• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/21/DPM tanggal 26 September 2007 ---

Lampiran 5

Contoh Perhitungan Nilai Agunan FPJP Dalam Rangka Menutup Saldo Giro Negatif Bank

---

1. Perhitungan Nilai Agunan FPJP dalam bentuk SBI

Pada tanggal 12 Juni 2007, Bank ”A” memiliki saldo giro negatif sehingga mengajukan permohonan FPJP. Bank ”A” memiliki 2 (dua) seri SBI dengan total nilai nominal sebesar Rp150 miliar dengan rincian sebagai berikut :

a. SBI 1 bulan seri IDBI21060728C dengan karakteristik : nilai nominal Rp100 miliar, rata-rata tertimbang tingkat diskonto saat penerbitan 8,75000%, jatuh waktu tanggal 21 Juni 2007, sisa jangka waktu 9 hari, dengan harga 99,78173 (sebagaimana tercantum dalam sarana BI-SSSS).

b. SBI 3 bulan seri IDBI09080791S dengan karakteristik : nilai nominal Rp50 miliar, rata-rata tertimbang tingkat diskonto saat penerbitan 7,83333%, jatuh waktu tanggal 9 Agustus 2007, sisa jangka waktu 58 hari, dengan harga 98,75369 (sebagaimana tercantum dalam sarana BI-SSSS).

Nilai Jual SBI yang dimiliki dihitung sebagai berikut :

a. SBI 1 bulan =

b. SBI 3 bulan =

Jumlah a + b = Rp149.158.575.000,00

Nilai agunan (berupa SBI) yang harus diberikan oleh Bank “A” adalah sebesar 100% dari FPJP yang diajukan guna menutup saldo giro negatif bank.

Berdasarkan perhitungan di atas, maksimum saldo giro negatif yang dapat ditutup melalui FPJP (cash value) adalah 100% dari nilai jual SBI, yaitu Rp149.158.575.000,00.

2. Perhitungan Nilai Agunan FPJP dalam bentuk SUN

Pada tanggal 12 Juni 2007, Bank ”A” memiliki saldo giro negatif sehingga mengajukan permohonan FPJP. Bank ”A” memiliki 3 (tiga) seri SUN dengan total nilai nominal sebesar Rp150 miliar dengan rincian sebagai berikut :

a. ON seri FR0028 dengan karakteristik : 50.000 unit (nilai nominal Rp50 miliar), suku bunga 10,00000%, jatuh waktu tanggal 15 Juli 2017, sisa jangka

30.000,00 Rp99.781.7

100 99,78173 miliar

Rp100 × =

45.000,00 Rp49.376.8

100 98,75369 miliar

(2)

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/21/DPM tanggal 26 September 2007 ---

waktu 3686 hari, dengan harga 108,05988 (sebagaimana tercantum dalam sarana BI-SSSS).

b. ON seri ZC0000 (zero coupon bond) dengan karakteristik : 50.000 unit (nilai nominal Rp50 miliar), suku bunga 8,24372%, jatuh waktu tanggal 20 November 2008, sisa jangka waktu 527 hari, dengan harga 89,19250 (sebagaimana tercantum dalam sarana BI-SSSS).

c. SPN seri SPN2008052801 dengan karakteristik : 50.000 unit (nilai nominal Rp50 miliar), tingkat diskonto 8,40000%, rata-rata tertimbang diskonto saat penerbitan kembali (re-opening) 8,44539%, jatuh waktu tanggal 28 Mei 2008 sisa jangka waktu 351 hari, dengan harga 93,99088 (sebagaimana tercantum dalam sarana BI-SSSS).

Nilai Pasar SUN dihitung sebagai berikut :

a. Nilai Pasar ON = Rp54.029.940.000,00

100 108,05988 miliar

Rp50 × =

b. Nilai Pasar ONZC = Rp44.596.250.000,00 100

19250 , 89 miliar

Rp50 × =

c. Nilai Pasar SPN = Rp46.995.440.000,00 100

99088 , 93 miliar

Rp50 × =

Jumlah a + b +c = Rp145.621.630.000,00

Nilai agunan (berupa SUN) yang harus diberikan oleh Bank “A” adalah sebesar 105% dari permohonan FPJP yang diajukan guna menutup saldo giro negatif bank. Berdasarkan perhitungan di atas maksimum saldo giro negatif yang dapat ditutup melalui FPJP (cash value) adalah {(Rp54.029.940.000,00 × 100/105) + (Rp44.596.250.000,00 × 100/105) + (Rp46.995.440.000,00 × 100/105) = Rp138.687.266.666,67.

3. Perhitungan Nilai Agunan FPJP dalam bentuk SBI dan SUN

Pada tanggal 12 Juni 2007, Bank ”A” memiliki saldo giro negatif sehingga mengajukan permohonan FPJP. Bank ”A” memiliki satu seri SBI dan satu seri SUN dengan total nilai nominal sebesar Rp150 miliar dengan rincian sebagai berikut :

(3)

Lampiran Surat Edaran Bank Indonesia No. 9/21/DPM tanggal 26 September 2007 --- b. ON seri VR0020 dengan karakteristik : 50.000 unit (nilai nominal Rp50

miliar), suku bunga 8,10000%, harga 98,96500 (sebagaimana tercantum dalam sarana BI-SSSS), jatuh waktu tanggal 25 April 2015, sisa jangka waktu 2874 hari.

Nilai Jual SBI dan Nilai Pasar ON yang dimiliki dihitung sebagai berikut :

a. SBI 1 bulan =

b. Nilai Pasar ON = Rp49.482.500.000,00 100

96500 , 98 miliar

Rp50 × =

Jumlah a + b = Rp149.264.230.000,00

Dengan perhitungan nilai jual SBI dan nilai pasar SUN tersebut, maka maksimum saldo giro negatif yang dapat ditutup melalui FPJP (cash value) adalah

Rp99.781.730.000,00 + (Rp49.482.500.000,00 × 100/105) = Rp146.907.920.476,19

30.000,00 Rp99.781.7

100 99,78173 miliar

Referensi

Dokumen terkait

Selama triwulan IV-2006, penurunan BI Rate dilakukan sebanyak tiga kali dengan total penurunan sebesar 150 bps (basis points) hingga level BI Rate mencapai 9,75% pada akhir tahun

Bank Indonesia, total nilai impor non migas di Bangka Belitung dari bulan September sampai dengan bulan November 2009 tercatat sebesar US$250,23 juta, naik sebesar 9,00%

laporan berada pada kondisi outflow sebesar Rp195,48 miliar lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp218,28 miliar. Sedangkan di bulan Mei 2009,

Sement ara it u, dari sisi pembiayaan juga mencat at peningkat an 22,37% dibandingkan periode yang sama t ahun lalu, dengan nominal Rp303 miliar menjadi Rp371 miliar di t riw

Dalam hal pengajuan penawaran SUN untuk dan atas nama pembeli Bank lain yang bukan Peserta Lelang, dilakukan pengisian sebagai berikut :. Dalam hal pengajuan penawaran pembelian

Valas yang tidak tercover dalam skema AMA sebesar USD 65 juta, adanya accrue bunga Rp 300 miliar, dan adanya PPA Rp 59 miliar, maka pada tanggal 6 November 2008 BI menetapkan

On January 21, 2008, Repo rate at 11.00%, Bank ”A” submitted a Repo using SUN with types and series as follows... Appendix to Bank Indonesia Circular

b) Bank Indonesia melakukan setelmen SBSN yang batal dilakukan setelmen, dengan cara memperlakukan jenis dan seri SBSN yang batal dibeli kembali oleh Bank sebagai