• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN - 13.90.0020 Andika Kurniawan Wijaya BAB IV

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB IV HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN - 13.90.0020 Andika Kurniawan Wijaya BAB IV"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.1 Pembagian ruang dan konsep Layanan oleh-oleh “Flower”

Dalam bisnis yang akan dibuat ini nantinya ada tempat parkir di depan.

Sehingga konsumen dapat memarkirkan sepeda motor dan mobilnya. Kemudian

ruang depan digunakan untuk media promosi Penyedia Layanan Oleh-oleh “Flower”. Sehingga konsumen dapat melihat-lihat produk terbaru dari Penyedia

Layanan Oleh-oleh “Flower”. Sedangkan di ruang selanjutnya dikonsep dua

ruang yaitu satu ruangan untuk display room, yang dibuat tidak terlalu tinggi

agar muda dijangkau. Sehingga konsumen dapat mengambil langsung dengan

mudah karena ada rak display untuk memajang produk dan ruang pemesanan

dibuat seperti KFC dan Mc Donald’s yang digunakan sebagai tempat untuk

menjual paket oleh-oleh makanan tradisional. Konsumen dapat memilih paket

yang akan dibeli beserta harganya.

Ada kursi-kursi untuk menunggu giliran jika saat itu ramai pembeli.

Kasir berada di tengah antara ruang swalayan layanan oleh-oleh dan ruang

layanan seperti KFC dan Mc Donald’s. Sesudah konsumen memilih produk

yang dipilih dapat langsung membayar di kasir. Ada rest area (ruang istirahat)

yaitu ruang yang disediakan khusus untuk kasir, dengan tingkat privasi tinggi

memungkinkan untuk dijadikan ruang untuk ganti pakaian.

(2)

Di pojok kanan digunakan ruang penyimpanan produk. Saat produk habis dapat

langsung di ambilkan di ruang penyimpanan. Produk-produk yang tidak laku

juga di masukkan di ruang penyimpanan tetapi di beri tanda sehingga dapat di

bedakan antara produk baru dan produk lama. Produk lama dan yang tidak laku

nantinya akan di kembalikan.

Di setiap ruangan akan ditambahkan vernacular (budaya setempat) dan

adanya musik yang membuat santai dan rilex. Kemudian pencahayaan di buat

dengan warna agak kekuningan bertujuan untuk member kesan lebih menarik

pada makanan. Sehingga konsumen merasa tenang dan tidak terburu-buru untuk

membeli dan memilih produk yang akan di beli. Interior dan eksterior di buat

dinamis dan minimalis namun menarik. Adanya pelayanan yang ramah

memberikan nilai tersendiri bagi layanan oleh-oleh “Flower”. Tatanan produk

yang menarik sehingga memudahkan konsumen mengambil produk yang akan

di beli.

Sedangkan konsep produk dan menjadi nilai tambah dari Layanan Oleh-oleh “Flower” yaitu sistem paket. Konsep paket ini mempermudah konsumen

membeli berbagai macam makanan tradisional dalam satu kotak. Sehingga lebih

menghemat biaya dalam membeli produk makanan tradisional. Paket yang

dibuat ada beberapa dengan isi yang berbeda antara satu paket dengan paket

lainnya. Konsumen dapat membeli produk makanan tradisional secara paket.

Konsumen yang akan membeli secara paket dapat memilih paket yang akan di

beli kemudian akan diambilkan pelayan kemudian dapat membayar ke kasir.

(3)

ruang swalayan di mana konsumen dapat memilih, mengambil dan membayar

langsung ke kasir.

Selain itu pembeli dari luar kota dapat membeli produk makanan

tradisional dengan melunasi pembayaran produk dan biaya pengiriman lewat

rekening bank atas nama pemilik layanan oleh-oleh. Pemilik memastikan

terlebih dahulu konsumen sudah melakukan pembayaran. Kemudian dilakukan

pengiriman. Pengiriman menggunakan paket JNE dan Tiki. Media yang di

gunakan untuk promosi secara online melalui Blackberry Massanger,

Whatsapp, OLX, tokopedia. Konsumen dapat mengakses secara langsung

melalui internet.

Pemesanan melalui media online dilakukan mulai pukul 09.00 – 17.00.

Untuk menginfokan produk kepada konsumen melalui broadcast melalui Black

berry Massanger, juga akan di posting melalui OLX dan Tokopedia. Produk

akan dikirim dengan syarat harus melunasi pembayaran produk dan biaya

pengiriman lewat rekening bank atas nama pemilik Layanan Oleh-oleh. Jika

jaraknya dekat akan diantar menggunakan sepeda motor dan jika jauh akan

dikirim melalui paket JNE dan Tiki.

4.2 Analisis peluang pasar

Tabel 4.7 Pertumbuhan wisatawan domestik di Kabupaten Semarang

Keterangan 2013 2014 2015

Jumlah Wisatawan domestik

1.363.769 1.530.606 2.158.279

(4)

Berdasarkan data pertumbuhan wisatawan domestik pada tahun 2013

sebesar 12 % menjadi 41 % pada tahun 2014. Untuk melakukan proyeksi

permintaan, maka perlu proyeksi terlebih dahulu jumlah wisatawan domestik

dengan menggunakan rata-rata pertumbuhan 2013-2015, yaitu sebesar 26 %.

Tabel 4.8 Proyeksi wisatawan domestik 2015-2020

Keterangan 2015 2016 2017 2018 2019 2020

Jumlah wisatawan domestik di Kab. Semarang

2.158.279 2.719.432 3.426.484 4.317.370 5.439.886 6.854.257

Sumber : data sekunder yang diolah, 2016

Keterangan : Tingkat pertumbuhan per tahun adalah 26 %

Peneliti melakukan observasi terhadap Toko Woning, Toko Asli, dan

Toko Bu Tun. Di gunakan sebagai data asumsi untuk prediksi jumlah

pengunjung yang akan datang. Prediksi ini untuk memperkirakan jumlah

permintaan 5 tahun mendatang. Kendala yang dihadapi adalah mendapatkan

jumlah pengunjung oleh-oleh dan data penjualan karena kedua data tersebut

merupakan rahasia toko oleh-oleh tersebut.

Tabel 4.9 Data Asumsi Jumlah Pengunjung Layanan Oleh-oleh tahun 2016

Keterangan Per hari Per tahun

Pengunjung di Toko Woning 150 54.750

Pengunjung di Toko Asli 100 36.500

Pengunjung di Toko Bu Tun 60 21.900

Jumlah 310 113.150

Rata-rata 103 37.717

Prediksi total permintaan yang mampu dilayani 377.170

Prediksi total wisatawan domestik 2.719.432

Presentase permintaan yang terlayani 13,86%

Keterangan:

Data jumlah pengunjung di Toko Woning, Toko Asli, dan Toko Bu Tun dari hasil observasi Asumsi 1tahun = 365 hari

Jumlah toko 10 toko

(5)

Persentase permintaan yang terlayani = prediksi total permintaan yang mampu dilayani : prediksi total wisatawan domestik

Dari data yang tersedia jumlah permintaan yang terlayani 13,86% . Berdasarkan

data diatas maka masih ada sisa 86,14% yang belum terpenuhi. Sebagai

pendatang baru Layanan Oleh-oleh “Flower” bersikap pesimis maka mengambil

1% dari 86,14 % dari peluang yang ada yaitu sebesar 0,86 % dari total

wisatawan domestik.

