PERAN INDUSTRI DALAM REKRUTMEN TENAGA KERJA DI SMK PGRI 3 KOTA MALANG
Oleh:
Hari Setyawan, Yoto, Solichin
Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Malang Email: [email protected]; [email protected]; [email protected]
Abstrak. tujuan sekolah menengah kejuruan adalah menyiapakan tenaga kerja terampil tinggkat menengah yang sesuai profesi bidang yang dipilih, maka kerja sama antara sekolah dan industri menjadi bagian sistem pendidikan yang sangat penting. Dalam rangka mengurangi angka penganguran kerja yang pada akhirnya mampu mencetak tamatan SMK siap kerja dan mampu bersaing di era global adalah model pendidikan koperatif (model kerja sama antara sekolah dan industri). Maka untuk mengatasi sebuah permasalahan tersebut perlunya diadakan rekrutmen tenaga kerja melalui kerja sama dengan dunia usaha/dunia industri agar mengurangi pengganguran setelah lulus SMK. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Perencanaan Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang (2) Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang. (3) Evaluasi Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang.(4)Keuntungan dan Kelemahan Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Data dihimpun menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi.
Kata Kunci: pendidikan koperatif, sekolah menengah kejuruan (SMK), rekrutmen tenaga kerja
Seiring dengan berkembangnya ilmu penge- tahuan dan teknologi yang semakin pesat da- lam berbagai aspek kehidupan telah mem- bawa dampak terhadap pola pikir masyarakat akan pentingnya kualiatas sumberdaya manusia. Sumber daya manusia (SDM) yang bermutu akan menetukan kemajuan suatu bangsa sebagai sumber-sumber daya pem- bangunan lainya. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendi- dikan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.
Pendidikan adalah salah satu wujud kebudayaan manusia yang selalu tumbuh dan berkembang, tetapi ada kalanya mengalami penurunan kualitas sehingga hancur pelan pelan seiring dengan perkembangan zaman.
Pendidikan nasional berakar pada kebudaya- an bangsa Indonesia dan berdasarkan pancasila dan undang-undang dasar 1945.
Undang-undang dasar 1945 mengamanatkan upaya untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa serta agar pemerintah mengusaha- kan dan menyelengarakan satu sistem pendi- dikan nasional yang diatur dengan undang- undang. Menurut undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasi- onal jenis dari pendidikan menengah salah satunya adalah sekolah menengah kejuruan (SMK). Penjelasan pasal 15 menjelaskan bahwa “Pendidikan kejuruan merupakan pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta diklat terutama untuk bekerja dalam bidang tertentu”. Maka dari itu kebanyakan para orang tua murid yang lebih memilih menyekolahkan anaknya ke jenjang SMK dengan alasan agar dapat mudah mencari perkerjaan. Perlu kita ketahui saat ini lulusan
SMK belum dapat diserap langsung oleh pihak dunia usaha maupun industri.
Menurut Sonhadji (2012:164) terdapat empat model pendidikan kejuruhan: model pasar, model PSG, model pendidikan kopera- tif dan model sekolah. Selama ini di Indo- nesia dilaksanakan model PSG untuk semua SMK di semua jurusan walaupun banyak menemuai berbagai kendala. Tujuan PSG antara lain (1) Menghasilakn tenaga kerja yang memikik keahlian profesional, (2) me- ningkatkan dan memperkokoh pelaksanaan kebijakan link and match antara SMK dan dunia kerja, (3) meningkatkan efisiensi pro- ses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas, dan (4) memberikan pe- ngakuaan dan penghargaan terhadap penga- laman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan (MPKN, 1996).
Apabila di perhatikan, karakteristik pendidikan koperatif mirip dengan PSG, tetapi sebenarnya terdapat beberapa perbe- daan pokok. Pendidikan sistem ganda adalah sistem pendidikan yang di selengarakan di dua tempat yaitu di sekolah dan industri (the dual sytem model). Pendidikan koperatif me- rupakan sistem pelatihan di industri, sedang- kan basis pendidikanya tetap di sekolah.
Dengan perkataan lain, PSG merupakan pendidikan secara keseluruhan dan pendidik- an koperatif merupakan dari bagian sistem pendidikan. Karakteristik pendidikan kope- ratif (1) di lindungi oleh undang undang yang kuat, sehingga baik sekolah maupun industri mempunyai ikatan legal yang harus dipatuhi, (2) mengaju pada pengajaran yang berorien- tasi pada lapangan kerja (occopationally oriented intrustion) di sekolah pengalaman belajar yang berkaitan dengan perkerjaan (work-related learning experince) di indurtri;
(3) kegiatan ini direncanakan dan di supervisi secara baik, (4) adanya pengaturan waktu
antara kedua kegiatan secara berlapis-ber- ulang, yang memungkinkan sisiwa dapat belajar di sekolah sambil berkerja di industri, (5) pengalaman belajar dan berkerja harus sesuai dengan program studi atau tujuan karier subjek didik, (6) adanya perjanjian pelatihan sisiwa (student traning agreement) yang di tanda tangani oleh siswa, orang tua, kordinator sekolah, dan supervisior/industri, dan no (7) diberi upah kepada siswa yang sedang berkerja oleh industri yang bersang- kutan (Rivai & Murni, 2010 sonhadji, 2012 dan Greinert, 1994) Adapun perbedaan pendidikan koperatif dengan model pendi- dikan tradisional (the school model), terletak pada penyelengaraan pratik industri yang lebih terencana, bersitem dan diperkuat oleh undang-undang.
