• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis - Implementasi Sistem Informasi Geografis Untuk Menentukan Jarak Terpendek Menggunakan Algoritma Dijkstra Berbasis Web (Studi Kasus : Tempat Wisata di Kota Banda Aceh)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Sistem Informasi Geografis - Implementasi Sistem Informasi Geografis Untuk Menentukan Jarak Terpendek Menggunakan Algoritma Dijkstra Berbasis Web (Studi Kasus : Tempat Wisata di Kota Banda Aceh)"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 2.1 Peta Raster dan Peta Vektor
Gambar 2.2 Graph Berarah dan Berbobot
Gambar 2.5 Graph tidak berarah dan tidak berbobot.
Gambar 2.6Graph A, B, C, D, E, F
+4

Referensi

Dokumen terkait

Pencarian jarak terpendek menggunakan Algoritma Dijkstra dapat di implementasikan kedalam sistem informasi geografis untuk menunjukkan jarak terpendek yang akan dilalui

Komputer banyak digunakan untuk melakukan pencarian lintasan terpendek (shortest path), yang ditampilkan dalam model simulasi.Ide dari penelitian ini berawal dari

Setelah user memilih lokasi posisi awal dan memilih mall tujuan aplikasi akan memproses pencarian rute terpendek dengan menggunakan algoritma dijkstra yang kemudian akan

berikut menunjukkan graf berarah dan berbobot yang terdiri dari tujuh titik yaitu

ataupun menghasilkan suatu produk yang memiliki fungsi praktis lainnya [6]. Berdasarkan definisi kedua jenis penelitian diatas, maka penelitian tentang aplikasi pencarian

Dijkstra merupakan salah satu varian bentuk algoritma popular dalam pemecahan persoalan terkait masalah optimasi pencarian lintasan terpendek sebuah lintasan yang mempunyai

Algortima Dijkstra dapat melakukan pencarian jalur terpendek dari posis titik awal sampai titik akhir lokasi dengan keakuratan nilai jarak rata-rata 0.03% terhadap

Dari hasil yang diperoleh pada setiap pengujian dapat disimpulkan bahwa sistem ini dapat berfungsi dengan baik dalam menemukan jalur terpendek dari suatu node