PROPOSAL
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DANA BOPTN 2015
PELATIHAN
PENYUSUNAN ENGINEERING ESTIMATE (EE) DAN SPESIFIKASI TEKNIS BAGI KONSULTAN KECIL
UNTUK PEKERJAAN JALAN
Tim Pengabdi:
Yusroniya Eka Putri RW, ST, MT ( Manajemen Konstruksi / Teknik Sipil / FTSP) Istiar, ST, MT ( Perhubungan / Teknik Sipil / FTSP)
Christiono Utomo, ST, MT, Ph.D ( Manajemen Konstruksi / Teknik Sipil / FTSP ) Ir. I Putu Artama Wiguna, MT, Ph.D ( Manajemen Konstruksi / Teknik Sipil / FTSP ) Trijoko Wahyu Adi, ST, MT, Ph.D ( Manajemen Konstruksi / Teknik Sipil / FTSP ) Cahyono Bintang Nurcahyo, ST, MT ( Manajemen Konstruksi / Teknik Sipil / FTSP ) Ir. Retno Indryani, MS ( Manajemen Konstruksi / Teknik Sipil / FTSP )
LEMBAGA PENELITIAN DAN PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER
SURABAYA 2015
▸ Baca selengkapnya: contoh justifikasi teknis konsultan
(2)HALAMAN PENGESAHAN
PROPOSAL PROGRAM PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT DANA LOKAL ITS
1. Judul Pengabdian : Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil untuk Pekerjaan Jalan
2. Ketua Tim
a. Nama : Yusroniya Eka Putri RW, ST, MT
b. NIP : 198408282008122004
c. Pangkat / Golongan : Asisten Ahli / III-B d. Jabatan Fungsional : Penata Muda
e. Jurusan : Teknik Sipil
f. Fakultas : Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan g. Laboratorium : Laboratorium Manajemen Konstruksi h. Alamat Kantor : Kampus ITS Sukolilo, Surabaya
i. Telp / HP / Fax : (031) 5939925 / 081231180600 / (031) 5939510
3. Jumlah anggota : 6 orang
4. Mitra pengabdian (jika ada)
a. Nama instansi mitra : - b. Contact person : -
c. Jabatan : -
d. Alamat : -
e. Telp / HP / Fax : - 5. Biaya pengabdian
a. Dana BOPTN 2015 : Rp.25.000.000,- b. Sumber lain : Rp.0,-
Jumlah : Rp.25.000.000,-
Menyetujui, Surabaya, 20 Maret 2015
Ketua Jurusan Teknik Sipil Ketua tim pengabdi
Budi Suswanto, ST, MT, Ph.D Yusroniya Eka Putri RW, ST, MT.
NIP. 19730128 199802 1002 NIP. 198408282008122004
Ketua LPPM,
Prof. Dr. Darminto, M.Sc NIP. 19600303 198701 1002
Ringkasan
Salah satu tahap penting dalam rangka pelaksanaan suatu kontruksi adalah perhitungan atau perkiraan biaya yang diperlukan untuk pembangunannya. Selain unsur-unsur harga bahan, upah tenaga, peralatan dan metoda pelaksanaan yang akan menetapkan besar biaya pembangunan, maka jangka waktu pelaksanaan juga akan sangat berpengaruh. Pengelolaan pelaksanaan sedemikian pada akhir-akhir ini berkembang merupakan obyek bahasa tersendiri dalam disiplin manajemen konstruksi (construction management).
Dalam kegiatan perencanaan ini tercakup pula penyiapan dokumen kelengkapan untuk pelelangan atau biasa disebut dokumen tender. Dokumen tersebut terdiri atas gambar-gambar desain, peraturan-peraturan dan persyaratan pelaksanaan pekerjaan, yang di Indonesia dikenal dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat), dan semua tercakup sebagai suatu spesifikasi (specification), merupakan petunjuk dan syarat pelaksanaan.
Sebagian besar konsultan yang berperan aktif sebagai pelaku industri jasa konstruksi di Indonesia adalah konsultan kecil. Secara umum, selain memiliki keterbatasan kemampuan finansial dan kompetensi administrasi, konsultan kecil juga masih sangat kurang dalam kompetensi teknis.
Salah satu kompetensi teknis yang kurang dikuasai tersebut adalah dalam hal pemahaman tentang cara perhitungan dan penyusunan dokumen hasil perencanaan.
Untuk itu, maka dibutuhkan adanya Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil untuk Pekerjaan Jalan, sehingga konsultan kecil dapat meningkatkan daya saingnya dalam proses Pengadaan Barang/Jasa dan meningkatkan kompetensinya dalam pelaksanaan penyusunan hasil pekerjaan perencanaan pada industri jasa konstruksi di Indonesia.
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Salah satu tahap penting dalam rangka pelaksanaan suatu kontruksi adalah perhitungan atau perkiraan biaya yang diperlukan untuk pembangunannya. Besar biaya ini menjadi bahan pertimbangan bagi pemilik bangunan, guna memilih cara atau alternatif pembangunan yang paling efisien. Selain unsur-unsur harga bahan, upah tenaga, peralatan dan metoda pelaksanaan yang akan menetapkan besar biaya pembangunan, maka jangka waktu pelaksanaan juga akan sangat berpengaruh. Bahkan pada proyek-proyek besar ditentukan pula oleh kerjasama antara para pelaku (teamwork) yang terlibat dalam pembangunan, seperti pemilik bangunan (owner), perencana, pengawas, dan pelaksana atau konsultan. Pengelolaan pelaksanaan sedemikian pada akhir-akhir ini berkembang merupakan obyek bahasa tersendiri dalam disiplin manajemen konstruksi (construction management).
Dalam kegiatan perencanaan ini tercakup pula penyiapan dokumen kelengkapan untuk pelelangan atau biasa disebut dokumen tender. Dokumen tersebut terdiri atas gambar-gambar desain, peraturan-peraturan dan persyaratan pelaksanaan pekerjaan, yang di Indonesia dikenal dengan RKS (Rencana Kerja dan Syarat-syarat), dan semua tercakup sebagai suatu spesifikasi (specification), merupakan petunjuk dan syarat pelaksanaan.
Sebagian besar konsultan yang berperan aktif sebagai pelaku industri jasa konstruksi di Indonesia adalah konsultan kecil. Secara umum, selain memiliki keterbatasan kemampuan finansial dan kompetensi administrasi, konsultan kecil juga masih sangat kurang dalam kompetensi teknis.
Salah satu kompetensi teknis yang kurang dikuasai tersebut adalah dalam hal pemahaman tentang cara perhitungan dan penyusunan dokumen hasil perencanaan, yang secara umum terdiri dari beberapa hal berikut:
1. Konsultan kecil kurang memahami memahami dasar-dasar pengetahuan tentang estimasi biaya konstruksi, dan rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) pelaksanaan pembangunan dengan baik.
2. Pada proses perencanaan, konsultan kecil kurang memperhatikan syarat-syarat atau peraturan terkait desain jalan kabupaten.
3. Ketika melakukan proses perencanaan, konsultan kecil seringkali langsung menentukan jenis perkerasan, hasil desain sebelumnya, tanpa merasa perlu untuk menyesuaikan dengan kondisi jalan eksisting.
4. Konsultan kecil umumnya menggunakan intuisi (feeling) sesuai dengan pengalaman teknis maing-masing.
5. Sebagai Penyedia Barang/Jasa, konsultan kecil kurang memahami ketentuan dalam proses penyusunan Rencana Kerja dan Syarat secara teknis untuk mempermudah jalannya proses konstruksi.
6. Konsultan kecil kurang detail dalam hal pemahaman pernyusunan dokumen hasil perencanaan berupa RAB yang didalamnya adalah penentuan material dan penggunaan alat, analisa harga satuan, dasar perhitungan volume pekerjaan, sedangkan untuk penyusunan dokumen teknis, konsultan tidak memahami standar detail gambar rencana, spesifikasi teknis yang sesuai dan penentuan tebal dan jenis perkerasan yang sesuai.
