BAB IV
HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN
4.1 Pembagian ruang dan konsep Layanan oleh-oleh “Flower”
Dalam bisnis yang akan dibuat ini nantinya ada tempat parkir di depan.
Sehingga konsumen dapat memarkirkan sepeda motor dan mobilnya. Kemudian
ruang depan digunakan untuk media promosi Penyedia Layanan Oleh-oleh “Flower”. Sehingga konsumen dapat melihat-lihat produk terbaru dari Penyedia
Layanan Oleh-oleh “Flower”. Sedangkan di ruang selanjutnya dikonsep dua
ruang yaitu satu ruangan untuk display room, yang dibuat tidak terlalu tinggi
agar muda dijangkau. Sehingga konsumen dapat mengambil langsung dengan
mudah karena ada rak display untuk memajang produk dan ruang pemesanan
dibuat seperti KFC dan Mc Donald’s yang digunakan sebagai tempat untuk
menjual paket oleh-oleh makanan tradisional. Konsumen dapat memilih paket
yang akan dibeli beserta harganya.
Ada kursi-kursi untuk menunggu giliran jika saat itu ramai pembeli.
Kasir berada di tengah antara ruang swalayan layanan oleh-oleh dan ruang
layanan seperti KFC dan Mc Donald’s. Sesudah konsumen memilih produk
yang dipilih dapat langsung membayar di kasir. Ada rest area (ruang istirahat)
yaitu ruang yang disediakan khusus untuk kasir, dengan tingkat privasi tinggi
memungkinkan untuk dijadikan ruang untuk ganti pakaian.
Di pojok kanan digunakan ruang penyimpanan produk. Saat produk habis dapat
langsung di ambilkan di ruang penyimpanan. Produk-produk yang tidak laku
juga di masukkan di ruang penyimpanan tetapi di beri tanda sehingga dapat di
bedakan antara produk baru dan produk lama. Produk lama dan yang tidak laku
nantinya akan di kembalikan.
Di setiap ruangan akan ditambahkan vernacular (budaya setempat) dan
adanya musik yang membuat santai dan rilex. Kemudian pencahayaan di buat
dengan warna agak kekuningan bertujuan untuk member kesan lebih menarik
pada makanan. Sehingga konsumen merasa tenang dan tidak terburu-buru untuk
membeli dan memilih produk yang akan di beli. Interior dan eksterior di buat
dinamis dan minimalis namun menarik. Adanya pelayanan yang ramah
memberikan nilai tersendiri bagi layanan oleh-oleh “Flower”. Tatanan produk
yang menarik sehingga memudahkan konsumen mengambil produk yang akan
di beli.
Sedangkan konsep produk dan menjadi nilai tambah dari Layanan Oleh-oleh “Flower” yaitu sistem paket. Konsep paket ini mempermudah konsumen
membeli berbagai macam makanan tradisional dalam satu kotak. Sehingga lebih
menghemat biaya dalam membeli produk makanan tradisional. Paket yang
dibuat ada beberapa dengan isi yang berbeda antara satu paket dengan paket
lainnya. Konsumen dapat membeli produk makanan tradisional secara paket.
Konsumen yang akan membeli secara paket dapat memilih paket yang akan di
beli kemudian akan diambilkan pelayan kemudian dapat membayar ke kasir.
ruang swalayan di mana konsumen dapat memilih, mengambil dan membayar
langsung ke kasir.
Selain itu pembeli dari luar kota dapat membeli produk makanan
tradisional dengan melunasi pembayaran produk dan biaya pengiriman lewat
rekening bank atas nama pemilik layanan oleh-oleh. Pemilik memastikan
terlebih dahulu konsumen sudah melakukan pembayaran. Kemudian dilakukan
pengiriman. Pengiriman menggunakan paket JNE dan Tiki. Media yang di
gunakan untuk promosi secara online melalui Blackberry Massanger,
Whatsapp, OLX, tokopedia. Konsumen dapat mengakses secara langsung
melalui internet.
Pemesanan melalui media online dilakukan mulai pukul 09.00 – 17.00.
Untuk menginfokan produk kepada konsumen melalui broadcast melalui Black
berry Massanger, juga akan di posting melalui OLX dan Tokopedia. Produk
akan dikirim dengan syarat harus melunasi pembayaran produk dan biaya
pengiriman lewat rekening bank atas nama pemilik Layanan Oleh-oleh. Jika
jaraknya dekat akan diantar menggunakan sepeda motor dan jika jauh akan
dikirim melalui paket JNE dan Tiki.
4.2 Analisis peluang pasar
Tabel 4.7 Pertumbuhan wisatawan domestik di Kabupaten Semarang
Keterangan 2013 2014 2015
Jumlah Wisatawan domestik
1.363.769 1.530.606 2.158.279
Berdasarkan data pertumbuhan wisatawan domestik pada tahun 2013
sebesar 12 % menjadi 41 % pada tahun 2014. Untuk melakukan proyeksi
permintaan, maka perlu proyeksi terlebih dahulu jumlah wisatawan domestik
dengan menggunakan rata-rata pertumbuhan 2013-2015, yaitu sebesar 26 %.
Tabel 4.8 Proyeksi wisatawan domestik 2015-2020
Keterangan 2015 2016 2017 2018 2019 2020
Jumlah wisatawan domestik di Kab. Semarang
2.158.279 2.719.432 3.426.484 4.317.370 5.439.886 6.854.257
Sumber : data sekunder yang diolah, 2016
Keterangan : Tingkat pertumbuhan per tahun adalah 26 %
Peneliti melakukan observasi terhadap Toko Woning, Toko Asli, dan
Toko Bu Tun. Di gunakan sebagai data asumsi untuk prediksi jumlah
pengunjung yang akan datang. Prediksi ini untuk memperkirakan jumlah
permintaan 5 tahun mendatang. Kendala yang dihadapi adalah mendapatkan
jumlah pengunjung oleh-oleh dan data penjualan karena kedua data tersebut
merupakan rahasia toko oleh-oleh tersebut.
Tabel 4.9 Data Asumsi Jumlah Pengunjung Layanan Oleh-oleh tahun 2016
Keterangan Per hari Per tahun
Pengunjung di Toko Woning 150 54.750
Pengunjung di Toko Asli 100 36.500
Pengunjung di Toko Bu Tun 60 21.900
Jumlah 310 113.150
Rata-rata 103 37.717
Prediksi total permintaan yang mampu dilayani 377.170
Prediksi total wisatawan domestik 2.719.432
Presentase permintaan yang terlayani 13,86%
Keterangan:
Data jumlah pengunjung di Toko Woning, Toko Asli, dan Toko Bu Tun dari hasil observasi Asumsi 1tahun = 365 hari
Jumlah toko 10 toko
Persentase permintaan yang terlayani = prediksi total permintaan yang mampu dilayani : prediksi total wisatawan domestik
Dari data yang tersedia jumlah permintaan yang terlayani 13,86% . Berdasarkan
data diatas maka masih ada sisa 86,14% yang belum terpenuhi. Sebagai
pendatang baru Layanan Oleh-oleh “Flower” bersikap pesimis maka mengambil
1% dari 86,14 % dari peluang yang ada yaitu sebesar 0,86 % dari total
wisatawan domestik.
