PEREKONOMIAN TERBUKA
- Bentuk interaksio Membeli atau menjual barang dan jasa ke pasar global
o Membeli/menjual modal ke pasar global
Y = C + I + G + Nx Perdagangan Internasional
- Ekspor Besarnya bergantung pada:
o Tingkat output luar negeri
o Harga relatif dari ekspor dalam negeri terhadap barang buatan luar negeri
- Impor : membeli produk luar negeri (barang/jasa) untuk di konsumsi di dalam negeri. Besarnya bergantung pada:
o Output domestik
o Harga relatif antara barang buatan dalam negeri dan buatan luar negeri
o Pendapatan dan nilai tukar
- Net Ekspor : nilai selisih antara ekspor dengan impor. Disebut juga
trade balance
o Nx memperlihatkan posisi neraca perdagangan suatu negara
o Nx = X – M
Apabila X = + , maka surplus neraca perdagangan
Apabila X = - , maka defisit neraca perdagangan
Apabila X = 0 , maka neraca mencapai equilibrium
o Faktor2 yang mempengaruhi:
Selera konsumen untuk barang produksi dalam dan luar negeri
Harga barang2 di dalam dan
luar negeri
Nilai tukar (kurs) yang menentukan jumlah uang domestik yang di perlukan untuk membeli sejumlah mata uang asing
Pendapatan konsumen di
dalam/luar negeri
Biaya transportasi (Freight)
Kebijakan pemerintah suatu
negara terhadap
perdagangan internasional
Penetapan tarif
Tujuan : mengontrol harga barang dan membatasi jumlah barang yang masuk
Kuota impor Penentuan batas
maksimum jumlah barang yang bisa di impor.
Tujuan: untuk melindungi industri dalam negeri
Dampak jangka pendek perdagangan pada GDP - Ekonomi terbuka memiliki
multiplier yang berbeda untuk investasi swasta dan pengeluaran domestik pemerintah karena beberapa kebocoran pengeluaran.
- Multiplier ekonomi terbuka menunjukkan bagaimana, dalam jangka pendek ketika ada sumber daya menganggur, perubahan dalam perdagangan akan mempengaruhi permintaan
agregat, output, dan kesempatan kerja
- Dimana MPS = marginal
propensity to save dan MPM = marginal propensity to impor.
Net Capital Outflow / Arus keluar modal netto
- Adalah pembelian aset luar negeri oleh masyarakat dalam negeri dikurangi pembelian aset dalam negeri oleh masyarakat lua negeri
- NCO terdiri dari dua bentuk
o Investasi asing langsung
o Investasi portofolio luar negeri
- Faktor yang mempengaruhi
o Suku bunga riil yang dibayarkan atas aset luar negeri
o Suku bunga riil yang dibayarkan atas aset dalam negeri
o Resiko ekonomi dan politik
o Kebijakan pemerintah yang mempengaruhi kepemilikan aset dalam negeri oleh investor asing
- NCO = X
o Transaksi yang saling
mempengaruhi, antara satu sisi dengan sisi lain, dengan jumlah yang sama persis
o Setiap ekspor yang di lakukan akan berpengaruh pada NCO
- Tabungan dan investasi dalam perekonomian terbuka
o Nx adalah komponen dari PDB
Y = C + I + G + Nx
o National saving is the income of the nation that is left after paying for current consumption and government purchases: Y - C - G = I + NX
o National saving (S) equals Y - C
– G, so:
S = I + NX
o NX dan NCO harus seimbang satu sama lain, sehingga S = I + NCO
Nilai tukar
1. Nominal
o Nilai yang digunakan saat menukarkan mata uang suatu negara dengan mata uang negara lain
Apresiasi
Meningkatnya nilai mata
uang suatu negara atas mata uang negara lain
Memicu peningkatan
impor dan menurunkan impor
Depresiasi
Menurunnya nilai mata uang suatu negara atas mata uang negara lain
Memicu penurunan impor
karena harga barang luar negeri dirasa lebih mahal
Memicu peningkatan
ekspor oleh negara lain atas barang dalam negeri 2. Riil
o Nilai yang digunakan saat menukarkan barang/jasa suatu negara dengan barang/jasa negara lain
o Nilai tukar riil dinyatakan
sebagai unit barang luar negeri perunit barang dalam negeri 3. Hubungan Nilai Tukar nominal dan
riil
o Kurs riil tergantung pada nilai tukar nominal dan harga barang
di kedua negara diukur dalam mata uang lokal.