Untuk itu, maka dibutuhkan adanya Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil untuk Pekerjaan Jalan, sehingga konsultan kecil dapat meningkatkan daya saingnya dalam proses Pengadaan Barang/Jasa dan meningkatkan kompetensinya dalam pelaksanaan penyusunan hasil pekerjaan perencanaan pada industri jasa konstruksi di Indonesia.
1.2 Perumusan Konsep dan Strategi Kegiatan
Perumusan konsep dan strategi dari kegiatan Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil ini yaitu diawali dengan pemberian materi teori secara umum, berdasarkan ketentuan teknis perencanaan jalan pemerintah dan analisa harga satuan pekerjaan jalan. Tahap berikutnya adalah memberikan contoh dan latihan penyusunan dokumen hasil perencanaan yang sesuai dengan kondisi riil proses dan pelaksanaan penyusunan dokumen hasil perencanaan yang dijadikan acuan Dinas Cipta Karya Mojokerto sebagai dasar dokumen lelang konstruksi.
Penyampaian pelatihan dilakukan secara komunikasi dua arah, yaitu berupa penyampaian materi teori secara lisan, kemudian praktek menggunakan contoh dan latihan, pengerjaan tugas, kemudian dilanjutkan dengan diskusi antara pemateri dan peserta pelatihannya.
1.3 Tujuan, Manfaat, dan Dampak Kegiatan yang Diharapkan
Adapun tujuan, manfaat dan dampak kegiatan yang diharapkan dari Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil ini adalah :
1) Konsultan kecil diharapkan dapat memahami dasar-dasar pengetahuan tentang estimasi biaya konstruksi, rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) pelaksanaan pembangunan dengan baik.
2) Konsultan kecil diharapkan dapat meningkatkan kompetensi teknis terkait analisa biaya dan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi jalan.
3) Dampak dari diadakannya pelatihan ini adalah konsultan kecil dapat meningkatkan daya saingnya dalam mengikuti proses Pengadaan jasa konsultasi.
4) Dampak dari diadakannya pelatihan ini adalah konsultan kecil dapat lebih mudah dan lancar dalam pelaksanaan penyusunan RAB lengkap dengan RKS untuk pekerjaan jalan.
1.4 Target Luaran
Target luaran dari kegiatan Pelatihan Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil ini yaitu menerbitkan modul “Penyusunan Dokumen Hasil Perencanaan Konstruksi Jalan Lingkungan dan Kota” yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas. Selain itu, kegiatan ini akan dipublikasikan sebagai kegiatan rutin Laboratorium Manajemen Konstruksi, sekaligus sebagai media promosi ITS.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Dasar dan Peraturan
Besar biaya proyek dapat diperkirakan atau diperhitungkan melalui beberapa cara atau metode. Menurut Iman Soeharto (1995) metode estimasi biaya yang sering dipakai pada proyek adalah :
1) Metode parametrik, dengan pendekatan matematik mencoba mencari hubungan antara biaya atau jam orang dengan karakteristik fisik tertentu (volume, luas, berat, panjang, dsb);
2) Metode indeks, menggunakan daftar indeks dan informasi harga proyek terdahulu; indeks harga adalah angka perbandingan antara harga pada tahun tertentu terhadap harga pada tahun yang digunakan sebagai dasar;
3) Metode analisis unsur-unsur, lingkup pekerjaan diuraikan menjadi unsur-unsur menu-rut fungsinya; membandingkan berbagai material bangunan untuk memperoleh kualitas perkiraan biaya dan tiap unsur, kemudian dapat dipilih estimasi biaya paling efektif;
4) Metode faktor, memakai asumsi terdapat korelasi atau faktor antara peralatan dengan komponen-komponen terkait; biaya komponen dihitung dengan cam menggunakan faktor perkalian terhadap peralatan;
5) Metode quantity take-off, disini estimasi biaya dilakukan dengan mengukur/menghikuantitas komponen-komponen proyek (dari gambar dan spesifikasi), kemudian memben beban jam- orang serta beban biayanya;
6) Metode harga satuan (unit price), dilakukan jika kuantitas komponen-komponen proyek belum dapat diperoleh secara pasti atau gambar detail belum siap; biaya dihitung berdasar harga satuan setiap jenis komponen (misalnya setiap m3, m2, m, helai, butir, dan lain-lain).
RAB yang menjadi pokok bahasan di sini adalah RAB detail, bukan estimasi (RAB) kasaran.
Seperti telah dijelaskan pada Bab I tentang kegunaan dan kedua jenis RAB tersebut, pada prinsipnya kedua RAB berbeda dalam hal:
RAB kasaran (global). perhitungan lebih sederhana dan bersifat global, misalnya bangunan gedung dihitung berdasar bras lantai (dalam m2), jalan raya berdasar panjang ruas jalan (dalam km), jembatan berdasar panjang bentangan (dalam m), dsb;
RAB detail, perhitungan lebih teliti berdasar volume masing-masing jenis pekerjaan pada bangunan tersebut, misalnya untuk bangunan gedung ada pekerjaan tanah (galian/timbunan), pekerjaan dinding/tembok, pekerjaan kayu, atap, mengecat, dsb.
2.2. Rencana Biaya dalam kegiatan proyek
Dalam kegiatan proyek konstruksi dikenal beberapa tahap dan merupakan suatu urutan kegiatan-kegiatan yang berulang, yang biasa disebut siklus proyek. Dalam hal ini perhitungan rencana biaya pembangunan, yang lebih dikenal dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), adalah termasuk bagian dalam kelompok kegiatan perencanaan. Seperti diketaui perencanaan memegang peranan penting dalam siklus proyek, karena keberhasilan proyek akan sangat ditentukan oleh kualitas dari perencanaan. Terjadinya perubahan-perubahan dalam pelaksanaan akibat perencanaan kurang mantap, selain menambah panjang waktu pelaksanaan juga menyebabkan pemborosan. Dalam perencanaan pula ditetapkan besar kecilnya tujuan dan sasaran dari proyek.
Dalam penyusunan RAB di Indonesia belum ada standar yang resmi tentang uraian jenis pekerjaan, namun biasanya mengambil dari aturan Analisis BOW dengan penyesuaian-penyesuaian.
Di negara-negara maju seperti Amerika Serikat sudah memiliki standar, yakni berupa Masterformat dari CSI dikenal dengan The Construction Specifications Institute. Dalam Masterformat tersebut semua jenis pekerjaan telah dirinci lengkap dengan nomor kodenya. Berikut contoh uraian jenis pekerjaan yang biasa digunakan di Indonesia.
Estimasi biaya merupakan hal penting dalam dunia industri konstruksi. Ketidakakuratan dalam estimasi dapat memberikan efek negatif pada seluruh proses konstruksi dan semua pihak yang terlibat (Wuryanti, 2005).
Dalam tahap konstruksi dari suatu siklus hidup sebuah proyek, biaya merupakan faktor utama karena menyangkut modal yang harus ditanamkan dalam pelaksanaan oleh konsultan.
Konsultan perencana dan pemilik sebagai penyediaan dana untuk proyek juga sangat berkepentingan dengan faktor biaya tersebut. Pembiayaan suatu bangunan tidak terlepas dari pengaruh situasi ekonomi umum dan perilaku para peserta bisnis konstruksi. Dalam hal ini, pembengkakan biaya dapat identik dengan penyebab biaya konstruksi tinggi (Kaming, 2002).
Penyusunan anggaran proyek merupakan salah satu faktor yang penting dalam pengelolaan proyek konstruksi. Rendah atau tingginya penawaran akan mempengaruhi terhadap proses awal proyek tepatnya pada saat tender. Sehingga diperlukan kecermatan dalam penyusunan anggaran proyek, yang di dalamnya membutuhkan pengalaman untuk mengestimasi nilai sebuah proyek.
