• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. program ektrakurikuler pramuka tingkat siaga mula, bantu,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN. program ektrakurikuler pramuka tingkat siaga mula, bantu,"

Copied!
187
0
0

Teks penuh

(1)

98 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Bagian ini membahas tentang hasil penelitian yang telah dilakukan yang meliputi: 1) gambaran umum lokasi penelitian; 2) hasil penelitian yang meliputi: (a) hasil evaluasi program ektrakurikuler pramuka tingkat siaga mula, bantu, dan tata, (b) faktor pendorong dan penghambat pencapaian tujuan program ekstrakurikuler pramuka; dan juga 3) pembahasan dari hasil penelitian yan telah dilakukan.

4.1 Gambaran Umum Lokasi Penelitian

Penelitian tentang Evaluasi Program Ekstrakurikuler Pramuka untuk Meningkatkan Karakter Siswa ini dilaksanakan di SDN Tlompakan 03 Kecamatan Tuntang Kabupaten Semarang. Sekolah ini berdiri sejak tahun 1978 pada lahan milik kepala desa Tlompakan seluas 910 m2 dengan luas bangunannya 682 m2. Karena dibangun diatas

▸ Baca selengkapnya: download program mingguan pramuka siaga

(2)

99

tanah milik kepala desa, maka SDN Tlompakan 03 hanya memiliki hak pakai saja.

Kondisi lingkungan di sekitar SDN Tlompakan 03 adalah area pemukiman dengan suasana pedesaaan, dan dikelilingi area perkebunan karet milik perhutani. Lokasinya berada dua kilometer dari jalan raya, dan seratus meter dari jalan desa. Tidak ada angkutan umum menuju lokasi sekolah, sehingga sebagian besar siswa berjalan kaki menuju sekolah.

SDN Tlompakan 03 memiliki 11 tenaga pendidik/guru dan 1 orang tenaga kependidikan (penjaga sekolah). Dari 11 orang guru tersebut, 2 diantaranya merupakan guru sekolah lain yang mengampu SDN Tlompakan 03 karena di SDN Tlompakan 03 belum memiliki guru agama katolik dan guru penjasorkes. Sebagian besar guru (64%) sudah berstatus PNS.

Baik guru PNS maupun GTTnya sudah berkualifikasi S1, sedangkan PTT di SDN Tlompakan 03 berpendidikan SMP.

Jumlah peserta didik pada tahun 2019/2020 sebanyak 89 siswa, yang terbagi menjadi 6 rombongan belajar (rombel)

(3)

100

yang masing-masing rombel terdiri dari kurang lebih 15 peserta didik.

Karakter siswa di SDN Tlompakan 03 tergolong masih rendah, hal ini dkarena masih relatif tingginya kasus dalam masalah belajar, individu, dan sosial siswa selama tahun pelajaran 2018/2019. Data tersebut diperoleh dari hasil studi pustaka dari buku program bimbingan konseling yang dilakukan oleh guru masing-masing kelas (data terlampir).

Tabel 4.1 Hasil Analisis Buku Program BK SDN Tlompakan 03 Tahun 2018/2019

Kelas Masalah

Belajar Individu Sosial

I 7 kasus 2 kasus 3 kasus

II 6 kasus 1 kasus 5 kasus

III 5 kasus 1 kasus 6 kasus

IV 6 kasus 1 kasus 2 kasus

Sumber: dokumen program BP SDN Tlompakan 03 tahun 2018/2019 (data diolah)

(4)

101

Tabel 4.2 menunjukkan jumlah peserta ekstrakurikuler pramuka di SDN Tlompakan 03 pada tahun pelajaran 2019/2020. Peserta siaga mula 25 orang, siaga bantu 14 orang, dan siaga tata 19 orang. Jumlah total pramuka siaga ada 58 siswa, ini berarti 100% siswa kelas I s/d kelas IV mengikuti ekstrakurikuler pramuka.

Tabel 4.2 Jumlah Peserta Ekstrakurikuler Pramuka di SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020

Kelas

Jenis

Kelamin Agama Jml

Total Siswa

Jml Peserta Ekskul Pramuka L P Islam Kristen Katolik

I (Mula) 8 5 11

(84,6%) 0 2

(15,4%) 13 13

(100%)

II (Mula) 7 5 11

(91,7%) 0 1

(8,3%) 12 12

(100%)

III (Bantu) 8 6 14

(100%) 0 0 14 14

(100%)

IV (Tata) 10 9 12 (63,2%)

2 (10,5%)

5

(26,3%) 19 19

(100%) Sumber: Dukumen Profil SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020 (data diolah)

Pada saat dilakukan penelitian ini sekolah menerapkan kurikulum 2013. Kegiatan ekstrakurikuler pramuka merupakan ekstrakurikuler wajib bagi semua siswa pada

(5)

102

kurikulum 2013 dalam rangka mendukung tercapainya tujuan Pendidikan di SDN Tlompakan 03.

Pedoman penyusunan strategi di SDN Tlompakan 03 adalah melalui Visi dan misi sekolah. Visi dan misi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Visi: “Tercapainya lulusan yang beriman, cerdas, terampil dan berwawasan lingkungan.”

2. Misi:

a. Melaksanakan pendidikan dengan meningkatkan iman dan taqwa kepada Tuhan.

b. Melaksanakan pengajaran dengan menitikberatkan pada pendidikan akhlak dan pembentukan kepribadian yang jujur dan mandiri.

c. Melaksanakan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan pendekatan PAKEM.

d. Meningkatkan pendidikan keterampilan dengan menerapkan life skill.

(6)

103

e. Mengikuti berbagai lomba serta menyiapkan secara maksimal.

f. Mengadakan kegiatan ekstrakulikuler secara baik dan teratur.

Sumber: Profil SDN Tlompakan 03 Tahun 2019

4.2 Hasil Penelitian

Berdasarkan hasil wawancara tentang pencapaian tujuan program kegiatan ekstrakurikuler pramuka di SDN Tlompakan 03 pada Siaga Mula, Bantu, dan Tata maka kegiatan tersebut dapat diuraikan dalam lima kelompok berdasarkan area pengembangan (kompetensi dasar).

Kelompok tersebut yaitu: (a) kompetensi spiritual yang terdiri dari satu kompetensi saja yakni kompetensi nomor 1; (b) kompetensi emosional yang terdiri dari dua kompetensi yakni kompetensi nomor 9 dan 10; (c) kompetensi sosial yang terdiri dari delapan belas kompetensi yakni kompetensi 2 s/d 8 dan 11 s/d 21 untuk Siaga Mula, sedangkan untuk Siaga

(7)

104

Bantu dan Siaga Tata 17 kompetensi yakni kompetensi 2 s/d 8 dan 11 s/d 20; (d) kompetensi intelektual yang terdiri dari lima kompetensi yakni kompetensi nomor 22 s/d 26 untuk Siaga Mula, sedangkan untuk Siaga Bantu dan Siaga Tata kompetensi nomor 21 s/d 25; dan (e) kompetensi fisik yang terdiri dari delapan kompetensi yakni untuk Siaga Mula kompetensi nomor 27 s/d 34, sedangkan untuk siaga Bantu dan Siaga Tata kompetensi nomor 26 s/d 33. Berikut adalah hasil penelitian pada masing-masing tingkat Pramuka Siaga:

4.2.1 Hasil Penelitian Pencapaian Tujuan Program Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Siaga Mula di SDN Tlompakan 03

A. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Spiritual Siaga Mula

Kompetensi dasar pengembangan spiritual Siaga Mula adalah peserta dapat mengenal aturan agama yang dianutnya, dan mengenal agama serta budaya lain. Berdasarkan hasil

(8)

105

wawancara pengembangan kompetensi spiritual Siaga Mula (kompetensi nomor 1) dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga Mula dapat menguasai kompetensi spiritual.

Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Mula (100%) yang beragama Islam dan Katolik dapat menguasai semua kompetensi spiritual (nomor 1), yaitu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan atas kemauan sendiri dan mengetahui adanya perbedaan keyakinan. Berkaitan dengan kompetensi agama Kristen, Budha, dan Hindu, tidak ada peserta yang beragama Kristen, Budha, dan Hindu” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Kompetensi spiritual peserta Siaga Mula yang beragama Islam dan Katolik tercapai 100%, berarti semua peserta dapat menguasai semua kompetensi spiritual (nomor 1), yaitu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan atas kemauan sendiri dan mengetahui adanya perbedaan keyakinan. Mayoritas

(9)

106

siswa di SDN Tlompakan 03 beragama Islam, sebagian ada yang beragama Kristen dan Katolik. Sedangkan untuk agama Budha dan Hindu tidak ada siswa yang beragama tersebut” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.4, dan tabel 4.5); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan mampu mencapai tujuan pengembangan spiritual Siaga Mula yang diwujudkan pada kemampuan a) peserta yang beragama Islam dapat (1) menyebutkan Rukun Imam dan Rukun Islam, (2) mengucapkan syahadat dan artinya, (3) menghafal surat Al Fatihah dan artinya, (4) menghafal 3 surat pendek dan artinya, (5) mengetahui tata cara wudhu serta doanya, (6) melaksanakan sholat dan bacaannya, (7) menghafal sedikitnya 3 doa harian; b) bagi yang beragama Katolik dapat (1) membuat tanda salib, (2) mengucapkan doa harian dan menyanyikan 3 lagu gereja, (3) menerima dan mensyukuri keberadaan dirinya sebagai ciptaan Allah, serta memberikan

(10)

107

contohnya, (4) mengasihi leluarganya, (5) mengasihi teman, guru dan sesamanya baik di gudep, sekolah, dan di sekitarnya.

Berdasarkan hasil wawancara, studi dokumen, dan juga observasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta ekstrakurikuler pramuka Siaga Mula di SDN Tlompakan 03 beragama Islam (88%), peserta yang beragama Katolik hanya 12%, dan tidak ada peserta yang beragama Kristen, Hindu, dan juga Budha (tabel 4.3).

Tabel 4.3 Data Agama Peserta Ekstrakurikuler Pramuka di SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020

Tingkat

Agama Jml

Total Siswa Islam Kristen Katolik Hindu Budha

Siaga Mula

22

(88%) 0 3

(12%) 0 0 25

Siaga Bantu

14

(100%) 0 0 0 0 14

Siaga Tata

12 (63,2%)

2 (10,5%)

5

(26,3%) 0 0 19

Sumber: Dukumen Administrasi Gudep SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020 (data diolah)

(11)

108

B. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Emosional Siaga Mula

Kompetensi dasar dari pengembangan emosional Siaga Mula yaitu peserta dapat mengenal Dwisatya dan Dwidarma.

Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi emosional Siaga Mula (kompetensi nomor 9 dan 10) dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga Mula dapat menguasai kompetensi emosional. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Mula (100%) dapat menguasai kompetensi emosional (nomor 9 dan 10), yaitu dapat membedakan perbuatan baik dan buruk” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Semua peserta Siaga Mula dapat menguasai kompetensi emosional (nomor 9 dan 10) dengan baik, yaitu dapat membedakan perbuatan baik dan buruk.

(12)

109

Kompetensi ini dapat tercapai 100%” (Wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.4, dan tabel 4.5); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan mampu mencapai tujuan pengembangan emosional Siaga Mula yang diwujudkan pada kemampuan 1) membedakan perbuatan baik dan perbuatan buruk, serta 2) menyampaikan pendapat tentang lingkungan sekitarnya.

C. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Sosial Siaga Mula

Kompetensi dasar dari pengembangan sosial Siaga Mula yaitu dapat mengenal anggota keluarga, teman dalam satu barung, dan mengenal teman dalam satu perindukan.

Berdasarkan hasil wawancara dan studi pustaka pencapaian pengembangan kompetensi sosial siaga mula dengan 18

(13)

110

kompetensi, ada satu kompetensi yang belum tercapai 100%

yaitu kompetensi menyebutkan nama dan alamat ketua RT, ketua RW, Lurah, dan Camat di sekitar tempat tinggalnya.

Kompetensi menyebutkan nama camat tersebut hanya tercapai 92% saja. Berikut petikan wawancara dengan pembina pramuka (bunda Aulia):

“Ada sebagian peserta Siaga Mula yang belum dapat menguasai semua kompetensi sosial nomor 2-8 dan 11- 21. Kompetensi yang belum tercapai 100% adalah kompetensi nomor 19 yaitu menyebutkan nama dan alamat ketua RT, ketua RW, lurah, dan camat di sekitar tempat tinggalnya, yang hanya dapat tercapai 92%”

(wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Kompetensi ini belum tercapai 100% karena ada sebagian peserta Siaga Mula yang belum dapat menguasai semua kompetensi sosial nomor 2-9 dan 11- 21. Kompetensi yang belum tercapai 100% adalah kompetensi nomor 19 yaitu menyebutkan nama dan alamat ketua RT, ketua RW, lurah, dan camat di sekitar

(14)

111

tempat tinggalnya, yang hanya dapat tercapai 92%. Pada dasarnya hal ini dikarenakan peserta masih terlalu dini untuk mengenal nama camatnya karena mereka jarang atau bahkan belum pernah sama sekali bertemu dengan camatnya sendiri” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.4, dan tabel 4.5); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% pada kompetensi nomor 2 s/d 8 serta 11 s/d 18, 20, dan 21.

Pengembangan sosial Siaga Mula yang diwujudkan pada kemampuan 1) menghafal Dwisatya dan Dwidarma, 2) menyebutkan jenis-jenis salam pramuka, 3) memiliki buku tabungan sekurang-kurangnya dalam waktu 6 minggu terakhir, 4) membayar iuran kepada gudep sedapat-dapatnya dengan uang yang diperoleh dari usahanya sendiri, 5) menyebutkan lambang gerakan pramuka dan penciptanya, 6) menyebutkan salah satu seni budaya di daerah tempat tinggalnya, 7) bersikap hemat dan cermat dengan segala

(15)

112

miliknya, 8) rajin dan giat mengikuti latihan perindukan siaga sekurang-kurangnya 6 kali latihan berturut-turut, 9) hafal lagu kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di depan perindukannya, 10) menyebutkan arti kiasan warna bendera kebangsaan, 11) menyebutkan sedikitnya 3 hari besar nasional dan 3 hari besar keagamaan, 12) menyebutkan 5 peraturan keluarga, 13) menyebutkan 3 peraturan di lingkungannya, 14) menyebutkan 2 macam adat/budaya di lingkungannya, 15) menyampaikan ucapan dengan baik dan sopan serta hormat kepada orang tua, sesama teman, dan orang lain, 16) menyebutkan sila-sila Pancasila, 17) mengumpulkan keterangan untuk memperoleh P3K dan dapat menginformasikan kepada orang dewasa disekitarnya.

