Analisis Yuridis Terhadap Pembatalan Hak Asuh Anak Oleh Pengadilan Agama (Studi Putusan Pengadilan Agama No. 50 PDT.G 2006 PA.Mdn)
Teks penuh
Dokumen terkait
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pertimbangan hakim dalam menentukan pelimpahan hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian adalah hakim melihat dan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Pertimbangan hakim dalam menentukan pelimpahan hak asuh anak di bawah umur akibat perceraian adalah hakim melihat dan
Sehingga Putusan Pengadilan Agama tersebut dapat bermanfaat bagi perkembangan psikologis anak tersebut dalam upaya memberikan perlindungan hukum kepada
Dari uraian diatas penulis hendak memberikan beberapa sumbangsih saran atas permasalahan pelaksanaan putusan sengketa hak asuh anak akibat perceraian adalah sebagai
memberikan hak asuh anak terhadap suami. Beberapa putusan pengadilan diatas menjadi acuan untuk menunjukkan bahwa orang tua perempuan tidak selamanya menjadi pemegang hak
Penggugat menggugat agar Pengadilan Agama Medan mencabut hak perwalian Tergugat sebagaimana yang telah ditetapkan oleh Mahkamah Syar’iyah Meulaboh Nomor: 25/Pdt.P/2005/MSy-Mbo tanggal
ilmiah dengan judul “Hak Asuh Anak di Bawah Umur Akibat Perceraian. Orangtua” (Studi Kasus 4 (empat) Putusan Pengadilan
Adapaun hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagaimana berikut: 1 Dasar pertimbangan hakim dalam putusan hak asuh anak akibat perceraian adalah anak yang masih dibawah umur, ayahnya