• Tidak ada hasil yang ditemukan

KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT. PUTUSAN Nomor : 009/II/KI-SB/PS-A/2017

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KOMISI INFORMASI PROVINSI SULAWESI BARAT. PUTUSAN Nomor : 009/II/KI-SB/PS-A/2017"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

Putusan KI Sulbar hal - 1 KOMISI INFORMASI

PROVINSI SULAWESI BARAT

PUTUSAN

Nomor : 009/II/KI-SB/PS-A/2017

1. IDENTITAS

[1.1] Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat yang menerima, memeriksa dan menjatuhkan putusan dalam Sengketa Informasi Publik dengan Nomor Registrasi : 005/REG-PSI/KI-SB/X/2016yang diajukan oleh :

Nama : Arwin Haryanto

Alamat : Jl. Empat Lima No. 30, Dusun Jombang, Desa Sugihwaras, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar Selanjutnya disebut sebagai Pemohon,

yang dalam persidangan dihadiri oleh Pemohon, Terhadap

Nama : Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar Alamat : Pekkabata, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar Selanjutnya disebut sebagai Termohon.

[1.2] Telah membaca permohonan Pemohon;

Telah mendengar keterangan Pemohon;

Telah memeriksa surat-surat Pemohon;

Telah melaksanakan pemeriksaan setempat terhadap Termohon;

2. DUDUK PERKARA A. Pendahuluan

[2.1] Bahwa pada tanggal 3 Oktober 2016, Pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi

(2)

Putusan KI Sulbar hal - 2 Provinsi Sulawesi Barat, diterima pada tanggal yang sama dan terdaftar di Kepaniteraan dengan Nomor Registrasi : 005/REG-PSI/KI-SB/X/2016.

Kronologi

[2.2] Bahwa pada tanggal 10 Agustus 2016, Pemohon telah mengajukan permohonan permintaan informasi melalui surat kepada Kepala Bidang Cipta Karya, Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar dan telah diterima atas nama Rahma, dengan permintaan berupa salinan informasi yaitu:

1. Dokumen data CV pemenang lelang pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo tahap II yang meliputi :

a. akta pendirian CV;

b. surat keterangan domisili CV;

c. PKP;

d. izin badan usaha;

e. sertifikasi dari Kadin;

f. sertifikasi badan usaha;

g. izin usaha jasa konstruksi; dan h. klasifikasi CV.

2. Rincian dokumen kontrak Mesjid Merdeka Wonomulyo tahap II.

3. Gambar rencana pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo.

4. Izin mendirikan bangunan (IMB) dan dokumen penyusunan AMDAL / UKL / UPL pada Mesjid Merdeka Wonomulyo sebagaimana yang disyaratkan pada Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 47 tahun 2012, pasal 45 ayat (a) dan ayat (b).

5. Dokumen hasil pekerjaan tahap I pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo.

[2.3] Bahwa permohonan permintaan informasi yang diajukan oleh Pemohon sebagaimana diuraikan pada paragraf [2.2], sampai batas waktu yang ditentukan, tidak mendapatkan tanggapan atau jawaban dari Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar;

(3)

Putusan KI Sulbar hal - 3 [2.4] Bahwa selanjutnya pada tanggal 24 Agustus 2016, Pemohon mengajukan surat keberatan kepada Termohon atas tidak ditanggapinya permohonan permintaan informasi dan telah diterima atas nama Edy;

[2.5] Bahwa hingga berakhirnya jangka waktu untuk memberikan tanggapan atau jawaban atas keberatan dari Pemohon sebagaimana dimaksud pada paragraf [2.4], Termohon tidak memberikan tanggapan atau jawaban.

[2.6] Bahwa atas dasar sebagaimana dimaksud pada paragraph [2.5], pada tanggal 3 oktober 2016 Pemohon mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat, diterima oleh Kepaniteraan pada tanggal yang sama dan selanjutnya diproses dan diberikan Nomor Registrasi: 005/REG-PSI/KI-SB/X/2016;

[2.7] Bahwa terhadap sengketa a quo, telah disidangkan pada tanggal 19 Oktober 2016 dan tanggal 1 November 2016, dimana hanya dihadiri oleh Pemohon dan tanpa dihadiri oleh Termohon.

