TUGAS INDIVIDU TEORI EKONOMI MAKRO
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Ekonomi Makro Dosen Pengampu : RINI DWI ASTUTI, SE, M.Si.
Disusun Oleh :
Alfira Putri Daneswari (143220055)
JURUSAN EKONOMI PEMBANGUNAN, FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL “VETERAN”
YOGYAKARTA 2023
1. Perbandingan dua negara di dunia yang memiliki Inflasi tinggi dan rendah dan jumlah uang beredar di kedua negara
Inflasi tinggi
Negara Zimbabwe
Tahun
Inflation, GDP deflator (annual %)
2018 200%
2019 225%
2020 604%
2021 113%
2022 183%
Sumber : https://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.DEFL.KD.ZG?locations=LB
2018 2019 2020 2021 2022
0%
100%
200%
300%
400%
500%
600%
700%
Inflation, GDP deflator (annual %)
Jumlah Uang Beredar negara Zimbabwe
Tahun
Broad money growth (annual %)
2018 280%
2019 249%
2020 485%
2021 131%
2022 392%
Sumber https://data.worldbank.org/indicator/FM.LBL.BMNY.ZG?locations=CN
2018 2019 2020 2021 2022
0%
100%
200%
300%
400%
500%
600%
Broad money growth (annual %)
Inflasi Rendah
Negara China
Tahun
Inflation, GDP deflator (annual %)
2018 3%
2019 1%
2020 1%
2021 5%
2022 2%
Sumber : https://data.worldbank.org/indicator/NY.GDP.DEFL.KD.ZG?locations=LB
2018 2019 2020 2021 2022
0%
1%
1%
2%
2%
3%
3%
4%
4%
5%
5%
Inflation, GDP deflator (annual %)
Jumlah Uang Beredar negara China
Tahun
Broad money growth (annual %)
2018 5%
2019 9%
2020 10%
2021 9%
2022 12%
Sumber : https://data.worldbank.org/indicator/FM.LBL.BMNY.ZG?locations=CN
2018 2019 2020 2021 2022
0%
2%
4%
6%
8%
10%
12%
14%
Broad money growth (annual %)
2. Analisis dengan Teori Kuantitas Uang berlaku atau tidak di kedua negara tersebut Teori kuantitas uang (monetarist model) adalah sebuah teori yang menyatakan bahwa kuantitas uang yang ada menentukan tingkatan harga yang berlaku, dan bahwa tingkat pertumbuhan kuantitas uang yang ada menentukan tingkat inflasi (Mankiw, 2007). Bila
jumlah uang bertambah lebih cepat (karena terlalu banyak uang beredar) dibandingkan volume transaksi/pertambahan barang, maka nilai uang akan merosot, dan ini berarti kenaikan harga. Untuk itu perlu dilakukan pembatasan jumlah uang beredar dan jumlah kredit yang dapat meningkatkan jumlah uang beredar.
Bisa dilihat di negara yang memiliki Inflasi tinggi yaitu, Zimbabwe. Setiap tahun laju inflasi di Zimbabwe tidak bisa diatasi, pada tahun 2018 Zimbabwe mengalami hyperinflasi dengan tingkat inflasi 200% dengan Jumlah Uang Beredar 280%.
Sebenarnya inflansi negara Zimbabwe dari tahu ke tahun tidak mengalami perubahan yang signifikan ke arah yang baik