Tabel 4.10 Proyeksi permintaan 2016 – 2020
HASIL KUESIONER YANG DIBAGIKAN
Tabel 4.11 Data Survei Paket Yang Ingin Dibeli
Keterangan Frekuensi Persentase
Sumber :data primer yang diolah, 2016
Sedangkan untuk produk oleh-oleh paket yang paling banyak diminati adalah
paket C yang berisi lima buah lapis legit dan lima buah pia dengan presentase
Keterangan 2016 2017 2018 2019 2020
Wisatawan domestik
2.719.432 3.426.484 4.317.370 5.439.886 6.854.257
Permintaan Layanan
Oleh-oleh “Flower”
(1%)
Tabel 4.12 Data Survei Produk Oleh-oleh yang diminati
Produk yang diminati Frekuensi Presentase
Wingko Babat 6 20 %
Ganjel rel 3 10%
Bandeng 10 33,33%
Tahu Bakso 11 36,67%
TOTAL 30 100 %
Sumber : data primer yang diolah, 2016
Dari kuesioner yang di bagikan maka didapat bahwa tahu bakso 36,67%
merupakan oleh-oleh yang paling diminati kemudian disusul bandeng 33,33%
kemudian wingko babat 20% dan ganjel rel 10 %. Sedangkan produk yang
diminati konsumen yaitu tahu bakso. Tahu bakso selain enak untuk di makan
langsung dan dapat untuk lauk makan.
Tabel 4.13 Data Survei Jenis Kelamin Yang Membeli Oleh-Oleh
Keterangan Frekuensi Presentase
Jenis Kelamin
a. Laki-laki 14 46,67 %
b. Perempuan 16 53,33%
TOTAL 30 100 %
Sumber : data primer yang diolah, 2016
Melihat hasil dari kuesioner ini kaum hawa (Perempuan) terlihat lebih tinggi
yaitu sekitar 53,33 % sedangkan laki-laki sebanyak 46,67 %. Membuktikan
kebanyakan kaum hawa sering berbelanja. Termasuk berbelanja oleh-oleh.
Tabel 4.14 Data Survei Umur yang membeli Oleh-Oleh
Keterangan Frekuensi Presentase
Umur
a. <20 Tahun 2 6,67 %
b. 21-30 Tahun 13 43,33%
c. 31-40 Tahun 10 33,33%
d. 41-50Tahun 3 10%
e. 51-60Tahun 1 3,33%
f. >60Tahun 1 3,33%
TOTAL 30 100
Sumber : data primer 2016, yang diolah
Dari hasil kuesioner yang telah dibagikan maka diperoleh hasil yang terbesar
adalah kelompok umur 21-30 tahun yang membeli oleh-oleh yaitu sekitar 43,33
%. Sedangkan umur 31-40 tahun menduduki posisi ke-2 yaitu sebesar 33,33%.
Disusul umur 41-50 sebesar 10%. Di bawah umur 20 tahun sebesar 6,67 %.
Untuk umur 51-60 tahun dan 60 tahun keatas sebesar 3,33 %.
Tabel 4.15 Data Survei Pendapatan Pembeli Oleh-Oleh
Keterangan Frekuensi Presentase
Pendapatan
a.<Rp.1.000.000,- 4 13,33%
b.Rp.1.000.000,-s.d Rp.2.000.000,- 16 53,33%
c.>Rp.2.000.000,- 10 33,33%
TOTAL 30 100 %
Sumber : data primer 2016, yang diolah
Hasil yang diperoleh dari kuesioner yang di bagikan diperoleh 53,33 % yaitu
pendapatan konsumen yang membeli oleh-oleh yaitu berkisar Rp.1.000.000,-
s.d Rp.2.000.000,-. Sedangkan pendapatan yang lebih dari Rp. 2.000.000,-
Tabel 4.16 Survei Frekuensi Membeli Oleh-Oleh dalam setahun
Keterangan Frekuensi Presentase
Frekuensi membeli oleh-oleh dalam setahun
a. 1-3 kali 12 40%
b. 4-5kali 14 46,67%
c. >5kali 4 13,33%
TOTAL 30 100%
Sumber : data primer 2016, yang diolah
Hasil dari 30 kuesioner yang di bagikan kepada responden tentang frekuensi
dalam membeli oleh-oleh diperoleh 46,67 % responden membeli oleh-oleh 4-5
kali dalam setahun. Sedangkan 1-3 kali dalam setahun adalah sebesar 40 % dan
5 kali ke atas sebesar 13,33 %.
Tabel 4.17 Data Survei Informasi Tentang Oleh-Oleh
Keterangan Frekuensi Presentase
Informasi tentang oleh-oleh
a. Media cetak 2 6,67%
b. Internet 5 16,67%
c. Brosur/pamlet 8 26,67%
d. Teman/ saudara 15 50%
Jumlah 30 100%
Sumber : data primer 2016, yang diolah
Hasil dari 30 kuesioner yang di bagi secara acak kepada responden diperoleh
26,67 % informasi tentang oleh-oleh diperoleh dari teman / saudara. Teman/
saudara merupakan alat pemasaran yang efektif yaitu melaui Word of mouth.
Dari satu teman / saudara dapat menyebar ke teman-teman lain. Sehingga setiap
Tabel 4.18 Data Survei Pemberian Oleh-Oleh
Keterangan Frekuensi Presentase
Oleh-oleh diberikan kepada
a. Teman 8 26,67%
b. Keluarga 14 46,67%
c. Relasi 8 26,67%
TOTAL 30 100%
Sumber: data primer 2016, yang diolah
Dari kuesioner yang diisi oleh responden diperoleh bahwa oleh-oleh yang dibeli
paling banyak diberikan kepada keluarga yaitu sebanyak 46,67%. Sedangkan
untuk teman dan relasi memiliki presentase yang sama yaitu 26,67%.
