• Tidak ada hasil yang ditemukan

LOW BACK PAIN. Oleh : Erni Maryam Annisa Febrieza

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LOW BACK PAIN. Oleh : Erni Maryam Annisa Febrieza"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

LOW BACK PAIN

Oleh :

Erni Maryam Annisa Febrieza

(2)

Tulang Belakang (Vertebrae): 7 cervical, 12 thoracic, 5

lumbar, 5 sacrum, 1 coccyx)

Spinal Cord dan Saraf

Otot dan Ligamen

Facet joint

Intervertebralis Disk

Annulus fibrosus

(3)

3

Nyeri yang dirasakan diantara sudut iga terbawah dan lipat bokong bawah, yaitu daerah lumbal atau lumbosakral dan sering disertai dengan penjalaran nyeri ke daerah tungkai dan kaki.

(4)

LBP Sekunder Primer Lokasi gejala LBP Sciatica Durasi gejala Acute Subacute Chronic

(5)

• LBP sekunder hanya terjadi 10-15% kasus LBP.

• ALBP : live prevalence 80% populasi, year

prevalence 30%. Sembuh dalam waktu <30 hari.

• CLBP : everyday experience 4-7% populasi.

(6)

Etiologi

• Over-aktivitas • Injury discDisc tear • Herniated disk. • Disk Degenerasi • Spondylolisthesis.Degeneratif • Spinal Stenosis • Skoliosis

(7)

Kondisi Hubungan dengan klinik NPB tidak spesifik (mekanik, nyeri sendi,

osteoarthtritis, spasme otot)

Tidak ada gangguan saraf, nyeri terlokalisir di are lumboskral

Sciatica / herniasi diskus Punggung-ekstremitas inferior berhubungan, pola spasme radikuler, lasegue (+)

Fraktur spina (fraktur kompresi) Riwayat trauma (+), osteoporosis, nyeri terlokalisir pada spina

Spondylolysis Pada atlet muda nyeri pada ekstensi spina, gambaran defek pada interartikularis pada foto obliq

Proses keganasan (multiple myeloma), metastase BB turun tanpa sebab yang jelas, demam, gambaran serum protein abnormal pada elektroforesis, riwayat keganasan

Penyakit jaringan ikat (SLE) Demam, LED, antinuclear antibodies (+), scleroderma, rheumatoid arthritis

Infeksi (disc space, spinal tuberculosis) Demam, penyalahgunaan obat terlarang IV, riwayat TB

Aneurisma aorta abdominal Tidak dapat menemukan posisi yang nyaman, NPB tidak hilang dengan istirahat, teraba masa berdenyut di abdomenn

Sindrom kauda equina Retensi urin, gangguan miksi dan defekasi, anestesi saddle, kelemahan ekstremitas inferior secara progresif

Hiperparathyroidism Berhubungan dengan hypercalcemia, batu ginjal dan kosntipasi

Ankylosing spondilytis Laki-laki usia 20, HLA-B27 antigen (+), famyli history (+),LED

Batu ginjal Nyeri flak area yang kolik ke arah groin, hematuria, tidak dapat menemukan posisi yang nyaman.

(8)

Faktor Resiko

1. Faktor resiko fisiologis : usia 20-50 tahun, kurangnya latihan fisik, postur tubuh yang tidak anatomis, kegemukan, skoliosis berat (kurvatura >80), HNP, spondilitis, spinal

stenosis, osteoporosis, merokok

2. Faktor resiko lingkungan : duduk terlalu lama,

terlalu lama menerima getaran, terpelintir.

3. Faktor resiko lingkungan : ketidaknyamanan

(9)

Patofisiologi

Sistem yang terlibat dalam transmisi dan persepsi nyeri

Serabut syaraf ini sangat dekat dengan kulit Mengirimkan cabangnya ke pembuluh darah lokal

Stimulsi serabut ini mengakibatkan pelepasan histamin dari sel mast

(10)

Cont..

• Substansi meningkatkan nyeri -> Histamin, bradikinin, asetilkolin, substansi P

(11)
(12)

Sakit atau ketidaknyamanan pada regio lumbar, pada satu atau kedua sisi, yang beradiasi ke bokong dan tidak lebih dari 30 hari.

(13)

• Nyeri timbul tiba-tiba ketika melakukan aktivitas kuat ataupun tidak.

• Dapat muncul pada satu sisi & beradiasi ke sisi lain, atau terfiksasi di satu sisi.

• Terjadi dalam beberapa menit sampai

(14)

Diagnosis baik untuk ALBP dan SLBP didasarkan pada eklusi dan pemeriksaan fisik. Dalam mengekslusi digunakan kriteria “Bendera Merah” yang harus dinilai secara cermat.