Secara spesifik menurut Sutrisno (2006:3) pendidikan SMK diselengarakan untuk: (1) melakukan tranformasi status sis- wa dari manusia “beban” menjadi manusia
“aset”, (2) mempersiapkan sumberdaya ma- nusia memiliki keunggulan komparatif (com- perative advantange) dan keunggulan kompetitif (competitif advantages) bagi pembangunan sektor industri dan sektor sektor ekonomi lainya di indonesia, dan (3) memberi bekal bagi siswa/tamatan untuk berkembeng secara berkelanjutan
Hal ini di perkuat oleh banyak industri yang merekrut lulusan SMK dan berker- jasama dengan SMK. Menurut Djojonegoro (1997) sekolah menengah kejuruhan merupa- kan program strategi untuk menyediakan tenaga kerja tingkat menengah. Maka untuk mendapatkan tenaga kerja tersebut perlu adanya hubungan. Baik itu kerjasama atau- pun penyedia lowongan kerja. Dalam proses penyiapan ketenaga kerjaan hubungan antara SMK dan industri tersebut harus di bangun
dengan baik. Sehingga model dari pendidik- an kejuruhan sejalan dengan yang sedang di butuhkan oleh industri.
Dalam hal ini terdapat masalah dimana didalam kenyataan dunia nyata menganggap bahwa lulusan SMK belum memiliki kualitas kerja yang baik, untuk kebutuhan industri.
Sekolah kejuruhan yang disiapkan untuk langsung berkerja, tetapi banyak setelah lulus SMK tidak berkerja. Menurut Titin (2016) Tingkat pengangguran di Jawa Timur diperkirakan mencapai 1,2 juta, hal ini se- iring dengan banyaknya lulusan SMK dan sederajat yang masih belum mendapatkan pekerjaan. Bedasarkan uraian tersebut pe- nulis dan bisa di terapkan di indonesia dalam rangka mengurangi angka penganguran kerja yang pada akhirnya mampu mencetak tamatan SMK siap kerja dan mampu bersaing di era global adalah model pendidikan koperatif (model kerja sama antara sekolah dan industri). Maka untuk mengatasi sebuah permasalahan tersebut perlunya diadakan rekrutmen kerja dengan melalui kerja sama dengan industri-industri agar mengurangi pengganguran setelah lulus SMK.
Berdasarkan uraian tersebut maka penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsi- kan dan menginterpretasikan hal-hal berikut:
meliputi (1) Perencanaan Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang, (2) Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang, (3)Evaluasi Rekrut- men Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang, dan (4) Keuntungan dan Kelemahan Rekrut- men Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang.
METODE PENELITIAN
Berdasarkan tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini maka pendekatan pene- litian yang digunakan adalah penelitian ku- laitatif adalah prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata- kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang dapat diamati Bogdan dan Guba dalam Suharsaputra, (2014:181). Pene- litian kualitatif diharapkan mampu meng- hasilkan uraian yang mendalam tentang ucapan, tulisan, dan atau perilaku yang di- amati dari satu individu, kelompok, masyara- kat, dan atau organisasi tertentu dalam suatu keadaan konteks tertentu yang dikaji dari sudut pandang yang utuh, komprehensif, dan holistik. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di SMK PGRI 3 Kota Malang.
Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam pene- litian. Prosedur pengumpulan data yang digunakan penelitian ini antra lain: (1) Wa- wancara, (2) Observasi, dan (3) Dokumen- tasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bursa kerja industri (BKI) merupakan salah satu lembaga yang di adakan di sekolah yang mempunyai fungsi untuk merekrut tenaga kerja baru dan kemudian disalurkan atau ditempatkan kedunia kerja atau dunia industri sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati sebelumnya.