Alasan atau Tujuan Permohonan Informasi Publik

[2.8] Bahwa alasan atau tujuan Pemohon mengajukan Permohonan Informasi Publik atas perkara a quo dalam rangka untuk melakukan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan.

Petitum

[2.9] Pemohon meminta kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat untuk memutus sengketa informasi publik ini.

B. Alat Bukti

Keterangan Pemohon

[2.10] Menimbang bahwa dalam persidangan, Pemohon telah menyampaikan keterangan sebagai berikut ;

1. Bahwa Pemohon telah mengajukan permohonan permintaan informasi dan keberatan terhadap Termohon sebagaimana tercantum dalam berkas permohonan.

(4)

Putusan KI Sulbar hal - 4 2. Bahwa dalam pengajuan permohonan permintaan informasi, Pemohon meminta salinan beberapa dokumen-dokumen sebagaimana diuraikan pada paragraf [2.2].

3. Bahwa alasan atau tujuan Pemohon meminta informasi kepada Termohon dalam rangka untuk melakukan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan.

Keterangan Termohon

[2.11] Menimbang bahwa dalam persidangan pada tanggal 19 Oktober 2016 dan 1 November 2016, Termohon tidak hadir, sehingga Majelis Komisioner berpendapat bahwa Termohon tidak menggunakan hak hukumnya dihadapan persidangan sekalipun telah diberikan waktu dan kesempatan. Hal ini merujuk pada ketentuan Pasal 31 Peraturan Komisi Informasi No. 1 tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, Majelis Komisioner dapat melanjutkan persidangan guna memeriksa dan memutus sengketa tanpa kehadiran Termohon;

Surat-Surat Pemohon

[2.12] Bahwa Pemohon telah mengajukan surat-surat sebagai berikut :

P-1 Fotokopi Surat Permohonan Informasi Publik yang ditujukan kepada Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 10 Agustus 2016 dan lembar penerimaan surat yang diterima atas nama Rahma.

P-2 Fotokopi Surat Keberatan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar pada tanggal 18 Agustus 2016 dan lembar penerimaan surat yang diterima atas nama Edy.

P-3 Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Arwin Haryanto dengan Nomor KTP 7604030902760001, alamat Dusun Jombang, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar.

(5)

Putusan KI Sulbar hal - 5 Surat-Surat Termohon

[2.13] Menimbang bahwa Termohon tidak mengajukan surat-surat sebagai salah satu alat bukti.

3. KESIMPULAN PARA PIHAK

Kesimpulan Pemohon

[3.1] Menimbang bahwa Pemohon telah mengajukan kesimpulannya secar tertulis pada tanggal 30 Januari 2017 dengan uraian :

1. Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, pasal 8 ayat (1) “Setiap bangunan gedung harus memiliki persyaratan administratif yang meliputi izin mendirikan bangunan gedung.”

2. Undang-Undang Nomor 28 tahun 2002 tentang Bangunan Gedung, pasal 35 ayat (4) “Pembangunan bangunan gedung dapat dilaksanakan setelah rencana teknis bangunan gedung disetujui oleh pemerintah daerah dalam bentuk izin mendirikan bangunan.”

3. Peraturan Daerah Kabupaten Polewali Mandar Nomor 6 tahun 2011, pasal 7

“Sebelum diterbitkan izin mendirikan bangunan (IMB) dilarang memulai suatu pekerjaan bangunan.”

4. Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 47 tahun 2002 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL) kawasan perkotaan kecamatan Wonomulyo, pasal 45 ayat (2) “Setiap penyelenggaraan pembangunan gedung atau pengembangan sub kawasan RTBL, kawasan perkotaan kecamatan Wonomulyo yang memenuhi kriteria penyusunan AMDAL harus dilakukan penyusunan AMDAL/UKL/UPL, sesuai dengan peraturan perundang-undangan.”

Kesimpulan Termohon

[3.2] Menimbang bahwa Termohon tidak mengajukan kesimpulan.