Untuk mendapatkan estimasi yang tidak asal jadi diperlukan instrumen untuk melakukan analisa.
Instrumen yang umum dipakai di Indonesia adalah analisa BOW (Burgerlijke Open bare Werken).
Namun demikian, yang menjadi permasalahan adalah ketika analisa tersebut digunakan, maka nilai
proyek akan tinggi. Oleh karena itu, untuk menentukan estimasi proyek pada awal tender selain diperlukan analisa tersebut juga pengalaman dari konsultan (Hermawan, 2007).
Dalam menaksir atau menentukan nilai suatu proyek tidaklah mudah, kompleknya jenis pekerjaan serta penggunaan tenaga, bahan dan alat yang berbeda-beda menambah tingkat kompleksitas dalam penyusunan rencana anggaran biaya (RAB) dan time schedule suatu proyek.
Penentuan komposisi tenaga, bahan dan alat pada suatu pekerjaan umumnya didapat dari pengalaman empiris. Di Indonesia para estimator sering menggunakan analisa BOW yang ditetapkan tanggal 28 Pebruari 1921 pada jaman pemerintah Belanda dan SK-SNI (Standar Nasional Indonesia) 2008 sebagai dasar perhitungannya (Sulistyawan, 2007).
2.3. Lingkup dan Peranan Biaya Konstruksi
RAB merupakan perkiraan atau estimasi, ialah suatu rencana biaya sebelum bangunan/proyek dilaksanakan. Diperlukan baik oleh pemilik bangunan atau owner maupun konsultan sebagai pelaksana pembangunan. RAB yang biasa juga disebut biaya konstruksi dipakai sebagai ancer-ancer dan pegangan sementara dalam pelaksanaan. Karena biaya konstruksi sebenarnya (actual cost) baru dapat disusun setelah selesai pelaksanaan proyek.
Estimasi biaya konstruksi dapat dibedakan atas estimasi kasaran (approximate estimates atau preliminary estimates) dan estimasi teliti atau estimasi detail (detailed estimates). Estimasi kasaran biasanya diperlukan untuk pengusulan atau pengajuan anggaran kepada instansi atasan, misalnya pada pengusulan DIP (Daftar Isian Proyek) proyek-proyek pemerintah, dan juga digunakan dalam tahap studi kelayakan suatu proyek. Sedangkan estimasi detail adalah RAB lengkap yang dipakai dalam penilaian penawaran pada pelelangan, serta sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembangunan.
Menurut Smith (1995) tingkatan RAB atau estimasi dalam pekerjaan teknik sipil, atau proyek pada umumnya, dapat dibagi atas tujuh tingkat atau tahap :
a. Preliminary estimate, merupakan hitungan kasaran sebagai awal estimasi atau estimasi kasaran;
b. Appraisal estmate, dikenal sebagai estimasi kelayakan (feasibility estimate); diperlukan dalam rangka membandingkan beberapa estimasi alternatif dan suatu rencana (scheme) tertentu;
c. Proposal estimate, adalah estimasi dari rencana terpilih (selected scheme); biasanya dibuat berdasar suatu konsep desain dan studi spesifikasi desain yang akan mengarah kepada estimasi biaya untuk pembuatan garis-garis besar desain (outline design);
d. Approved estimate, modifikasi dan proposal estimate bagi kepentingan client atau pelanggan, dengan maksud menjadi dasar dalam pengendalian biaya proyek;
e. Pre-tender estimate, merupakan penyempurnaan dan approved estimate berdasar desain pekerjaan definitif sesuai informasi yang tersedia dalam dokumen tender atau RKS, dipersiapkan untuk evaluasi penawaran pada lelang ;
f. Post-contract estimate, adalah perkembangan lebih lanjut mencerminkan besar biaya setelah pelulusan dan tercantum dalam kontrak; memuat perincian- uang dengan masing-masing pekerjaan (bill of quantities) serta pengeluaran lainnya;
g. Achieved cost, merupakan besar biaya sesungguhnya atau real cost, disusun setelah proyek selesai digunakan sebagai data atau masukan untuk proyek mendatang.
2.4. Langkah-langkah Persiapan
Sebagai langkah awal dalam perhitungan RAB perlu dilalcukan upaya persiapan (Peurifoy dan Oberlender, 1989) agar diperoleh angka yang tepat atau akurat. Adapun kegiatan pada langkah persiapan itu mencakup hal-hal berikut.
a. Peninjauan ruang lingkup proyek: pertimbangkan pengaruh lingkungan lokasi dari segi
keamanan, tenaga kerja, lalu-lintas dan jalan masuk, ruang untuk gudang, dan sebagainya terhadap biaya;
b. Penentuan kuantitas atau volume pekerjaan dan konstruksi bangunan/poyek;
c. Harga material yang akan digunakan;
d. Harga tenaga (pekerja dan tukang) e. Harga peralatan kerja (beli atau sewa)
f. Daftar harga (penawaran) dan leveransir atau suppliers;
g. Daftar harga satuan pekerjaan dari penawaran pars konsultan di daerah itu;
h. Perkiraan besar pajak, jaminan, asuransi, overhead, dan keuntungan;
i. Biaya tak terduga dan pembulatan.
Peranan pengamatan atau survai lapangan sangat penting sebagai pelengkap perhitungan biaya berdasar gambar desain agar diperoleh rencana biaya yang akurat. Petunjuk pengamatan lapangan (area investigation guidelines) menurut Barrie dan Paulson (1992) akan mencakup :
a. Site Description (data lapangan), seperti : tanaman/tumbuhan, permukaan tanah, drainase, kedalaman top soil atau lapisan humus, bangunan dan sarana lain yang ada, dsb;
b. Utility Serving Site (fasilitas tersedia lapangan), seperti: listrik, gas, air, jalan raya, jalan kabupaten/kampung, dsb;
c. Building Department (data gedung), seperti: hubungan, telefon, lisensi, jasa-jasa, dsb;
d. Labor Unions (serikat sekerja), mencakup: keanggotaan, ketenagakerjaan dan peraturan terkait, aturan pengupahan, dsb;
e. Recommended Contractors (konsultan ter-rekomendasi), merupakan daftar konsultan umum, khusus, supplier/leveransir, guna pertimbangan lebih lanjut;
f. Materials and Methods (material dan metode), daftar harga material lokal/setempat, seperti:
batu bata, pasir, beton cetak, kayu, bambu, dsb;
g. Equipment Rental (persewaan alat), berupa daftar harga sewa peralatan kerja setempat;
h. Climatological Data (data klimatologi), terdiri atas: temperatur maksimurn/minimum, curah hujan, bulan-bulan hujan, dsb;
i. Other Projects (proyek lain), kunjungan pada proyek berdekatan untuk mendapat: produktivitas kerja, metode pelaksanaan, subkonsultan, material setempat, keamanan dsb;
j. General Appraisal (taksiran umum), memuat kesimpulan kunjungan lapangan serta rekomendasi.
2.5. Dasar Perhitungan
Perhitungan RAB pada prinsipnya diperoleh sebagai jumlah seluruh basil kali volume tiap jenis pekerjaan yang ada dengan harga satuan masing-masing. Volume pekerjaan dapat diperoleh dan membaca dan menghitung atas gambar desain. Secara umum prosedur perhitungan RAB disusun atas dasar lima unsur harga berikut :
a. Bahan-bahan atau material bangunan:
b. Upah tenaga kerja:
c. P e r a l a t a n d. Overhead
e. Keuntungan dan pajak
Selain kemampuan membaca dan menafsirkan gambar-gambar desain, maka seorang penyusun RAB atau estimator harus menguasai lapangan dan metode pelaksanaan pekerjaan. Tanpa bekal kemampuan tersebut tidak mungkin diperoleh hasil RAB yang teliti dan ekonomis seperti diharapkan.
