PENGARUH PEMBIAYAAN AKAD MUSYARAKAH DAN AKAD IJARAH TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN PERSEROAN TERBATAS BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH MANDIRI PERIODE

17  Download (0)

Full text

(1)

PENGARUH PEMBIAYAAN AKAD MUSYARAKAH DAN AKAD IJARAH TERHADAP TINGKAT KEUNTUNGAN

PERSEROAN TERBATAS BANK PEMBIAYAAN RAKYAT SYARIAH MANDIRI PERIODE 2003-2017

GIVI ELGIVIA1, WAHIDIN MUSTA’IN BILLAH2, DINA WULANDARI3 givi@ibm.ac.id1, wahidin@ibm.ac.id2, dina.wulandari953@gmail.com3

Program Studi Ekonomi Islam Institut Bisnis Muhammadiyah Bekasi

ABSTRACT

This Study to analyze the effect of musyarakah financing and ijarah financing on profitability level at Bank Mandiri Syariah by using ROA ( return on Asset)ratio. The research method used is descriptive research of quantitative approach anc case study at Bank Syariah Mandiri.

Type of data obtained from this research is secondary data based on the result of the financial report of Bank Syariah Mandiri linked and through the website www.ojk.go.id Analyzer used in multiple linear regression analysis. The sampling technique used was purposive sampling.

The sample has 15 accounting reports that meet the determined criteria. Through fifteen years of observation period starting from the year 2003 to 2017 the unit of analysis obtained is a financial statement of accounting report . The research variable consisted of independent variables in the form of musyarakah financing (X1), Ijarah financing (X2) and influence to profitability level (Y). These variables were tested with multiple linear regression analysis with 5% if significance level. Analysis technique data used is partial statistical analysis (Ttest) and Simultaneous statistical analysis (Ftest). The result of this research indicated that Musyarakah financing and Ijarah financing did not partially have an effect on profitability with the Tcount

value of 3,987 Musyarakah financing and 2,343 Ijarah financing . the result simultaneous by F test is known that simultaneously Musyarakah financing and Ijarah financing does no effect the stock price with the value Fcount value of 8,419 which is lower than Ftable score 3,81 Keywords: Musyarakah financing, Ijarah financing, Profitability.

PENDAHULUAN

BSM (Bank Syariah Mandiri ) telah di bentuk di indonesia pertama kalinya pada tahun 1999, berdirinya Bank Syariah Mandiri ini sebagai usaha yang bergerak dalam bidang keuangan yang bersandar dan berdasarkan nilai-nilai syariah yang terpanduan kepada kitab AlQuran dan Hadist Rasulullah SAW. baik itu dalam transaksi, akad, maupun kehidupan nya Bank Syariah Mandiri. Berdirinya ini berpatok dalam kegiatan pada Bank Syariah Mandiri ini dalam mengatasi perekonomian di indonesia dalam mengalami dampak krisi di seluruh kehidupan bangsa

Indonesia. Mengaca pada masa krisis moneter di masa 1998 saat itu banyak bank konvensional mengalami kerugian dan pemerintah terus berfikir dalam mengatasi dunia perbankan konvensional yang mengakibatkan melakukan merger pada bank-bank konvensional di indonesia.

BSM ini resmi berdiri pada tahun 1999 yang memiliki landasan hukum izin Akta Notaris :Sutjipto SH. No 23 pada tanggal 8 September 1999 namun seiring waktu berjalan Bank Syariah Mandiri diperlukan dalam landasan hukum Surat Keterangan Gubernur Bank Indonesia no.

1/24/KEP.BI/1999 diterbitkan pada

(2)

tanggal 25 Oktober 1999. Berdirinya bank syariah guna memperkuat dunia perbankan di indonesia. Bank syariah juga memiliki manfaat di dalamnya sebagai berikut:

1. Menghindari akad transaksi yang mengandung di dalamnya bunga riba.

2. Dalam transaksi terdapat sistem dalam bagi hasil untuk membagi keuntungan dan Risk kepada bank dan nasabah.

3. Bersifat Kompetitif pada bank syariah.

Di dalam bank syariah terdapat akad transaksi dinamakan akad ijarah yang memiliki pengertian di dalam nya dalam

melakukan akad transaksi sewa dan menyewa barang produk dengan maksud mendapatkan upah dan profit di dalam nya.

Dalam akad ijarah ini telah mendapatkan dasar landasan hukum di indonesia oleh DSN-MUI dengan menggunakan fatwa no.

09/DSN-MUI/IV/2000 tentang pembiayaan akad ijarah dengan fatwa Dewan syariah nasional no;27/DSN-MUI/III/2002 yang berisi tentang akad ijarah al-Muntahiyah Bi al-Tamlik.

Dalam melakukan akad ijarah ini memiliki sejarah yang cukup baik pasca tahun 2015- 2017 akan ijarah dan musyarakah memiliki pendapatan yang berbeda dengan hadap ROA (Return On Asset).

