• Tidak ada hasil yang ditemukan

Makalah Biokimia Senyawa Metabolit Buah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Makalah Biokimia Senyawa Metabolit Buah"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

MANFAAT SENYAWA BETAKAROTEN PADA

BUAH NAGA UNTUK KESEHATAN

Makalah ini diajukan untuk memenuhi

tugas mata kuliah Biokimia

Nama : Muharram Indrawan

NIM : 35.2014.6.3.0899

Dosen Pengampu : Niken Trisnaningrum, S.P., M.Si

PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS DARUSSALAM GONTOR

(2)

KATA PENGANTAR

Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Segala puji bagi Allah Subhaanahu Wa Ta’aala yang telah mencurahkan nikmat-nikmat yang telah diberikan kepada kita, khusunya saya sendiri sehingga saya dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Dan tentu tak lupa sholawat dan salam selalu terucap untuk rasul kita nabi

Muhammad Sallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan para sahabatnya yang telah menunjukkan dan menuntun kita menuju agama kebenaran yaitu agama islam.

Tak pernah lupa saya berterima kasih kepada dosen-dosen program studi Agroteknologi khususnya Ustadzah Niken Trisnaningrum yang penuh kesabaran dan istiqomah mau membimbing kami dalam mata kuliah Biokimia.

Dan juga kepada semua orang yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu yang mau menjadi teman saya dan memberi saya semangat hingga dapat menyelesaikan tugas makalah ini.

Terima kasih.

Wassalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Ponorogo, 12 November 2015

(3)

PENDAHULUAN

I. LATAR BELAKANG

Buah naga adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan,Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan.Hylocereus hanya mekar pada malam hari.

Dan senyawa metabolit sekunder yang diproduksi didalam tanaman buah naga adalah senyawa-senyawa atau komponen metabolit sekunder seperti saponin, triterpenoid, isoprenoid, flavonoidcyanogenic glucoside, glucosinolate dan

nonprotein aminoacid dan alkaloid. Tanaman kaktus/buah naga telah dipelajari para ilmuwan karena mempunyai kandungan bahan aktif alkaloid, berupa ß-phenylethylaminedan tetraisoquinoline. Sampai saat ini lebih dari 60 senyawa dalam tanaman kaktus/buah naga yang sudah diisolasi antaralain adalah anhalonine, hordenine,mescaline, N- acetylmescaline, pellontine, tyramine.

Di dalam buah naga juga mempunyai senyawa betakaroten yang manfaat utamanya berasal dari vitamin A yang lazim terkandung di dalamnya, yakni membantu kesehatan kulit agar mampu bernapas dan terbebas dari kotoran. Beta karoten juga memperbaiki sel batang dan sel kerucut pada retina serta membantu penglihatan secara umum. Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa beta karoten mencegah penurunan kemampuan kognitif akibat usia.

(4)

ISI

I. BUAH NAGA DAN PERKEMBANGANNYA

Buah naga adalah buah dari beberapa jenis kaktus dari marga Hylocereus dan Selenicereus. Buah ini berasal dariMeksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan namun sekarang juga dibudidayakan di negara-negara Asia seperti Taiwan,Vietnam, Filipina, Indonesia dan Malaysia. Buah ini juga dapat ditemui di Okinawa, Israel, Australia utara dan Tiongkok selatan.Hylocereus hanya mekar pada malam hari.

Pada tahun 1870 tanaman ini dibawa orang Perancis dari Guyana ke Vietnam sebagai tanaman hias. Oleh orang Vietnam dan orang Cina buahnya dianggap membawa berkah. Oleh sebab itu, buah ini selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga berwarna hijaudi atas meja altar. Warna merah buah terlihat mencolok di antara warna naga-naga yang hijau. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam yang sangat terpengaruh budaya Cina dikenal sebagai thang loy (buah naga). Istilah Thang loy kemudian diterjemahkan di Eropa dan negara lain yang berbahasa Inggris sebagai dragon fruit (buah naga).

Buah naga memiliki warna kulit yang menyala, kulitnya juga tidak mulus, melainkan berlapis sehingga mirip sisik ular besar atau naga. Isi buahnya berwarna putih, merah atau ungu dengan taburan biji-biji berwarna hitam. Tekstur isinya seperti selasih dengan cita rasa seperti buah kiwi. Tanaman memproduksi berbagai macam bahan kimia untuk tujuan tertentu, yang disebut dengan metabolit sekunder.