Sedangkan kompetensi tidak lulus adalah kompetensi nomor 19 yang hanya tercapai 92% yaitu menyebutkan nama dan alamat ketua RT, ketua RW, Lurah, dan Camat di sekitar tempat tinggalnya.

(16)

113

D. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Intelektual Siaga Mula

Pada umumnya kompetensi intelektual berkaitan dengan materi teknik kepramukaan atau Tek-Pram. Kompetensi dasar dari pengembangan Intelektual Siaga Mula yaitu peserta dapat mengenal pengetahuan, teknologi, dan keterampilan kepramukaan. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi emosional Siaga Mula (kompetensi nomor 22 s/d 26) dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga Mula dapat menguasai kompetensi intelektual. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Mula (100%) dapat menguasai kompetensi intelektual (nomor 22-26)” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

(17)

114

Semua peserta Siaga Mula dapat menguasai kompetensi intelektual (nomor 22-26) dengan baik sehingga semua kompetensi ini dapat tercapai 100%” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.4, dan tabel 4.5); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% pada kompetensi nomor 22 s/d 26. Pengembangan intelektual Siaga Mula tersebut diwujudkan pada kemampuan 1) membaca jam analog, 2) menunjukkan 4 arah mata angin, 3) berbahasa Indonesia dalam mengikuti pertemuan-pertemuan, 4) menyebutkan sedikitnya 2 macam alat komunikasi tradisional dan modern, serta 5) menyebutkan organ tubuh.

E. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Fisik Siaga Mula

Kompetensi dasar dari pengembangan fisik Siaga Mula yaitu peserta dapat mengenal organ tubuh, gerakan dasar

(18)

115

olahraga, kebersihan dan kesehatan. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi fisik Siaga Mula (kompetensi nomor 27 s/d 34) kompetensi yang dapat tercapai 100% adalah kompetensi nomor 27 s/d 33. Sedangkan kompetensi nomor 34 hanya dapat tercapai 84% saja. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pelatih pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Ada sebagian peserta Siaga Mula yang belum dapat menguasai semua kompetensi fisik (nomor 27-34), pencapaian sekitar 84%. Kompetensi yang belum tercapai 100% adalah kompetensi membuat simpul hidup, simpul anyam, simpul pangkal, dan simpul jangkar” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Pada kompetensi fisik ini belum dapat tercapai 100%

pada setiap kompetensinya. Kompetensi yang dapat tercapai 100% hanya kompetensi nomor 27 s/d 33 saja.

Sedangkan kompetensi no 34 hanya mampu tercapai 84% saja. Kompetensi yang belum tercapai 100%

adalah kompetensi membuat simpul hidup, simpul

(19)

116

anyam, simpul pangkal, dan simpul jangkar”

(wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.4, dan tabel 4.5); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% pada kompetensi nomor 27 s/d 33. Pengembangan fisik Siaga Mula tersebut diwujudkan pada kemampuan 1) menyebutkan gerakan dasar olahraga, 2) melipat selimut dan merapikan tempat tidurnya, 3) berpakaian rapi dan memelihara kebersihan pribadi, 4) menjalankan latihan-latihan keseimbangan, dapat melempar dan menerima bola dengan tangan kanan dan kiri sedikitnya 5 kali tangkapan, 5) menyebutkan makanan dan minuman yang bergizi (4 sehat 5 sempurna), 6) memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 1 bulan, 7) melipat kertas yang dibentuk menyerupai pesawat, kapal, flora dan fauna. Sedangkan kompetensi yang hanya

(20)

117

tercapai 84% adalah kompetensi nomor 34 yaitu membuat simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul pangkal, dan simpul jangkar. Pencapaian kompetensi ini hanya 84%

saja karena ada 4 peserta dari 25 siswa yang tidak melakukan remidi sehingga tidak lulus uji SKU.

Tabel 4.4 Rekap Pencapaian SKU Siaga Mula di SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020

(Pada Setiap Area Pengembangan Kompetensi)

No. Area Pengembangan

Jumlah Peserta Lulus

% Pencapaian SKU

1. Kompetensi Spiritual 25 100%

2. Kompetensi Emosional 25 100%

3. Kompetensi Sosial 23 92%

4. Kompetensi Intelektual 25 100%

5. Kompetensi Fisik 21 84%

6. Lulus Siaga Mula 20 (80%)

7. Tidak Lulus Siaga Mula 5 (20%)

Jumlah Seluruh Peserta 25

Sumber: Rekap Pencapaian SKU Pramuka Siaga Mula SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020 (data diolah)

Tabel 4.5 Rekap Pencapaian SKU Siaga Mula di SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020 (Pada Setiap Sub

Kompetensi)

Sub Kompetensi Pencapaian

SKU A. Area Pengembangan Kompetensi Spiritual 100%

1. Bagi yang beragama Islam dapat: 100%

(21)

118

a. Menyebutkan Rukun Iman dan Rukun Islam b. Mengucapkan Syahadat dan menyebutkan

artinya

c. Menghafal Surat Al-Fatihah dan menyebutkan artinya

d. Menghafal 3 surat pendek dan menyebutkan artinya

e. Mengetahui tatacara berwudhu beserta doanya f. Melaksanakan gerakan sholat dan bacaannya g. Menghafal sedikitnya 3 doa harian

Bagi yang beragama Katolik dapat:

a. Membuat tanda salib

b. Mengucapkan doa harian dan menyebutkan 3 buah lagu gereja

c. Menerima dan mensyukuri keberadaan dirinya sebagai ciptaan Allah, dan memberikan contoh-contohnya

d. Mengasihi keluarganya

e. Mengasihi teman, guru, dan sesamanya baik di gugus depan, di sekolah, dan di sekitarnya

100%

Bagi yang beragama Kristen dapat:

a. Menghafal Yohanes 3 : 16 dan berdoa sederhana

b. Mewujudkan ucapan syukur atas keberadaan dirinya di dunia ini sebagai ciptaan Allah, sedikitnya 3 hal

c. Mengasihi keluarganya

d. Mengasihi teman, guru, dan sesamanya baik di gudep, di sekolah, dan sekitarnya

e. Telah mengikuti sekolah minggu 4 kali berturut-turut

Tidak ada siswa yang

beragama Kristen

Bagi yang beragama Hindu dapat:

a. Menunjukkan sikap Anjali serta dapat mengucapkan salam Panganjali

b. Memperagakan sikap/tatacara sembahyang c. Menyebutkan nama-nama Bungan yang bisa

dipakai sembahyang

d. Menyebutkan nama-nama tempat suci untuk melaksanakan sembahyang

e. Meyebutkan jam atau waktu untuk melaksanakan persembahyangan/ Puja Tri Sandhya

