerja kelompok.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Membuat laporan tertulis dari kegiatan praktikum.
• Mengidentifikasi organ ekskresi pada ikan dan belalang.
2 JP
Kelainan dan Penyakit Yang Terjadi Pada Sistem Ekskresi
Gangguan pada sistem ekskresi, antara lain
albuminaria, nefritis, polyuria, dll.
Tatap Muka
• Uji kandungan urin
Tugas Terstruktur
• Melakukan kegiatan uji urin untuk menemukan kandungan zat dalam urin melalui kegiatan kerja kelompok.
• Mempresentasikan hasil kajian literatur tentang kelainan/gangguan pada sistem ekskresi.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Membuat laporan tertulis dari kegiatan praktikum.
• Mendeteksi kandungan urin sebagai tolok ukur ada tidaknya gangguan pada proses pembentukan urin.
• Menjelaskan penyebab kelainan/penyakit yang terjadi pada sistem ekskresi.
• Menghimpun gambar penggunaan teknologi yang membantu sistem ekskresi.
Kompetensi Dasar Materi Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Indikator Penilaian Alokasi
Waktu Sumber/Bahan/ Alat
3.6. Menjelaskan keterkaitan antara struktur, fungsi dan proses serta
kelainan/penyakit yang dapat terjadi pada sistem regulasi manusia (saraf, endokrin, dan penginderaan)
Struktur dan Fungsi Sistem Regulasi (Saraf, Endokrin dan Indera)
Sistem saraf meliputi saraf pusat dan susunan saraf tepi. Hormon mengatur
pertumbuhan, keseimbangan internal, reproduksi dan tingkah laku. Alat indera sebagai reseptor rangsang dari luar dilakukan oleh mata, telinga, lidah dan hidung.
Tatap Muka
• Menjelaskan struktur dan fungsi organ penyusun sistem saraf.
• Menjelaskan macam sistem saraf berdasarkan fungsinya.
• Menjelaskan perbedaan gerak biasa dan gerak refleks.
• Menjelaskan tentang pengaruh obat-obatan terhadap sistem saraf.
Tugas Terstruktur
• Menggambarkan sebuah sel saraf.
• Mendeskripsikan pembagian system saraf manusia dengan menggunakan skema.
• Membandingkan mekanisme gerak biasa dan gerak refleks melalui diskusi kelompok.
• Membandingkan efek saraf simpatik dan parasimfatik.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Melakukan observasi ke pusat rehabilitasi
gangguan saraf melalui kerja kelompok, kemudian membuat laporan tertulis.
• Menjelaskan struktur dan fungsi organ penyusun sistem saraf.
• Menjelaskan macam sistem saraf berdasarkan fungsinya.
• Menjelaskan perbedaan gerak biasa dan gerak refleks.
• Mendeskripsikan obat-obatan yang mempengaruhi sistem saraf. Jenis Tagihan : Tugas Kelompok Tugas Individual Kuis dan Ulangan Bentuk Instrumen : Performans, Laporan Tertulis dan Tes Tertulis
2 JP Sumber Belajar : Campbell NA. 2005. Biology 7th ed.Benjamin Cummings. Dyah Aryulina. 2008. Biologi 2 ESIS. Khristiyono I. 2008. Buku Kerja Biologi 2B ESIS.
Alat :
Komputer/Infocus,
Bahan : LKS, bahan pre-sentasi, charta/ gambar susunan saraf, hormon dan berbagai indera.
Proses Regulasi (Saraf, Endokrin, Indra)
Proses regulasi bekerja sesuai dengan rangsangan dan koordinasi yang mantap.
Tatap Muka
• Menjelaskan tempat-tempat dihasilkannya hormon, peranan dan kelainannya.
• Menjelaskan berbagai kelenjar penghasil hormon serta pengaruhnya apabila kelebihan atau kekurangan hormon terhadap tubuh.
Tugas Terstruktur
• Studi literatur tentang jenis hormon yang dihasilkan oleh kelenjar dalam tubuh lengkap dengan fungsinya.
• Membuat rangkuman tentang kelebihan atau kekurangan hormon terhadap tubuh.
• Mengidentifikasi struktur, fungsi dan macam organ penyusun sistem hormon (kelenjar endokrin).
• Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem hormon.
Tugas Mandiri Tidak Terstruktur
• Melakukan observasi terhadap orang-orang yang menderita gangguan hormon. Dan membuat laporan dari hasil observasi.
Kelainan/penyakit Yang Terjadi Pada Saraf, Endokrin dan Indra
Beberapa gangguan regulasi, antara lain hipertiroidisme, kretinisme, mabuk, gangguan kesadaran, mata rabun dsb.
Tatap Muka
• Menjelaskan struktur kulit sebagai alat indra.
• Menjelaskan letak dari ujung indra pengecap pada lidah manusia.
• Menjelaskan struktur dan proses penciuman pada hidung.
• Menjelaskan struktur telinga manusia.
• Menjelaskan struktur dan fungsi alat keseimbangan manusia.
• Menjelaskan struktur mata manusia (bagian dan fungsinya).
• Menjelaskan mekanisme melihat dan kelainan yang terjadi pada mata manusia.
Tugas Terstruktur
• Menggambar struktur kulit dilengkapi dengan ujung-ujung saraf yang dapat menerima rangsangan.
• Menggambar bagian lidah yang peka terhadap bahan makanan berasa asam, asin, manis dan pahit.
• Melalui kerja kelompok mengkaji dari beberapa literatur tentang mekanisme proses penciuman.
• Menggambar bagian-bagian telinga.
• Melalui kerja kelompok mengkaji dari beberapa literatur tentang mekanisme proses mendengar.
• Menggambar bagian-bagian mata.
• Melalui kerja kelompok mengkaji dari beberapa literatur tentang proses melihat.
• Mempresentasikan hasil kajian literatur tentang mekanisme proses penciuman, mendengar dan melihat dalam diskusi kelas.
• Mengidentifikasi struktur, fungsi dan macam alat indra.
• Mengaitkan struktur, fungsi dan proses sistem indra manusia.
• Mengidentifikasi kelainan yang terjadi pada sistem alat indra manusia.