II. KANDUNGAN DAN SENYAWA METABOLIT DALAM BUAH NAGA

Metabolit sekunder tanaman merupakan bahan yang tidak esensial untuk kepentingan hidup tanaman tersebut,tetapi biasanya mempunyai fungsi yang unik misalnya untuk berkompetisi dengan makhluk hidup lainnya, atau untuk memikat serangga dalam menyebarkan benih.

(5)

dan alkaloid. Tanaman kaktus/buah naga telah dipelajari para ilmuwan karena mempunyai kandungan bahan aktif alkaloid, berupa ß-phenylethylaminedan

tetraisoquinoline. Sampai saat ini lebih dari 60 senyawa dalam tanaman kaktus/buah naga yang sudah diisolasi antaralain adalah anhalonine, hordenine,mescaline, N- acetylmescaline, pellontine, tyramine.

Senyawa hordenine dan tyramine mempunyai khasiat sebagai anti mikroba yang dapat mencegah berbagai jenis penyakit seperti arthritis, influen-za, infeksi, diabetes, sakit telinga, sakit mata, rematik, gigitan binatang berbisa dan sebagainya. Beberapa jenis kaktus/buah naga yang lain dikenal sebagai tanaman obat adalah dari jenis prickly pearcactusyang terdiri dari beberapa spesies seperti Opuntia dillenii, Opuntia engelinanii, Opuntiaficus indica, Opuntia playachatha, dan Opuntia santa-rita. Jenis kaktus/buah naga yang dikenal saat ini adalah buah naga (dragon fruit) yang termasuk dalam genus Helocereus dan Seleniereus. Meskipun tanaman kaktus/buah naga selama ini banyak dikenal sebagai tanaman hias, kaktus/buah naga juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan, bahan industri pewarna, pakan ternak dan bahan obat obatan.

Alkaloid merupakan bahan organik yang mengandung nitrogen sebagai bagian dari sistim heterosiklik, Alkaloid merupakan metabolit sekunder yang paling banyak diproduksi tanaman tanaman kaktus/buah naga banyak mengandung

ßphenylethylamine dan tetraisoquinoline. Sampai saat ini,banyak penelitian yang dilakukan terhadap tanaman kaktus/buah naga ditekankan pada mengetahui kandungan metabolit sekundernya yang berfungsi sebagai biofarmaka.

Tapi, dari sekian banyak kandungan senyawa metabolit yang ada di dalam tanaman buah naga, saya hanya akan membahas senyawa betakaroten dan beberapa manfaatnya juga kekurangannya.

III MANFAAT SENYAWA BETAKAROTEN DI DALAM BUAH NAGA

(6)

sebenarnya tidak demikian. Cukup mendapatkan asupan vitamin A adalah kunci untuk memiliki penglihatan yang baik, sistem kekebalan tubuh yang kuat dan kesehatan secara umum.

Betakaroten juga merupakan pigmen kuat pada tanaman yang memberikan warna kuning, oranye, sampai merah. Semakin kemerah-merahan warna buah atau sayuran tersebut maka, kandungan betakarotennya akan semakin tinggi. Betakaroten juga merupakan sumber terbaik dari salah satu vitamin penting, yakni vitamin A. Vitamin A diperlukan untuk meningkatkan kesehatan penglihatan dan kulit. Meskipun terdapat senyawa lain yang menjadi sumber vitamin A, beta karoten merupakan sumber yang paling utama.

Manfaat utama beta karoten berasal dari vitamin A yang lazim terkandung di dalamnya, yakni membantu kesehatan kulit agar mampu bernapas dan terbebas dari kotoran. Beta karoten juga memperbaiki sel batang dan sel kerucut pada retina serta membantu penglihatan secara umum. Selain itu, hasil penelitian menemukan bahwa beta karoten mencegah penurunan kemampuan kognitif akibat usia.