4. PERTIMBANGAN HUKUM

[4.1] Menimbang bahwa maksud dan tujuan permohonan sesungguhnya adalah mengenai Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, sebagaimana

(6)

Putusan KI Sulbar hal - 6 diatur pasal 35 ayat (1) huruf c, Undang-undang No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, selanjutnya disebut UU KIP, juncto pasal 5 huruf b Pasal 13 dan Pasal 36 ayat (1) dan (2) Peraturan Komisi Informasi No.1 Tahun 2013 tentang Prosedur Penyelesaian Sengketa Informasi Publik, selanjutnya disebut Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP;

[4.2] Menimbang bahwa sebelum memasuki pokok permohonan, berdasarkan pasal 36 ayat (1) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP, Majelis Komisioner terlebih dahulu akan mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :

1. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat untuk memeriksa dan menjatuhkan putusan terhadap permohonan a quo ;

2. Kedudukan hukum atau legal standing Pemohon sebagai yang mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik ;

3. Kedudukan hukum atau legal standing Termohon sebagai Badan Publik dalam sengketa informasi publik ;

4. Batas waktu pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik.

Bahwa terhadap keempat hal tersebut, Majelis Komisioner mempertimbangkan dan memberikan pendapat sebagai berikut :

A. Kewenangan Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat

[4.3] Menimbang bahwa Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat memiliki dua kewenangan yaitu Kewenangan Absolut dan Kewenangan Relatif.

Kewenangan Absolut

[4.4] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 4 UU KIP yang menyatakan : Komisi Informasi adalah lembaga mandiri yang berfungsi menjalankan Undang-Undang ini dan peraturan pelaksanaannya, menetapkan petunjuk teknis standar layanan informasi publik dan menyelesaikan sengketa informasi publik melalui mediasi dan/atau ajudikasi nonlitigasi.

[4.5] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 5 UU KIP, juncto Pasal 1 angka 3 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan “Sengketa Informasi Publik adalah sengketa yang terjadi antara badan publik dan pengguna

(7)

Putusan KI Sulbar hal - 7 informasi publik yang berkaitan dengan hak memperoleh dan menggunakan informasi berdasarkan perundang-undangan.”

[4.6] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 26 ayat (1) UU KIP

Komisi Informasi bertugas menerima, memeriksa, dan memutus permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi yang diajukan oleh setiap Pemohon Informasi Publik berdasarkan alasan sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

Pasal 38 ayat (1) UU KIP

Komisi Informasi Pusat dan Komisi Informasi provinsi dan/atau Komisi Informasi kabupaten/kota harus mulai mengupayakan penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Mediasi dan/atau Ajudikasi nonlitigasi paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah menerima permohonan penyelesaian Sengketa Informasi Publik.

[4.7] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 5 Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan “Penyelesaian Sengketa Informasi Publik melalui Komisi Informasi dapat ditempuh apabila :

a. pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang diberikan oleh atasan PPID; atau

b. pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan yang telah diajukan kepada atasan PPID dalam jangka waktu 30 (tiga puluh)hari kerja sejak keberatan diterima oleh atasan PPID.”

[4.8] Menimbang bahwa berdasarkan keterangan Pemohon dalam persidangan yang telah menempuh mekanisme untuk memperoleh informasi dan mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik sebagai berikut :

a. pemohon telah mengajukan permohonan informasi publik sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;

b. pemohon telah menempuh upaya keberatan kepada Termohon sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara;

(8)

Putusan KI Sulbar hal - 8 c. pemohon tidak mendapat tanggapan atau jawaban dari Termohon

sebagaimana diuraikan dalam duduk perkara; dan

d. pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat sebagaimana telah diuraikan dalam duduk perkara.

[4.9] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [4.4] sampai paragraf [4.8], Majelis berpendapat bahwa sengketa a quo berada dalam kompetensi absolut Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat dan oleh sebab itu memiliki kewenangan untuk menyelesaikan sengketa a quo.

Kewenangan Relatif

[4.10] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat (3) UU KIP menyatakan “Kewenangan Komisi Informasi provinsi meliputi kewenangan penyelesaian sengketa yang menyangkut Badan Publik tingkat provinsi yang bersangkutan.”

[4.11] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 6 ayat (4) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan “Dalam hal Komisi Informasi Kabupaten/Kota belum terbentuk, kewenangan menyelesaikan Sengketa Informasi Publik yang menyangkut Badan Publik tingkat kabupaten/kota dilaksanakan oleh Komisi Informasi Provinsi.

[4.12] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan Pasal 1 angka 3 UU KIP yang menyatakan “Badan Publik adalah lembaga eksekutif, legislatif, yudikatif, dan badan lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara, yang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, atau organisasi nonpemerintah sepanjang sebagian atau seluruh dananya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan/atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, sumbangan masyarakat, dan/atau luar negeri.