4. Teori paritas daya beli
o Menyatakan bahwa setiap unit dari mata uang seharusnya mampu membeli sejumlah barang yang sama banyaknya di semua negara dan menentukan nilai tukar jangka panjang
o Teori ini di dasarkan pada
prinsip daya beli : hukum satu
harga
o Hukum tersebut menyatakan
bahwa suatu barang harus dijual dengan harga yang sama di semua tempat, karena jika tidak maka akan ada kesempatan untuk mencari keuntungan yang lebih besar atau yang disebut dengan arbitrase
o Implikasi
Jika daya beli dolar selalu sama di dalam dan di luar negeri, maka nilai tukar tidak bisa berubah.
Kurs nominal antara mata uang dari dua negara harus mencerminkan tingkat harga yang berbeda di negara-negara.
e = Pf / Pd
Dimana, Pf = harga luar negeri dan Pd = harga domestik
o Keterbatasan teori paritas
dari satu negara ke negara lain.
barang yang dapat
diperdagangkan tidak selalu pengganti sempurna ketika mereka diproduksi di
berbagai negara.
Pasar Dana Pinjaman (Market for Loanable Fund)
- adalah pasar dimana terdapat orang yang ingin menabung dengan menyediakan dana pinjaman dan orang yang meminjam (demander) memperoleh dana pinjaman
- dalam pasar dana pinjaman hanya ada satu suku bunga, yakni bunga tabungan sekaligus biaya
pembiayaan
- penawaran dana pinjaman berasal dari tabungan nasional (S).
- Permintaan untuk dana pinjaman berasal dari penanaman modal dalam negeri (I) dan arus keluar modal bersih (NCO).
S = I + NCO
- Kedua sisi pasar mata uang asing pertukaran yang diwakili oleh NCO dan NX.
- NCO merupakan
ketidakseimbangan antara pembelian dan penjualan aset modal.
- NX merupakan ketidakseimbangan
antara ekspor dan impor barang dan jasa.
- Maksud kurva
o Kurva permintaan untuk mata uang asing adalah miring ke
bawah karena kurs yang lebih tinggi membuat barang-barang dalam negeri lebih mahal.
o Kurva penawaran vertikal karena jumlah dolar yang disediakan untuk arus modal keluar neto tidak berhubungan dengan kurs riil.
o Keseimbangan pasar dana pinjaman akan disesuaikan dengan besarnya suku bunga riil
- Di pasar untuk dana pinjaman, pasokan berasal dari tabungan nasional dan permintaan berasal dari investasi domestik dan arus modal keluar neto.
- Di pasar valuta asing mata uang,
pasokan berasal dari arus modal
keluar neto dan permintaan berasal dari ekspor neto.
The Real eaquilibrium in a open economy
- Harga di pasar dana pinjaman dan pasar mata uang asing pertukaran menyesuaikan secara bersamaan untuk menyeimbangkan
penawaran dan permintaan di dua pasar tersebut.
- Seperti yang mereka lakukan, mereka menentukan variabel makroekonomi dari tabungan nasional, investasi domestik, investasi asing bersih, dan ekspor neto.
Bagaimana Kebijakan dan
kejadian Mempengaruhi Sebuah Perekonomian Terbuka
- defisit anggaran pemerintah
Dalam perekonomian terbuka, anggaran pemerintah defisit. . .
o mengurangi penawaran dana
pinjaman,
o menaikkan suku bunga,
o mendesak keluar investasi domestik,
o menyebabkan investasi asing bersih jatuh.
Pengaruh Defisit Anggaran di Dana Pinjaman Market
o Defisit anggaran pemerintah mengurangi saving nasional menggeser kurva penawaran dana pinjaman untuk left yang menaikkan suku bunga.
