• Tidak ada hasil yang ditemukan

penerapan akad musyarakah pada pembiayaan modal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "penerapan akad musyarakah pada pembiayaan modal"

Copied!
127
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

  • Rumusan Masalah
  • Tujuan Penelitian
  • Kegunaan Penelitian 1. Manfaat Teoritis
  • Penelitian Terdahulu
  • Metode Penelitian
    • Jenis dan Pendekatan Penelitian
    • Waktu dan Lokasi Penelitian
    • Subyek/Informan Penelitian
    • Sumber dan Teknik Pengumpulan Data a. Sumber Data
    • Teknik Analisis Data
  • Sistematika Penulisan

Dengan judul tesis “PELAKSANAAN PERJANJIAN MUSYARAKAH DALAM PEMBIAYAAN MODAL KERJA DI BANK MUAMALAT CABANG BENGKULU”. Dalam penelitian ini metode ini digunakan untuk mendeskripsikan secara sistematis pelaksanaan akad Musyarakah dalam pembiayaan modal kerja di Bank Muamalat cabang Bengkulu. Sedangkan yang menjadi subjek penelitian ini adalah penggunaan akad musyarakah untuk pembiayaan modal kerja pada Bank Muamalat KC Bengkulu.

BAB I Pendahuluan : Pendahuluan dalam bab ini menguraikan tentang latar belakang masalah yaitu bagian yang menjelaskan alasan-alasan mengapa

Penyajian data, data yang diperoleh disajikan dalam bentuk daftar kategori untuk setiap data yang diperoleh dalam bentuk naratif. Analisis penelitian ini dilakukan berdasarkan model Miles dan Hurbeman berdasarkan urutan langkah-langkah di atas, maka analisis data yang dilakukan dalam penelitian adalah: Langkah pertama, peneliti memperoleh data yang diperoleh dari lapangan, berkurang. yang berhubungan langsung dengan tema penelitian yaitu pelaksanaan akad Musyarakah dalam pekerjaan pembiayaan modal di Bank Muamalat cabang Bengkulu. Langkah kedua, peneliti menyajikan data yang dirangkum berdasarkan fakta di lapangan, kemudian menafsirkannya dengan teori-teori yang berkaitan dengan tema penelitian.

Kajian Teori : Uraian umum tentang Penerapan Akad Musyarakah Pada Pembiayaan Modal Usaha Di Bank Muamalat Kantor Cabang Bengkulu

Hasil Penelitian dan Pembahasan : berisi hasil dan pembahasan yang telah dilakukan oleh peneliti

Penutup : berisi Kesimpulan dan Saran

Pembiayaan

Pembiayaan perbankan syariah didasarkan pada akad bagi hasil yang menempatkan bank sebagai pemberi dana. Bagi hasil merupakan perhitungan bagi hasil berdasarkan pendapatan pengelola dana, yaitu pendapatan operasional sebelum dikurangi biaya operasional untuk memperoleh pendapatan operasional. Sedangkan bagi hasil adalah perhitungan pembagian keuntungan berdasarkan keuntungan pengelola dana, yaitu pendapatan operasional dikurangi biaya operasional untuk memperoleh pendapatan operasional.40.

Pendanaan terjadi karena unsur waktu, baik dari sudut pandang pemberi dana maupun penerima dana. Terdapat unsur risiko pada kedua belah pihak, baik pemberi dana maupun penerima dana. Risiko pemberi pinjaman adalah risiko gagal bayar, baik karena kegagalan bisnis (kredit komersial) atau ketidakmampuan membayar (kredit konsumen) atau keengganan membayar.

Resiko bagi penerima dana adalah adanya penipuan dari pihak pemberi pembiayaan, juga berupa pihak pemodal yang sejak awal bermaksud agar pemodal mengambil alih perusahaan penerima pembiayaan. Tahap pertama proses pembiayaan adalah permohonan pembiayaan secara tertulis dari nasabah kepada pejabat bank. Untuk pembiayaan konsumen, data yang dibutuhkan adalah data yang dapat menggambarkan kemampuan nasabah dalam membiayai pembiayaan dari pendapatan tetapnya.

Untuk menunjang kredibilitas informasi yang diperoleh, pegawai bank dapat melakukan investigasi, termasuk kunjungan langsung ke lapangan dan wawancara yang dapat dilakukan beberapa kali untuk mengkonfirmasi informasi yang diberikan nasabah.