Perencanaan Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang
Persiapan sekolah dalam mendapatkan link industri, Untuk mendapatkan link in- dustri, industri ini sudah menjadi rekanan un- tuk menempatkan siswa prakerin di industri, sekolah mempunyai rekanan dengan guru BKK SMK sejawa timur, sekolah juga mencari industri yang membutuhkan tenaga kerja baru dengan cara melalui via online, jobfair, dan sekolah juga sudah di percaya dengan industri, industri juga terkadang datang sendiri kesekolah meminta menyi- apkan anak-anak untuk di rekrut kerja. Tahap
sekolah agar dapat berkerja sama dengan industri dengan cara pihak kepala sekolah menghubngi kantor pusat di jakarta untuk mencari informasi tentang industri, dalam menjalin komunikasi dengan industri sekolah juga di bantu oleh Diknas provinsi, Diknas pusat untuk bertemu dengan pihak industri, sekolah juga membuat surat pengajuan proposal pengajuan kerjasama dengan industri, dan sekolah juga mempromosikan profil sekolah ke industri. Lama proses ker- jasama dengan industri dengan sekolah tidak ada jangka waktu dalam perekrutan ini ber- sifat tidak terikat dan bebas, perekrutan tenaga kerja ini juga sesuai dengan kebutuh- an industri meminta jumlah karyawannya, setiap tahun industri tidak membutuhkan karyawan baru, industri juga terkadang datang langsung ke SMK meminta di siapkan anak untuk di rekrut kerja,
Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga Kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang
Proses pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja dalam poses pelaksanaan perekrutan tenaga kerja yang di ada di SMK PGRI 3 Kota Malang mulai dari pihak industri me- nghubungi pihak BKI, kemudia pihak BKI akan mengumkan kepada siswa, dan alumni, untuk proses pelaksanaan tempat tesnya ter- gantung oleh pihak industri, dan rekrutmen kerja diadakan seteleah ujian Nasional. Kri- teria khusus untuk siswa yang sudah pratik industi di industri yang melakukan rekrutmen kerja Ada siswa yang di rekrut kerja oleh pihak industri melalui pratik industri di tempat industri tersebut karena sudah tahu kinerja anak tersebut, tergantung dari siswa tersebut mau menerima tawaran kerja atau tidak dan dalam rekrutmen ini tidak ada tes lagi karena industri sudah tahu kinerja siswa tersebut. Batas maksimal siswa yang di
rekrut kerja tidak ada batasan jumlah untuk pendaftar calon pelamar kerja atau jumlah siswa yang mengikuti perekrutan ini tidak di tentukan oleh industri. Industri akan senang jika jika perserta tesnya sangat banyak kare- na bisa memilih pelamar yang kemampuan tinggi dan cukup, alumni dan sekolah luar juga bisa mendaftar dan mempunyai banyak kesempatan mendapatkan lowongan perker- jaan. tetapi jumlah pelamar yang di terima sebagai pelamar akan di tentukan oleh pihak industri sendiri. Cara Industri ikut serta da- lam proses perekrutan di sekolah Proses pe- rekrutan kerja ini tergantung oleh pihak ind- ustri, ada industri yang meminta disiapkan mulai dari pelaksanaan sampai selesai ada industri sendiri yang mengatur dan jika pelamar kerja banyak akan disewakan ge- dung dan sebaliknya jika pelamar kerja sedikit akan diadakan disekolah.
Evaluasi Rekrutmen Tenaga Kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang
Syarat utama dalam rekrutmen kerja mengikuti dari pihak industri, calon pelamar harus lulus sekolah dan pelamar membuat lamaran perkerjaan yang dilampiri dengan syarat-syarat yang telah di tentukan dan di serahkan kepada pihak bursa kerja industri.
Seleksi masuk rekrutmen tenaga kerja me- liputi Seleksi adminitrasi dengan keleng- kapan meliputi lamaran, ijazah, umur, status, pengalaman kerja, domisili, sertifikat keahli- an, pas foto, fotokopi identitas, surat kesehatan dari dokter, dan akte kelahiran.
Jika belum lengkap akan di kembalikan dan untuk melengkapi kembali. Untuk tahap lolos atau tidak seleksi tergantung dari pihak industri. Tahap seleksi rekrutmen tenaga ker- ja. Tahapan seleksi rekrutmen tenaga kerja meliputi dari seleksi administrasi, tes fisik, setelah itu lanjut dengan tes psikotes,
kemuidian interview HRD, tes kesehatan, tergantung dari permintaan industri terka- dang urutan tes tidak runtut dan Jika calon pegawai lolos bisa lanjut ketahap tes selanjutnya.
Keuntungan dan kelemahan dari pelak- sanaan Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang
Keuntungan dari rekrutmen tenaga kerja ini karena sudah menjadi peran sekolah dalam mencarikan perkerjaan setelah lulus.
Maka banyak industri yang menawarkan lowongan perkerjaan maka anak-anak antusias karena tidak perlu mencari lowong- an kemana-mana dan untuk alumni juga bisa mendaftar ke sekolah lagi mempunyai kesempatan lebih banyak mendapatkan pekerjaan dan mudah mendapatkan lowong- an perkerjaan dan proses rekrutmennya jelas, lebih terkontrol dan terawasi oleh pihak sekolah. Kelemahan dari rekrutmen tenaga kerja Industri tidak mendapatkan siswa yang kompetensinya baik, berbeda dengan yang melalui pratik industri karena industri sudah tahu dengan kinerja anak tersebut, pelaksanaan rekrutmen diadakan setelah lulus maka banyak anak yang tidak bisa daftar karena sudah banyak anak yang berkerja, Peluang bagi calon karyawan yang akan di terima kemungkinan kecil karena banyak pesaing dari luar dan pengumuman yang diberikan kepada calon pelamar terlalu singkat dan kurang jelas. Solusi pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja bisa terlaksana de- ngan baik dengan menjalin komunikasi yang baik dengan pihak industri dengan sekolah, kerjasama antara anggota bursa kerja industri harus kompak dan berjalan dengan baik agar proses pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja berjalan dengan baik atau pun dengan mengajukan rekrutmen rekomendasi kepada
pihak industri agar pada saat tes sesuai de- ngan permintaan industri yang di butuhkan, peluang di terima sebagai karyawan besar dan bila ada pengumuman lowongan perker- jaan untuk di jadwal dengan jelas dan teratur.