Tabel 4.19 Data Survei Kendala Yang Dihadapi
Keterangan Frekuensi Presentase
Kendala yang dihadapi
a. Lahan parkir 14 46,67%
b. Macet 6 20%
c. Pelayanan yang kurang memuaskan 6 20%
d. Lain-lain(stok tidak selalu ada, harga cukup mahal, tidak ada)
4 13,33%
TOTAL 30 100%
Sumber: data primer 2016, yang diolah
Dari 30 responden yang ada menyatakan bahwa kebutuhan akan lahan parkir
merupakan kendala yang dihadapi yaitu lahan parkir sekitar 46,67 %.
Sedangkan macet dan pelayanan yang kurang memuaskan sebesar 20 % dan
Tabel 4.20 Data Survei Responden Tertarik Membeli Oleh-Oleh dalam
bentuk paket
Sumber: data primer 2016, yang diolah
Dari 30 responden menyatakan bahwa 70 % tertarik untuk membeli paket
oleh-oleh dan 30 % tidak tertarik. Maka dapat diartikan bahwa responden tertarik
untuk membeli produk oleh-oleh secara paket.
Tabel 4.21 Data Survei Harga Yang Diinginkan dari Paket Oleh-Oleh
Keterangan Frekuensi Presentase
Harga yang diinginkan
a. Rp.30.000,- 18 60%
b. Rp.35.000- 7 23,37%
c. Rp.40.000,- 4 13,33%
d. Rp.45.000,- 1 3,33%
TOTAL 100%
Sumber : data primer 2016, yang diolah
Dari 30 responden menyatakan bahwa 60 % responden menginginkan harga
paket oleh-oleh adalah Rp 30.000,-. Sedangkan yang memilih harga
Rp.35.000,- adalah 23,37% . Harga Rp.40.000,- adalah 13,33%. Sedangkan
harga Rp.45.000 adalah 3,33%.
Keterangan Frekuensi Presentase
Tertarik membeli oleh-oleh dalam bentuk paket
a. Ya 21 70%
b. Tidak 9 30%
4.3 Hasil observasi terhadap Toko Asli, Toko Woning, dan Toko Bu Tun
4.3.1 Toko Asli
Berada di jalan Letjen Suprapto 24 Ungaran. Toko ini menjual beraneka
ragam oleh-oleh. Pemilik toko mendisplay produk dilemari kaca dan rak
display. Penataan produk seperti di swalayan. Sehingga pembeli bebas
memilih produk yang akan di pilih. Toko ini menjual berbagai macam
oleh-oleh seperti, wingko babat, bandeng, bakpia, tahu bakso, kripik tahu,
es krim, minuman dingin. Pemilik toko menyediakan tempat duduk untuk
menunggu. Adanya lahan parkir sehingga memudahkan pembeli
memarkirkan mobil dan motornya. Memiliki dua karyawan yang melayani
pembeli. Penataan yang minimalis dan tertata secara teratur membuat
pembeli merasa nyaman dan leluasa memilih produk.
A
D C B
G
J
I H
E F
Keterangan gambar :
A. Rak untuk display produk G. Rak untuk display produk
B. Rak untuk display produk H. Lemari kaca tempat display produk
C. Rak untuk display produk I. Meja Kasir
D. Rak untuk display produk J. Lemari kaca tempat display produk
E. Lemari pendingin K. Lemari kaca tempat display produk
F. Lemari pendingin
Tabel 4.22. Harga produk di Toko Asli
No Produk Harga jual
1 Wingko Candra isi 20 Rp. 25.000-
2 Bandeng Lumba-lumba isi 2 Rp. 54.000,-
3 Tahu bakso Asli isi 10 Rp. 32.000,-
Sumber: data primer 2016, yang diolah
4.3.2 Toko Woning
Berada di jalan raya Diponegoro 189 Ungaran. Menjual aneka produk
seperti wingko babat, carica, bandeng, lumpia, tahu bakso, kripik tempe,
kripik tahu dan lain- lain. Pemilik dari toko Woning mengatur letak lemari
kaca satu dengan yang lain kurang teratur. Sehingga terlihat kurang rapi.
Di depan ada ruang tunggu yang kurang bagus. Menurut pengamatan
Toko Woning terlihat kecil. Di samping kiri ada parkir untuk mobil dan
motor. Sehingga memudahkan parkir meskipun terlihat sempit. Ada dua
karyawan yang baik melayani pembeli dan memberikan informasi tentang
Gambar 4.3 Layout Toko Woning
Keterangan gambar :
A. Lemari kaca tempat display produk F. Lemari kaca display produk
B. Lemari kaca tempat display produk G. Lemari kaca display produk
C. Meja Kasir H. Lemari pendingin minuman
D. Lemari kaca tempat display produk
E. Lemari kaca tempat display produk
H B
A
C D
E
F
Tabel 4.23 Harga produk di Toko “Woning”
No Nama Produk Harga jual
1 Wingko Pratama isi 10 Rp. 20.000,-
2 Bandeng Woning isi 2 Rp. 45.000,-
3 Tahu bakso Woning isi 10 Rp. 32.000,-
4 Lumpia Semarang isi 10 Rp. 44.000-
Sumber : data primer 2016, yang diolah
4.3.3 Toko Tahu Bakso Bu Tun
Berada di jalan Moh. Yamin merupakan jalur alternatif .Menjual produk
Wingko babat, bandeng, tahu bakso, bakso, bakpia, es krim, kacang,
kripik tempe, gula kacang dan lain-lain. Dahulu Toko Tahu bakso “Bu Tun” menjual bakso kuah yang dapat di makan di tempat tetapi sekarang
tidak menjual bakso kuah lagi. Di sediakan parkir motor. Sedangkan
untuk parkir mobil agak kesulitan karena harus parkir di badan jalan.
Sehingga membahayakan keselamatan. Sedangkan penataan layout
teratur. Tetapi di sebelah kanan terdapat barang-barang yang tidak
terpakai. Sehingga agak merusak keindahan lokasi. Di Toko Tahu Bakso”BuTun” terdapat satu karyawan yang melayani pembeli.
Gambar 4.4 Layout Toko Bu Tun
A
B D
C
F
Keterangan Gambar :
A. Lemari Es (Es Krim) D. Rak untuk display makanan
B. Lemari Es E. Meja kasir
C. Rak untuk display makanan F. Lemari kaca
Tabel 4.24 Harga produk di Toko Bu Tun
No Nama Produk Harga
1 Wingko Rp. 30.000,-
2 Tahu bakso Bu Tun Rp.18.000,-
3 Lumpia Pitoe Rp. 50.000-
Sumber: data primer 2016, yang diolah
4.4 Analisis Perencanaan Bisnis
Dalam analisis perencanaan bisnis Layanan Oleh-oleh “Flower” dilihat
dari aspek pemasaran, aspek sumber daya manusia, aspek operasional, dan
aspek keuangan berdasarkan observasi yang diperoleh dari Toko Asli, Toko
Woning, dan Toko Bu Tun.