2.6. Perhitungan Volume
Penetapan besar kuantitas atau volume tiap jenis pekerjaan dari konstruksi bangunan merupakan kunci ketelitian dan ketepatan sebuah RAB. Yang dimaksud jenis pekerjaan adalah semua kategori pekerjaan (dari huruf A sampai W) yang terdapat dalam analisis BOW, misalnya pekerjaan tanah (galian dan timbunan), lempengan dan pagar, jalan, pekerjaan bambu (termasuk konstruksi Bari bahan-bahan dalam negeri), pancang dan tiang bersekrup, pekerjaan kayu, pekerjaan menembok dan konstruksi batu, penutup atap, dan sebagainya. Perhitungan volume dilakukan atas dasar gambar detail dari bestek yang tersedia, termasuk perubahan dan tambahan yang diberikan pada saat pemberian penjelasan atau aanwijzing sebelum pelelangan.
2.7. Perhitungan Harga Satuan Pekerjaan
Perhitungan harga satuan pekerjaan digunakan analisis BOW. Harga satuan pekerjaan akan mencakup harga satuan bahan dan harga satuan upah. Pada dasarnya metoda pelaksanaan secara konvensional, mengutamakan dengan penggunaan tenaga manusia atau bersifat padat karya. Untuk masa sekarang, dengan kemajuan teknologi baik mengenai bahan-bahan bangunan maupun peralatan kerja, memang memerlukan penyesuaian dan tambahan-tambahan.
Dalam perhitungan RAB pekerjaan sipil selama ini di Indonesia masih banyak menggunakan analisis pekerjaan, mengikuti cara lama sejak masa kolonial, yakni Analisis BOW (Burgelijke van Openbare Werken) yang berlaku mulai tahun 1921. Merupakan cara perhitungan tergolong metode quantity take-off yang berlaku bagi lingkungan instansi pekerjaan umum pada masa itu. Pemberlakuan analisis tersebut dewasa ini dilaksanakan dengan beberapa penyesuaian dan tambahan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan.
Prinsip perhitungan mendasarkan pada nilai harga satuan pekerjaan, yakni biaya atau ongkos (mencakup upah dan material) yang dikeluarkan guna menyelesaikan satu unit jenis pekerjaan tertentu (misalnya per m3, m2 atau m1). Dimana rencana biaya adalah total hasil kali tiap harga satuan dengan jumlah volume tiap jenis pekerjaan yang ada.
Ketentuan-ketentuan dan peraturan tentang pelelangan, syarat pelaksanaan dan hubungan kerja antara pemilik bangunan dan konsultan pelaksana di Indonesia juga masih banyak berpedoman pada peraturan atau standar lama yang populer dan dikenal sebagai AV- 1941, singkatan dari Algemene Voorwarden voor de uitvoering van Openbare Werken)
yang diterbitkan tahun 1941. Berbagai penyesuaian, perubahan dan tambahan, termasuk akhir- akhir ini dengan adanya SII (Standar Industri Indonesia) dan SNI (Standarisasi Nasional Indonesia) yang menerbitkan SNI 19.9000-1992 berdasar ISO 9000, serta berbagai standar lainnya (PBI-1971, PKKI-1961, PUBBI-1982, dsb) sampai Undang-undang No. 18 tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi. Seperti diketahui dewasa ini Departemen Permukiman dan Prasarana Wilayah (KIMPRASWIL) telah mengupayakan standarisasi tentang Metode, Spesifikasi, Pedoman dan Manual (NSPM) berbagai jenis pekerjaan sipil sebagai produk SNI.
BAB III STRATEGI, RENCANA KEGIATAN, DAN KEBERLANJUTAN
3.1 Strategi Kegiatan
Kegiatan Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil ini akan dilaksanakan dengan strategi penyampaian materi berupa konsep, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian studi kasus sebagai latihan. Studi kasus tersebut didesain sebagai simulasi bagi peserta pelatihan, sehingga akan mirip dengan situasi proses perencanaan konstruksi yang sebenarnya.
Dengan strategi tersebut, para peserta yaitu konsultan kecil diharapkan dapat memahami dasar-dasar pengetahuan tentang estimasi biaya konstruksi, rencana kerja dan syarat-syarat (RKS) pelaksanaan pembangunan dengan baik; dapat meningkatkan kompetensi teknis terkait aalisa biaya dan spesifikasi teknis pekerjaan konstruksi jalan; dapat meningkatkan daya saingnya dalam mengikuti proses Pengadaan jasa konsultasi; dan konsultan kecil dapat lebih mudah dan lancar dalam pelaksanaan penyusunan RAB lengkap dengan RKS untuk pekerjaan jalan.
Agar manfaat dan dampak tersebut dapat dirasakan langsung oleh pemerintah dan masyarakat pengguna jalan, maka konsultan kecil yang diprioritaskan untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil ini adalah yang sedang dan sering mengikuti kegiatan Pengadaan Jasa Konsultansi di lingkungan Kota Mojokerto.
3.2 Rencana Kegiatan
Secara umum rencana kegiatan Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil ini adalah sebagai berikut:
1) Menentukan sasaran dari peserta pelatihan, yaitu khusus untuk konsultan kecil yang membuat RAB untuk pekerjaan jalan lingkungan di Kabupaten Mojokerto khususnya.
2) Menentukan hari dan tempat diadakannya rencana kegiatan pelatihan tersebut.
3) Menentukan anggaran biaya dan siapa pemateri kegiatan pelatihan.
4) Membuat modul dan tugas pelatihan.
5) Membuat jadwal pelaksanaan pelatihan.
6) Pelaksanaan kegiatan.
3.3 Keberlanjutan Kegiatan
Kegiatan Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil ini merupakan jawaban dari keluhan yang disampaikan oleh Dinas Cipta Karya Kabupaten Mojokerto tentang kualitas hasil perencanaan konstruksi jalan yang telah selesai dilaksanakan oleh konsultan kecil terkait.
Sehingga diharapkan setelah mendapatkan pengetahuan terkait penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis nantinya, konsultan kecil dapat meningkatkan kompetensi lanjutan.
Kegiatan ini akan diadakan secara berkelanjutan setiap satu tahun sekali. Untuk tahun 2015, diperkirakan akan diselenggarakan pada akhir Bulan Agustus selama 3 (tiga) hari dengan mempertimbangkan libur nasional dan libur akademik ITS. Dalam setiap pelaksanaannya, akan dilakukan evaluasi untuk menjadi bahan perbaikan untuk kegiatan selanjutnya.
BAB IV ORGANISASI TIM, JADWAL, DAN ANGGARAN BIAYA 4.1 Organisasi Tim Pengabdi
Pada prinsipnya struktur organisasi dari tim pengabdi yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
Gambar 4.1 Organisasi Pengabdian
Adapun penjelasan lebih rinci mengenai tim pengabdi termasuk kompetensi dan tanggung jawabnya, adalah sebagai berikut:
No Nama Kompetensi Tanggung jawab
1. Yusroniya Eka Putri, ST, MT Perhitungan harga satuan pekerjaan
Ketua Tim, melakukan koordinasi, pemateri, menyusun laporan 2. Trijoko Wahyu Adi, ST, MT, Ph.D Penyusunan
Engineering Estimate (EE)
Menyusun modul pelatihan, pemateri
3. Ir. Retno Indryani, MS Persiapan penyusunan dokumen hasil perencanaan
Pengelolaan keuangan pelatihan, menyusun laporan
4. Cahyono Bintang Nurcahyo, ST, MT Studi kasus Mempersiapkan contoh dan studi kasus pelatihan
5. Christiono Utomo, ST, MT, Ph.D Perhitungan volume pekerjaan 6. Ir. I Putu Artama W, MT, Ph.D Penyusunan
Spesifikasi Teknis Jalan
Menyusun modul pelatihan, pemateri
ITS
LPPM ITS
Ketua Tim Pengabdi
Anggota Tim Pengabdi
Mahasiswa Jurusan Teknik Sipil ITS
7. Istiar, ST., MT Teori dan kriteria jalan
Menyusun modul dan studi kasus pelatihan, pemateri 8.