Perencanaan Rekrutmen Tenaga di SMK PGRI 3 Kota Malang
Persiapan sekolah dalam mendapatkan link industri merupakan tahap awal kerja sama industri dengan sekolah. Pendidikan kejuruhan atau SMK adalah pendidikan me- ngutamakan penyiapan siswa untuk mema- suki lapangan kerja serta mengembangkan sikap profesional. Sebelum memasuki dunia kerja dilasanakan beberapa persiapan tujuan agar proses kerja sama dengan industri berjalan dengan baik.
Sebelum memasuki lapanagan kerja membutuhkan lembaga yang dapat menyalu- rkan tenaga kerja. Lembaga tersebut sekar- ang disebut dengan BKK (bursa kerja Khu- sus). Secara yuridis penyelenggaraan BKK i- ni dikuatkan dengan perjanjian kerjasama Mendikbud dan Menaker No.076/ U/1993 dan No. Kep.215/MEN/1993 tentang pem- bentukan Bursa Kerja dan Panduan Penye- lenggaraan Bursa Kerja di Satuan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Tinggi. Selain itu, juga keputusan bersama Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah dengan Dirjen Binapenta No. 009/KEP/U/1994 dan No.
KEP.02/bp/1994 tentang pembentukan Bursa Kerja di Satuan Pendidikan Menengah dan Panduan Penyelenggaraan Bursa Kerja.
Berdasarkan temuan penelitian dalam mendapatkan link industri ini pihak sekolah dan industri menempatkan siswa prakerin di industri, mempunyai rekanan dengan guru BKK SMK sejawa timur, Hunting industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan me- lalui via online, jobfair, dan sekolah sudah di
percaya dengan industri, industri terkadang datang sendiri kesekolah meminta me- nyiapkan anak-anak untuk di rekrut kerja.
Hasil penelitian di atas selaras dengan pe- nelitian yang dilakukan Wena (1996) yang menjelaskan urutan pembangunan kerjasama dengan industri sebagai berikut: (1) memilih industri pasangan sebagai mitra kerja, dalam kegiatan ini sekolah harus memilih industri yang kiranya tepat untuk tempat belajar siswa, (2) guna menjalin kerja sama dengan industri yang telah ditentukan sebagai tempat belajar, maka pihak sekolah harus menda- tangi industri yang bersangkutan. Dalam hal ini pihak sekolah menjelaskan tujuan kerja sama, bentuk kerja sama, waktu pelaksanaan, tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak. Dengan penjelasan yang demikian maka diharapkan pihak industri mau memberi tempat belajar pada siswa sekolah kejuruan; (3) setelah pihak industri bersedia diajak kerja sama, maka harus dibuatkan perjanjian kerja sama antara kedua belah pihak. Perjanjian kerja sama itu hendaknya memuat hal-hal seperti: tujuan kerja sama, bentuk kerja sama, pelaksanaan kerja sama, pelaksanaan kegiatan, tugas dan tanggung jawab masing-masing pihak dan hal lain yang dianggap perlu; (4) kemudian setelah perjanjian kerja sama ditandatangani, mulai- lah kedua belah pihak untuk merealisasi kerja sama tersebut, dalam bentuk kegiatan–
kegiatan nyata.
Ada beberapa tahap untuk kerjama de- ngan industri mulai dari pihak kepala sekolah menembusi kantor pusat di jakarta, sekolah mencari informasi tentang industri yang membutuhkan tenaga kerja, dalam menjalin komunikasi dengan industri sekolah juga di bantu oleh Diknas provinsi, Diknas pusat untuk bertemu dengan pihak industri, sekolah juga membuat surat pengajuan
proposal pengajuan kerjasama dengan in- dustri, dan sekolah juga mempromosikan profil sekolah kepada pihak industri. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Azizah, Mur- niati, dan Khairuddin (2015) pelaksanaan kerjasama SMK dengan DU/DI dapat dilihat:
(1) Pengembangan hubungan kerjasama antara SMK dengan DU/DI dilaksanakan melalui koordinasi tugas dan tanggung jawab komite sekolah, (2) Hubungan kerjasama dikembang kan dengan prinsip saling menguntungkan, khususnya dalam pengem- bangan sumber daya manusia dan pening- katan masing-masing pihak, (3) Inisiatif pe- ngembangan hubungan kerjasama harus di- mulai dari pihak SMK, terutama dalam membangun saling pengertian masing-ma- sing pihak, (4) SMK harus memiliki data yang lengkap dan akurat tentang peta dunia Usaha/ Industri/ Kerja disekitarnya, (5) SMK bersama komite sekolah harus dapat meng- atur sarana, personal dan jadwal kegiatan perkembangan hubungan kerjasama, dan (6) Jalinan kerjasama antara SMK dan Dunia Usaha/Dunia Industri, sebaiknya dibuat MoU secara formal dalam bentuk naskah kese- pakatan kerjasama.