Tabel 1

Perbandingan keuntungan pada akad ijarah dan akad Musyarakah dalam persentase ROA

Waktu Akhir Periode Jumlah Keuntungan Pembiayaan akad ijarah

Jumlah Keuntungan Pembiayaan Akad

Musyarakah

ROA (Return On Asset)

2015 Desember 806.049 857.477 0.56%

2016 Desember 907.190 824.477 0.60%

2017 Desember 803.334 958.633 0.56%

Pada tabel diatas telah terdapat penjelasan dalam setiap tahun memiliki perubahan di dalam nya dalam keuntungan dari setiap akad yang terdapat pada bank syariah.

Sekitar pada tahun 2015 dalam akad Musyarakah ini memiliki kisaran nilai yang telah di didapatkan berkisar delapan ratus lima puluh tujuh titik seratus lima rupiah ( 857.105 ) namun sangat mengalami perbedaan pada akad ijarah yang di terima dalam akad nya dengan senilai berkisar 806.049 itu lebih kecil dibanding dengan akad musyarakah. Besar nya dalam ROA ini memiliki pendapatan yang didapatkan dengan berkisar persentase 0,56%.

Keuntungan yang besar

Dalam bank syariah ini memiliki keunggulan di dalamnya untuk

mendapatkan profit di dalamnya dengan menjual produk nya dan menghasilkan keuntungan tanpa melibatkan riba pada transaksinya.

Sofyan Syafri mengatakan pendapatnya dalam usaha perbankan dengan prinsip syariah dalam mendapatkan keuntungan yang besar dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada tanpa melibatkan akad yang diharamkan agama islam yang diatur dalam Al Quran dan Hadist Rasulullah SAW.

Hendra S. Raharjaputra memberikan pendapat tentang keuntungan yang terdapat di perusahaan. Dalam keuntungan yang dihasilkan perusahaan berasal dari kemampuan kerja perusahaan nya itu

(3)

sendiri dalam menciptakan profitabilitas yang baik secara efisien dan efektif dalam menjalankan kinerja perusahaan.

Macam-macam jenis selisih dalam keuntungan

Dalam perusahaan baik bergerak dalam perbankan atau pun dalam produksi barang dengan ini memiliki tujuan yang sama yaitu memperoleh keuntungan pada perusahaan

nya dan mensejahterakan karyawan yang bekerja di dalam nya. Adapun dalam keuntungan dapat dipisahkan berdasarkan jenis nya sebagai berikut:

GPM (Gross Profit Margin)

Dalam perusahaan berjalan di dalam nya memiliki keuntungan baik itu keuntungan bersih maupun keuntungan kotor yang diperoleh. Dalam perhitungan keuntungan kotor terdapat rumus yang telah dibuat secara semestinya sebagai berikut:

Gross Profit Margin ini memiliki guna dalam men efisiensi kan kinerja perusahaan dalam mencari dan menentukan harga pada produk yang akan dijual kepada konsumen . ini menunjukan bahwa bila Gross Profit Margin merosot maka penjualan nya meroket. Bahkan sebaliknya.

OPM (Operating Profit Margin )

Di dalam operating profit margin ini memiliki gambaran yang bernama pure

profit yang diterima menggunakan rupiah berasal dari hasil penjualan . Lukman syamsudin mengeluarkan tentang Operating Profit Margin ini mengungkapkan dalam memperoleh nya dapat dilakukan perusahaan dengan mengabaikan kewajiban-kewajiban yang harus dijalankan oleh perusahaan baik itu kewajiban bunga acuan, ataupun dengan pajak pemerintah, dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut:

NPM (Net Profit Margin )

Net Profit Margin ini memiliki pengertian secara luas yang berarti dalam keuntungan perusahaan atau bidang usaha nya dengan melakukan perhitungan semua kebutuhan biaya baik itu sekunder, primer maupun tersier serta terdapat pajak penghasilan di dalam nya. Dalam Net Profit Margin ini memperoleh profit secara bersih dari hasil menawarkan dan menjual produk nya. Net Profit Margin ini sangatlah dipakai oleh

bidang usaha dan perusahaan dalam memberikan evaluasi untuk dapat mengefisiensi perusahaan dan mengendalikan segala beban yang terdapat di perusahaan. Jika Net Profit Margin ini meroket maka keuntungan perusahaan akan membaik dan pengoperasian nya juga sangat lancar. Net Profit Margin ini dapat dirumuskan sebagai berikut:

Groos Profit Margin = Keuntungan Kotor x 100%

Penjualan

Operating Profit Margin = Keuntungan Pengoprasian x 100%

Penjualan

Net Profit Margin = Keuntungan Bersih setelah pajak x 100%

Penjualan

(4)

ROA (Return On Total Assets)

Dalam ROA ini memiliki cara mengukur kinerja dalam perusahaan yang dapat menghasilkan keuntungan. Dapat

dilakukan dengan menghitung dengan rumus di bawah ini:

Return On Total Assets ini berperan dalam membandingkan keuntungan yang ada dalam meninjau kinerja dalam bidang keuangan di perusahaan. Dalam Return On Total Assets ini Munawir mengatakan terdapat 2 faktor di dalam nya sebagai berikut:

1. Tingkat dalam melakukan perputaran Assets digunakan dalam pengoperasian.

2. Margin keuntungan yang dihasilkan dalam membentuk persentase

keuntungan bersihnya dari hasil penjualan.