At the equilibrium interest rate, the amount that people
want to save exactly balances the desired quantities of domestic investment and net foreign
o Pengaruh Defisit Anggaran Investasi Asing Net. suku bunga yang lebih tinggi mengurangi investasi asing bersih.
o Efek di Pasar Asing-Kurs Mata Uang. Penurunan investasi asing bersih mengurangi pasokan dolar untuk ditukar ke apresiasi nilai tukar riil mata uang asing
- kebijakan perdagangan o adalah kebijakan pemerintah
yang secara langsung
mempengaruhi jumlah barang dan jasa yang merupakan impor negara atau ekspor.
o Tarif: Pajak pada baik diimpor.
o Kuota impor: Sebuah batas pada kuantitas yang baik yang
diproduksi di luar negeri dan dijual di dalam negeri.
o Karena mereka tidak mengubah
tabungan nasional atau investasi domestik, kebijakan perdagangan tidak
mempengaruhi neraca perdagangan.
o Untuk tingkat tertentu tabungan nasional dan investasi domestik, nilai tukar riil menyesuaikan untuk menjaga neraca perdagangan yang sama. o Efek kuota impor
Karena orang asing perlu dolar untuk membeli ekspor neto AS, ada peningkatan permintaan untuk dolar di pasar untuk mata uang asing.
Hal ini menyebabkan apresiasi nilai tukar riil.
Apresiasi dolar di pasar valuta asing mendorong impor dan menghambat ekspor.
Ini mengimbangi kenaikan
awal di net ekspor karena kuota impor.
- stabilitas politik dan ekonomi dan Capital Flight
o Capital Flight adalah
pengurangan besar dan tiba-tiba dalam permintaan untuk aset yang berada di suatu negara, yang memiliki dampak terbesar pada negara asal capital flight, tetapi juga mempengaruhi negara-negara lain.
o suku bunga meningkat dan mata uang domestik
terdepresiasi. Kareana ada kekawatiran investor atas stabilitas politik dan ekonomi
BUSINESS CYCLE
siklus bisnis adalah fluktuasi ekonomi yang melanda produksi nasional, pendapatan, kesempatan kerja yang biasanya berlngsung selama dua sampai sepuluh tahun, yang ditandai dengan adanya kontraksi dan
ekspansi di seluruh sektor ekonomi
Resesi
- adalah periode penurunan GDP riil, dan meningkatnya pengangguran.
- Resesi yang besar baik dalam skala dan durasi (atau resesi yang parah) disebut depresi
o Pembelian konsumen menurun secara drastis dan investasi meningkat drastis
o Permintaan Tenaga kerja menurun
o Inflasi melambat
o Laba bisnis menurun tajam, sehingga harga saham dan
bunga ikut turun
Fakta siklus bisnis
- Fluktuasi dalam perekonomian sifatnya tidak teratur dan tidak dapat diramalkan
o Tidak ada dua siklus bisnis yang cukup sama
o Tidak ada formula yang tepat dapat digunakan untuk
memprediksi durasi dan waktu siklus bisnis
- Kebanyakan besaran ekonomi
makro berfluktuasi bersama-sama dengan jumlah yang berbeda. PDB Riil turun akan menurunkan
o Produksi industri
o Keuntungan perusahaan
- Penurunan output, pengangguran meningkat
Mengapa pakai PDB riil?
Karena PDB riil mengukur nilai semua barang dan jasa yg di produksi selama 1 periode. PDB riil cocok digunakan mengukur perubahan ekonomi dalam jangka pendek karena merupakan ukuran perekonomian secara menyeluruh
Teori eksogenus dan Internal dalam siklus bisnis
- Teori eksogenus
o Di pengaruhi oleh faktor diluar sistem ekonomi, seperti
peperangan revolusi dan pemilihan presiden, migrasi populasi, perubahan iklim dan inovasi teknologi
- Teori internal
o Di pengaruhi oleh mekanisme di dalam sistem ekonomi itu
sendiri, misal GDP, pegangguran dan inflasi
Permintaan agregat
- jumlah keseluruhan atau agregat output yang rela membeli pada tingkat tertentu dari harga, hal lain tetap konstan.
