• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
89
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 1 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

PUTUSAN

Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

“ DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA”

Pengadilan Negeri Balikpapan yang memeriksa dan mengadili perkara perdata gugatan dalam peradilan tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

MENTERI BADAN USAHA MILIK NEGARA RI, beralamat di Kementerian BUMN Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13.

Jakarta Pusat, Kuasanya 1. ONY SUPRIHARTONO. 2. NOOR IDA KHOMSIYATI, 3. SUKENDAR, 4. FAHRESHA MUCHTAR, 5.

RUDI RUSLI, 6, ANNISA SISWANTI, kesemuanya mengambil domisili hukum di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13. Jakarta Pusat, berdasarkan Surat Kuasa tertanggal 22 Maret 2016, yang telah terdaftar di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balikpapan tanggal 08 April 2016, dibawah regester No. 35/II/KI/Pdt/2016/PN.Bpp, selanjutnya disebut sebagai PELAWAN ; --- L A W A N :

1. Ny. Y U L I A N A, beralamat di Jalan Karang Anyar RW. 13. RT. 37 No. 70. Kel. Karang Jati Kecamatan Balikpapan Tengah Kota Balikpapan, dan selanjutnya di sebut sebagai TERLAWAN I ; --- 2. PEMERINTAH RI, dalam hal ini diwakili oleh Menteri Pertambangan

dan Energi di Jakarta, Cq. Pertamina Pusat di

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 2 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Jakarta, Cq. Pimpinan Umum Pertamina Unit Pengelolaan V Balikpapan, berkedudukan di Jalan Yos Sudarso No.1. Kota Balikpapan dan selanjutnya disebut sebagai TERLAWAN I; --- PENGADILAN NEGERI TERSEBUT :

Setelah membaca Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp tanggal 13 April 2016 tentang penunjukan Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini; ---

Setelah membaca Penetapan Hakim Ketua Majelis Pengadilan Negeri Balikpapan Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp tanggal 18 April 2016 tentang penentuan hari dan tanggal sidang dalam perkara ini ; ---

Setelah membaca berkas perkara dan surat-surat yang berhubungan dengan perkara ini ; ---

Setelah mendengar keterangan masing-masing pihak yang berperkara dalam acara jawab-menjawab; ---

Setelah memperhatikan hasil pemeriksaan setempat terhadap obyek sengketa ; ---

Setelah memperhatikan bukti surat dan saksi-saksi yang diajukan para pihak di muka persidangan ; ---

TENTANG DUDUKNYA PERKARA

Menimbang, bahwa Pelawan dengan surat Perlawanannya tanggal 08 April 2016, yang diterima dan didaftarkan di Kepaniteraan Pengadilan Negeri Balikpapan di bawah Register Pendaftaran Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN.

Bpp tanggal 08 April 2016, telah mengajukan perlawanan dengan mengemukakan hal-hal sebagai berikut :

Adapun dasar dan alasan PERLAWANAN terhadap Penetapan Aanmaning Nomor : E.18.2015 – 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tanggal 1 Desember 2015 terkait proses eksekusi atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1341

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 3 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

K/Pdt/2001 tanggal 3 Desember 2014 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur No. 26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 18 Desember 2013 juncto Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 6 Januari 2003 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur No.

26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 16 Juni 2000 juncto Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan No. 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tanggal 29 Juni 1999 adalah sebagai berikut :

I. LATAR BELAKANG PERLAWANAN

1. Bahwa Pengadilan Negeri Balikpapan pada tanggal 1 Desember 2015 telah menerbitkan Penetapan Aanmaning No. E.18.2015 – 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tertanggal 1 Desember 2015 terkait proses eksekusi atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 3 Desember 2014 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur No. 26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 18 Desember 2013 juncto Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 6 Januari 2003 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur No. 26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 16 Juni 2000 juncto Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan No. 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tanggal 29 Juni 1999; --- 2. Bahwa penerbitan Penetapan Aanmaning tersebut dilakukan terhadap

Putusan sebagaimana tersebut angka 1 adalah terhadap objek sengketa yaitu tanah yang terletak di Karang Anyar RW. 13 RT. 37 No. 70 Kelurahan Karang Jati, Kecamatan Balikpapan Tengah; --- Kota Balikpapan dengan ukuran Panjang 65 M, lebar 75 M dan luas 4.875 M2 dengan batas-batas sebagai berikut :

Sebelah Utara : berbatasan dengan sungai kecil; --- Sebelah Selatan : berbatasan dengan jalan ; --- Sebelah Timur : berbatasan dengan Pabrik Es; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 4 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Sebelah Barat : berbatasan dengan Jalan Raya; --- 3. Bahwa tanah yang menjadi objek sengketa tersebut merupakan bagian

dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan yang Tertanam pada PT Pertamina (Persero)/ TERLAWAN II/dahulu Tergugat, dimana PELAWAN merupakan Institusi yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan mewakili Pemerintah sebagai Pemegang Saham/Rapat Umum Pemegang Saham pada PT Pertamina (Persero)/Terlawan II/dahulu Tergugat; --- II. KEDUDUKAN HUKUM (LEGAL STANDING) PELAWAN :

