• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persyaratan untuk Memperoleh Izin Prinsi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Persyaratan untuk Memperoleh Izin Prinsi"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

Persyaratan untuk Memperoleh Izin Prinsip bagi Industri dan Jasa A. Izin Prinsip

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Undang-Undang No. 32 Tahun 2000 tentang Pemerintaha Daerah, Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintah Daerah dan Provinsi dan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota, IP dibutuhkan dalam rangka mendirikan perusahaan baru atau dalam rangka memulai usaha baik sebagai penanaman modal asing (PMA) atau penanaman modal dalam negeri (PMDN) atau dalam rangka perpindahan lokasi proyek PMA atau PMDN.

Tergantung kepada natur dan besarnya nilai investasi, IP ini dapat diajukan kepada Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Bidang Penanaman Modal seperti Badan Kordinasi Penanaman Modal atau juga Badan Perizinan Terpadu yang ada di tingkat Kabupaten/Kota atau Provinsi. Bila pemegang saham perusahaan Anda adalah warga negara asing dan sebagian lagi orang warga Negara Indonesia, maka pengurusan IP dilakukan oleh Badan Kordinasi Penanaman Modal.

B. Pengurusan Izin di Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Bila Perusahaan Anda Belum Terbentuk, dokumen atau data-data berikut dibutuhkan untuk pengurusan IP :

1. Formulir IP, yang dilengkapi dan ditandatangani oleh seluruh calon pemegang saham dari perusahaan PMA

2. Nama-Nama Calon Pemegang Saham

3. Kartu Tanda Penduruk (bagi WNI) atau Kartu Tanda Pengenal yang sah (bagi Warga Negara Asing) seperti Paspor

4. NPWP (bagi warga WNI)

5. Production Flow Chart dilengkapi dengan penjelasan detail mulai dari bahan baku sampai menjadi produk akhir (bagi industri) atau uraian kegiatan dan penjelasan produk jasa yang dihasilkan (bagi

6. sektor jasa)

7. Rekomendasi dari instansi pemerintah terkait apababila dipersyaratkan 8. Nama perusahaan yang akan dibentuk

9. Bidang Usaha Perusahaan yang akan dibentuk 10. Lokasi Proyek (Proyeksi)

11. Data-Data Estimasi Produksi dan Pemasaran 12. Luas Tanah yang dibutuhkan

(2)

16. Surat Pernyataan bahwa data-data yang disajikan adalah benar

C. Persyaratan Izin Prinsip (IP) bagi Pemohon yang Berbentuk Badan (Perusahaan) Bila badan resmi sudah terbentuk seperti Perusahaan (PT), berikut adalah data-data yang dibutuhkan:

1. Formulir IP, yang dilengkapi dan ditandatangani oleh seluruh calon pemegang saham dari perusahaan PMA

2. Nama Pimpinan Tertinggi Perusahaan 3. Nama Perusahaan

4. Copy Akta Pendirian

5. Copy Surat Keterangan Domisili Usaha 6. Copy NPWP

7. Copy Surat Pengesahan dari Menteri Hukum dan HAM 8. Copy SIUP

9. Copy TDP 10. Bidang Usaha

11. Lokasi Proyek (Proyeksi)

12. Data-Data Estimasi Produksi dan Pemasaran 13. Luas Tanah yang dibutuhkan

14. Jumlah Tenaga Kerja 15. Rencana Nilai Investasi 16. Rencana Permodalan

17. Surat Pernyataan bahwa data-data yang disajikan adalah benar

Referensi

Dokumen terkait

pemerintah dengan penanam modal asing.. 3) Pengaturan divestasi saham pada perusahaan penanaman modal. asing di bidang pertambangan umum di Indonesia tidak

(3) Setiap dokter atau dokter gigi warga negara asing yang dengan sengaja melakukan praktik kedokteran tanpa memiliki surat tanda registrasi bersyarat sebagaimana dimaksud dalam

3. Akibat hukum apa yang timbul dalam penerbitan kartu izin tinggal terbatas. dan kartu izin tinggal tetap warga

Kebijakan dividen tiap-tiap perusahaan tidaklah sama, ada pilihan yang dihadapi manajer keuangan ketika memutuskan untuk mendistribusikan sejumlah kas kepada pemegang

Selanjutnya pemegang saham tersebut berhak untuk hadir dan memberikan suara dalam Rapat Umum Pemegang Saham yang akan diselenggarakan oleh PT Bank Tabungan Negara

947 Sementara kelemahan dari pihak Churchill antara lain akuisisi saham Ridlatama secara illegal, melanggar prosedur penanaman modal asing yang berlaku di

ANALISIS POLITIK KEBIJAKAN KEIMIGRASIAN DALAM MENCEGAH PENYALAHGUNAAN IZIN TINGGAL KUNJUNGAN WARGA NEGARA ASING (STUDI KASUS: IZIN TINGGAL KUNJUNGAN WARGA NEGARA RRT DI

Ketenagakerjaan di jelaskan bahwa: “Tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah Indonesia”.49 Menurut pasal 4 dalam Peraturan Pemerintah