• Tidak ada hasil yang ditemukan

Binjai, Sumatera Utara 20714

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Binjai, Sumatera Utara 20714"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Informatika Kaputama (JIK),Vol. 6 No. 3 Agustus 2022

Special Issue: SEMINAR NASIONAL INFORMATIKA (SENATIKA) – 3

P-ISSN : 2548-9739 E-ISSN : 2685-5240

Diagnosa Penyakit Pada Ikan Pembudidaya Ikan Air Tawar Menggunakan Metode Bayes (Studi Kasus Dinas Perikanan

dan Kelautan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara)

Sella Agustia 1, Relita Buaton2, Suci Ramadani3

1,2,3Sistem Informasi STMIK KaputamaBinjai, Jl. Veteran No. 4A – 9A, Tangsi, Binjai, Kota Binjai, Sumatera Utara 20714

e-mail : 1[email protected], 2[email protected],

3[email protected]

ABSTRAK

Ikan merupakan hewan yang hidup didalam air yang menjadi salah satu dari sekian banyak sumber protein yang dibutuhkan manusia. Ikan sangat bermanfaat bagi manusia sebab mengandung bermacam zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Selain itu apabila dibandingkan dengan sumber penghasil protein lainnya seperti daging, susu dan telur hanya ikan yang relatif lebih murah. Mengingat pentingnya ikan bagi manusia, tak heran bila manusia berusaha mendapatkan ikan dalam jumlah yang mencukupi, antara lain dengan mengusahakan melakukan pencarian di sumbernya yakni laut dan ada pula yang memiliharanya dengan sebaik- baiknya yang lazim disebut dengan usaha perikanan. Dalam proses pembudidayaan ikan air tawar, pembudidaya ikan mengalami beberapa kendala, salah satunya kendala yang dimaksud yaitu terjangkitnya penyakit pada ikan-ikan air tawar yang dibudidayakan. Penyakit ikan dibagi menjadi dua yaitu penyakit infeksi (bakteri, virus, parasite, dan jamur) dan penyakit non infeksi (tumor, gangguan gizi, pakan, dan traumatik). Hal ini sangat mempengaruhi kematian pada ikan.

Kematian jumlah ikan yang besar tentu akan berdampak kerugian yang sangat besar bagi pembudidaya. Penyakit ikan merupakan hal yang tidak diinginkan bagi pembudidaya ikan, karena dapat menyebabkan panen tidak maksimal dan kematian massal pada ikan. Untuk mengatasi kendala tersebut maka pembudidaya membutuhkan suatu pengetahuan tentang informasi penyakit, gejala dan penanganan untuk penyakit tersebut. Tetapi ketersediaan informasi mengenai penyakit ikan masih sedikit, hal ini menyebabkan kesulitan dalam penanggulangannya maupun cara pengobatannya. Oleh sebab itu dibutuhkan peran seorang pakar dibidang perikanan sebagai tempat konsultasi.

Kata Kunci: Bayes, Ikan Air Tawar, Sistem Pakar 1. LATAR BELAKANG MASALAH

Ikan merupakan hewan yang hidup didalam air yang menjadi salah satu dari sekian banyak sumber protein yang dibutuhkan manusia. Ikan sangat bermanfaat bagi manusia sebab mengandung bermacam zat yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Selain itu apabila dibandingkan dengan sumber penghasil protein lainnya seperti daging, susu dan telur hanya ikan yang relatif lebih murah. Mengingat pentingnya ikan bagi manusia, tak heran bila manusia berusaha mendapatkan ikan dalam jumlah yang mencukupi, antara lain dengan mengusahakan melakukan pencarian di sumbernya yakni laut dan ada pula yang memiliharanya dengan sebaik-baiknya yang lazim disebut dengan usaha perikanan.

Dalam proses pembudidayaan ikan air tawar, pembudidaya ikan mengalami beberapa kendala, salah satunya kendala yang dimaksud yaitu terjangkitnya penyakit pada ikan-ikan air tawar yang dibudidayakan. Penyakit ikan dibagi menjadi dua yaitu penyakit infeksi (bakteri, virus, parasite, dan jamur) dan penyakit non infeksi (tumor, gangguan gizi, pakan, dan traumatik). Hal ini sangat

(2)

482 Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3

mempengaruhi kematian pada ikan. Kematian jumlah ikan yang besar tentu akan berdampak kerugian yang sangat besar bagi pembudidaya.

