6 BAB II
TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI
2.1 Tinjauan Pustaka
Virtual Reality telah banyak digunakan dalam berbagai bidang implementasi, seperti sebagai media promosi. Berikut adalah produk aplikasi virtual reality yang dibuat oleh salah satu mahasiswa D3 Teknik Informatika UNS mengenai tempat wisata virtual yang memiliki beberapa tempat objek wisata diantaranya taman Sriwedari dan Galabo bagi pengguna untuk menikmati kota Surakarta dengan nuansa zaman dahulu. Dalam virtual tersebut pengguna juga dapat melakukan interaksi dengan lingkungan sekitar (Imam Putra Setyawan, 2016).
Penelitian mengenai pengembangan wisata virtual reality di kampus PENS sebagai media promosi kampus dengan meggunakan Google Cardboard dan joystick sebagai medianya. Virtual reality kampus PENS ini menggunakan konsep sudut pandang First Person Shoter (Zikky, et al., 2016).
Penelitian mengenai interaksi pada museum virtual menggunakan penginderaan tangan dengan penyajian stereoscopic 3D dimana pengguna dapat melakukan interaksi dengan objek-objek yang terdapat di dalam sebuah museum.
Interaksi tangan diterapkan dengan menggunakan pengindera tangan Head Mounting Display (HMD) (Samaita and Sumpeno, 2016).
Penelitian yang dilakukan mengenai pengembangan aplikasi pembelajaran Tarsier (Tarsius Spectral) yang merupakan primata primitif yang hanya dapt ditemukan di Provinsi Sulawesi Utara. Sebelumnya aplikasi ini menggunakan teknologi Augmented Reality (AR) dimana terdapat kelemahan yang ditimbulkan yaitu tidak dapat menampilkan habitat asli Tarsier dan membutuhkan penanda khusus untuk berinteraksi. Maka dari itu aplikasi ini dikembangkan ke teknologi virtual sehingga pengguna dapat melihat secara visual habitat Tarsier serta dapat melakukan interaksi (Oroh, et al., 2016).
commit to user commit to user
Penelitian yang berjudul “Virtual Reality (VR) interactions with multiple interpretations of archeological artefacts” pada tahun 2018 tentang penerapan metodologi guna menggabungkan replika 3D artefak untuk mengembangkan penyajian berbagai interpretasi guci yang ditemukan di tepi tebing di wilayah pantai tenggara Inggris pada tahun 1910. Untuk mendukung pemahaman berbagai interpretasi artefak ini, maka dibuat lah lingkungan virtual dengan teknologi Virtual Reality (VR) untuk memungkinkan pengguna berinteraksi dengan artefak dan lingkungan (Gaugne, et al., 2018).
Berdasarkan tinjauan pustaka yang telah dipaparkan, persamaan yang ditemui pada aplikasi virtual reality De Tjolomadoe yaitu aplikasi tersebut merupakan sebagai sarana wisata dengan bantuan teknologi virtual dimana menampilkan objek dan lingkungan secara maya dengan penglihatan 360 derajat.
Dilengkapi dengan interaksi antara pengguna dan objek sehingga aplikasi virtual yang dibuat lebih menarik. Perbedaan yang menonjol berada pada controller yang digunakan, dimana dalam aplikasi virtual reality De Tjolomadoe menggunakan joystick sedangkan pada salah satu tinjauan pustaka yang dipaparkan terdapat penyajian stereoscopic 3D yang menggunakan penginderaan tangan Head Mounting Display (HMD).