(9)

Putusan KI Sulbar hal - 9 [4.13] Menimbang bahwa pada bagian penjelasan Pasal 6 ayat (3) Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP menyatakan ”Yang dimaksud dengan Badan Publik kabupaten/kota adalah Badan Publik yang lingkup kerjanya mencakup kabupaten/kota setempat atau lembaga tingkat kabupaten/kota dari suatu lembaga yang hierarkis. Contoh: Pemerintah Kabupaten/Kota, DPRD kabupaten/kota, Pengadilan tingkat pertama, Komando Distrik Militer, BUMD tingkat kabupaten/kota, Partai Politik tingkat kabupaten/kota, organisasi non pemerintah tingkat kabupaten/kota, RSUD tingkat kabupaten/kota, atau lembaga tingkat kabupaten/kota lainnya.

[4.14] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.10] sampai paragraf [4.13], Majelis berpendapat Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat memiliki kewenangan relatif untuk menerima, memeriksan dan memutus sengketa a quo.

B. Kedudukan Hukum / Legal Standing Pemohon

[4.15] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan : Pasal 1 angka 12 UU KIP

Pemohon Informasi Publik adalah warga negara dan/atau badan hukum Indonesia yang mengajukan permintaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Pasal 1 angka 7 Perki No. 1 Tahun 2013 Tentang PPSIP

Pemohon Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang selanjutnya disebut Pemohon adalah Pemohon atau Pengguna Informasi Publik yang mengajukan Permohonan kepada Komisi Informasi.

Pasal 11 ayat (1) huruf a Perki No. 1 Tahun 2013 Tentang PPSIP

Pemohon wajib menyertakan dokumen kelengkapan Permohonan berupa identitas yang sah, yaitu:

1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk, Paspor atau identitas lain yang sah yang dapat membuktikan Pemohon adalah warga negara Indonesia;

atau

(10)

Putusan KI Sulbar hal - 10 2. Anggaran dasar yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dan telah tercatat di Berita Negara Republik Indonesia dalam hal Pemohon adalah Badan Hukum.

3. Surat kuasa dan fotokopi Kartu Tanda Penduduk pemberi kuasa dalam hal Pemohon mewakili kelompok orang.

[4.16] Menimbang bahwa Pemohon adalah perseorangan selaku warga negara Indonesia yang berdomisili di Kecamatan Wonomulyo Kabupaten Polewali Mandar dengan Nomor KTP : 7604030902760001, sehingga terkait dokumen yang wajib disertakan oleh Pemohon dalam hal permohonan penyelesaian sengketa informasi publik, maka sesuai dengan fakta di persidangan pemeriksaan awal oleh Majelis Pemohon telah memperlihatkan Kartu Tanda Penduduk, vide bukti P-3;

[4.17] Menimbang bahwa berdasarkan uraian paragraf [4.15] sampai dengan paragraf [4.16], Majelis berpendapat bahwa Pemohon memenuhi syarat kududukan hukum atau legal standing sebagai Permohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.

C. Kedudukan Hukum / Legal Standing Termohon

[4.18] Menimbang bahwa kedudukan hukum Termohon dalam sengketa a quo sesungguhnya telah diuraikan dan dipertimbangkan pada bagian kewenangan relatif Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat yaitu pada paragraf [4.10] sampai dengan [4.14], dimana pertimbangan tersebut berlaku secara mutatis mutandis dalam menguraikan dan mempertimbangkan kedudukan hukum Termohon.

[4.19] Menimbang berdasarkan paragraf [4.18], Majelis berpendapat bahwa Termohon memenuhi syarat kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon penyelesaian sengketa informasi publik dalam sengketa a quo.

D. Batas Waktu Pengajuan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi [4.20] Menimbang fakta persidangan yang telah diuraikan pada paragraf [2.2]

sampai paragraf [2.6] mengenai kronologi mulai dari permohonan informasi, keberatan dan pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi di Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat.

(11)

Putusan KI Sulbar hal - 11 [4.21] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan-ketentuan :

Pasal 36 ayat (2) UU KIP

Atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 35 ayat (1) memberikan tanggapan atas keberatan yang diajukan oleh Pemohon Informasi Publik dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari kerja sejak diterimanya keberatan secara tertulis.