1. Sesuai ketentuan Pasal 2 Peraturan Presiden Nomor 41 Tahun 2015 tentang Kementerian Badan Usaha Milik Negara, PELAWAN adalah Menteri yang diangkat Presiden Republik Indonesia yang mempunyai tugas dan fungsi menyelenggarakan urusan Pemerintahan di bidang Badan Usaha Milik Negara untuk membantu Presiden dalam menyelenggarakan Pemerintahan Negara. Bahwa dalam kedudukannya sebagaimana tersebut; --- Menteri BUMN melaksanakan tugas pembinaan dan pengawasan BUMN, dalam hal ini mewakili Pemerintah sebagai Pemegang Sah am atau Rapat Umum Pemegang Saham sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara dan peraturan pelaksananya; --- 2. Bahwa tugas, kedudukan dan fungsi PELAWAN dimaksud pada

angka 1 di atas adalah sah secara tegas berlandaskan pada hukum PELAWAN ADALAH PIHAK KETIGA YANG MEMILIKI

KEPENTINGAN HUKUM BERDASARKAN PERATURAN

PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU SERTA BERIKTIKAD BAIK

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 5 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku yaitu sebagai berikut :

a. Pasal 14 ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara, mengatur mengenai kedudukan PELAWAN yaitu sebagai berikut:

”Menteri bertindak selaku RUPS dalam hal seluruh saham Persero dimiliki oleh negara dan bertindak selaku pemegang saham pada Persero dan perseroan terbatas dalam hal tidak seluruh sahamnya dimiliki oleh Negara.”; ---

Selanjutnya dalam Penjelasan Pasal 14 ayat (1) Undang- undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara disebutkan sebagai berikut:

”Bagi Persero yang seluruh modalnya (100%) dimiliki oleh negara, Menteri yang ditunjuk mewakili Negara selaku pemegang saham dalam setiap keputusan tertulis yang berhubungan dengan Persero adalah merupakan keputusan RUPS. Bagi Persero dan perseroan terbatas yang sahamnya dimiliki negara kurang dari 100% (seratus persen), Menteri berkedudukan selaku pemegang saham dan keputusannya diambil bersama-sama dengan pemegang saham lainnya dalam RUPS.”; ---

b. Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan:

“Keuangan Negara adalah semua hak dan kewajiban Negara yang dapat dinilai dengan uang, serta segala sesuatu baik berupa uang maupun berupa barang yang dapat dijadikan milik Negara berhubung dengan pelaksanaan dan kewajiban tersebut.”; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 6 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

c. Pasal 2 huruf g Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara yang menyatakan: ---

“Keuangan Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 angka 1, meliputi :

g. kekayaan Negara/kekayaan daerah yang dikelola sendiri atau oleh pihak lain berupa uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak-hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada perusahaan Negara/perusahaan daerah;”; --- d. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2003 tentang

Pelimpahan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Menteri Keuangan Pada Perusahaan Perseroan (Persero), Perusahaan Umum (Perum), dan Perusahaan Jawatan Negara (Perjan) Kepada Menteri Negara BUMN, pada Pasal 2 diatur bahwa kedudukan, tugas dan kewenangan Menteri Keuangan yang dilimpahkan kepada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara adalah mewakili Pemerintah diantaranya selaku Pemegang Saham atau Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) (sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 tentang Perusahaan Perseroan (PERSERO) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 45 Tahun 2001) dan Perseroan Terbatas yang sebagian sahamnya dimiliki oleh Negara Republik Indonesia; --- e. Pasal 3 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 31 Tahun 2003

tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) yang menyatakan : ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 7 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

“Modal Perusahaan Perseroan (PERSERO) yang ditempatkan dan disetor pada saat pendiriannya, berasal dari seluruh kekayaan Negara yang tertanam dalam Pertamina, termasuk kekayaan Pertamina yang tertanam pada anak perusahaan dan perusahaan patungan (joint venture) Pertamina pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah ini.”; ---

f. Keputusan Menteri Keuangan No. 23/KMK.06/2008 tentang Penetapan Neraca Pembukaan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina Per 17 September 2003; --- g. Akta Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina

No. 20 tanggal 17 September 2003 yang terakhir diubah dengan Akta No. 10 tanggal 11 Januari 2016, dimana pada Pasal 4 ayat (3) menyatakan bahwa “100 % (seratus persen) dari nilai nominal setiap Saham yang ditempatkan sebagaimana dimaksud dalam ayat (2) atau seluruhnya berjumlah Rp133.090.697.000.000,- (seratus tiga puluh tiga triliun sembilan puluh miliar enam ratus sembilan puluh tujuh juta rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik Indonesia (Pemegang Saham)”.; --- h. Pendapat Mahkamah Butir 3.23 Putusan Mahkamah Konstitusi

No. 62/PUU-XI/2013 yang diucapkan dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi terbuka untuk umum pada tanggal 18 September 2014 menyatakan bahwa ”Pemisahan kekayaan Negara dimaksud dilihat dari perpektif transaksi bukanlah merupakan transaksi yang mengalihkan suatu hak, sehingga akibat hukumnya tidak terjadi peralihan hak dari Negara kepada BUMN, BUMD, atau nama lain yang sejenisnya. Dengan demikian

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 8 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

kekayaan Negara yang dipisahkan tersebut masih tetap menjadi kekayaan Negara; --- i. Bahwa berdasarkan Pasal 378 RV terkait dengan Perlawanan

Pihak Ketiga diatur bahwa ”Pihak Ketiga berhak melakukan perlawanan terhadap suatu putusan yang merugikannya, hak- haknya bilamana mereka baik sebagai pribadi maupun sebagai kuasa tidak dipanggil di persidangan Pengadilan atau karena adanya penggabungan perkara atau intervensi dalam perkara”; --- Berdasarkan peraturan perundang-undangan sebagaimana kami uraikan di atas, maka nyata bahwa PELAWAN merupakan wakil Pemerintah Republik Indonesia dalam melaksanakan tugas dan fungsi pengelolaan terhadap Kekayaan Negara yang Tertan am pada PT Pertamina (Persero)/TERLAWAN II sehingga memiliki kapasitas hukum (Legal Standing) untuk mengajukan gugatan PERLAWANAN terhadap Penetapan Aanmaning No. E.18.2015 – 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tertanggal 1 Desember 2015 terkait proses eksekusi atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 3 Desember 2014 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur No. 26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 18 Desember 2013 juncto Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No.