(15)
(16)

Sangat Baik, sebagian besar kasus sembuh sendirinya (auto-resolving) kurang dari 30 hari

(17)

• Diterapi oleh Dokter Umum

• Tujuan: meyakinkan pasien tentang upaya

pencegahan dari LBP

Pain-oriented treatment hanya tambahan

• Perlu diperhatikan “bendera kuning” untuk

(18)
(19)

• Keypoint: Sebisa mungkin aktif & hindari bedest.

• Pada ALBP tidak terdapat disability, edukasi

pasien lebih tepat pada stage ini.

• Latihan penguatan otot paravertebral: untuk

(20)
(21)

Sakit atau ketidaknyamanan pada regio lumbar, pada satu atau kedua sisi, yang beradiasi ke bokong

yang berlangsung antara 1-6 bln.

(22)

• Secara klinis tidak berbeda jauh dari ALBP.

(23)

Diagnosis baik untuk ALBP dan SLBP didasarkan pada eklusi dan pemeriksaan fisik. Dalam mengekslusi digunakan kriteria “Bendera Merah” yang harus dinilai secara cermat.

(24)

Sangat Baik, sebagian besar kasus sembuh sendirinya (auto-resolving) kurang dari 30 hari

(25)
(26)
(27)
(28)

CLBP

• Rasa nyeri

dengan/tanpa batasan fungsional pada regio posterior (dari batas terbawah

costa-bokong) yang

bertahan lebih dari 3 bln

(29)

Etiologi

1. Trauma 2. Infeksi 3. Neoplasma 4. Degenerasi 5. Kongenital

(30)
(31)

Evaluasi Diagnostik • Sinar X- vertebra • Computed Tomografi (CT) • USG • MRI • Penatalaksanaan • Farmakoterapi • Terapi Fisik • Operasi • Prevensi

(32)

FARMAKOTERAPI

Bertujuan untuk meredakan rasa sakit punggung.

Aspirin atau acetaminophen dapat meredakan sakit dengan sedikit efek samping

NSAIDs seperti ibuprofen dan naproxen mengurangi

sakit dan benjolan.

Pengobatan sakit dengan narkotik seperti codeine atau

morphine dapat membantu menurunkan sakit.

Steroid dilakukan secara oral ataupun suntik ke tulang

(33)

TERAPI FISIK

berfungsi meningkatkan fungsi gerak

dan kekuatan punggung belakang yang

membantu meredakan rasa sakit.

Terapi fisik secara pasif (panas, dingin, pijatan, ultrasound dan stimulasi listrik) Terapi fisik secara aktif (peregangan, mengangkat beban, dan latihan kardiovaskuler)

Brace atau alat jepitan atau alat penguat

(34)

OPERASI

• Operasi dipertimbangkan jika pengobatan

non-operasi gagal, tetapi lebih baik melakukan pengobatan non-operasi terlebih dahulu

selama enam bulan sampai satu tahun sebelum mempertimbangkan operasi.

• Selain itu operasi dapat dilakukan jika dokter telah mengetahui penyebab pasti dari nyeri tersebut.

(35)

CONT’D

a. Spinal fusion : tulang belakang yang

disatukan untuk pasien yang memiliki rasa sakit karena pergerakan, terutama pada

pasien yang memiliki tulang belakang yang tidak stabil, skoliosis, atau degenerasi diskus.

b. Penggantian diskus : pengangkatan diskus

dan digantikan dengan bagian artifisial yang menyerupai panggul atau siku.

(36)

PREVENSI

• Latihan atau olah raga : kombinasi latihan aerobik seperti berjalan

atau berenang dengan lebih spesifik pada otot punggung dan perut yang kuat dan fleksibel.

• Angkat beban : pastikan mengangkat beban yang berat dengan kaki,

bukan dengan punggung. Jangan membungkuk ketika mengambil sesuatu dan pastikan punggung tetap tegak dan menekuk tumit kaki.

• Berat badan : pastikan berat badan terkontrol dan tidak kelebihan

berat badan yang dapat meningkatkan beban pada punggung.

• Hindari merokok : baik merokok dan nikotin membuat penuaan

tulang lebih cepat.

• Postur tubuh yang baik penting untuk mencegah masalah di

(37)

PEMERIKSAAN FISIK

Inspeksi

– Evaluasi gait, posisi berdiri dan postur tubuh. – Evaluasi kemampuan pasien untuk fleksi,

hiperekstensi, rotasi, dan kemiringan spinal.

– Evaluasi kurvatura yang berlebihan, pendataran arkus lumbal, angulasi, pelvis asimetri, muskulatur

paravertebral, posisi tungkai abnormal.