Pasal 37 ayat (2) UU KIP

Upaya penyelesaian Sengketa Informasi Publik diajukan dalam waktu paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterimanya tanggapan tertulis dari atasan pejabat sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 ayat (2).

Pasal 13 huruf a Perki No. 1 Tahun 2013 Tentang PPSIP

Permohonan diajukan selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kerja sejak tanggapan tertulis atas keberatan dari atasan PPID diterima oleh Pemohon.

[4.22] Menimbang bahwa setelah memeriksa semua dokumen kelengkapan dari Pemohon dan berdasarkan penjelasan pada paragraf [4.20] dan paragraf [4.21]

serta memperhatikan fakta dipersidangan sebagai berikut :

1. Bahwa benar Pemohon pada tanggal 10 Agustus 2016 telah mengajukan Permohonan Informasi Publik yang ditujukan kepada Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar dengan lembar penerimaan surat yang diterima atas nama Rahma, vide bukti P-1.

2. Bahwa benar Pemohon pada tanggal 18 Agustus 2016 telah mengajukan Surat Keberatan yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Polewali Mandar dengan lembar penerimaan surat yang diterima atas nama Edy, vide bukti P-2.

3. Bahwa benar Pemohon pada tanggal 3 oktober 2016 telah mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik kepada Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat, diterima oleh Kepaniteraan pada tanggal yang sama dan selanjutnya diproses dan diberikan Nomor Registrasi: 005/REG-PSI/KI- SB/X/2016;

(12)

Putusan KI Sulbar hal - 12 Atas dasar uraian pada paragraf [4.22], Majelis berpendapat bahwa jangka waktu permohonan penyelesaian sengketa informasi yang diajukan Pemohon telah memenuhi ketentuan UU KIP, juncto Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP.

E. Pokok Permohonan

[4.23] Menimbang bahwa pokok Permohonan dari Pemohon adalah meminta salinan dokumen berupa :

1. data pemenang lelang pembangunan mesjid Merdeka Wonomulyo Tahap II yang meliputi :

a. akta pendirian CV;

b. surat keterangan domisili CV;

c. PKP;

d. izin badan usaha;

e. sertifikasi dari Kadin;

f. sertifikasi badan usaha;

g. izin usaha jasa konstruksi; dan h. klasifikasi CV.

2. Rincian dokumen kontrak Mesjid Merdeka Wonomulyo Tahap II.

3. Gambar rencana pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo.

4. Izin mendirikan bangunan (IMB) dan dokumen penyusunan AMDAL / UKL / UPL Mesjid Merdeka Wonomulyo sebagaimana disyaratkan pada Peraturan Bupati Polewali Mandar Nomor 47 tahun 2012, pasal 45 ayat (a) dan ayat (b).

5. Dokumen hasil Pekerjaan Tahap I pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo.

[4.24] Menimbang bahwa berdasarkan Pasal 28 F Perubahan Keempat Undang- Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang pada pokoknya mengatur bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia.

[4.25] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pada Pasal 4 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) UU KIP yang menyatakan :

(13)

Putusan KI Sulbar hal - 13 1. Setiap Orang berhak memperoleh Informasi Publik sesuai dengan ketentuan

Undang- Undang ini.

2. Setiap Orang berhak:

a. melihat dan mengetahui Informasi Publik;

b. menghadiri pertemuan publik yang terbuka untuk umum untuk memperoleh Informasi Publik;

c. mendapatkan salinan Informasi Publik melalui permohonan sesuai dengan Undang- Undang ini; dan/atau

d. menyebarluaskan Informasi Publik sesuai dengan peraturan perundang- undangan.

3. Setiap Pemohon Informasi Publik berhak mengajukan permintaan Informasi Publik disertai alasan permintaan tersebut.

F. Pendapat Majelis

[4.26] Menimbang bahwa terhadap hal-hal yang menjadi pokok penyelesaian sengketa informasi a quo ini, Majelis akan memberikan pertimbangan dan penilaian hukum.