Tabel 4.10 Proyeksi permintaan 2016 – 2020

HASIL KUESIONER YANG DIBAGIKAN

Tabel 4.11 Data Survei Paket Yang Ingin Dibeli

Keterangan Frekuensi Persentase

Sumber :data primer yang diolah, 2016

Sedangkan untuk produk oleh-oleh paket yang paling banyak diminati adalah

paket C yang berisi lima buah lapis legit dan lima buah pia dengan presentase

Keterangan 2016 2017 2018 2019 2020

Wisatawan domestik

2.719.432 3.426.484 4.317.370 5.439.886 6.854.257

Permintaan Layanan

Oleh-oleh “Flower”

(1%)

(6)

Tabel 4.12 Data Survei Produk Oleh-oleh yang diminati

Produk yang diminati Frekuensi Presentase

Wingko Babat 6 20 %

Ganjel rel 3 10%

Bandeng 10 33,33%

Tahu Bakso 11 36,67%

TOTAL 30 100 %

Sumber : data primer yang diolah, 2016

Dari kuesioner yang di bagikan maka didapat bahwa tahu bakso 36,67%

merupakan oleh-oleh yang paling diminati kemudian disusul bandeng 33,33%

kemudian wingko babat 20% dan ganjel rel 10 %. Sedangkan produk yang

diminati konsumen yaitu tahu bakso. Tahu bakso selain enak untuk di makan

langsung dan dapat untuk lauk makan.

Tabel 4.13 Data Survei Jenis Kelamin Yang Membeli Oleh-Oleh

Keterangan Frekuensi Presentase

Jenis Kelamin

a. Laki-laki 14 46,67 %

b. Perempuan 16 53,33%

TOTAL 30 100 %

Sumber : data primer yang diolah, 2016

Melihat hasil dari kuesioner ini kaum hawa (Perempuan) terlihat lebih tinggi

yaitu sekitar 53,33 % sedangkan laki-laki sebanyak 46,67 %. Membuktikan

kebanyakan kaum hawa sering berbelanja. Termasuk berbelanja oleh-oleh.

(7)

Tabel 4.14 Data Survei Umur yang membeli Oleh-Oleh

Keterangan Frekuensi Presentase

Umur

a. <20 Tahun 2 6,67 %

b. 21-30 Tahun 13 43,33%

c. 31-40 Tahun 10 33,33%

d. 41-50Tahun 3 10%

e. 51-60Tahun 1 3,33%

f. >60Tahun 1 3,33%

TOTAL 30 100

Sumber : data primer 2016, yang diolah

Dari hasil kuesioner yang telah dibagikan maka diperoleh hasil yang terbesar

adalah kelompok umur 21-30 tahun yang membeli oleh-oleh yaitu sekitar 43,33

%. Sedangkan umur 31-40 tahun menduduki posisi ke-2 yaitu sebesar 33,33%.

Disusul umur 41-50 sebesar 10%. Di bawah umur 20 tahun sebesar 6,67 %.

Untuk umur 51-60 tahun dan 60 tahun keatas sebesar 3,33 %.

Tabel 4.15 Data Survei Pendapatan Pembeli Oleh-Oleh

Keterangan Frekuensi Presentase

Pendapatan

a.<Rp.1.000.000,- 4 13,33%

b.Rp.1.000.000,-s.d Rp.2.000.000,- 16 53,33%

c.>Rp.2.000.000,- 10 33,33%

TOTAL 30 100 %

Sumber : data primer 2016, yang diolah

Hasil yang diperoleh dari kuesioner yang di bagikan diperoleh 53,33 % yaitu

pendapatan konsumen yang membeli oleh-oleh yaitu berkisar Rp.1.000.000,-

s.d Rp.2.000.000,-. Sedangkan pendapatan yang lebih dari Rp. 2.000.000,-

(8)

Tabel 4.16 Survei Frekuensi Membeli Oleh-Oleh dalam setahun

Keterangan Frekuensi Presentase

Frekuensi membeli oleh-oleh dalam setahun

a. 1-3 kali 12 40%

b. 4-5kali 14 46,67%

c. >5kali 4 13,33%

TOTAL 30 100%

Sumber : data primer 2016, yang diolah

Hasil dari 30 kuesioner yang di bagikan kepada responden tentang frekuensi

dalam membeli oleh-oleh diperoleh 46,67 % responden membeli oleh-oleh 4-5

kali dalam setahun. Sedangkan 1-3 kali dalam setahun adalah sebesar 40 % dan

5 kali ke atas sebesar 13,33 %.

Tabel 4.17 Data Survei Informasi Tentang Oleh-Oleh

Keterangan Frekuensi Presentase

Informasi tentang oleh-oleh

a. Media cetak 2 6,67%

b. Internet 5 16,67%

c. Brosur/pamlet 8 26,67%

d. Teman/ saudara 15 50%

Jumlah 30 100%

Sumber : data primer 2016, yang diolah

Hasil dari 30 kuesioner yang di bagi secara acak kepada responden diperoleh

26,67 % informasi tentang oleh-oleh diperoleh dari teman / saudara. Teman/

saudara merupakan alat pemasaran yang efektif yaitu melaui Word of mouth.

Dari satu teman / saudara dapat menyebar ke teman-teman lain. Sehingga setiap

(9)

Tabel 4.18 Data Survei Pemberian Oleh-Oleh

Keterangan Frekuensi Presentase

Oleh-oleh diberikan kepada

a. Teman 8 26,67%

b. Keluarga 14 46,67%

c. Relasi 8 26,67%

TOTAL 30 100%

Sumber: data primer 2016, yang diolah

Dari kuesioner yang diisi oleh responden diperoleh bahwa oleh-oleh yang dibeli

paling banyak diberikan kepada keluarga yaitu sebanyak 46,67%. Sedangkan

untuk teman dan relasi memiliki presentase yang sama yaitu 26,67%.

Tabel 4.19 Data Survei Kendala Yang Dihadapi

Keterangan Frekuensi Presentase

Kendala yang dihadapi

a. Lahan parkir 14 46,67%

b. Macet 6 20%

c. Pelayanan yang kurang memuaskan 6 20%

d. Lain-lain(stok tidak selalu ada, harga cukup mahal, tidak ada)

4 13,33%

TOTAL 30 100%

Sumber: data primer 2016, yang diolah

Dari 30 responden yang ada menyatakan bahwa kebutuhan akan lahan parkir

merupakan kendala yang dihadapi yaitu lahan parkir sekitar 46,67 %.

