DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... 2
1. DETAIL DOKUMEN ... 3
2. PENDAHULUAN ... 4
2.1 Latar Belakang dan Tujuan ... 4
2.2 Kendala Pada Proyek ... 4
2.3 Ringkasan Kegiatan ... 5
2.4 Kontak Personil ... 5
3. DESKRIPSI PRODUK ... 6
3.1 Trimble GCSFlex – 2D Grade Control System ... 6
3.1.1 Kelebihan Trimble GCSFlex ... 6
3.1.2 Konfigurasi Sistem ... 8
4. DESKRIPSI KEGIATAN ... 9
4.1 Instalasi ... 9
4.1.1 Pra-installation ... 9
4.1.2 Instalasi berdasarkan konfigurasi ... 9
4.1.3 Bench Test ... 10
4.1.4 Instal Komponen Main Harness ... 10
4.1.5 Pengelasan dan Penempatan Perangkat ... 10
4.1.6 Pengukuran alat berat... 11
4.1.7 Validasi dan Pemecahan Masalah ... 12
4.2 Metode Pelaksanaan... 13
4.2.1 Bekerja menggunakan Trimble GCSFlex ... 13
4.2.2 Task list Trimble GCSFlex... 14
4.2.3 Parameter kerja yang diamati ... 15
4.2.4 Target pencapaian demo ... 15
5. PELAKSANAAN UJI TEKNOLOGI ... 16
5.1 Trimble GCSFlex untuk pekerjaan slope ... 16
5.2 Trimble GCSFlex untuk pekerjaan galian ... 20
5.3 Trimble GCSFlex untuk pekerjaan parit ... 23
1.
DETAIL DOKUMEN
Korespondensi terkait pertanyaan dan atau hal-hal lainnya mengenai dokumen ini dialamatkan sebagai berikut:
Contact AA. Ngurah Pasca Regal C.
Jabatan / Nama Perusahaan Application Engineer
Alamat Jakarta
Telp. / HP HP: +62 811 8053320
Fax.
Email [email protected]
Nama Dokumen Laporan Uji Teknologi Trimble GCSFlex Pada Proyek Jalan Tol
Cijago
2.
PENDAHULUAN
2.1 Latar Belakang dan Tujuan
Jalan Tol Cijago yang membentang dari Cimanggis hingga Cinere sepanjang 14,6 kilometer merupakan bagian dari jaringan Jalan Tol Jakarta Outer Ring Road (JORR) II sepanjang lebih dari 110 kilometer yang melingkar dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga Tanjung Priok. Di sebelah timur, Jalan Tol Cijago akan tersambung dengan Jalan Tol Cimanggis-Cibitung (Tol Jakarta-Cikampek) sepanjang 25,4 kilometer dan berakhir di Tanjung Priok melalui ruas Cilincing-Cibitung sepanjang 34 kilometer.
Upaya untuk menggenjot pembangunan jalan tol ini tersebut masih terus dilakukan. Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Herry Trisaputra Zuna mengatakan pembangunan jalan tol Cijago Seksi II yakni dari Jalan Raya Bogor sampai ke Kukusan ditargetkan selesai pada akhir tahun 2017.
Kegiatan proyek konstruksi sekiranya akan menghadapi kendala – kendala yang dapat mempengaruhi biaya, mutu dan waktu proyek. Demi mewujudkan produktivitas pekerjaan, SITECH Indonesia bekerja sama dengan PT. Trakindo Utama dapat menawarkan solusi yang dapat dibuktikan dengan demonstrasi atau Proof Of Concept(POC) dari produk Trimble dan Caterpillar. Kegiatan ini dilakukan pada pekerjaan tanah oleh Ekskavator dimana parameter yang diukur antara lain:
1. Akurasi / tingkat kedalaman galian dan kemiringan lereng yang harus dicapai 2. Waktu operasi
3. Pemakaian BBM
Pada site atau lokasi kerja demonstrasi Trimble GCSFlex diterapkan pada 1 (satu) unit alat berat yaitu Ekskavator 320D2 GC lalu diamati hasil pekerjaannya. Kegiatan ini dilakukan pada lokasi on-grade sesuai dengan desain pekerjaan proyek Tol Cijago dimana perubahan berkelanjutan pada galian parit dan slope/lereng. Oleh karena itu hasil studi ini dapat diterapkan pada pekerjaan tanah secara keseluruhan.