Penyakit ikan merupakan hal yang tidak diinginkan bagi pembudidaya ikan, karena dapat menyebabkan panen tidak maksimal dan kematian massal pada ikan. Untuk mengatasi kendala tersebut maka pembudidaya membutuhkan suatu pengetahuan tentang informasi penyakit, gejala dan penanganan untuk penyakit tersebut. Tetapi ketersediaan informasi mengenai penyakit ikan masih sedikit, hal ini menyebabkan kesulitan dalam penanggulangannya maupun cara pengobatannya. Oleh sebab itu dibutuhkan peran seorang pakar dibidang perikanan sebagai tempat konsultasi.

Pakar perikanan diharapkan dapat memberikan informasi mengenai penyakit, cara penanggulangan, pengobatan dan solusi untuk mengatasinya. Akan tetapi ketersediaan pakar perikanan saat ini masih kurang dan untuk menghubungi seorang pakar penyakit ikan, pembudidaya membutuhkan biaya, waktu dan tenaga yang tidak sedikit. Berdarakan hal tersebut dikembangkan suatu sistem pakar tentang penyakit ikan air tawar, sehingga dapat memberikan solusi untuk menanggulangi penyakit ikan dan dengan adanya sistem pakar ini diharapkan mampu memberikan informasi kepada masyarakat yang cukup mengenai penyakit pada ikan air tawar dan melakukan pengidentifikasi penyakit secara cepat, tepat dan efisien serta memberikan solusi untuk menanggulangi penyakit.

2. METODE PENELITIAN 2.1 Sistem Pakar

Sistem pakar adalah aplikasi berbasis komputer yang digunakan untuk menyelesaikan masalah sebagaimana yang dipikirkan oleh pakar. Pakar yang dimaksud adalah orang yang mempunyai keahlian khusus yang dapat menyelesaikan masalah yang tidak dapat diselesaikan oleh orang awam. Sebagai contoh, dokter adalah seorang pakar yang mampu mendiagnosis penyakit yang diderita pasien serta dapat memberikan kesimpulan terhadap penyakit tersebut.

Tidak semua orang dapat mengambil keputusan mengenai diagnosis dan memberikan kesimpulan terhadap suatu penyakit. Contoh lain, montir adalah seorang yang punya keahlian dan pengalaman dalam menyelesaikan kerusakan mesin motor/mobil, psikolog adalah orang yang ahli dalam memahami kepribadian seseorang, dan lain-lain. Sistem pakar mencoba memecahkan masalah yang biasanya hanya bisa dipecahkan oleh seorang pakar.

Sebuah sistem pakar memiliki 2 komponen utama yaitu basis pengetahuan dan mesin inferensi. Basis pengetahuan merupakan tempat penyimpanan pengetahuan dalam komputer, dimana pengetahuan ini diambil dari pengetahuan pakar. Secara umum, sistem pakar (Expert System) adalah sistem basis komputer yang berusaha mengadopsi pengetahuan manusia kekomputer, agar komputer dapat menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Pada dasarnya sistem pakar diterapkan untuk mendukung aktifitas pemecahan masalah.

Beberapa aktifitas pemecahan masalah yang dimaksud antara lain: pembuatan keputusan (decision making), panduan pengetahuan (Knowledge fusing), pembuatan disain (forecasting) pengaturan (regulating), pengendalian (controlling), diagnosis (diagnosing), perumusan (prescribing), penjelasan (explaning), pemberian nasihat(advising) dan pelatihan (tutoring).

2.2 Ikan Air Tawar

Budidaya merupakan kegiatan terencana pemeliharaan sumber daya hayati yang dilakukan pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat/hasil panennya. Budidaya perikanan adalah usaha pemeliharaan dan pengembangbiakan ikan atau organisme air lainnya. Perikanan budidaya air tawar ialah perikanan yang terdapat di sawah, sungai, danau, kolam, dan rawa.

