• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROSES MORFOLOGI NOMINA PADA FIIL STULAS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PROSES MORFOLOGI NOMINA PADA FIIL STULAS"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

PADA FI’IL STULASTI DALAM BAHASA ARAB

untuk memenuhi tugas

Mata Kuliah Linguistik Umum I

Diampu oleh Dr. Suhandano, M.A.

Oleh:

Amanah 14/370991/PSA/7737

ILMU LINGUISTIK

FAKULTAS ILMU BUDAYA

UNIVERSITAS GADJAH MADA

(2)

PENDAHULUAN

Pada tata bahasa Arab proses pembentukan kata atau morfologi disebut dengan ilmu shorof. Al-Gholayaini (2009) menjelaskan definisi ilmu al-shorf sebagai ilmu yang mengkaji akar kata untuk mengetahui bentuk-bentuk kata arab dengan segala hal-ihwalnya di luar ‘irob dan bina’nya. Selain itu, juga mengenal adanya pola atau yang disebut dengan wazan yang berfungsi sebagai pembentukan kosa kata dengan akar kata. Sedangkan, akar kata dalam bahasa Arab berasal dari kata kerja . Proses pembentukan kata itu ada yang derivasi dan juga infleksi dalam bahasa Arab. Infleksi yaitu perubahan morfemis dengan mempertahankan identitas leksikal dari kata yang bersangkutan (Verhaar, 2012: 143) misalnya : dalam bahasa arab

بتك (kataba) artinya telah menulis بتكي (yaktubu) artinya sedang menulis.

Sedangkan derivasi yaitu proses morfemis yang menghasilkan kata dengan identitas morfemis yang lain (Verhaar, 2012: 143), misalnya : dalam bahasa arab

بتك (kataba) artinya telah menulis بتاك (kaatibun) artinya orang yang menulis.

Jadi, pada penelitian ini akan membahas bagaimana proses morfologi nomina pada fi’il stulasti yang mencakup mujarrod dan mazid (mujarrod bi kharfin, mujarrod bi kharfayni dan mujarrod bi stalastati akhrufin dan pola (wazan) untuk membentuk nomina yang khusus pada fa’il (pelaku).

PEMBAHASAN

Pada tata bahasa Arab, kata dilihat dari segi bentuknya dibagi menjadi tiga kategori yaitu kategori fi’il (kata kerja), kategori ism (kata benda) dan kategori huruf (kata penghubung). Oleh karena itu pada penelitian ini akan dibahas tentang pembentukan nomina yang termasuk dalam kategori ism (kata benda) yangmana asalnya atau akarnya dari kategori fi’il (kata kerja).

(3)

dua yaitu :

Pertama fi’il stusali mujarrod adalah fi’il (kata kerja) yang terdiri dari tiga huruf tanpa tambahan yangmana memilki enam wazan atau pola, sebagai berikut:

Pola pembentukan (wazan) untuk fi’il stulasi mujarrad terdiri atas 6 bab yaitu :

1. Fatkhu dhommin adalah di fatkhah ‘ain fi’il pada fi’il madhi (kata kerja lampau) dan di dhommah ‘ain fi’il pada fi’il mudhori’ (kata kerja sekarang), yaitu : - لَعف لُعفي .

2. Fatkhu kasrin adalah di fatkhah ‘ain fi’il pada fi’il madhi (kata kerja lampau) dan di dhommah ‘ain fi’il pada fi’il mudhori’ (kata kerja sekarang), yaitu : لِعفي – لَعف

3. Fatkhu fatkhin atau fatkhahtaani adalah di fatkhah ‘ain fi’il pada fi’il madhi (kata kerja lampau) dan fi’il mudhori’(kata kerja sekarang), yaitu : لَعفي – لَعف

4. Kasru fatkhin adalah di kasroh ‘ain fi’il pada fi’il madhi (kata kerja lampau) dan di fatkhah ‘ain fi’il pada fi’il mudhori’ (kata kerja sekarang), yaitu : لَعفي – لِعف

5. Dhommu dhommin adalah di dhommah ‘ain fi’il pada fi’il madhi (kata kerja lampau) dan fi’il mudhori’(kata kerja sekarang), yaitu: لُعفي – لُعف

6. Kasru kasrin adalah di kasroh ‘ain fi’il pada fi’il madhi dan mudhori’, yaitu :- لِعف لِعفي

Berdasarkan penjelasan diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa pola fi’il mudhori’ (kata kerja sekarang) ada tiga pola yaitu : yaf’ulu ( لُعفي ), yaf’ilu ( لِعفي ), dan yaf’alu ( لَعفي ).