[4.27] Menimbang Pasal 1 angka 12 UU KIP, juncto Pasal 1 angka 8 Peraturan Komisi Informasi Nomor 1 Tahun 2010 tentang Standar Layanan Informasi Publik, pada pokoknya menyatakan bahwa Pemohon Informasi Publik adalah warga negara dan/atau badan hukum Indonesia yang mengajukan permintaan informasi publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

[4.28] Menimbang bahwa Pemohon pada pokoknya menyatakan alasan melakukan permohonan informasi adalah untuk ikut serta berpartisipasi dalam melakukan fungsi kontrol terhadap pelaksanaan pembangunan.

[4.29] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pada pasal 2 UU KIP yang menyatakan :

1. Setiap Informasi Publik bersifat terbuka dan dapat diakses oleh setiap Pengguna Informasi Publik.

2. Informasi Publik yang dikecualikan bersifat ketat dan terbatas.

(14)

Putusan KI Sulbar hal - 14 3. Setiap Informasi Publik harus dapat diperoleh setiap Pemohon Informasi Publik

dengan cepat dan tepat waktu, biaya ringan, dan cara sederhana.

4. Informasi Publik yang dikecualikan bersifat rahasia sesuai dengan Undang- Undang, kepatutan, dan kepentingan umum didasarkan pada pengujian tentang konsekuensi yang timbul apabila suatu informasi diberikan kepada masyarakat serta setelah dipertimbangkan dengan saksama bahwa menutup Informasi Publik dapat melindungi kepentingan yang lebih besar dari pada membukanya atau sebaliknya.

[4.30] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pasal 6 UU KIP tentang hak badan publik yang menyatakan :

1. Badan Publik berhak menolak memberikan informasi yang dikecualikan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

2. Badan Publik berhak menolak memberikan Informasi Publik apabila tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Informasi Publik yang tidak dapat diberikan oleh Badan Publik, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) adalah :

a. informasi yang dapat membahayakan negara;

b. informasi yang berkaitan dengan kepentingan perlindungan usaha dari persaingan usaha tidak sehat;

c. informasi yang berkaitan dengan hak-hak pribadi;

d. informasi yang berkaitan dengan rahasia jabatan; dan/atau

e. Informasi Publik yang diminta belum dikuasai atau didokumentasikan.

[4.31] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pasal 11 ayat (1) UU KIP yang menyatakan “Badan Publik wajib menyediakan Informasi Publik setiap saat yang meliputi:

a. daftar seluruh Informasi Publik yang berada di bawah penguasaannya, tidak termasuk informasi yang dikecualikan;

b. hasil keputusan Badan Publik dan pertimbangannya;

c. seluruh kebijakan yang ada berikut dokumen pendukungnya;

d. rencana kerja proyek termasuk di dalamnya perkiraan pengeluaran tahunan Badan Publik;

(15)

Putusan KI Sulbar hal - 15 e. perjanjian Badan Publik dengan pihak ketiga;

f. informasi dan kebijakan yang disampaikan Pejabat Publik dalam pertemuan yang terbuka untuk umum;

g. prosedur kerja pegawai Badan Publik yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat; dan/atau

h. laporan mengenai pelayanan akses Informasi Publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

[4.32] Menimbang berdasarkan Pasal 5 huruf c dan huruf d Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah disebutkan bahwa salah satu prinsip pengadaan barang/jasa adalah transparan dan terbuka.

[4.33] Menimbang bahwa dalam rangka pelaksanaan pengadaan barang/jasa berdasarkan pasal 73 ayat (3) Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, disebutkan bahwa pelaksanaan pelelangan/seleksi diumumkan secara terbuka dengan mengumumkan secara luas sekurang-kurangnya melalui :

a. website Kementerian/Lembaga Pemerintah Daerah/Institusi;

b. papan pengumuman resmi untuk masyarakat; dan c. portal pengadaan nasional melalui LPSE.

[4.34] Menimbang bahwa dalam rangka penetapan Penyedia Barang/Jasa sebagaimana ditentukan pada pasal 80 Peraturan Presiden Nomor 70 tahun 2012 tentang perubahan kedua atas Peraturan Presiden Nomor 54 tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, menyebutkan :

Ayat (2)

“Kelompok Kerja ULP/Pejabat Pengadaan mengumumkan hasil pemilihan Penyedia Barang/Jasa setelah ditetapkan melalui website Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi dan papan pengumuman resmi.”