Sekolah menengah kejuruan (SMK) memiliki tangung jawab untuk menyalurkan lulusan ke dunia kerja. Di pandang dari sis- tem, harus bertangung jawab terhadap pem- asaran lulusannya untuk dapat memasarkan lulusan, pihak sekolah membutuhkan kerja- sama dengan pihak industri. Kerjasama de- ngan pihak sekolah dengan industri tidak mempunyai jangka waktu dalam perekrutan tenaga kerja karena industri setiap tahunnya jarang membutuhkan karyawan baru. Hal ini sesuai dengan pendapat menurut Azizah, Murniati, dan Khairuddin (2015:151) prinsip kerjasama industri antara sekolah dengan dunia kerja pada akhirnya mempunyai tujuan
untuk mempercepat waktu penyesuaian bagi lulusan Sekolah Kejuruan dalam memasuki dunia kerja yang pada akhirnya akan meningkatkan mutu sekolah menengah kejuruhan.
Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga Kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang
Pelaksanaan rekerutmen tenga kerja merupakan proses dimana BKI menyiapkan tenaga kerja untuk di rekrut di industri untuk calon yang akan mengikuti adala kelas XII, Alumni dan sekolah luar. Kemudaian untuk pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja ini tidak berbeda jauh dari rekrutmen yang telah ba- nyak di adakan melalui bursa kerja industri.
Berdasarkan hasil temuan penelitian untuk proses pelaksanaan perekrutan tenaga kerja yang di ada di SMK PGRI 3 Kota Malang mulai dari pihak industri menghubungi pihak BKI, kemudian BKI akan mengumkan kepada siswa alumni dan untuk proses pelak- sanaan tempat tesnya tergantung oleh pihak industri. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian Istianyani (2012) Mekanisme pe- rekrutan yang dilakukan terdiri dari beberapa tahap, yaitu (1) penyebaran informasi lo- wongan pekerjaan baik melalui pemasangan brosur di papan pengumunan setiap jurusan,maupun melalui sms dan telpon langsung kepada para lulusan, (2) pengum- pulan berkas lamaran di BKK secara kolektif ataupun mengirim email langsung ke industri dengan memanfaatkan komputer yang tersedia di BKK, (3) pengambilan berkas oleh industri ke BKK, (4) industri me- nyeleksi berkas yang lolos untuk mengikuti tes, (5) industri melakukan tes di tempat mereka, dan (6) industri mengirimkan daftar nama yang lulus tes.
Berdasarkan temuan peneliti ada beberapa siswa yang di rekrut oleh pihak
industri melalui pratik industri di tempat in- dustri tersebut, tergantung dari siswa tersebut menerima tawaran dari pihak industri atau tidak dan dalam rekrutmen ini tidak ada tes lagi karena industri sudah tahu kinerja siswa tersebut. Hal ini sesuai dengan menurut pendapat Anshari (2015) saluran rekrutmen ada yang disebut dengan Referrals (Re- komendasi Pegawai), yaitu sebuah cara dimana industri yang mengadakan rekrutmen mencari pegawai yang telah berpengalaman dan mengetahui segala kegiatan industri dimana nanti pegawai tersebut akan di beri kewenagan untuk memberikan masukan atau rekomendasi rekan kerjanya yang sekiranya dapat mengisi posisi yang dibutuhkan industri.
Dalam pelaksanaan pere-krutan tenaga kerja ini, industri tidak membatasi jumlah pendaftaran lamaran kerja atau jumlah siswa yang mengikuti rekrutmen tenaga kerja ini, jumlah calon pelamar tidak di tentukan oleh industri. Hal ini sesuai dengan pendapat Sutrisno (2009) proses rekrutmen dimulai dengan pencarian calon dan berkahirnya sampai lamaran mereka diterima.
