• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manajemen Keuangan 03

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Manajemen Keuangan 03"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

M anajemen Keuangan

(Pertemuan Ketiga)

“Penilaian Sekuritas Keuangan”

Disampaikan oleh:

(2)

Cakupan Materi

Jenis dan fitur obligasi.

Cara perhitungan harga obligasi.

Perhitungan harga wajar dari saham (common stock).

Dividend Discount Model.

(3)

Valuasi untuk obligasi dan saham

Prinsip yang harus diperhatikan: nilai dari setiap sekuritas keuangan merupakan present value dari setiap ekspektasi

arus kas yang diprediksi akan terjadi di masa depan.

Untuk melakukan valuasi saham dan obligasi, yang harus diperhatikan adalah:

– Estimasi ekspektasi arus kas: terutama berkaitan dengan ukuran (seberapa besar) dan waktu (kapan terjadinya).

– Tingkat diskonto yang digunakan untuk menghitung PV dari ekspektasi arus kas. Tingkat diskonto yang digunakan harus tepat dan mencerminkan risiko dari sekuritas yang divaluasi.

(4)

Definisi Obligasi

Obligasi (bond) merupakan perjanjian terikat antara peminjam (bond issuer) dan yang meminjamkan (bondholder)

terkait dengan:

– Nilai pokok dari hutang.

– Besarnya arus kas periodik dan waktu pembayarannya.

Dengan demikian, obligasi merupakan surat hutang jangka panjang (berjangka waktu lebih dari satu tahun) antara issuer

(5)

Contoh Obligasi

Misalkan pemerintah US menerbitkan obligasi dengan kupon 6.375% yang mulai terdaftar di bursa pada dengan informasi sebagai berikut:

– Nilai par dari obligasi tersebut adalah $1,000.

– Pembayaran kupon dilakukan semi annually (per semester), dibayarkan pada akhir tanggal 30 Juni dan 31 Desemebr setiap tahun. – Karena pembayaran kupon dilakukan per semester, maka kupon per

semesternya adalah $31.875 ((6.375%/ 2) X $1.000).

– Pada 1 Januari 2002, besar dan periode arus kas dari obligasi tersebut adalah sebagai berikut:

02

(6)

Cara menghitung obligasi

Identifikasi besarnya arus kas (dalam hal ini kupon) dan periode pembayarannya (per tahun, semester, kuarter, dll).

Diskontokan arus kas tersebut dengan tingkat suku bunga yang tepat. Dalam obligasi, tingkat suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokkan semua arus kas di periode obligasi dinamakan dengan yield to maturity (YTM).

(7)

Cara menghitung nilai obligasi (lanjutan)

(8)

Cara menghitung nilai obligasi (contoh)

(9)

Beberapa konsep penting

Harga obligasi dengan tingkat suku bunga pasar akan bergerak secara berlawanan. Jika tingkat suku bunga pasar naik, harga obligasi akan turun dan sebaliknya.

Jika tingkat kupon = YTM, harga obligasi = nilai par

Jika tingkat kupon > YTM, harga obligasi > nilai par (premium bond)

Jika tingkat kupon < YTM, harga obligasi < nilai par (discount bond)

Obligasi dengan jatuh tempo lebih lama akan relatif lebih sensitif terhadap perubahan tingkat suku bunga pasar dibandingkan obligasi dengan jatuh tempo lebih pendek.

(10)

YTM dan Nilai Obligasi

800 1000 1100 1200 1300 $1400

0 0.01 0.02 0.03 0.04 0.05 0.06 0.07 0.08 0.09 0.1

Discount Rate

Bond V

alue

6 3/8

Ketika YTM < coupon, obligasi dijual pada harga premium

Ketika YTM = coupon, obligasi dijual pada harga par

(11)

Jatuh Tempo dan Volatilitas Obligasi

C

Bandingkan 2 obligasi berikut. Obligasi dengan jatuh tempo lebih lama akan memiliki volatilitas lebih tinggi terkait dengan perubahan yield di pasar

Discount Rate

Bond V

alue

Par

Short Maturity Bond

Long Maturity Bond

(12)

Tingkat kupon dan Volatilitas Obligasi

Bandingkan 2 obligasi berikut. Obligasi berkupon rendah akan relatif lebih volatile terhadap perubahan tingkat suku bunga.