Tidak ada siswa yang

beragama Hindu

(22)

119 Bagi yang beragama Budha dapat:

a. Mengucapkan salam Buddhis b. Bersikap Anjali

c. Melakukan Namaskara

Tidak ada siswa yang

beragama Budha B. Area Pengembangan Kompetensi Emosional 100%

9. Dapat menyebutkan identitas diri dan keluarganya 100%

10 Dapat membedakan tentang perbuatan baik dan

perbuatan buruk 100%

C. Area Pengembangan Kompetensi Sosial 92%

2. Dapat menghafal Dwisatya dan Dwidarma 100%

3. Dapat menyebutkan jenis-jenis salam pramuka 100%

4. Telah memiliki buku tabungan, sekurang-

kurangnya dalam waktu 6 minggu terakhir 100%

5. Membayar uang iuran kepada gudepnya, sedapat- dapatnya dengan uang yang diperoleh dari usahanya sendiri

100%

6. Dapat menyebutkan lambang gerakan pramuka

dan penciptanya 100%

7. Dapat menyebutkan salah satu seni budaya daerah

tempat tinggalnya 100%

8. Selalu bersikap hemat dan cermat dengan segala miliknya

100%

9. Dapat menyebutkan identitas diri dan keluarganya 100%

11. Pramuka rajin dan giat mengikuti latihan Perindukan Siaga, sekurang-kurangnya 6 kali latihan berturut-turut

100%

12. Dapat dengan hafal menyanyikan lagu

Kebangsaan Indonesia Raya bait pertama di depan perindukannya

100%

13. Dapat menyebutkan arti kiasan warna Sang Merah Putih

100%

14. Dapat menyebutkan sedikitnya 3 hari besar

nasional dan 3 hari besar keagamaan 100%

15. Dapat menyebutkan 5 peraturan keluarga 100%

16. Dapat menyebutkan peraturan di lingkungannya 100%

(23)

120

17. Dapat menyebutkan 2 macam adat/budaya di

lingkungannya 100%

18. Dapat menyampaikan ucapan dengan baik dan sopan serta hormat kepada orang tua, sesame teman dan orang lain

100%

19. Dapat menyebutkan nama dan alamat ketua RT, ketua RW, lurah dan camat di sekitar tempat tinggalnya

92%

20. Dapat menyebutkan sila-sila Pancasila 100%

21. Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh pertolongan pertama pada

kecelakaan dan dapat menginformasikan kepada orang dewasa di sekitarnya

100%

D. Area Pengembangan Kompetensi Intelektual 100%

22. Dapat membaca jam digital dan analog 100%

23. Dapat menunjukkan 4 arah mata angin 100%

24. Dapat berbahasa Indonesia dalam mengikuti pertemuan-pertemuan siaga

100%

25. Dapat menyebutkan sedikitnya 2 macam alat komunikasi tradisional dan modern

100%

26. Dapat menyebutkan organ tubuh 100%

E. Area Pengembangan Kompetensi Fisik 84%

27. Dapat menyebutkan organ gerakan gerakan dasar olahraga

100%

28. Dapat melipat selimut dan merapikan tempat

tidurnya 100%

29. Selalu berpakaian rapi dan memelihara kebersihan

pribadi 100%

30. Dapat menjalankan latihan-latihan keseimbangan, dapat melempar dan menerima bola dengan tangan kanan dan kiri sedikitnya 5 tangkapan?

100%

31. Dapat menyebutkan makanan dan minuman yang

bergizi (4 sehat 5 sempurna) 100%

32. Dapat memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 1 bulan

100%

33. Dapat melipat kertas yang dibentuk menyerupai pesawat, kapal, flora dan fauna

100%

34. Dapat membuat simpul mati, simpul hidup,

simpul anyam, simpul pangkal dan sampul 84%

(24)

121 jangkar

Sumber: Rekap Penilaian Ekstrakurikuler Pramuka Siaga Mula SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020 (data diolah)

4.2.2 Hasil Penelitian Pencapaian Tujuan Program Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Siaga Bantu di SDN Tlompakan 03

A. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Spiritual Siaga Bantu

Kompetensi dasar pengembangan spiritual Siaga Bantu adalah peserta dapat memahami aturan-aturan agama yang dianutnya dan toleransi terhadap penganut agama dan budaya lain. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi spiritual Siaga Bantu (kompetensi nomor 1) dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga Bantu dapat menguasai kompetensi spiritual. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Babtu (100%) yang beragama Islam dapat menguasai semua kompetensi spiritual (nomor 1), yaitu melaksanakan ibadah sesuai dengan

(25)

122

agama dan kepercayaan atas kemauan sendiri dan mengetahui adanya perbedaan keyakinan. Berkaitan dengan kompetensi agama Katolik, Kristen, Budha, dan Hindu, tidak ada peserta yang beragama Katolik, Kristen, Budha, dan Hindu” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Semua peserta Siaga Bantu (100%) sudah dapat menguasai semua kompetensi spiritual (nomor 1), yaitu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan atas kemauan sendiri dan mengetahui adanya perbedaan keyakinan. Semua peserta siaga bantu ini beragama Islam. Berkaitan dengan kompetensi agama Katolik, Kristen, Budha, dan Hindu, tidak ada peserta yang beragama Katolik, Kristen, Budha, dan Hindu” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.6, dan tabel 4.7); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan

(26)

123

mampu mencapai tujuan pengembangan spiritual Siaga Bantu yang diwujudkan pada kemampuan peserta yang beragama Islam dapat (1) melaksanakan Tayamum, (2) melaksanakan shalat berjama’ah, (3) menyebutkan Rasul-rasul Allah, (4) melafalkan Adzan, Iqamah untuk putra san Iqamah untuk putri, (5) menghafal sedikitnya 6 doa harian.

Berdasarkan hasil wawancara, studi dokumen, dan juga observasi menunjukkan bahwa peserta ekstrakurikuler pramuka Siaga Bantu di SDN Tlompakan 03 100% beragama Islam dan tidak ada peserta yang beragama Katolik, Kristen, Hindu, dan juga Budha. Data pendukung dapat dilihat pada tabel 4.3.

B. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Emosional Siaga Bantu

Kompetensi dasar dari pengembangan emosional Siaga Bantu yaitu peserta dapat memahami Dwisatya dan Dwidarma. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan

(27)

124

kompetensi emosional Siaga Bantu (kompetensi nomor 9 dan 10) dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga Bantu dapat menguasai kompetensi emosional. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Bantu (100%) dapat menguasai kompetensi emosional (nomor 9 dan 10), yaitu dapat menyampaikan pendapat tentang lingkungan sekitarnya, dan juga memperhatikan serta melaksanakan nasihat orangtua, yanda dan bunda, juga gurunya” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Semua peserta Siaga Bantu (100%) sudah dapat menguasai kompetensi emosional nomor 9 dan 10, yaitu dapat menyampaikan pendapat tentang lingkungan sekitarnya, dan juga memperhatikan serta melaksanakan nasihat orangtua, yanda dan bunda, juga gurunya”

(wawancara, 2 Maret 2020).