Evaluasi Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang
Evaluasi merupakan suatu hal yang dilakukan untuk mengetahui sebuah hasil dari proses yang telah dikerjakan. Evaluasi ini dilakukan pada saat proses sudah berjalan atau setelah selesai dilaksanakan. Proses evaluasi rekrutmen kerja ini tentunya me- libatkan beberapa hal yang harus di penuhi oleh pelamar antara lain mulai peserta pelamar harus lulus seleksi administrasi sampai materi tes rekrutmen pada umumnya
Berdasarkan temuan penelian dapat menjelaskan proses evalusai meliputi dari perserta pelamar harus lulus sekolah, lulus
tes adiministrasi meliputi dari lamaran perkerjaan, ijazah, umur, status, pengalaman kerja, domisili, sertifikat keahlian, pas foto, fotokopi identitas, surat kesehatan dari dok- ter, dan akte kelahiran, kemudian dilanjutkan dengan tes Tahapan seleksi rekrutmen tenaga kerja meliputi dari seleksi administrasi, tes fisik, setelah itu lanjut dengan tes psikotes, kemuidian interview HRD, tes kesehatan, Jika calon pegawai lolos bisa lanjut ketahap tes selanjutnya. Hal ini sesuai dengan teori di gagas oleh Handoko (1987) dan cardoso (2004) yang menyatakan rekrutmen tenaga kerja pada umumnya adalah terdiri dari tes psikotes, tes wawancara, tes kesehatan tes tersebut dilakukan secara berurutan dan dilakukan dengan sistem gugur. Tes unjuk kerja bisa dilakukan jika memang itu sangat di butuhkan oleh industri, namun sebagian industri tidak melakukan itu tetapi ada traning setelah pelamar dinyatakan di terima.
Keuntungan dan kelemahan dari pelak- sanaan Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang
Dalam pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja tentunya ada keuntungana dan kele- mahan hal ini di karenakan setiap proses tidak mungkin berjalan sempurna. Keuntung- an dan kelemahan inilah yang menjadi alasan baik dari pihak sekolah maupun pihak industri dalam perekrutan tenaga kerja untuk terus mengurangi angka penganguran setelah SMK. Faktor keuntungan dari pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja ini karena sudah menjadi peran sekolah dalam mencarikan perkerjaan setelah lulus. Maka banyak indus- tri yang menawarkan lowongan perkerjaan maka anak-anak antusias karena tidak perlu mencari lowongan kemana-mana dan untuk alumni juga bisa mendaftar ke sekolah lagi
mempunyai kesempatan lebih banyak men- dapatkan perkerjaan dan mudah mendapat- kan lowongan perkerjaan dan karena rekrut- mennya dari sekolah jadi proses rekrut- mennya jelas, lebih terkontrol dan terawasi oleh pihak sekolah. Dari segi faktor kekurangan Industri tidak mendapatkan siswa yang kompetensinya baik, berbeda dengan yang melalui pratik industri karena sudah tahu dengan kinerja anak tersebut, dari segi pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja diadakan setelah lulus maka banyak anak yang tidak bisa daftar karena sudah banyak anak yang bekerja. Peluang bagi calon karyawan yang akan di terima kemungkinan kecil karena banyak pesaing dari luar dan pengumuman lamaran perkerjaan yang diberikan kepada calon pelamar kurang jelas.
Menyikapi faktor kekurangan tentu bi- sa dilakukan dengan berbagai cara yang tentunya didahului dengan analisis perma- salahan. Cara paling efektif yang bisa dilaku- kan oleh sekolah dalam meminimalisir faktor kekurangan tersebut tentunya harus menjalin komunikasi yang baik dengan pihak industri dengan sekolah, untuk kerjasama antara ang- gota bursa kerja industri harus kompak dan berjalan dengan baik agar pelaksanaan re- krutmen berjalan dengan baik atau pun de- ngan mengajukan rekrutmen rekomendasi kepada pihak industri agar pada saat tes sesuai dengan permintaan industri yang di butuhkan dan peluang di terima sebagai karyawan besar sehingga faktor penghambat akan teratasi dengan baik. Hamalik (dalam Suherman & Sulasminten, 2016:4) mengung- kapkan bahwa seperti yang telah dijelaskan diawal bahwa keterlibatan penyediaan tenaga kerja berkualitas adalah tanggung jawab semua pihak.
Gambar 1 Model Kerjasama SMK dengan Industri tenteang Peran Industri dalam Rekrutmen Tenaga Kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang
Industri non Patner / yang belum di prospek Industri Patner
/ yang sudah di prospek
B K I
Seleksi industri Track record Profil, dll
Kerjasama Rekrutmen
Pendekatan o Personal o Profil o Sponsor event
Promosi o Prakerin
o Kunjungan industri
Rekanan Guru BKI/BKK
Industri Membuka lowongan tenaga kerja
Pendaftaran Di industri
Seleksi berkas dan adminitrasi
Tes di Industri Pengumuman hasil tes
Traning (didalam industri/ diluar
industri)
Pengumuman
Rekrutmen melalui BKI SMK: alumni dan Siswa kelas XII /Alumni yang memenuhi syarat sesuai kebutuhan
Alumni/perserta didik melamar Siswa luar dari
guru tamu
o Tes kesehatan o Tes fisik o Psikotes o wawancar
a Rekomendasi
dari guru tamu ke industri
KERJA
PENUTUP Kesimpulan
Perencanaan Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang agar dapat mendapatkan link industri pertama industri ini sudah menjadi rekanan untuk menem- patkan siswa prakerin di industri, kedua mempunyai rekanan dengan guru BKK SMK sejawa timur, ketiga Hunting industri yang membutuhkan tenaga kerja dengan melalui via online, jobfair, Tahap sekolah agar berkerjasama dengan industri mulai dari pihak kepala sekolah menembusi kantor pusat di jakarta, sekolah mencari informasi tentang industri yang membutuhkan tenaga kerja, dalam menjalin komunikasi dengan industri sekolah juga di bantu oleh Diknas provinsi, Diknas pusat untuk bertemu dengan pihak industri, sekolah juga membuat surat pengajuan proposal pengajuan kerjasama dengan industri, dan sekolah juga mempro- mosikan profil sekolah kepada pihak in- dustri. lama proses kerjasama dalam pelak- sanaan rekrutmen tenaga kerja ini industri dan sekolah tidak ada jangka waktu dalam kerja sama perekrutan ini bersifat tidak terikat dan bebas.