Sedangkan macet dan pelayanan yang kurang memuaskan sebesar 20 % dan

(10)

Tabel 4.20 Data Survei Responden Tertarik Membeli Oleh-Oleh dalam

bentuk paket

Sumber: data primer 2016, yang diolah

Dari 30 responden menyatakan bahwa 70 % tertarik untuk membeli paket

oleh-oleh dan 30 % tidak tertarik. Maka dapat diartikan bahwa responden tertarik

untuk membeli produk oleh-oleh secara paket.

Tabel 4.21 Data Survei Harga Yang Diinginkan dari Paket Oleh-Oleh

Keterangan Frekuensi Presentase

Harga yang diinginkan

a. Rp.30.000,- 18 60%

b. Rp.35.000- 7 23,37%

c. Rp.40.000,- 4 13,33%

d. Rp.45.000,- 1 3,33%

TOTAL 100%

Sumber : data primer 2016, yang diolah

Dari 30 responden menyatakan bahwa 60 % responden menginginkan harga

paket oleh-oleh adalah Rp 30.000,-. Sedangkan yang memilih harga

Rp.35.000,- adalah 23,37% . Harga Rp.40.000,- adalah 13,33%. Sedangkan

harga Rp.45.000 adalah 3,33%.

Keterangan Frekuensi Presentase

Tertarik membeli oleh-oleh dalam bentuk paket

a. Ya 21 70%

b. Tidak 9 30%

(11)

4.3 Hasil observasi terhadap Toko Asli, Toko Woning, dan Toko Bu Tun

4.3.1 Toko Asli

Berada di jalan Letjen Suprapto 24 Ungaran. Toko ini menjual beraneka

ragam oleh-oleh. Pemilik toko mendisplay produk dilemari kaca dan rak

display. Penataan produk seperti di swalayan. Sehingga pembeli bebas

memilih produk yang akan di pilih. Toko ini menjual berbagai macam

oleh-oleh seperti, wingko babat, bandeng, bakpia, tahu bakso, kripik tahu,

es krim, minuman dingin. Pemilik toko menyediakan tempat duduk untuk

menunggu. Adanya lahan parkir sehingga memudahkan pembeli

memarkirkan mobil dan motornya. Memiliki dua karyawan yang melayani

pembeli. Penataan yang minimalis dan tertata secara teratur membuat

pembeli merasa nyaman dan leluasa memilih produk.

A

D C B

G

J

I H

E F

(12)

Keterangan gambar :

A. Rak untuk display produk G. Rak untuk display produk

B. Rak untuk display produk H. Lemari kaca tempat display produk

C. Rak untuk display produk I. Meja Kasir

D. Rak untuk display produk J. Lemari kaca tempat display produk

E. Lemari pendingin K. Lemari kaca tempat display produk

F. Lemari pendingin

Tabel 4.22. Harga produk di Toko Asli

No Produk Harga jual

1 Wingko Candra isi 20 Rp. 25.000-

2 Bandeng Lumba-lumba isi 2 Rp. 54.000,-

3 Tahu bakso Asli isi 10 Rp. 32.000,-

Sumber: data primer 2016, yang diolah

4.3.2 Toko Woning

Berada di jalan raya Diponegoro 189 Ungaran. Menjual aneka produk

seperti wingko babat, carica, bandeng, lumpia, tahu bakso, kripik tempe,

kripik tahu dan lain- lain. Pemilik dari toko Woning mengatur letak lemari

kaca satu dengan yang lain kurang teratur. Sehingga terlihat kurang rapi.

Di depan ada ruang tunggu yang kurang bagus. Menurut pengamatan

Toko Woning terlihat kecil. Di samping kiri ada parkir untuk mobil dan

motor. Sehingga memudahkan parkir meskipun terlihat sempit. Ada dua

karyawan yang baik melayani pembeli dan memberikan informasi tentang

(13)

Gambar 4.3 Layout Toko Woning

Keterangan gambar :

A. Lemari kaca tempat display produk F. Lemari kaca display produk

B. Lemari kaca tempat display produk G. Lemari kaca display produk

C. Meja Kasir H. Lemari pendingin minuman

D. Lemari kaca tempat display produk

E. Lemari kaca tempat display produk

H B

A

C D

E

F

(14)

Tabel 4.23 Harga produk di Toko “Woning”

No Nama Produk Harga jual

1 Wingko Pratama isi 10 Rp. 20.000,-

2 Bandeng Woning isi 2 Rp. 45.000,-

3 Tahu bakso Woning isi 10 Rp. 32.000,-

4 Lumpia Semarang isi 10 Rp. 44.000-

Sumber : data primer 2016, yang diolah

4.3.3 Toko Tahu Bakso Bu Tun

Berada di jalan Moh. Yamin merupakan jalur alternatif .Menjual produk

Wingko babat, bandeng, tahu bakso, bakso, bakpia, es krim, kacang,

kripik tempe, gula kacang dan lain-lain. Dahulu Toko Tahu bakso “Bu Tun” menjual bakso kuah yang dapat di makan di tempat tetapi sekarang

tidak menjual bakso kuah lagi. Di sediakan parkir motor. Sedangkan

untuk parkir mobil agak kesulitan karena harus parkir di badan jalan.

Sehingga membahayakan keselamatan. Sedangkan penataan layout

teratur. Tetapi di sebelah kanan terdapat barang-barang yang tidak

terpakai. Sehingga agak merusak keindahan lokasi. Di Toko Tahu Bakso”BuTun” terdapat satu karyawan yang melayani pembeli.

Gambar 4.4 Layout Toko Bu Tun

A

B D

C

F

(15)

Keterangan Gambar :

A. Lemari Es (Es Krim) D. Rak untuk display makanan

B. Lemari Es E. Meja kasir

C. Rak untuk display makanan F. Lemari kaca

Tabel 4.24 Harga produk di Toko Bu Tun

No Nama Produk Harga

1 Wingko Rp. 30.000,-

2 Tahu bakso Bu Tun Rp.18.000,-

3 Lumpia Pitoe Rp. 50.000-

Sumber: data primer 2016, yang diolah

4.4 Analisis Perencanaan Bisnis

Dalam analisis perencanaan bisnis Layanan Oleh-oleh “Flower” dilihat

dari aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek operasional, dan

aspek keuangan berdasarkan observasi yang diperoleh dari Toko Asli, Toko

Woning, dan Toko Bu Tun.