4.4.1 Aspek Pemasaran
Ada dua hal yang akan di bahas dalam aspek pemasaran yaitu
Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) dan bauran pemasaran (7P) dari Layanan Oleh-oleh “Flower”. Selain itu ada SWOT dan Biaya
4.4.1.1 Segmenting, Targeting dan Positioning Layanan Oleh-oleh
“Flower”
1. Segmenting
a. Segmentasi geografis
Segmentasi geografis membagi konsumen berdasarkan
daerah asal atau tempat tinggal konsumen. Layanan Oleh-oleh “Flower” melayani konsumen di luar Kabupaten
Semarang dan di dalam Kabupaten Semarang.
b. Segmentasi demografi
Segmentasi demografi membagi konsumen berdasarkan
variabel demografi yaitu :
1) Demografi usia adalah membagi konsumen berdasarkan
kategori kelompok usia. Layanan oleh-oleh “Flower”
usia muda sampai usia tua. Kebanyakan usia 20 keatas.
Segmentasi usia dari Layanan Oleh-oleh “Flower” yaitu
rentang usia 21-40 tahun.
2) Demografi jenis kelamin adalah membagi kelompok
konsumen berdasarkan jenis kelamin. Layanan
oleh-oleh ini melayani konsumen laki-laki dan perempuan.
Menurut hasil dari kuesioner ini terbanyak adalah
perempuan.
Tetapi konsumen laki-laki juga sering membeli. Tetapi
3) Demografi pendapatan konsumen adalah membagi
konsumen berdasarkan tingkat pendapatan. Menurut
tingkat pendapatan Layanan oleh-oleh “Flower”
melayani konsumen yang memiliki penghasilan
menengah.
c. Segmentasi Psikografik
Adalah membagi kelompok konsumen berdasarkan
gaya hidup konsumen. Layanan oleh-oleh “Flower”
melayani konsumen yang memiliki kebiasaan membeli
oleh-oleh setelah berkunjung kesuatu daerah dan memiliki
waktu terbatas.
2. Targeting
Kegiatan yang dilakukan dalam menentukan segmen
pasar yang dituju. Sasaran yang akan dituju dari Layanan oleh-oleh “Flower” secara geografis yaitu wilayah Kabupaten
Semarang pada dan diluar wilayah Kabupaten Semarang.
Secara demografis sasaran Layanan oleh-oleh “Flower” adalah
usia 21-40 tahun.
Sasaran dari Layanan oleh-oleh “Flower” adalah
membidik konsumen membeli yang memiliki kegemaran
membeli oleh-oleh ketika berkunjung kesuatu daerah.dan
3. Positioning
Kegiatan merancang produk dan bauran pemasaran agar
tercipta kesan tertentu diingatan konsumen. Layanan oleh-oleh “Flower” dalam hal ini sebagai pengikut (Follower). Tetapi yang
membedakan Layanan oleh-oleh ini dengan yang lain adalah
sistem paket. Sistem paket di Kabupaten Semarang belum ada.
Maka dengan adanya sistem paket ini. Konsumen dapat
menikmati produk yang berbeda dalam satu kotak.
4.4.1.2 Bauran Pemasaran (7 P)
Seperangkat alat yang digunakan perusahaan untuk terus
menerus mencapai tujuan pemasaran dalam pasar sasaran.
a. Produk
Layanan oleh-oleh “Flower”menjual produk wingko
babat, bandeng, tahu bakso yang di jual tersendiri. Namun ada
produk paket yaitu satu kotak terdiri dari bermacam- macam
produk oleh-oleh. Alasan di buat 5 paket yang berbeda agar
pembeli dapat memilih varian yang berbeda dan dapat
membedakan paket satu dengan paket lain. Paket yang di jual
antara lain Paket A yang terdiri dari 5 Wingko Babat dan 5
Lapis Legit. Paket B terdiri dari 5 Wingko Babat dan 5 Pia.
Paket C terdiri dari 5 Wingko Babat dan 5 Lapis Legit. Paket
dari 3 wingko babat, 2 ganjel rel, 2 kue bandung kering, dan 3
pia. Kemasan yang di gunakan menarik dan terlihat eksklusif.
Adanya kemasan yang menarik akan menarik minat pembeli.
Produk Wingko babat, ganjel rel, lapis legit kadaluarsa dalam
waktu seminggu. Sedangkan kue bandung kering dan pia
kadaluarsa dalam waktu dua minggu. Produk dari Layanan
Oleh-oleh “Flower” merupakan produk jadi yang di dapat dari
supllier. Produk yang akan di On Line kan adalah produk
paket. Terbuat dari bahan yang berkualitas. Selain itu adanya
pramuniaga yang melayani dengan ramah setiap konsumen.
Sehingga konsumen leluasa memilih dan menanyakan kepada
b. Harga
Layanan oleh-oleh “Flower” menawarkan harga paket
oleh-oleh yang lebih murah. Harga yang kompetitif membuat
konsumen tertarik untuk membeli produk oleh-oleh secara
paket selain lebih murah dan hemat. Dengan harga Rp.30.000,-
sudah dapat produk paket. Kebijakan penetapan harga jual
berkisar 10% - 80%. Paket A dengan harga dari supplier Rp.
21.000,- merupakan gabungan harga Wingko Babat per satuan
adalah Rp. 1.500,- x 5 = Rp. 7.500 dan harga Kue Bandung
Kering Rp. 2.700,- x 5 = Rp. 13.500,-. Paket B dengan harga
dari supplier Rp. 21.000,- merupakan gabungan harga Wingko
Babat Rp. 1.500,- x 5 = Rp. 7.500,- dan harga pia Rp. 2.700,- x
5 = Rp. 13.500,-. Paket C dengan harga dari supplier Rp.
21.000,- merupakan gabungan harga Wingko Babat Rp.
1.500,- x 5 = Rp. 7.500,- dan harga Ganjel Rel Rp. 2.700,- x 5
=Rp.13.500,-. Paket D dengan harga dari supplier Rp. 21.000,-
merupakan gabungan harga ganjel rel Rp. 1.500.,- x 5 = Rp.
7.500,- dan pia Rp. 2.700 x 5 = Rp. 13.500,-. Paket D dengan
harga dari supplier Rp. 22.000,- merupakan gabungan harga
wingko Rp. 1.500,- x 3 = Rp. 4.500,-, harga ganjel rel Rp.
1.500,- x 2 = Rp. 3.000,-, harga pia Rp.2.700,- x 2 = Rp.