2.2 Kendala Pada Proyek
Dalam pelaksanaan di lapangan terdapat kendala teknis dan non teknis yang menyebabkan terganggunya pekerjaan dan dikhawatirkan akan menyebabkan keterlambatan. Kendala-kendala tersebut antara lain:
1. Cuaca
2. Ketersediaan material 3. Ketersediaan alat berat
4. Keterlambatan pekerjaan terdahulu (Predecessor) 5. Pengulangan pekerjaan (Rework)
2.3 Ringkasan Kegiatan
Klien : PT. Hutama Karya Infrastruktur
Lokasi : Proyek Jalan Tol Cijago Seksi II Alat berat : Caterpillar 320D2 GC
Sistem produk : Trimble GCSFlex
Jadwal : 7 Agustus 2017
2.4 Kontak Personil
PT. Hutama Karya Infrastruktur Jabatan
1. Eka Dharma Project Manager
2. Herry Susanto Site Operational Manager
3. Joko Chief Surveyor
4. Chairul Operator
SITECH
1. AA. Ngr. Pasca Regal Application Engineer
2. Mukhamad Saiful Technical Support
3. Tirta Prakosa Technical Support
4. Nur Arofah Sales Engineer
PT. Trakindo Utama
1. Pamungkas Taufiq Saputro Construction Market Development Manager
2. Gunawan Muchamad Machine Application Engineer
3. Dedy Dwi Andhika Machine Application Engineer
4. Achmad Feby Supufi Sales Executive
Trimble
3. DESKRIPSI PRODUK
3.1 Trimble GCSFlex – 2D Grade Control System
Trimble GCSFlex adalah suatu sistem panduan pelaksanaan pekerjaan bagi operator. Sistem ini menggunakan susunan sensor untuk menentukan orientasi mesin direferensikan dari benchmark elevasi eksisting ataupun patok survey. Posisi diukur kemudian untuk selanjutnya ditampilkan kepada operator melalui display monitor dan indikator lampu.
Sistem ini dirancang khusus untuk peralatan berat pada pekerjaan tanah. Sistem ini dapat menyederhanakan proses ekskavasi sembari meningkatkan akurasi dan kualitas hasil pekerjaan.
3.1.1 Kelebihan Trimble GCSFlex
• Menyediakan panduan target kedalaman galian, kemiringan slope dan profil secara real time. • Meningkatkan akurasi operator sehingga tidak perlu mengira-ngira secara kasar
• Meminimalisir pekerjaan persiapan
• Pekerjaan ekskavasi tidak perlu menunggu tim survey
• Mempercepat waktu kerja
• Mengurangi pemakaian BBM, jam kerja dan biaya alat.
• Konfigurasi pemasangan yang sederhana. Susunan perangkat dapat dipindahkan pada alat berat lainnya
• Sangat mudah untuk dioperasikan • Mengurangi pekerkaan ulang (rework)
3.1.2 Konfigurasi Sistem
Berikut adalah konfigurasi sistem Trimble GCSFlex yang dipasang pada masing masing bagian dari unit CAT 320D2 GC
4. DESKRIPSI KEGIATAN
4.1 Instalasi
4.1.1 Pra-installation
Site visit pra-installation
Sebelum memulai instalasi, berdiskusi aspek instalasi dengan pihak site, yaitu Site
Manager, Pelaksana dan Operator alat berat.
Peralatan
Selama pengecekan pre-instalasi, identifikasi peralatan yang dibutuhkan untuk
pemasangan pada alat berat
Pertimbangan operasional
Saat memasang perangkat, pertimbangkan K3 dan aspek ergonomis
Pertimbangan lingkungan
Lingkungan dimana alat berat paling banyak beroperasi tidak aman untuk peralatan
elektronik. Sistem ini didesain untuk medan yang sangat sulit sekalipun namun pada saat
instalasi agar dapat diperhatikan:
Guncangan dan getaran.
Temperatur.
Debu.
Air.
4.1.3 Bench Test
Test pra-instalasi dan pengaturan awal
Bench test yaitu meletakkan semua komponen sistem dalam workshop atau kantor dan
menghubungkan mereka bersama-sama untuk memastikan semua perangkat bekerja.
Sebelum menginstal peralatan Grade Control System, yang harus dilakukan:
Hubungkan system (termasuk sensor, kabel dan harness)
Cek dan pastikan semua komponen sudah lengkap
Nyalakan system
Konfigurasi alat berat
Teknisi harus menentukan konfigurasi mesin dan jenis, sebelum memasukkan dimensi
pengukuran Grade Control System. Teknisi dapat mengkonfigurasi mesin untuk pertama
kali, atau mengedit pengaturan mesin yang telah ada.
4.1.4 Instal Komponen Main Harness
Routing kabel harness
Instal harness
Kabel backbone utama yang menyediakan power/daya dan menghubungkan tiap
komponen dari sistem.
Instal kabel power harness
Kabel power harness memasok listrik ke Grade Control System. Bagian ini mencakup
instalasi kabel listrik untuk sistem.
Validasi instalasi
Memvalidasi harness dan kabel instalasi untuk sistem. Untuk memvalidasi harness dan
kabel instalasi, menggunakan multimeter.
4.1.5 Pengelasan dan Penempatan Perangkat
Komponen Grade Control System
Instal braket CB450
4.1.6 Pengukuran alat berat
Lembar kerja pengukuran
Persiapan pengukuran
untuk menentukan dimensi mesin dan untuk mempersiapkan mesin untuk pengukuran
Menggunakan alat pengukuran
Alat pengukuran GCSFlex memungkinkan untuk mengukur ketinggian dan panjang
boom, stick dan bucket untuk mengukur offset horisontal dari pusat badan ekskavator.
Teknik pengukuran untuk sistem berdasarkan panjang boom, stick dan bucket
Kalibrasi Sistem
Sebelum menggunakan sistem, teknisi harus
mengkalibrasi sensor tetap.
4.1.7 Validasi dan Pemecahan Masalah
System validation
Troubleshooting overview
No power
4.2 Metode Pelaksanaan
4.2.1 Bekerja menggunakan Trimble GCSFlex
4.2.2 Task list Trimble GCSFlex
Task list atau urutan pelaksanaan kerja GCSFlex adalah sebagai berikut:
1.
Pilih menu key pada control box
2.
Pilih ingin menggunakan panduan apa pada Guidance Method. Pilihannya ada 3 yaitu
berdasarkan kedalaman (depth), kedalaman dan kemiringan (depth slope) atau
profile .
3.
Untuk memilih atau mengganti pilih change method. Untuk mengkonfirmasi tekan ok
4.
Arahkan kuku bucket pada titik 0,0 pada permukaan tanah awal ataupun pada patok
survey sebagai benchmark
5.
Set tingkat kedalaman misalnya -2 m, kemiringan misalnya 50% ataupun profile yang
diinginkan
6.
Garis bidang yang menjadi target akan langsung muncul pada layar sebagai panduan
4.2.3 Parameter kerja yang diamati
1.
Parameter GCSFlex
Jenis Pekerjaan Pengamatan
Pekerjaan lereng / slope Akurasi kemiringan Lama pekerjaan
Pemakaian bahan bakar
Pekerjaan galian tanah Akurasi kedalaman
Lama pekerjaan
Pemakaian bahan bakar
4.2.4 Target pencapaian demo
5. PELAKSANAAN UJI TEKNOLOGI
5.1 Trimble GCSFlex untuk pekerjaan slope
Pelaksanaan uji teknologi Trimble GCSFlex untuk pekerjaan kemiringan lereng / slope adalah
sebagai berikut:
1.
Setup Grade laser sebagai acuan bidang kerja bagi operator.
2.
Mencari benchmark elevasi dan slope
Trimble GCSFlex merupakan sistem 2D sehingga masih membutuhkan acuan dari patok survey
sebagai referensi kerja bagi operator.
Untuk % kemiringan slope dapat dilakukan
dengan menempatkan kuku bucket pada
slope eksisting.
Dapat pula dibandingkan secara langsung
kemiringan antara slope eksisting dengan
nilai yang ditampilkan pada display
monitor GCSFlex
3.
Berdasarkan panduan tim survey, kemiringan desain yang diinginkan adalah 1:2 atau 50%.
Nilai slope ini lalu diinput pada control box untuk selanjutnya pekerjaan dapat langsung
dimulai.
Slope diset 50%
4.
Pekerjaan slope dicek menggunakan Total Station Trimble dilakukan oleh Tim Survey Lapangan
PT. HKI.
5.
Hasil pekerjaan slope, daerah hijau merupakan slope yang complete 50% dengan toleransi
±3% warna biru menunjukkan slope >50% dan yang merah <50%. Hasil ini menunjukkan
pekerjaan slope dengan Trimble GCSFlex lebih akurat dibandingkan metode konvensional.
5.2 Trimble GCSFlex untuk pekerjaan galian
Pelaksanaan uji teknologi Trimble GCSFlex untuk pekerjaan galian adalah sebagai berikut:
1.
Ambil data 0% sebelum pekerjaan dimulai. Data diambil menggunakan Trimble Total Station
dengan ketelitian 1”
2.
Input nilai kedalaman yang diinginkan berdasarkan patok survey.
Keterangan pada patok adalah operator
harus melakukan galian sedalam 3.6
meter dari kaki slope.
3.
Pekerjaan galian sedalam 3.6 meter dicek menggunakan Trimble GPS dengan metode
pengukuran Real Time Kinematic (RTK).
Trimble SPS855 Base Station
Hasil galian pada TSC3 controller
4.
Hasil kedalaman pekerjaan galian ditunjukkan dari cross section . Terlihat dari gradasi warna
per elevasi menunjukkan galian dengan menggunakan Trimble GCSFlex lebih homogen.
Metode Konvensional Trimble GCSFlex
1
2
3
4
1
2
3
5.3 Trimble GCSFlex untuk pekerjaan parit
Pelaksanaan uji teknologi Trimble GCSFlex untuk pekerjaan parit adalah sebagai berikut:
1.
Ambil data 0% sebelum pekerjaan dimulai. Data diambil menggunakan Trimble GPS dengan
metode Real Time Kinematic (RTK).
2.
Menjadikan patok survey yang ada sebagai benchmark, disetting pada control box target
galian parit sedalam 5.20 meter dari patok tersebut.
3.
Operator menggali parit berdasarkan acuan yang terdapat pada display Trimble GCSFlex
4.
Untuk memeriksa hasil pekerjaan parit, air yang memenuhi galian harus dipompa terlebih
dahulu.
Tanah pada lokasi galian sangat basah. Sejak
galian mencapai 1 meter, air sudah langsung
menggenang sehingga menyulitkan operator
untuk memperkirakan kedalaman dasar
galian.
5.
Membandingkan ketelitian pekerjaan galian parit menggunakan Trimble GCSFLex
Tim survey membuat patok acuan baru sebagai panduan pekerjaan parit di lokasi ini.Patok ini
dijadikan benchmark sebagai referensi kerja sistem Trimble GCSFlex.
6. KESIMPULAN
Pelaksanaan uji teknologi atau Proof of concept (POC) ini dilaksanakan untuk
mendemonstrasikan cara kerja Teknologi Trimble GCSFlex dengan Caterpillar
320D2 GC.
Pengujian juga membandingkan dengan cara kerja konvensional yang selama ini dilakukan pada
proyek jalan tol. Hasil pengukuran oleh tim Survey PT.HKI membuktikan akurasi pekerjaan galian
tanah dengan Trimble GCSFlex sesuai dengan yang ditampilkan sistem secara aktual berdasarkan
benchmark patok survey lapangan.
Dibandingkan dengan cara konvensional, Operator tidak perlu lagi mengira-ngira saat akan
membuat slope ataupun mengerjakan galian tanah karena telah ditampilkan dengan seksama
sesuai dengan target kemiringan dan kedalaman. Teknologi Trimble ini dapat membantu
penyelesaian pekerjaan menjadi lebih cepat dan tepat dengan pemakaian bahan bakar yang lebih
hemat. Produktivitas yang lebih baik akan bisa dicapai apabila dalam pekerjaan ke depannya
teknologi Trimble juga diterapkan pada pekerjaan survey, pekerjaan dozer, dan motor grader.