– Observasi punggung, pelvis dan tungkai selama bergerak.

– Observasi adanya gerakan tidak wajar atau terbatas. – Ada atau tidak atrofi otot, fasikulasi, pembengkakan,

(38)

Palpasi

• Lakukan palpasi pada daerah yang paling

ringan rasa nyerinya dahulu kemudian menuju daerah yang paling terasa nyeri. Saat

melakukan palpasi kolumna vertebralis dicari kemungkinan adanya deviasi ke arah lateral atau antero-posterior.

(39)

Pemeriksaan Motorik – Kekuatan – Atrofi – Fasikulasi • Pemeriksaan sensorik Pemeriksaan reflex

(40)

Pemeriksaan Khusus

Percobaan Laseque

Percobaan Laseque menyilang

Percobaan Naffziger

Percobaan Valsava

Percobaan Patrick

Percobaan kontra Patrick

(41)

Congenital /

Developmental

Spondylolysis  defek yang terjadi pada tulang di bagian

pars interarticularis

Spondylolisthesisa  anterior

slippage pada vertebral

body, pedicles dan superior

articular facet

Minor trauma

Strain or sprain (keseleo) 

Self-limited injuries yang

bersamaan dengan

mengangkat beban yang berat, terjatuh atau

kecelakaan dapat

menyebabkan LBP, dan sakitnya tidak menjalar sampai ke bokong ataupun paha

(42)

Fractures

Traumatic Atraumatic

HNP

Rasa sakitnya dapat

menjalar sampai ke bokong, paha dan juga disekitar

pinggang. Bersin, batuk ataupun pergerakan yang lemah yang meningkatkan tekanan intraabdomen yang berpengaruh terhadap

peregangan dari vertebra dapat menyebabkan nucleus

(43)

Degenerative

Spinal stenosis 

mendeskripsikan terjadinya penyempitan pada area

spinal canal. Biasanya sakit

akan terasa jika berdiri dan membaik ketika duduk

Arthritis

Spondylosis  back pain yang

meningkat dengan adanya pergerakan dan disertai dengan adanya kekauan.

(44)

Neoplasma

Back pain merupakan most

common neurologic

symptom pada pasien

dengan kanker.

Penyebabnya adalah

metastasis yang mencapai vertebra

Infeksi/inflamasi

Vertebral osteomyelitis 

Back pain mengalami

eksaserbasi dengan gerakan dan tidak hilang saat

istirahat, sakit pada spine meliputi segmen yang terinfeksi

(45)

Others

Referred pain from visceral disease  Penyakit pada area toraks,

abdomen ataupun pelvis dapat menyebabkan rasa sakit pada segmen spina yang mempersyarafi organ tersebut yang

mengalami sakit.

Postural  Pasien mengeluhkan LBP saat melakukan duduk

yang lama ataupun berdiri yang lama.

Psychiatric  Beberapa pasien memiliki riwayat adanya

psychiatric illness (depresi, substance abuse, anxiety) ataupun

childhood trauma yang mengakibatkan pasien memiliki CLBP

Referensi

Dokumen terkait

Pemberian tekanan penguasaan materi akibat perubahan dalam diri siswa setelah belajar diberikan oleh Soedijarto yang mendefinisikan hasil belajar sebagai tingkat penguasaan

Menindak lanjuti dari tugas mata kuliah sebelumnya dimana waktu magang di Dinas Kesehatan peneliti di tempatkan di bagian Pemberantasan Penyakit Menular Langsung (P2ML)

Implementasi regresi ZAIG yang merupakan model campuran antara model diskrit dan model kontinu pada pemodelan klaim asuransi kendaraan bermotor menggunakan data polis dan data

Dapat i dilihat dari hasil i analisis nitrogen terhadap pupuk i organik cair i dari masing-masing kulit buah yaitu 1,17% untuk POC-P dan 1,05% untuk POC-M, sehingga apabila

Sistem peralatan pemboran lepas pantai pada prinsipnya adalah merupakan perkembangan dari sistem peralatan pemboran di darat, maka metoda operasi lepas pantai

Puji syukur kehadirat Allah SWT penulis panjatkan karena berkat, rahmat dan hidayahNya skripsi dengan judul “Analisis Kreativitas Guru dalam Pemanfaatan Lingkungan

Untuk menjadi pioner dalam perubahan dan pengembangan ini sulit diwujudkan kalau dosen di pendidikan tinggi tidak memiliki profesionalisme yang tinggi dalam bidang

Metode pembanding perusahaan tercatat di Bursa Efek digunakan dalam penilaian ini karena walaupun di pasar saham perusahaan terbuka tidak diperoleh informasi