ROE (Return On Quality )

ROE ini memiliki pengertian membandingkan dalam menunjukan hasil persentase yang didapatkan dari keuntungan bersih guna mendapatkan modal. Dapat dilihat dalam rumus sebagai berikut:

Dalam data diatas menggambarkan sebuah keputusan dalam melakukan investasi.

Rumus ini juga sangat sering dipakai oleh para investor.

Akad Musyarakah

Akad Musyarakah ini memiliki pengertian secara rinci yaitu transaksi yang dilakukan kedua belah pihak atau lebih dalam melakukan usaha untuk memperoleh keuntungan pada perusahaan. Dalam Akad

Musyarakah ini memiliki kerja dari pelaku yang melakukan transaksi antara kedua belah pihak dalam melakukan akad musyarakah.

Dalam akad musyarakah ini memiliki kinerja di dalam nya melakukan transaksi antara kedua belah pihak atau lebih dengan melakukan kerja sama dan saling berkonstruksi untuk mendapatkan keuntungan profit.

Macam-macam Akad Syirkah atau Akad Musyarakah

1. Akad Syirkah Al-Milk (Syirkah Al Amlak) Hak Milik. Dalam akad ini dapat disimpulkan akad yang dilakukan dalam transaksi oleh kedua belah pihak dalam melakukan transaksi dengan kepunyaan nya saja. Dalam akad ini memindahkan hak milik nya tanpa adanya persyaratan di dalam nya Return On Total Assets = Keuntungan besih setelah pajak x 100%

Total Aktiva

Return On Quality = Keuntungan Bersih setelahpajak x 100%

modal

(5)

dengan di akhiri merelakan hak milik nya dimiliki orang lain.

2. Akad Syirkatul uqud (akad Syirkah Transaksional.

3. Dalam akad ini memiliki kemampuan melakukan transaksi dengan menginginkan kepemilikan nya dengan melakukan perjanjian dalam investasi untuk mewujudkan keuntungan yang dijanjikan kepada kita

Di dalam perusahaan keuangan dapat ditemui dengan akad musyarakah dalam bidang perbankan yaitu sebagai berikut:

1. Di dalam akuntansi melakukan akad transaksi dalam pembiayaan proyek. Bank memiliki peran sangat penting dalam menyiapkan segala modal baik asset dan lainnya gun menghasilkan proyek terjadi.

Seusai pembangun proyek selesai.

Pihak pelaku dan nasabah wajib dalam memberikan uang kepada pihak bank yang telah disetujui, bersama pendapatan masuk dengan bersama disebut juga dengan akad pembiayaan proyek.

2. Dalam akad musyarakah ini memiliki hal yang harus dilakukan dalam melakukan transaksi, baik itu transaksi investasi ataupun dengan memberikan aset kepada bank dalam peminjaman modal. Dalam akad ini dilakukan dengan melakukan investasi. Akad ini disebut dengan Modal Ventura Akad pembiayaan Musyarakah memiliki rukun dan syarat yang wajib dilakukan nasabah dan pihak keuangan Setiap akad yang berlangsung dalam bank syariah sebelum melakukan transaksi wajib baginya dalam melaksanakan rukun dan syarat yang ditentukan kepada nasabah diantaranya sebagai berikut:

1. Terdapat pelaku dalam melaksanakan akad saat transaksi dengan syarat pelaku tersebut berakal.

2. Melakukan ijab oleh nasabah dan diucapkan selanjutnya oleh qobul setelah diucapkan pada keduanya yang melakukan nya diakhiri dengan kesepakatan dengan sikap kerelaan antara keduanya.

3. Dalam melakukan transaksi di awal ada beberapa informasi yang disampaikan kepada nasabah, baik itu produk, aturan ataupun dengan nisbah. Nisbah sendiri adalah pembagian keuntungan antara nasabah dengan pihak bank di awal akad dan sepakat bersama dengan kerelaan kesepakatan yang telah dilakukan.

Adapun syarat yang harus dijalankan oleh nasabah dalam bertransaksi akad musyarakah diantaranya:

1. In'iqad yang memiliki arti terdapat masa berlakunya akad yang telah di awal kesepakatan.

2. Shiha yang berarti akad yang berlangsung dengan kesepakatan antar keduanya dalam kerelaan nya.

4. Dalam akad pastinya akan berlangsung konflik, dimana konflik dapat terurai ketika terjadi kerelaan dari salah satu pihak ini biasa disebut dengan Nafadz

5. Wajib dalam melaksanakan lazim.

Pemberhentian Akad Musyarakah Dalam transaksi jual ataupun beli dapat diberhentikan dengan beberapa faktor yang mempengaruhi nya baik itu dari nasabah ataupun dengan pihak bank nya. Guna memberikan kenyamanan kepada kedua belah pihak tanpa ada yang dirugikan baik itu nasabah maupun bank yang bersangkutan. Diantaranya:

1. Akad musyarakah dapat dibatalkan akibat pihak dari nasabah telah meninggal dunia. Maka harta waris nya akan turun kepada sang ahli waris yang sudah di tentukan oleh pihak nasabah pertama tanpa diganggu gugat.