Ayat (3)

“Pengumuman penetapan Penyedia Barang/Jasa sekurang-kurangnya terdiri dari:

a. nama paket pekerjaan dan nilai total HPS;

(16)

Putusan KI Sulbar hal - 16 b. nama, Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan alamat pemenang; dan

c. hasil evaluasi penawaran administrasi, teknis dan harga.

Ayat (4)

Pengumuman atas penetapan Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan melalui Pelelangan/Pemilihan Langsung/Seleksi, diumumkan secara terbuka pada:

a. website Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi;

b. papan pengumuman resmi untuk masyarakat; dan c. portal pengadaan nasional melalui LPSE.

Ayat (5)

Pengumuman atas penetapan Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan melalui Penunjukan Langsung, diumumkan secara terbuka pada :

a. website Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah/Institusi; dan b. papan pengumuman resmi untuk masyarakat.

[4.35] Menimbang bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan setempat pada tanggal 26 Januari 2017 di tempat kedudukan Termohon, dimana secara langsung Majelis melihat beberapa dokumen terkait dan diperoleh fakta-fakta yaitu :

1. Dokumen tentang AMDAL/UKL/UPL dan IMB tidak dikuasai oleh Termohon;

2. Dokumen tentang data pemenang lelang yaitu akta pendirian termasuk yang dikecualikan karena isi otentik dalam Akta Pendirian menyangkut data kepentingan pribadi.

3. Rincian dokumen kontrak Mesjid Merdeka Wonomulyo tahap II sudah termasuk di dalamnya mengenai surat keterangan domisili, surat keterangan pengusaha kena pajak, izin badan usaha, sertifkasi dari Kadin, sertifikasi badan usaha, izin usaha jasa konstruksi dan klasifikasi pemenang tender. Kecuali dokumen AMDAL/UKL/UPL, IMB dan Akta Pendirian yang telah dijelaskan pada angka 1 dan angka 2.

4. Terhadap rincian dokumen lainnya yang tidak disebutkan pada angka 3 di atas Majelis berpendapat bahwa hal tersebut tidak jelas dimohonkan berdasarkan permohonan sebagaimana dijelaskan pada paragraf [2.2] tentang kronologi sehingga dokumen yang telah disebutkan pada angka 3 merupakan bagian

(17)

Putusan KI Sulbar hal - 17 dari rincian dokumen kontrak pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo tahap II.

[4.36] Menimbang bahwa berdasarkan ketentuan pasal 17 huruf g UU KIP menyebutkan “Setiap Badan Publik wajib membuka akses bagi setiap Pemohon Informasi Publik untuk mendapatkan Informasi Publik, kecuali Informasi Publik yang apabila dibuka dapat mengungkapkan isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang.”

[4.37] Menimbang bahwa berdasarkan uraian pada paragraf [4.26] sampai paragraf [4.36] Majelis berpendapat :

1. Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon antara lain dokumen data pemenang lelang yang menyangkut surat keterangan domisili, surat keterangan pengusaha kena pajak (PKP), izin badan usaha, sertifikasi dari Kadin, sertifikasi badan usaha, izin usaha jasa konstruksi dan klasifikasi CV adalah informasi yang bersifat terbuka dan sepatutnya terhadap Permohonan ini dikabulkan untuk seluruhnya.

2. Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon menyangkut rincian dokumen Mesjid Merdeka Wonomulyo tahap II sepenuhnya sama dengan yang dimohonkan oleh pemohon sebagaimana disebutkan pada angka 1.

3. Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon menyangkut Gambar rencana pembangunan Mesjid Merdeka adalah informasi yang bersifat terbuka dan sepatutnya terhadap Permohonan ini dikabulkan untuk seluruhnya.

4. Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon menyangkut Izin mendirikan bangunan (IMB) dan dokumen penyusunan AMDAL / UKL / UPL pada Mesjid Merdeka Wonomulyo merupakan informasi yang dikecualikan sebagaimana dijelaskan pada paragraf [4.35].

5. Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon menyangkut dokumen hasil pekerjaan tahap I pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo adalah informasi yang bersifat terbuka dan sepatutnya terhadap Permohonan ini dikabulkan untuk seluruhnya.