Keberhasilan budidaya ikan air tawar sangat ditentukan oleh lingkungan yaitu tanah dan air. Jenis tanah sangat menentukan faktor keberhasilan budidaya ikan air tawar, jenis tanah yang baik untuk budidaya air tawar adalah jenis tanah liat atau lempung. Tanah jenis ini sangat baik untuk pembuatan kolam. Air sebagai media kehidupan ikan, maka keberadaan air sangat mutlak diperlukan. Jumlah dan kualitas air harus selalu menjadi perhatian agar usaha budidaya ikan air tawar bisa menjadi optimal.

(3)

Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3 483

2.3 Metode Bayes

Teorema Bayes dikemukakan oleh seorang pendeta Presbyterian Inggris tahun 1763 yang bernama Thomas Bayes. Teorema Bayes ini kemudian disempurnakan oleh Laplace. Teorema Bayes ini digunakan untuk menghitung probabilitas, terjadinya suatu peristiwa berdasarkan pengaruh yang didapat dari hasil observasi.

Teori ini menerangkan hubungan antara probabilitas terjadinya A dengan syarat peristiwa B telah terjadi dan probabilitas terjadinya peristiwa B dengan syarat peristiwa A telah terjadi.

Teori didaasarkan pada prinsip bahwa tambahan informasi dapat memperbaiki probabilitas.

Dalam teori probabilitas dan statika. Teorema Bayes adalah sebuah teorema dengan dua penafsiran berbeda. Dalam penafsiran Bayes, teorema ini menyatakan seberapa jauh derajat kepercayaan subjektif harus berubah secara rasional ketika ada petunjuk baru.

𝑃(𝐻/𝐸)= ... (2.1)

Keterangan :

P(H\E) = Probabilitas hipotesis H terjadi jika evidence E terjadi

P(E\H) = Probabilitas munculnya evidence E, jika hipotesis H yang terjadi P(H) = Probabilitas hipotesis H tanpa memandang evidence apapun P(E) = Probabilitas evidence E tanpa memandang evidence apapun Dari persamaan diatas dapat dijalankan menjadi :

𝑃(𝐻/𝐸)= ... (2.2)

Beberapa Aplikasi Metode Bayes yang banyak digunakan antara lain:

1. Diagnosa suatu penyakit berdasarkan data-data gejala (sebagai contoh hipertensi atau sakit jantung dan lain lain).

2. Dapat mengenali buah berdasarkan fitur-fitur buah seperti warna, bentuk, rasa dan lain-lain.

3. HASIL DAN PEMBAHASAN

Proses yang dilakukan pada Metode Bayes memerlukan beberapa data yang akan dihitung dalam perhitungan yang akan kita lakukan dapa dilihat pada tabel berikut:

Tabel III.1 Data Penyakit Ikan Air Tawar

No Nama Penyakit Bobot

1 Jamur 16 % = 16/100 = 0.16

2 Bakteri 12 % = 12/100 = 0.12

3 Kutu ikan 6 % = 6/100 = 0.06

4 Protozoa 8 % = 8/100 = 0.08

5 Metozoa 14 % = 14/100 = 0.14

6 Genetis 10 % = 10/100 = 0.1

7 Malnutrisi 12 % = 12/100 = 0.12

8 Factor lingkungan (curah 6 % = 6/100 = 0.06

(4)

484 Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3

hujan)