Modal Kerja

Modal kerja diartikan sebagai investasi yang ditanamkan pada aktiva lancar atau aktiva jangka pendek, seperti uang tunai, bank, surat berharga, piutang, persediaan dan aktiva lancar lainnya.47. Menurut Ninik Widiyanti, modal kerja adalah jumlah seluruh aktiva lancar yang terutama terdiri dari kas bank, piutang, dan persediaan.48. Sementara Kamaruddin Ahmad menjelaskan, modal kerja secara umum berarti: (1) seluruh aktiva lancar atau modal kerja bruto (gross working capital) atau konsep kuantitatif (2) aktiva lancar dikurangi kewajiban lancar (net working capital) atau konsep kualitatif (3) jumlah dana diperlukan untuk menghasilkan laba tahun berjalan (modal kerja fungsional) atau konsep fungsional, termasuk dana yang timbul dari penyusutan.49.

Memberikan fasilitas pembiayaan modal kerja kepada debitur/calon debitur dengan tujuan menghilangkan risiko dan mengoptimalkan keuntungan bank.50. Oleh karena itu, menurut konsep kuantitatif, modal kerja sering disebut dengan modal kerja bruto. Konsep kualitatif, modal kerja merupakan selisih antara aktiva lancar atas kewajiban lancar, oleh karena itu modal kerja menurut konsep ini sering disebut modal kerja bersih. Dikatakan hanya sebagian saja dari kelebihan aktiva lancar di atas.

50 Susi Susanti, “Pembiayaan Modal Kerja” (http://udincds.wordpress.com/beroleh-financing-dari-bank-syariah/, diakses 1 April. Konsep fungsional yang berlaku pada modal kerja adalah bagian dari aktiva lancar, yaitu dapat menghasilkan pendapatan operasional dan pendapatan lancar, artinya bagian modal kerja yang tidak dapat menghasilkan pendapatan operasional dianggap hanya sebagai modal kerja potensial.

Misalnya bagian dari kekayaan lancar perusahaan semen yang tertanam dalam bentuk surat berharga, karena tidak menghasilkan pendapatan operasional, tidak disebut sebagai modal kerja, keuntungan dalam piutang tidak dianggap sebagai modal kerja, melainkan modal kerja potensial. .52 .

Struktur Organisasi Bank Muamalat KC Bengkulu

Bertanggung jawab atas seluruh kebijakan dan kegiatan yang dilakukan oleh seluruh departemen di kantor cabang. Mendukung kegiatan operasional dan melakukan proses dan front office I, serta melayani transaksi yang berkaitan dengan transfer tunai dan sah, termasuk penyetoran, penarikan, transfer dan pengecekan hasil otentikasi. Pencatatan seluruh transaksi yang tidak terintegrasi atau manual. Pemeriksaan penyebab ketidaksesuaian dan penyelesaiannya sesuai ketentuan yang berlaku.

Marketing Finansiering sendiri bertanggung jawab atas kode tersebut untuk mencapai tujuan dalam industri pembiayaan.

Produk Bank Muamalat a. Tabungan iB Muamalat

Bank Muamalat selalu mendapat kepercayaan dari Kementerian Agama untuk menjadi salah satu BPS BPIH atau dikenal dengan Bank Penerima Setoran Biaya Penyelenggara Haji. Jadi, kinerja Bank Muamalat dalam memberangkatkan nasabahnya menunaikan ibadah haji tentu tidak perlu diragukan lagi. Produk tabungan ini berdasarkan akad Mudharabah yang menjamin kemudahan transaksi dan bagi hasil yang kompetitif.

Merupakan sarana pemenuhan kebutuhan transaksi bisnis nasabah perusahaan yang didukung dengan fasilitas Cash Management. Bagi nasabah korporasi, melengkapi Akta Pendirian dan perubahannya (jika ada) yang disetujui Menteri Kehakiman, SIUP/TDP/SITU, Surat Keterangan Domisili.62. Bagi nasabah korporasi, melengkapi akta pendirian dan perubahannya (jika ada) yang telah disetujui oleh Menteri Kehakiman, SIUP/TDP/SITU, Surat Keterangan Domisili.

Bank Muamalat juga memiliki fasilitas keuangan korporasi untuk mendukung pertumbuhan bisnis nasabah, memastikan kelancaran operasional dan rencana pengembangan bisnis. Pelanggan perorangan akan dilindungi polis asuransi jiwa, sehingga pendanaannya akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi jika meninggal dunia. Produk ini memudahkan Anda yang ingin mengirim atau menerima uang dalam mata uang asing dari atau kepada pihak ketiga kepada atau dari pemegang rekening Bank Muamalat Indonesia, baik tunai maupun non tunai dalam mata uang asing.