Discount Rate

Bond V

alue

High Coupon Bond

(13)

Valuasi Saham (

Common Stock

)

Arus kas dari saham adalah dividend dan capital gain (jika dijual).

Valuasi untuk saham akan tergantung dari beberapa kondisi berikut:

– Pertumbuhan nol.

– Pertumbuhan konstan.

– Pertumbuhan tidak konstan.

(14)

Saham tanpa pertumbuhan dividen

Asumsikan saham yang akan memberikan dividend dengan jumlah yang sama setiap periodenya.

Karena arus kas dari dividend bernilai konstan dan terjadi setiap periode selamanya, maka valuasi saham bisa menggunakan perpetuity:

(15)

Contoh

Perusahaan ABC diharapkan akan memberikan dividen sebesar $0.75 per tahun, dimulai dari tahun ini hingga seterusnya. Jika saham tersebut akan menghasilkan return tahunan 12%, berapa nilai saham ABC tersebut?

P

0

= Div

1

/ r

= 0.75/0.12 = $6.25

0 1 2 3 4

$0.75 $0.75 $0.75 $0.75

(16)

Saham dengan Pertumbuhan Konstan

Asumsikan dividend akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan konstan pada setiap periode:

Karena arus kas akan tumbuh konstan selamanya, maka valuasi dapat menggunakan perpetuity dengan pertumbuhan konstan:

)

1

(

Div

Div

1 0

g

2 0

1

2

Div

(

1

)

Div

(

1

)

Div

g

g

3 0

2

3

Div

(

1

)

Div

(

1

)

Div

g

g

. . .

g

r

(17)

Contoh

XYZ merupakan perusahaan yang akan membayarkan dividend sebesar $3.60 satu tahun dari sekarang. Dividend di tahun-tahun berikutnya diekskpektasikan akan tumbuh dengan tingkat pertumbuhan konstan 4%. Jika saham lain yang serupa dengan XYZ menghasilkan return tahunan 16%, berapa harga dari saham XYZ saat ini?

$3.60 $3.60*1.04 $3.60 1.042 $3.60 1.043

P

0

= Div

1

/ (r-g)

= 3.60/(0.16-0.04)

= $30.00

0 1 2 3 4

(18)

Saham dengan Pertumbuhan Tidak Konstan

Asumsikan dividen saham akan tumbuh pada tingkat pertumbuhan yang berbeda selama jangka waktu tertentu dan kemudian akan tumbuh stabil berikutnya.

Untuk melakukan valuasi saham dengan pertumbuhan tidak konstan, yang dibutuhkan adalah:

– Estimasi dividend di masa depan pada setiap periode dimana pertumbuhan tidak konstan.

– Estimasi nilai saham pada periode pertumbuhan stabil.

(19)

Saham dengan Pertumbuhan Tidak Konstan

Asumsikan bahwa dividend akan tumbuh pada tingkat g1 untuk N tahun dan kemudian tumbuh pada tingkat g2 seterusnya:

(20)

Dividend akan tumbuh pada tingkat g1 untuk N tahun dan g2

setelahnya:

)

(1

Div

0

g

1

Div

0

(1

g

1

)

2

N

g

)

(1

Div

0 1

Div

(1

)

(1

)

)

(1

Div

2 1

0

2

g

g

g

N N

0 1 2

N N+1

(21)

Kita dapat menghitung nilai semuanya dengan menjumlahkan:

1. N-tahun annuitas pada tingkat g1:

2. Nilai PV saham pada periode konstan dengan menggunakan perpetuity pertumbuhan konstan pada tingkat g2 pada periode N+1

T

(22)
(23)

Contoh

Sebuah saham baru saja membayar dividend sebesar $2. Dividend tersebut diprediksi akan tumbuh sebesar 8% per tahun selama 3 tahun, dan kemudian tumbuh sebesar 4% selamanya. Jika return dari saham tersebut 12%, berapa nilai saham tersebut?

