BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kata adalah unit terkecil di dalam bahasa yang mempunyai arti. Kata sering digunakan untuk membentuk sebuah kalimat. Di dalam bahasa Indonesia ada beberapa jenis kata, yakni kata benda, kata kerja, kata sifat, kata keterangan, kata sambung, kata depan, kata tugas, kata sandang, dan kata bilangan.
Kata Bilangan adalah kata yang menyatakan jumlah ataupun satuan kumpulan benda atau urutan dari nama-nama benda yang dimaksud. Di dalam bahasa Indonesia, ada empat jenis kata bilangan yakni kata bilangan utama, kata bilangan tingkat, kata bilangan kumpulan dan kata bilangan tak tentu.
Kata bilangan utama adalah kata bilangan yang memberi keterangan mengenai jumlah barang ataupun sesuatu hal. Misalnya: satu, dua, tiga dan seterusnya.
Kata bilangan tingkat adalah kata bilangan yang menjelaskan pada urutan ke berapa sebuah benda itu berada. Kata-kata ini biasanya diletakkan sesudah kata benda. Misalnya: siswa kelima, buku ketiga puluh, dan lain sebagainya.
Kata bilangan kumpulan adalah kata bilangan yang menjelaskan jumlah barang di dalam suatu kumpulan ataupun himpunan. Kata ini biasanya diletakkan sebelum kata benda. Misalnya: kelima buku itu, keempat temannya dan lain sebagainya.
Kata bilangan tak tentu adalah kata bilangan yang menjelaskan jumlah barang di dalam suatu himpunan, dimana jumlah barang yang dimaksud tidak dapat ditentukan dengan
pasti. Kata ini diletakkan sebelum kata benda. Misalnya: beberapa rumah, segala buku, dan lain sebagainya.
Kata bilangan di dalam bahasa Indonesia juga bisa digunakan untuk menyatakan jumlah dari hewan, benda, tumbuh-tumbuhan dan tempat. Selain untuk menyatakan jumlah ataupun urutan, adakalanya kata bilangan juga dapat digunakan untuk menyatakan jumlah perkiraan dari benda-benda yang tidak dapat ditentukan. Misalnya beberapa desa, seluruh kampung dan lain sebagainya.
Menurut Suparto (2003:59), “Kata bilangan di dalam bahasa Mandarin merupakan kata yang menyatakan angka, jumlah dan urutan”. Pada umumnya kata ini sering digunakan di dalam penghitungan angka ataupun kata-kata yang berkaitan dengan angka. Misalnya beberapa buku, sejumlah kursi dan lain sebagainya.
Menurut Dayan (2008:72), “Kata bilangan adalah kata yang menunjukkan bilangan ataupun kuantitas”. Kata ini sering digunakan di dalam penghitungan angka-angka ataupun menyatakan jumlah ataupun tingkatan dari suatu benda.
Menurut Dayan (2008:72), “Kata bilangan terbagi atas dua jenis, yakni kata bilangan pasti dan kata bilangan tingkat”. Kata bilangan pasti adalah kata bilangan yang menyatakan angka-angka yang pasti. Misalnya, yi (一) satu, er (二) dua, san (三) tiga dan lain sebagainya. Sedangkan kata bilangan tingkat adalah kata bilangan yang menyatakan tingkatan dari suatu benda. Misalnya, di yi (第一) kesatu, di er (第二) kedua dan lain sebagainya.
Menurut Suparto (2003:59), “Kata bilangan di dalam bahasa Mandarin memiliki dua jenis, yakni kata bilangan dasar dan kata bilangan tingkat”. Dimana kata bilangan dasar terdiri kata bilangan bulat, bilangan pecahan, bilangan desimal, bilangan kelipatan, dan bilangan
perkiraan. Sedangkan kata bilangan tingkat hanya menyatakan tingkatan-tingkatan dari kata ataupun benda.