Dengan dukungan jaringan cabang dan kantor Bank Muamalat Indonesia, nasabah penerima remitansi melalui Muamalat Remittance iB dapat menerima remitansinya dengan leluasa.

Hasil Penelitian

  • Penerapan Akad Musyarakah Pada Pembiayaan Modal Usaha di Bank Muamalat Kantor Cabang Bengkulu
  • Kendala Penerapan Pembiayaan Musyarakah di Bank Maumalat Kantor cabang Bengkulu

Biasanya nasabah melakukan joint venture dengan sebagian modal dari calon nasabah dan sebagian dari bank syariah. Berdasarkan suatu perjanjian atau kesepakatan antara Bank Syariah dengan Unit Usaha Syariah dan pihak lain, yang mewajibkan pihak yang dibiayai atau diberi fasilitas pembiayaan untuk mengembalikan dananya setelah jangka waktu tertentu sebagai imbalan ujrah, tanpa imbalan atau bagi hasil. 72. Apabila penawaran dilakukan oleh bank syariah, maka calon nasabah dapat mengajukan permohonan pembiayaan proyek dengan prinsip musyarakah, nasabah mengajukan permohonan secara tertulis kepada bank yang disebut.

Juga pihak yang akan menggunakan usaha tersebut, pengalaman klien dalam melakukan kegiatan serupa atau pengalaman klien dalam usaha lain, keuntungan yang dapat diperoleh dari usaha tersebut dan sumber dana untuk mengembalikan modal kepada usaha tersebut. bank syariah. Penyelidikan dilakukan setelah mengolah informasi dan data yang diberikan nasabah kepada bank mengenai pembiayaan musyarakah. Apabila permohonan nasabah dianggap layak, maka setelah bank menerima SPM nasabah, Account Officer/Marketing (AO) bank syariah tersebut akan melakukan investigasi lapangan atau pengecekan kondisi calon nasabah. Bagian Administrasi Pembiayaan Bank Syariah kemudian menganalisis permohonan pembiayaan nasabah.

Jadi apabila Bank Syariah bersedia untuk berkongsi dengan X, pemenuhan modal adalah 50% daripada pelanggan dan 50% daripada Bank Syariah. Setelah projek selesai, pelanggan memulangkan wang daripada Bank Syariah serta keuntungan yang dipersetujui. Dalam 08/DSN-MUI/IV/2000 disebutkan bahwa dalam pembiayaan musyarakah pada prinsipnya tidak ada jaminan, tetapi untuk mencegah penyimpangan oleh nasabah (syarik), bank syariah dapat meminta jaminan.

Berdasarkan fatwa tersebut, dalam pembiayaan musyarakah pemberian agunan hanya sebagai bentuk kehati-hatian (penerapan prinsip pengawasan perbankan) dan bukan merupakan syarat mutlak dalam menentukan pemberian pembiayaan musyarakah oleh bank syariah, namun pada kenyataannya bank syariah selalu mewajibkan adanya jaminan kepada nasabah dalam setiap pembiayaan musyarakah83.

Pembahasan

  • Penerapan Akad Musyarakah pada Pembiayaan Modal Usaha di Bank Muamalat kantor cabang Bengkulu
  • Kendala penerapan Pembiayaan Musyarakah di Bank Maumalat Kantor cabang Bengkulu

Akad Musyarakah juga dapat diakhiri oleh nasabah mana pun sewaktu-waktu dengan memberitahukan kepada nasabah lainnya. Keempat mazhab Sunni tersebut semuanya menekankan bahwa akad musyarakah dilandasi oleh unsur kepercayaan masing-masing nasabah. Jika terjadi kerugian, empat mazhab Sunni mengatakan bahwa dalam akad musyarakah tidak ada keleluasaan pembagian kerugian dibandingkan dengan penyertaan modal yang disertakan dalam akad.

Pembagian kerugian harus dilakukan secara hati-hati sesuai dengan rasio penyertaan modal yang tercantum dalam kontrak. Akad musyarakah dapat digunakan di berbagai industri sebagai indikasi perolehan keuntungan. Akad musyarakah dalam perdagangan merupakan salah satu bentuk musyarakah yang biasa digunakan dalam perbankan syariah. Namun permasalahan yang akan dianalisis meliputi dua bentuk lain yaitu partisipasi sementara dan partisipasi tetap.