5.400,- dan harga kue bandung kering Rp. 2.700,- x 3 =
Tabel 4.25 Daftar produk dari supplier, kebijakan harga, dan harga jual
No Nama produk dari
Supplier Harga supplier
Kebijakan
harga % Harga Jual
1 Wingko babat isi 20 Rp. 27.000,- 11% Rp. 30.000,-
2 Ganjel rel isi 10 Rp. 20.000,- 50% Rp. 30.000,-
3 Tahu Bakso isi 10 Rp. 20.000,- 50% Rp. 30.000,-
4 Bandeng isi 2 Rp. 40.000, 25 % Rp. 50.000,-
5 Paket A Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-
6 Paket B Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-
7 Paket C Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-
8 Paket D Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-
9 Paket E Rp. 21.000 43% Rp. 30.000,-
Sumber: data primer2016, yang diolah
c. Tempat
Layanan oleh-oleh “Flower” terletak di jalan Moh.
Yamin. Di jalan ini merupakan jalur alternatif yang dapat
menghubungkan ke jalur tol. Di jalan Moh. Yamin ada penjual oleh-oleh yaitu Toko “Bu Tun”. Tetapi Toko/ ”Bu Tun” tidak
menjual oleh-oleh secara paket dan hanya memiliki lahan
parkir untuk sepeda motor saja.
d. Promosi
Merupakan kegiatan menginfokan dan
mengkomunikasikan produk kepada konsumen. Layanan oleh-oleh “Flower” promosi yang di gunakan untuk promosi secara
online melalui Whatsapp, Instagram, OLX, Tokopedia.
langsung melalui internet. Pemesanan melalui media online
dilakukan mulai pukul 09.00 – 17.00. Untuk menginfokan
produk kepada konsumen melalui broadcast melalui Whatsapp
dan Blackberry Massanger, juga akan di posting melaui OLX
dan Tokopedia. Selain itu menggunakan brosur, papan nama,
MMT dalam, dan Neon box.
e. Orang
Orang yang di maksud adalah pramuniaga yang akan
melayani konsumen yang akan beli di Layanan oleh-oleh “Flower”. Perlu adanya pelatihan kepada pramuniaga sehingga
dapat memberikan informasi yang akurat tentang produk yang
di butuhkan konsumen.
f. Proses
Layanan Oleh-oleh “Flower” menyediakan tiga jenis
layanan yaitu seperti supermarket dimana ada rak display,
layanan pemesanan seperti Mc Donald dan KFC, dan Layanan
pesan antar. Berikut alur proses ketiga layanan ini.
1. Layanan supermarket
Produk di tata di rak display. Konsumen yang akan
membeli dapat memilih sendiri produk yang akan di beli.
transaksi di kasir. Kemudian konsumen dapat
meninggalkan ruangan.
Gambar 4.6 Alur proses operasi pelayanan Supermarket
2. Layanan Mc Donald’s / KFC
Pembeli memasuki Layanan Oleh-oleh kemudian mulai
melihat menu paket yang terampang. Kemudian
pramuniaga mengambilkan paket yang di pilih konsumen.
Setelah selesai diambilkan konsumen dapat menyelesaikan
transaksi di kasir. Kemudian konsumen dapat
3. Layanan pesan – antar
Layanan pesan antar merupakan layanan yang dilakukan
oleh Layanan oleh-oleh “Flower Pembeli dapat memilih
langsung produk dahulu baru diantar atau dapat melalui
telepon nanti akan dicatat oleh pramuniaga kemudian akan
diantar. Jika pembeli di luar kota maka kiriman akan di
paketkan melalui JNE atau Tiki. Tetapi harus melalui
prosedur yaitu membayar lunas produk ditambah dengan
biaya paket. Setelah itu produk baru diantar sesuai alamat.
Maka pembeli perlu menyertakan alamat lengkap.
Gambar4.8 Alur Proses operasi layanan antar-pesan
g. Physical Evidence
Merupakan bukti fisik Layanan Oleh-oleh “Flower”
yaitu papan nama, lokasi toko, bangunan yang di buat secara
supermarket dan juga seperti Mac Donald / KFC, dan adanya
4.4.1.3 Analisis SWOT
Metode perencanaan strategis yang mengevaluasi kekuatan
(strenght), kelemahan ( Weaknesses), peluang (opportunies), dan
ancaman (threath) dalam suatu proyek bisnis.
1. Strenght (Kekuatan)
Kekuatan dari Layanan Oleh-oleh “Flower” adalah
a. Layanan Oleh-oleh “Flower” menjual oleh-oleh secara
paket dan sendiri. Berbeda dengan ketiga toko oleh-oleh
lain menjual secara sendiri.
b. Layanan oleh-oleh “Flower” memiliki lahan parkir yang
dapat menampung sepeda motor dan mobil.
c. Pramuniaga Layanan oleh-oleh “Flower” memberikan
pelayanan yang baik dan memberikan informasi kepada
pembeli.
d. Di dalam Layanan oleh-oleh “Flower” adanya ruang yang
digunakan untuk promosi
2. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan dari Layanan Oleh-oleh “Flower” adalah
a. Layanan oleh-oleh “Flower” belum terkenal di masyarakat
b. Tidak semua harga dari Layanan Oleh-oleh “Flower” lebih
murah
3. Opportunities (Kesempatan)
a. Kebanyakan orang membutuhkan oleh-oleh untuk di bawa
ke keluarga
b. Di jalan Moh. Yamin hanya ada satu pesaing yaitu Toko “Bu Tun”
c. Belum ada sistem paket oleh-oleh
d. Banyak supplier yang akan menjual produk ke Layanan
oleh-oleh “Flower”
4. Threath (Ancaman)
a. Adanya pesaing yang membuat layanan sejenis dengan
paket yang lebih lengkap.
b. Harga yang lebih murah dari Layanan oleh-oleh “Flower”
c. Penawaran produk yang beragam
4.4.2 Aspek Sumber Daya Manusia
Rincian aspek Sumber Daya Manusia Layanan Oleh-oleh “Flower” dilihat
dari survey yang dilakukan peneliti.
1. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Perencanaan Sumber Daya Manusia di gunakan untuk pemenuhan
jumlah tenaga kerja agar kegiatan operasional berjalan efektif dan efisien. Sehingga kegiatan operasional Layanan oleh-oleh “Flower”
Tabel 4.26 Kebutuhan Tenaga Kerja
2. Analisis pekerjaan adalah kegiatan menentukan kualifikasi dan
syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang pekerja.