9.
10.
Novilia Hardiani, ST (mahasiswa S2) Santi Nuraini (mahasiswa S1) Dewi Yulianti (mahasiswa S1)
administrasi Administrasi, membantu penyusunan modul dan studi kasus, asisten pemateri
4.2 Jadwal
Rencana kegiatan Pelatihan Penyusunan Engineering Estimate (EE) dan Spesifikasi Teknis Bagi Konsultan Kecil adalah pada minggu ke-4 bulan Agustus 2015. Berikut adalah detail rencana kegiatan selama 3 (tiga) hari :
No. Waktu Materi
Hari Pertama
1. 08.00 - 09.30 Sosialisasi Dasar dan Peraturan Penyusunan Dokumen Hasil Perencanaan 2. 09.30 - 09.45 - coffee break -
3. 09.45 - 11.30 Persiapan penyusunan dokumen hasil perencanaan 4. 11.30 - 12.30 - lunch break -
5. 12.30 - 14.00 Teori dan kriteria jalan 6. 14.00 - 14.15 - coffee break -
7. 14.15 - 16.00 Penyusunan Spesifikasi Teknis Hari Kedua
1. 08.00 - 09.30 Lingkup dan peranan biaya konstruksi 2. 09.30 - 09.45 - coffee break -
3. 09.45 - 11.30 Perhitungan volume pekerjaan 4. 11.30 - 12.30 - lunch break -
5. 12.30 - 14.00 Perhitungan harga satuan pekerjaan 6. 14.00 - 14.15 - coffee break -
7. 14.15 - 16.00 Penyusunan Engineering Estimate (EE) Hari Ketiga
1. 08.00 - 09.30 Penjelasan Umum tentang Studi Kasus 2. 09.30 - 09.45 - coffee break -
3. 09.45 - 11.30 Studi Kasus : Simulasi dan Diskusi (Perencanaan Jalan Aspal) 4. 11.30 - 12.30 - lunch break -
5. 12.30 - 14.00 Studi Kasus : Simulasi dan Diskusi (Perencanaan Jalan Beton dan Penetrasi Makadam)
6. 14.00 - 14.15 - coffee break -
7. 14.15 - 16.00 Studi Kasus : Simulasi dan Diskusi (Perencanaan Jalan Paving dan tembok penahan)
4.3 Anggaran Biaya
Rekapitulasi anggaran untuk kegiatan Pelatihan Penyusunan Dokumen Penawaran untuk Konsultan Kecil dapat dilihat di tabel berikut:
1 8 2 Rp. 400,000 Rp. 6,400,000
2 2 2 Rp. 200,000 Rp. 800,000
Rp. 7,200,000
1 orang 30 Rp. 75,000 Rp. 2,250,000
2 orang 30 Rp. 60,000 Rp. 1,800,000
3 orang 120 Rp. 30,000 Rp. 3,600,000
4 orang 120 Rp. 12,500 Rp. 1,500,000
Rp. 9,150,000
1 LS 1 Rp. 1,500,000 Rp. 1,500,000
2 unit 8 Rp. 175,000 Rp. 1,400,000
3 LS 1 Rp. 1,250,000 Rp. 1,250,000
4 bulan 2 Rp. 750,000 Rp. 1,500,000
5 rim 10 Rp. 35,000 Rp. 350,000
6 40 Rp. 35,000 Rp. 1,400,000
Rp. 7,400,000
1 A4 7 Rp. 75,000 Rp. 525,000
2 A4 7 Rp. 100,000 Rp. 700,000
Rp. 1,225,000
1
1.1 Rp.
2
2.1 Rp.
2.2 Rp.
2.3 Rp.
Rp.
Rp.
BIAYA LANGSUNG PERSONIL
1.1. Personil Pengabdian / renumerasi
No Uraian Jumlah
Personil
Jam
kerja Satuan Harga Satuan Total biaya
BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL
Tenaga Ahli OJ
Tenaga Administrasi dan Asisten Pemateri OJ
Jumlah
2.1. Operasional Pelatihan
No Tim Peneliti Satuan Volume Harga Total
Satuan Biaya
No Uraian Satuan Volume Harga
Perbanyakan Modul Pelatihan Pengadaan seminar kit dan sertifikat
Snack pelatihan (3 hari)
Jumlah 2.2. Operasional Kantor
Kertas A4
Konsumsi rapat (8 org, 5x rapat)
Jumlah
Total
Satuan Biaya
ATK Flash disk
Perlengkapan komputer
2.3. Pelaporan
No Tim Peneliti Ukuran Jumlah Harga Total
Satuan Biaya
BIAYA LANGSUNG PERSONIL (30%) Laporan Kemajuan
Laporan Akhir
Jumlah
REKAPITULASI RENCANA ANGGARAN BIAYA
No ITEM Total
Biaya
Total Dibulatkan 24,975,000
Konsumsi pelatihan (3 hari)
Transportasi dan Komunikasi
Pelaporan 1,225,000
Total 24,975,000
Data Primer dan Sekunder 9,150,000
Peralatan Penunjang dan Bahan Habis 7,400,000
Tenaga Peneliti 7,200,000
BIAYA LANGSUNG NON PERSONIL
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, Analisa Upah dan Bahan (Analisa BOW), Bumi Aksara, Jakarta, 1990;
Hermawan, Analisa Indeks Koefisien Pada Estimasi Biaya Konstruksi, Semarang, 2007;
Iman Soeharto, Manajemen Proyek, Erlangga, Jakarta, 1995;
Kaming, Peter F. dkk, Penyebab Biaya Tinggi Pada Industri Jasa Konstruksi Di Indonesia, Jakarta, 2002;
Peurivoy D.S, and Oberlender, G.D., Estimating Construction Costs, 4th Ed., McGraw-Hill Book, New York, 1992;
Smith, N.J., Project Cost Estimating, Thomas Telford, London, 1995;
Sulistyawan, Abriyani. dkk, Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Proyek Konstruksi Dengan Bahasa Pemrograman Visual Basic, Universitas Diponegoro, 2007;
Wahyu, Wuryanti.,Kolokium & Open House “Kajian Indeks Biaya Konstruksi Pekerjaan Beton Bertulang Dan Baja Untuk Konstruksi Bangunan Gedung”, Puslitbang Permukiman, Balitbang Departemen PU, Bandung, 2005;
Lampiran Biodata Tim Pengabdi
Biodata Tim Pengabdi 1. Ketua
a. Nama : Yusroniya Eka Putri Rachman Waliulu, ST, MT
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. NIP : 19840828 200812 2004
d. Fungsional / Pangkat / Gol : Asisten Ahli / Penata Muda / III-B e. Jabatan Struktural : -
f. Bidang Keahlian : Teknik Sipil / Manajemen Proyek Konstruksi g. Fakultas / Jurusan : FTSP / Teknik Sipil
h. Laboratorium : Laboratorium Manajemen Konstruksi
i. Alamat Kantor : Jurusan Teknik Sipil Kampus ITS Sukolilo Surabaya j. Alamat Rumah dan no telepon : Jl. Rungkut Asri Utara XI no. 20 Surabaya 60293 /
081231180600
k. Alamat Email : [email protected] , [email protected] l. Riwayat Penelitian
NO TAHUN SUMBER DANA JUDUL PENELITIAN
1 2008 Studi Kajian Wanita
DIKTI Manajemen Proyek Konstruksi Berwawasan Gender 2 2009 Hibah Bersaing DIKTI Model Kinerja Para Pekerja Pada Proyek Konstruksi
Bangunan Gedung Bertingkat di Surabaya
3 2010 Hibah Bersaing
Lanjutan DIKTI
Model Kinerja Para Pekerja Pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat di Surabaya
m.Riwayat Pengabdian
NO TAHUN TEMPAT JENIS/NAMA KEGIATAN PERAN
1 2009 Kabupaten Bojonegoro
Audit Volume pada Kegiatan Pembangunan Rumah
Sakit Umum Daerah Type-B Kabupaten Bojonegoro Tenaga ahli 2 2012 Surabaya
Plaza Hotel
Public Training Project Management bagi Karyawan PT.
