Kepribadian dapat didefinisikan sebagai suatu bentuk sifat-sifat yang ada pada diri

13 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nasabah Dalam Memilih Britama Prime Card Pada PT Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Makassar A. Yani Makassar

Oleh : Sujatmiko

Dosen STIM Nitro Makassar

Abstrak

Perkembangan tehnologi yang semakin pesat mempengaruhi perilaku masyarakat dalam melaksankan aktivitas sehari-hari, dengan adanya perubahan perilaku dari masyarakat tersebut dunia perbankan melakukan inovasi terhadap produk tabungan yang telah ditawarkan kepada nasabahnya untuk mempermudah dalam melakukan suatu transaksi. PT Bank Rakyat Indonesia yang melaksankan fungsi perbankan dalam mengimpun dana masyararakat tidak ketinggalan untuk memberikan fasilitas tabungannya dengan Britama Prima Card. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa faktor-faktor apa yang paling dominan mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Makassar A. Yani Makassar. Metode analisis yang dugunakan untuk mengetahui factor yang paling dominan nasabah dalam mempengaruhi nasabah dalam memimilih Britama Prima Card dengan menggunakan alat analisis chi kuadrat. Hasil penelitian yang mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card adalah faktor harga dan faktor pelayanan.

Keywords : Britama Prime Card, Nasabah.

PENDAHULUAN

(2)

menunjang kegiatan ekonomi. Hal ini berhubungan dengan tugas perbankan, yakni mempertemukan pihak yang membutuhkan dana (borrower) dan pihak yang kelebihan dana (saver). Memperhatikan peranan lembaga perbankan yang demikian strategis dalam mencapai tujuan pembangunan nasional, maka lembaga perbankan perlu senantiasa terdapat pembinaan dan pengawasan yang efektif, dengan didasari oleh landasan gerak yang kokoh agar lembaga perbankan di Indonesia mampu berfungsi secara efisien, sehat, wajar, dan mampu melindungi secara baik dana yang dititipkan masyarakat kepadanya serta mampu menyalurkan dana masyarakat ke bidang-bidang yang produktif bagi pencapaian sasaran pembangunan.Selain itu, yang paling penting dalam pengolahan suatu perbankan adalah mengenal luar dalam produk perbankan tersebut, sehingga dengan mengenal produk secara mendalam akan memudahkan untuk mengemasnya suatu produk yang laku di pasaran.

Dengan adanya perubahan teknologi, produk yang ditawarkan bank kepada nasabah lebih memudahkan nasabah dalam bertransaksi ataupun dalam aktivitas keuangan lainnya. Bank Rakyat Indonesia dengan posisinya sebagai bank resmi Pemerintah RI turut juga mengintegrasikan kemajuan teknologi ke dalam produk-produknya. Ini tentu saja dimaksudkan untuk membantu nasabah dalam segala aktivitas keuangannya.Salah satu produk yang mendukung kemudahan ini adalah diluncurkannya produk Britama Prime Card dengan tambahan fitur-fitur yang semakin memudahkan nasabah untuk bertransaksi. Misalnya dengan berfungsinya kartu Britama Prime Card selain sebagai kartu ATM juga berfungsi sebagai kartu debit.

Berdasarkan latar belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka yang menjadi masalah pokok dalam penelitian ini adalah :

“ Faktor-faktor apakah yang paling dominan mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang A. Yani Makassar ?

TINJAUAN PUSTAKA Britama Prime Card

(3)

ATM yang memberikan kemudahan untuk transaksi di ATM (BRI, LINK, Bersama, BCA dan Cirrus) dan Belanja di merchant berlogo MasterCard dan Maetro diseluruh dunia dengan pilihan otorisasi menggunakan PIN Base atau Signature Base.

Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen sangat erat kaitannya dengan permintaan suatu barang atau jasa karena merupakan proses pengambilan keputusan realisasi pembelinya. Konsumen yang diperhadapkan dengan berbagai jenis produk pada persaingan pasar, tentunya mempunyai beberapa alternatif sebelum mengambil keputusan. Melalui proses pengamatan, pertimbangan, dan seleksi, konsumen baru dapat mengambil keputusan pembelian sekaligus sebagai perwujudan perilaku permintaannya.