Pelaksanaan Rekrutmen Tenaga Kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang untuk proses pelaksanaan perekrutan Perekrutan tenaga kerja yang di ada di SMK PGRI 3 Kota Ma- lang mulai dari pihak industri menghubungi pihak BKI, kemudian BKI akan mengumkan kepada siswa alumni dan untuk proses pelak- sanaan tempat tesnya tergantung oleh pihak industri. Ada beberapa siswa yang di rekrut oleh pihak industri melalui pratik industri di tempat industri tersebut, tergantung dari siswa tersebut menerima tawaran dari pihak industri atau tidak dan dalam rekrutmen ini tidak ada tes lagi karena industri sudah tahu
kinerja siswa tersebut. Batas maksimal siswa yang di rekrut kerja industri tidak membatasi jumlah pendaftar lamaran kerja atau jumlah siswa yang mengikuti rekrutmen tenaga kerja ini, jumlah calon pelamar tidak di tentukan oleh industri. Industri akan senang jika perserta tesnya sangat banyak karena bisa memilih pelamar yang kemampuan tinggi dan cukup, alumni dan sekolah luar juga bisa mendaftar dan mempunyai banyak kesempatan mendapatkan lowongan pekerja- an. Cara industri ikut serta dalam proses perekrutan proses perekrutan kerja ini tergantung oleh pihak industri, ada industri yang meminta disiapkan mulai dari pelak- sanaan sampai selesai ada industri sendiri yang mengatur dan jika pelamar kerja banyak akan disewakan gedung dan sebaliknya jika sedikit akan diadakan disekolah.
Evaluasi Rekrutmen Tenaga kerja di SMK PGRI 3 Kota Malang Syarat mengikuti rekrutmen Syarat utama pelamar harus lulus sekolah, membuat lamaran dan mengikuti syarat dari pihak industri. Seleksi masuk rekrutmen tenaga kerja ini dengan cara seleksi adminitrasi dengan kelengkapan me- liputi lamaran, ijazah, umur, status, pe- ngalaman kerja, domisili, sertifikat keahlian, pas foto, fotokopi identitas, surat kesehatan dari dokter, dan akte kelahiran. Jika belum lengkap akan di kembalikan dan untuk melengkapi kembali. Untuk tahap lolos atau tidak seleksi tergantung dari pihak industri .Tahapan seleksi rekrutmen meliputi dari seleksi administrasi, tes fisik, setelah itu lanjut dengan tes psikotes, kemuidian in- terview HRD, tes kesehatan, tergantung dari permintaan industri terkadang tidak runtut.
Jika calon pegawai lolos bisa lanjut ketahap tes selanjutnya.
Keuntungan dan kelemahan dari pelak- sanaan Rekrutmen Tenaga kerja di SMK
PGRI 3 Kota Malang. Keuntungan rekrut- men kerja anak-anak antusias karena tidak perlu mencari lowongan kemana-mana dan untuk alumni juga bisa mendaftar ke sekolah lagi mempunyai kesempatan lebih banyak mendapatkan perkerjaan dan mudah menda- patkan lowongan perkerjaan dan proses rekrutmennya jelas, lebih terkontrol dan ter- awasi oleh pihak sekolah. Kekurangan re- krutmen kerja industri tidak mendapatkan siswa yang kompetensinya baik, berbeda dengan yang melalui pratik industri karena sudah tahu dengan kinerja anak tersebut, pelaksanaan rekrutmen diadakan setelah lulus maka banyak anak yang tidak bisa daftar karena sudah banyak anak yang be- kerja. Peluang di terima kemungkinan kecil karena banyak pesaing .Solusi rekrutmen kerja bisa terlaksana dengan baik komunikasi yang baik dengan pihak industri dengan sekolah, kerjasama antara anggota bursa kerja industri harus kompak dan berjalan dengan baik agar pelaksanaan rekrutmen ber- jalan dengan baik atau mengajukan re- krutmen rekomendasi kepada pihak industri agar pada saat tes sesuai dengan permintaan industri yang di butuhkan dan peluang di terima sebagai karyawan besar.