INFOMEDIA NUSANTARA Narasumber
3 2012 Polsek Sukolilo
Penyelesaian Masalah di Rumah Tinggal yang
berlokasikan di Jalan Medokan Semampir Blok B3/20 Sukolilo Surabaya
Saksi Ahli Teknik Sipil Polsek Sukolilo
4 2013 Polres Sidoarjo
Penyelesaian Masalah Sengketa antara Pemilik dan Kontraktor di Rumah Sakit Mata Fatma 2 Sidoarjo
Saksi Ahli Teknik Sipil Polres Sidoarjo 5 2013 LPPM ITS Pelatihan Penjadwalan dan Pengendalian Proyek
menggunakan Microsoft Project Pemateri
6 2013 STC -
Surabaya Pelatihan Project Management Pemateri
7 2014 LPPM ITS Pelatihan Penyusunan Dokumen Penawaran untuk
Kontraktor Kecil Pemateri
NO TAHUN TEMPAT JENIS/NAMA KEGIATAN PERAN 8 2014
Sekretariat Daerah Depok
Penyusunan ASB Depok Ketua Tim
9 2015
Bina Program Pemkot Surabaya
Penyempurnaan HSPK dan ASB Fisik Kota Surabaya Ketua Tim
m.Riwayat Publikasi Ilmiah
NO TAHUN JENIS JUDUL KEGIATAN PENYELENGG
ARA 5 2011 Konferensi
Nasional
Diseminasi Produk Unggulan "Rumah Cepat Tahan
Gempa" PHKI ITS
6 2011 Seminar
Nasional Seminar Nasional Teknik Sipil VII 2011 Pascasarjana T. Sipil ITS
7 2011 Seminar Internasional
The 2nd International Conference on Earthquake
Engineering and Disaster Mitigation (ICEEDM) ITS
8 2012 Seminar
Nasional Seminar Nasional Teknik Sipil VIII 2012 Pascasarjana T. Sipil ITS
9 2013 Konferensi Nasional
Diseminasi dan Sosialisasi Analisis Harga Satuan Pekerjaan Sesuai SE Menteri Pekerjaan Umum No : 02/
SE/ M/ 2013 tentang Pedoman Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum
Balitbang PU
10 2013 Seminar Seminar Nasional Teknik Sipil IX 2013 Pascasarjana T. Sipil ITS
11 2014 Seminar Seminar Nasional Teknik Sipil X 2014 Pascasarjana T. Sipil ITS
12 2014 Seminar Seminar Nasional MMT 2014 MMT ITS
13 2015 Seminar Seminar Nasional Teknik Sipil XI 2015 Pascasarjana T. Sipil ITS
2. Anggota II
a. Nama : Cahyono Bintang Nurcahyo, ST, MT
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. NIP : 19820731 200812 1002
d. Fungsional / Pangkat / Golongan : Asisten Ahli / Penata Muda / III-B e. Jabatan Struktural : Sekretaris PIMPITS - ITS
f. Bidang Keahlian : Teknik Sipil / Manajemen Proyek Konstruksi g. Fakultas / Jurusan : FTSP / Teknik Sipil
h. Laboratorium : Laboratorium Manajemen Konstruksi i. Alamat Kantor : ITS Sukolilo Surabaya
j. Alamat Rumah dan no telepon : Jl. Sultan Agung 54 Blitar 66131 / 08113600673 k. Riwayat penelitian
Tahun Jenis/Nama Kegiatan Tempat
2013 Coalition Formation Algorith and Agreement Options Model for Industrialized Building System (IBS) Design Selection
LPPM ITS l. Riwayat pengabdian
Tahun Jenis/Nama Kegiatan Tempat
2015 Pelatihan Ms Projet 2010 Hasta Karya P
2014 Pelatihan Penyusunan Dokumen Penawaran untuk Konsultan Kecil
LPPM ITS 2013 Pelatihan Penjadwalan dan Pengendalian Proyek
menggunakan Microsoft Project
LPPM ITS 2013 Pemateri pada pelatihan Project Management STC - Surabaya 2012 Penyusunan SOP Pembentukan dan Pembinaan SATLAKAR
Dinas Kebakaran Kota Surabaya
Surabaya 2012 Pemateri pada pelatihan Project Management with Ms
Project
Garden Palace Hotel
2011 Penilaian Kerusakan dan Kerugian akibat Erupsi Gunung Bromo
Probolinggo 2011 Pemateri pada Pelatihan Pengadaan pada Civil Expo 2011 Surabaya m. Publikasi ilmiah (2 terakhir dalam bentuk makalah atau buku)
Tahun Judul Tempat
2014 Optimasi Site Layout dengan Metode Multi Objectives pada Proyek Gedung Pusat Riset ITS
Pascasarjana Teknik Sipil - ITS 2013 Analisis Risiko pada Pelaksanaan Proyek Fly Over Pasar
Kembang Surabaya
Pascasarjana Teknik Sipil - ITS 2012 Pengaruh Gaya Negosiasi terhadap Hasil Negosiasi pada
Industri Konstruksi di Indonesia (Studi Kasus pada Developer Swasta di Kota Surabaya)
Pascasarjana Teknik Sipil - ITS 2012 Analisis dan Respon Risiko pada Proyek Pembangunan
Galangan Kapal di Kabupaten Lamongan
Pascasarjana Teknik Sipil – ITS n. Paten (2 terakhir)
No Judul Tahun
- - -
3. Anggota III
a. Nama Lengkap : Christiono Utomo, ST. MT. PhD.
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. NIP : 132 303 087
d. Fungsional/Pangkat/Gol. : Asisten Ahli/IIIb/Penata Muda Tingkat I
e. Jabatan Struktural : -
f. Bidang Keahlian : Manajemen Konstruksi dan Ekonomi Properti
g. Fakultas/Jurusan : FTSP / Teknik Sipil
h. Laboratorium : Manajemen Konstruksi
i. Alamat Rumah dan No. Telp. : Nginden Baru VIII, Telp.08179365536
j. Riwayat penelitian
No Penelitian Tempat
1 Coalition Formation Algorith and Agreement Options Model for Industrialized Building System (IBS) Design Selection, 2013, Ketua
LPPM ITS
2 Penelitian Kerjasama Internasional : Pengembangan Sistem Negosiasi Otomatis Untuk Manajemen dan Rekayasa Nilai di Konstruksi (Development of a Negotiation Support System for Value Management and Engineering in Construction)
Tahun 2011, sebagai ketua
k. Riwayat pengabdian
Tahun Penelitian Tempat
2012 Visiting Associate Professor UTM
2011 Visiting Associate Professor UTM
2010 Visiting Associate Professor UTM
l. Publikasi ilmiah (2 terakhir dalam bentuk makalah atau buku)
Tahun Penelitian Tempat
2012 The Achievement to Sustainability on Vertical Housing Development through Whole System Design.
3rd International Seminar on Tropical Eco Settlement. Oct 31st – Nov 2nd.
Hotel Grand Sahid Jaya
Jakarta 2012 Innovation of Validation Model for Group Decision Support
on Product Design Selection.
International Conference on Organizational Innovation.