(28)

125

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.6, dan tabel 4.7); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan mampu mencapai tujuan pengembangan emosional Siaga Bantu yang diwujudkan pada kemampuan 1) menyampaikan pendapat tentang lingkungan sekitarnya, dan 2) memperhatikan dan melaksanakan nasehat orangtua, yahnda, bunda, serta gurunya.

C. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Sosial Siaga Bantu

Kompetensi dasar dari pengembangan sosial Siaga Bantu yaitu dapat mengenal lingkungan serta mengetahui aturan-aturan sosial yang berlaku di lingkungannya.

Berdasarkan hasil wawancara dan studi pustaka pencapaian pengembangan kompetensi sosial siaga mula dengan 17 kompetensi dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta

(29)

126

Siaga Bantu dapat menguasai kompetensi sosial. Berikut petikan wawancara dengan pembina pramuka (bunda Aulia):

“Semua peserta Siaga Bantu telah dapat menguasai kompetensi sosial (nomor 2-8 dan 11-20) seluruhnya (100%), hal ini membuktikan bahwa peserta pramuka Siaga Bantu dapat melaksanakan norma-norma dan peraturan yang berlaku di lingkungan masyarakat sekitar tempat tinggalnya.” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Semua peserta Siaga Bantu (100%) sudah dapat menguasai kompetensi sosial nomor 2-8 dan 11-20”

(wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.6, dan tabel 4.7); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan mampu mencapai tujuan pengembangan sosial Siaga Bantu

(30)

127

yang diwujudkan pada kemampuan 1) melaksanakan Dwisatya dan Dwidarma, 2) melakukan salam pramuka dengan benar, 3) memiliki buku tabungan dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungannya selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi Siaga Mula, yang diperoleh dari usahanya sendiri, 4) setia membayar uang iuran kepada gudep dengan uang yang sebagian diperoleh dari usahanya sendiri, 5) menyebutkan arti lambang gerakan pramuka, 6) menyebutkan sedikitnya 5 macam seni budaya yang ada di Indonesia, 7) a. untuk putri:

memasang buah baju dan menyalakan kompor/alat sejenis lainnya, b. untuk putra: membuat hasta karya dengan dua macam bahan yang berbeda, 8) rajin dan giat mengikuti latihan perindukan sebagai siaga bantu sekurang-kurangnya 8 kali latihan, 9) memperhatikan sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara, 10) memperlihatkan cara mengibarkan dan menyimpan bendera merah putih pada upacara pembukaan

(31)

128

dan penutupan latihan, 11) menyebutkan sedikitnya 6 hari besar nasional dan 5 orang nama pahlawan nasional, 12) mengikuti acara-acara adat/budaya di lingkungan tempat tinggalnya, 13) menyebutkan 3 peraturan di lingkungan tempat tinggalnya, 14) menjadi contoh yang baik bagi temannya, 15) menyebutkan nama kota/kabupaten, ibukota provinsi, dan kepala daerahnya, negara, ibukota negara, kepala negara dan wakilnya, 16) menyebutkan sila-sila Pancasila sesuai dengan lambangnya, dan 17) mengumpulkan keterangan untuk memperoleh P3K dan dapat menginformasikan kepada petugas puskesmas/rumah sakit/

polisi.

D. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Intelektual Siaga Bantu

Kompetensi dasar dari pengembangan intelektual Siaga Bantu yaitu peserta mampu untuk melaksanakan pengetahuan teknologi dan keterampilan kepramukaan serta dapat

(32)

129

memanfaatkannya. Berdasarkan hasil wawancara, pengembangan kompetensi intelektual Siaga Bantu (kompetensi nomor 21 s/d 25) dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga Bantu dapat menguasai kompetensi intelektual. Berikut adalah petikan hasil wawancara dengan pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Bantu (100%) dapat menguasai kompetensi intelektual” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada, sebagai berikut:

“Semua peserta Siaga Bantu (100%) sudah dapat menguasai kompetensi intelektual (nomor 21-25)”

(wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.6, dan tabel 4.7); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa seluruh peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan mampu mencapai tujuan pengembangan intelektual Siaga Bantu yang diwujudkan pada kemampuan 1) menyebutkan

(33)

130

perbedaan jam digital dan jam analog serta dapat memperkirakan waktu tanpa bantuan alat, 2) menunjukkan 8 arah mata angin, 3) menyampaikan berita secara lisan dengan menggunakan Bahasa Indonesia, 4) menggunakan alat komunikasi tradisional dan modern, serta 5) menyebutkan fungsi organ tubuh.

E. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Fisik Siaga Bantu

Kompetensi dasar dari pengembangan fisik Siaga Bantu yaitu peserta dapat memahami fungsi organ tubuh, gerakan dasar olahraga, kebersihan dan kesehatan. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi fisik Siaga Bantu (kompetensi nomor 26 s/d 33) kompetensi yang dapat tercapai 100% adalah kompetensi nomor 26 s/d 32. Sedangkan kompetensi nomor 33 hanya dapat tercapai 86% saja. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

(34)

131

“Kompetensi fisik ini hanya dapat tercapai 86% saja karena ada dua peserta Siaga Bantu yang belum dapat menguasai kompetensi nomor 33. Kompetensi yang belum tercapai 100% adalah kompetensi membuat simpul hidup, simpul mati, simpul anyam, simpul pangkal, dan simpul jangkar” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyampaikan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Ada sebagian peserta Siaga Bantu yang belum dapat menguasai semua kompetensi fisik (nomor 26-33), pencapaian sekitar 14%. Kompetensi yang belum tercapai 100% adalah kompetensi membuat simpul hidup, simpul mati, simpul anyam, simpul pangkal, dan simpul jangkar” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.6, dan tabel 4.7); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% pada kompetensi nomor 26 s/d 32. Pengembangan fisik Siaga Mula tersebut diwujudkan pada kemampuan 1) melakukan gerakan

(35)

132

dasar olahraga, 2) mencuci, menjemur, melipat, dan menyimpan pakaiannya dengan rapi, 3) memelihara kebersihan salah satu ruangan di rumah, sekolah, tempat ibadah, dan tempat lainnya, 4) melakukan senam pramuka, 5) menunjukkan bahan-bahan makanan yang bergizi, 6) memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 2 bulan, serta 7) membuat satu macam hasta karya dari barang bekas.

Sedangkan kompetensi yang hanya tercapai 86% adalah kompetensi nomor 33 yaitu menggunakan simpul mati, simpul hidup, simpul anyam, simpul pangkal, dan simpul jangkar. Pencapaian kompetensi ini hanya 86% saja karena ada 2 peserta dari 25 siswa yang tidak melakukan remidi sehingga tidak lulus uji SKU.