Tabel 4.27 Analisis Pekerjaan
3 Pramuniaga Perempuan 20-30
tanun
Gambar 9. Struktur organisasi Layanan Oleh-oleh “Flower”
Deskripsi pekerjaan dari masing – masing pekerjaan di Layanan Oleh-oleh”Flower” adalah:
1. Manajer (Pemilik)
Tugas dan tanggung jawab dari pemilik adalah merencanakan, mengatur,
memimpin, mengontrol, dan menorganisir kegiatan operasional Layanan oleh-oleh “Flower” sehingga berjalan dengan baik. Merangkap pekerjaan
sebagai operator yaitu mengoperasikan komputer untuk promosi lewat
internet.
2. Kasir
Tugas dan tanggung jawab dari kasir adalah bertanggung jawab terhadap
transaksi pembelian, uang yang masuk, membuat laporan transaksi secara
harian dan bulanan.
3. Pramuniaga
Tugas dan tanggung jawab dari pramuniaga adalah memberikan
pelayanan memberikan informasi tentang produk kepada pembeli. Selain
itu menyiapkan produk yang di beli baik secara langsung dan pesan
antar. Selain itu mengantar produk ke tempat tujuan.
4.4.3 Aspek Operasional
Berikut penjelasan aspek operasional Layanan Oleh-oleh “Flower”:
1. Layout
Layout Layanan oleh-oleh “Flower” akan di bentuk seperti
bentuk supermarket pengunjung dan pembeli dapat memilih produk
yang diinginkan. Sedangkan bentuk seperti Mc Donald’s atau KFC
pembeli dapat melihat dahulu paket yang akan dibeli. Kemudian
pramuniaga akan mengambilkan.
2. Lokasi
Pemilihan lokasi oleh-oleh “Flower” di Jalan Moh. Yamin
a. Merupakan jalur arternatif yang sering dilalui pengendara mobil
dan motor.
b. Jalur yang menghubungkan dengan jalan tol.
c. Di jalan Moh. Yamin tersedia merupakan jalur kuliner.
3. Kapasitas
Layanan Oleh-oleh “Flower” di buat dua yaitu seperti supermarket
sehingga pembeli dapat langsung mengambil produk yang akan di beli
kemudian di masukkan ke keranjang kemudian pembeli dapat
menyelesaikan pambayaran di kasir. Sedangkan ruang satunya di
bentuk seperti Mc. Donald atau KFC nantinya pembeli dapat memilih
produk paket yang akan di beli kemudian pramuniaga akan membantu
mengambilkan produk kemudian menyelesaikan pembayaran ke kasir. Ada ruang promosi saat memasuki Layanan oleh-oleh “Flower”
4. Fasilitas
Fasilitas dari Layanan Oleh-oleh ini adalah memudahkan pembeli
memilih produk yang diinginkan kemudian di masukkan di keranjang
dan penyelesaian pembayaran di kasir. Sedangkan untuk memudahkan
pembeli membeli produk oleh-oleh secara paket maka di bentuk
ruangan seperti Mc. Donald atau KFC. Nanti pembeli dapat melihat
paket yang akan di jual kemudian di ambilkan pramuniaga dan
pembayaran lewat kasir.
4.4.4 Aspek Keuangan
Asumsi dalam aspek keuangan :
a. Layanan Oleh-oleh “Flower” terjadi kenaikan dua kali lipat pada
saat liburan sekolah pada bulan Juni dan Juli. Pada bulan Nopember
dan Desember terjadi kenakan dua kali lipat juga karena menjelang
Natal dan Natal. Diasumsikan hanya naik dua kali lipat berdasar
hasil wawancara dan penyebaran kuesoner.
b. Berdasarkan data BPS rata-rata inflasi
Tabel 4.28. Inflasi Pertahun
Tahun 2011 2012 2013 2014 2015 Rata-rata
Inflasi (%) 3,79 4,30 8,38 8,36 3,35 5,636
Sumber: BPS
c. Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran kuesoner peneliti
Tabel 4.29 Presentase Kenakan Produk Per Tahun
kuesioner Toko oleh-oleh yang menjual secara On Line dan tren saat
ini.
Tabel 4.30 Presentase Kenaikan Pendapatan On Line
No Presentase
e. Gaji karyawan berdasarkan UMK Kabupaten Semarang 2016 yaitu
sebesar Rp. 1.610.000,-
f. Asumsi kenaikan gaji yaitu sebesar 11 % didapat dari inflasi 6%
ekonomi)) berdasarkan Keputusan Gubernur No.560 / 66 Tahun
2015.
g. Rincian gaji dan kenaikan gaji pertahun Layanan Oleh-Oleh “Flower”
Tabel 4.31 Rincian gaji per bulan
Tabel 4.32 Kenaikan Gaji pertahun
PROMOSI RINCIAN HARGA KETERANGAN
Brosur Ukuran A6 full color.
No Pekerjaan Jumlah Gaji perbulan
1 Manajer 1 orang Rp. 1.700.000,-
2 Kasir 1 orang Rp. 1.610.000,-
3 Pramuniga 1 orang Rp. 1.610.000,-
No Pekerjaan 2016 2017 2018 2019 2020
1 Manajer/Pemilik 20.400.000 22.644.000 25.134.840 27.899.672,4 30.968.636,4
2 Kasir 19.320.000 21.445.200 23.804.172 26.422.630,9 29.329.120,3
3 Pramuniaga 19.320.000 21.445.200 23.804.172 26.422.630,9 29.329.120,3
Peneliti memakai angka 27.194 yang berasal dari proyeksi permintaan 2016 yatu
berada di tengah antara Toko Asli yaitu sebesar 36.500 dan Toko Bu Tun yaitu
sebesar 21.900. Alasan memakai angka 27.194 di atas Bu Tun karena lokasi Layanan
Oleh-oleh “Flower” lebih strategis, lahan parkir yang lebih luas sehingga sepeda
motor dan mobil dapat parkir, dan penataan produk lebih rapi. Sedangkan di bawah
Toko Asli karena peneliti menganggap bahwa Toko Asli sudah berdiri lebih dahulu
kurang lebih dua tahun.
Untuk pendapatan On Line 20 % didapat dari hasil wawancara dengan pemilik toko
makanan. On Line yaitu Fan-fan.