(6)

2. Nasabah dapat membatalkan akad musyarakah kapan waktu yang diinginkan tanpa ada paksaan maupun terpaksa.

Skema Pembiayaan Musyarakah

Akad Musyarakah, akad yang melakukan transaksi nasabah yang memberikan dana kepada bank guna digunakan dalam usaha yang dilakukan pihak keuangan guna

menimbulkan profit yang diberikan secara adil sesuai dengan kesepakatan di awal akad. Di dalam akad musyarakah terdapat skema yang harus dipahami kedua belah pihak dengan tujuan sebagai pemahaman kepada nasabah yang melakukan akad musyarakah untuk melakukan transaksi nya sebagai berikut skema transaksi akad musyarakah:

Gambar 1

Skema yang dilakukan kedua belah pihak dalam melakukan akad musyarakah

Di dalam skema di atas digambarkan dalam bagian yang didapatkan nasabah dan bank, dalam transaksi dengan dana 70% yang dimiliki oleh bank yang nantinya akan digunakan dalam melakukan usaha nya sedangkan 30%dimiliki oleh nasabah dalam mengajukan menanam dananya

kepada bank. Dalam pembagian profit dapat di simpulkan dalam sistem pembagian dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak di awal akad. Katakan lah 59 % adalah untuk pihak nasabah sedangkan 41% untuk pihak bank syariah.

Landasan hukum positif yang dimiliki akad musyarakah

Akad musyarakah sudah memiliki landasan hukum positif di dalam nya yang diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional - Majelis Ulama Indonesia. Diatur dalam nomor; 8/DSN-MUI/IV/2000. Bukan hanya itu dalam pembiayaan akad musyarakah juga memiliiki masa berlaku terdapat di PRKS (PELAKSANAAN PEMBIAYAAN REKENING KORAN SYARIAH) Pada akad Musyarakah.

Adapun landasan hukum yang terdapat dalam al quran

Seperti yang kita ketahui Bank Syariah memiliki akad yang bersifat syariah yang bersandar pada Al quran dan Hadist Rasulullah Saw. maka sebab itu di dalam bank konvensional yang melanggar Al quran dan Hadist Rasulullah SAW maka dikatakan haram dan dilarang menggunakan cara yang dilakukan dalam konvensional, berikut landasan hukum menurut Al-Quran:

(7)

ُهُطَّبَخَتَي يِذَّلا ُموُقَي اَمَك َّلَِإ َنوُموُقَي َلَ اَب ِ رلا َنوُلُكْأَي َنيِذَّلا ُ َّاللَّ َّلَحَأ َو ۗ اَب ِ رلا ُلْثِم ُعْيَبْلا اَمَّنِإ اوُلاَق ْمُهَّنَأِب َكِلََٰذ ۚ ِ سَمْلا َنِم ُناَطْيَّشلا

ۖ ِ َّاللَّ ىَلِإ ُه ُرْمَأ َو َفَلَس اَم ُهَلَف َٰىَهَتْناَف ِهِ ب َر ْنِم ٌةَظِع ْوَم ُهَءاَج ْنَمَف ۚ اَب ِ رلا َمَّرَح َو َعْيَبْلا ُأَف َداَع ْنَم َو

اَهيِف ْمُه ۖ ِراَّنلا ُباَحْصَأ َكِئََٰلو

َنوُدِلاَخ

Terjemahan:

Orang-orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila. Keadaan mereka yang demikian itu, adalah disebabkan mereka berkata (berpendapat), sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. Orang-orang

yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan); dan urusannya (terserah) kepada Allah. Orang yang kembali (mengambil riba), maka orang itu adalah penghuni- penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya (Qs. Al Baqarah (2); 275.

َٰىَلَع ْمُهُضْعَب يِغْبَيَل ِءاَطَلُخْلا َنِم اًريِثَك َّنِإ َو ۖ ِه ِجاَعِن َٰىَلِإ َكِتَجْعَن ِلاَؤُسِب َكَمَلَظ ْدَقَل َلاَق ِتاَحِلاَّصلا اوُلِمَع َو اوُنَمآ َنيِذَّلا َّلَِإ ٍضْعَب

َظ َو ۗ ْمُه اَم ٌليِلَق َو ۩ َباَنَأ َو اًعِكاَر َّرَخ َو ُهَّب َر َرَفْغَتْساَف ُهاَّنَتَف اَمَّنَأ ُدو ُواَد َّن

Terjemahan:

Daud berkata: "Sesungguhnya dia telah berbuat zalim kepadamu dengan meminta kambingmu itu untuk ditambahkan kepada

kambingnya. Dan sesungguhnya

kebanyakan dari orang-orang yang

berserikat itu sebahagian mereka berbuat zalim kepada sebahagian yang lain, kecuali

orang-orang yang beriman dan

mengerjakan amal yang saleh; dan amat sedikitlah mereka ini". Dan Daud mengetahui bahwa Kami mengujinya;

maka ia meminta ampun kepada Tuhannya lalu menyungkur sujud dan bertaubat. (Qs As Shad (38); 24).