2.2 Landasan Teori
Landasan teori merupakan teori apa saja yang digunakan penulis dalam pembuatan virtual reality tersebut. Berikut landasan teori yang digunakan penulis pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
2.2.1 De Tjolomadoe
Pabrik Gula (PG) Colomadu Karanganyar merupakan salah satu dari dua buah pabrik gula di Karanganyar peninggalan Sri Paduka Mangkunegara IV (MN IV) yang juga dikenal sebagai Bapak Gula. Lokasi pabrik di desa Malangjiwan Kecamatan Colomadu, merupakan enclave dari Kabupaten Karanganyar di sebelah barat kota Surakarta. Sedangkan pabrik gula lainnya, PG Tasikmadu berlokasi di kecamatan Tasikmadu, di dekat Kecamatan Kabupaten Karanganyar, di sebelah timur kota Surakarta. Pendirian PG Colomadu pada tahun 1861. Dengan kehadiran commit to user commit to user
PG ini, Kabupaten Karanganyar sebagai hinterland kota Surakarta memiliki hubungan dengan perkembangan kota Surakarta (Lestari, 2018).
Nama dari Colomadu sendiri memiliki arti yaitu gunung madu yang mana pemerintahan pada masa itu berharap dengan adanya pabrik gula tersebut dapat memberikan kekayaan dan kemakmuran bagi masyaraktnya. Kini De Tjolomadoe mengalami tahap revitalisasi dan baru dibuka. Pada April 2017, PT PP (Persero) Tbk, PT PP Properti Tbk, PT Tanam Wisata Candi Prambanan, Borobudur, dan Ratu Boko (Persero), dan PT Jasa Marga Properti membentuk Joint Venture dengan nama PT Sinergi Colomadu untuk mengubah kontruksi bangunan dengan tetap berpegang pada kaidah cagar budaya. Bekas bangunan tersebut diubah menjadi ruang publik sebagai destinasi wisata, tetapi tidak meninggalkan bentuk atau bagian asli pabrik gula pada masanya.
2.2.2 Virtual Reality
Virtual Reality dipahami sebagai simulasi komputer interaktif yang dapat mempengaruhi indra pengguna bahkan menggantikan satu atau lebih indra manusia, sehingga pengguna larut kedalam lingkungan simulasi (virtual environment) (M. Mihelj et al, 2014).
Dengan begitu dapat dikatakan Virtual Reality merupakan aplikasi teknologi multimedia yang memiliki kelebihan dalam mendeskripsikan sebuah keadaan, tempat, maupun objek benda dimana visualisasi yang ditampilkan tidak hanya dilihat dari satu sudut pandang saja, melainkan dari sudut pandang mana pun karena membekali visual tiga dimensi (3D).
2.2.3 Sensor Gyroscope
Salah satu fitur yang tersedia dalam beberapa smartphone yang dapat melakukan eksplorasi adalah sensor. Terdapat sekitar 13 sensor yang terdapat di smartphone Android. Eksplorasi data – data sensor salah satunya dapat digunakan untuk mendeteksi pergerakan manusia. Sensor accelerometer akan mengambil data secara realtime dari smartphone berbasis Android, dimana sensor ini mengambil data percepatan linier dari smartphone berbasis Android. Sensor gyroscope juga akan commit to user commit to user
mengambil data–data secara realtime dari smartphone berbasis Android, namun data yang diambil adalah data kecepatan sudut, percepatan sudut, serta perubahan sudu dari pergerakan tubuh manusia. Dengan menggunakan kedua sensor accelerometer dan sensor gyroscope dapat mendeteksi aktivitas fisik user pada saat terjatuh dan dapat membedakan dengan aktivitas fisik user yang menyerupai aktivitas jatuh seperi duduk cepat melompat ke alas, berbaring, dan lain-lain (Zakiyan, 2017).
2.2.4 Kacamata VR
Kacamata VR yang pertama kali dibuat bernama Google Cardboard. Google Cardboard merupakan sebuah Head Mounted Displays (HMD) untuk menampilkan realitas virtual yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi Google untuk digunakan pada perangkat bergerak. Awalnya Kacamata realitas virtual hanya terbuat dari karton dan dirancang oleh Google untuk pengguna smartphone.
Kacamata realitas virtual sendiri adalah alat bantu untuk memainkan aplikasi realitas virtual (Farras, et al., 2018).