Ada beberapa defenisi perilaku konsumen yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Menurut Engel et.al. yang dikutip oleh Simamora (2002:1) perilaku konsumen adalah tindakan yang langsung terlibat untuk mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.

Menurut Gerald Zaltman dan Melanie Wallendrof yang dikutip oleh Mangkunegara (2002:3) menjelaskan bahwa perilaku konsumen didefenisikan sebagai tindakan-tindakan, proses dan hubungan sosial yang dilakukan oleh individu, kelompok atau organisasi dalam mendapatkan, menggunakan suatu produk atau lainnya sebagai suatu akibat dari pengalamannya dengan produk pelayanan.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku konsumen

Menurut pendapat William J. Stanton yang dikutip oleh Mangkunegara (2002:39) menyatakan bahwa ada dua faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, yaitu kekuatan psikologis dan kekuatan sosial budaya

Faktor Psikologis

a) Faktor Pengalaman Belajar

Belajar dapat didefenisikan sebagai suatu perubahan perilaku akibat pengalaman sebelumnya. Perilaku konsumen dapat dipelajari karena sangat dipengaruhi oleh pengalaman belajarnya. Pengalaman belajar konsumen akan menentukan tindakan dan pengambilan keputusan membeli.

b) Faktor Kepribadian

(4)

c) Faktor Sikap dan Keyakinan

Sikap dapat didefenisikan sebagai suatu penilaian kognitif seseorang terhadap suka atau tidak suka, perasaan emosional yang tindakannya cenderung ke arah berbagai objek atau ide. Atau dapat pula diartikan sebagai kesiapan seseorang untuk melakukan suatu aktivitas atau tindakan. Dalam hubungannya dengan perilaku konsumen, sikap dan keyakinan sangat berpengaruh dalam menentukan suatu produk, merek, dan pelayanan.

d) Konsep Diri

Konsep diri dapat didefenisikan sebagai cara kita melihat diri sendiri dan dalam waktu tertentu sebagai gambaran tentang apa yang kita pikirkan.Faktor-faktor yang dikemukan di atas merupakan faktor-faktor secara umum mempengaruhi perilaku konsumen. Faktor-faktor ini tentu akan berbeda jika diorientasikan pada produk yang berbeda pula. Oleh karena itu, kita harus melihat faktor tersebut berdasarkan jenis produk yang menjadi sasaran permintaan konsumen.

Dalam hal pemilihan ATM misalnya ada beberapa faktor yang mempengaruhi konsumen dalam hal memilih. Faktor-faktor tersebut antara lain harga, pelayanan, fitur-fitur, dan keamanan ( www.bri.co.id)

a. Harga

(5)

b. Pelayanan

Sebagai salah satu bidang usaha ekonomi yang berhubungan langsung dengan pengguna jasa atau nasabah, faktor pelayanan pihak bank adalah faktor yang tidak dapat dikesampingkan. Dengan memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah maka secara ekonomi bank tersebut akan mendapat keuntungan. Melihat fungsi ATM sebagai fasilitas pengganti teller bagi nasabah, tentu saja banyak hal yang harus diperhatikan oleh pihak bank untuk menarik minat para calon nasabahnya. Misalnya letak dan lokasi mesin ATM yang strategis, prosedur pemakaian kartu pada mesin ATM dan prosedur permintaan kartu ATM. Letak dan lokasi ATM merupakan salah satu faktor yang menjadi bahan pertimbangan calon nasabah untuk memilih. Mereka tentunya menginginkan lokasi yang strategis, yang dekat dengan pusat aktivitas mereka sehari-hari. Begitu juga halnya dengan prosedur penggunaan kartu ATM. Mengingat kartu ATM berfungsi sebagai teller bagi nasabah maka layanan berupa instruksi penggunaan seyogyanya mudah dipahami oleh nasabah. Prosedur permintaan kartu ATM, juga merupakan salah satu hal yang dipertimbangkan oleh calon nasabah sebelum menjatuhkan pilihan.