4.4.1 Aspek Pemasaran

Ada dua hal yang akan di bahas dalam aspek pemasaran yaitu

Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) dan bauran pemasaran (7P) dari Layanan Oleh-oleh “Flower”. Selain itu ada SWOT dan Biaya

(16)

4.4.1.1 Segmenting, Targeting dan Positioning Layanan Oleh-oleh

“Flower”

1. Segmenting

a. Segmentasi geografis

Segmentasi geografis membagi konsumen berdasarkan

daerah asal atau tempat tinggal konsumen. Layanan Oleh-oleh “Flower” melayani konsumen di luar Kabupaten

Semarang dan di dalam Kabupaten Semarang.

b. Segmentasi demografi

Segmentasi demografi membagi konsumen berdasarkan

variabel demografi yaitu :

1) Demografi usia adalah membagi konsumen berdasarkan

kategori kelompok usia. Layanan oleh-oleh “Flower”

usia muda sampai usia tua. Kebanyakan usia 20 keatas.

Segmentasi usia dari Layanan Oleh-oleh “Flower” yaitu

rentang usia 21-40 tahun.

2) Demografi jenis kelamin adalah membagi kelompok

konsumen berdasarkan jenis kelamin. Layanan

oleh-oleh ini melayani konsumen laki-laki dan perempuan.

Menurut hasil dari kuesioner ini terbanyak adalah

perempuan.

Tetapi konsumen laki-laki juga sering membeli. Tetapi

(17)

3) Demografi pendapatan konsumen adalah membagi

konsumen berdasarkan tingkat pendapatan. Menurut

tingkat pendapatan Layanan oleh-oleh “Flower”

melayani konsumen yang memiliki penghasilan

menengah.

c. Segmentasi Psikografik

Adalah membagi kelompok konsumen berdasarkan

gaya hidup konsumen. Layanan oleh-oleh “Flower”

melayani konsumen yang memiliki kebiasaan membeli

oleh-oleh setelah berkunjung kesuatu daerah dan memiliki

waktu terbatas.

2. Targeting

Kegiatan yang dilakukan dalam menentukan segmen

pasar yang dituju. Sasaran yang akan dituju dari Layanan oleh-oleh “Flower” secara geografis yaitu wilayah Kabupaten

Semarang pada dan diluar wilayah Kabupaten Semarang.

Secara demografis sasaran Layanan oleh-oleh “Flower” adalah

usia 21-40 tahun.

Sasaran dari Layanan oleh-oleh “Flower” adalah

membidik konsumen membeli yang memiliki kegemaran

membeli oleh-oleh ketika berkunjung kesuatu daerah.dan

(18)

3. Positioning

Kegiatan merancang produk dan bauran pemasaran agar

tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Layanan oleh-oleh “Flower” dalam hal ini sebagai pengikut (Follower). Tetapi yang

membedakan Layanan oleh-oleh ini dengan yang lain adalah

sistem paket. Sistem paket di Kabupaten Semarang belum ada.

Maka dengan adanya sistem paket ini. Konsumen dapat

menikmati produk yang berbeda dalam satu kotak.

4.4.1.2 Bauran Pemasaran (7 P)

Seperangkat alat yang digunakan perusahaan untuk terus

menerus mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.

a. Produk

Layanan oleh-oleh “Flower”menjual produk wingko

babat, bandeng, tahu bakso yang di jual tersendiri. Namun ada

produk paket yaitu satu kotak terdiri dari bermacam- macam

produk oleh-oleh. Alasan di buat 5 paket yang berbeda agar

pembeli dapat memilih varian yang berbeda dan dapat

membedakan paket satu dengan paket lain. Paket yang di jual

antara lain Paket A yang terdiri dari 5 Wingko Babat dan 5

Lapis Legit. Paket B terdiri dari 5 Wingko Babat dan 5 Pia.

Paket C terdiri dari 5 Wingko Babat dan 5 Lapis Legit. Paket

(19)

dari 3 wingko babat, 2 ganjel rel, 2 kue bandung kering, dan 3

pia. Kemasan yang di gunakan menarik dan terlihat eksklusif.

Adanya kemasan yang menarik akan menarik minat pembeli.

Produk Wingko babat, ganjel rel, lapis legit kadaluarsa dalam

waktu seminggu. Sedangkan kue bandung kering dan pia

kadaluarsa dalam waktu dua minggu. Produk dari Layanan

Oleh-oleh “Flower” merupakan produk jadi yang di dapat dari

supllier. Produk yang akan di On Line kan adalah produk

paket. Terbuat dari bahan yang berkualitas. Selain itu adanya

pramuniaga yang melayani dengan ramah setiap konsumen.

Sehingga konsumen leluasa memilih dan menanyakan kepada

(20)

b. Harga

Layanan oleh-oleh “Flower” menawarkan harga paket

oleh-oleh yang lebih murah. Harga yang kompetitif membuat

konsumen tertarik untuk membeli produk oleh-oleh secara

paket selain lebih murah dan hemat. Dengan harga Rp.30.000,-

sudah dapat produk paket. Kebijakan penetapan harga jual

berkisar 10% - 80%. Paket A dengan harga dari supplier Rp.

21.000,- merupakan gabungan harga Wingko Babat per satuan

adalah Rp. 1.500,- x 5 = Rp. 7.500 dan harga Kue Bandung

Kering Rp. 2.700,- x 5 = Rp. 13.500,-. Paket B dengan harga

dari supplier Rp. 21.000,- merupakan gabungan harga Wingko

Babat Rp. 1.500,- x 5 = Rp. 7.500,- dan harga pia Rp. 2.700,- x

5 = Rp. 13.500,-. Paket C dengan harga dari supplier Rp.

21.000,- merupakan gabungan harga Wingko Babat Rp.

1.500,- x 5 = Rp. 7.500,- dan harga Ganjel Rel Rp. 2.700,- x 5

=Rp.13.500,-. Paket D dengan harga dari supplier Rp. 21.000,-

merupakan gabungan harga ganjel rel Rp. 1.500.,- x 5 = Rp.

7.500,- dan pia Rp. 2.700 x 5 = Rp. 13.500,-. Paket D dengan

harga dari supplier Rp. 22.000,- merupakan gabungan harga

wingko Rp. 1.500,- x 3 = Rp. 4.500,-, harga ganjel rel Rp.

1.500,- x 2 = Rp. 3.000,-, harga pia Rp.2.700,- x 2 = Rp.

5.400,- dan harga kue bandung kering Rp. 2.700,- x 3 =

(21)

Tabel 4.25 Daftar produk dari supplier, kebijakan harga, dan harga jual

No Nama produk dari

Supplier Harga supplier

Kebijakan

harga % Harga Jual

1 Wingko babat isi 20 Rp. 27.000,- 11% Rp. 30.000,-

2 Ganjel rel isi 10 Rp. 20.000,- 50% Rp. 30.000,-

3 Tahu Bakso isi 10 Rp. 20.000,- 50% Rp. 30.000,-

4 Bandeng isi 2 Rp. 40.000, 25 % Rp. 50.000,-

5 Paket A Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-

6 Paket B Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-

7 Paket C Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-

8 Paket D Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-

9 Paket E Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-

Sumber: data primer2016, yang diolah

c. Tempat

Layanan oleh-oleh “Flower” terletak di jalan Moh.