Akad Ijarah

Akad Ijarah ini diatur dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan no 107 yang memiliki pengertian di dalam nya yang berarti dalam akad dilakukan berpindahnya kepemilikan dari satu pihak dengan pihak yang lain dalam waktu yang telah disepakati dengan bersamaan dengan melakukan bayar upah kepada nya tanpa diakui kepemilikannya. Harta dalam akad ijarah ini wajib menggunakan harta yang baik dalam nyata atau tidak. Yang memiliki manfaat kepada nya dalam melakukan sewa-menyewa yang telah disepakati bersama antara kedua belah pihak.

Akad Ijarah ini memiliki pengertian yang berarti dalam melakukan transaksi ijarah dilakukan dalam memberikan kepemilikan manfaat nya namun bukan berarti yang menggunakan manfaat nya mengakui kepemilikan yang dimiliki penyewa.

Amir Syarifudin mengatakan dalam tema akad ijarah yang dapat diberi pengertian yang berarti akad yang dilakukan kedua belah pihak antara penyewa dan menerima sewa dengan maksud digunakan manfaat nya namun tidak berhak mengakui kepemilikan nya setelah waktu yang telah ditentukan jatuh tempo maka menerima sewa tersebut wajib dalam mengembalikan

(8)

barang nya dan memberikan upah kepada penyewa.

Hasbi Ash Shiddiqi mengatakan dalam pendapatnya mengenai akad ijarah yaitu akad yang dilakukan kedua belah pihak melakukan saling tukar objek yang dapat memberi manfaat namun menerima manfaat wajib dalam memberikan upah kepada penyewa dengan di imbangi tidak mengakui kepemilikan objek yang telah di berikan manfaat nya namun dikembalikan kepada penyewa.

Akad ijarah ini memiliki syarat dan rukun di dalam nya

Akad ijarah adalah akad yang bersandar kepada Al-Quran dan Hadis Rasulullah Saw untuk dapat melakukan transaksi yang tidak dilarang allah swt. bukan hanya itu dalam akad ijarah ini sudah diatur dalam fatwa Dewan Syariah Nasional 09/DSN-

MUI/IV/2000 yang berisi Pembiayaan dalam akad Ijarah sebagai berikut:

1. Dalam akad ijarah ini wajib dilakukan ijab oleh pihak sewa dan qabul diucapkan oleh penyewa dengan kesepakatan yang telah disepakati dan kerelaan nya kedua belah pihak ini disebut dengan Sighat akad Ijarah.

2. Akad ijarah iini wajib dilakukan melaksanakan akad oleh sewa dan penyewanya untuk men sahkan akad sewa menyewa.

3. Dalam akad ijarah ini melakukan sewa-penyewa dengan menerima manfaat nya namun tidak melakukan kepemilikan manfaat nya dan memberikan imbalan kepada penyewa yang telah disepakati awal akad.

Akad ijarah memiliki ketentuan di dalamnya dalam melaksanakan transaksi

Dalam akad transaksi di dalamnya memiliki ketentuan, syarat dan hal–hal lainnya guna memberikan manfaat kepada kedua belah pihak. Dalam ketentuan ini diatur oleh Fatwa Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia no. 69/DSN

(9)

MUI/IV/2000 di dalamnya memiliki isi pembiayaan akad ijarah dalam melaksanakan transaksi islam yang diatur

dalam Al-Quran dan Hadist Rasulullah SAW sebagai berikut:

1. Melakukan ijab oleh pihak penerima dan Qabul oleh pihak pemberi manfaat dengan ini dinyatakan kesepakatan kedua belah pihak dalam mengakhiri transaksi.

2. Transaksi Akad Ijarah ini dilakukan oleh kedua belah pihak dalam melaksanakan akad

transaksi dalam memberikan manfaat dan menerima manfaat.

3. Dalam akad transaksi Akad Ijarah ini wajib terdapat objek dalam memberikan manfaat kepada pengguna manfaatnya dan disepakati oleh pihak satu dan pihak kedua.