Tabel III.2 Data Gejala diagnosa Ikan Air Tawar

No Nama Gejala Nilai

G1 Terdapat kapas atau bercak putih diseluruh tubuh 0.6

G2 Tubuh terluka akan lebih mudah terkena jamur 0.6

G3 Terdapat luka berwarna merah pada ikan 0.5

G4 Sirip mengalami pembusukan 0.6

G5 Rusaknya insang 0.4

G6 Terlihat pucat 0.5

G7 Bisulan yang berisi cairan 0.5

G8 Pembengkakan pada perut 0.3

G9 Ikan terlihat kurus 0.4

G10 Ada keluar darah dibagian ekor padahal tidak luka 0.6

G11 Ikan tampak pucat 0.7

G12 Nafsu makan kurang 0.5

G13 Gerakan lambat sering menggosok gosokkan badannya ke dinding kolam

0.7

G14 Ikan mangap mangap dan loncat dari kolam 0.5

G15 Adanya bercak bercak putih pada permukaan tubuh ikan 0.5

G16 Ikan tampak lemah 0.5

G17 Tidak nafsu makan 0.5

G18 Pertumbuhan ikan lambat 0.6

G19 Ikan sering berkumpul disekitaran air 0.5

G20 Insang tampak pucat dan membengkak 0.7

G21 Ikan sulit bernafas 0.2

G22 Badan akan kemerahan 0.6

G23 Pertumbuhan ikan lambat 0.6

G24 Lebih sensitive terhadap infeksi pathogen 0.6

G25 Organ tubuh badan yang tidak sempurna 0.7

G26 Kehilangan nafsu makan 0.6

G27 Pendarahan dan penyumbatan pembuluh darah 0.5

G28 Keracunan pestisida/limbah industri 0.7

G29 Bahan kimia 0.7

G30 Tercekik 0.5

G31 Keracuanan akibat plankton 0.7

Tabel III.3 Nama Penyakit, Gejala dan cara mengatasi pada Ikan Air Tawar Nama

Penyakit Gejala Penyakit Cara mengatasi

(5)

Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3 485

1 Jamur Terdapat kapas atau bercak

bercak putih diseluruh tubuh Tubuh terluka akan lebih mudah terkena jamur

Pisahkan Ikan yang Sakit, Berikan

Makanan pelet , Berikan Obat Anti jamur, Perhatikan Suhu Air, Jaga Air Kolam atau Akuarium Tetap

Bersih.

2 Bakteri Terdapat luka berwarna

merah pada ikan

Sirip mengalami

pembusukan Rusaknya insang Terlihat pucat

Bisulan yang berisi cairan Pembengkakan pada perut

Dilakukan dengan mencampur tepung daun meniran dan tepung bawang putih dengan pakan (pellet).

Perbandingan daun meniran dengan bawang putih yang digunakan adalah 2 : 1.

3 Kutu ikan Ikan terlihat kurus

Ada keluar darah dibagian ekor padahal tidak luka

mencabut kutu tersebut dari tubuh ikan.

Kutu dapat dicabut

langsung

dengan jari tangan atau dengan bantuan pinset agar lebih mudah.

4 Protozoa Ikan tampak pucat

Nafsu makan kurang

Gerakan lambat sering menggosok gosokkan badannya ke dinding kolam Ikan mangap mangap dan loncat dari kolam

Adanya bercak bercak putih pada permukaan tubuh ikan

Pisahkan ikan yang terkena penyakit jaga kondisi air kolam agar tetap bersih

5 Metozoa Ikan tampak lemah Pisahkan ikan

yang terkena

(6)

486 Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3

Tidak nafsu makan Pertumbuhan ikan lambat Ikan sering berkumpul disekitaran air

Insang tampak pucat dan membengkak

Ikan sulit bernafas

Gerakan lambat sering menggosok gosokkan badannya ke dinding kolam Badan akan kemerahan

penyakit jaga kondisi air kolam agar tetap bersih

6 Genetis Pertumbuhan ikan lambat

Lebih sensitive terhadap infeksi pathogen

Organ tubuh badan yang tidak sempurna

Dilakukan dengan keragaman dengan proses DNA

7 Malnutrisi Ikan sulit bernafas

Kehilangan nafsu makan

Pendarahan dan

penyumbatan pembuluh darah

menaikkan suhu, mengganti air segar dan meningkatkan kualitas lingkungan.

8 Faktor

lingkungan

Keracunan pestisida/limbah industry

Bahan kimia Tercekik

Keracuanan akibat plankton

Ganti

keseluruhan air kolam.