1341 K/Pdt/2001 tanggal 6 Januari 2003 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur No. 26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 16 Juni 2000 juncto Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan No.

69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tanggal 29 Juni 1999; --- III. TENTANG ALASAN PERLAWANAN

A. TENTANG DUDUK PERKARA

1. Pada tahun 1998, Ny. Yuliana/TERLAWAN I mengajukan gugatan kepada TERLAWAN II atas kepemilikan Balai Gembira

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 9 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

(dikenal juga dengan sebutan “Kantor YKPP”). Melalui posita gugatannya, Ny. Yuliana/TERLAWAN I mendalilkan sebagai ahli waris sah dari alm. Atin Su santo yang meninggalkan harta warisan berupa Balai Gembira (objek sengketa perkara a quo) yang semasa hidup diperoleh Atin Susanto berdasarkan Surat Hibah dari PT Shell Indonesia tanggal 20 Desember 1964; --- 2. Berdasarkan posita tersebut, Ny. Yuliana/TERLAWAN I

mengajukan petitum gugatan sebagai berikut:

1) Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya; --- 2) Menyatakan sebagai hukum bahwa Penggugat adalah ah li

waris yang sah dari (Alm) ATIN SUTANTO oleh karena berhak mewarisi seluruh harta peninggalan (Alm) ATIN SUTANTO; --- 3) Menyatakan sah dan berharga Surat Keterangan Warisan

yang diketahui oleh pejabat yang berwenang dalam hal ini Lurah Karang Jati, Camat Balikpapan Utara, Kotamadya Balikpapan; --- 4) Menyatakan sah dan berharga Surat Hibah tertanggal 20

Desember 1964 atas tanah dan bangunan dengan ukuran 4875 M2 yang terletak di Karang Anyar Balai Gembira dari PT Shell Indonesia kepada (Alm) Atin Sutanto yang diketahui oleh Lurah Karang Jati dan Camat atau Asisten Wedana serta Walikota Kepala Daerah Kotamadya Balikpapan; --- 5) Menyatakan sebagai hukum bahwa tanah perwatasan dan

bangunan yang terletak di Karang Anyar Balai Gembira RW. 13 RT. 37 No. 70 Kelurahan Karang Jati, dahulu termasuk Kecamatan Balikpapan Utara dan sekarang

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 10 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

termasuk Kecamatan Balikpapan Tengah dengan ukuran Panjang 65 M, lebar 75M dan luas 4875 M2 dengan batas- batas sebagai berikut :

- Sebelah Utara : berbatasan dengan sungai kecil; --- - Sebelah Selatan: berbatasan dengan jalan; --- - Sebelah Timur : berbatasan dengan Pabrik Es; --- - Sebelah Barat : berbatasan dengan Jalan Raya; --- adalah peninggalan dari (Alm) ATIN SUTANTO, jatuh pada penggugat selaku ahli waris yang sah dari (Alm) ATIN SUTANTO); --- 6) Menyatakan sebagai hukum Penggugat adalah pemilik sah

tanah perwatasan dan bangunan seluas kurang lebih 4875 M2 Balai Gembira Karang Anyar RW. 13 RT.37 No. 70 Kelurahan Karang Jati, dahulu termasuk kecamatan Balikpapan Utara dan Sekarang termasuk Kecamatan Balikpapan tengah Kotamadya Balikpapan; --- 7) Menyatakan sah dan berharga sita jaminan (Conservatoir

Beslag) yang diajukan juru sita Pengadilan Negeri Balikpapan dalam perkara ini adalah sah dan berharga;--- 8) Menyatakan sebagai huku m bahwa perbuatan Tergugat

tersebut di atas adalah perbuatan melawan hukum (onrechtmatige daad) dengan segala akibat hukum dari padanya; --- 9) Menyatakan :

a. Menghukum Tergugat atau siapa saja pihak ketiga lainnya menyerahkan tanah perwatasan dan bangunan sengketa seluas kurang lebih 4875 M2 kepada

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 11 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Penggugat dalam keadaan kosong bebas tanpa kewajiban apapun juga; atau ; --- b. Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi

harga tanah sengketa seluas kurang lebih 4785 M2 kepada Penggugat sebesar Rp. 4.875.000.000,- (empat milyar delapan ratus tujuh puluh lima juta rupiah); --- 10) Menghukum Tergugat membayar ganti rugi bangunan Balai