(1) (2)

(3)

Sumber: Wasilah dan Nurhayati

Abstrak dalam melakukan akad ijarah muntahiya bittamlik pada Bank Syariah Gambar 2

Abstrak dalam melaksanakan Akad Ijarah muntahiya bittamlik

Sumber: 2004 (Buchori, et.al) Hal-hal yang dapat mengakhiri akad

ijarah

Dalam akad ijarah dan lainnya sama sama dengan melakukan akad transaksi oleh kedua belah pihak yang dilakukan dengan kesepakatan kedua belah pihak tanpa ada paksaan di dalam nya. Adapun hal –hal

yang dapat mengakhiri akad ijarah di antaranya:

1. Telah usai masa akad yang telah disepakati

2. Aset yang dimiliki mengalami kerusakan ringan maupun berat Pemberi Manfaat baik

secara barang atau pun dengan jasa

Pelaku yang menggunakan manfaat dari pemberi manfaat

(10)

3. Pihak menerima manfaat tidak dapat membayar imbalan kepadanya

4. Diantara salah satu pihak mengalami meninggal dunia

Dalam akad ijarah memiliki landasan dalam melakukan pembiayaan akad ijarah diatur hukum

Akad ijarah ini dilakukan dengan prinsip islam yang bersandar pada Al-Quran dan

Hadist Rasulullah Saw. maka sebab itu Dewan Syariah Nasional membuat fatwa untuk sebagai dasar hukum yang bersumber dari hukum islam yaitu nomor :09/DSN- MUI/IV/2000.

ْوَمْلا ىَلَع َو ۚ َةَعاَض َّرلا َّمِتُي ْنَأ َداَرَأ ْنَمِل ۖ ِنْيَلِماَك ِنْيَل ْوَح َّنُهَد َلَ ْوَأ َنْع ِض ْرُي ُتاَدِلا َوْلا َو ُق ْز ِر ُهَل ِدوُل

َلَ ۚ ِفو ُرْعَمْلاِب َّنُهُت َوْسِك َو َّنُه

ِم ِث ِرا َوْلا ىَلَع َو ۚ ِهِدَل َوِب ُهَل ٌدوُل ْوَم َلَ َو اَهِدَل َوِب ٌةَدِلا َو َّراَضُت َلَ ۚ اَهَعْس ُو َّلَِإ ٌسْفَن ُفَّلَكُت اَمُهْنِم ٍضا َرَت ْنَع ًلَاَصِف اَدا َرَأ ْنِإَف ۗ َكِلََٰذ ُلْث

اَنُج َلََف ٍر ُواَشَت َو ْمُتْيَتآ اَم ْمُتْمَّلَس اَذِإ ْمُكْيَلَع َحاَنُج َلََف ْمُكَد َلَ ْوَأ اوُع ِض ْرَتْسَت ْنَأ ْمُتْد َرَأ ْنِإ َو ۗ اَمِهْيَلَع َح

اوُمَلْعا َو َ َّاللَّ اوُقَّتا َو ۗ ِفو ُرْعَمْلاِب

ٌري ِصَب َنوُلَمْعَت اَمِب َ َّاللَّ َّنَأ

Terjemahan:

Para ibu hendaklah menyusukan anak- anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian.

Apabila keduanya ingin menyapih

(sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.

Metode yang dilakukan dalam Penelitian

Penelitian yang dilaksanakan menggunakan metode kuantitatif dengan melakukan strategi yang berpusat dalam mengkaji hipotesis dalam melakukan eksperimen data yang akan dijadikan penelitian seperti postpositivisme. Secara sederhana penelitian akan berlangsung menggunakan survei dan data yang diperlukan seperti statistic.

Pengertian dalam kinerja Variabel Penelitian

Dalam keuntungan yang didapatkan oleh pihak perusahaan sesuai dengan apa yang menjadi kinerja dalam perusahaan tersebut dalam mencapai profit yang baik dari penjualan yang dilakukannya. Dalam keuntungan pastinya dapat diketahui dan ditentukan oleh manusia sendiri dengan semestinya dapat diperoleh. Keuntungan yang diperoleh memiliki perbandingan dan perhitungan dengan menggunakan beberapa komponen yang wajib dipahami sebagai berikut:

(11)

1. Return on Asset

Perbandingan yang didapatkan dapat dilakukan dalam membandingkan keuntungan bersih

yang didapatkan sebelum melakukan kewajiban nya yaitu dalam pajak dengan aktiva yang dimiliki:

2. Return Of Equity

Dalam perbandingan ini diukur dalam kinerja perusahaan yang dapat menghasilkan pendapatan

dalam tujuan mensejahterakan pemilik dana dan para penanam dana. Maka sebab itu dapat diperhitungkan sebagai berikut:

3. Gross Profit Margin

Dalam menentukan keuntungan diperlukan perhitungan yang sangat

baik untuk mengetahui segala nya selain dari keuntungan sebagai berikut:

4. Operating Profit Margin

Dalam menentukan keuntungan pada transaksi yang dihasilkan,

wajib dalam membuat abstrak pada Pure profit dalam perhitungan nya sebagai berikut:

5. Net Profit Margin

Untuk menentukan keuntungan yang dihasilkan kinerja perusahaan perlu dilakukan memperhitungkan

segala kewajiban dan lain sebagainya dimiliki perusahaan sebagai berikut:

Return Of Asset = Keuntungan Bersih yang di dapatkan

Jumlah semua Kekayaan X 100%

Return of Equity= Keuntungan setelah melakukan kewajiban pajak Modal

X 100%

Groos Profit Margin = Keuntungan Kotor

Penjualan

X 100%

Operating Profit Margin = Keuntungan kinerja

Penjualan X 100%

Net Profit Margin = Keuntungan Bersih setelah pajak Penjualan

X 100%

(12)

PEMBAHASAN

Dalam transaksi variabel melakukan pembiayaan dengan menggunakan akad Musyarakah ini dapat dianalisa penelitian dan melakukan kajian pada data-data yang telah dikumpulkan melalui data Laporan PT BSM pada tahun 2003-2017 dengan ini akad musyarakah memiliki level terendah pada kisaran dua ratus tujuh puluh delapan triliun empat ratus tiga puluh tujuh milyar enam ratus empat juta ribu rupiah (Rp.