- AD adalah jumlah pengeluaran oleh konsumen, bisnis,
pemerintah, dan asing dalam perekonomian
o Konsumsi
Pendapatan yang siap dibelanjakan
Tren
Kekayaan rumah tangga
Tingkat harga agregat
o Investasi
Tingkat output
Ekspektasi
Biaya modal (kebijakan pemerintah dan suku bunga)
o Pembelian barang dan jasa oleh pemerintah
Kebijakan APBN
o Ekspor netto
Pendapatan domestik dan LN
Harga terkait
Kurs / nilai tukar
Kurva AD (asumsi cateris paribus)
Kurva AD adalah DOWNWARD SLOPING, karena efek dari
- Wealth
P wealth consumer
spending quantity demanded.
- Interest Rate
P interest rate investment spending quantity of goods and services demanded.
P interest rate exchange rate depreciates net export
quantity of goods and services
demanded
Penawaran Agregat
- adalah jumlah total barang dan jasa yang di produksi dan dijual pada suatu periode tertentu.
- AS menggambarkan perilaku sisi produksi ekonomi
- Kurva AS menunjukkan tingkat output total nasional yang akan diproduksi pada setiap tingkat harga mungkin, hal lain dianggap tetap (cateris paribus)
- Variabel penentu
o Output potensial, yakni output maksimum tanpa memicu inflasi
o Biaya input, memacu
peningkatan output potensial dan penawaran agregat
o Teknologi dan efisiensi
o Biaya produksi
Kurva AD
- Dalam jangka pendek, kurva AD adalah upward slopping karena adanya hubungan positif antara output yang di tawarkan dengan harga
- Upward slopping, karena
o Teori kekakuan upah / sticky wage
upah nominal tidak segera
menyesuaikan dengan penurunan tingkat harga
P real wage (W/P) real cost employment and production
o Teori kekakuan harga / sticky price
Harga beberapa barang dan jasa menyesuaikan lamban dalam menanggapi
perubahan kondisi ekonomi:
Penurunan tak terduga dalam tingkat harga daun beberapa perusahaan dengan harga yang lebih tinggi dari yang diinginkan menekan perusahaan penjualan
Ini menekan penjualan, yang mendorong perusahaan untuk mengurangi jumlah barang dan jasa yang mereka hasilkan.
o Teori kesalahan persepsi
Kesalahan persepsi dari pemasok tentang harga relatif, mendorong pemasok untuk mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan.
- Dalam jangka panjang , kurva AS berbentuk vertikal karena produksi dan jasa (PDB riil) bergantung pada penawaran tenaga kerja, modal, SDA dan teknologi yang digunakan untuk mengubah faktor-faktor produksi menjadi produk. oleh karena itu,
harga tidak lagi berpengaruh pada PDB riil.
- Long-run AS kurva vertikal dan output ditentukan oleh potensial output
- Output potensial adalah output maksimum yang dapat diproduksi tanpa memicu meningkatnya tekanan inflasi
Output potensial = tingkat output alamiah = output penuh kerja
- Long-run AS ditentukan oleh faktor-faktor yang sama yang mempengaruhi pertumbuhan jangka panjang potensi output
o jumlah dan kualitas tenaga kerja yang tersedia
o jumlah mesin
o barang modal lainnya
o tingkat teknologi
Perbedaan antara jangka pendek dan jangka panjang pasokan agregat (AS) sangat penting, karena ....
menentukan ekonomi fluktuasi, inflasi, pengangguran, resesi, dan booming
- Dalam jangka panjang,
pertumbuhan output potensial bekerja melalui penawaran agregat (AS) yang menjelaskan tren dalam output dan standar hidup.
Equilibrium/Kesimbangan Ekonomi Makro
- adalah kombinasi dari harga
keseluruhan dan kuantitas di mana semua pembeli dan penjual puas dengan pembelian mereka, penjualan dan harga
Penyebab fluktuasi ekonomi
1. Pergeseran permintaan agregat (AD Guncangan) - Terjadi sebagai konsumen, bisnis, atau pemerintah mengubah total pengeluaran relatif terhadap kapasitas produktif perekonomian
o Dalam jangka pendek,
pergeseran permintaan agregat menyebabkan fluktuasi output perekonomian barang dan jasa.
o Dalam jangka panjang,
pergeseran permintaan agregat mempengaruhi tingkat harga secara keseluruhan, tetapi tidak mempengaruhi output.