UNAIR-IAOI USA. July 10-12: 1245-1254
UNAIR Surabaya
m. Paten (2 terakhir)
No Judul Tahun
- - -
4. Anggota IV
a. Nama : Ir. I Putu Artama Wiguna, MT, PhD
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. NIP : 19691125 199903 1 001
d. Fungsional/Pangkat/golongan : Lektor/Penata/III c
e. Jabatan Struktural : Sekretaris Bidang Akademik MMT-ITS
f. Bidang Keahlian : Manajemen Proyek
g. Fakultas/Jurusan : FTSP/Teknik Sipil
h. Alamat rumah dan no telp : Perum Pondok Tanjung Permai B-26 Surabaya / 081 332 800 768
i. Riwayat Penelitian/pengabdian
Tahun Judul Penelitian Ketua/
Anggota Sumber Dana 2010 Model Kinerja Para Pekerja Proyek
Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat di Surabaya (lanjutan tahun ke2)
Ketua Hibah Bersaing, Dikti
2010 Strategi Penanggulangan Lumpur Sidoarjo Jangka Panjang
Ketua DP2M, Dikti 2010 Penyusunan Rekomendasi Strategi
Rencana Penanggulangan Dampak Lumpur Sidoarjo
Ketua Safer Communities through Disaster Risk Reduction in Development (SC-DRR) United Nations Development Programme (UNDP)
2010 Kajian Kelayakan Permukiman dan Pengurangan Risiko Bencana Lumpur Sidoarjo
Anggota Pemerintah Provinsi Jawa Timur
2010 Strategi Pengelolaan Aset Daerah Ketua Bappeko Surabaya
Tahun Jenis/Nama Kegiatan Tempat
2011 Penilaian Kerusakan dan Kerugian akibat Erupsi Gunung Bromo
Probolinggo 2011 Penyusunan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pasca
Bencana Erupsi Gunung Bromo
Probolinggo 2011 Pelatih: Pelatihan Perencanaan dan Pengendalian Proyek
dengan Mengggunakan MS Project
Surabaya
2010
Pembicara: ”Pengurangan Risiko Bencana di Sekolah”
dalam rangka kegiatan Pembahasan Pengintegrasian Pendidikan Pengurangan Risiko Bencana ke dalam Sistem Pendidikan
Tretes, Pasuruan
2010 Tim Kajian Kelayakan dan Pengurangan Resiko Bencana Lumpur Semburan Lumpur Sidoarjo
Sidoarjo
j. Publikasi
Tahun Judul Penyelenggara
2010 Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil VI – 2010 Judul:
- Analisis Indikator-Indikator Eksternal yang Mempengaruhi Perusahaan Pelaksana Konstruksi.
- Analisa Hubungan Karakteristik Pembeli Terhadap Atribut Produk dalam Pemilihan Perumahan di Surabaya Timur.
- Model Kinerja pada Proyek Konstruksi Bangunan Gedung Bertingkat di Surabaya.
- Pemetaan Risiko Kebakaran Wilayah Surabaya Pusat
Pascasarjana Teknik Sipil - ITS
2010 Prosiding Seminar Nasional Manajemen Teknologi XI.
Judul :
- Critical Contractor-Related Factors Influencing Project Management Success in Malawi’s Building Construction
- Analisis Resiko Kegiatan Operasional Bongkar Muat Petikemas di Dermaga Nilam Timur Multipurpose Pelabuhan Cabang Tanjung Perak Surabaya
- Analisis Pemilihan Alternatif Investasi Pemanfaatan Gedung Legian Plaza, Bali
- Pengaruh Partisipasi Masyarakat dan Peran Serta Pemerintah Dalam Proses Pembebasan Lahan untuk Proyek Pembangunan Jalan Tol di Surabaya (Studi Kasus Jalan Tol Waru-Bandara Juanda)
Magister Manajemen Teknologi (MMT) – ITS
5. Anggota V
a. Nama : Tri Joko Wahyu Adi, ST.,MT.,Ph.D b. Jenis Kelamin : Laki Laki
c. NIP : 19740420.200212.1.002
d. Fungsional/Pangkat/Gol : Asisten Ahli/ Penata Muda Tk.I/IIIb e. Jabatan Struktural : Sekprodi Pascasarjana Teknik Sipil
f. Bidang Keahlian : Teknik Sipil/ Manajemen Proyek Konstruksi g. Fakultas/ Jurusan : FTSP/ Teknik Sipil
h. Laboratorium : Manajemen Proyek Konstruksi
i. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) j. Alamat rumah dan Telp : Griya Kencana Asri D/2 Wonorejo-Rungkut,
Surabaya, 60296.
Telp. (031) 8796691, Hp 0816533527 k. Riwayat Penelitian :
Wiguna, P.A., Leu S.S, Adi, T.J.W, Satria, A.,(2009), Probabilistic Prediction for Tunnel Geology: a basis for developing more effective decision support systems for tunneling design and construction, Hibah Penelitian Internasional, PHKI, 2009, Sebagai anggota peneliti
Tri Joko W. Adi, (2012), Kepuasan Klien dalam penerapan manajemen proyek pada Badan Usaha Jasa Konstruksi Nasional dan Asing di Indonesia, BP Konstruksi Kementerian PU, Sebagai ketua peneliti.
l. Publikasi :
Leu,S.S Tri Joko W. Adi, (2011), Microtunneling decision support system (MDS) using Neural-Autoregressive Hidden Markov Model, Expert Systems with Applications 38 (2011) 5801–5808.ELSEVIER,USA
Leu,S.S, Tri Joko W. Adi, (2011), Probabilistic prediction of tunnel geology using a Hybrid Neural-HMM, International Journal Engineering Application of Artificial Intelligence, 24 (2011) 658–665. ELSEVIER,USA
6. Anggota VI
a. Nama Lengkap : Ir. Retno Indryani, MS.
b. Jenis Kelamin : Perempuan
c. N I P : 195911061985112001 d. Pangkat/Golongan : Lektor / III D
e. Jabatan Struktural : Sekretaris Pusat Analisis Strategis Anggaran f. Bidang Keahlian : Manajemen Proyek Konstruksi
g. Fakultas/Jurusan : Teknik Sipil dan Perencanaan/ Teknik Sipil h. Laboratorium : Manajemen Proyek Konstruksi
i. Perguruan Tinggi : Institut Teknologi Sepuluh Nopember j. Alamat Rumah : Jalan Semolowaru Elok AM - 2 Surabaya
a. Telepon : (031) 5949656 b. Mobile : 0811324375 k. Riwayat Penelitian :
Appresiasi Konsultan Indonesia Dalam Penggunaan Asuransi, Penelitian ITS, Tahun 2002 sebagai ketua peneliti.
Manajemen Proyek Konstruksi Berwawasan Gender, Penelitian Studi Kajian Wanita DIKTI, Tahun 2008 sebagai ketua peneliti.
l. Riwayat Pengabdian :
Pemateri pada pelatihan Project Management with Ms Project, 2012, Garden Palace Hotel.
Pemateri pada Pelatihan Pengadaan pada Civil Expo 2011, 2011, Surabaya m. Publikasi :
Kesiapan Konsultan Kualifikasi Menengah dan Kecil di Kediri Dalam Menghadapi Keppres no 80/2003 dan Peraturan Terkait, Prosiding Seminar Nasional Pascasarjana ITS V, Tahun 2005. Retno Indryani.