c. Fasilitas

Fasilitas adalah menu tampilan dalam mesin ATM misalnya menu pengecekan saldo dan penarikan sebagai fitur standar. Sebagai nilai tambah , pihak bank tertentu menawarkan fungsi lebih dimana sebuah kartu ATM tidak hanya mampu melakukan dua fungsi standar tadi namun lebih dari pada itu, misalnya dengan menampilkan menu pembayaran yang membuat nasabah dapat melakukan pembayaran tagihan rekening telepon, listrik , kartu kredit ataupun pajak hanya melalui mesin ATM.Tidak hanya terbatas pada fasilitas pembayaran, seiring dengan perkembangan zaman, kartu ATM bank tertentu kini mampu menampilkan fasilitas debit yang makin memudahkan nasabah dalam berbelanja. Hal yang mungkin masih tergolong baru yaitu berfungsinya mesin ATM bank tertentu sebagai media penyetoran dimana nasabah bila ingin menyetorkan dana ke bank, mereka tidak perlu mengunjungi bank namun mereka hanya perlu ke mesin ATM bank tersebut dan menyetorkan dananya melalui mesin ATM.

d. Keamanan

(6)

nasabah.Jaminan lain adalah ketika kartu ATM nasabah tercecer atau hilang maka nasabah dapat melakukan pemblokiran sehingga kartu tersebut tidak dapat digunakan oleh orang lain.

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah nasabah tabungan Britama Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Makassar. Sampel dalam penelitian ini adalah nasabah Britama Bank Rakyat Indonesia yang menggunakan Britama Prime Card. Pada penelitian ini, penulis mengambil sampel 100 (seratus) nasabah yang menggunakan Britama Prime Card yang terdiri dari pelajar/mahasiswa, pegawai negeri atau swasta, wiraswasta, dan ibu rumah tangga. Diharapkan dari seratus orang sampel yang diambil dapat mewakili keseluruhan nasabah yang menggunakan Britama Prime Card.

Metode Alat Analisis

Penggunaan metode analisis chi kuadrat ini untuk mengetahui frekuensi jawaban dari setiap responden untuk masing-masing faktor untuk mengetahui mana faktor-faktor yang paling dominan mempengaruhi perilaku nasabah dalam memilih kartu ATM Britama Prime Card.

( fo – fh )²

Chi kuadrat (x²) = fh

fo : Frekuensi pengamatan faktor pelayanan fh : Frekuensi harapan faktor pelayanan

F : (k – 1) (h -1) k : Jumlah kolom h : Jumlah baris

HASIL ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pada prinsipnya perilaku konsumen dalam memilih produk tabungan memiliki kesamaan dengan perilaku konsumen produk lainnya yaitu masing-masing memiliki proses pengamatan, belajar, dan sikap sebelum samapai pada tahap

pengambilan keputusan. Dalam proses pengamatan inilah konsumen

(7)

Britama Prime Card, maka masing-masing faktor akan dianalisa dengan menggunakan metode Chi Kuadrat sebagai berikut :

A. Faktor Harga

Keterangan : Pernyataan konsumen diperoleh dari kuisioner

Pada faktor harga ini, penulis mengambil sampel 100 orang pemegang Britama Prime Card yang terdiri dari pegawai swasta 21 orang, pegawai negeri 34 orang, wiraswasta 14 orang, mahasiswa 15 orang, dan ibu rumah tangga 16 orang. Untuk melihat apakah harga mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card, maka penulis membagi pendapat responden terhadap harga menjadi murah sekali, murah, mahal sekali, dan mahal. Jika pendapat responden adalah murah sekali dan murah berarti faktor harga mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card, jika pendapat responden mahal sekali dan mahal berarti faktor harga tidak mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card.

Dari hasil kuisioner yang disebarkan kepada responden, 5 orang menyatakan murah sekali, 67 orang menyatakan murah, 1 orang menyatakan mahal sekali, dan 27 orang menyatakan mahal.