(18)

Putusan KI Sulbar hal - 18 5. KESIMPULAN

[5.1] Berdasarkan seluruh uraian, pertimbangan dan fakta hukum yang telah dijelaskan, sebagai Majelis berkesimpulan :

1. Komisi Informasi Provinsi Sulawesi Barat berwenang untuk menerima, memeriksa dan memutus permohonan a quo.

2. Pemohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing untuk mengajukan permohonan dalam sengketa a quo.

3. Termohon memiliki kedudukan hukum atau legal standing sebagai Termohon dalam sengketa a quo.

4. Batas waktu pengajuan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik memenuhi jangka waktu yang telah ditentukan oleh UU KIP, juncto Perki No 1 Tahun 2013 tentang PPSIP.

5. Informasi yang dimohonkan oleh Pemohon sebagaimana dimaksud pada [4.37]

sebagian merupakan informasi yang terbuka.

6. AMAR PUTUSAN Memutuskan :

[6.1] Mengabulkan permohonan Pemohon untuk sebagian.

[6.2] Menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon berupa Akta Pendirian, Izin mendirikan bangunan (IMB) dan dokumen penyusunan AMDAL / UKL / UPL pada Mesjid Merdeka Wonomulyo adalah Informasi yang dikecualikan.

[6.3] Menyatakan bahwa informasi yang dimohonkan oleh Pemohon berupa surat keterangan domisili, surat keterangan pengusaha kena pajak (PKP), izin badan usaha, sertifikasi dari Kadin, sertifikasi badan usaha, izin usaha jasa konstruksi, klasifikasi CV, Gambar rencana pembangunan Mesjid Merdeka dan dokumen hasil pekerjaan tahap I pembangunan Mesjid Merdeka Wonomulyo adalah Informasi yang terbuka.

[6.4] Memerintahkan kepada Termohon untuk memberikan informasi sebagaimana dimaksud pada paragraf [6.3] kepada Pemohon, paling lambat 14 (empat belas) hari kerja sejak diterimanya putusan ini.

(19)

Putusan KI Sulbar hal - 19 Demikian diputuskan dalam Rapat Permusyawaratan Majelis Komisioner yaitu Dulhaj Muchtar Mahmud sebagai Ketua, Andry Pramono dan Andi Fachriady Kusno masing-masing sebagai Anggota, pada hari Kamis tanggal 9 Feburari 2017 dan dibacakan dalam sidang terbuka untuk umum pada tanggal 16 Februari 2017 oleh Majelis Komisioner yang nama-namanya tersebut di atas, dengan didampingi oleh Ince Muh. Ishak sebagai Panitera Pengganti, tanpa dihadiri oleh Pemohon dan Termohon.

KETUA MAJELIS

( DULHAJ MUCHTAR MAHMUD )

ANGGOTA MAJELIS

( ANDRI PRAMONO )

ANGGOTA MAJELIS

( ANDI FACHRIADY KUSNO)

PANITERA PENGGANTI

( INCE MUH. ISHAK )

Referensi

Dokumen terkait

[2.1] Menimbang bahwa Pemohon telah menyampaikan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Pusat pada tanggal 2 Januari 2012,

[2.1 J Bahwa Pemohon telah mengajukan permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik pada tanggal 5 Februari 2014 yang diterima dan terdaftar di Kepaniteraan

[4.5] Menimbang bahwa permohonan a quo merupakan Permohonan Penyelesaian sengketa Informasi Publik yang menyangkut Pemohon tidak puas terhadap tanggapan atas keberatan yang

[4.5] Menimbang bahwa permohonan a quo merupakan Permohonan Penyelesaian sengketa Informasi Publik yang menyangkut Pemohon tidak mendapatkan tanggapan atas keberatan

yang menyatakan bahwa Pemohon telah mengajukan permohonan penyelesaian sengketa informasi publik kepada Komisi Informasi Provinsi Jawa Barat pada tanggal 28 Agustus

Pemohon juga mengajukan surat keberatan atas jawaban permohonan informasi publik, dengan demikian Majelis Komisioner berpendapat, bahwa batas waktu Permohonan

[2.3] Bahwa permohonan informasi yang diajukan Pemohon sebagaimana diuraikan pada paragraf [2.2] hingga batas waktu yang ditentukan, tidak mendapatkan tanggapan

(1.1) Menimbang bahwa Pemohon telah mengajukan Permohonan Penyelesaian Sengketa Informasi Publik yang diterima dan terdaftar di Kepaniteraan Komisi Informasi Provinsi