Tabel 4.34 Pembelian, Penjualan dan Laba Produk (Rp)
Uraian Jumlah
(Dos) Harga Satuan Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November Desember
Jumlah
Tabel 4.36 Tabel Biaya Investasi
Mesin Kasir Sharp XE A107 1 2.000.000 2.000.000
Tabel 4.40 Analisis Kelayakan Bisnis Normal
Total Total Net Cash
Revenue Investasi B. SDM B. Operasional Pengeluaran Flow
2016 160,976,000.00 32,195,200.00 193,171,200.00 26,000,000.00 59,040,000.00 50,358,000.00 135,398,000.00 57,773,200.00 2017 177,073,600.00 41,853,760.00 218,927,360.00 65,534,400.00 53,379,480.00 118,913,880.00 100,013,480.00 2018 194,780,960.00 54,409,888.00 249,190,848.00 72,743,184.00 56,582,248.80 129,325,432.80 119,865,415.20 2019 214,259,056.00 70,732,854.40 284,991,910.40 80,744,934.24 59,977,183.73 140,722,117.97 144,269,792.43 2020 235,684,961.60 91,952,710.72 327,637,672.32 89,626,877.01 63,575,814.75 153,202,691.76 174,434,980.56 2021 259,253,457.76 119,538,523.94 378,791,981.70 99,485,833.48 67,390,363.64 166,876,197.11 211,915,784.58 2022 285,178,803.54 155,400,081.12 440,578,884.65 110,429,275.16 71,433,785.45 181,863,060.61 258,715,824.04 2023 313,696,683.89 202,020,105.45 515,716,789.34 122,576,495.43 75,719,812.58 198,296,308.01 317,420,481.33 2024 345,066,352.28 262,626,137.09 607,692,489.37 136,059,909.92 80,263,001.34 216,322,911.26 391,369,578.10 2025 379,572,987.51 341,413,978.21 720,986,965.72 151,026,500.02 85,078,781.42 236,105,281.43 484,881,684.29
IRR 273.81%
NPV 1,485,792,181 Payback Period 1 Tahun 5 Bulan
PI 58.14
Pengeluaran Laba Produk
Tabel 4.41 Analisis Kelayakan Bisnis Kondisi Pesimis
Sensitivitas 10%
Total Total Net Cash
Revenue Investasi B. SDM B. Operasional Pengeluaran Flow
2016 144,878,400.00 28,975,680.00 173,854,080.00 26,000,000.00 59,040,000.00 50,358,000.00 135,398,000.00 38,456,080.00 2017 160,976,000.00 38,634,240.00 199,610,240.00 65,534,400.00 53,379,480.00 118,913,880.00 80,696,360.00 2018 178,683,360.00 51,190,368.00 229,873,728.00 72,743,184.00 56,582,248.80 129,325,432.80 100,548,295.20 2019 198,161,456.00 67,513,334.40 265,674,790.40 80,744,934.24 59,977,183.73 140,722,117.97 124,952,672.43 2020 219,587,361.60 88,733,190.72 308,320,552.32 89,626,877.01 63,575,814.75 153,202,691.76 155,117,860.56 2021 243,155,857.76 116,319,003.94 359,474,861.70 99,485,833.48 67,390,363.64 166,876,197.11 192,598,664.58 2022 269,081,203.54 152,180,561.12 421,261,764.65 110,429,275.16 71,433,785.45 181,863,060.61 239,398,704.04 2023 297,599,083.89 198,800,585.45 496,399,669.34 122,576,495.43 75,719,812.58 198,296,308.01 298,103,361.33 2024 328,968,752.28 259,406,617.09 588,375,369.37 136,059,909.92 80,263,001.34 216,322,911.26 372,052,458.10 2025 363,475,387.51 338,194,458.21 701,669,845.72 151,026,500.02 85,078,781.42 236,105,281.43 465,564,564.29
IRR 242.72%
NPV 1,343,616,496 Payback Period 1 Tahun 8 Bulan
PI 52.68
Tabel 4.42 Analisis Kelayakan Bisnis Kondisi Optimis
Senstivitas 10 %
Total Total Net Cash
Revenue Investasi B. SDM B. Operasional Pengeluaran Flow
2016 177,073,600.00 35,414,720.00 212,488,320.00 26,000,000.00 59,040,000.00 50,358,000.00 135,398,000.00 77,090,320.00 2017 193,171,200.00 45,073,280.00 238,244,480.00 65,534,400.00 53,379,480.00 118,913,880.00 119,330,600.00 2018 210,878,560.00 57,629,408.00 268,507,968.00 72,743,184.00 56,582,248.80 129,325,432.80 139,182,535.20 2019 230,356,656.00 73,952,374.40 304,309,030.40 80,744,934.24 59,977,183.73 140,722,117.97 163,586,912.43 2020 251,782,561.60 95,172,230.72 346,954,792.32 89,626,877.01 63,575,814.75 153,202,691.76 193,752,100.56 2021 275,351,057.76 122,758,043.94 398,109,101.70 99,485,833.48 67,390,363.64 166,876,197.11 231,232,904.58 2022 301,276,403.54 158,619,601.12 459,896,004.65 110,429,275.16 71,433,785.45 181,863,060.61 278,032,944.04 2023 329,794,283.89 205,239,625.45 535,033,909.34 122,576,495.43 75,719,812.58 198,296,308.01 336,737,601.33 2024 361,163,952.28 265,845,657.09 627,009,609.37 136,059,909.92 80,263,001.34 216,322,911.26 410,686,698.10 2025 395,670,587.51 344,633,498.21 740,304,085.72 151,026,500.02 85,078,781.42 236,105,281.43 504,198,804.29
IRR 306.01%
NPV 1,627,967,866 Payback Period 1 Tahun 4 Bulan
PI 63.61
Kondisi Normal
Perhitungan Payback Period
Outlays / investasi awal 26,000,000
Proceeds Th 1 57,773,200
-31,773,200
Proceeds Th 2 100,013,480
-131,786,680
Proceeds Th 3 119,865,415
-251,652,095
Proceeds Th 4 144,269,792
-395,921,888
Proceeds Th 5 174,434,981
-570,356,868
Proceeds Th 6 211,915,785
-782,272,653
Proceeds Th 7 258,715,824
-1,040,988,477
Proceed Th 8 317,420,481
-1,358,408,958
Proceed Th 9 391,369,578
-1,749,778,536
Proceed Th 10 484,881,684
-2,234,660,221
Payback Periode
Tabel 4.43 Perhitungan Net Present Value Kondisi Normal
outlays 26,000,000
NSFB Present
6% Value Cash Inflow
1 57,773,200 0.943 54,503,019
2 100,013,480 0.890 89,011,641
3 119,865,415 0.840 100,641,314
4 144,269,792 0.792 114,275,188
5 174,434,981 0.747 130,347,965
6 211,915,785 0.705 149,392,266
7 258,715,824 0.665 172,060,799
8 317,420,481 0.627 199,153,537
9 391,369,578 0.592 231,651,052
10 484,881,684 0.558 270,755,400
Total PV Cash Inflow 1,511,792,181
Outlays 26,000,000
Net Present Value 1,485,792,181
Nilai NPV bernilai positif berarti proyek dapat diterima Discount rate 6 % merupakan nilai obligasi pemerintah.