Kata bilangan bulat disebut juga kata bilangan cacah. Kata ini digunakan untuk menyatakan angka-angka yang pasti di dalam bilangan bulat. Misalnya: yi (一) satu, er (二) dua, san (三) tiga dan lain sebagainya
Kata bilangan pecahan adalah kata bilangan yang berfungsi untuk menyatakan angka-angka pecahan. Di dalam bahasa Mandarin angka-angka pecahan umumnya dituliskan dengan “ x
fen zhi y (x 分之 y)”. Dimana x digunakan untuk menyatakan penyebut dan y digunakan untuk
menyatakan pembilang. Misalnya: 2/3 dibaca san fen zhi er (三分之二)
Kata bilangan desimal adalah kata bilangan yang berfungsi untuk mengungkapkan angka-angka yang berbentuk desimal. Di dalam penulisannya, titik di dalam angka desimal dibaca “ dian (点)”. Dimana bilangan bulat di depan titik akan dibaca seperti membaca angka pada biasanya, sedangkan untuk angka yang di belakang titik dibaca satu per satu. Misalnya 0.63 dibaca ling dian liu san (零点六三).
Kata bilangan kelipatan adalah kata bilangan yang berfungsi untuk menyatakan kelipatan dari angka-angka. Di dalam penulisannya, kata ini sering ditambahkan dengan kata “ bei (倍) ”. Kata ini biasanya digunakan di dalam perkalian. Misalnya: 9=3x3 dibaca jiu shi
san de san bei (九是三的三倍).
Kata bilangan perkiraan adalah kata bilangan yang berfungsi untuk menyatakan perkiraan dari angka yang tidak dapat ditentukan. Di dalam penulisannya, kata bilangan perkiraan ini dapat dituliskan dengan dua cara yakni dengan merangkai dua angka secara berurutan dan dengan menambahkan kata di belakang angka.
Kata bilangan perkiraan yang ditulis dengan cara merangkai dua angka secara berurutan berfungsi untuk menyatakan kira-kira. Kata ini dapat dituliskan dengan cara meletakkan angka yang lebih kecil di depan angka yang lebih besar. Misalnya: qi ba ge (七八 个) yang berarti kira-kira tujuh sampai delapan orang.
Kata bilangan perkiraan yang dituliskan dengan cara menambahkan kata di belakang angka berfungsi untuk menyatakan perkiraan dari suatu benda. Adapun kata yang sering digunakan adalah duo (beberapa), lai (kira-kira), zuoyou (kira-kira), ji (beberapa) dan lain sebagainya.
Kata bilangan perkiraan ji (几 ) adalah kata bilangan yang digunakan untuk menyatakan angka ataupun bilangan tidak pasti di bawah angka 10. Kata ini berfungsi untuk menyatakan beberapa, kira-kira, dan berapa pada suatu benda. Sebagai contohnya dapat kita lihat pada kalimat di bawah ini:
我 很 喜 欢 这 几 本 小 说
Wǒ Hěn Xǐ Huan Zhè Jǐ Běn Xiǎo Shuō
Saya Sangat Gembira Gembira Ini Beberapa Clasifier Kecil Berbicara
Saya sangat suka dengan beberapa novel ini
Di dalam kalimat di atas kata ji (几) mempunyai makna “beberapa”. Namun ada kalanya kata ji ini akan berubah fungsi menjadi kata tanya. Yang mana kata ini akan mempunyai arti menjadi berapa. Hal ini dapat kita lihat pada contoh di bawah ini:
在 那 边 有 几 间 学 校 ?
Zài Nà Biān Yǒu Jǐ Jiān Xué Xiào
Ada Itu Sisi Mempunyai berapa (Clasifier) Belajar Sekolah Disana ada berapa buah sekolah?
Dari kedua kalimat diatas dapat kita ketahui bahwa kata ji selalu diletakkan sebelum kata benda. Hal ini berguna untuk menjelaskan perkiraan dari jumlah dari benda yang dimaksudkan.