Bank syariah masih mewajibkan nasabahnya untuk mengirimkan agunan untuk melindungi kepentingan bank dalam akad musyarakah. Akad Musyarakah dapat diakhiri dengan kesepakatan kedua belah pihak, dengan syarat nasabah membayar kepada bank seluruh kewajiban yang timbul akibat berakhirnya akad ini. Apabila pada akhir akad musyarakah ternyata terjadi kerugian yang bukan disebabkan oleh kelalaian, kesalahan pengurusan, atau pelanggaran syarat-syarat akad oleh nasabah, maka kerugian tersebut ditanggung bersama oleh kedua belah pihak sesuai dengan tingkat persentasenya. dari modal yang termasuk dalam kontrak.

Ketentuan mengenai para pihak yang mengadakan akad musyarakah adalah harus cakap secara hukum dengan memperhatikan: 100.

PENUTUP

Saran

Perlu adanya perbaikan pada sistem akad pembiayaan musyarakah khususnya mengenai bagi hasil, kedudukan para pihak agar benar-benar menggunakan prinsip kemitraan yang dijaga oleh Bank Syariah. Perlu adanya peningkatan kualitas dan pelayanan dengan melakukan sosialisasi layanan perbankan syariah kepada masyarakat luas dengan berpegang teguh pada prinsip syariah. Fatwa Dewan Syariah Nasional tentang Agunan perlu diperjelas dan ditekankan agar dapat dilaksanakan secara optimal oleh Bank Syariah sesuai dengan prinsip syariah dan kepatuhan syariah.

Ahmad Rasyid Ridho Harahap (2018) dengan judul “Pelaksanaan Akad Musyarakah Dalam Produk Penyaluran Dana Pada PT. Pengertian Bank Dalam Pasal 1 Angka 2 Undang-undang No.10 Tahun 1998 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No.7 Tahun 1992 Tentang Perbankan. Martin, dkk. , Dasar-dasar Pengelolaan Keuangan, Edisi 5, Jilid 2 (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 1994).

Jurnal Akuntansi AKUNESA (2014) “Penerapan Akad Musyarakah Mutanaqisah Dalam Pembiayaan Kredit Pemilikan Rumah Pada Bank Muamalat Sidoarjo”, Volume 2, Edisi 3, 2014, E-ISSN: 2686-438x, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Surabaya. Muhamad Syafi'i Antonio, Perbankan Syariah Dari Teori ke Praktek., 2001 Muhammad, Teknik Perhitungan Bagi Hasil Pada Bank Syariah, (Yogyakarta: UII press, 2001). Nadi Irawansyah (2019) dengan judul “Analisis Penyebab Tidak Terlaksananya Produk Musyarakah di Bank Muamalat Harkat Sukaraja”.

Sutan Remy Sjahdeini, Perbankan Syariah: Produk dan Aspek Hukum, (Jakarta: Kencana Prenadamedia Group, 2014).

Referensi

Dokumen terkait

Bank dan nasabah sebagaimana kedudukannya dalam akad menerangkan dalam akad bahwa nasabah telah mengajukan permohonan pembiayaan murabahah (untuk selanjutnya disebut fasilitas

dalam akad bahwa nasabah telah mengajukan permohonan pembiayaan murabahah (untuk selanjutnya disebut fasilitas murabahah ) kepada bank untuk membeli barang dengan spesifikasi

(3) Proses pemberian putusan pembiayaan terdiri dari: (a) prakarsa dan permohonan pembiayaan merupakan permohonan pembiayaan yang diajukan oleh nasabah/calon nasabah secara

Berdasarkan Akad Perjanjian Musyarakah yang telah diterapkan pada Bank Rakyat Indonesia Syariah Cabang Yogyakarta dapat diketahui bahwa konstruksi hukum

Kepemilikan Rumah Di Bank Muamalat Lumajang”, Vol.. Berdasarkan paparan hasil penelitian, dapat diketahui dalam penerapan akad musyarakah mutanaqisah pada pembiayaan KPR

Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang dilaksanakan pada Bank Syariah Mandiri Cabang Bandar Jaya disimpulkan bahwa mekanisme pembiayaan KPR dengan akad musyarakah mutanaqisah

Beberapa pengertian di atas, menjelaskan bahwa Mekanisme pembiayaan akad murabahah adalah ketentuan dan syarat yang harus dilakukan nasabah dalam mengajukan permohonan pembiayaan dengan

Rangkuman dokumen tentang pertanyaan-pertanyaan mengenai akad pembiayaan musyarakah mutanaqisah di