Yamin. Di jalan ini merupakan jalur alternatif yang dapat

menghubungkan ke jalur tol. Di jalan Moh. Yamin ada penjual oleh-oleh yaitu Toko “Bu Tun”. Tetapi Toko/ ”Bu Tun” tidak

menjual oleh-oleh secara paket dan hanya memiliki lahan

parkir untuk sepeda motor saja.

d. Promosi

Merupakan kegiatan menginfokan dan

mengkomunikasikan produk kepada konsumen. Layanan oleh-oleh “Flower” promosi yang di gunakan untuk promosi secara

online melalui Whatsapp, Instagram, OLX, Tokopedia.

(22)

langsung melalui internet. Pemesanan melalui media online

dilakukan mulai pukul 09.00 – 17.00. Untuk menginfokan

produk kepada konsumen melalui broadcast melalui Whatsapp

dan Blackberry Massanger, juga akan di posting melaui OLX

dan Tokopedia. Selain itu menggunakan brosur, papan nama,

MMT dalam, dan Neon box.

e. Orang

Orang yang di maksud adalah pramuniaga yang akan

melayani konsumen yang akan beli di Layanan oleh-oleh “Flower”. Perlu adanya pelatihan kepada pramuniaga sehingga

dapat memberikan informasi yang akurat tentang produk yang

di butuhkan konsumen.

f. Proses

Layanan Oleh-oleh “Flower” menyediakan tiga jenis

layanan yaitu seperti supermarket dimana ada rak display,

layanan pemesanan seperti Mc Donald dan KFC, dan Layanan

pesan antar. Berikut alur proses ketiga layanan ini.

1. Layanan supermarket

Produk di tata di rak display. Konsumen yang akan

membeli dapat memilih sendiri produk yang akan di beli.

(23)

transaksi di kasir. Kemudian konsumen dapat

meninggalkan ruangan.

Gambar 4.6 Alur proses operasi pelayanan Supermarket

2. Layanan Mc Donald’s / KFC

Pembeli memasuki Layanan Oleh-oleh kemudian mulai

melihat menu paket yang terampang. Kemudian

pramuniaga mengambilkan paket yang di pilih konsumen.

Setelah selesai diambilkan konsumen dapat menyelesaikan

transaksi di kasir. Kemudian konsumen dapat

(24)

3. Layanan pesan – antar

Layanan pesan antar merupakan layanan yang dilakukan

oleh Layanan oleh-oleh “Flower Pembeli dapat memilih

langsung produk dahulu baru diantar atau dapat melalui

telepon nanti akan dicatat oleh pramuniaga kemudian akan

diantar. Jika pembeli di luar kota maka kiriman akan di

paketkan melalui JNE atau Tiki. Tetapi harus melalui

prosedur yaitu membayar lunas produk ditambah dengan

biaya paket. Setelah itu produk baru diantar sesuai alamat.

Maka pembeli perlu menyertakan alamat lengkap.

Gambar4.8 Alur Proses operasi layanan antar-pesan

g. Physical Evidence

Merupakan bukti fisik Layanan Oleh-oleh “Flower”

yaitu papan nama, lokasi toko, bangunan yang di buat secara

supermarket dan juga seperti Mac Donald / KFC, dan adanya

(25)

4.4.1.3 Analisis SWOT

Metode perencanaan strategis yang mengevaluasi kekuatan

(strenght), kelemahan ( Weaknesses), peluang (opportunies), dan

ancaman (threath) dalam suatu proyek bisnis.

1. Strenght (Kekuatan)

Kekuatan dari Layanan Oleh-oleh “Flower” adalah

a. Layanan Oleh-oleh “Flower” menjual oleh-oleh secara

paket dan sendiri. Berbeda dengan ketiga toko oleh-oleh

lain menjual secara sendiri.

b. Layanan oleh-oleh “Flower” memiliki lahan parkir yang

dapat menampung sepeda motor dan mobil.

c. Pramuniaga Layanan oleh-oleh “Flower” memberikan

pelayanan yang baik dan memberikan informasi kepada

pembeli.

d. Di dalam Layanan oleh-oleh “Flower” adanya ruang yang

digunakan untuk promosi

2. Weakness (Kelemahan)

Kelemahan dari Layanan Oleh-oleh “Flower” adalah

a. Layanan oleh-oleh “Flower” belum terkenal di masyarakat

b. Tidak semua harga dari Layanan Oleh-oleh “Flower” lebih

murah

(26)

3. Opportunities (Kesempatan)

a. Kebanyakan orang membutuhkan oleh-oleh untuk di bawa

ke keluarga

b. Di jalan Moh. Yamin hanya ada satu pesaing yaitu Toko “Bu Tun”

c. Belum ada sistem paket oleh-oleh

d. Banyak supplier yang akan menjual produk ke Layanan

oleh-oleh “Flower”

4. Threath (Ancaman)

a. Adanya pesaing yang membuat layanan sejenis dengan

paket yang lebih lengkap.

b. Harga yang lebih murah dari Layanan oleh-oleh “Flower”

c. Penawaran produk yang beragam

4.4.2 Aspek Sumber Daya Manusia

Rincian aspek Sumber Daya Manusia Layanan Oleh-oleh “Flower” dilihat

dari survey yang dilakukan peneliti.

1. Perencanaan Sumber Daya Manusia

Perencanaan Sumber Daya Manusia di gunakan untuk pemenuhan

jumlah tenaga kerja agar kegiatan operasional berjalan efektif dan efisien. Sehingga kegiatan operasional Layanan oleh-oleh “Flower”

(27)

Tabel 4.26 Kebutuhan Tenaga Kerja

2. Analisis pekerjaan adalah kegiatan menentukan kualifikasi dan

syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja.

Tabel 4.27 Analisis Pekerjaan

3 Pramuniaga Perempuan 20-30

tanun

Gambar 9. Struktur organisasi Layanan Oleh-oleh “Flower”

(28)

Deskripsi pekerjaan dari masing – masing pekerjaan di Layanan Oleh-oleh”Flower” adalah:

1. Manajer (Pemilik)

Tugas dan tanggung jawab dari pemilik adalah merencanakan, mengatur,

memimpin, mengontrol, dan menorganisir kegiatan operasional Layanan oleh-oleh “Flower” sehingga berjalan dengan baik. Merangkap pekerjaan

sebagai operator yaitu mengoperasikan komputer untuk promosi lewat

internet.

2. Kasir

Tugas dan tanggung jawab dari kasir adalah bertanggung jawab terhadap

transaksi pembelian, uang yang masuk, membuat laporan transaksi secara

harian dan bulanan.

3. Pramuniaga

Tugas dan tanggung jawab dari pramuniaga adalah memberikan

pelayanan memberikan informasi tentang produk kepada pembeli. Selain

itu menyiapkan produk yang di beli baik secara langsung dan pesan

antar. Selain itu mengantar produk ke tempat tujuan.