Berdasarkan hasil wawancara dengan pelatih pramuka di SDN Tlompakan 03, secara keseluruhan pencapaian tujuan program dari kegiatan ekstrakurikuler tingkat Siaga Bantu adalah 80%. Hal ini berarti bahwa belum semua peserta

(36)

133

ekstrakurikuler pramuka Siaga Bantu di SDN Tlompakan 03 yang berjumlah empat belas siswa mampu untuk mencapai semua kompetensi pada SKU Siaga Bantu yang terdiri atas 33 indikator kompetensi, berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan pembina pramuka (bunda Aulia) yang menyatakan bahwa:

“Ada 86% peserta yang lulus seluruh SKU, dan 15%

yang tidak lulus SKU. Peserta yang telah lulus uji SKU Siaga Bantu sebanyak 23 siswa, sedangkan yang tidak lulus uji SKU siaga Bantu adalah 2 siswa” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyatakan hal yang senada dengan jawaban dari Bunda Aulia, sebagai berikut:

“Masih ada peserta yang ternyata tidak lulus uji SKU siaga bantu pada tahun pelajaran 2019/2020 ini. Peserta yang lulus seluruh SKU ada 86%, sedangkan sebanya 14% siswa tidak lulus SKU” (wawancara, 2 Maret 2020).

Tabel 4.6 Rekap Pencapaian SKU Siaga Bantu di SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020

(Pada Setiap Area Pengembangan Kompetensi)

(37)

134 No. Area Pengembangan

Jumlah Peserta Lulus

% Pencapaian SKU

1. Kompetensi Spiritual 25 100%

2. Kompetensi Emosional 25 100%

3. Kompetensi Sosial 25 100%

4. Kompetensi Intelektual 25 100%

5. Kompetensi Fisik 23 86%

6. Lulus Siaga Bantu 23 (86%)

7. Tidak Lulus Siaga Bantu 2 (14%)

Jumlah Seluruh Peserta 25

Sumber: Rekap Pencapaian SKU Pramuka Siaga Bantu SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020 (data diolah)

Tabel 4.7 Rekap Pencapaian SKU Siaga Bantu di SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020

(Pada Setiap Sub Kompetensi)

Sub Kompetensi Pencapaian

SKU A. Area Pengembangan Kompetensi Spiritual 100%

1.

Bagi yang beragama Islam dapat:

a. Melaksanakan Tayamum

b. Melaksanakan shalat berjamaa’ah c. Menyebutkan Rasul-rasul Allah

d. Melafalkan Adzan, Iqamah untuk putra dan Iqamah untuk putri

e. Menghafal sedikitnya 6 doa harian

100%

Bagi yang beragama Katolik dapat:

a. Mengucap doa harian dan menyanyikan 3 buah lagu gereja

b. Menyebutkan hikayat dari alkitab

c. Memberikan yang terbaik kepada keluarga d. Memelihara salah satu ciptaan Allah

Tidak ada siswa yang

beragama Katolik Bagi yang beragama Kristen dapat:

a. Menyenyikan 3 nyanyian Kristen

b. Menyebutkan sedikitnya 4 hikayat dari alkitab c. Memberikan yang terbaik kepada keluarga d. Memelihara salah satu ciptaan Allah

Tidak ada siswa yang

beragama Kristen

(38)

135

e. Mengikuti sekolah minggu 8 kali berturut-turut Bagi yang beragama Hindu dapat:

a. Menyebutkan nama tempat-tempat suci untuk melaksanakan persembahyangan

b. Mempraktikkan tata cara sembahyang dengan doa Gayatri Mantram

c. Menyebutkan nama-nama pura yang ada disekitarnya

d. Menyebutkan nama-nama kitab suci agama Hindu

e. Menyebutkan bagian Tri Kaya Parisudha?

f. Menyebutkan contoh-contoh perbuatan yang baik

g. Membedakan perbuatan yang baik dan perbuatan yang buruk

Tidak ada siswa yang

beragama Hindu

Bagi yang beragama Budha dapat:

a. Mengucapkan kata Buddha, Dharma, Sangha (Tri Ratna)

b. Melakukan sifat karuna (kasih sayang) kepada semua makhluk

c. Melakukan sikap berdoa

Tidak ada siswa yang

beragama Budha B. Area Pengembangan Kompetensi Emosional 100%

9. Dapat menyampaikan pendapat tentang lingkungan

sekitarnya 100%

10 Dapat memperhatikan dan melaksanakan nasihat

orangtua, yanda, bunda serta gurunya 100%

C. Area Pengembangan Kompetensi Sosial 100%

2. Dapat melaksanakan Dwisatya dan Dwidarma 100%

3. Dapat melakukan salam pramuka dengan benar 100%

4. Telah memiliki buku tabungan, dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku

tabungannya selama sekurang-kurangnya 8 minggu sejak menjadi siaga bantu, yang diperoleh dari usahanya sendiri

100%

5. Membayar uang iuran kepada gudepnya, sedapat- dapatnya dengan uang yang sebagian diperoleh dari usahanya sendiri

100%

6. Dapat menyebutkan arti lambang gerakan pramuka 100%

7. Dapat menyebutkan sedikitnya 5 macam seni

budaya yang ada di Indonesia 100%

8. Untuk putri: dapat memasang buah baju dan menyalakan kompor/alat sejenis lainnya Untuk putra: dapat membuat hasta karya dengan

100%

(39)

136 dua macam bahan yang berbeda

11. Rajin dan giat mengikuti latihan Perindukan Siaga,

sekurang-kurangnya 8 kali latihan 100%

12. Dapat memperhatikan sikap yang harus dilakukan jika lagu kebangsaan diperdengarkan atau dinyanyikan pada suatu upacara

100%

13. Dapat memperlihatkan cara mengibarkan bendera Merah Putih pada upacara pembukaan dan penutupan latihan

100%

14. Dapat menyebutkan sedikitnya 6 hari besar nasional

dan 5 nama pahlawan nasional 100%

15. Dapat mengikuti acara-acara adat/budaya di

lingkungan tempat tinggalnya 100%

16. Dapat menyebutkan 3 peraturan di lingkungan

tempat tinggalnya 100%

17. Dapat menjadi contoh yang baik bagi temannya 100%

18. Dapat menyebutkan nama kota/kabupaten, ibukota provinsi, dan kepala daerahnya, negara, ibukota negara, kepala negara dan wakilnya

100%

19. Dapat menyebutkan sila-sila Pancasila sesuai

dengan lambangnya 100%

20. Dapat mengumpulkan keterangan untuk memperoleh P3K dan dapat menginformasikan kepada petugas puskesmas/rumah sakit/polisi

100%

D. Area Pengembangan Kompetensi Intelektual 100%

21. Dapat menyebutkan perbedaan jam digital dan jam analog serta dapat memperkirakan waktu tanpa bantuan alat

100%

22. Dapat menunjukkan 8 arah mata angin 100%

23. Dapat menyampaikan berita secara lisan dengan

menggunakan berbahasa Indonesia 100%

24. Dapat menggunakan alat komunikasi tradisional

dan modern 100%

25. Dapat menyebutkan fungsi organ tubuh 100%

E. Area Pengembangan Kompetensi Fisik 84%

26. Dapat melakukan gerakan dasar olahraga 100%

27. Dapat mencuci, menjemur, melipat, dan

menyimpan pakaianny dengan rapi 100%

28. Dapat memelihara kebersihan salah satu ruangan di

rumah, sekolah, tempat ibadah, dan tempat lainnya 100%

29. Dapat melakukan senam pramuka 100%

30. Dapat menunjukkan bahan-bahan makanan yang

bergizi 100%

(40)