2.2.5 Joystick Bluetooth
Joystick merupakan alat bantu yang digunakan bersamaan dengan kacamata VR. Fungsi dari alat ini sebagai controller atau pengendali jalannya sebuah aplikasi virtual dimana joystick memiliki cara kerja yang sama seperti mouse.
2.2.6 Bahasa Pemrograman C#
Bahasa Pemrograman C# merupakan bahasa berorientasi objek yang elegan dan aman yang memungkinkan pengembang untuk membangun berbagai aplikasi yang aman dan kuat yang beroperasi pada .NET Framework. Bahasa pemrograman ini telah digunakan oleh para pengembang untuk membangun aplikasi berbasis website dinamis, desktop, bahkan mobile. Bahasa pemrograman ini juga mendukung teknologi cloud service seperti Windows Communication Foundation (WCF), ASP.NET Core, dan lain sebagainya. Sedangkan .Net Framework itu sendiri adalah platform pengembangan yang digunakan untuk membangun aplikasi berbasis Windows, Windows Phone, Windows Server, dan Microsoft Azure.
Sehingga, dalam pembuatan suatu aplikasi ataupun website, bahasa pemrograman commit to user commit to user
C# sudah dirancang untuk cocok dengan .Net Framework (Juyuspan & Oktivasari, 2016).
2.2.7 Android
Android merupakan OS (Operating System) Mobile yang tumbuh ditengah OS lainnya yang berkembang dewasa ini. OS lainnya seperti Windows Mobile, i- Phone OS, Symbian, dan masih banyak lagi. Akan tetapi, OS yang ada ini berjalan dengan memprioritaskan aplikasi inti yang dibangun sendiri tanpa melihat potensi yang cukup besar dari aplikasi pihak ketiga. Oleh karena itu, adanya keterbatasan dari aplikasi pihak ketiga untuk mendapatkan data asli ponsel, berkomunikasi antar proses serta keterbatasan distribusi aplikasi pihak ketiga untuk platform mereka (Hermawan, 2011 : 1).
2.2.8 Storyboard
Storyboard adalah sekumpulan ilustrasi atau gambar yang di tampilkan secara berurutan untuk tujuan visualisasi grafik bergerak atau media interaktif.
Dengan storyboard, pengguna dapat merasakan adanya perubahan alur cerita untuk memicu reaksi ketertarikan lebih dalam. Proses dari pemikiran dan pencerahan secara visual membuat sekelompok orang untuk merevisi bersama meletakkan ide mereka pada storyboard, dan mengaturnya pada dinding, hal ini banyak memicu ide pada kelompok tersebut (Ahya Amiluddin : 2009).
2.2.9 Bahasa Pemrograman Javascript
Menurut Yeni Kustiyahningsih dan Devie Rosa Anamisa, JavaScript adalah bahasa yang berbentuk kumpulan skrip berjalan pada suatu dokumen HTML.
Bahasa ini adalah bahasa pemrograman untuk memberikan kemampuan tambahan terhadap HTML dengan mengizinkan pengeksekusian perintah-perintah disisi user variabel atau fungsi dengan nama TEST berbeda dengan variabel dengan nama test dan setiap instruksi diakhiri dengan artinya disisi browser bukan disisi server web.
JavaScript adalah bahasa yang “case sensitive” artinya memnedakan penamaan variabel dan fungsi yang menggunakan huruf besar dan huruf kecil, contoh karakter titik koma (Yustanti, 2016).
commit to user commit to user
2.2.10 Unity 3D Game Engine
Unity merupakan suatu aplikasi yang digunakan untuk mengembangkan game multiplatform yang didesain agar mudah digunakan. Unity mendukung bahasa pemrograman C# dan juga javascript pada unity untuk versi tertentu. Unity akan tetapi lebih fokus pada asset daripada kode dimana fokus tersebut ada pada peletakan asset dalam ruang 3D atau 2D. Bagian project meliputi semua elemen dalam game yang dibuat, seperti models, scripts, levels, menu.