4.4.3 Aspek Operasional

Berikut penjelasan aspek operasional Layanan Oleh-oleh “Flower”:

1. Layout

Layout Layanan oleh-oleh “Flower” akan di bentuk seperti

(29)

bentuk supermarket pengunjung dan pembeli dapat memilih produk

yang diinginkan. Sedangkan bentuk seperti Mc Donald’s atau KFC

pembeli dapat melihat dahulu paket yang akan dibeli. Kemudian

pramuniaga akan mengambilkan.

2. Lokasi

Pemilihan lokasi oleh-oleh “Flower” di Jalan Moh. Yamin

a. Merupakan jalur arternatif yang sering dilalui pengendara mobil

dan motor.

b. Jalur yang menghubungkan dengan jalan tol.

c. Di jalan Moh. Yamin tersedia merupakan jalur kuliner.

3. Kapasitas

Layanan Oleh-oleh “Flower” di buat dua yaitu seperti supermarket

sehingga pembeli dapat langsung mengambil produk yang akan di beli

kemudian di masukkan ke keranjang kemudian pembeli dapat

menyelesaikan pambayaran di kasir. Sedangkan ruang satunya di

bentuk seperti Mc. Donald atau KFC nantinya pembeli dapat memilih

produk paket yang akan di beli kemudian pramuniaga akan membantu

mengambilkan produk kemudian menyelesaikan pembayaran ke kasir. Ada ruang promosi saat memasuki Layanan oleh-oleh “Flower”

4. Fasilitas

Fasilitas dari Layanan Oleh-oleh ini adalah memudahkan pembeli

(30)

memilih produk yang diinginkan kemudian di masukkan di keranjang

dan penyelesaian pembayaran di kasir. Sedangkan untuk memudahkan

pembeli membeli produk oleh-oleh secara paket maka di bentuk

ruangan seperti Mc. Donald atau KFC. Nanti pembeli dapat melihat

paket yang akan di jual kemudian di ambilkan pramuniaga dan

pembayaran lewat kasir.

4.4.4 Aspek Keuangan

Asumsi dalam aspek keuangan :

a. Layanan Oleh-oleh “Flower” terjadi kenaikan dua kali lipat pada

saat liburan sekolah pada bulan Juni dan Juli. Pada bulan Nopember

dan Desember terjadi kenakan dua kali lipat juga karena menjelang

Natal dan Natal. Diasumsikan hanya naik dua kali lipat berdasar

hasil wawancara dan penyebaran kuesoner.

b. Berdasarkan data BPS rata-rata inflasi

Tabel 4.28. Inflasi Pertahun

Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 Rata-rata

Inflasi (%) 3,79 4,30 8,38 8,36 3,35 5,636

Sumber: BPS

c. Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran kuesoner peneliti

(31)

Tabel 4.29 Presentase Kenakan Produk Per Tahun

kuesioner Toko oleh-oleh yang menjual secara On Line dan tren saat

ini.

Tabel 4.30 Presentase Kenaikan Pendapatan On Line

No Presentase

e. Gaji karyawan berdasarkan UMK Kabupaten Semarang 2016 yaitu

sebesar Rp. 1.610.000,-

f. Asumsi kenaikan gaji yaitu sebesar 11 % didapat dari inflasi 6%

(32)

ekonomi)) berdasarkan Keputusan Gubernur No.560 / 66 Tahun

2015.

g. Rincian gaji dan kenaikan gaji pertahun Layanan Oleh-Oleh “Flower”

Tabel 4.31 Rincian gaji per bulan

Tabel 4.32 Kenaikan Gaji pertahun

PROMOSI RINCIAN HARGA KETERANGAN

Brosur Ukuran A6 full color.

No Pekerjaan Jumlah Gaji perbulan

1 Manajer 1 orang Rp. 1.700.000,-

2 Kasir 1 orang Rp. 1.610.000,-

3 Pramuniga 1 orang Rp. 1.610.000,-

No Pekerjaan 2016 2017 2018 2019 2020

1 Manajer/Pemilik 20.400.000 22.644.000 25.134.840 27.899.672,4 30.968.636,4

2 Kasir 19.320.000 21.445.200 23.804.172 26.422.630,9 29.329.120,3

3 Pramuniaga 19.320.000 21.445.200 23.804.172 26.422.630,9 29.329.120,3

(33)
(34)

Peneliti memakai angka 27.194 yang berasal dari proyeksi permintaan 2016 yatu

berada di tengah antara Toko Asli yaitu sebesar 36.500 dan Toko Bu Tun yaitu

sebesar 21.900. Alasan memakai angka 27.194 di atas Bu Tun karena lokasi Layanan

Oleh-oleh “Flower” lebih strategis, lahan parkir yang lebih luas sehingga sepeda

motor dan mobil dapat parkir, dan penataan produk lebih rapi. Sedangkan di bawah

Toko Asli karena peneliti menganggap bahwa Toko Asli sudah berdiri lebih dahulu

kurang lebih dua tahun.

Untuk pendapatan On Line 20 % didapat dari hasil wawancara dengan pemilik toko

makanan. On Line yaitu Fan-fan.

(35)

Tabel 4.34 Pembelian, Penjualan dan Laba Produk (Rp)

Uraian Jumlah

(Dos) Harga Satuan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember

Jumlah

(36)

Tabel 4.36 Tabel Biaya Investasi

Mesin Kasir Sharp XE A107 1 2.000.000 2.000.000

(37)
(38)

Tabel 4.40 Analisis Kelayakan Bisnis Normal

Total Total Net Cash

Revenue Investasi B. SDM B. Operasional Pengeluaran Flow

2016 160,976,000.00 32,195,200.00 193,171,200.00 26,000,000.00 59,040,000.00 50,358,000.00 135,398,000.00 57,773,200.00 2017 177,073,600.00 41,853,760.00 218,927,360.00 65,534,400.00 53,379,480.00 118,913,880.00 100,013,480.00 2018 194,780,960.00 54,409,888.00 249,190,848.00 72,743,184.00 56,582,248.80 129,325,432.80 119,865,415.20 2019 214,259,056.00 70,732,854.40 284,991,910.40 80,744,934.24 59,977,183.73 140,722,117.97 144,269,792.43 2020 235,684,961.60 91,952,710.72 327,637,672.32 89,626,877.01 63,575,814.75 153,202,691.76 174,434,980.56 2021 259,253,457.76 119,538,523.94 378,791,981.70 99,485,833.48 67,390,363.64 166,876,197.11 211,915,784.58 2022 285,178,803.54 155,400,081.12 440,578,884.65 110,429,275.16 71,433,785.45 181,863,060.61 258,715,824.04 2023 313,696,683.89 202,020,105.45 515,716,789.34 122,576,495.43 75,719,812.58 198,296,308.01 317,420,481.33 2024 345,066,352.28 262,626,137.09 607,692,489.37 136,059,909.92 80,263,001.34 216,322,911.26 391,369,578.10 2025 379,572,987.51 341,413,978.21 720,986,965.72 151,026,500.02 85,078,781.42 236,105,281.43 484,881,684.29