Taburkan garam rosok untuk menetralisir zat asam

Tabel III.4 Data Hasil Pemeriksaan Berdasarkan Gejala Ikan Air Tawar nama

penyakit nama gejala

Jamur

Terdapat kapas atau bercak bercak putih diseluruh tubuh Tubuh terluka akan lebih mudah terkena jamur

(7)

Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3 487

Bakteri

Terdapat luka berwarna merah pada ikan

Sirip mengalami pembusukan Rusaknya insang

Terlihat pucat

Bisulan yang berisi cairan Pembengkakan pada perut

Kutu ikan Ikan terlihat kurus

Ada keluar darah dibagian ekor padahal tidak luka

Protozoa Ikan tampak pucat Nafsu makan kurang Gerakan lambat sering

menggosok gosokkan badannya ke dinding kolam

Ikan mangap mangap dan loncat dari kolam

Adanya bercak bercak putih pada permukaan tubuh ikan Metozoa Ikan tampak lemah

Tidak nafsu makan Pertumbuhan ikan lambat Ikan sering berkumpul disekitaran air

Insang tampak pucat dan membengkak

Ikan sulit bernafas Gerakan lambat sering

menggosok gosokkan badannya ke dinding kolam

Badan akan kemerahan

Genetis Pertumbuhan ikan lambat Lebih sensitive terhadap infeksi pathogen

Organ tubuh badan yang tidak sempurna

Malnutrisi Ikan sulit bernafas Kehilangan nafsu makan Pendarahan dan penyumbatan pembuluh darah

(8)

488 Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3

Curah hujan

Keracunan pestisida/limbah industri

Bahan kimia Tercekik

Keracuanan akibat plankton Tabel III.5 Data Penyakit dan gejala N

o

nama penya

kit

B o b o t

nama gejala

N i l a i

1 Jamu

r

0 , 1 6

Terdapat kapas atau bercak bercak putih diseluruh tubuh

0 , 6

Tubuh terluka akan lebih mudah terkena jamur

0 , 5 2 Bakte

ri

0 , 1

2 Terdapat luka berwarna merah pada ikan

0 , 5

Sirip mengalami pembusukan

0 , 6 Rusaknya insang

0 , 4 Terlihat pucat

0 , 5 Bisulan yang berisi cairan

0 , 5 Pembengkakan pada perut

0 , 3 3 Kutu

ikan

0 , 0

6 Ikan terlihat kurus

0 , 4

Ada keluar darah dibagian ekor padahal tidak luka

0 , 6 4 Proto

zoa

0

, Ikan tampak pucat 0

,

(9)

Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3 489

0 8

7

Nafsu makan kurang

0 , 5 Gerakan lambat sering menggosok gosokkan

badannya ke dinding kolam

0 , 7 Ikan mangap mangap dan loncat dari kolam

0 , 5 Adanya bercak bercak putih pada permukaan tubuh

ikan

0 , 5

5 Meto

zoa

0 , 1

4 Ikan tampak lemah

0 , 5

Tidak nafsu makan

0 , 5

Pertumbuhan ikan lambat

0 , 6

Ikan sering berkumpul disekitaran air

0 , 5

Insang tampak pucat dan membengkak

0 , 7 Ikan sulit bernafas

0 , 2 Gerakan lambat sering menggosok gosokkan

badannya ke dinding kolam

0 , 7 Badan akan kemerahan

0 , 6 6 Genet

is

0 ,

1 Pertumbuhan ikan lambat

0 , 6 Lebih sensitive terhadap infeksi pathogen

0 , 6 Organ tubuh badan yang tidak sempurna

0 , 7

7 Maln

utrisi

0

, Ikan sulit bernafas 0

,

(10)

490 Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3

1

2

2

Kehilangan nafsu makan

0 , 6 Pendarahan dan penyumbatan pembuluh darah

0 , 5

8 Cura

h hujan

0 , 0

6 Keracunan pestisida/limbah industry

0 , 7

Bahan kimia

0 , 7 Tercekik

0 , 5

Keracuanan akibat plankton

0 , 7

Perhitungan metode bayes

1.

Jamur P(H1)=

=

= = 0.4298

2.

Bakteri

P(H2)=

=

= = 0.0097

3.

Kutu ikan

(11)

Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3 491

P(H3)=

=

= = 0.1289

4.

Protozoa

P(H4)=

=

= = 0.0439

5.

Metozoa

P(H5)=

=

= = 0.0055

6.