137

31. Dapat memelihara sedikitnya satu macam tanaman berguna, atau satu jenis binatang ternak, selama kira-kira 2 bulan, serta

100%

32. Dapat membuat satu macam hasta karya dari barang

bekas 100%

33. Dapat menggunakan simpul mati, simpul hidup,

simpul anyam, simpul pangkal, dan simpul jangkar 84%

Sumber: Rekap Penilaian Ekstrakurikuler Pramuka Siaga Bantu SDN Tlompakan 03 Tahun 2019/2020 (data diolah)

4.2.3 Hasil Penelitian Pencapaian Tujuan Program Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka Siaga Tata di SDN Tlompakan 03

A. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Spiritual Siaga Tata

Kompetensi dasar spiritual pramuka siaga tata yaitu dapat melaksanakan aturan-aturan agama yang dianutnya dan menghormati penganut agama dan budaya lain. Berdasarkan hasil wawancara dapat disimpulkan bahwa pada pengembangan kompetensi spiritual siaga tata pada kompetensi nomor 1 dapat tercapai sepenuhnya (100%).

Berikut ini adalah hasil petikan wawancara dengan pembina pramuka (bunda Aulia) yang memberikan pernyataan bahwa:

(41)

138

“Kompetensi spiritual semua peserta Siaga Tata dapat tercapai sepenuhnya (100%). Peserta pramuka siaga tata di SDN Tlompakan 03 beragama Islam, Katolik, dan

kristen dapat menguasai semua kompetensi spiritual (nomor 1), yaitu melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaan atas kemauan sendiri dan mengetahui adanya perbedaan keyakinan. Berkaitan dengan kompetensi agama Budha, dan Hindu, tidak ada peserta siaga tata di SDN Tlompakan 03 yang beragama Budha, dan Hindu” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyatakan hal yang senada sebagai berikut ini:

“Semua peserta Siaga Tata (100%) yang beragama Islam, Katolik, dan kristen dapat menguasai semua kompetensi spiritual (nomor 1), yaitu melaksanakan ibadah sesuai

dengan agama dan kepercayaan atas kemauan sendiri dan mengetahui adanya perbedaan keyakinan. Berkaitan dengan kompetensi agama Budha, dan Hindu, tidak ada peserta yang beragama Budha, dan Hindu” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.8, dan tabel 4.9); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan

(42)

139

mampu mencapai tujuan pengembangan spiritual Siaga Tata yang diwujudkan pada kemampuan 1a) peserta yang beragama Islam dapat (1) membaca Al Quran dan mengetahui tanda bacanya, (2) menyebutkan Asmaul Husna dan artinya, (3) mengetahui dan menceritakan salah satu kisah Rasul, (4) menyebutkan 10 nama malaikat dan tugasnya; 1b) peserta yang beragama Katolik dapat (1) tahu doa iman, doa tobat, doa cinta kasih, dan doa harapan, (2) tahu arti konsekrasi, dan mengikuti perayaan ekaristi, (3) mengenal nama pastor paroki dan uskup setempat, (4) menunjukkan kemahakuasaan Allah, (5) menunjukkan tindakan manusia yang bergantung kepada Allah; 1c) peserta yang beragama Kristen dapat (1) menghafal Lukas 10:27 (hukum kasih), (2) mengucap dan menggunakan doa sederhana pada kesempatan tertentu, (3) menunjukkan kemahakuasaan Allah, sedikitnya 5 macam, (4) menunjukkan tindakan manusia yang bergantung kepada Allah, sedikitnya 5 macam, (5) rajin mengikuti sekolah minggu di gerejanya.

(43)

140

Berdasarkan hasil wawancara, studi dokumen, dan juga observasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta ekstrakurikuler pramuka Siaga Tata di SDN Tlompakan 03 beragama Islam (63,2%), Katolik (10,5%) dan Kristen (26,3%). Peserta ekstrakurikuler pramuka Siaga Tata tidak ada yang beragama Hindu, dan juga Budha. Data pendukung dapat dilihat pada tabel 4.3.

B. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Emosional Siaga Tata

Kompetensi dasar dari pengembangan emosional Siaga Tata yaitu peserta dapat mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi emosional Siaga Tata (kompetensi nomor 9 dan 10) dapat tercapai 100%. Hal ini membuktikan bahwa semua peserta Siaga Tata dapat menguasai kompetensi emosional.

Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan

(44)

141

narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

Semua peserta Siaga Tata (100%) sudah dapat menguasai kompetensi emosional nomor 9 dan 10, yaitu peserta ekstrakurikuler pramuka siaga tata dapat mengkritisi suatu masalah dengan baik dan juga peduli dengan orang dan lingkungan di sekitarnya” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga menyatakan hal yang senada sebagai berikut ini:

“Semua peserta Siaga Tata (100%) dapat menguasai kompetensi emosional (nomor 9-10), yaitu dapat memberikan pendapat atau mengkritisi suatu masalah, dan juga dapat menolong sesama teman dan peduli terhadap lingkungan di sekitarnya” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.8, dan tabel 4.9); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% dan mampu mencapai tujuan pengembangan emosional Siaga Tata yang diwujudkan pada kemampuan 1) mengkritisi suatu

(45)

142

masalah dengan baik, dan 2) dapat menolong seseorang dan peduli terhadap lingkungan sekitarnya.

C. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Sosial Siaga Tata

Kompetensi dasar dari pengembangan sosial Siaga Tata yaitu dapat menaati peraturan-peraturan sosial yang berlaku di lingkungannya serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan penuh tanggung jawab, dan mengetahui wawasan kebangsaan. Berdasarkan hasil wawancara dan studi pustaka pencapaian pengembangan kompetensi sosial siaga tata dengan 17 kompetensi dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga tata dapat menguasai kompetensi sosial. Berikut petikan wawancara dengan pembina pramuka (bunda Aulia):

“Semua peserta Siaga Bantu telah dapat menguasai kompetensi sosial (nomor 2-8 dan 11-20) seluruhnya (100%), hal ini membuktikan bahwa peserta pramuka Siaga Bantu dapat berperan serta dalam membantu masyarakat sekitar untuk mewujudkan kehidupan yang rukun dan damai” (wawancara, 29 Februari 2020).

(46)

143

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga memberikan pernyataan yang mendukung pendapat bunda Aulia, pernyataan tersebut yaitu:

“Semua peserta Siaga Tata dapat menguasai semua kompetensi sosial nomor 2-8 dan 11-20” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.8, dan tabel 4.9); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% pada kompetensi dua sampai dengan delapan, serta kompetensi sebelas sampai dengan dua puluh. Artinya para peserta pramuka Siaga Tata telah mampu mencapai tujuan pengembangan sosial Siaga Tata yang diwujudkan pada kemampuan 1) mengajak temannya untuk mengamalkan Dwisatya dan Dwidarma, dan 2) menjelaskan teman sebarung tentang salam pramuka, 3) memiliki buku tabungan dan sudah menabung uang secara teratur dalam buku tabungannya selama sekurang-kurangnya 12 minggu sejak menjadi siaga tata, 4) membayar uang iuran kepada gudep dengan uang

(47)

144

yang diperoleh dari usahanya sendiri, 5) membuat lambang gerakan pramuka dari bahan yang ada, 6) memeragakan satu macam kegiatan seni budaya asal daerahnya, 7) memiliki sedikitnya 5 tanda kecakapan khusus, 8) rajin dan giat mengikuti latihan perindukan sebagai siaga tata sekurang- kurangnya 12 kali latihan, 9) menceritakan sejarah lagu kebangsaan Indonesia Raya, 10) menceritakan sejarah bendera kebangsaan Indonesia dan tahu sikap yang harus dilakukan pada waktu bendera kebangsaan dikibarkan atau diturunkan serta dapat memelihara bendera kebangsaan, 11) menyebutkan sedikitnya 10 nama pahlawan nasional, 7 hari besar nasional, dan 4 hari besar dunia, 12) menyebutkan akibat melanggar peraturan di keluarga, barung, perindukan, dan sekolah, 13) menyebutkan akibat melanggar adat/budaya di lingkungannya, 14) mengajak temannya berbuat baik dan berkata benar, 15) menyebutkan negara-negara ASEAN dan menunjukkan bendera kebangsaannya, 16) menyebutkan perbuatan yang baik sesuai dengan sila-sila Pancasila, 17)

(48)

145

mengumpaulkan keterangan untuk memperoleh P3K dan menyampaikan kepada dokter, rumah sakit, polisi, dan keluarga korban.

D. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Intelektual Siaga Tata

Kompetensi dasar dari pengembangan intelektual Siaga Tata yaitu peserta mampu untuk menceritakan pengetahuan dan teknologi serta keterampilan kepramukaan yang dimilikinya dalam barung dan perindukan. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi intelektual Siaga Tata (kompetensi nomor 21 s/d 25) dapat tercapai 100%. Itu berarti semua peserta Siaga Tata dapat menguasai kompetensi intelektual. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Tata (100%) dapat menguasai kompetensi intelektual (nomor 21-25). Hal ini membuktikan bahwa para peserta pramuka telah mampu untuk menerapkan pengetahuannya di bidang IPTEK

(49)

146

dalam kehidupan sehari-hari.” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga memberikan pernyataan yang mendukung pendapat bunda Aulia, pernyataan tersebut yaitu:

“Semua peserta Siaga Tata (100%) dapat menguasai kompetensi intelektual (nomor 21-25)” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.8, dan tabel 4.9); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa seluruh peserta ekstrakurikuler pramuka telah lulus 100% dan mampu untuk mencapai tujuan pengembangan intelektual Siaga Tata yang diwujudkan pada kemampuan 1) menceritakan dasar terjadinya perbedaan waktu yang ada di wilayah Indonesia, 2) menunjukkan 8 arah mata angin dengan menggunakan kompas, 3) menulis surat kepada teman atau saudaranya dnegan menggunakan Bahasa Indonesia, 4)

(50)

147

merawat peralatan elektronik, peralatan listrik, dan alat komunikasi yang ada di rumahnya serta 5) memelihara organ tubuh.

E. Hasil Penelitian Pengembangan Kompetensi Fisik Siaga Tata

Kompetensi dasar dari pengembangan fisik Siaga Tata yaitu peserta dapat membiasakan hidup bersih dan sehat dengan menjaga kebersihan, berolahraga secara teraturdengan mematuhi aturannya, minum cukup, dan makan dengan gizi seimbang. Berdasarkan hasil wawancara pengembangan kompetensi fisik Siaga Tata (kompetensi nomor 26 s/d 33) kompetensi yang dapat tercapai 100% adalah kompetensi nomor 26 s/d 32. Sedangkan kompetensi nomor 33 hanya dapat tercapai 95% saja. Berikut ini adalah petikan hasil wawancara dengan narasumber, pembina pramuka (Bunda Aulia), yang menyatakan bahwa:

“Semua peserta Siaga Tata (100%) dapat menguasai kompetensi fisik (nomor 26-32), namun kompetensi

(51)

148

nomor 33 hanya dapat tercapai 95% karena ada satu peserta yang lulus pada kompetensi membuat sedikitnya 2 macam ikatan” (wawancara, 29 Februari 2020).

Pelatih pramuka (bunda Devi) pun juga memberikan pernyataan yang mendukung pendapat bunda Aulia, pernyataan tersebut yaitu:

“Belum semua peserta Siaga Tata dapat menguasai kompetensi fisik (nomor 26-33). Kompetensi yang belum bisa dikuasai 100% adalah kompetensi nomor 33 yaitu tentang tali-temali. Masih ada sekitar 5% siswa yang belim menguasainya” (wawancara, 2 Maret 2020).

Berdasarkan hasil studi dokumen (Lampiran hasil pencapaian SKU, tabel 4.8, dan tabel 4.9); hasil wawancara, dan juga hasil observasi maka dapat diidentifikasi bahwa semua peserta ekstrakurikuler pramuka lulus 100% pada kompetensi nomor 26 s/d 32. Pengembangan fisik Siaga Tata tersebut diwujudkan pada kemampuan 1) melakukan olahraga secara tim, 2) mencuci, peralatan dapur, 3) memelihara kebersihan halaman di rumah, sekolah, tempat ibadah, atau di tempat lainnya, 4) melakukan salah satu cabang olahraga

Referensi

Dokumen terkait

Depo Farmasi Rawat Jalan melayani pasien poliklinik, jaminan kantor, asuransi perusahaan, juga resep pegawai yang obatnya tidak diberikan di Depo Farmasi Pegawai. Alur pelayanan

Perilaku tidak menggunakan kondom pada pria pelanggan pekerja seks lebih banyak pada pria tidak kawin, berumur ≥ 41 tahun, berpendidikan SD, bekerja sebagai buruh

Skripsi ini menganalisa sebuah novel karya Jane Austen yang berjudul Pride and Prejudice. Novel ini bercerita tentang Elizabeth Bennet. Novel ini menarik untuk dianalisa

Universitas Teuku Umar (UTU) sebagai salah satu perguruan tinggi negeri di provinsi Aceh dituntut untuk dapat meningkatkan kompetensi dosennya, dengan melihat pada peran

Pengujian kinerja traktor tangan Huanghai DF-12L dengan berbagai campuran bahan bakar dalam mengolah tanah pada penelitian ini dilakukan di lahan kering (lahan

Dari hasil penelitian, peneliti menyimpulkan bahwa beberapa responden masih memiliki motivasi yang kurang terhadap perawatan diabetes disebabkan oleh kurangnya pendidikan

Kepolisian.. Keberadaan pelatihan di lingkungan kepolisian merupakan suatu kebutuhan yang harus dipenuhi. Pelatihan dalam pembahasan ini adalah pelatihan dalam penggunaan kekuatan

Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa intensifikasi produksi anak domba dengan aplikasi metode beranak dua kali setahun dipengaruhi oleh beberapa faktor, di