Tabel 2

Perhitungan Chi Kuadrat tentang pengaruh faktor harga

(8)

14. 11 10,05 0,95 0,90 0,09

Keterangan : fo : Frekuensi pengamatan faktor harga fh : Frekuensi harapan faktor harga F : (k – 1) (h -1) = (4 – 1) (5 – 1) = 12

Hasil perhitungan menunjukkan bahwa F=12 dan Chi kuadrat sebesar 30,55. Jika pengujian diukur pada tingkat significant 95%, maka x²t = 0,05 dan F =12= 21,03. Di sini tampak bahwa nilai x² = 30.55 > x²t = 21,03 atau x² hitung > x² tabel pada tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil uji chi kuadrat terhadap faktor harga dimana x² = 30,55 dan x²t = 21,03 pada tingkat kepercayaan 95%, bisa dilihat bahwa x² hitung = 30,55 > x² tabel = 21,03. Dari hasil uji chi kuadrat ini berarti faktor harga berpengaruh dalam memilih Britama Prime Card.

B. Faktor Pelayanan

Tabel 3

Pernyataan responden terhadap faktor pelayanan

Keterangan : Pernyataan responden diperoleh dari kuisioner

Penulis membagi pendapat responden terhadap faktor pelayanan sebagai berikut : puas sekali, puas, kurang puas, dan tidak puas. Dari hasil kuisioner yang disebarkan kepada 100 orang responden maka 11 orang menyatakan puas sekali, 80 orang menyatakan puas, 6 orang menyatakan kurang puas, dan 2 orang menyatakan tidak puas. Jika pendapat responden puas sekali dan puas, maka faktor pelayanan sangat mempengaruhi nasabah

(9)

dalam memilih Britama Prime Card. Jika pendapat responden kurang puas, maka faktor pelayanan kurang mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card. Dan jika jawaban responden adalah tidak puas, maka faktor pelayanan tidak mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card.

Tabel 4

Perhitungan chi kuadrat tentang pengaruh faktor pelayanan

No Fo Fh ( fo – fh ) ( fo – fh )² ( fo – fh )²

Keterangan : fo : Frekuensi pengamatan faktor pelayanan

(10)

= 21,03 pada tingkat kepercayaan 95% yang berarti bahwa faktor pelayanan sangat mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card.

C. Faktor Fasilitas

Tabel 5

Pernyataan responden terhadap faktor fitur-fitur

Keterangan : Pernyataan responden diperoleh dari kuisioner

Pada faktor fitur ini penulis membagi pendapat responden menjadi empat, yaitu : lengkap sekali, lengkap, kurang lengkap, dan tidak lengkap. Dari hasil kuisioner yang disebarkan kepada 100 orang responden maka yang menjawab lengkap sekali 4 orang, yang menjawab lengkap ada 64 orang, yang menjawab kurang lengkap ada 26 orang, dan menjawab tiding lengkap ada 6 orang.Jika jawaban responden adalah lengkap sekali dan lengkap maka faktor fitur-fitur mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card . Jika jawaban responden adalah kurang lengkap maka dikategorikan faktor fitur kurang mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card . Dan jika jawaban responden tidak lengkap maka faktor ini tidak mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime card.

Tabel 6

Perhitungan chi kuadrat tentang faktor fitur-fitur

(11)

15. 3 3,9 -0,9 0,81 0,21

Keterangan : fo : Frekuensi pengamatan faktor pelayanan fh : Frekuensi harapan faktor pelayanan

F : (k – 1) (h -1) = (4 -1) (5 -1) = 12 pengujian diukur pada tingkat significant 95%, maka x²t = 0,05 dan F = 12 = 21,03. Disini tampak bahwa nilai x² = 15,74 < x²t = 21,03 atau x² hitung < x² tabel pada tingkat kepercayaan 95%. Dari hasil pembuktian secara matematika maka dimana hasil perhitungan chi kuadrat adalah 15,74 lebih kecil dari x² tabel = 21,03 pada tingkat kepercayaan 95%, maka faktor fitur-fitur tidak mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card.