278.437.604.000) masa periode 2003, sedangkan masa periode 2014 memiliki level tertinggi pada level tujuh triliun tiga

ratus tiga puluh miliar lima ratus delapan puluh satu juta delapan ratus tiga puluh lima ribu rupiah (Rp7.330.831.581.835 ) pada level tersebut memiliki selisih berkisar seratus delapan puluh tujuh milyar dua ratus sembilan puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah (Rp187.293.600.000).

Dapat disimpulkan dalam penelitian diatas bahwasannya pembiayaan akad musyarakah pada Bank Syariah Mandiri memiliki mean sebanyak 26,66%. Berikut terdapat distribusi dalam pembiayaan akad musyarakah Perseorangan Terbatas Bank Syariah Mandiri sebagai berikut:

Kelas Interval Frekuensi bersifat Relatif (F)

Frekuensi bersifat Absolut (%)

0.2.000 53.33 8

2.001-4.000 13.33 2

4.001-6.000 13.33 2

6.001-8.000 20 3

Jumlah 100% 15

Sumber : berasal dari data Sekunder sudah diolah Pada pembiayaan dengan akad musyarakah

dapat dilihat dalam frekuensi di histogram

dalam melakukan distribusi sebagai berikut:

Gambar 3

Data Histogram pada distribusi frekuensi

(13)

Data Variabel pembiayaan X2 (Akad Ijarah )

Pada variabel X2 dalam akad ijarah telah dilakukan penelitian dan pengkajian dalam menganalisa data laporan Perseorangan Terbatas Bank Syariah Mandiri dalam periode 2003-2017. Pada data ini memiliki akad ijarah yang berada dalam level terendah pada periode 2003 dengan level berkisar delapan juta delapan ratus lima puluh tujuh ribu dua ratus enam rupiah (Rp8.857.206.00-) dibanding dengan pada periode 2014 dengan level tertinggi dengan level berkisar delapan ratus tujuh belas

milyar delapan ratus tiga belas juta empat ratus delapan belas ribu dua ratus empat puluh dua rupiah (Rp 817.813.418.242) dengan ini dari perbedaan keduanya dapat di selilisihkan berkisar pada level seratus lima puluh empat milyar enam ratus sembilan puluh juta delapan ratus lima puluh delapan dua ratus enam puluh sembilan (Rp154.690.858.269).

Berikut data distribusi pada frekuensi dalam bentuk histogram dalam pembiayaan akad ijarah Perseorangan Terbatas Bank Syariah Mandiri sebagai berikut:

Tabel 3

Data Distribusi frekuensi dalam pembiayaan pada akad ijarah Kelas Interval Frekuensi bersifat Relatif

(%)

Frekuensi bersifat Absolut (F)

0-150 60 9

151-300 33.33 5

301-450 0 0

451-600 0 0

601-750 0 0

751-900 66.66 1

Jumlah 100% 15

Sumber: didapatkan dalam Data Sekunder setelah diolah Berikut di bawah terdapat dalam bentuk Histogram:

(14)

Gambar 4

Data Histogram distribusi dengan frekuensi dalam pembiayaan akad ijarah

Peningkatan keuntungan (Y)

Dalam variabel ini tingkat keuntungan dapat dilakukan pengkajian dan menganalisis dalam melakukan penelitian dan dikumpulkan dengan laporan Perseorangan Terbatas Bank Syariah Mandiri dalam waktu 14 tahun lamanya dari tahun 2003 sampai dengan 2017. Pada variabel ini memiliki level rendah dengan level dua puluh empat juta lima ratus seratus tujuh puluh lima rupiah (Rp 24.500.175) dibanding dengan periode 2012 memiliki level tertinggi berkisar satu

triliun sembilan puluh tujuh milyar seratus tiga puluh dua juta enam ratus empat puluh dua delapan ratus tiga puluh empat (Rp1.097.132.642.834) dibanding dengan tahun 2012 yang memiliki level tertinggi berkisar dua puluh lima triliun dua ratus dua puluh lima milyar seratus tiga puluh lima juta enam ratus sembilan puluh delapan delapan ratus sembilan puluh empat (Rp25.225.135.698.894) dengan memiliki selisih sebanyak dua ratus empat puluh satu miliar dua ratus delapan puluh juta tiga puluh ribu lima ratus enam puluh rupiah (Rp 241.280.030.560.60).