Studi Penerapan E-Procurement Pada Pelaksanaan Pengadaan di Pemerintah Kota Surabaya, Prosiding Seminar Nasional Teknik Sipil VII ITS, Tahun 2011. Wahyu Hary Wijaya, Retno Indryani, dan Yusroniya Eka Putri
7. Anggota VII
a. Nama : Istiar, ST, MT
b. Jenis Kelamin : Laki-laki
c. NIP : 19840828 200812 2004
d. Fungsional / Pangkat / Gol : Asisten Ahli / Penata Muda / III-B e. Jabatan Struktural : -
f. Bidang Keahlian : Teknik Sipil / Perhubungan g. Fakultas / Jurusan : FTSP / Teknik Sipil
h. Laboratorium : Laboratorium Perhubungan
i. Alamat Kantor : Jurusan Teknik Sipil Kampus ITS Sukolilo Surabaya j. Alamat Rumah dan no telepon : Jl. Bratang Binangun I/36 C, Surabaya 60284/
08123123805
k. Riwayat Penelitian
TAHUN PENELITIAN
2008 Kartika, A.A.G. and Istiar, The method of evaluating rigid pavement performance (Case study: Jln. Mayjend Sungkono Surabaya), funded by DIPA ITS 2008.
l.Riwayat Pengabdian
TAHUN PEKERJAAN SEBAGAI KERJASAMA
2011 Penyusunan Dokumen ANDALALIN Marvel City Jalan Ngagel Surabaya
Ahli Lalu
Lintas PT. ASALAND
2011 Penysunan Rancana Induk Bandar Udara Blimbingsari di
Kabupaten Banyuwangi Ahli Bandara
Bappeda Kabupaten Banyuwangi 2010 Review Business Plan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Ahli
Pemodelan
PT. Transmarga Jatim 2010 Analisis Dampak Pembangunan Akses Koridor Timur-
Barat Kota SUrabaya
Ahli Transportasi
Bappeda Kota Surabaya
2009 Penyusunan Rencana Kebijakan Bidang Kebinamargaan Dengan Indikatornya
Ahli Jalan Raya
Bappeda Provinsi Jawa
Timur 2009 Penyusunan Dokumen ANDALALIN RS Pendidikan dan
Pusat Penyakit Tropik
Ahli Lalu Lintas
Universitas Airlangga 2008 Penyusunan Dokumen ANDALALIN Surabaya Hospital Ahli Lalu
Lintas Graha Family
2008
Kajian Penyiapan Infrastruktur Akibat Bencana Lumpus Panas Sidoarjo, Badan Perencanaan Pembangunan
Provinsi Jatim Jawa Timur
Ahli Jalan Raya
Bappeda Provinsi Jawa
Timur
2007
Independent Team; Review on design of west arterial On-Ramp of Waru-Perak Toll road as the impact of CITO
superblock, Board of Planning of Surabaya Municipality
Asisten Ahli Jalan Raya
City Of Tomorrow
(CITO) 2006 Penyusunan Tataran Tranportasi Wilayah (Tatrawil)
Provinsi Papua
Asisten Tenaga Ahli
PT. Widya Graha Asana 2006 Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh Asisten
Tenaga Ahli
PT.
Monekatama
TAHUN PEKERJAAN SEBAGAI KERJASAMA 2006 Kajian Lalu Lintas Kompleks Sekolah di Kawasan
Perumahan Jemur Andayani
Asisten Tenaga Ahli
Dishub Kota Surabaya 2006 Kajian Lalu Lintas Pembangunan Gedung Pendidikan
Petra Jalan Kalianyar
Asisten Tenaga Ahli
Petra
2005 Penyusunan Kebijakan Program Pengembangan Jalur Transportasi Arah Timur-Barat Surabaya
Asisten Tenaga Ahli
Bapeprop Jatim 2005 Kajian Lalu Lintas Perluasan Gedung PT. Sucofindo Jalan
Ahmad Yani
Asisten Tenaga Ahli
PT. Sucofindo
2005 Studi Perbaikan Jalan Area Pabrik-Pelabuhan Khusus Semen Gresik Tuban
Asisten Tenaga Ahli
PT. Semen Gresik 2005 Analisa Lalu Lintas Pembangunan SPBU dan Automall
PUSKOPALMAR
Asisten Tenaga Ahli
Puskopalmar
2005 Kajian Lalu Lintas Komplek Stadion Utama PON XVII Propinsi Kalimantan Timur
Asisten Tenaga Ahli
Panitia Persiapan PON
XVII Kaltim 2004 Penyusunan Action Plan Pembangunan Jaringan Jalan
Strategis Potensial Lintas Kabupaten/Kota di Jawa Timur
Asisten Tenaga Ahli
Bapeprop Jatim 2004 Studi Identifikasi Kelayakan Teknis dan Perencanaan
Teknis Pembangunan Bus Air Lintas Driyorejo(Gresik)- Gunungsari(Surabaya)
Asisten Tenaga Ahli
Dishub Prop.
Jatim
2004 Kajian Planologis Pembangunan Pasar Induk Agribisnis Jemundo
Asisten Tenaga Ahli
Dinas Kimpraswil Prop. Jatim 2003 Studi Rencana Induk Pengembangan Sistem
Transportasi Angkutan Massal di Wilayah Gerbangkertosusila
Asisten Tenaga Ahli
Bapeprop Jatim
2003 Analisa Potensi Retribusi Terminal di Kota Surabaya Survey Engineer
Dishub Kota Surabaya 2002 Studi Kelayakan Pembangunan Jembatan Suramadu Survey
Engineer
Bapeprop Jatim 2002 Studi Potensi Hinterland dan Rencana Pengembangan
Pelabuhan di Propinsi Kalimantan Tengah
Survey Engineer
PT. Pelindo III
m.Riwayat Publikasi Ilmiah
TAHUN JUDUL
2010 Istiar, Rahardjo B, dan Annas A.A., Prioritas Penanganan Jalan di Kawasan Surabaya Barat Ditinjau dari Tingkat Kerusakan Jalan dan Ekonomi Jalan Raya, di Seminar Nasioan Teknik Sipil VI 2010 Program Pascasarjana Teknik Sipil ITS
2009 Istiar and Kartika A.A.G., The Determination of Weighing factor and Deterioration index for rigid pavement by using AHP (Case study: Jl Mayjend Sungkono Surabaya), The 5th National Seminar of Civil Engineering, Post Graduate Program, Civil Engineering Dept of ITS Surabaya, Wednesday 11th February 2009
TAHUN JUDUL
2008 Prastyanto C.A., Kartika A.A.G., Widyastuti H., Herijanto W., Rahardjo B., Buana C., Istiar, Indarsa D.P., Study on the Toll Fee of Waru-Juanda Airport toll road Surabaya, Journal Torsi, Dept. of Civil Engineering ITS, March 2008, Year 28th No. 1. page 23-33
2007 Variabel Pemilihan Keputusan Pengendara Angkutan Barang Untuk Menggunakan Jala (Studi Kasus: Jalan Tol Waru-Juanda), di Seminar Nasional Teknik Sipil II Program Pascasarjana Teknik Sipil ITS, Surabaya.
2007 Analisa Kinerja Escape Road (Jalan Penyelamatan) Pada Daerah Rawan Bencana (Studi Kasus: Tsunami di Kota Banda Aceh), di di Seminar Nasional Teknik Sipil II Program Pascasarjana Teknik Sipil ITS, Surabaya.
2006 Evaluasi Pengaruh Penjadwalan Kuliah Terhadap Kebutuhan Ruang Parkir (Studi Kasus:
Parkir Mobil di Kampus ITS Keputih Surabaya), di Simposium IX Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT), Malang.
2004 Studi Biaya Beban Luka-Berat Pada Pengguna Sepeda Motor di Surabaya Metropolitan, di Seminar Nasional Manajemen Transportasi Intermoda Menyambut Surabaya
Metropolitan, Surabaya.
2004 Perubahan Fungsi Hambatan dan Pengaruhnya Dalam Pemodelan Sebaran Perjalanan, di Simposium VII Forum Studi Transportasi Antar Perguruan Tinggi (FSTPT), Bandung.
2002 Studi Perencanaan Angkutan Umum Antara Kabupaten Blora-Bojonegoro, Tuban- Rembang, Bojonegoro-Rembang, Tugas Akhir Program S-1 Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.