Kedua, fi’il mazid adalah kata kerja yang ada huruf tambahannya, dibagi menjadi 3 yaitu:

1. Bikharfin adalah fi’il yang mendapatkan tambahan satu huruf atau disebut dengan fi’il ruba’i , dan memiliki 3 pola sebagai berikut : - لِعفُي – لعفأ ، لِعافُي – لعاف لّعف لّعَفُي ، .

2. Bikrarfaini adalah fi’il yang mendapat tambahan dua huruf atau disebut dengan fi’il khumasi, dan memilki 5 pola sebagai berikut: ّلعفي – ّلعفِا ، لعفني – لعفنا ، لِعتفي – لعتفِإ ، لّعفتي – لّعفت ، لعافتي – لعافت

(4)

2. Fi’il ruba’i adalah fi’il (kata kerja ) yang terdiri dari empat huruf, dan dibagi menjadi dua yaitu:

Pertama, mujarrad adalah fi’il (kata kerja) yang terdiri dari empat huruf dan tidak ada huruf tambahan, pola atau wazan yaitu sebagai berikut : ُلِلعَفُي – َلَلعَف .

Kedua , mazid adalah fi’il (kata kerja) yang terdiri dari empat huruf dan mendapatkan tambahan, sehingga dibagi menjadi dua yaitu :

1. Bikharfin adalah fi’il (kata kerja) yang terdiri empat huruf dan mendapatkan tambahan satu huruf dengan pola atau wazan : ُلَلْعفتي – َلَلْعفت .

2. Bikharfaini adalah fi’il (kata kerja) yang terdiri empat huruf dan mendapatkan tambahan dua huruf, dengan pola atau wazan : للنعفي – للنعفا ، للعفي – للعفا

Proses Pembentukan Nomina pada Fi’il Stulasti .

1. Fi’il stulasti mujarrod

No. Pola Contoh Proses morfologi

Asal pelaku

1. ٌلِعاَف (Faa’ilun)

َبَتَك (Kataba)

ٌبِتاَك (Kaatibun)

Penambahan alif dan perubahan bunyi.

2. ٌلِعاَف (Faa’ilun)

َمِلَع (‘Alima)

ٌمِلاَع (‘Aalimun)

Penambahan alif dan perubahan bunyi.

3. ٌلَعَف (Fa’alun)

َنُسَح (Khasuna)

ٌنَسَح (Khasanun)

Perubahan bunyi.

(5)

a. Fi’il stulasti mujarrod bi kharfaini

No. Pola Contoh Proses morfologi

Asal Pelaku

Penambahan mim dan perubahan bunyi. penambahan mim dan perubahan bunyi.

Berdasakan tabel diatas proses morfologi pada fi’il stulasti mujarrod bi kharfin ada dua yaitu : ada yang menggunakan penambahan mim dan perubahan bunyi dan ada yang menggunakan penghilangan alif, penambahan mim dan perubahan bunyi.

b. Fi’il stulasti mujarrod bi kharfaini.

No. Pola Contoh Proses morfologi

Asal Pelaku

Penambahan mim, dan perubahan bunyi.

(6)

4. ٌلِعَفْنُم penambahan mim dan perubahan bunyi. penambahan mim dan perubahan bunyi.

Berdasarkan tabel diatas proses morfologi pada fi’il stulasti mujarrod bi kharfaini ada dua yaitu ada yang menggunakan penambahan mim dan perubahan bunyi dan ada yang menggunakan penghilangan alif, penambahan mim dan perubahan bunyi.

c. Fi’il stulasti mujarrod bi stalaastati akhrufin.

No .

Pola Contoh Proses morfologi

Asal Pelaku penambahan mim dan perubahan bunyi. penambahan mim dan perubahan bunyi. penambahan mim dan perubahan bunyi. penambahan mim dan perubahan bunyi.