Gembira kepada Penggugat sebasar Rp. 2.000.000.000,- (dua milyar rupiah); --- 11) Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi atas

barang dangan dan barang-barang lainnya yang dikeluarkan secara paksa dari tempat tinggal dan tempat usaha/toko dan restorasi yang diterlantarkan begitu saja dilapangan terbuka kena hujan dan kena panas bahkan barang-barang tersebut banyak yang hilang sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Tergugat, diuraikan dalam posita gugatan diatas barang-barang yang dimaksud dari point 1 s/d 109 sebesar Rp. 83.654.500,- (delapan puluh tiga juta enam ratus lima puluh empat ribu lima ratu s rupiah); --- 12) Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi atas

macet usaha yang mengakibatkan tidak terbayarnya hutang Penggugat kepada agen/distributor yang mensuplai barang-barang dagangan ditempat usaha Penggugat sebesar kurang lebih Rp. 100.000.000,- (seratus juta rupiah); ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

(12)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 12 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

13) Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi atas macetnya usaha sehingga tidak bisa membayar hutang atau pinjaman kredit Penggugat pada Bank Dagang Negara sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) dan bunga pinjaman kridit perbulannya Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) x 29 bulan = Rp. 29.000.000,- (dua puluh Sembilan juta rupiah) perhitungan bunga pinjaman kridit berjalan terus sampai perkara ini mempunyai kekuatan hukum tetap sebagaimana diuraikan dalam posita diatas; -- 14) Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi atas

macetnya usaha Penggugat akibat daripada Tergugat telah menguasai dan menduduki objek sengketa yang seharusnya Penggugat dapat menghasilkan keuntungan usahan sebasar Rp. 2.000.000,- (dua juta rupiah) perbulannya sehingga kerugian Penggugat terhitung dari bulan Mei 1996 sampai dengan bulan Oktober 1998 yaitu selama 29 bulan x Rp. 2.000.000,- Rp. 58.000.000,- (lima puluh delapan juta rupiah) perhitungan kerugian ini berjalan terus sampai perkara ini mempunyai kekuatan hukum yang tetap; --- 15) Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi moril

sebesarRp. 5.000.000.000,- (lima milyar rupiah) sebagaimana terurai dalam posita gugatan diatas; --- 16) Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa

(dwangsom) sebesar Rp. 1.000.000,- (satu juta rupiah) setiap harinya apabila lalai melaksanakan isi putusan Pengadilan Negeri Balikapan terhitung 14 (empat belas)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12

(13)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 13 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

hari sejak putusan dalam perkara ini diucapkan dan atau diberitahukan kepada Tergugat; --- 17) Menyatakan bahwa putusan perkara ini dapat dijalankan

terlebih dahulu (uitvoerbaar bij voorraad) walaupun Tergugat mengajukan perlawanan, banding ataupun kasasi; --- 18) Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yan g

ditimbulkan dalam perkara ini; --- Atas Gugatan tersebut, Pengadilan Negeri Balikpapan melalui putusan No. 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tanggal 29 Juni 1999 memutus dengan amar putusan: ---

MENGADILI Dalam Eksepsi:

Menolak eksepsi dari Tergugat; --- Dalam Pokok Perkara:

Dalam Konpensi:

1) Mengabulkan gugatan Penggugat untuk sebagian; --- 2) Menyatakan sebagai hukum bahwa Penggugat adalah ah li

waris yang sah dari almarhum Atin Susanto oleh karena berhak mewarisi seluruh harta peninggalan Alm. Atin Susanto; --- 3) Menyatakan sah dan berharga Surat Keterangan Warisan

yang diketahui oleh pejabat yang berwenang dalam hal ini Lurah Karang Jati, Camat Balikpapan Utara, Kotamadya Balikpapan; --- 4) Menyatakan bahwa Tergugat telah melakukan perbuatan

melawan hukum; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13

(14)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 14 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

5) Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi kepada Penggugat sebesar Rp.48.329.500,- (empat puluh delapan juta tiga ratus dua puluh sembilan ribu lima ratus rupiah);

6) Menghukum Tergugat untuk membayar ganti rugi atas macetnya usaha Penggugat sebesar Rp.50.000.000,- (lima puluh juta rupiah); --- 7) Menyatakan sebagai hukum bahwa tanah perwatasan yang

terletak di Karang Anyar RW. 13 RT. 37 No. 70 Kelurahan Karang Jati Kecamatan Balikpapan Tengah dengan ukuran panjang 65 meter, lebar 75 meter, dan luas 4.875 m2 dengan batas-batas sebagai berikut:

Sebelah Utara : berbatasan dengan sungai kecil; --- Sebelah Selatan : berbatasan dengan jalan; --- Sebelah Timur : berbatasan dengan pabrik es; --- Sebelah Barat : berbatasan dengan Jl. Raya; --- adalah tanah negara bebas yang dikuasai Penggugat; --- 8) Menyatakan sebagai hukum bahwa Penggugat harus diberi

prioritas untuk dapat mengaju kan permohonan hak terhadap tanah tersebut kepada Negara dalam hal ini Badan Pertanahan Nasional; --- 9) Menghukum Penggugat atau pihak ketiga yang

mendapatkan hak daripadanya untuk menyerahkan tanah yang dikuasainya dalam keadaan kosong tanpa syarat kepada Penggugat; --- 10) Menolak gugatan Penggugat untuk selebihnya; --- 11) Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara yang

hingga kini ditaksir sebesar Rp.89.500,- (delapan puluh sembilan ribu lima ratus rupiah); ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14

(15)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 15 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Dalam Rekonpensi:

1) Menolak gugatan Penggugat Rekonpensi untuk seluruhnya; --- 2) Menghukum Penggugat Rekonpensi untuk membayar

biaya perkara yang timbul dalam perkara ini sebesar nihil; - 3. Atas Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan tersebut, Terlawan II/dahulu Tergugat mengajukan upaya hukum banding dan kemudian Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda melalui putusan No. 26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 16 Juni 2000 memutus dengan amar putusan: ---

MENGADILI

- Menerima permohonan banding dari Pembanding/Tergugat tersebut; --- - Membatalkan putusan Pengadilan Negeri Balikpapan

tanggal 29 Juni 1999 Nomor: 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp yang dimohonkan banding; ---

MENGADILI SENDIRI Dalam Konpensi :

- Menyatakan eksepsi Tergugat dapat diterima; --- - Menyatakan gugatan Penggugat tidak dapat diterima; --- Dalam Rekonpensi:

- Menyatakan gugatan Penggugat dalam Rekonpensi tidak dapat diterima; --- Dalam Konpensi dan Rekonpensi :

Menghukum Terbanding/Penggugat dalam Konpensi/Tergugat dalam Rekonpensi untuk membayar ongkos perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding ditaksir sebesar Rp.80.000,- (delapan puluh ribu rupiah); ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15

(16)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 16 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

4. Atas Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda tersebut, Terlawan I/dahulu Penggugat mengajukan upaya hukum Kasasi, dan kemudian Mahkamah Agung RI melalui putusan No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 6 Januari 2003 memutus dengan amar putusan: ---

MENGADILI

- Mengabulkan permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi:

Ny. Yuliana tersebut; --- - Membatalkan putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timu r

di Samarinda tanggal 16 Juni 2000 No.

26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA; --- - Memerintahkan kepada Pengadilan Tinggi Kalimantan

Timur di Samarinda untuk membuka kembali persidangan dalam perkara ini dengan selanjutnya memutus pokok perkara; --- - Menghukum Termohon Kasasi/Tergugat untuk membayar

biaya perkara dalam tingkat kasasi ini ditetapkan sebesar Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah); --- 5. Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur di Samarinda kembali

memeriksa dan mengadili perkara a quo melalui Putusan No.

26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 18 Desember 2013 dengan amar putusan: ---

MENGADILI Dalam Konpensi:

Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Balikpapan tan ggal 29 Juni 1999 Nomor: 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp yang dimohonkan banding; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16

(17)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 17 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Dalam Rekonpensi:

Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Balikpapan tan ggal 29 Juni 1999 Nomor: 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp yang dimohonkan banding; --- Dalam Konpensi dan Rekonpensi:

Menghukum Pembanding semula Tergugat dalam Konpensi/Penggugat dalam Rekonpensi untuk membayar biaya perkara dalam kedua tingkat peradilan, yang dalam tingkat banding ditaksir sebesar Rp.150.000,- (serratus lima puluh ribu rupiah); --- 6. Terlawan II/dahulu Tergugat mengajukan upaya hukum Kasasi

terhadap Putusan Banding Kedua yang kemudian diputus oleh Mahkamah Agung RI melalui putusan No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 3 Desember 2014 dengan amar putusan: ---

MENGADILI

- Menolak permohonan kasasi dari Pemohon Kasasi Pemerintah RI, dalam hal ini diwakili oleh Menteri Pertambangan dan Energi di Jakarta Cq. Pertamina Pusat di Jakarta Cq. Pimpinan Umum Pertamina Unit Pengolahan V Balikpapan tersebut; --- - Menghukum Pemohon Kasasi untuk membayar biaya

perkara dalam tingkat kasasi ini sejumlah Rp.500.000,- (lima ratus ribu rupiah) --- 7. Atas Putusan Kasasi Kedua tersebut, Terlawan I/dahulu

Penggugat mengajukan permohonan eksekusi tertanggal 16 Nopember 2015. Berdasarkan permohonan eksekusi dimaksud, Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan menerbitkan Penetapan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17

(18)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 18 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Aanmaning No. E.18.2015 – 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tanggal 1 Desember 2015 yang menyebutkan:

MENETAPKAN:

1) Mengabulkan permohonan eksekusi yang diajukan oleh Pemohon Eksekusi; --- 2) Memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Negeri

Balikpapan untuk memerintahkan kepada Jurusita/Juru sita Pengganti Pengadilan Negeri Balikpapan untuk memanggil Termohon Eksekusi tersebut diatas agar datang menghadap kami : KETUA PENGADILAN NEGERI BALIKPAPAN di Kantor Pengadilan Negeri Balikpapan Jalan Jenderal Sudirman No. 788 Balikpapan, pada : Hari : Selasa; --- Tanggal : 15 Desember 2015; --- Jam : 10.00 wita; --- Untuk diberikan Tegoran ( Aanmaning) agar dalam waktu 8 (delapan) hari sejak Penegoran (aanmaning) melaksanakan kewajibannya untuk membayar dan melunasi hutang kepada Pemohon Eksekusi; --- DAN :

Memanggil pula pihak Pemohon Eksekusi untuk tu rut hadir pada pelaksanaan Penegoran (Aanmaning) tersebut di atas; --- 8. Pengadilan Negeri Balikpapan telah menerbitkan Relas

Panggilan Aanmaning Nomor E.18.2015-69/Pdt.G/1998/PN Bpp guna memanggil Turut Terlawan agar datang menghadap Ketua Pengadilan Pengadilan Balikpapan, masing-masing pada