Saran
Berdasarkan hasil penelitian diatas memberikan sarankan kepada peneliti se- lanjutnya Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan rujukan untuk penelitian sejenis dan Penelitian selanjutnya dapat melakukan pengkajian penelitian yang seje- nis di tempat lain. Kepada Guru Hasil penelitian dapat dijadikan rujukan guru dalam meningkatkan kualitas perkembangan siswa dalam pelaksanaan rekrutmen tenaga kerja agar output yang dihasilkan dari lulusan akan semakin banyak terserap di dunia industri. Kepada pihak sekolah untuk me- ningkatkan kunjungan industri dan menjaga etika baik dengan industri, agar proses rekrutmen memberikan dampak positif terhadap kemajuan sekolah, di saran kan untuk memperluas kerjasama SMK dengan industri dalam rekrutmen tenaga kerja harus di perluas secara kontinyu sampai dapat ber- kerjasama dengan industri luar negeri.
Kepada pihak industri disarankan untuk lebih kooperatif dengan membuka peluang yang lebih lebar untuk SMK yang akan memulai kerjasama kelas industri. Karena industri juga memiliki kewajiban dalam membangun kualitas pendidikan daerahnya.
DAFTAR RUJUKAN
Anshari, Rudi. 2015. Proses perekrutan karyawan bagi industri. Politeknik negeri bandung (online), https://rudi- anshari.wordpress.com/2015/01/08/
proses-perekrutan-karyawan-bagi- industri-3, diakses 16 Juli 2017
Azizah, Murniati, Khairuddin. 2015. Strategi Kerjasama Sekolah dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/ DI) dalam Meningkatkan Kompetensi Lu- lusan Pada SMK Negeri 3 Banda Aceh.
Jurnal Administrasi Pendidikan
Pascasarjana Universitas Syiah Ku- ala, 16 (2): 148-158.
Bogdan, R.C & Biklen, S.C. 1982. Qualitatif Research for Education an Intro- duction to Theory and Methods. Boston London Sydney Toronto: Allyn and Bacon, Inc.
Depdikbud. 1992. Keputusan Menteri Pend- idikan Dan Budaya Republik Indonesia Nomor: Nomor: 0490/U/1992. Ten- tang SMK. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Depdikbud.1993. kep-215/MEN/1993 No.
076/U/1993. tentang pembentukan bursa kerja khusus dan pemanduan penyelengaraan bursa kerja di satuan pendidikan menengah dan tinggi.
Jakarta:Departemen Pendidikan dan kebudayaan.
Depdikbud. 1994. Kep.02/BP/1994 No.009/
C/KEP/U/1994 pembentukan bursa kerja di satuan pendidikan menengah dan pemanduan penyelenggaraan bursa kerja. Jakarta: departemen pendidikan dan kebudayaan.
Djojonegoro, W. 1997. Keterampilan Menje- lang 2020 Untuk Era Global. Jakarta:
Depdikbud.
Handoko, T.H. 1987. Manajemen Persona- lia dan Sumber Daya Manusia. Yog- yakarta:BPFE
Istianyani, A. (2012). Upaya percepatan daya serap lulusan Fakultas Teknik melalui optimalisasi peran bursa kerja khusus UNJ sebagai mitra dari dunia usaha dan industri. Journal APTEKINDO. 16 (1)143-147.
Sonhadji, Ahmad. 2012. Manusia, Tekno- logi, dan Pendidikan menuju per- adapan baru. Malang :Pernebit Dan Percetakan Universitas Negeri Malang Suherman & Sulasminten. 2016. Perencana- an Kurikulum Pendidikan Kejuruan
Jurusan Teknik Kendaraan Ringan dalam Rangka Menyiapkan Calon Tenaga Kerja Siap Pakai (Studi Kasus di SMK Negeri 5 Surabaya). Jurnal Mahasiswa Teknologi Pendidikan, 2(2): 1-6.
Sutrisno, Edy. 2009. Manajemen sumber- daya manusia. Jakarta: kencana
Titin, 2016. Efisiensi Angka Pengangguran Melalui Lulusan SMK Dengan Sistem Pendidikan Berkarakter ( Enabler, Builders dan Engineer) di Jawa Timur.
Jurnal Ekbis, 15 (1): 795-809
Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003.
Tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984.
Tentang perindustrian. pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
2 Tahun 1989. Tentang Sistem Pen- didikan Nasional.
Universitas Negeri Malang. 2010. PPKI:
Skripsi, Tesis, Disertasi, Artikel, Maka- lah, Laporan Penelitianedisi Kelima.
Malang: Biro Adminitrasi Akademik, Perncanaan Dan Sistem Informasi Berkerja Sama Dengan Penerbit UM Wena, M. 1996. Pendidikan Kejuruhan Sis-
tem Ganda. Malang: Proyek Operasi Dan Perawatan Fasilitas IKIP Malang.