2. Pergeseran penawaran agregat (AS Guncangan)
o pergeseran yang merugikan penawaran agregat
menyebabkan stagflasi-masa resesi dan inflasi.
Output jatuh dan harga naik. Para pembuat kebijakan yang
dapat mempengaruhi permintaan agregat tidak dapat mengimbangi kedua efek samping secara bersamaan.
Pengaruh kebijakan fiskal dan moneter
#Pengaruh kebijakan moneter
- The teory of liqudity preference
o Teori yang menjelaskan faktor-faktor apa yang menentukan tingkat bunga perekonomian.
o Menurut teori, tingkat bunga menyesuaikan untuk
menyeimbangkan penawaran dan permintaan untuk uang
- Money Supply
o Jumlah uang beredar
dikendalikan oleh Bank Sentral melalui:
operasi pasar terbuka
Mengubah persyaratan
cadangan
Mengubah tingkat diskonto
o Karena ditetapkan oleh Bank Sentral, kuantitas uang yang disediakan tidak tergantung pada tingkat bunga.
o pasokan uang tetap diwakili oleh kurva penawaran vertikal.
- Permintaan uang
o Menurut teori preferensi
likuiditas, salah satu faktor yang
paling penting adalah tingkat bunga.
o Orang memilih untuk
memegang uang bukan aset lain yang menawarkan tingkat
pengembalian karena uang dapat digunakan untuk membeli barang dan jasa.
o Biaya kesempatan memegang
uang adalah bunga yang dapat diperoleh dari aset bunga-produktif.
o Peningkatan tingkat bunga meningkatkan biaya
kesempatan memegang uang. Akibatnya, jumlah uang yang diminta berkurang.
- Keseimbangan menurut teori liquidity preference
o Tingkat bunga disesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan untuk uang.
o Ada satu suku bunga, yang disebut tingkat bunga ekuilibrium, di mana jumlah uang yang diminta sama dengan jumlah uang yang disediakan.
o Asumsi
Tingkat harga yang terjebak pada tingkat tertentu.
Untuk setiap tingkat harga, tingkat bunga menyesuaikan untuk menyeimbangkan penawaran dan permintaan untuk uang.
#Pengaruh kebijakan fiskal
- kebijakan fiskal mengacu pada pilihan pemerintah mengenai tingkat keseluruhan belanja pemerintah atau pajak.
- menghemat pengaruh kebijakan
fiskal, investasi, dan pertumbuhan dalam jangka panjang.
- Dalam jangka pendek, kebijakan fiskal terutama mempengaruhi permintaan agregat.
PENGANGGURAN
Orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja kurang dari dua hari selama satu minggu atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan pekerjaan
Jenis pengangguran
1. Pengangguran alamiah
o Pengangguran yang terjadi karena adanya pencarian pekerjaan yang sesuai dengan keahlian masing2
o Akan selalu ada dalam perekonomian
2. Pengangguran siklikal
o Akibat naik-turunnya siklus bisnis
o Fluktuasi pengangguran yang terjadi masih pada taraf alamiah 3. Pengangguran struktural
o karena jumlah pekerjaan yang tersedia di berbagai pasar TK tidak cukup bagi semua orang yang ingin bekerja
4. Pengangguran volunteer
o Orang-orang yang mampu
bekerja tetapi memilih untuk tidak bekerja
5. Pengangguran friksional/sementara
o Orang-orang yang sedang menunggu panggilan pekerjaan
Klasifikasi usia produktif
- Pekerja : orang2 yang melakukan pekerjaan dan dibayar
- Pengangguran: orang2 yang bekerja dan sedang mencari kerja
- Bukan angkatan kerja. Contoh mahasiswa, IRT, pensiunan
- Angkatan kerja : semua orang yang bekerja dan menganggur
Perhitungan
- Tingkat pengangguran dihitung sebagai persentase angkatan kerja yang menganggur.
tingkat partisipasiangkatan kerja=
angkatankerja
100
populasi pddk dewasa
Dampak pengangguran
- Biaya terbesar pengangguran adalah kehilangan produksi
- Hukum Okun
o Setiap penurunan 2% GDP akan
meningkatkan angka pengangguran sekitar 1%
o Artinya, jika GDP awal adalah 1000 dan menurun menjadi 980, yakni 2% dari GDP awal, maka angka pengangguran akan meningkat dari 5% ke 6%
Keseimbangan dan ketidakseimbangan pengangguran
1. Keseimbangan pengangguran
o Ekuilibrium Pengangguran muncul ketika orang menjadi pengangguran sukarela ketika mereka bergerak dari satu pekerjaan ke pekerjaan atau masuk dan keluar dari angkatan kerja
Para pekerja sukarela
pengangguran mungkin lebih suka liburan atau kegiatan lain untuk pekerjaan pada tingkat upah akan, atau
Mereka mungkin bergesekan menganggur, mungkin mencari pekerjaan pertama mereka, atau
Mungkin pekerja produktivitas rendah yang lebih memilih pensiun atau asuransi pengangguran untuk pekerjaan yang dibayar rendah.
2. Ketidakseimbangan pengangguran
o pengangguran
ketidakseimbangan terjadi ketika pasar tenaga kerja atau makroekonomi tidak berfungsi dengan baik dan beberapa orang berkualitas yang bersedia bekerja di upah akan tidak dapat menemukan pekerjaan.
pengangguran struktural
menandakan ketidakcocokan antara pasokan dan
permintaan untuk pekerja,
dan pasar tidak cepat menyesuaikan.
pengangguran siklis ada
apabila permintaan
keseluruhan untuk pekerja menurun dalam kemerosotan bisnis-siklus
Kebijakan pemerintah dan Job search
program pemerintah dapat mempengaruhi waktu yang dibutuhkan pekerja menganggur untuk menemukan pekerjaan baru. Program-program ini meliputi:
- Government-run employment agencies
memberikan informasi tentang lowongan pekerjaan untuk mencocokkan pekerja dan pekerjaan lebih cepat
- Public training programs
bertujuan untuk memudahkan transisi dari pekerja dari
penurunan ke industri tumbuh dan untuk membantu
kelompok-kelompok yang kurang beruntung keluar dari kemiskinan
- Unemployment insurance untuk melindungi pendapatan pekerja ketika mereka menjadi
pengangguran
INFLASI
Adalah peningkatan tingkat harga. Kategori :
- Low inflation = 1 digit
- Galloping inflation= dua/tiga digit pertahun
- Hyperinflation = >3 digit
The Classical Theory Of Inflation - Teori ini digunakan untuk
menjelaskan faktor-faktor penentu jangka panjang dari tingkat harga dan tingkat inflasi
- Ketika tingkat harga keseluruhan naik, nilai uang jatuh.
o Pertanyaannya : Apa yang menentukan nilai uang?
The Classical Dichotomy and Monetary Neutrality
- Menurut Hume and the
contemporaries, variabel ekonomi harus dibagi menjadi dua
kelompok:
o variabel nominal adalah variabel yang diukur dalam satuan moneter (uang)
o variabel riil adalah variabel yang diukur dalam satuan fisik.
- Menurut Hume dan the
contemporaries, variabel ekonomi riil tidak berubah dengan
perubahan jumlah uang beredar.
o Menurut dikotomi klasik, kekuatan yang berbeda
mempengaruhi variabel riil dan nominal.
- Perubahan jumlah uang beredar mempengaruhi variabel nominal tetapi variabel tidak nyata.
o Ketidakrelevanan perubahan moneter untuk variabel riil ini disebut netralitas moneter.
Laju perputaran uang yang mengacu pada kecepatan di mana berputar dalam perekonomian
V = (P X Y)/ M atau M.V=P.Y - Persamaan di atas menunjukkan
bahwa peningkatan kuantitas uang dalam perekonomian harus
tercermin dalam salah satu dari tiga variabel lain:
o tingkat harga harus naik,
o kuantitas output harus meningkat, atau
o perputaran uang harus menurun
Kesimbangan harga, Tingkat Inflasi, dan Teori Kuantitas Uang - Perputaran uang relatif stabil dari
waktu ke waktu.