D. Faktor Keamanan

Tabel 7

Pernyataan responden terhadap faktor keamanan

Keterangan : Pernyataan responden diperoleh dari kuisioner

(12)

faktor keamanan mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card. Jika jawaban responden kurang penting, maka faktor ini kurang mempengaruhi dalam memilih Britama Prime Card. Dan jika jawaban responden tidak penting, maka faktor ini tidak mempengaruhi nasabah dalam memilih Britama Prime Card.

Tabel 8

Perhitungan chi kuadrat tentang pengaruh faktor keamanan

No Fo Fh ( fo – fh ) ( fo – fh )² ( fo – fh )²

Keterangan : fo : Frekuensi pengamatan faktor pelayanan

(13)

PENUTUP

Faktor yang paling dominan mempengaruhi nasabah pada PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang A. Yani Makassar dalam memilih Britama Prime Card adalah

1. Pada faktor harga hasil perhitungan chi kuadrat adalah 30,55 dan x²t = 21,03 pada tingkat kepercayaan 95%, bisa dilihat bahwa x² hitung = 30,55 > x² tabel = 21,03. Dari hasil chi kuadrat ini berarti faktor harga berpengaruh dalam memilih Britama Prime Card.

2. Pada faktor pelayanan hasil perhitungan chi kuadrat adalah 25,75 dan x²t = 21,03 pada tingkat kepercayaan 95%, bisa dilihat bahwa x² hitung = 25,75 > x² tabel = 21,03. Dari hasil chi kuadrat ini berarti faktor pelayanan berpengaruh dalam memilih Britama Prime Card.

DAFTAR PUSTAKA

Dendawijaya, Lukman. 2005. Manajemen Perbankan, Edisi Kedua. Ghalia Indonesia Jakarta.

Kasmir. 2000. Manajemen Perbankan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta

Mangkunegara, Anwar Prabu. 2002. Perilaku Konsumen. PT Refika Aditama. Bandung

Simamora, Bilson. 2002. Panduan Riset Perilaku Konsumen. Media Pustaka Utama. Jakarta

Sugiyono. 2003. Statistika Untuk Penelitian. CV Alfabeta. Bandung

Suyatno, Thomas. 2006. Kelembagaan Perbankan. PT Gramedia Pustaka Utama. Jakarta

Supardi. 2005. Metode Penelitian Ekonomi dan Bisnid. UII Pres. Yogyakarta

Tiro, Arif Muhammad. 1999. Uji Eksak Fisher Sebagai Alternatif Analisis Chi- Kuadrat. Hasanuddin University Press. Ujung Pandang

Figur

Tabel 2 Perhitungan Chi Kuadrat tentang pengaruh faktor harga
Tabel 2 Perhitungan Chi Kuadrat tentang pengaruh faktor harga . View in document p.7
Tabel 1 Pernyataan responden tentang harga
Tabel 1 Pernyataan responden tentang harga . View in document p.7
Tabel 3 Pernyataan responden terhadap faktor pelayanan
Tabel 3 Pernyataan responden terhadap faktor pelayanan . View in document p.8
Tabel 3 Pernyataan responden terhadap faktor pelayanan
Tabel 3 Pernyataan responden terhadap faktor pelayanan . View in document p.8
Tabel 4 Perhitungan chi kuadrat tentang pengaruh faktor pelayanan
Tabel 4 Perhitungan chi kuadrat tentang pengaruh faktor pelayanan . View in document p.9
Tabel 6 Perhitungan chi kuadrat tentang faktor fitur-fitur
Tabel 6 Perhitungan chi kuadrat tentang faktor fitur fitur . View in document p.10
Tabel 5 Pernyataan responden terhadap faktor fitur-fitur
Tabel 5 Pernyataan responden terhadap faktor fitur fitur . View in document p.10
Tabel 7 Pernyataan responden terhadap faktor keamanan
Tabel 7 Pernyataan responden terhadap faktor keamanan . View in document p.11

Referensi

Memperbarui...