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18

(19)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 19 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

tanggal 15 Desember 2015, tanggal 21 Januari 2016, tanggal 4 Februari 2016, dan 18 Februari 2016; --- B. TENTANG RIWAYAT OBJEK SENGKETA SEBAGAI KEKAYAAN

NEGARA YANG DIPISAHKAN YANG TERTANAM PADA PT PERTAMINA (PERSERO)/TERLAWAN II :

1. Bahwa objek sengketa diperoleh dan tercatat sebagai Kekayaan Negara yang Tertanam pada TERLAWAN II berdasarkan riwayat sebagai berikut:

a. Tanah dan Bangunan Balai Gembira (objek sengketa) awalnya merupakan milik Naamloze Vennootschap de Bataafsche Petroleu m Maatscappij (“NV BPM”) dengan alas hak berupa Hak Erfpacht Balikpapan II; --- b. Pada tahun 1961, NV BPM mengalihkan seluruh hak-hak atas

tanahnya (termasuk objek sengketa yang berlokasi di dalam Persil Hak Erfpacht Balikpapan II) kepada PT Shell Indonesia berdasarkan Akta Notaris Prof. Mr. R. Soedja No. 249 tanggal 21 September 1961 dan dikuatkan dengan Surat Keputusan Menteri Agraria No. PETA 6/9/38 tanggal 5 Maret 1962 dan Surat Keputusan Kepala Inspeksi Agraria Kalimantan Timur No. SK 55/HP-VI/62 tanggal 25 Juni 1962;

c. Pada tahun 1965, PT Shell Indonesia menjual seluruh usaha, kekayaan dan aset-asetnya (termasuk objek sengketa) kepada Pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Heads of Agreement/Pokok-Pokok Persetujuan tanggal 30 Desember 1965 dan disetujui dengan Keputusan Presidium Kabinet Dwikora Republik Indonesia No. Aa/D/161/1965 tanggal 31 Desember 1965;

PEROLEHAN OBJEK SENGKETA ATAS NAMA TERLAWAN II DILAKUKAN BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG- UNDANGAN YANG BERLAKU

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19

(20)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 20 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

d. Bahwa terkait dengan jual beli seluruh seluruh usaha, kekayaan dan aset-aset PT Shell Indonesia dimaksud, Pemerintah RI menunjuk PN Permina sebagai pihak pelaksana Heads of Agreement/Pokok-Pokok Persetujuan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Urusan Minyak dan Gas Bumi No. 75/M/Migas/1966 tanggal 28 Februari 1966; --- e. Selanjutnya PN Permina ditunjuk sebagai sebagai pihak yang

menerima dan mengelola seluruh aset yang teleh dibeli dari PT Shell Indonesia berdasarkan Peraturan Menteri Pertambangan dan Migas No. 91/M/P.MIGAS/66 tanggal 23 Juli 1966; --- f. Bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1968

didirikan Perusahaan Negara Pertambangan Minyak dan Gas Bumi (“PN Pertamina”) yang merupakan peleburan dari PN Pertamin dan PN Permina. Berdasarkan Peraturan Pemerintah ini diatur bahwa Modal Perusahaan PN Pertamina berasal dari Kekayaan Negara yang tertanam di PN Pertamin dan PN Permina; --- Dengan demikian segala hak dan kewajiban, perlengkapan mau pun kekayaan dari PN Pertamin dan PN Permina beralih kepada PN Pertamina; --- g. Bahwa dalam rangka mempertimbangkan kemajuan usaha yang

telah dicapai PN Pertamina maka melalui Undang-undang No. 8 Tahun 1971 didirikan Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (“Pertamina”) untuk memberikan landasan kerja baru guna meningkatkan kemampuan dan menjamin usaha lebih lanjut.

Modal Perusahaan Pertamina berasal dari Kekayaan Negara yang tertanam di PN Pertamina (termasuk objek sengketa yang berlokasi di dalam bekas Persil Hak Erfpacht Balikpapan II);--- h. Bahwa berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2003,

Pertamina dialihkan bentuknya menjadi PT Pertamina (Persero).

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 20

(21)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 21 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Adapun modal PT Pertamina (Persero) berasal dari Kekayaan Negara yang Tertanam di Pertamina; --- i. Bahwa berdasarkan Laporan Penilaian Aktiva Tetap PT Pertamina

(Persero) yang diterbitkan oleh Kantor Jasa Penilai Publik PT Ujatek Baru yang menjadi dasar nilai Aktiva Tetap PT Pertamina (Persero) yang tercantum dalam Neraca Pembukaan PT Pertamina (Persero) per tanggal 17 September 2003 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Purwantono, Sarwoko & Sandjaja dan ditetapkan melalui Keputusan Menteri Keuangan No. 23/KMK.06/2008 tanggal 30 Januari 2008 mengenai Penetapan Neraca Pembukaan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina per tanggal 17 September 2003, tanah dan bangunan Gedung Balai Gembira yang merupakan objek sengketa perkara a quo terletak di Karang Anyar RW 13 RT 37 No. 70 Kelurahan Karang Jati Kecamatan Balikpapan Tengah seluas 4.875 M² atau yang sekarang dikenal dengan Kantor YKPP adalah termasuk Kekayaan Negara yang masuk dalam Pernyertaan Modal Pemerintah Republik Indonesia kepada PT Pertamina (Persero) sebagaimana Peratu ran Pemerintah No. 31 Tahun 2003; --- 2. Bahwa berdasarkan uraian di atas, maka jelas bahwa sejak awal pendirian