- Karena uang adalah netral, uang tidak mempengaruhi output.
Efek Fisher
- Menurut prinsip uang netralitas, peningkatan laju pertumbuhan uang menaikkan tingkat inflasi tetapi tidak mempengaruhi variabel riil.
tingkat bunga nominal =
tingkat bunga riil - tingkat inflasi
- efek Fisher: Satu untuk satu penyesuaian tingkat bunga nominal dengan tingkat inflasi
- Menurut efek Fisher, ketika tingkat inflasi naik, suku bunga nominal naik dengan jumlah yang sama.
Sedangkan, Tingkat bunga riil tetap sama.
Demand Pull and Cost Push Inflation
- demand pull ( guncangan
permintaan inflasi) terjadi ketika AD naik lebih cepat daripada potensi produktif perekonomian, meningkatkan harga untuk menyeimbangkan AS dan AD.
- Cost push (guncangan pasokan inflasi) terjadi ketika biaya produksi naik bahkan di saat pengangguran tinggi dan kapasitas yang menganggur.
Cost Of Inflation
1. Shoe Leather Cost
o sumber daya yang terbuang ketika inflasi mendorong orang untuk mengurangi kepemilikan uang mereka.
o Inflasi mengurangi nilai riil uang, sehingga orang memiliki insentif untuk meminimalkan
kepemilikan kas mereka. 2. Menu cost
o biaya harga menyesuaikan.
o Selama masa inflasi, perlu untuk memperbarui daftar harga dan harga diposting lainnya.
o proses ini memakan sumber daya yang mengambil dari kegiatan yang produktif 3. variabilitas harga relatif
o Inflasi mendistorsi harga relatif. Sehingga, keputusan konsumen terdistorsi, dan pasar menjadi kurang mampu mengalokasikan
sumber daya untuk aktivitas yang efisien
4. distorsi pajak
o Inflasi melebih-lebihkan ukuran keuntungan modal dan
meningkatkan beban pajak pada jenis penghasilan.
o Dengan pajak progresif, capital gain akan dikenakan pajak lebih besar.
o Pajak penghasilan
memperlakukan bunga nominal yang diperoleh pada tabungan sebagai pendapatan, meskipun bagian dari tingkat bunga nominal hanya
mengkompensasi inflasi.
o Tingkat bunga riil yang jatuh setelah adanya pajak membuat aktivitas menabung menjadi kurang menarik.
5. Kebingungan dan ketidaknyamanan
o Inflasi menyebabkan harga dolar sering berubah
o Dengan kenaikan harga akan sulit untuk membandingkan dengan pendapatan riil, biaya dan profit
6. redistribusi kekayaan yang sewenang-wenang
o Inflasi yang tidak di harapkan mendistribusikan kembali kekayaan diantara populasi dengan cara yang tidak di ketahui
jangka waktu dari unit of account (uang)
PERTUMBUHAN EKONOMI
Pertumbuhan perekonomian menunjukkan ekspansi atau perkembangan output nasional (potensi GDP) yang ditunjukkan dari kenaikan PPF (bergeser ke kanan atas)
Empat roda pertumbuhan
1. Sumber daya manusia
o Supply tenaga kerja, pendidikan 2. Sumber daya alam
o Land, mineral, fuels 3. Modal
o Minimnya tabungan dan
investasi, sehingga permodalam pada sektor riil pun sedikit 4. Teknologi
Fungsi produksi agregat Q = A f (K,L,R)
Where:
Q = output A = teknologi
K = modal L = labor
R = SDA
Teori pertumbuhan ekonomi 1. Teori klasik (Adam Smith)
o Tanah merupakan faktor utama dalam pertumbuhan ekonomi. Output nasional menjadi sama dengan jumlah penduduk
o tanah tersedia secara bebas
o karena pertumbuhan penduduk
yang terus, pertumbuhan lahan,
Tenaga kerja dan output tidak lagi seimbang. Sedangkan output bertambah lebih lambat dari pertumbuhan jumlah penduduk
o karena satu lahan untuk banyak buruh, maka hukum
berkurangnya perolehan berlaku
o peningkatan rasio tenaga kerja-lahan menyebabkan penurunan produk marjinal tenaga kerja dan menurunkan upah riil
2. Teori neoklasik
o Berfungsi sebagai alat dasar untuk memahami proses pertumbuhan negara maju
o Faktor utama dalam model neoklasik adalah modal dan perubahan teknologi.