Pada level diatas dalam melakukan penelitian akan dikaji dalam variabel bentuk frekuensi dan histogram untuk mengolah data.

(15)

Tabel 4

Data distribusi bentuk frekuensi meningkat nya keuntungan Kelas Interval Frekuensi bersifat Relatif

(%)

Frekuensi bersifat Absolut (F)

0-300 53.33% 8

301-600 26.66% 4

601-900 13.33% 2

901-1200 6.66% 1

Jumlah 100% 15

Sumber: Data Sekunder setelah diolah

Gambar 5

Data dalam Histogram dengan frekuensi meningkat nya keuntungan

Data hasil dari rangkuman dalam menganalisa statistik deskriptif dari ketiga semua variabel yang telah dilakukan pengkajian dan analisa sebagai berikut:

Statistik Pembiayaan Akad Ijarah

Pembiayaan Akad Musyarakah

Perubahan Keuntungan

Level Minimal 0.01 00.28 0.02

Level Maksimum 817.81 7330.83 1097.13

Rata-rata 1.546.900 27.296.020 3.223.087

Level tengah 1.203.400 18.729.400 1.838.800

(16)

Level sering terjadi

0.01 0.28 0.02

St. Deviasi 20.050.628 261.555.842 32.428.207

Variasi 40.202.769 6.841.145.844 125.515.786

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan dalam data hasil dilakukan penelitian secara melakukan eksperimen, analisa, dan interpretasi. Dengan ini pengaruh terhadap pembiayaan dengan akad Musyarakah dan melakukan Pembiayaan dengan akad ijarah melalui meningkatnya keuntungan di PT BSM masa tahun 2013 -2017 dengan ini dinyatakan sebagai berikut:

1. Melakukan penelitian dalam pengaruh pada pembiayaan dengan akad Musyarakah dan pembiayaan dengan akad ijarah memperoleh keuntungan PT BSM dengan nilai –thitung<-ttabel

3.987>3.68 hingga Ho melakukan penolakan sedangkan H1 melakukan terma yang berarti pada data variabel akad Musyarakah lebih berpengaruh.

2. Dalam melakukan penelitian memberikan hasil yang diterima pada akad ijarah yang didapatkan thitung<ttabel adalah -2343<- 368 dengan ini dikatakan Ho melakukan penolakan dan H1 melakukan terima dengan ini dinyatakan akad ijarah dapat berpengaruh dalam keuntungan.

3. Terdapat ikatan yang tidak memiliki kekuatan antara variabel independen melihat simultan akad Musyarakah dan Akad Ijarah dengan keuntungan nya memiliki nilai koefisien dalam detirmasi memiliki level persentase 58% keuntungan dibanding dengan 42%

faktor yang lain tidak dilakukan dalam penelitian.

(17)

DAFTAR PUSTAKA Ali, Mohammad. 2010. Metodologi dan

Aplikasi. Riset Pendidikan. Bandung:

Pustaka Cendekia Utama.

Amir.Syarifudin. 2003. Garis-garis Besar Fiqih. Bogor: Kencana.

Antonio, Muhammad Syafii. 2001. Bank Syariah dari teori ke praktik Jakarta:

Gema Insani Press, Takziyah Cendekia.

Brigham, Eugene F dan Houston Joel F.

2007. Dasar-dasar Manajemen Keuangan Jakarta: Salemba Empat.

Edisi 11 Buku 1.

Drs. Ismail, MBA. Ak. 2010. Perbankan syariah: pembiayaan kerjasama usaha. Jakarta: Prenada Kencana Group, Cetakan ke 1, Bab 9.

Emzir. 2009. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta : PT Raja Grafindo Jakarta.

Wyda Rosyita, Pengaruh Pembiayaan Mudharabah, Ijarah dan Musyarakah terhadap keuntungan BSM masa tahun 2008-2013. Utama, Jakarta.hal 77.

Fahmi, Irham.2011 Analisis Laporan Keuangan. Bandung :Alfabeta.

Fatwa Dewan Syariah Nasional no.:

55/DSN-MUI/V/2007. Pembiayaan Rekening Koran Syariah Musyarakah Fuad, Muhammad. Analisis Pengaruh

pembiayaan Mudharabah,

Musyarakah, dan Ijarah Terhadap Kemampuan Laba (Studi Empiris Pada Bank Umum Syariah yang

terdaftar di Bank Indonesia Periode 2012-2014), Universitas

Muhammadiyah Surakarta, hal 78.

Gitman, Lawrence J, 2008.Principles of Managerial Finance. Boston: Pearson Addison Wesley.

Ghozali. 2013. Analysis Multivariate dengan program SPSS. Semarang, Badan Penerbit Grafindo Persada.

Harahap, Sofyan Syafri. 2008. Kritis atas Laporan Keuangan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Hendi Suhendi. 2014. Fiqih Muamalah . Jakarta :Rajawali Pers.

Figure

Updating...

References

Related subjects :

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in