IRR 273.81%

NPV 1,485,792,181 Payback Period 1 Tahun 5 Bulan

PI 58.14

Pengeluaran Laba Produk

(39)

Tabel 4.41 Analisis Kelayakan Bisnis Kondisi Pesimis

Sensitivitas 10%

Total Total Net Cash

Revenue Investasi B. SDM B. Operasional Pengeluaran Flow

2016 144,878,400.00 28,975,680.00 173,854,080.00 26,000,000.00 59,040,000.00 50,358,000.00 135,398,000.00 38,456,080.00 2017 160,976,000.00 38,634,240.00 199,610,240.00 65,534,400.00 53,379,480.00 118,913,880.00 80,696,360.00 2018 178,683,360.00 51,190,368.00 229,873,728.00 72,743,184.00 56,582,248.80 129,325,432.80 100,548,295.20 2019 198,161,456.00 67,513,334.40 265,674,790.40 80,744,934.24 59,977,183.73 140,722,117.97 124,952,672.43 2020 219,587,361.60 88,733,190.72 308,320,552.32 89,626,877.01 63,575,814.75 153,202,691.76 155,117,860.56 2021 243,155,857.76 116,319,003.94 359,474,861.70 99,485,833.48 67,390,363.64 166,876,197.11 192,598,664.58 2022 269,081,203.54 152,180,561.12 421,261,764.65 110,429,275.16 71,433,785.45 181,863,060.61 239,398,704.04 2023 297,599,083.89 198,800,585.45 496,399,669.34 122,576,495.43 75,719,812.58 198,296,308.01 298,103,361.33 2024 328,968,752.28 259,406,617.09 588,375,369.37 136,059,909.92 80,263,001.34 216,322,911.26 372,052,458.10 2025 363,475,387.51 338,194,458.21 701,669,845.72 151,026,500.02 85,078,781.42 236,105,281.43 465,564,564.29

IRR 242.72%

NPV 1,343,616,496 Payback Period 1 Tahun 8 Bulan

PI 52.68

(40)

Tabel 4.42 Analisis Kelayakan Bisnis Kondisi Optimis

Senstivitas 10 %

Total Total Net Cash

Revenue Investasi B. SDM B. Operasional Pengeluaran Flow

2016 177,073,600.00 35,414,720.00 212,488,320.00 26,000,000.00 59,040,000.00 50,358,000.00 135,398,000.00 77,090,320.00 2017 193,171,200.00 45,073,280.00 238,244,480.00 65,534,400.00 53,379,480.00 118,913,880.00 119,330,600.00 2018 210,878,560.00 57,629,408.00 268,507,968.00 72,743,184.00 56,582,248.80 129,325,432.80 139,182,535.20 2019 230,356,656.00 73,952,374.40 304,309,030.40 80,744,934.24 59,977,183.73 140,722,117.97 163,586,912.43 2020 251,782,561.60 95,172,230.72 346,954,792.32 89,626,877.01 63,575,814.75 153,202,691.76 193,752,100.56 2021 275,351,057.76 122,758,043.94 398,109,101.70 99,485,833.48 67,390,363.64 166,876,197.11 231,232,904.58 2022 301,276,403.54 158,619,601.12 459,896,004.65 110,429,275.16 71,433,785.45 181,863,060.61 278,032,944.04 2023 329,794,283.89 205,239,625.45 535,033,909.34 122,576,495.43 75,719,812.58 198,296,308.01 336,737,601.33 2024 361,163,952.28 265,845,657.09 627,009,609.37 136,059,909.92 80,263,001.34 216,322,911.26 410,686,698.10 2025 395,670,587.51 344,633,498.21 740,304,085.72 151,026,500.02 85,078,781.42 236,105,281.43 504,198,804.29

IRR 306.01%

NPV 1,627,967,866 Payback Period 1 Tahun 4 Bulan

PI 63.61

(41)

Kondisi Normal

Perhitungan Payback Period

Outlays / investasi awal 26,000,000

Proceeds Th 1 57,773,200

-31,773,200

Proceeds Th 2 100,013,480

-131,786,680

Proceeds Th 3 119,865,415

-251,652,095

Proceeds Th 4 144,269,792

-395,921,888

Proceeds Th 5 174,434,981

-570,356,868

Proceeds Th 6 211,915,785

-782,272,653

Proceeds Th 7 258,715,824

-1,040,988,477

Proceed Th 8 317,420,481

-1,358,408,958

Proceed Th 9 391,369,578

-1,749,778,536

Proceed Th 10 484,881,684

-2,234,660,221

Payback Periode

(42)

Tabel 4.43 Perhitungan Net Present Value Kondisi Normal

outlays 26,000,000

NSFB Present

6% Value Cash Inflow

1 57,773,200 0.943 54,503,019

2 100,013,480 0.890 89,011,641

3 119,865,415 0.840 100,641,314

4 144,269,792 0.792 114,275,188

5 174,434,981 0.747 130,347,965

6 211,915,785 0.705 149,392,266

7 258,715,824 0.665 172,060,799

8 317,420,481 0.627 199,153,537

9 391,369,578 0.592 231,651,052

10 484,881,684 0.558 270,755,400

Total PV Cash Inflow 1,511,792,181

Outlays 26,000,000

Net Present Value 1,485,792,181

Nilai NPV bernilai positif berarti proyek dapat diterima Discount rate 6 % merupakan nilai obligasi pemerintah.

PROFITABILITY INDEX = 1,511,792,181 26,000,000

= 58.14585312

Profitability Index lebih besar dari 1 berarti menerima usulan investasi 58,14> 1 karena lebih besar dari pada 1.

(43)

Tabel 4.44 Perhitungan IRR Kondisi Normal

outlays 26,000,000

NSFB Present NSFB Present

273% Value Cash Inflow 274% Value Cash Inflow

1 57,773,200 0.268 15,488,794 0.267 15,447,380

2 100,013,480 0.072 7,188,543 0.071 7,150,153

3 119,865,415 0.019 2,309,763 0.019 2,291,285

4 144,269,792 0.005 745,315 0.005 737,376

5 174,434,981 0.001 241,596 0.001 238,383

6 211,915,785 0.000 78,688 0.000 77,434

7 258,715,824 0.000 25,755 0.000 25,277

8 317,420,481 0.000 8,472 0.000 8,292

9 391,369,578 0.000 2,800 0.000 2,734

10 484,881,684 0.000 930 0.000 906

Total PV Cash Inflow 26,090,656 25,979,219

Outlays 26,000,000 26,000,000

Net Present Value 90,656 -20,781

INTERPOLASI

Selisih tk bunga Selisih Total PV Selisih Total PV dg Outlays

13% 26,090,656 26,090,656

14% 25,979,219 26,000,000

1% 111,437 90,656

IRR = 273.8135187 %

IRR lebih besar pada bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima

(44)