TERLAWAN II secara keseluruhan modalnya berasal dari Kekayaan Negara, TERMASUK DALAM HAL INI OBJEK SENGKETA DIPEROLEH

BERDASARKAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG

BERLAKU; --- - Bahwa hingga saat ini kepemilikan saham 100% (seratus persen) oleh

Negara tidak berubah sebagaimana tercantum pada dalam Akta No. 10 tanggal 11 Januari 2016 yang telah disetujui Menteri Hukum dan HAM berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 21

(22)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 22 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

AHU-0000766.AH.01.02.Tahun 2016 tentang Persetujuan Perubahan Anggaran Dasar Perseroan Terbatas Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina; --- C. OBJEK SENGKETA MERUPAKAN KEKAYAAN NEGARA YANG TERTANAM PADA PT PERTAMINA (PERSERO)/TERLAWAN II

SEHINGGA MENDAPATKAN PERLINDUNGAN HUKUM

BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NO. 1 TAHUN 2004 TENTANG PERBENDAHARAAN NEGARA :

1. Bahwa atas terbitnya Penetapan Aanmaning No. E.18.2015 – 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tertanggal 1 Desember 2015 terkait proses eksekusi atas Putusan Pengadilan menyangkut objek sengketa, PELAWAN merasa sangat keberatan dan dirugikan, karena berdasarkan fakta dilapangan, objek sengketa ternyata adalah merupakan KEKAYAAN NEGARA Yang Dipisahkan dan Tertanam pada PT Pertamina/TERLAWAN II, yaitu ternyata dalam Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2003 tentang Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) menjadi Perusahaan Perseroan (Persero) juncto

Keputusan Menteri Keuangan No. 23/KMK.06/2008 tentang Penetapan Neraca Pembukaan Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina Per 17 September 2003 juncto Akta Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pertamina No. 20 tanggal 17 September 2003 yang terakhir diubah dengan Akta No. 10 tanggal 11 Januari 2016 pada substansinya menyatakan bahwa seluruh modal TERLAWAN II adalah berasal dari Kekayaan Negara; --- 2. Menunjuk ketentuan UU No. 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan

Negara jo. UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara jo

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 22

(23)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 23 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, maka Pemerintah dalam hal ini PELAWAN selaku Menteri yang bertugas membantu Presiden dalam melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap BUMN berwenang dan memiliki kapasitas un tuk menyelamatkan asset Negara dengan mengajukan PERLAWANAN terhadap proses eksekusi objek sengketa yang merupakan aset Negara yang pengelolaannya ada pada BUMN, dan oleh karen an ya harus dinyatakan sebagai PELAWAN yang benar; --- 3. Bahwa berdasarkan Pertimbangan Mahkamah Butir 3.23 Putusan

Mahkamah Konstitusi No. 62/PUU-XI/2013 yang diucapkan dalam Sidang Pleno Mahkamah Konstitusi terbuka untuk umum pada tanggal 18 September 2014 menyatakan bahwa ”Pemisahan kekayaan Negara dimaksud dilihat dari perpektif transaksi bukanlah merupakan transaksi yang mengalihkan suatu hak, sehingga akibat hukumnya tidak terjadi peralihan hak dari Negara kepada BUMN,BUMD, atau nama lain yang sejenisnya. Dengan demikian kekayaan Negara yang dipisahkan tersebut masih tetap menjadi kekayaan Negara”; --- 4. Selanjutnya mengacu pada Pasal 50 huruf d Undang-undang No. 1

Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara secara tegas dinyatakan bahwa ”Pihak manapun dilarang melakukan penyitaan terhadap: d. barang tidak bergerak dan hak kebendaan lainnya milik Negara/Daerah”.; ---

Berdasarkan uraian-uraian di atas, dalam rangka memberikan perlindungan terhadap Kekayaan Negara yang dikelola oleh TERLAWAN II berupa tanah terletak di Karang Anyar RW. 13 RT. 37 No. 70 Kelurahan Karang Jati Kecamatan Balikpapan Tengah

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 23

(24)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 24 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

dengan ukuran panjang 65 meter, lebar 75 meter, dan luas 4.875 m2 dengan batas-batas sebagai berikut:

Sebelah Utara : berbatasan dengan sungai kecil; --- Sebelah Selatan : berbatasan dengan jalan; --- Sebelah Timur : berbatasan dengan pabrik es; --- Sebelah Barat : berbatasan dengan Jalan Raya; --- oleh karenanya PERLAWANAN ini demi hukum patu t untuk diterima dan dikabulkan; --- D. OBJEK SENGKETA MERUPAKAN BAGIAN DARI OBJEK VITAL

NASIONAL DI SEKTOR ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL YANG WAJIB DILINDUNGI DAN DIAMANKAN UNTUK KEPENTINGAN NASIONAL :

1. Bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 3407 K/MEM/2012 tentang Penetapan Objek Vital Nasional di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral dimana dalam Lampiran Keputusan Menteri dimaksud pada angka 105 ditetapkan bahwa PT Pertamina (Persero) Direktorat Pengolahan Unit Pengolahan V Balikpapan / TERLAWAN II termasuk Objek Vital Nasional di Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral; --- 2. Bahwa berdasarkan Keputusan Presiden RI No. 63 Tahun 2004

tentang Pengamanan Objek Vital Nasional menyebutkan bahwa:

Pasal 1 angka 1:

“Objek Vital Nasional adalah kawasan/lokasi, bangunan/instalasi dan/atau usaha yang menyangkut hajat hidup orang banyak, kepentingan negara dan/atau sumber pendapatan negara yang bersifat strategis.”; --- Pasal 3:

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 24

(25)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 25 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

“Objek Vital Nasional sebagaimana dimasud dalam Pasal 1 angka 1 dan Pasal 2, ditetapkan dengan Keputusan Menteri dan/atau Kepala Lembaga Pemerintah Non Departemen terkait.”Merujuk ketentuan di atas, maka dengan ditetapkannya kawasan Unit Pengolahan V Balikpapan dalam Keputusan Menteri ESDM, seharusnya proses eksekusi terhadap objek sengketa perkara a quo tidak dapat dilakukan, oleh karenanya Penerbitan Aanmaning oleh Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan harus dibatalkan dan dinyatakan Non Eksekutabel; --- E. PUTUSAN PENGADILAN TERKAIT 0BJEK PERKARA A QUO YANG

MENJADI DASAR PENETAPAN AANMANING NO. E.18.2015 69/PDT.G/1998/PN.BPP TERTANGGAL 1 DESEMBER 2015 ADALAH TIDAK DAPAT DILAKSANAKAN (NON EXECUTABLE) KARENA SERTIPIKAT HAK GUNA BANGUNAN ATAS NAMA TERLAWAN II YANG LOKASINYA MENCAKUP TANAH OBJEK SENGKETA TIDAK PERNAH DIBATALKAN :

1. Bahwa Kantor Pertanahan Kota Balikpapan telah menerbitkan Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 00190/Kelurahan Karang Jati seluas 9.900 m2 an. TERLAWAN II yang masih berlaku dimana lokasinya meliputi tanah objek sengketa. Sehingga adanya Penetapan Aanmaning yang diterbitkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan adalah cacat hukum, dikarenakan jika proses eksekusi pengosongan/penyerahan tanah objek sengketa dilaku kan maka seharusnya hal tersebut dilakukan setelah ada Pembatalan Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 00190/Kelurahan Karang Jati an.

TERLAWAN II; ---

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 25

(26)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Halaman 26 dari 89 Putusan Perdata Nomor 47/Pdt.Plw/2016/PN Bpp

2. Bahwa amar ketujuh, kedelapan, kesembilan Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan No. 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp tanggal 29 Juni 1999 yang pada substansinya menyatakan objek sengketa sebagai tanah negara bebas yang dikuasai TERLAWAN I/dahulu Penggugat dan memberikan hak prioritas bagi TERLAWAN I/dahulu Penggugat untuk mengajukan permohonan hak atas tanah serta menghukum TERLAWAN II/dahulu Tergugat untuk menyerahkan tanah objek sengketa adalah nyata-nyata keliru dan cacat hukum, karena faktanya terhadap tanah objek sengketa telah melekat hak kepemilikan berupa Sertipikat Hak Guna Bangunan No.

00190/Kelurahan Karang Jati an. TERLAWAN II yang masih sah berlaku dan tidak pernah dibatalkan; ---

3. Dikarenakan Penetapan Aanmaning yang diterbitkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Balikpapan dan Putusan Pengadilan atas Perkara A Quo nyata-nyata bertentangan dengan Sertipikat Hak Guna Bangunan No. 00190/Kelurahan Karang Jati an. TERLAWAN II yan g masih berlaku, maka Penetapan Aanmaning dan Putusan Pengadilan tersebut sudah sepatutnya dinyatakan cacat hukum dan dibatalkan; --- F. PERMOHONAN PENANGGUHAN PERLAKSANAAN EKSEKUSI

PUTUSAN PERKARA No. 69/Pdt.G/1998/PN.Bpp:

1. Bahwa besar kekhawatiran PELAWAN proses eksekusi atas Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 3 Desember 2014 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timu r No. 26/Pdt/2000/PT.KT.SMDA tanggal 18 Desember 2013 juncto Putusan Kasasi Mahkamah Agung RI No. 1341 K/Pdt/2001 tanggal 6 Januari 2003 juncto Putusan Pengadilan Tinggi Kalimantan Timur

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 26

Referensi

Dokumen terkait

Dengan kehendak Tuhan yang mulia, Dua orang saudara meninggalkan dunia, Hendak disusahkan tiada berdaya, Kerana perbuatan Tuhan yang sedia.. Melainkan hamba berbanyak sabar,

Hal ini dicerminkan dengan sikap responden yang mengatakan bahwa pemasangan bagan di perbatasan dapat menghambat masuknya nelayan luar ke wilayah yurisdiksi

Pada penelitian ini akan dirancang dan dibangun prototipe sistem pengendali lampu di rumah dengan menggunakan mikrokontroler Arduino yang terhubung dengan

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan

Sebuah desain yang baik tidak hanya pencerminan dari perencana taman, tetapi juga keinginan dan kebutuhan dari pemilik dan pengguna taman, termasuk kecukupan dana yang

Reduksi data diartikan sebagai proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data ”kasar” yang muncul dari catatan-catatan

mengikuti pola yang sama pada saat sebelum dan setelah peledakan. Umumnya kecepatan rambat gelombang lapisan refraktor 3 menunjukkan nilai kecepatan perambatan tinggi

Kawasan pemukiman kumuh adalah lingkungan hunian yang kualitasnya sangat tidak layak huni, ciri-cirinya antara lain berada pada lahan yang tidak sesuai dengan