(24)
(25)

08)

konstan yang mulai di tahun 4 dapat divaluasi sebagai growing perpetuity pada tahun 3.

(26)

Mengestimasi parameter dalam model Dividen

Nilai perusahaan (dilihat dari nilai saham) tergantung dari tingkat pertumbuhan g dan tingkat diskonto r.

(27)

Darimana

g

berasal?

Formula untuk pertumbuhan perusahaan (g):

Perusahaan akan memiliki pertumbuhan pendapatan jika investasi bersihnya positif (total investment-depresiasi).

Agar dapat tumbuh, perusahaan harus menahan sebagian keuntungannya.

Sehingga :

Earnings

next

Year

Earning

s this

Year

Retained

earnings

this Year

Return

on

retained

earnings

=

+

X

(28)

Darimana

g

berasal?

Jika kedua sisi dibagi dengan pendapatan tahun ini:

Sehingga perhitungan tingkat pertumbuhan g adalah:

g = Retention ratio

×

Return on retained earnings

Return on Retained Earnings dapat diestimasi dengan menggunakan ROE historis perusahaan.

Earnings this Year Earnings next Year

1

Retained

earnings this Year Return on retained earnings

= + X

Earnings this Year

(29)

Darimana

r

berasal?

Dengan menggunakan formula saham pertumbuhan konstan, maka akan didapatkan:

Pada prakteknya, tingkat diskonto dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

– Dividend Yield

– The Growth Rate (dividend)

Pada pertemuan selanjutnya, estimasi r akan diperdalam dengan menggunakan beberapa metode.

g

P

r

0 1

Div

(30)

Price Earning Ratio

Banyak analis pasar modal mengkaitkan antara pendapatan per lembar saham dengan harga pasar saham.

Price Earning Ratio:

EPS

share

per

Price

ratio

(31)

Beberapa rasio lainnya

Price / Cash Flow Ratio

– Cash Flow = Net Income + Depresiasi

Price / Sales

– Harga saham dibagi dengan penjualan per lembar saham.

Price/Book (seringkali disebut M arket to Book)

– Harga dibagi dengan nilai buku ekuitas.

(32)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Dalam kondisi Nasabah ingin melikuidasi Obligasi sebelum tanggal jatuh tempo di pasar sekunder, harga pasar untuk Obligasi tersebut mungkin akan menjadi lebih

Risiko obligasi diperoleh dari risiko tingkat suku bunga yang berubah-ubah, waktu jatuh tempo dan risiko gagal bayar (default risk) yang ada pada setiap obligasi.. Risiko-risiko

2) sebagai posisi long atau posisi short untuk risiko umum dengan skala waktu sampai dengan jatuh tempo untuk suku bunga tetap atau sisa waktu sampai dengan

ditunjuk, atas bunga dan/atau diskonto yang diterima pemegang obligasi dengan kupon pada saat jatuh tempo bunga obligasi, dan diskonto yang diterima pemegang obligasi tanpa bunga

Spesies yang mempunyai waktu hidup lebih pendek relatif lebih sensitif terhadap kepunahan4. KECEPATAN

Durasi mempakan indikator yang lebih baik dari sekedar melihat waktu jatuh tempo obligasi. Durasi digunakan untuk membantu mengendalikan resiko akibat pembahan suku bunga, karena

Asumsinya sebagai berikut, jika tingkat suku bunga Bank Indonesia naik, namun tingkat kupon obligasi masih di atas kenaikkan tersebut, waktu jatuh tempo lama, dan Net Profit Margin NPM

Sebagai contoh, terdapat pasar keuangan untuk instrumen hutang jangka pendek disebut pasar uangmoney market dan instrumen aktiva keuangan dengan jatuh tempo yang lebih panjang disebut