KONDISI PESIMIS SENSITIVITAS 10 %

(45)

Tabel 4.45 Perhitungan Net Present Value Kondisi Pesimis

outlays 26,000,000.00

NSFB Present

6% Value Cash Inflow

1 38,456,080.00 0.943 36,279,320.75 2 80,696,360.00 0.890 71,819,473.12 3 100,548,295.20 0.840 84,422,287.53 4 124,952,672.43 0.792 98,974,220.04 5 155,117,860.56 0.747 115,913,089.06 6 192,598,664.58 0.705 135,774,458.67 7 239,398,704.04 0.665 159,213,811.11 8 298,103,361.33 0.627 187,033,736.84 9 372,052,458.10 0.592 220,217,278.30 10 465,564,564.29 0.558 259,968,821.01 Total PV Cash Inflow 1,369,616,496.45

Outlays 26,000,000.00

Net Present Value 1,343,616,496.45

Nilai NPV bernilai positif berarti proyek dapat diterima Discount rate 6% dari obligasi pemerintah

PROFITABILITY INDEX = 1,369,616,496.45 26,000,000.00

52.678

Profitability Index lebih besar dari 1 berarti menerima usulan investasi 52,68 > 1

(46)

Tabel 4.46 Perhitungan IRR Kondisi Pesimis

outlays 26,000,000.00

NSFB Present NSFB Present

212% Value Cash Inflow 213% Value Cash Inflow

1 38,456,080 0.321 12,325,667 0.319 12,286,288

2 80,696,360 0.103 8,289,813 0.102 8,236,928

3 100,548,295 0.033 3,310,632 0.033 3,279,002

4 124,952,672 0.011 1,318,643 0.010 1,301,872

5 155,117,861 0.003 524,673 0.003 516,345

6 192,598,665 0.001 208,798 0.001 204,827

7 239,398,704 0.000 83,184 0.000 81,341

8 298,103,361 0.000 33,199 0.000 32,360

9 372,052,458 0.000 13,280 0.000 12,903

10 465,564,564 0.000 5,326 0.000 5,159

Total PV Cash Inflow 26,113,216 25,957,025

Outlays 26,000,000 26,000,000

Net Present Value 113,216 -42,975 INTERPOLASI

Selisih tk bunga Selisih Total PVelisih Total PV dg Outlays

12% 26,113,216.14 26,113,216.14 13% 25,957,025.32 26,000,000.00 1% 156,190.82 113,216.14

IRR = 242.7248579 %

IRR lebih besar pada bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima

(47)
(48)

Tabel 4.47 Perhitungan Net Present Value Kondisi Optimis

outlays 26,000,000.00

NSFB Present

6% Value Cash Inflow

1 77,090,320.00 0.943 72,726,716.98 2 119,330,600.00 0.890 106,203,809.18 3 139,182,535.20 0.840 116,860,340.42 4 163,586,912.43 0.792 129,576,156.73 5 193,752,100.56 0.747 144,782,840.65 6 231,232,904.58 0.705 163,010,073.38 7 278,032,944.04 0.665 184,907,787.25 8 336,737,601.33 0.627 211,273,336.97 9 410,686,698.10 0.592 243,084,825.60 10 504,198,804.29 0.558 281,541,978.84

Total PV Cash Inflow 1,653,967,866.01

Outlays 26,000,000.00

Net Present Value 1,627,967,866.01 Nilai NPV bernilai positif berarti proyek dapat diterima

Discount rate menggunakan 6 % dari nilai oblgasi pemerintah

PROFITABILITY INDEX = 1,653,967,866.01 26,000,000.00

63.61414869 Profitability Index lebih besar dari 1 berarti menerima usulan investasi 63,61 > 1

(49)

Tabel 4.48 Perhitungan IRR Kondisi Optimis

outlays 26,000,000.00

NSFB Present NSFB Present

339% Value Cash Inflow 340% Value Cash Inflow

1 77,090,320 0.228 17,560,437 0.227 17,520,527

2 119,330,600 0.052 6,191,884 0.052 6,163,771

3 139,182,535 0.012 1,645,096 0.012 1,633,905

4 163,586,912 0.003 440,444 0.003 436,453

5 193,752,101 0.001 118,829 0.001 117,485

6 231,232,905 0.000 32,304 0.000 31,866

7 278,032,944 0.000 8,848 0.000 8,708

8 336,737,601 0.000 2,441 0.000 2,397

9 410,686,698 0.000 678 0.000 664

10 504,198,804 0.000 190 0.000 185

Total PV Cash Inflow 26,001,151 25,915,963

Outlays 26,000,000 26,000,000

Net Present Value 1,151 -84,037

INTERPOLASI

Selisih tk bunga Selisih Total PVSelisih Total PV dg Outlays

14% 26,001,151.17 26,001,151.17 15% 25,915,962.57 26,000,000.00 1% 85,188.60 1,151.17

IRR 306.0135132 %

IRR lebih besar pada bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima

(50)

BEP = FC BEP= FC

VC Rupiah 1-VC/S

(51)

Gambar

Tabel 4.7 Pertumbuhan wisatawan domestik di Kabupaten Semarang
Tabel 4.9 Data Asumsi Jumlah Pengunjung Layanan Oleh-oleh tahun 2016
Tabel 4.10 Proyeksi permintaan 2016 – 2020
Tabel 4.13 Data Survei Jenis Kelamin Yang Membeli Oleh-Oleh
+7

Referensi

Dokumen terkait

Experimental results show that the proposed LSC approach for affine transformation model could improve geopositioning accuracy significantly, about 15 cm numerically (15%

dengan skala numerik 0-10 mengatakan bahwa nyeri yang ia rasakan pada angka. Klien B dengan fraktur femuralis saat dikaji dengan skala numerik

industrijski ž ivot radnika bio u rukama njihovih predradnika.. Ona je stajala pored radnica i vrednovala kvalitetu “svako g artikla”. Sto g a je odnos s njima trebao biti

Media is tool that used to make effective communication and interaction between teacher and student in teaching and learning process at school. Media is

Tabung berisi media pengayaan selektif dengan konsentrasi ganda [5.2.1 a] atau konsentrasi tunggal [5.2.1 b] yang diinkubasikan sesuai 9.2.2, dianggap positif, jika tabung

Penggantian meja dan kursi yang rusak di kelas b.. Internet Hot Spot

Negara- negara yang meratifikasi protokol ini berkomitmen untuk mengurangi emisi/pengeluaran karbon dioksida dan lima gas rumah kaca lainnya, atau bekerja sama

Nasabah juga harus tahu maksud dari surat kuasa menjual yang ditujukan untuk mengantisipasi bila terjadi kredit macet dikemudian hari, maka jaminan itu akan