(7)

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa proses morfologi pada fi’il stulasti yang meliputi mujarrod dan mazid (mujarrod bi kharfin, mujarrod bi kharfaini, dan mujarrod bi stalastati akhrufin) ada empat yaitu : (1) ada yang menggunakan penambahan alif dan perubahan bunyi, (2) ada yang menggunakan perubahan bunyi, (3) ada yang menggunakan penambahan mim dan perubahan bunyi , dan (4) ada yang menggunakan penghilangan alif, penambahan mim, dan perubahan bunyi. Sedangkan pola atau wazan untuk membentuk nomina yang khusus pada fa’il (pelaku) pada fi’il stulasti yang meliputi mujarrod dan fi’il mazid (mujarrod bi kharfin, mujarrod bi kharfaini, dan mujarrod bi stalastati akhrufin) ada 14 pola, sebagai berikut: (1) ٌلِِِعاَف (faa’ilun) , (2) ٌلَِِعَف (fa’alun), (3) ًلّعَفُم (mufa’’alan), (4) ٌلِِِعاَفُم (mufaa’ilun), (5) ٌلِِِعْفُم (muf’ilun), (6) ٌلِعاَفَتُم (mutafaa’ilun), (7) ٌلّعَفَتُم (mutafa’’ilun), (8) ٌلِِِعَتْفُم (mufta’ilun), (9) ٌلِِِعَفْنُم (munfa’ilun), (10) ّلَعْفُم (muf’allun), (11)ٌلِعْفَتْسُم (mustaf’ilun), (12) ٌلّوَعْفُم (muf’au’ilun), (13) ّلاَعْفُم (muf’aallun), (14) ٌلّوَعْفُم (muf’awwilun).

DAFTAR PUSTAKA

Al-Ghalayaini . M. (2009). Jami’u al-Durus al-‘Arabiyah . Beirut: Daar al-Fikr.

Al-Khotib, Thohir Yusuf. (2011). al-Mu’jam al-Mufashil fii al-‘Irob.Libanon: Daar al-Kutub al-‘Ilmiyah.-Beirut.

Chaer, Abdul. (2008). Morfologi Bahasa Indonesia (Pendekatan Proses). Jakarta: PT Rineka Cipta.

Chaer, Abdul. (2012). Linguistik Umum edisi revisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.

Fromkin, Victoria,dkk. An Introduction to Language Ninth Edition. Amerika: Wadsworth Cengage Learning.

(8)

Ma’shum, M. (TT). al-Amtsilatu at-Tashrif. Surabaya: Maktabah Syaikh Salim.

Massih, George.M.Abdul . (2001) . Mu’jamu Qawa’idi al-Lughoti al-‘Arabiyah fii jadawali walaukhat (A Dictionary of Arabic Grammar in Charts and Tables). Beirut: Maktabah Libanon Nasyirun.

Parera, Jos Daniel. (2007). Morfologi Bahasa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Verhaar, J.W.M. (2012). Asas-Asas Linguistik Umum. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

http://file.upi.edu/Direktori/FPBS/JUR._PEND._BAHASA_ARAB/195307271980111-MAMAT_ZAENUDDIN/Jamak_Taksir.pdf. (Di akses pada tanggal 16 Desember 2014 pukul 19.01)

http://nahwusharaf.wordpress.com/2010/10/23/definisiirab-isim-mulhaq-jama-mudzakkar-salim-%C2%BB-pembahasan-kitab-alfiya-bait-36-37-38/. (Di akses pada tanggal 16 Desember 2014).

http://sastramutiarawibiksana.wordpress.com/2011/02/10/linguistik-arab-morfologi/. ( Di akses pada tanggal 27 Desember 2014).

Referensi

Dokumen terkait

Simpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa rokok mempengaruhi morfologi spermatozoa normal pada perokok berdasarkan Indeks Brinkman dan semakin

(2005) mengenai kekerabatan antar anggrek spesies berdasarkan sifat morfologi tanaman dan bunga, hasil analisis cluster memperlihatkan bahwa anggrek yang berasal

Analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu dengan melihat morfologi serbuk sari meliputi unit, polaritas, simetri, ukuran, bentuk, tipe apertur, dan bentuk permukaan

Pada praktikum kali ini tentang morfologi dan anatomi tumbuhan tingkat rendah dapat disimpulkan bahwa para praktikan dapat mengumpulkan ciri-ciri morfologi dan anatomi

Berdasarkan pola (I) di atas, dapat dijelaskan bahwa pada verba R transitif terdapat dua kali proses morfologi, yakni (1) pada D yang berupa verba transitif terjadi proses R

Berdasarkan pengamatan karakter morfologi serbuk sari dari tujuh varietas Coleus scutellarioides dapat disimpulkan bahwa unit serbuk sarinya adalah tipe monad

Analisis data dilakukan secara kualitatif yaitu dengan melihat morfologi serbuk sari meliputi unit, polaritas, simetri, ukuran, bentuk, tipe apertur, dan bentuk permukaan

KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil penelitian analisis kajian morfologi pada teks berita kolom Show & Selebriti koran harian Jawa Pos edisi Juni 2022 dengan judul berita