PROFITABILITY INDEX = 1,511,792,181 26,000,000
= 58.14585312
Profitability Index lebih besar dari 1 berarti menerima usulan investasi 58,14> 1 karena lebih besar dari pada 1.
Tabel 4.44 Perhitungan IRR Kondisi Normal
outlays 26,000,000
NSFB Present NSFB Present
273% Value Cash Inflow 274% Value Cash Inflow
1 57,773,200 0.268 15,488,794 0.267 15,447,380
2 100,013,480 0.072 7,188,543 0.071 7,150,153
3 119,865,415 0.019 2,309,763 0.019 2,291,285
4 144,269,792 0.005 745,315 0.005 737,376
5 174,434,981 0.001 241,596 0.001 238,383
6 211,915,785 0.000 78,688 0.000 77,434
7 258,715,824 0.000 25,755 0.000 25,277
8 317,420,481 0.000 8,472 0.000 8,292
9 391,369,578 0.000 2,800 0.000 2,734
10 484,881,684 0.000 930 0.000 906
Total PV Cash Inflow 26,090,656 25,979,219
Outlays 26,000,000 26,000,000
Net Present Value 90,656 -20,781
INTERPOLASI
Selisih tk bunga Selisih Total PV Selisih Total PV dg Outlays
13% 26,090,656 26,090,656
14% 25,979,219 26,000,000
1% 111,437 90,656
IRR = 273.8135187 %
IRR lebih besar pada bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima
KONDISI PESIMIS SENSITIVITAS 10 %
Tabel 4.45 Perhitungan Net Present Value Kondisi Pesimis
outlays 26,000,000.00
NSFB Present
6% Value Cash Inflow
1 38,456,080.00 0.943 36,279,320.75 2 80,696,360.00 0.890 71,819,473.12 3 100,548,295.20 0.840 84,422,287.53 4 124,952,672.43 0.792 98,974,220.04 5 155,117,860.56 0.747 115,913,089.06 6 192,598,664.58 0.705 135,774,458.67 7 239,398,704.04 0.665 159,213,811.11 8 298,103,361.33 0.627 187,033,736.84 9 372,052,458.10 0.592 220,217,278.30 10 465,564,564.29 0.558 259,968,821.01 Total PV Cash Inflow 1,369,616,496.45
Outlays 26,000,000.00
Net Present Value 1,343,616,496.45
Nilai NPV bernilai positif berarti proyek dapat diterima Discount rate 6% dari obligasi pemerintah
PROFITABILITY INDEX = 1,369,616,496.45 26,000,000.00
52.678
Profitability Index lebih besar dari 1 berarti menerima usulan investasi 52,68 > 1
Tabel 4.46 Perhitungan IRR Kondisi Pesimis
outlays 26,000,000.00
NSFB Present NSFB Present
212% Value Cash Inflow 213% Value Cash Inflow
1 38,456,080 0.321 12,325,667 0.319 12,286,288
2 80,696,360 0.103 8,289,813 0.102 8,236,928
3 100,548,295 0.033 3,310,632 0.033 3,279,002
4 124,952,672 0.011 1,318,643 0.010 1,301,872
5 155,117,861 0.003 524,673 0.003 516,345
6 192,598,665 0.001 208,798 0.001 204,827
7 239,398,704 0.000 83,184 0.000 81,341
8 298,103,361 0.000 33,199 0.000 32,360
9 372,052,458 0.000 13,280 0.000 12,903
10 465,564,564 0.000 5,326 0.000 5,159
Total PV Cash Inflow 26,113,216 25,957,025
Outlays 26,000,000 26,000,000
Net Present Value 113,216 -42,975 INTERPOLASI
Selisih tk bunga Selisih Total PVelisih Total PV dg Outlays
12% 26,113,216.14 26,113,216.14 13% 25,957,025.32 26,000,000.00 1% 156,190.82 113,216.14
IRR = 242.7248579 %
IRR lebih besar pada bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima
Tabel 4.47 Perhitungan Net Present Value Kondisi Optimis
outlays 26,000,000.00
NSFB Present
6% Value Cash Inflow
1 77,090,320.00 0.943 72,726,716.98 2 119,330,600.00 0.890 106,203,809.18 3 139,182,535.20 0.840 116,860,340.42 4 163,586,912.43 0.792 129,576,156.73 5 193,752,100.56 0.747 144,782,840.65 6 231,232,904.58 0.705 163,010,073.38 7 278,032,944.04 0.665 184,907,787.25 8 336,737,601.33 0.627 211,273,336.97 9 410,686,698.10 0.592 243,084,825.60 10 504,198,804.29 0.558 281,541,978.84
Total PV Cash Inflow 1,653,967,866.01
Outlays 26,000,000.00
Net Present Value 1,627,967,866.01 Nilai NPV bernilai positif berarti proyek dapat diterima
Discount rate menggunakan 6 % dari nilai oblgasi pemerintah
PROFITABILITY INDEX = 1,653,967,866.01 26,000,000.00
63.61414869 Profitability Index lebih besar dari 1 berarti menerima usulan investasi 63,61 > 1
Tabel 4.48 Perhitungan IRR Kondisi Optimis
outlays 26,000,000.00
NSFB Present NSFB Present
339% Value Cash Inflow 340% Value Cash Inflow
1 77,090,320 0.228 17,560,437 0.227 17,520,527
2 119,330,600 0.052 6,191,884 0.052 6,163,771
3 139,182,535 0.012 1,645,096 0.012 1,633,905
4 163,586,912 0.003 440,444 0.003 436,453
5 193,752,101 0.001 118,829 0.001 117,485
6 231,232,905 0.000 32,304 0.000 31,866
7 278,032,944 0.000 8,848 0.000 8,708
8 336,737,601 0.000 2,441 0.000 2,397
9 410,686,698 0.000 678 0.000 664
10 504,198,804 0.000 190 0.000 185
Total PV Cash Inflow 26,001,151 25,915,963
Outlays 26,000,000 26,000,000
Net Present Value 1,151 -84,037
INTERPOLASI
Selisih tk bunga Selisih Total PVSelisih Total PV dg Outlays
14% 26,001,151.17 26,001,151.17 15% 25,915,962.57 26,000,000.00 1% 85,188.60 1,151.17
IRR 306.0135132 %
IRR lebih besar pada bunga yang disyaratkan maka proyek tersebut diterima
BEP = FC BEP= FC
VC Rupiah 1-VC/S