Dan berikut ini beberapa penyakit yang dapat diobati dengan mengkonsumsi buah naga :

a. Penyakit jantung

Orang yang makan makanan kaya beta-karoten memiliki risiko yang lebih rendah terkena penyakit jantung. Beta karoten dan vitamin E bekerja sama mengurangi oksidasi kolesterol Jahat (LDL), sehingga akan menurunkan risiko aterosklerosis dan penyakit jantung koroner.

b. Masalah sistem pernapasan.

Asupan beta karoten dan vitamin C ditemukan bisa meningkatkan kapasitas paru-paru dan meredakan masalah pernapasan, seperti asma, bronkitis dan emfisema.

(7)

Studi menunjukkan hasil jika orang yang makan kaya karotenoid memiliki risiko yang jauh lebih rendah dari penyakit kanker payud*ra, kanker usus besar dan kanker paru-paru. Salah satu cara untuk melawan kanker dari senyawa ini adalah karena sifatnya yang antioksidan. Sementara itu, cara lain yang dilakukan karotenoid adalah membantu menjaga komunikasi antar sel-sel yang tepat, sehingga efektif untuk pencegahan dan melawan pertumbuhan sel kanker.

d. Sistem kekebalan tubuh.

Beta karoten juga membantu mengaktifkan kelenjar thymus, yaitu salah satu faktor paling penting untuk kekebalan tubuh. Kelenjar timus akan merangsang sistem kekebalan tubuh untuk melawan infeksi dan virus, dan menghancurkan sel-sel kanker sebelum menyebar.

e. Melindungi dari radiasi.

Gabungan Beta-karoten, vitamin C dan vitamin E akan melindungi tubuh secara signifikan dari radiasi ultraviolet matahari dan kemoterapi. Penting untuk dicatat bahwa vitamin C dan vitamin E adalah gabungan kekuatan antioksidan yang lebih efektif.

f. Diabetes.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang rendah betakaroten dalam tubuhnya jauh lebih mungkin menderita gangguan toleransi glukosa dan diabetes.

g. Rheumatoid Arthritis.

Penelitian menunjukkan bahwa tingkat rendah beta karoten dan vitamin C adalah faktor risiko tinggi untuk rheumatoid arthritis.

(8)

PENUTUP

I. KESIMPULAN

Dapat disimpulkan bahwa buah naga mempunyai banyak senyawa dan vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan. Dan senyawa betakaroten adalah salah satu senyawa yang bermanfaat. Tapi, mengkonsumsinya terlalu banyak akan menimbulkan efek samping dan ketidakstabilan bagi kesehatan tubuh kita. Maka dari itu, kita cukup mengkonsumsi buah naga secukupnya saja dan tidak

berlebihan.

II. SARAN

(9)

DAFTAR PUSTAKA

Putra. Rizema Sitiatava. 2011. Buah Naga. Laksana. Jakarta.

(10)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian diharapakan dapat memberikan informasi pada bidang Kimia Bahan Alam Hayati khususnya mengenai golongan senyawa flavonoida yang terkandung dalam kulit

Dari hasil penelitian diharapakan dapat memberikan informasi pada bidang Kimia Bahan Alam Hayati khususnya mengenai golongan senyawa flavonoida yang terkandung dalam kulit

Keanekaragaman flora (biodiversity) berarti keanekaragaman senyawa kimia (chemodiversity) yang kemungkinan terkandung di dalamnya baik yang berupa metabolisme primer

Berdasarkan data literatur, senyawa kumarin yang telah di isolasi dari Clausena excavata itu adalah yang berasal dari daun dan ranting (Takemura,dkk, 2000), daun dan kulit

Isolasi senyawa flavonoida yang terkandung di dalam kulit buah rambutan (Nephellium lappaceum L.) dilakukan dengan maserasi dengan pelarut metanol.. Ekstrak pekat metanol

Salah satu metode pemisahan senyawa antioksidan yang terkandung dalam kulit buah naga ( Hylocereus constaricensis ) dengan teknik maserasi yang mana kemudian hasil ekstrak

sebesar 0,583 mg/mL, dimana hasil ini membuktikan bahwa terdapat senyawa yang aktif sebagai antioksidan dalam ekstrak etanol kulit buah naga merah. Semakin tinggi

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi molekular antara dua senyawa flavonoid utama yang terkandung dalam kulit buah jeruk yakni hesperidin dan