Kata bilangan perkiraan duo (多) adalah kata yang digunakan untuk menyatakan kira-kira. Kata ini biasanya diletakkan di belakang kata bilangan bulat untuk menyatakan “lebih”. Namun untuk kalimat tertentu kata ini dapat berarti berapa. Sebagai contohnya dapat kita lihat di dalam kalimat di bawah ini:
我 学 了 一 年 多 汉 语 了
Wǒ Xué Liǎo Yī Nián Duō Hàn Yǔ Le
Saya Belajar Sudah Satu Tahun Banyak Dinasti
Han Bahasa Partikel
Saya sudah belajar bahasa Mandarin lebih dari dari setahun
Di dalam kalimat diatas kata duo (多) berarti “lebih dari”.
Kata bilangan perkiraan zuoyou (左右) adalah kata bilangan perkiraan yang digunakan untuk menyatakan angka yang tidak jauh berbeda dari angka yang dimaksud. Kata ini selalu diletakkan setelah angka atau benda yang dimaksud diterangkan. Sebagai contohnya dapat kita lihat di dalam kalimat di bawah ini:
我 看 一 年 左 右
Wǒ Kàn Yī Nián Zuǒ Yòu
Saya Melihat Satu Tahun Kiri Kanan
Saya rasa kurang lebih setahun
Di dalam kalimat di atas kata zuoyou (左右) berarti “kurang lebih”.
Kata bilangan perkiraan lai (来 ) adalah kata bilangan yang berfungsi untuk menyatakan kira-kira. Kata ini biasa digunakan untuk menyatakan angka yang tidak tercapai
jumlahnya ataupun lebih sedikit dari angka yang bersangkutan. Sebagai contohnya dapat kita lihat pada kalimat di bawah ini:
他 买 了 二 百 来 书
Tā Mǎi Le Èr Bǎi Lái Shū
Dia Membeli Partikel Dua Seratus
Diletakkan di belakang kata bilangan untuk meyatakan kira-kira
Buku Dia membeli kurang dari dua ratus buku
Di dalam kalimat di atas kata lai (来) berarti “ kurang dari”.
Dari penjelasan mengenai kata bilangan perkiraan diatas, maka penulis hanya akan memfokuskan topik pembahasan mengenai kata bilangan pekiraan duo (多) dan lai (来). Adapun hal mendasar yang membuat penulis hanya menfokuskan kedua kata ini adalah karena di dalam penggunaannya kedua kata ini memiliki makna dan struktur penyusunan kalimat yang hampir sama di dalam kalimat, sehingga sering terjadi kesulitan di dalam penggunaan kedua kata ini.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka penulis merasa sangat tertarik untuk mengangkat judul sebagai berikut: “ Analisis Penggunaan Kata Bilangan duo (多) dan lai (来) di dalam Kalimat Bahasa Mandarin”.
1.2 Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang sudah diuraikan sebelumnya, maka permasalahan yang dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah ciri-ciri struktur kalimat dalam penggunaan kata bilangan duo (多) dan
2. Bagaimanakah persamaan dan perbedaan penggunaan kata bilangan duo (多) dan lai (来) di dalam kalimat bahasa Mandarin?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan ciri-ciri penggunaan kata bilangan duo (多) dan lai (来) dalam struktur kalimat bahasa Mandarin.
2. Menjelaskan persamaan dan perbedaan pemakaian kata bilangan duo (多) dan lai (来).
1.4 Manfaat Penelitian
Di dalam penulisan proposal ini, penulis berharap dapat memberikan manfaat teroritis kepada para pembaca, yakni menambahkan perbendaharaan penggunaan kata bilangan duo (多) dan lai (来) dalam struktur kalimat bahasa Mandarin serta dapat menetengahi persamaan dan perbedaan penggunaan kata Bilangan duo (多) dan lai (来) di dalam kalimat bahasa Mandarin.
Selain manfaat teoritis diatas, penulis juga memberikan manfaat praktis, yakni menambahkan wawasan dan pemahaman secara menyeluruh akan penggunaan kata bilangan
duo (多) dan lai (来) di dalam kalimat bahasa Mandarin serta sebagai sumbangan pemikiran
sebagai informasi, sumber kepustakaan serta sebagai acuan di dalam penelitian-penelitian selanjutnya.
Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan diatas, maka peneliti hanya akan membahas mengenai penggunaan kata bilangan perkiraan duo (多) dan lai (来) di dalam kalimat bahasa Mandarin.