Genetis

P(H6)=

=

= = 0.2256

7.

Malnutrisi

(12)

492 Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3

P(H7)=

=

= = 0.0645

8.

Curah hujan

P(H8)=

=

= = 0.0921 Kesimpulan

Max = (P1 (g1,g2) | P2 (g3,g4,g5g6,g7,g8) | P3 (g10,g11) | P4 (g11,g12,g13,g14,g15)

|P5 (g13,g16,g17,g20,g21,g22,g18) | P6 (g18,g24,g25) | P7 (g21,g26,g27)

| P8 (g28,g29,g30,g31))

= (0.4298 | 0.0097 | 0.1289 | 0.0439 | 0.0055 | 0.2256 | 0.0645 | 0.0921) = 0.4298 à Jamur

4. Kesimpulan

Setelah melakukan pembahasan dan penguraian pada bab bab sebelumnya, maka penulis memberikan beberapa kesimpulan. berikut ini adalah kesimpulan yang penulis tulis pada penelitian terkait dengan system pakar diagnosa penyakit ikan air tawar menggunakan metode bayes, yaitu:

1. System pakar dengan menggunakan metode bayes dalam diagnosa penyakit ikan aiar tawar dapat digunakan serta dapat bermanfaat kepada pembudidayaan ikan air trawar dalam mengatasi penyakit ikan ketika ikan tersebut terjangkit penyakit.

2. Dapat membantu keterbatasan karyawan dalam mengetahui penyakit ikan gejala serta pengobatan dan pencegahan secara pasti tanpa perlu adanya seorang pakar.

3. Dengan adanya metode bayes ini dapat membantu dalam pemberian nilai kepastian untuk penyakit yang diderita ikan.

DAFTAR PUSTAKA

[1]. Kusrini. (2008). Aplikasi Sistem Pakar. Andi.

[2]. Kusumadewi, S. (2003). Artificial Intelligence (Teknik dan Aplikasinya). Graha Ilmu.

[3]. National, G., & Pillars, H. (n.d.). No 主観的健康感を中心とした在宅高齢者における 健康関連指標に関する共分散構造分析Title.

(13)

Seminar Nasional Informatika (SENATIKA) - 3 493

[4]. SIHOTANG, H. T. (2019a). Perancangan Aplikasi Sistem Pakar Diagnosa Diabetes Dengan Metode Bayes. 1(1), 36–41. https://doi.org/10.31227/osf.io/znj3r

[5]. SIHOTANG, H. T. (2019b). Sistem Pakar Untuk Mendiagnosa Penyakit Pada Tanaman Jagung Dengan Metode Bayes. 3(1). https://doi.org/10.31227/osf.io/dguhb

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pertumbuhan biomassa cacing sutera ( Tubifex sp.) selama 30 (tiga puluh) hari penelitian dengan perlakuan pemberian dosis pupuk organik cair yang

Dengan apresiasi yang sangat besar dan pengetahuan luas tentang fondasi intelektual PR, kita akan menggerakan bidang ini ke arah sesuatu yang strategik, dua cara, level

English in advertising: A Linguistic Study of Advertising in Great Britain (English Language Series).. Semantics: the Study of Meaning

Dari hasil aktivitas enzim yang telah diukur (Gambar 6) dilihat waktu pola aktivitas enzim LiP dari ketiga isolat fungi pelapuk putih yang didapat relatif sama, aktivitas

Pada akhirnya, kami menyampaikan rasa terima kasih kami yang tidak terhingga khususnya kepada masyarakat Bajo Mantigola di Kaledupa yang telah bersedia menerima kami

Oleh karena itu analisis mengenai keseimbangan pendapatan nasional perlu disempurnakan dengan memperhatikan pula efek kegiatan perdagangan luar negeri, yaitu ekspor dan impor

Abraham Simatupang, Pengembangan Modul-modul HIV & AIDS bagi Mahasiswa Kedokteran dengan Metode Belajar-berbasis lvlasalah:

KAJIAN EFISIENSI OPERASIONAL KERETA API KOTA BANDUNG STUDI KASUS KA ARGO PARAHYANGAN BANDUNG-JAKARTA.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |