Tugas Teknologi Pengolahan Hewani
PEMANFAATAN TEPUNG TULANG SEBAGAI BAHAN
PAKAN IKAN TINGGI KALSIUM
Disusun oleh :
Mentari Febrianti Darma Pertiwi
(0911010050)
PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
JURUSAN TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN
FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
PEMANFAATAN TEPUNG TULANG SEBAGAI BAHAN PAKAN IKAN
TINGGI KALSIUM
Pemotongan ternak selain menghasilkan karkas juga menghasilkan sejumlah hasil samping dan limbah dalam jumlah yang besar. Hasil samping atau limbah dari pemotongan sapi di peternakan antara lain berupa kulit, tulang, dan darah hewan ternak. Tulang merupakan hasil samping dari peternakan yang jumlahnya cukup besar dan sejauh ini hanya dianggap sebagai limbah.
Tulang atau kerangka adalah jaringan yang kuat dan tangguh yang memberi bentuk pada tubuh. Tulang termasuk komponen yang keras, sehingga hal inilah yang menyebabkan tulang tidak mudah diuraikan oleh decomposer, sehingga tulang tersebut menjadi limbah padat yang lebih dikenal sebagai sampah yang seringkali dianggap tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis. Oleh karena itu, perlu pengolahan lebih lanjut agar limbah tulang tidak menjadi sampah yang mencemari lingkungan dan dapat dimanfaatkan secara maksimal, Salah satu penanganan tulang adalah dengan cara ditepungkan. Hal ini disebabkan tingginya kandungan mineral yang ada pada tulang, sehingga sayang apabila dibuang dengan percuma. Selain itu dengan cara pengolahan lebih lanjut pada limbah tulang ini akan memberikan nilai ekonomis.
Tulang merupakan salah satu bentuk limbah dari industri yang memiliki kandungan kalsium terbanyak karena unsure utama dari tulang adalah kalsium, fosfor dan karbonat. Berikut adalah mineral-mineral penyusun tulang:
Tepung tulang merupakan hasil penggilingan tulang yang telah diekstrak gelatin atau colagennya. Tulang yang akan ditepungkan biasanya diperoleh dari RPM (Rumah Potong Hewan) dan berasal dari hewan ternak yang sehat dan bebas penyakit. Produk ini dapat digunakan untuk bahan baku pakan ikan yang merupakan sumber mineral (terutama kalsium) dan sedikit asam amino. Tepung tulang berbentuk serpihan (tepung) berwarna coklat dengan tekstur yang kasar jika dirasakan, dengan aroma khas seperti daging sapi tapi ada juga yang tidak berbau. Dalam pembuatan pakan ikan, tepung tulang biasa digunakan sebagai pendamping bagi tepung ikan yang kaya protein. Mineral tidak dibutuhkan dalam jumlah yang terlalu banyak pada pakan, namun tetap harus ada. Dengan adanya penambahan tepung tulang komposisi gizi pada pakan ikan akan terpenuhi dengan baik. Berikut ini adalah proses pembuatan tepung tulang:
Gambar2. Diagram Alir Pembuatan Tepung Tulang
Cara Pembuatan Tepung Tulang:
2. Serpihan tulang direndam dalam air kapur 10% selama 4-5 minggu dan dicuci dengan air tawar. Perendaman dalam air kapur dapat berfungsi untuk memperbaiki tekstur dari tulang supaya menjadi renyah. Dimana kerenyahan ini diperoleh karena kalsium dari larutan kapur berpenetrasi ke dalam jaringan tulang yang telah di giling menjadi lebih kompak dengan terbentuknya ikatan baru antara kalsium dengan senyawa- senyawa yang terdapat pada tulang (Aninda,2010)
3. Pemisahan gelatin dengan pemanasan 3 tahap yaitu perebusan pada suhu 60oC 4 jam, suhu 70⁰C selama 4 jam, dan 100oC selama 5 jam
4. Tulang dikeringkan pada suhu 100oC sampa kadar air 5% dan digiling hingga menjadi tepung.
5. Pengemasan dan penyimpanan
Tepung tulang dapat disimpan dalam karung / kantong plastik.
Kandungan gizi yang terdapat dalam tepung tulang sebagai berikut:
Protein 25,54 %
Tabel1. Kandungan nutrisi dalam tepung tulang (Anonimous, 2011)
Dari kandungan nutrisi dalam tepung tulang yang sudah diterangkan diatas, tepung tulang banyak mengandung kalsium, sehingga manfaat dari tepung tulang tidak lepas dari peranan kalsium, yaitu berperan dalam pembentukan tulang, sisik serta sirip ikan serta menjaga dari kekeroposan akibat asupan kandungan mineral yang minim dari pakan ikan yang lebih kaya akan protein. Perpaduan dari formulasi untuk pakan ikan ini sangat menguntungkan karena pada pakan ikan yang mengandung banyak protein akan berperan dalam penyerapan kalsium ke dalam mukosa usus, karena transportasi kalsium melalui sel usus terjadi secara difusi melalui jasa protein dari ransum pakan tersebut (Kaup,1991)
Aninda, Rahma., dkk.2010. Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan Bandeng Sebagai Bakso Berkalsium Tinggi. Universitas Malang. Malang
Anonymous.2011. Tepung Tulang (Bone Meal). http://indonetwork.co.id/pthanra/2409736/
tepung-tulang-bone-meal.htm, diakses tanggal 16 Oktober 2012.
Herniawati.2008.Mineral dan Homeotasis.FMIPA UPI. Bandung