o Modal terdiri dari barang-barang tahan lama, termasuk pabrik dan rumah, peralatan,
persediaan barang jadi suatu barang dalam proses.
o Ketika teknologi di anggap tetap, muncullah capital deepening atau pemupukan modal, yakni proses kuantitas modal per buruh yang
meningkat sepanjang waktu
o Adanya capital deepening
mengakibatkan:
Output perpekerja mingkat
MPL meningkat
Gaji riil meningkat
Diminishing return to capital meningkat
o Asumsi
ekonomi terjadi secara kompetitif dan selalu
beroperasi pada kondisi full employment
Sebuah fungsi produksi
memiliki skala hasil konstan jika, untuk setiap angka positif x, xQ = A F (xL, xK) Artinya, dua kali lipat dari
semua input menyebabkan output meningkat 2x lipat
x = 1 / L,
Q / L = A F (1, K / L) Dimana:
Q / L = output per pekerja K / L = modal per pekerja, atau
Persamaan sebelumnya
mengatakan bahwa produktivitas (Q / L)
tergantung pada modal fisik per pekerja, atau modal-tenaga kerja rasio (K / L) serta negara teknologi, (A).
3. Teori Endogenous Growth o Teori ini mengungkap proses
yang kekuatan pasar swasta, keputusan kebijakan publik, dan lembaga alternatif yang
menyebabkan perbedaan pola pada perubahan teknologi.
o Pendekatan ini menekankan bahwa perubahan teknologi merupakan output yang
dikenakan atas kegagalan pasar karena teknologi adalah barang publik yang mahal untuk
menghasilkan tapi murah untuk mereproduksi.
tentang proses pertumbuhan dan kebijakan publik.
o Jika perbedaan teknologi adalah alasan utama untuk perbedaan dalam standar hidup antar bangsa, dan jika teknologi merupakan faktor yang dihasilkan, maka kebijakan ekonomi-pertumbuhan harus fokus lebih tajam tentang bagaimana negara dapat
meningkatkan kinerja teknologi mereka.
Lingkaran setan kemiskinan - Adalah serangkaian kekuatan yang
saling memoengaruhi sedemikian rupa sehingga menimbulkan keadaan dimana suatu negara akan tetap miskin dan akan tetap mengalami banyak kesukaran untuk mencapai tingkat
pembangunan yang lebih tinggi
- Aspek penting dalam lingkaran setan kemiskinan adalah keadaan-keadaan yang menyebabkan timbulnya hambatan terhadap terciptanya tingkat pembentukan modal yang tinggi
- Pembentuk modal adalah
tabungan dan investasi
- Sedangkan, pada negara berkembang, tabungan dan investasi sangat minim, hal tersebut yang menjadikan pembangunan menjadi lambat
Faktor2 untuk mendorong pertumbuhan ekonomi
1. Faktor SDM
Merupakan penentu
cepat/lambatnya pembangunan 2. Faktor SDA
SDA yang melimpah yang di dukung dengan kemampuan untuk mengelolanya akan menjamin keberhasilan alam proses pembangunan
3. Ilmu pengetahuan dan teknologi Ilmu pengetahuan dan teknologi mendorong percepatan proses pembangunan, efisiensi proses pembangunan dan penjaminan kualitas
4. Faktor budaya Berfungsi sebagai
pembangkit/pendorong sekaligus dapat pula sebagai faktor
penghambat proses pembangunan 5. Sumber daya modal
Di butuhkan untuk mengelola SDA dan meningkatkan kualitas iptek. Sumber daya modal sangat penting bgi perkembangan dan kelancaran pembangunan ekonomi karena dapat meningatkan
efisiensi dan produkivitas