Game object merupakan elemen terpenting pada Unity 3D karena merupakan container untuk menampung fungsionalitas yang disebut komponen.
Biasanya game object lebih dari satu komponen. Komponen di sini adalah komponen pembangun dari game object, dimana tanpa komponen maka game object tidak berfungsi sehingga dapat dikatakan komponen selalu terpasang di game object, tidak dapat berdiri sendiri. Terdiri dari material, texture, studio files, maupun prefab. Prefab merupakan asset yang sudah didefinisikan menjadi template. Ketika meletakkan prefab ke dalam scene, maka sama dengan melakukan proses instantiasi (Ratno, 2012).
2.2.11 Blender
Blender adalah perangkat kreasi 3D yang bersifat gratis dan open source.
Blender medukung seluruh alur kerja 3D seperti modeling, rigging, animasi, simulasi, rendering, compositing dan motion tracking, bahkan pengeditan video dan pembuatan game. Software Blender termasuk dalam software yang ringan dibandingkan software editor lainnya. Karena kelebihannya itu, banyak editor yang menggunakan Blender untuk membuat objek secara 3D hingga animasi. Blender sangat cocok digunakan oleh perseorangan maupun oleh studio kecil yang bermanfaat dalam proyek 3D (Waeo, et al., 2016).
2.2.12 Adobe Photoshop
Adobe photoshop merupakan aplikasi yang memang digunakan untuk memanipulasi foto, mengedit gambar, menciptakan sebuah karya original, dan masih banyak lagi yang berhubungan dengan seni gambar dan foto (Andi, 2011:02).
commit to user commit to user
Adapun pendapat lain bahwa Adobe Photosop adalah perangkat lunak editor citra buatan Adobe Systems yang di khususkan untuk pengeditan foto, gambar, dan pembuatan efek, Perangkat lunak ini banyak digunakan oleh fotografer digital dan perusahaan iklan sehingga dianggap sebagai pemimpin pasar (market leader) untuk perangkat lunak pengolah gambar, dan bersama Adobe Acrobat, dianggap sebagai produk terbaik yang pernah diproduksi oleh Adobe Systems (Haka MJ, 2006:37).
2.2.13 Corel Draw
CorelDraw adalah sebuah software ilustrasi grafis berbasis vektor dari perusahaan pengembang software terkemuka Corel Corporation yang berbasis di Ottawa, Canada. CorelDraw mempunyai keunggulan karena kemudahan penggunaanya, interface yang user-friendly dan juga kelengkapan fasilitas dan fitur yang mudah digunakan.
Perkembangan CorelDraw mempunyai kecepatan yang sangat tinggi, tapi dengan esensi guna tetap terjaga. Sehingga pengguna CorelDraw versi sebelumnya tidak akan terlalu kesulitan dengan kemunculan release versi baru. Dengan syarat pengguna harus benar benar memahami esensi dasar tool – tool pada CorelDraw (Afriansyah, 2018).
2.2.14 Adobe Audition
Adobe Audition merupakan aplikasi multimedia untuk mengolah file audio.
Adobe Audition adalah multitrack digital audio recording, editor, dan mixer yang mudah digunakan serta memiliki berbagai fasilitas, pengolahan audio disebut Adobe Audition. Adobe Audition ini memiliki fasilitas perekam audio hingga 128 track hanya satu sound card. Pengeditan audio dapat dilakukan dalam bentuk .wav dan file outputnya dapat dikonversi dalam bentuk format audio, seperti .wma, .mp3, .mp3pro, dll. Adobe Audition memberikan view yang berbeda untuk mengedit file audio. Jika ingin mengedit audio secara individual, maka dapat menggunakan Wavefrom Editor. Multitrack Editor digunakan untuk mengolah beberapa file audio dan mengintegrasikan dengan file audio. Wavefrom Editor dan Multitrack Editor menggunakan metode editing berbeda dan masing-masing memiliki kelebihan yang unik (Yulianjani, et al., 2019). commit to user commit to user